Tampilkan postingan dengan label Kenyamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenyamanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Mei 2014
Bullying di Kantor dan Cara Mengatasinya
Tanda-tanda Bullying di kantor
Tak hanya di sekolah atau di kampus saja, bully juga bisa terjadi di tempat kerja. Apakah Anda mengalaminya? Dikutip dari Forbes, berikut ini beberapa tanda yang menunjukkan Anda dibully oleh rekan kerja atau bos di kantor.
1. Selalu Dikritik
Kritikan tajam yang terus-menerus dari rekan kerja senior atau bos, bisa menjadi salah satu contoh bahwa Anda sedang dibully.
Padahal, Anda sudah bekerja sebaik dan seobjektif mungkin, tapi masih saja dikritik dan selalu salah. Agar tak emosi, cobalah berusaha menerima kritikan tersebut dan jadikan sebagai pemicu untuk semakin sukses.
2. Ditikam dari Belakang
Jika si bos atau rekan kerja selalu menyebarkan gosip atau kebohongan tentang Anda, ini juga merupakan wujud Anda sedang dibully. Tukang bully biasanya sering menikam dari belakang tanpa berani untuk berbicara secara langsung. Apabila memang ini terjadi pada Anda, coba bicarakan pada si tukang gosip tersebut. Tanyakan mengapa mereka melakukan ini pada Anda.
3. Mencuri Ide Anda
Contoh lainnya yang menunjukkan bahwa Anda dibully yaitu apabila ada rekan kerja yang suka mencuri ide Anda, lalu ia menerima pujian dari atasan di kantor. Sebelum marah, ada baiknya jika Anda mengambil langkah untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Jangan langsung protes atau mengadu ke bos bahwa ide yang dilontarkan rekan kerja tersebut milik Anda. Jangan bahayakan karir karena nantinya Anda malah akan dianggap sebagai tukang ngadu.
4. Sabotase
Kolega yang suka membully, biasanya selalu berusaha untuk membuat Anda gagal dalam setiap pekerjaan. Misalnya, rekan kerja senior meminta Anda melakukan suatu pekerjaan di saat Anda sedang dalam mengerjakan sesuatu yang harus diselesaikan dengan cepat. Pada akhirnya, pekerjaan Anda pun tidak akan selesai tepat waktu. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengatakan tidak kepada kolega. Bicaralah secara halus dan katakan Anda sudah dikejar deadline.
5. Suka Marah-marah
Jika kolega sering marah-marah, mempermalukan Anda depan orang banyak, atau bahkan sampai menghina, padahal Anda merasa tak ada salah apapun, itu juga pertanda dibully. Bicaralah pada rekan kerja bahwa tak semestinya mereka melakukan hal tersebut pada Anda. Dan tanyakan juga sebenarnya apa salah Anda pada mereka.
Cara Mengatasi Bullying di Kantor
Realitas yang harus anda hadapi ketika berada di tempat kerja yaitu terkait dengan politik. Tentunya anda harus mengikuti permainan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut diaman anda bekerja. Sikap bullying memang sangatlah berbahaya serta dapat merusak mental seseoarng yang mengalami hal tersbeut.
Dan disini kami akan memberikan beberap tips jitu agar kita dapat mendai pemenang dalam salah satu permainan tersebut, tanpa harus kita bermain kotor. Dalam menjadi seoarng pemenang anda tidak harus menjilat atau pun bersikap sok baik terhadap mereka yang memang melakukan perihal tersebut kepada anda. Berikutr tips ampuh hadapi bullying di kantor:
1. Observasi
Sering kerap terjadi orang-orang yang memang tidak menyadari akan dinamika lingkungan kerja mereka, dan sampai pada akhirnya mereka harus menjadi korban dari politik kantor. Dan pada tahapan awal yang harus kita lakukan yaitu agar kita lebih waspada lagi, amati terus kekuatan serta kelemahan orang lain serta pahami rasa tidak aman yang memang dapat membuat mereka dengan cepat naik pitam.
2. Buat mereka terpesona!
Jika dalam satu pereusahaan terdapat atasan atau pun rekan kerja yang memang sangat meremehkan diri anda, maka tunjukanlah pesona anda kepada mereka dengan pengetahuan serta kinerja yang anda miliki ketika berada di kantor. Dan cara yang palin efektif dalam menyelesaikan persoalan ini adalah dengan berbicara dari hati ke hati dengan atasan atau rekan kerja yang memang mengucilkan anda. Tanyakan kepada atasan anda bagaiman pandangannya terhadap kinerja anda selama ini serta bagaiman sikap anda selama di kantor. Hal tersebut setidaknya bisa membuat atasan anda menghargai kejujuran serta kemauan anda untuk terus belajar.
3. Jangan memutuskan hubungan!
Tidak adanya teman yang permanen atau pun musuh di tempat anda bekerja. Saat ini anda tidak sedang bekerja hanya untuk membangun satu keluarga, jadi anda harus lebih bisa menjaga emosional anda serta jangan mudah percaya kepada siapa pun dengan cara yang berlebihan. Percayalah dengan cara yang sewajarnya saja.
4. Berteman dengan pesaing Anda
Dalam persoalan ini, saingan anda bisa berarti atasan atau pun rekan kerja anda sendiri. Dengan anda berteman dengan pesaing anda, mungkin anda akan cenderung untuk melepas senjata yang mereka miliki secraa tidak langsung serta pelan-pelan. Hal tersbeut dapat membuat mereka tidak mendapatkan apa-apa yang memang tengah mereka inginkan dari diri anda, dan mereka akan kehilangan minat dalam permainan yang tengah kalian mainkan.
5. Berhenti untuk mengeluh
Sebagian besar yang menjadi korban bullyling dari segi politik kantir yaitu mereka yang memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka saat ini atau pun mencari pilihan lain dengan harapan mereka dapat menemukan tempat kerja yang memang lebih ideal lagi. Hal tersebut cumalah mimpi bagi anda, karena orang-orang yang akan tetap bersikeras untuk keluar dari pekerjaan mereka dan terkadang mereka menghadapi masalah terkait harga diri. Yang paling penting yaitu anda dapat menyadari bahwa setiap tempat kerja memiliki politik serta anda harus benar-benar belajar untuk tetap menangani politik tersebut dengan cara yang benar serta tepat.
6. Jangan terlalu banyak bergosip
Bergosip merupakan masalah besar yang bisa membuat diri anda masuk kedalam lingkaran masalah. Anda harus mengingat, bahwa pepatah mengatakan “mulutmu adalah harimaumu.” Siapa tahu ketika anda tengah membicarakan hal yang terkait dengan atasan anda, ternyata teman anda yang lainnya mengadukan persoalan tersbeut kepada atasan anda. Hal tersebut sepertinya akan menjadi bumerang yang memang akan berbalik menyerang anda. Bukankah membicarakan kejelekan orang itu dosa?
Mengatasi Bipolar Disorder
Bipolar disorder adalah penyakit psikologi yang ditandai dengan perubahan mood atau alam perasaan yang sangat ekstrem, berupa depresi dan mania. Penyandang bipolar juga akan menderita perubahan energi dan perilaku yang begitu cepat.
Suasana hati para penderita dapat berganti secara tiba-tiba, antara dua kutub atau bipolar yang berlawanan: kebahagiaan, disebut mania, dan kesedihan atau depresi. Perubahan itu terjadi secara ekstrem.
Menurut dokter kesehatan mental, dr Nurmiati Amir SpKJ, para penderita bipolar sekilas akan terlihat sama dengan orang-orang yang sehat dan normal. Mereka bisa pintar dan memiliki pekerjaan yang sama dengan orang normal. Namun, para penderita bipolar ini mood-nya lebih sering berganti.
Untuk pengobatannya, kata Nurmiati, ada beberapa cara. "Seperti dengan obat, edukasi, psikoterapi, danelectroconvulsive therapy atau ECT," kata Nurmiati di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin, 25 Februari 2013.
Pasien bipolar disorder yang meminum obat dapat menekan suasana hatinya hingga tak berubah secara drastis. Obat itu, Nurmiati mengatakan, bisa membuat kimia otak penderita kembali normal. "Sehingga emosi yang diatur agar lebih tenang."
Sebagai penyakit, bipolar adalah gangguan yang kompleks. Bahkan, hingga sekarang belum ada solusi sempurna untuk penanganannya. Dengan demikian, diperlukan kerja keras pasien serta dokter untuk menjaga kestabilan mood. "Dengan mengedukasi penderita dan keluarga soal dasar pencetusan perubahan mood, suasana hati yang stabil akan lebih mudah dicapai," ujar Nurmiati.
Edukasi yang diberikan dokter ke pasien bipolar disorder berupa anjuran memperbaiki gaya hidup, di antaranya tidur teratur, mengatasi stresor, dan tidak menggunakan alkohol. Sedangkan psikoterapi berguna agar pasien mengerti cara terbaik berhubungan dengan keluarga, pasangan, serta masyarakat.
Hingga kini, Nurmiati melihat masih banyak tantangan yang dihadapi penderita bipolar agar bisa sembuh. Misalnya, pengetahuan pasien yang minim tentang penyakit ini, ketidakpatuhan pasien pada nasihat dokter, atau adanya penyakit fisik maupun psikiatrik yang menyertai bipolar. "Yang paling besar tantangannya adalah pasien yang malas mengkonsumsi obat," katanya.
Suasana hati para penderita dapat berganti secara tiba-tiba, antara dua kutub atau bipolar yang berlawanan: kebahagiaan, disebut mania, dan kesedihan atau depresi. Perubahan itu terjadi secara ekstrem.
Menurut dokter kesehatan mental, dr Nurmiati Amir SpKJ, para penderita bipolar sekilas akan terlihat sama dengan orang-orang yang sehat dan normal. Mereka bisa pintar dan memiliki pekerjaan yang sama dengan orang normal. Namun, para penderita bipolar ini mood-nya lebih sering berganti.
Untuk pengobatannya, kata Nurmiati, ada beberapa cara. "Seperti dengan obat, edukasi, psikoterapi, danelectroconvulsive therapy atau ECT," kata Nurmiati di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin, 25 Februari 2013.
Pasien bipolar disorder yang meminum obat dapat menekan suasana hatinya hingga tak berubah secara drastis. Obat itu, Nurmiati mengatakan, bisa membuat kimia otak penderita kembali normal. "Sehingga emosi yang diatur agar lebih tenang."
Sebagai penyakit, bipolar adalah gangguan yang kompleks. Bahkan, hingga sekarang belum ada solusi sempurna untuk penanganannya. Dengan demikian, diperlukan kerja keras pasien serta dokter untuk menjaga kestabilan mood. "Dengan mengedukasi penderita dan keluarga soal dasar pencetusan perubahan mood, suasana hati yang stabil akan lebih mudah dicapai," ujar Nurmiati.
Edukasi yang diberikan dokter ke pasien bipolar disorder berupa anjuran memperbaiki gaya hidup, di antaranya tidur teratur, mengatasi stresor, dan tidak menggunakan alkohol. Sedangkan psikoterapi berguna agar pasien mengerti cara terbaik berhubungan dengan keluarga, pasangan, serta masyarakat.
Hingga kini, Nurmiati melihat masih banyak tantangan yang dihadapi penderita bipolar agar bisa sembuh. Misalnya, pengetahuan pasien yang minim tentang penyakit ini, ketidakpatuhan pasien pada nasihat dokter, atau adanya penyakit fisik maupun psikiatrik yang menyertai bipolar. "Yang paling besar tantangannya adalah pasien yang malas mengkonsumsi obat," katanya.
Penkelasan Bipolar Disorder
I. Penjelasan
Ganguan bipolar atau sering disebut juga dengan manic - depresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidak normalan pergantian mood, energi, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap.Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.
Kadang penderita memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi, energi dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya. Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian.
Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda. setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun. beberapa orang memiliki gejala - gejalanya bahkan sejak kanak - kanak, sementara beberapa orang sisanya mengalami gejala - gejalanya lebih lama. Bipolar disorder tidak mudah dikenali saat kelainan ini dimulai. gejalanya terlihat seperti masalah - masalah yang berbeda, tidak tampak seperti bagian dari masalah lain yang lebih besar. beberapa orang menderita kelainan ini sampai bertahun - tahun sampai akhirnya terdiagnosis dan mendapatkan terapi. Seperti diabetes dan penyakit jantung, bipolar disorder adalah kelainan jangka panjang yang harus di awasi dan di managed seumur hidup.
II. GEJALA-GEJALA BIPOLAR
a. Gejala-gejala dari mania atau episode manic:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan "puncak", atau suasana hati yang sangat gembira atau ramah
Suasana hati yang sangat teriritasi, agitasi, merasakan "jumpy (gelisah)" atau "wired".
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Berbicara sangat cepat, melompat dari satu idea ke yang lainnya, mempunyai pemikiran-pemikiran yang bergegas-gegas
Sangat mudah dikacaukan
Aktivitas-aktivitas yang menuju tujuan yang meningkat, seperti menerima proyek-proyek baru
Menjadi gelisah
Tidur yang sedikit
Mempunyai kepercayaan yang tidak realistik pada kemampuan-kemampuan seseorang
Berkelakuan secara impulsif dan mengambil bagian pada banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan dan berisiko tinggi, seperti membelanjakan sprees, seks yang impulsif, dan investasi-investasi bisnis yang impulsif.
b. Gejala-gejala dari episode depresi:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan khawatir atau kosong
Kehilangan minat pada aktivitas-aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Merasa lelah atau "slowed down"
Mempunyai persoalan-persoalan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan-keputusan
Menjadi gelisah atau teriritasi
Merubah kebiasaan-kebiasaan makan, tidur, atau yang lain-lain
Memikirkan kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.
c. Gejala-gejala dari episode hipomania :
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami hallucination dan delusion. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut.
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.
d. Gejala-gejala episode campuran (Mixed state episode) :
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantin dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut.
Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.
Menurut DSM, ada empat tipe-tipe dasar dari penyakit bipolar:
Penyakit Bipolar I terutama ditentukan oleh episode-episode manic atau campuran yang berlangsung paling sedikit tujuh hari, atau oleh gejala-gejala manic yang begitu parah sehingga orang itu perlu segera perawatan rumah sakit. Biasanya, orang itu juga mempunyai episode-episode depresi, secara khas berlangsung paling sedikit dua minggu. Gejala-gejala dari mania atau depresi harus menjadi perubahan utama dari kelakuan normal seseorang.
Penyakit Bipolar II Hypomanic , ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran.
Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) didiagnosa ketika seseorang mempunyai gejala-gejala dari penyakit yang tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II. Gejala-gejala mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang itu mungkin mempunyai terlalu sedikit gejala-gejala, untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Bagaimanapun, gejala-gejala adalah dengan jelas keluar dari batasan kelakuan normal seseorang.
Penyakit Cyclothymic, atau Cyclothymia, adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Orang-orang yang mempunyai cyclothymia mempunyai episode-episode dari hypomania dengan depresi ringan untuk paling sedikit dua tahun. Bagaimanapun, gejala-gejala tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan diagnostik untuk tipe lain apa saja dari penyakit bipolar.
Beberapa orang-orang mungkin didiagnosa dengan rapid-cycling bipolar disorder. Ini adalah ketika seorang mempunyai empat atau lebih episode-episode dari depresi utama, mania, hypomania, atau gejala-gejala campuran dalam satu tahun.
III. PERSPEKTIF TEORITIS GANGGUAN MOOD1. TEORI PSIKOLOGI TENTANG GANGGUAN MOOD
Teori Psikoanalisis Tentang Depresi
Menurut Freud (1917/ 1950) potensi depresi muncul pada awal masa kanak-kanak. Pada fase oral anak mungkin kurang terlalu terpenuhi kebutuhannya, sehingga ia terfiksasi pada fase ini mengakibatkan individu dependen, low self esteem. Hipotesanya adalah, setelah kehilangan orang yang dicintai, ia mengidentifikasi diri dengan orang tersebut seolah untuk mencegah kehilangan. Lama-lama ia malah marah pada dirinya sendiri, merasa bersalah.
Teori Kognitif Tentang Depresi
a. Teori depresi Beck (1967)Individu menjadi depresi akibat interpretasi negatif yang bias. Pada waktu kecil/remaja muncul skema negatif akibat kejadian-kejadian buruk ia merasa akan selalu sial/gagal, dipadu dengan bias kognitif muncul triad negatif (pandangan sangat negatif tentang diri, dunia, masa depan)
b. Teori helplessness/ hopelessness
Learned helplessness
Kepasifan individu dan perasaan tak berdaya mengontrol hidupnya, didapat dari pengalaman-pengalaman buruk/ trauma, mengarah pada depresi
Attribution and learned helplessness
Pada situasi dimana individu pernah gagal, ia akan mencoba mengatribusikan penyebab kegagalan. Individu depresi bila mereka mengatribusikan kejadian negatif bersifat stabil dan global. Individu depresi biasanya menunjukkan depressive attributional styleàmengatribusikan rasa hasil negatif sebagai personal, global, penyebabnya stabil
Teori hopelessness
Sejumlah bentuk depresi dianggap sebagai akibat hopelessnessà merasa hasil yang diharapkan takkan pernah muncul, individu tak bisa merubah situasi. Kemungkinan muncul akibat self esteem yang rendah, kecenderungan anggapan bahwa kejadian negatif akan mengakibatkan sejumlah hal negative
Teori Interpersonal Tentang Depresi
Individu depresi cenderung terbatas jaringan dan dukungan sosialnyaàmengurangi kemampuan individu mengatasi kejadian negatif, rentan terhadap depresi.
Individu depresi berusaha meyakinkan diri bahwa orang lain benar peduli. Namun ketika yakin, rasa puasnya hanya sebentar. Berhubungan dengan konsep diri negatif.
Kompetensi sosial yang rendah diperkirakan memunculkan depresi pada anak usia TK
Interpersonal problem solving skill yang rendah dapat meningkatkan depresi pada remaja
Teori Psikologi Tentang Gangguan Bipolar
Tekanan hidup adalah faktor penting munculnya gangguan bipolar
Dukungan sosial dapat mempercepat penyembuhan simptom depresi, tapi tidak simtom mania
Attributional style + sikap disfungsi + kejadian buruk ---->peningkatan simptom depresi ataupun mania pasien bipolar
Self esteem individu mania mungkin sangat rendah
2. TEORI BIOLOGI TENTANG GANGGUAN MOOD
Genetic Data
Penelitian mengenai faktor genetis pada gangguan unipolar dan bipolar melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar pernah mengalami satu episode gangguan mood (Gherson, 1990, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Pada gangguan unipolar, meskipun faktor genetis mempengaruhi, namun kurang menentukan dibandingkan gangguan bipolar. Resiko akan meningkat pada keluarga pasien yang memiliki onset muda saat mengalami gangguan.
Berdasarkan beberapa data diperoleh bahwa onset awal untuk depresi, munculnya delusi, dan komorbiditas dengan gangguan kecemasan dan alkoholisme meningkatkan resiko pada keluarga (Goldstein, et al., 1994; Lyons et al., 1998, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004).
Neurochemistry dan Mood Disorders
Dua neurotransmitter yang berperan dalam gangguan mood adalah norepinephrine dan serotonin. Norepinephrine terkait dengan gangguan bipolar dimana tingkat norephinephrine yang rendah menyebabkan depresi dan tingkat yang tinggi menyebabkan mania. Sedangkan untuk serotonin, tingkatnya yang rendah juga menyebabkan depresi. Terdapat dua kelompok obat untuk depresi, yaitu tricyclics dan monoamine oxidase (MAO) inhibitors. Tricyclics seperti imipramine (tofranil) adalah obat antidepresan yang berfungsi untuk mencegah pengambilan kembali norephinephrine dan serotonin oleh presynaptic neuron setelah sebelumnya dilepaskan, meninggalkan lebih banyak neurotransmitter pada synapse sehingga transmisi pada impuls syaraf berikutnya menjadi lebih mudah. Monoamine oxidase (MAO) inhibitors merupakan obat antidepresan yang dapat meningkatkan serotonin dan norephineprhine. Terdapat pula obat yang dapat secara efektif mengatasi gangguan unipolar, yaitu Selective Serotonin Reuptake Inhibitors, seperti Prozac. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat efek samping dari berbagai obat antidepresan tersebut sehingga peningkatan dari norephineprhine dan serotonin tidak menimbulkan komplikasi lainnya.
Sistem Neuroendokrin
Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus. Hipotalamus kemudian mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat hormon yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituitary. Relevansinya terkait dengan simtom vegetatif pada gangguan depresi, seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi, hal itu disebabkan produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus (Garbutt, et al., 1994 dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya kelenjar adrenal (Rubun et al., 1995, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dikaitkan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi.
An Integrated Theory of Bipolar Disorder
Gangguan bipolar merefleksikan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system atau BAS. BAS memfasilitasi kemampuan manusia unuk mendekati atau memperoleh reward dari lingkungannya dan ini telah dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrovert, peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur. Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur syaraf dalam otak yang melibatkan dopamine neurotransmitter dan juga terkait dengan perilaku untuk memperoleh reward. Peristiwa kehidupan yang melibatkan pencapaian tujuan atau reward diprediksi meningkatkan simtom mania. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada simtom mania, dan pencapaian tujuan tidak terkait dengan perubahan dalam simtom depresi. Dengan demikian, BAS dan manifestasi perilakunya, yaitu pencapaian tujuan diasosiasikan dengan simtom mania dari gangguan bipolar.
3. TEORI LINGKUNGAN TENTANG GANGGUAN MOOD
Bipolar disorder tak hanya dipengaruhi oleh gen saja, tetapi juga didorong oleh faktor lingkungan. Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder. Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal.
IV. PREVENSI
1. Psikodinamik
Psikoanalisis tradisional bertujuan membantu orang yang depresi untuk memahami perasaan mereka yang ambivalen terhadap orang-orang (objek) penting dalam hidup mereka yang telah hilang atau yang terancam akan hilang. Dengan menggali perasaan-perasaan marah terhadap objek yang hilang ini, mereka dapat mengarahkan rasa merah keluar melalui ekspresi verbal dari perasaan, bukan membiarkannya menjadi lebih buruk.
Psikoanalisis tradisional dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap dan menghadapi konflik-konflik yang tidak disadari. Pendekatan psikoanalisis modern juga berfokus pada konflik-konflik tidak disadari, namun secara lebih langsung, relative singkat, dan berfokus pada hubungan yang penuh konflik di masa kini maupun masa lalu. Terapis psikodinamika yang eklektik menggunakan metode-metode behavioral dalam membantu klien mencapai keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu jaringan sosial yang lebih luas.
Psikoterapi interpersonal (interpersonal psychoteraphy/IPT) adalah suatu bentuk singkat dari terapi yang berfokus pada hubungan interpersonal klien disaat itu, biasanya tidak lebih dari 9 hingga 12 bulan. Perintis IPT percaya bahwa depresi terjadi dalam suatu konteks interpersonal dan bahwa isu hubungan perlu untuk ditekankan dalam penanganan. IPT membantu untuk menghadapi reaksi kesedihan yang tidak terselesaikan atau yang menganggu setelah kematian orang yang dicintai dan juga konflik-konflik peran dalam hubungan. Terapis membantu klien untuk mengekspresikan kesedihannya dan menghadapi rasa kehilangannya sambil membimbing mereka dalam mengembangkan aktivitas-aktivitas dan hubungan-hubungan baru untuk membantu memperbaharui kehidupan mereka.
2. BehavioralPendekatan penanganan behavioral beranggapan bahwa perilaku depresi dipelajari dan dapat dihilangkan. Terapis behavioral bertujuan untuk secara langsung memodifikasi perilaku dan bukan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kemungkinan penyebab yang tidak disadari dari perilaku-perilaku ini.
Salah satu program behavioral yang ilustratif telah dikembangkan oleh Lewisohn dan kolega-koleganya, program ini terdiri dari sebuah program terapi kelompok. Hal ini membantu klien untuk memperoleh keterampilan relaksasi, meningkatkan aktivitas yang menyenangkan dan membangun keterampilan sosial yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan reinforcement sosial. Terapi ini terdiri dari satu orang terapis yang dianggap sebagai seorang guru, dan kliennya sebagai siswa. Dalam terapi kelompok, orang belajar mereka tidak sendirian dengan penyakit, mereka menerima dukungan emosional penting, belajar keterampilan untuk mengatasi obat, masalah interpersonal dan terkait dengan pekerjaan, dan belajar cara untuk mengatasi dengan stigma dari orang lain. Memaksimalkan fungsi pekerjaan atau sosial merupakan aspek inti dari intervensi pemulihan dan berbasis keterampilan - misalnya, sekolah dan pekerjaan pelatihan dapat membantu dengan ini.
3. KognitifCognitive teraphy atau terapi kognitif, berfokus pada membantu orang dengan depresi belajar untuk untuk menyadari dan mengubah pola berpikir mereka yang disfungsional. Terapi ini biasanya brejalan selama 14 hingga 16 sesi mingguan. Terapi ini menggunakan kombinasi antara behavioral dan kognitif untuk membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pikiran-pikiran yang disfungsional serta mengembangkan perilaku yang lebih adaptif.
4. Terapi KeluargaTerapi keluarga pyschoeducational dapat membantu dalam situasi ini dengan berfokus pada peningkatan komunikasi di antara anggota keluarga, membantu orang dengan penyakit bipolar memahami manfaat minum obat mereka secara konsisten dan belajar strategi untuk mencegah kambuh. Dalam hal ini jenis pengobatan, anggota keluarga bisa merasa didukung dan individu dengan penyakit dapat belajar cara-cara baru untuk mempertahankan pemulihan. perawatan psychoeducational membantu orang dan anggota keluarganya untuk lebih memahami penyakit bipolar sehingga pemulihan dapat dicapai lebih cepat. Dalam jenis pendekatan, individu dengan penyakit dan anggota keluarga mereka dapat berharap untuk mendiskusikan topik-topik seperti menerima penyakit, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan awal akan terjadi kesulitan, belajar untuk mengatasi perubahan mood, obat pemahaman dan tempat untuk menemukan diri membantu kelompok-kelompok dan mengakses pekerjaan atau pelatihan sumber daya.
5. Biologis
Penggunaan obat untuk bipolar, yaitu obat litium karbonat, berbentuk bubuk dari litum berelemen metalik. Litium efektif dalam menstabilkan mood orang yang menderita bipolar dan dalam mengurangi episode-episode kambuh dari manic dan depresi (Baldessarini & Tondo, 2000; Grof & Alda, 2000). Namun litium umumnya lebih efektif dalam menangani simptom-simptom manic dari pada depresi. Orang dengan gangguan bipolar kemungkinan perlu menggunakan litium secra terus-menerus untuk mengontrol perubahanmood-nya. Dalam pemakaian litium harus dimonitor, karena adanya efek beracun yang potensial dan efek samping lainnya. Obat ini dapat menambah berat badan, kelesuan, pusing dan penurunsn umum dari fungsi motorik, dalam jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan masalah liver.
Penstabil mood biasanya diresepkan untuk orang dengan perasaan "tinggi", banyak bicara, lekas marah, pidato dipercepat dan gejala manik lainnya serta depresi yang mengganggu fungsi seseorang. Obat-obat ini biasanya mengurangi intensitas perubahan suasana hati dan biasanya mengembalikan orang tersebut ke tingkat yang lebih normal berfungsi. Lithium, Depakote dan carbamazepine adalah obat-obat umum dalam grup ini. Mereka juga sangat penting untuk membantu orang mencegah gejala-gejala dari datang kembali setelah mereka dikendalikan.
Antidepresan yang diresepkan untuk orang dengan gejala depresi. Ini mungkin termasuk perasaan sedih dan depresi serta melambat, perilaku lamban. Obat-obat ini membantu tubuh mendapatkan kembali energi sehingga orang tersebut memiliki lebih tertarik pada kehidupan sehari-hari. Penting untuk dicatat bahwa antidepresan dapat memperburuk gejala manik dan harus digunakan hati-hati setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.
Obat antipsikotik kadang-kadang digunakan untuk orang dengan gangguan bipolar yang mungkin memiliki halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah pengalaman persepsi yang tidak benar-benar terjadi, seperti mendengar suara-suara mengatakan satu untuk menyakiti diri sendiri. Delusi adalah tetap keyakinan palsu tentang diri, seperti "Setiap orang keluar untuk mendapatkan saya." Obat antipsikotik dapat sangat membantu dalam kasus ini dan atau dokter Anda kekasih Anda akan memiliki beberapa untuk memilih dari, termasuk obat-obatan baru seperti olanzapine, quietiapine, risperidol dan ziprasidone.
V. CONTOH KASUS
Saat saya mulai merasa sangat senang, saya tidak tidak lagi merasa seperti ibu rumah tangga biasaa. Saya malah terasa terorganisasi dan terampil dan saya mulai merasa bahwa saya adalah orang yang paling kreatif. Saya dapat menulis puisi dengan mudah. Saya dapat mengubah melod tanpa usaha keras. Saya dapat melukis. Pikiran saya terasa lancar dan dapat menyerap apa pun. Saya memiliki ide yang tak terhitung mengenai perbaikan kondisi anak yang menderita keterbelakangan mental, atau tentang bagaimana rumah sakit untuk anak-anak itu seharusnya dijalankan, apa yang seharusnya ada di sekeliling mereka untuk membuat mereka tetap gembira.dan nyaman serta tidak merasa takut. Saya melihat diri saya mampu mencapai banyak hal demi kebaikan orang. Saya memiliki ide yang tak terhitung mengenai bagaimana masalah lingkungan dapat memberikan inspirasi terhadapat perjuangan untuk mendapat kesehatan dan perbaikan hidup bagi semua orang. Saya merasa mampu mencapai banyak hal demi kebaikan keluarga saya dan orang lain. Saya merasa senang, suatu perasaan euphoria atau kegirangan. Saya ingin hal ini berlangsung selamanya. Saya seperti tidak membutuhkan banyak tidur. Berat badab saya turun dan terasa sehat dan saya menyukai diri saya sendiri. Bahkan saya baru saja membeli 6 gaun baru dan semuanya terlihat bagus bila saya pakai. Saya merasa seksi dan para pria memperhatikan saya. Mungkin saya akan melakukan satu atau beberapa perselingkuhan. Saya merasa mampu berbicara dan akan berhasil dalam politik. Saya ingin menolong orang dengan masalah yang serupa seperti saya sehingga mereka tidak merasa putus harapan.
Sangat indah bila anda merasakan hal ini…Perasaan kegembiraan yang kuat, mood yang baik, membuat saya merasa ringan dan penuh dengan kenikmatan hidup. Namun, saat melewati tahap ini, saya menjadi manic dan kreativitas saya menjadi sangat membesar sehingga saya mulai melihat hal-hal dalam pikiran saya yang tidak masuk akal. Misalnya, suatu malam saya menciptakan suatu keseluruhan film, lengkap dengan pemerannya, dimana saya masih berpikir bahwa hal itu akan menyenangkan. Saya melihat para pemarannya sejelas bila saya menonton mereka dalam kehidupan nyata. Saya juga mengalami terror yang sangat hebat, seperti benar-benar terjadi, saat saya tahu bahwa sebuah adegan pembunuhan akan berlangsung. Saya gemetar ketakutan dibawah selimut dan menjadi benar-benar tak berdaya. Seperti Anda kehatui, saya menjadi seorang psikosis manic pada saat itu. Teriakan saya membangunkan suami sya, yang mencoba meyakinkan saya bahwa kami berada di kamar tidur dan segalnya masih tetap sama. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Namun, saya tetap dimasukan ke rumah sakit keesokan harinya.
Tips Bebas Stree di Kantor
a, stress merupakan bagian dari kehidupan. Gejala stres bisa muncul dimana saja dan tanpa mengenal waktu. Stres bisa datang dari pikiran kita sendiri, tubuh serta lingkungan sekitar. Stres dalam ilmu kedokteran bisa diartikan sebagai ketegangan atau tekanan yang bisa mengganggu tubuh. Sedangkan dari sudut psikologis, stres merupakan sesuatu yang dianggap mengganggu ketika sedang menghadapi suatu masalah dan dalam proses beradaptasi. Dalam lingkungan kerja, stres mudah sekali menyerang, contohnya ketika pekerjaan sedang banyak, dikejar <em>deadline</em> dan tidak mampu menyelesaikannya, maka rentan sekali mengalami stres. Lingkungan pekerjaan, bahkan juga Anda sendiri, bisa menjadi pemicu utama stres dari pekerjaan kantor. Ada beberapa taktik untuk melepaskan diri dari stres yang berasal dari pekerjaan kantor:
1. Kenali Pemicu Stres
Bagaimana Anda bisa memerangi pemicu utama dari kenaikan emosi di kantor? Mulailah untuk mengenali kegiatan harian Anda dan pekerjaan atau proyek yang memicu performa Anda ke dalam level stres dan bagaimana Anda mengubahnya. Jika masalahnya berhubungan dengan posisi Anda di kantor, cobalah untuk fokus pada hal positif selama masa jenuh itu dan cobalah mencintai kembali pekerjaan Anda.
Tapi saat Anda berada dalam keraguan, cobalah berjalan keliling ruangan dan mempertimbangkan untuk bicara dengan atasan Anda tentang merubah sesuatu yang bisa membuat Anda terus termotivasi dan berkembang. Jika setiap hari Anda merasa resah, luangkan waktu untuk berpikir tentang gambaran yang lebih besar, pilihan karier dan langkah yang Anda perlu ambil untuk sebuah perubahan besar.
2. Fokus pada Kekuatan dan Apa yang Anda Miliki
Margaret Wehrenberg, penulis buku The Anxious Brain, memiliki saran yang sangat berguna untuk bisa mengatasi stres keuangan. "Pikirkan apa yang Anda miliki saat ini. Hari ini Anda baik-baik saja. Fokuslah pada apa yang Anda miliki dan bukan yang tidak Anda miliki."
Sarannya untuk tidak perlu khawatir dan kerjakan saja dengan baik. Mungkin kedengarannya terlalu optimistis. Tapi melawan kegelisahan dengan produktivitas akan selalu jadi ide yang bagus dan pendekatan yang proaktif dalam membantu mengatasi stres keuangan dan karier.
3. Bersihkan Meja Kerja
Meja yang berantakan bisa membuat kacau pikiran. Dan bahkan meja kerja yang kotor akan berefek lebih buruk lagi. Jika Anda merasa tekanan semakin meningkat, bersihkan ruangan Anda dan hilangkan semua kekacauan yang ada di sana.
4. Temukan Cara Murah dan Sehat untuk Bersantai
Membiarkan kepala Anda tenang setelah menjalani hari yang berat bukanlah hal mudah bagi semua orang. Akan sangat penting untuk melupakan hari kerja yang menyebalkan saat Anda meninggalkan kantor dan menghibur diri sendiri. Tapi kuncinya di sini adalah bukan untuk meminta bantuan dari terapis.
5. Berlibur
Liburan bisa menjadi sangat efektif untuk membersihkan isi kepala Anda saat stres yang Anda hadapi setiap harinya menjadi sangat berlebihan dan yang paling utama, liburan memberikan Anda waktu untuk menikmati hidup tanpa perencanaan apa pun. Tidak bisa pergi jauh dari rumah? Jalan-jalan di seputar kota merupakan alternatif lain. Rencanakan untuk hari tanpa e-mail di hari sabtu. Dan jangan lupa jadwalkan waktu untuk diri sendiri
- Cara beradaptasi dengan stressor yaitu dengan mengubah sikap Anda. Hal ini bisa dicapai dengan memiliki pandangan yang lebih positif dan menetapkan standar dengan lebih realistis.
- Menerima stressor adalah menerima tentang hal-hal yang tidak dapat dihindari dan tak terkendali. Jadi Anda juga harus bersiap untuk menerima segala tantangan.
- Anda perlu meluangkan waktu untuk rileks, bersenang-senang dan menerapkan gaya hidup yang sehat.
Kamis, 24 April 2014
Resign dari Pekerjaan, Pastikan Alasannya Tepat
Bekerja memang menjadi salah satu aktivitas untuk mendapatkan uang, demi menjalani kehidupan. Sangat manusiawi, jika para pekerja membutuhkan tempat kerja yang dapat membuat mereka nyaman.
Banyak orang tidak puas dengan pekerjaan mereka karena berbagai alasan: gaji kecil, jobdesk tidak jelas, keterampilan stagnan, minat untuk bekerja berkurang, dan sebagainya.
Jangan gegabah saat memutuskan ingin berhenti dari pekerjaan. Anda harus benar-benar punya satu alasan yang baik untuk keluar dari pekerjaan Anda, yakni untuk tujuan kehidupan yang lebih baik.
Namun, jika Anda merasa kurang nyaman bekerja di tempat Anda sekarang, ada baiknya untuk memikirkan tempat kerja baru.
Meski kenyamanan tersebut berbeda persepsi dari masing-masing pekerja, namun ada 12 tanda-tanda umum yang merupakan sinyal, Anda harus mengundurkan diri dan mencari tempat kerja baru.
1. Atasan Anda ternyata gemar mem-bully stafnyaIni perlu diwaspadai karena bisa jadi sebenarnya atasan Anda tidak menyukai kehadiran Anda. Bisa jadi, Anda akan dilecehkan olehnya.
2. Rekan sekerja yang juga gemar mem-bully
Bekerja dengan rekan sekerja yang suka mem-bully memang tidak menyenangkan. Kalau dibiarkan, bisa jadi akan timbul masalah pribadi yang nantinya akan berpengaruh terhadap kinerja Anda.
3. Rekan kerja terlalu ambisius
Penah mengalami rekan kerja ingin menonjol sendirian? Tidak mau bekerja dalam tim? Atau merasa apa yang Anda kerjakan diakui merupakan pekerjaanya? Apalagi jika ia terlalu ambisius untuk menggunakan beragam cara demi menduduki posisi tertentu. Lebih baik, segera rapikan perlengkapan Anda di kantor dan segera pindah kerja.
4. Bekerja keras sendirian
Jika Anda merasa bekerja sendirian dalam tim sementara atasan dan rekan-rekan kerja Anda dalam satu tim hanya bersantai. Lebih baik Anda cepat-cepat angkat kaki dari kantor.
5. Rekan sekantor memiliki kebiasaan buruk
Memiliki rekan kerja dengan kebiasaan buruk akan mengganggu pekerjaan Anda. Apalagi jika atasan Anda seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Jadi, tunggu apa lagi untuk segera pindah kerja.
6. Orang-orang di kantor saling melempar kesalahan
Dalam melakukan pekerjaan, tanggung jawab merupakan hal yang penting. Namun tidak jarang, banyak pekerja yang merasakan rekan-rekannya saling tuding atas sebuah kesalahan. Mereka sepertinya tidak mau disalahkan. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk melamar ke kantor lainnya.
7. Atasan Anda tidak bisa bersikap tegas
Sebagai atasan, ketegasan sangat diperlukan untuk menjaga timnya. Namun jika Anda menemui atasan yang tidak dapat bertindak tegas atas kesemrawutan di dalam kantor, jangan tunda lagi untuk mencoba peruntungan di tempat lain.
8. Atasan Anda tidak adil dan pilih kasih
Anda merasa sudah bekerja dengan sebaik-baiknya, namun rekan Anda yang santai malah diberikan penghargaan oleh atasan. Mungkin jika di tempat lain, Anda akan lebih dihargai.
9. Peraturan yang selalu berubah dan membingungkan
Dalam menjalankan pekerjaan, perlu aturan yang tegas. Namun, jika di tempat kerja Anda saat ini sistem yang berjalan berdasarkan aturan yang tidak tegas dan membingungkan, daripada Anda dibuat pusing dan tidak berkembang, lebih bijaksana untuk mencari tempat baru.
10. Tidak ada yang memberikan Anda pelatihan
Sebagai seorang yang baru, tentu Anda membutuhkan bimbingan atau pelatihan dari rekan-rekan. Setidaknya ada rekan kerja Anda yang memberikan arahan untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Namun jika tidak ada, Anda mungkin akan banyak terkena imbas dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan tim. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat surat lamaran baru.
11. Tidak ada penghargaan yang jelas
Sebagai pekerja, tentunya Anda ingin melakukan yang terbaik. Dan tentu saja harapannya, perusahaan akan memberikan perhatian dengan reward. Jika hal tersebut tidak Anda dapatkan bertahun-tahun selama bekerja, mungkin di tempat lain Anda akan menerimanya.
12. Atasan Anda tidak pernah memberikan arahan yang jelas
Secara hierarki atasan Anda berhak memerintahkan Anda untuk melakukan sebuah pekerjaan yang memang Anda kuasai. Namun, jika arahan tersebut selalu tidak jelas dan membingungkan, Anda pasti akan menjadi "sasaran tembak" jika ada kesalahan yang terjadi. Daripada Anda stress di tempat kerja Anda, lebih baik mencoba untuk melamar ke tempat baru.
13. Gaji Kecil
Berhenti dari pekerjaan tidak akan membuat hidup Anda lebih baik, terutama jika masa kerja Anda belum begitu lama.
Perusahaan hanya akan membayar tinggi jika Anda memiliki pengalaman kerja yang lama dan bagus di perusahaan sebelumnya. Nilai "jual" Anda juga bisa turun, jika saat melamar pekerjaan posisi Anda sedang menganggur.
Solusi terbaik adalah dengan menegosiasikan kenaikan gaji Anda kepada perusahaan. Atau, berusahalah mencari pekerjaan baru yang lebih baik sebelum Anda mengundurkan diri.
14. Tidak Dihargai
Apakah perusahaan menyediakan promosi, kenaikan gaji, atau reward lainnya untuk karyawan berprestasi? Berhenti dari pekerjaan hanya karena perusahaan tidak memenuhi hal-hal di atas, sama sekali tidak akan memperbaiki kualitas hidup Anda.
Solusinya, mintalah apa yang Anda inginkan kepada atasan. Bos Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda merasa tidak dihargai.
15. Tidak Lagi Menikmati Pekerjaan
Apa sebenarnya yang membuat Anda tidak bisa lagi menikmati pekerjaan? Cari tahu dulu penyebabnya dan hal apa sebenarnya yang bisa membuat Anda bergairah dalam bekerja. Bisa saja, saat ini Anda sedang bosan saja.
Cobalah untuk belajar menyukai pekerjaan Anda sambil terus mencari alternatif sesuatu atau tempat kerja lain yang lebih menyenangkan. Atau, cari kegiatan di sela-sela pekerjaan yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari kejenuhan.
16. Tidak Cocok Lagi dengan Lingkungan Perusahaan (Atasan, Rekan Kerja, dan Budaya) Sebelum memutuskan berhenti, cobalah membangun hubungan di luar pekerjaan dan lihat apakah cocok bagi Anda. Bersamaan dengan itu, usahakan untuk membuat perubahan di tempat Anda bekerja agar atmosfer atau kebijakannya "bergerak" sesuai dengan yang Anda inginkan.
17. Perbedaan Nilai Moral Jika atasan terlibat dalam perilaku yang tidak baik (tidak harus ilegal tetapi katakanlah tidak kompetitif atau kolaboratif), Anda harus memutuskan, apakah nilai itu sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Anda.
18. Ketidakseimbangan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Pertama-tama, bagaimana Anda mendefinisikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi? Apakah keduanya mampu berkesinambungan? Sederhananya, apakah di akhir pekan Anda mampu lepas dari email dan telepon yang berhubungan dengan pekerjaan?
Kedua, tentukan langkah ideal selanjutnya, baik secara profesional maupun pribadi? Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak puas dengan situasi saat ini. Sebelum berhenti, tanyakan pada diri, apakah alasan ketidakpuasan Anda akan benar-benar sembuh setelah keluar dari pekerjaan?
Alasan terbaik untuk berhenti dari pekerjaan Anda adalah untuk memperbaiki situasi kehidupan Anda, secara pribadi maupun profesional. Fokus pada bagaimana meningkatkan situasi keseluruhan, bukan pada "berhenti" atau "tidak berhenti".
Banyak orang tidak puas dengan pekerjaan mereka karena berbagai alasan: gaji kecil, jobdesk tidak jelas, keterampilan stagnan, minat untuk bekerja berkurang, dan sebagainya.
Jangan gegabah saat memutuskan ingin berhenti dari pekerjaan. Anda harus benar-benar punya satu alasan yang baik untuk keluar dari pekerjaan Anda, yakni untuk tujuan kehidupan yang lebih baik.
Namun, jika Anda merasa kurang nyaman bekerja di tempat Anda sekarang, ada baiknya untuk memikirkan tempat kerja baru.
Meski kenyamanan tersebut berbeda persepsi dari masing-masing pekerja, namun ada 12 tanda-tanda umum yang merupakan sinyal, Anda harus mengundurkan diri dan mencari tempat kerja baru.
1. Atasan Anda ternyata gemar mem-bully stafnyaIni perlu diwaspadai karena bisa jadi sebenarnya atasan Anda tidak menyukai kehadiran Anda. Bisa jadi, Anda akan dilecehkan olehnya.
2. Rekan sekerja yang juga gemar mem-bully
Bekerja dengan rekan sekerja yang suka mem-bully memang tidak menyenangkan. Kalau dibiarkan, bisa jadi akan timbul masalah pribadi yang nantinya akan berpengaruh terhadap kinerja Anda.
3. Rekan kerja terlalu ambisius
Penah mengalami rekan kerja ingin menonjol sendirian? Tidak mau bekerja dalam tim? Atau merasa apa yang Anda kerjakan diakui merupakan pekerjaanya? Apalagi jika ia terlalu ambisius untuk menggunakan beragam cara demi menduduki posisi tertentu. Lebih baik, segera rapikan perlengkapan Anda di kantor dan segera pindah kerja.
4. Bekerja keras sendirian
Jika Anda merasa bekerja sendirian dalam tim sementara atasan dan rekan-rekan kerja Anda dalam satu tim hanya bersantai. Lebih baik Anda cepat-cepat angkat kaki dari kantor.
5. Rekan sekantor memiliki kebiasaan buruk
Memiliki rekan kerja dengan kebiasaan buruk akan mengganggu pekerjaan Anda. Apalagi jika atasan Anda seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Jadi, tunggu apa lagi untuk segera pindah kerja.
6. Orang-orang di kantor saling melempar kesalahan
Dalam melakukan pekerjaan, tanggung jawab merupakan hal yang penting. Namun tidak jarang, banyak pekerja yang merasakan rekan-rekannya saling tuding atas sebuah kesalahan. Mereka sepertinya tidak mau disalahkan. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk melamar ke kantor lainnya.
7. Atasan Anda tidak bisa bersikap tegas
Sebagai atasan, ketegasan sangat diperlukan untuk menjaga timnya. Namun jika Anda menemui atasan yang tidak dapat bertindak tegas atas kesemrawutan di dalam kantor, jangan tunda lagi untuk mencoba peruntungan di tempat lain.
8. Atasan Anda tidak adil dan pilih kasih
Anda merasa sudah bekerja dengan sebaik-baiknya, namun rekan Anda yang santai malah diberikan penghargaan oleh atasan. Mungkin jika di tempat lain, Anda akan lebih dihargai.
9. Peraturan yang selalu berubah dan membingungkan
Dalam menjalankan pekerjaan, perlu aturan yang tegas. Namun, jika di tempat kerja Anda saat ini sistem yang berjalan berdasarkan aturan yang tidak tegas dan membingungkan, daripada Anda dibuat pusing dan tidak berkembang, lebih bijaksana untuk mencari tempat baru.
10. Tidak ada yang memberikan Anda pelatihan
Sebagai seorang yang baru, tentu Anda membutuhkan bimbingan atau pelatihan dari rekan-rekan. Setidaknya ada rekan kerja Anda yang memberikan arahan untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Namun jika tidak ada, Anda mungkin akan banyak terkena imbas dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan tim. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat surat lamaran baru.
11. Tidak ada penghargaan yang jelas
Sebagai pekerja, tentunya Anda ingin melakukan yang terbaik. Dan tentu saja harapannya, perusahaan akan memberikan perhatian dengan reward. Jika hal tersebut tidak Anda dapatkan bertahun-tahun selama bekerja, mungkin di tempat lain Anda akan menerimanya.
12. Atasan Anda tidak pernah memberikan arahan yang jelas
Secara hierarki atasan Anda berhak memerintahkan Anda untuk melakukan sebuah pekerjaan yang memang Anda kuasai. Namun, jika arahan tersebut selalu tidak jelas dan membingungkan, Anda pasti akan menjadi "sasaran tembak" jika ada kesalahan yang terjadi. Daripada Anda stress di tempat kerja Anda, lebih baik mencoba untuk melamar ke tempat baru.
13. Gaji Kecil
Berhenti dari pekerjaan tidak akan membuat hidup Anda lebih baik, terutama jika masa kerja Anda belum begitu lama.
Perusahaan hanya akan membayar tinggi jika Anda memiliki pengalaman kerja yang lama dan bagus di perusahaan sebelumnya. Nilai "jual" Anda juga bisa turun, jika saat melamar pekerjaan posisi Anda sedang menganggur.
Solusi terbaik adalah dengan menegosiasikan kenaikan gaji Anda kepada perusahaan. Atau, berusahalah mencari pekerjaan baru yang lebih baik sebelum Anda mengundurkan diri.
14. Tidak Dihargai
Apakah perusahaan menyediakan promosi, kenaikan gaji, atau reward lainnya untuk karyawan berprestasi? Berhenti dari pekerjaan hanya karena perusahaan tidak memenuhi hal-hal di atas, sama sekali tidak akan memperbaiki kualitas hidup Anda.
Solusinya, mintalah apa yang Anda inginkan kepada atasan. Bos Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda merasa tidak dihargai.
15. Tidak Lagi Menikmati Pekerjaan
Apa sebenarnya yang membuat Anda tidak bisa lagi menikmati pekerjaan? Cari tahu dulu penyebabnya dan hal apa sebenarnya yang bisa membuat Anda bergairah dalam bekerja. Bisa saja, saat ini Anda sedang bosan saja.
Cobalah untuk belajar menyukai pekerjaan Anda sambil terus mencari alternatif sesuatu atau tempat kerja lain yang lebih menyenangkan. Atau, cari kegiatan di sela-sela pekerjaan yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari kejenuhan.
16. Tidak Cocok Lagi dengan Lingkungan Perusahaan (Atasan, Rekan Kerja, dan Budaya) Sebelum memutuskan berhenti, cobalah membangun hubungan di luar pekerjaan dan lihat apakah cocok bagi Anda. Bersamaan dengan itu, usahakan untuk membuat perubahan di tempat Anda bekerja agar atmosfer atau kebijakannya "bergerak" sesuai dengan yang Anda inginkan.
17. Perbedaan Nilai Moral Jika atasan terlibat dalam perilaku yang tidak baik (tidak harus ilegal tetapi katakanlah tidak kompetitif atau kolaboratif), Anda harus memutuskan, apakah nilai itu sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Anda.
18. Ketidakseimbangan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Pertama-tama, bagaimana Anda mendefinisikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi? Apakah keduanya mampu berkesinambungan? Sederhananya, apakah di akhir pekan Anda mampu lepas dari email dan telepon yang berhubungan dengan pekerjaan?
Kedua, tentukan langkah ideal selanjutnya, baik secara profesional maupun pribadi? Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak puas dengan situasi saat ini. Sebelum berhenti, tanyakan pada diri, apakah alasan ketidakpuasan Anda akan benar-benar sembuh setelah keluar dari pekerjaan?
Alasan terbaik untuk berhenti dari pekerjaan Anda adalah untuk memperbaiki situasi kehidupan Anda, secara pribadi maupun profesional. Fokus pada bagaimana meningkatkan situasi keseluruhan, bukan pada "berhenti" atau "tidak berhenti".
Minggu, 04 Agustus 2013
Ibu dan Anak yang Sukses Berbisnis
Sukses berbisnis katanya bergantung pada partner yang tepat. Siapa lagi yang paling tepat kalau bukan anak atau ibu sendiri. Seitdaknya beberapa dari mereka yang sudah mencoba membuktikan hal ini. Berikut beberapa diantaranya.
Yulie dan Dara Setyohadi: Dinnerware
Bisnis di bawah nama Y&D Setyohadi Dinnerware. Keduanya sama-sama mendesain untuk perangkat makan lengkap, dari piring, gelas, cangkir, tempat kue dan poci teh. Beranjak dari kesenangan dan hobi melukis, lalu berkolaborasi melahirkan beberapa desain yang menarik, dengan mengambil tema bunga. Baru-baru ini keduanya merilis tema tebaru Roses atau bunga mawar untuk koleksi keempat setelah sebelumnya merilis tema bunga tulip, sakura dan jasmine.
Madonna dan Lourdes Lola: Fashion
Bisnis lini busana Material Girl sudah menjadi tren busana yang digandrungi banyak kalangan, terutama selebritis Hollywood. Ide awalnya jelas identiknya sang ibu Madonna dengan karakter Material Girl, lalu Lola (panggilan akrab Lourde) yang tertarik dengan dunia fashion mengembangkannya jadi bisnis busana siap pakai. Jadilah kolaborasi yang pas.Bila Madonna konser, Lola yang menyediakan wardrobe-nya. Bahkan ia rela ambil masa libur, demi menyukseskan konser sang Ibu.
Sondra dan Allyson: Bakery
Bisnis yang dijalankan Wonderland Bakery. Keduanya menjalankan bisnis roti atau kue-kue dari mulaicupcake, cookies, serta kelengkapan bagi yang ingin mengadakan pesta. Sukses dengan pembukaan toko yang pertama mereka lalu melebarkan sayap dengan Allyson Wonderland Storytime Bear dengan produk buku masak, apron, serta set perlengkapan masak. Jika ibu pandai dalam menjalankan manajemen bisnis, Allyson melengkapi dengan kemampuan memasak dan kulinernya. Kata mereka, meski ada hubungan personal, sesekali mereka berpikir untuk harus bersikap profesional.
Brenda Cascio dan Audrey Edwards: Bridal
Bidang bridal atau penyediaan gaun pengantin menjadi pilihan ibu dan anak ini. Dengan nama Gracious Bridal keduanya menjalankan bisnis untuk calon pengantin. Selain bergelut dengan gaun, juga sebagai konsultan untuk pengadaan aksesori, dan atau cindera mata pesta. Ibu dan anak ini sama-sama pernah terlibat dalam industri bridal sebelumnya lalu memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri dan mengembangkannya lewat toko online. Menariknya, ide awal bisnis juga terjadi saat mencari kelengkapan pernikahan Audrey yang tidak sesuai lalu mereka cipta sendiri. Kreasi pertama ini disukai banyak orang dan kemudian menjadi ide bisnis. Tetapi mereka mengakui berbisnis butuh kerja keras dan fokus. Hubungan ibu dan anak memang menyenangkan, tetapi ada kalanya saat santai tidak berbicara bisnis sama sekali.
Zov dan Taleene: Restoran
Ide bisnis ibu dan anak satu ini adalah membuka restoran bersama yang kemudian mereka beri nama Zov’s Bistro. Sampai saat ini, mereka dianggap sebagai salah satu bisnis bistro yang sukses dan terkenal, dengan Zov sebagai chef, lalu Taleene bergabung untuk urusan operasionalnya. Kata Zov, keterlibatan anaknya menjadikan bisnis yang dibangun menjadi lebih tertata dan sekaligus menenangkannya. Dengan berkolaborasi saling tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing dan kemudian saling memahami lebih dalam.
Yulie dan Dara Setyohadi: Dinnerware
Bisnis di bawah nama Y&D Setyohadi Dinnerware. Keduanya sama-sama mendesain untuk perangkat makan lengkap, dari piring, gelas, cangkir, tempat kue dan poci teh. Beranjak dari kesenangan dan hobi melukis, lalu berkolaborasi melahirkan beberapa desain yang menarik, dengan mengambil tema bunga. Baru-baru ini keduanya merilis tema tebaru Roses atau bunga mawar untuk koleksi keempat setelah sebelumnya merilis tema bunga tulip, sakura dan jasmine.
Madonna dan Lourdes Lola: Fashion
Bisnis lini busana Material Girl sudah menjadi tren busana yang digandrungi banyak kalangan, terutama selebritis Hollywood. Ide awalnya jelas identiknya sang ibu Madonna dengan karakter Material Girl, lalu Lola (panggilan akrab Lourde) yang tertarik dengan dunia fashion mengembangkannya jadi bisnis busana siap pakai. Jadilah kolaborasi yang pas.Bila Madonna konser, Lola yang menyediakan wardrobe-nya. Bahkan ia rela ambil masa libur, demi menyukseskan konser sang Ibu.
Sondra dan Allyson: Bakery
Bisnis yang dijalankan Wonderland Bakery. Keduanya menjalankan bisnis roti atau kue-kue dari mulaicupcake, cookies, serta kelengkapan bagi yang ingin mengadakan pesta. Sukses dengan pembukaan toko yang pertama mereka lalu melebarkan sayap dengan Allyson Wonderland Storytime Bear dengan produk buku masak, apron, serta set perlengkapan masak. Jika ibu pandai dalam menjalankan manajemen bisnis, Allyson melengkapi dengan kemampuan memasak dan kulinernya. Kata mereka, meski ada hubungan personal, sesekali mereka berpikir untuk harus bersikap profesional.
Brenda Cascio dan Audrey Edwards: Bridal
Bidang bridal atau penyediaan gaun pengantin menjadi pilihan ibu dan anak ini. Dengan nama Gracious Bridal keduanya menjalankan bisnis untuk calon pengantin. Selain bergelut dengan gaun, juga sebagai konsultan untuk pengadaan aksesori, dan atau cindera mata pesta. Ibu dan anak ini sama-sama pernah terlibat dalam industri bridal sebelumnya lalu memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri dan mengembangkannya lewat toko online. Menariknya, ide awal bisnis juga terjadi saat mencari kelengkapan pernikahan Audrey yang tidak sesuai lalu mereka cipta sendiri. Kreasi pertama ini disukai banyak orang dan kemudian menjadi ide bisnis. Tetapi mereka mengakui berbisnis butuh kerja keras dan fokus. Hubungan ibu dan anak memang menyenangkan, tetapi ada kalanya saat santai tidak berbicara bisnis sama sekali.
Zov dan Taleene: Restoran
Ide bisnis ibu dan anak satu ini adalah membuka restoran bersama yang kemudian mereka beri nama Zov’s Bistro. Sampai saat ini, mereka dianggap sebagai salah satu bisnis bistro yang sukses dan terkenal, dengan Zov sebagai chef, lalu Taleene bergabung untuk urusan operasionalnya. Kata Zov, keterlibatan anaknya menjadikan bisnis yang dibangun menjadi lebih tertata dan sekaligus menenangkannya. Dengan berkolaborasi saling tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing dan kemudian saling memahami lebih dalam.
Cara Mengatasi Stress Dengan Tetap Tenag
Seya yakin Anda pasti pernah mengalami ini: Tekanan pekerjaan memuncak, si bos menuntut berlebihan, kolega mengonfrontasi Anda, klien merasa tidak puas, dan masih banyak hal lain yang terjadi secara bersamaan. Tak pelak lagi Anda menjadi sangat stres. Tapi jika hal ini berulang secara terus menerus, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Coba ikuti saran berikut supaya Anda tetap tenang di bawah tekanan berat!
Siapapun dapat mengalami stress baik stress yang biasa terjadi karena rutinitas yang melelahkan maupun yang disebabkan oleh sesuatu moment khusus yang membuat seseorang menderita stress secara berlebihan, keadaan seperti itu kadang tidak bisa terhindar karena kurangnya kontrol yang baik pada diri sendiri dan memang adakalanya kondisi dan keadaan seolah menuntun kita terbawa emosi dan perasaan sehingga terjebak dalam stress
Metode yang paling berguna untuk mengatasi stres adalah belajar bagaimana mengelola stres yang datang bersama dengan setiap tantangan baru, baik atau buruk. keterampilan manajemen bekerja dengan baik ketika mereka digunakan secara teratur maka stress pun akan hilang dengan sendirinya, tidak hanya ketika tekanan yang ada di otak kita, hati kita pun akan terasa lebih nyaman dan tenang.
Dengan mengerti bagaimana cara mengatasi stress dengan mengelola pengontrolan stress yang baik akan membuat keadaan relatif tenang sehingga sangat membantu anda melalui situasi dan kondisi menantang yang mungkin timbul.
Breath... And Let It Out
Mendengar teriakan si bos atau komentar pedas kolega? Tarik napas dalam-dalam, tahan selama tiga detik, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa lebih tenang. Jika amarah masih bercokol di hati, tulislah pada selembar kertas semua unek-unek Anda, tapi jangan mengirimnya pada orang lain. Tulislah semua emosi Anda sampai Anda merasa lega.
Memecahkan masalah-masalah kecil. Belajar untuk memecahkan masalah sehari-hari dapat memberikan rasa yang lebih nyaman dengan control yang stabil. Tapi menghindari mereka dapat membuat Anda merasa seperti Anda memiliki sedikit kontrol dan yang hanya menambah stres. Berusaha untuk tetap tenang untuk melihat masalah, mencari tahu ataupun menentukan pilihan, dan mengambil beberapa tindakan menuju solusi terbaik
Don't Take Anything Personally
It's just business dear, so don't take it personally. Dengarkan saja semua kritik atau konfrontasi yang ditujukan untuk Anda dengan pikiran terbuka. Anggap hal tersebut sebagai masukan karena mereka peduli pada Anda.
Jadilah realistis. Jangan mencoba untuk menjadi sempurna karena tidak ada orang yang bisa sempurna di dunia ini. Dan mengharapkan orang lain untuk menjadi sempurna dapat menambah tingkat stres Anda, juga (belum lagi menaruh banyak tekanan pada mereka!). Jika Anda perlu bantuan pada sesuatu, seperti sekolah, memintanya.
Find Your Focus
Ingatlah bahwa ketika di bawah tekanan pun Anda punya dua pilihan: Fokus pada rasa marah yang bersifat sementara, atau fokus pada proses pembelajaran di balik situasi yang sedang Anda hadapi ini. Ketika Anda mulai bisa mengalihkan fokus dari amarah, maka saat itulah Anda mencapai kedewasaan.
Perhatikan apa yang Anda pikirkan. Pandangan Anda, sikap, dan pikiran mempengaruhi cara Anda melihat sesuatu. Ibarat kata adalah setengah cangkir penuh atau setengah kosong merupakan dosis yang sehat optimisme dapat membantu Anda membuat situasi yang terbaik stres. Bahkan jika Anda keluar dari praktek, atau cenderung menjadi sedikit pesimis, semua orang dapat belajar berpikir lebih optimis dan menuai keuntungan.
Get A Little Love
Yes, Anda berhak mendapatkan curahan cinta dan perhatian di saat seperti ini, dear. Berbincanglah dengan sahabat terdekat atau kekasih, dan minta sebuah pelukan darinya. Kalau memang tidak memungkinkan untuk bertemu, telepon saja. jamin, dengan mendengar suara mereka pasti bisa menenangkan Anda.
Siapapun dapat mengalami stress baik stress yang biasa terjadi karena rutinitas yang melelahkan maupun yang disebabkan oleh sesuatu moment khusus yang membuat seseorang menderita stress secara berlebihan, keadaan seperti itu kadang tidak bisa terhindar karena kurangnya kontrol yang baik pada diri sendiri dan memang adakalanya kondisi dan keadaan seolah menuntun kita terbawa emosi dan perasaan sehingga terjebak dalam stress
Metode yang paling berguna untuk mengatasi stres adalah belajar bagaimana mengelola stres yang datang bersama dengan setiap tantangan baru, baik atau buruk. keterampilan manajemen bekerja dengan baik ketika mereka digunakan secara teratur maka stress pun akan hilang dengan sendirinya, tidak hanya ketika tekanan yang ada di otak kita, hati kita pun akan terasa lebih nyaman dan tenang.
Dengan mengerti bagaimana cara mengatasi stress dengan mengelola pengontrolan stress yang baik akan membuat keadaan relatif tenang sehingga sangat membantu anda melalui situasi dan kondisi menantang yang mungkin timbul.
Breath... And Let It Out
Mendengar teriakan si bos atau komentar pedas kolega? Tarik napas dalam-dalam, tahan selama tiga detik, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa lebih tenang. Jika amarah masih bercokol di hati, tulislah pada selembar kertas semua unek-unek Anda, tapi jangan mengirimnya pada orang lain. Tulislah semua emosi Anda sampai Anda merasa lega.
Memecahkan masalah-masalah kecil. Belajar untuk memecahkan masalah sehari-hari dapat memberikan rasa yang lebih nyaman dengan control yang stabil. Tapi menghindari mereka dapat membuat Anda merasa seperti Anda memiliki sedikit kontrol dan yang hanya menambah stres. Berusaha untuk tetap tenang untuk melihat masalah, mencari tahu ataupun menentukan pilihan, dan mengambil beberapa tindakan menuju solusi terbaik
Don't Take Anything Personally
It's just business dear, so don't take it personally. Dengarkan saja semua kritik atau konfrontasi yang ditujukan untuk Anda dengan pikiran terbuka. Anggap hal tersebut sebagai masukan karena mereka peduli pada Anda.
Jadilah realistis. Jangan mencoba untuk menjadi sempurna karena tidak ada orang yang bisa sempurna di dunia ini. Dan mengharapkan orang lain untuk menjadi sempurna dapat menambah tingkat stres Anda, juga (belum lagi menaruh banyak tekanan pada mereka!). Jika Anda perlu bantuan pada sesuatu, seperti sekolah, memintanya.
Find Your Focus
Ingatlah bahwa ketika di bawah tekanan pun Anda punya dua pilihan: Fokus pada rasa marah yang bersifat sementara, atau fokus pada proses pembelajaran di balik situasi yang sedang Anda hadapi ini. Ketika Anda mulai bisa mengalihkan fokus dari amarah, maka saat itulah Anda mencapai kedewasaan.
Perhatikan apa yang Anda pikirkan. Pandangan Anda, sikap, dan pikiran mempengaruhi cara Anda melihat sesuatu. Ibarat kata adalah setengah cangkir penuh atau setengah kosong merupakan dosis yang sehat optimisme dapat membantu Anda membuat situasi yang terbaik stres. Bahkan jika Anda keluar dari praktek, atau cenderung menjadi sedikit pesimis, semua orang dapat belajar berpikir lebih optimis dan menuai keuntungan.
Get A Little Love
Yes, Anda berhak mendapatkan curahan cinta dan perhatian di saat seperti ini, dear. Berbincanglah dengan sahabat terdekat atau kekasih, dan minta sebuah pelukan darinya. Kalau memang tidak memungkinkan untuk bertemu, telepon saja. jamin, dengan mendengar suara mereka pasti bisa menenangkan Anda.
Selasa, 11 Juni 2013
Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan
Taufik Hidayat, salah satu pemain bulutangkis kebanggaan Indonesia patut diberi tempat khusus sebagai olahragawan yang mengharumkan nama bangsa. Bagaimana tidak, anak muda yang dikenal dengan sebutan Bad Boy (si Bengal) karena tindak tanduknya yang nyentrik dan temperamental di lapangan itu menorehkan prestasi yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Keberhasilannya mendapatkan medali emas satu-satunya di Olimpiade Athena tahun 2004 dan menyumbangkan emas di kejuaraan Asian Games XV, 2006, di Doha, Qatar membuktikan kepiawaiannya sebagai seorang maestro.
Mengapa saya kategorikan Taufik sebagai seorang yang mempunyai semangat dan bermental baja? Pada awal tahun 2006, Taufik setelah didera cedera dan prestasi yang kurang menggembirakan, ia hanya mampu menempati posisi 12 dunia, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Taufik menghadapi musuh bebuyutannya Lin Dan dari China. Dalam dua pertandingan berturut-turut dalam seminggu, Taufik menelan kekalahan rubber sets dari juara dunia asal China, Lin Dan. Semua harapan sepertinya sudah sirna dengan kondisi tim Indonesia yang hanya memperoleh medali perunggu. Saya yakin banyak cemoohan yang dilayangkan kepada Taufik sebagai biang keladi kekalahan tim Indonesia.
Mengapa saya kategorikan Taufik sebagai seorang yang mempunyai semangat dan bermental baja? Pada awal tahun 2006, Taufik setelah didera cedera dan prestasi yang kurang menggembirakan, ia hanya mampu menempati posisi 12 dunia, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Taufik menghadapi musuh bebuyutannya Lin Dan dari China. Dalam dua pertandingan berturut-turut dalam seminggu, Taufik menelan kekalahan rubber sets dari juara dunia asal China, Lin Dan. Semua harapan sepertinya sudah sirna dengan kondisi tim Indonesia yang hanya memperoleh medali perunggu. Saya yakin banyak cemoohan yang dilayangkan kepada Taufik sebagai biang keladi kekalahan tim Indonesia.
Namun, juara sejati tidak melihat kekalahan masa lalu sebagai tolak ukur yang menentukan kesuksesan masa depan. Seminggu kemudian, tampil di final tunggal putra di nomor perseorangan, Taufik berhasil melibas Lin Dan sekaligus menjelaskan makna terdalam dalam petikan kata dari Marilyn Vos Savant bahwa kondisi terkalahkan hanya sebuah kondisi sementara, menyerah adalah hal yang membuat kekalahan itu menjadi permanen. Demikian juga komentar mutiara yang dilontarkan pemilik hotel mewah, J. Williard Marriot, yang mengatakan, "Kayu yang kuat bukanlah tumbuh dengan mudah; makin kencang angin, makin kuat pula kayu itu." Di pikiran kita selalu ada pikiran negatif dan positif, dan bergantung pada pikiran mana yang Anda beri kekuatan dan itulah yang dapat mengubah hidup Anda.
Taufik menyadari bahwa, dalam kehidupan sebagai seorang atlet, kalah menang adalah sesuatu yang sementara, oleh sebab itu la mampu bangkit kembali dari kekalahannya dan mengubah semua itu menjadi kemenangan. Taufik menggunakan kekalahannya sebagai refleksi kehidupan, belajar dari dua kekalahan yang mahal dan berhasil mengubah kegagalan menjadi keberhasilan yang talc akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. "Taufik, Anda benar-benar Luar Biasa! "
Kalah hanyalah sebuah kondisi yang sementara. Menyerah adalah sikap yang membuat kekalahan itu menjadi pennanen
Taufik menyadari bahwa, dalam kehidupan sebagai seorang atlet, kalah menang adalah sesuatu yang sementara, oleh sebab itu la mampu bangkit kembali dari kekalahannya dan mengubah semua itu menjadi kemenangan. Taufik menggunakan kekalahannya sebagai refleksi kehidupan, belajar dari dua kekalahan yang mahal dan berhasil mengubah kegagalan menjadi keberhasilan yang talc akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. "Taufik, Anda benar-benar Luar Biasa! "
Kalah hanyalah sebuah kondisi yang sementara. Menyerah adalah sikap yang membuat kekalahan itu menjadi pennanen
Jangan Hidup Dengan Mimpi "Pinjaman"
Beberapa hotel di Indonesia masih tidak dilengkapi sensor otomatis yang langsung mematikan aliran listrik ketika si pengguna hotel meninggalkan ruangan. Akibatnya, pihak hotel hanya pasrah mengharapkan agar pengguna hotel secara sadar mematikan pendingin ruangan atau televisi di dalam ruangan sebelum meninggalkannya. Saya yakin banyak pengguna hotel secara sadar malah tidak mematikan pendingin ruangan di kamarnya dengan harapan kamar tetap dingin ketika ia kembali ke kamar hotel, lagi pula mereka berprinsip 'Loh sudah bayar'.
Demikian juga ketika menggunakan shower di hotel, mungkin sambil bersabun, si pengguna juga tidak mematikan aliran air karena ia berpikir toh sudah termasuk dalam biaya hotel. Bahkan, ketika pihak hotel mengimbau agar menggunakan handuk secukupnya dengan alasan penyelamatan lingkungan, banyak pengguna jasa yang tidak begitu rnenghiraukan seruan itu. Mengapa? Karena hal itu berlangsung di hotel, bukan di rumah mereka; tidak ada konsekuensi biaya tambahan bagi mereka sehingga banyak yang mengabaikannya.
Pada zaman dahulu kala, di pegunungan Andes, Amerika Selatan, hidup dua suku yang saling bermusuhan. Suku Atas tinggal di atas gunung yang curam dan terjal dan Suku Bawah tinggal di bawah kaki gunung. Pada suatu hari, Suku Atas menyerang perkampungan Suku Bawah, dan menculik seorang bayi perempuan. Setelah penyerangan selesai, Kepala Suku Bawah memerintahkan 20 orang anak muda yang gagah berani untuk berupaya mengembalikan bayi perempuan itu.
Pada zaman dahulu kala, di pegunungan Andes, Amerika Selatan, hidup dua suku yang saling bermusuhan. Suku Atas tinggal di atas gunung yang curam dan terjal dan Suku Bawah tinggal di bawah kaki gunung. Pada suatu hari, Suku Atas menyerang perkampungan Suku Bawah, dan menculik seorang bayi perempuan. Setelah penyerangan selesai, Kepala Suku Bawah memerintahkan 20 orang anak muda yang gagah berani untuk berupaya mengembalikan bayi perempuan itu.
Selama tiga hari tiga malam, para pemuda tersebut berusaha mencari jalan naik ke pemukiman Suku Atas namun usaha mereka sia-sia karena terjalnya pegunungan itu. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menyerah dan berjalan pulang, namun tiba-tiba mereka melihat seorang ibu menggendong bayi turun dari pegunungan yang terjal itu. Para pemuda sangat kaget melihatnya dan langsung bertanya, "Bagaimana caranya Anda memanjati gunung yang terjal ina dan mampu membawa pulang bayi Anda sedangkan kami yang jauh lebih kuat daripada Anda tidak mampu memanjat gunung ini?"
Carilah tujuan dalam hidup ini yang begitu besar sehingga Anda perlu mengerahkan seluruh kapasitas Anda yang terbaik
Carilah tujuan dalam hidup ini yang begitu besar sehingga Anda perlu mengerahkan seluruh kapasitas Anda yang terbaik
Mengubah Pengetahuan Anda Menjadi Tindakan
Ada pepatah tua yang selalu mengingatkan mereka yang ingin mecapai puncak prestasi dalam hidup ini, pepatah itu berbunyi, "Keinginan adalah peta harta karun. Pengetahuan adalah peti harta karun. Kearifan adalah batu permata. Namun, tanpa tindakan semuanya tetap terkubur di bawah lautan luas." Saya sempat mengunjungi salah satu tempat fitness yang terbaik di Jakarta. Bukan main kagumnya saya mei ihat begitu banyak alat-alat yang dapat membantu seseorang untuk memiliki tubuh ideal. Setelah lama tidak bertemu dengan teman yang mengajak saya ke tempat itu, betapa kagetnya ketika bertemu dengannya. Ia bahkan bertambah gemuk dan tidak berotot sama sekali. Saya dengan heran bertanya kepadanya, "Apo yang terjadi?
Bukankah tempat fitness yang kau kunjungi memiliki peralatan-peralatan yang terlengkap? Apakah peralatannya kurang bagus sehingga tidak dapat mengubah tubuhmu menjadi ideal?" Dengan kesal is menjawab bahwa bukan salah peralatannya tetapi dialah yang malas ke tempat itu dengan menceritakan 1.001 macam alasan.Hal ini tidak jauh berbeda dengan ditemukannya begitu banyak "alat" motivasi yang dapat mengubah kehidupan kita untuk menjadi lebih sukses lagi, namun sayangnya alat-alat itu menjadi tidak berguna karena kita tidak memanfaatkannya. Afirmasi positif, penentuan target, maupun visualisasi tidaklah bermanfaat ketika seseorang tidak mengambil tindakan dengan menetapkan tujuan yang jelas untuk mencapainya.
Beberapa training motivasi mengajarkan mind power untuk menemukan kekuatan dahsyat dalam pikiran seseorang. Ada juga yang mengajarkan sikap positif untuk meraih kesuksesan, dan afirmasi positif untuk menarnbah semangat motivasi. Namun, ketiga hal ini umumnya berhubungan dengan faktor internal manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan perkataan, padahal faktor eksternal yang diharapkan adalah hasil (results). Dengan demikian, dibutuhkan jembatan untuk menghubungkan antara faktor internal dan eksternal ini, yang tidak lain adalah tindakan-tindakan kita.
Beberapa training motivasi mengajarkan mind power untuk menemukan kekuatan dahsyat dalam pikiran seseorang. Ada juga yang mengajarkan sikap positif untuk meraih kesuksesan, dan afirmasi positif untuk menarnbah semangat motivasi. Namun, ketiga hal ini umumnya berhubungan dengan faktor internal manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan perkataan, padahal faktor eksternal yang diharapkan adalah hasil (results). Dengan demikian, dibutuhkan jembatan untuk menghubungkan antara faktor internal dan eksternal ini, yang tidak lain adalah tindakan-tindakan kita.
Janganlah menjadi orang yang penuh akan pengetahuan namun tidak mengaplikasikan dalam hidupnya sendiri. Orang seperti ini akan terus mencari pengetahuan demi pengetahuan dengan ras a frustrasi karena tidak dapat meraih suksesnya. Inilah saatnya untuk menerapkan pengetahuan Anda menjadi tindakan dan kebiasaan dalam hidup ini. Nathaniel Branden mengingatkan bahwa jika Anda tidak melakukan sesuatu, keadaan tidak akan berubah menjadi lebih baik. "It's not about knowing, but about doing."
Lupakan kesalahan masa lalu. Lupakanlah kegagalan. Lupakanlah segalanya selain apa yang akan Anda kerjakan sekarang dan lakukanlah
Lupakan kesalahan masa lalu. Lupakanlah kegagalan. Lupakanlah segalanya selain apa yang akan Anda kerjakan sekarang dan lakukanlah
Senin, 03 Juni 2013
Menghitung Biaya "Baik" dan Biaya "Jahat"
Bagaimana perilaku Anda dalam mengelola keuangan? Bagaimana sikap Anda dalam hal pengeluaran alias biaya? Apakah selama ini Anda peduli bahwa biaya pun bisa dipilah menjadi biaya baik dan biaya jahat?
Dalam realitasnya, tidak semua biaya bisa disebut jahat, dan juga tidak semua biaya adalah baik. Hakikatnya, biaya baik adalah ketika biaya tersebut dikeluarkan maka akan ada imbas produktivitas, baik secara finansial maupun non-finansial, namun ujung-ujungnya juga bisa memberikan hasil secara finansial. Bagaimana konkretnya?
Yang pertama dan utama adalah memahami anggaran pribadi Anda. Nah, selama ini berapa persen dari pendapatan Anda yang dipakai untuk membiayai pengeluaran? 50 persen? 70 persen? Atau malah di atas 100 persen? Jangan heran, ada juga kalangan yang pengeluarannya melebihi pendapatan per bulannya. Dengan kata lain, kalangan ini hidup dalam dunia ”gali lubang tutup lubang”.
Nah, yang dimaksud dengan memahami anggaran adalah, pastikan bahwa pendapatan Anda setiap bulan masih surplus. Terserah mau surplus berapa persen. Yang penting tetap surplus. Jika sudah demikian, maka langkah berikutnya adalah menelaah komponen pengeluaran. Di sinilah baru bisa diketahui mana pengeluaran alias biaya baik, dan mana pula biaya jahat. Seperti diutarakan di atas, biaya baik adalah ketika biaya tersebut bisa memberikan dampak produktivitas dan juga peningkatan aset Anda. Contoh yang paling sederhana adalah membayar angsuran rumah, di mana rumah tersebut untuk disewakan atau ditempati sendiri.
Biaya jahat
Bagaimana dengan biaya jahat? Masih dalam konteks rumah. Meskipun biaya yang Anda keluarkan adalah untuk membeli rumah, kalau rumah tersebut Anda diamkan saja, Anda malah mengeluarkan biaya dua kali. Yang pertama untuk mengangsur, yang kedua untuk merawat rumah.
Seperti sebuah gelas berisi separuh air. Anda bisa mengatakan bahwa gelas tersebut ”setengah kosong” dan ”setengah penuh”. Jika falsafah yang Anda anut adalah harta seperti gelas ”setengah kosong”, setiap biaya yang Anda keluarkan bisa berdampak menguras air dalam gelas. Artinya, harta Anda akan berkurang karena biaya yang Anda keluarkan tidak memberi implikasi terhadap bertambahnya harta.
Hal sebaliknya akan terjadi jika Anda menganggap harta yang Anda miliki saat ini berkategori gelas ”setengah penuh”. Maknanya, setiap biaya yang Anda keluarkan akan menjadi biaya baik karena bisa berpengaruh untuk menaikkan harta Anda. Contohnya adalah pembayaran angsuran rumah yang peruntukannya untuk disewa atau ditempati.
Selanjutnya adalah bagaimana mengorganisasi pengeluaran sehingga biaya baik bisa lebih banyak ketimbang biaya jahat. Ini dilakukan dengan memahami bahwa pengeluaran itu bisa dibagi untuk beberapa peruntukan, yakni untuk memenuhi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer dalam hal ini adalah pangan, sandang, dan papan. Sementara kebutuhan sekunder dan tersier adalah keinginan untuk hidup lebih nyaman dengan terpenuhinya berbagai keinginan, misalnya rekreasi, nonton film, dan hobi.
Tidak ada yang keliru dengan semua itu. Dan semestinya, negara mampu membuat rakyatnya paling tidak memenuhi kebutuhan primernya. Jadi, yang kita telaah lebih lanjut adalah bagaimana mengatur biaya untuk memenuhi kebutuhan primer itu saja, yakni pangan, sandang, dan papan.
Soal papan, sudah dibahas di atas. Bagaimana dengan pangan dan sandang? Di sinilah sering kali terjadi pergeseran makna antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder atau tersier.
Ketika seseorang makan di restoran mahal, misalnya, itu sebenarnya bukanlah kebutuhan primer, dan bukan pula kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan tersier. Kebutuhan primernya adalah bisa makan dengan layak. Kebutuhan sekundernya adalah apa yang mau dimakan. Kebutuhan tersiernya adalah mau makan di mana?
Silakan cek perilaku Anda dalam pengeluaran biaya untuk pemenuhan kebutuhan ”pangan” tersebut. Berapa persen sebenarnya pengeluaran Anda yang terpakai untuk membiayai kebutuhan ”pangan” dalam makna kebutuhan primer, dan berapa persen untuk pemenuhan keinginan atas kebutuhan sekunder dan tersier.
Menghitung biaya
Bagaimana menghitungnya? Sederhana. Jika Anda makan nasi dan lauk dalam arti kebutuhan yang harus dipenuhi oleh semua orang adalah sekitar Rp 20.000 per porsi, sementara Anda mengeluarkan biaya sebesar Rp 100.000 per porsi karena makan di restoran, sesungguhnya yang Rp 20.000 merupakan biaya baik, sementara yang Rp 80.000 adalah biaya jahat. Anda menjadi konsumtif bukan untuk hal yang primer, melainkan untuk hal yang sekunder dan tersier.
Lantas hitung juga, berapa jumlah pengeluaran yang seolah-olah primer padahal bukan primer selama sebulan. Dengan contoh di atas, yang mestinya pengeluaran per hari hanya sebesar Rp 60.000, naik menjadi Rp 300.000. Bayangkan jika Anda bisa menghemat 50 persen-nya saja, itu berarti ada Rp 150.000 per hari atau Rp 4,5 juta biaya jahat yang bisa Anda hilangkan dan kemudian Anda pergunakan untuk membiayai aktivitas lain yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan harta Anda.
Tentu masih banyak contoh lain dalam kehidupan sehari-hari, di mana banyak kalangan tidak menyadari bahwa sebagian biaya jahat sebenarnya bisa dihindari untuk kemudian dikonversi menjadi biaya baik, yang memberi da
Dalam realitasnya, tidak semua biaya bisa disebut jahat, dan juga tidak semua biaya adalah baik. Hakikatnya, biaya baik adalah ketika biaya tersebut dikeluarkan maka akan ada imbas produktivitas, baik secara finansial maupun non-finansial, namun ujung-ujungnya juga bisa memberikan hasil secara finansial. Bagaimana konkretnya?
Yang pertama dan utama adalah memahami anggaran pribadi Anda. Nah, selama ini berapa persen dari pendapatan Anda yang dipakai untuk membiayai pengeluaran? 50 persen? 70 persen? Atau malah di atas 100 persen? Jangan heran, ada juga kalangan yang pengeluarannya melebihi pendapatan per bulannya. Dengan kata lain, kalangan ini hidup dalam dunia ”gali lubang tutup lubang”.
Nah, yang dimaksud dengan memahami anggaran adalah, pastikan bahwa pendapatan Anda setiap bulan masih surplus. Terserah mau surplus berapa persen. Yang penting tetap surplus. Jika sudah demikian, maka langkah berikutnya adalah menelaah komponen pengeluaran. Di sinilah baru bisa diketahui mana pengeluaran alias biaya baik, dan mana pula biaya jahat. Seperti diutarakan di atas, biaya baik adalah ketika biaya tersebut bisa memberikan dampak produktivitas dan juga peningkatan aset Anda. Contoh yang paling sederhana adalah membayar angsuran rumah, di mana rumah tersebut untuk disewakan atau ditempati sendiri.
Biaya jahat
Bagaimana dengan biaya jahat? Masih dalam konteks rumah. Meskipun biaya yang Anda keluarkan adalah untuk membeli rumah, kalau rumah tersebut Anda diamkan saja, Anda malah mengeluarkan biaya dua kali. Yang pertama untuk mengangsur, yang kedua untuk merawat rumah.
Seperti sebuah gelas berisi separuh air. Anda bisa mengatakan bahwa gelas tersebut ”setengah kosong” dan ”setengah penuh”. Jika falsafah yang Anda anut adalah harta seperti gelas ”setengah kosong”, setiap biaya yang Anda keluarkan bisa berdampak menguras air dalam gelas. Artinya, harta Anda akan berkurang karena biaya yang Anda keluarkan tidak memberi implikasi terhadap bertambahnya harta.
Hal sebaliknya akan terjadi jika Anda menganggap harta yang Anda miliki saat ini berkategori gelas ”setengah penuh”. Maknanya, setiap biaya yang Anda keluarkan akan menjadi biaya baik karena bisa berpengaruh untuk menaikkan harta Anda. Contohnya adalah pembayaran angsuran rumah yang peruntukannya untuk disewa atau ditempati.
Selanjutnya adalah bagaimana mengorganisasi pengeluaran sehingga biaya baik bisa lebih banyak ketimbang biaya jahat. Ini dilakukan dengan memahami bahwa pengeluaran itu bisa dibagi untuk beberapa peruntukan, yakni untuk memenuhi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer dalam hal ini adalah pangan, sandang, dan papan. Sementara kebutuhan sekunder dan tersier adalah keinginan untuk hidup lebih nyaman dengan terpenuhinya berbagai keinginan, misalnya rekreasi, nonton film, dan hobi.
Tidak ada yang keliru dengan semua itu. Dan semestinya, negara mampu membuat rakyatnya paling tidak memenuhi kebutuhan primernya. Jadi, yang kita telaah lebih lanjut adalah bagaimana mengatur biaya untuk memenuhi kebutuhan primer itu saja, yakni pangan, sandang, dan papan.
Soal papan, sudah dibahas di atas. Bagaimana dengan pangan dan sandang? Di sinilah sering kali terjadi pergeseran makna antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder atau tersier.
Ketika seseorang makan di restoran mahal, misalnya, itu sebenarnya bukanlah kebutuhan primer, dan bukan pula kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan tersier. Kebutuhan primernya adalah bisa makan dengan layak. Kebutuhan sekundernya adalah apa yang mau dimakan. Kebutuhan tersiernya adalah mau makan di mana?
Silakan cek perilaku Anda dalam pengeluaran biaya untuk pemenuhan kebutuhan ”pangan” tersebut. Berapa persen sebenarnya pengeluaran Anda yang terpakai untuk membiayai kebutuhan ”pangan” dalam makna kebutuhan primer, dan berapa persen untuk pemenuhan keinginan atas kebutuhan sekunder dan tersier.
Menghitung biaya
Bagaimana menghitungnya? Sederhana. Jika Anda makan nasi dan lauk dalam arti kebutuhan yang harus dipenuhi oleh semua orang adalah sekitar Rp 20.000 per porsi, sementara Anda mengeluarkan biaya sebesar Rp 100.000 per porsi karena makan di restoran, sesungguhnya yang Rp 20.000 merupakan biaya baik, sementara yang Rp 80.000 adalah biaya jahat. Anda menjadi konsumtif bukan untuk hal yang primer, melainkan untuk hal yang sekunder dan tersier.
Lantas hitung juga, berapa jumlah pengeluaran yang seolah-olah primer padahal bukan primer selama sebulan. Dengan contoh di atas, yang mestinya pengeluaran per hari hanya sebesar Rp 60.000, naik menjadi Rp 300.000. Bayangkan jika Anda bisa menghemat 50 persen-nya saja, itu berarti ada Rp 150.000 per hari atau Rp 4,5 juta biaya jahat yang bisa Anda hilangkan dan kemudian Anda pergunakan untuk membiayai aktivitas lain yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan harta Anda.
Tentu masih banyak contoh lain dalam kehidupan sehari-hari, di mana banyak kalangan tidak menyadari bahwa sebagian biaya jahat sebenarnya bisa dihindari untuk kemudian dikonversi menjadi biaya baik, yang memberi da
6 Pilihan Mengatur Gaji Pasangan
Tantangan ketika menikah adalah bagaimana mengelola keuangan bersama. Maklum saja, selama ini hidup sendiri-sendiri, bebas menggunakan gaji untuk kesenangan masing-masing, mendadak harus saling berbagi dan menabung untuk tujuan bersama. Haruskah setiap pasangan menyatukan penghasilan dalam satu rekening, atau bisakah tetap hidup dengan rekening masing-masing?
Tidak ada satu cara pasti untuk mengelola keuangan atau mengatur penghasilan pasangan, karena semuanya tergantung dari situasi yang dialami masing-masing pasangan. Untuk Anda, perencana keuangan Sophia Bera dari Cahill Financial Advisors, Inc. memberi pilihan enam cara pengelolaan uang yang mungkin akan cocok untuk cara hidup Anda dan pasangan.
1. Membuka satu rekening bersama
Selain memiliki tabungan untuk menampung penghasilan masing-masing, Anda juga bisa membuka satu rekening bersama. Jumlah yang disetor masing-masing bisa sama atau berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang memiliki penghasilan yang kurang lebih sama, untuk membayar sewa rumah, tagihan-tagihan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengeluaran bersama lainnya.
"Memiliki rekening bersama memberikan masing-masing pasangan akses pada dana tersebut," ungkap perencana keuangan Sophia Bera. "Masing-masing harus percaya bahwa yang lain akan menggunakan uang dengan cara yang telah disepakati."
2. Menyisihkan persentase tertentu dari gaji
Caranya sama, membuka rekening bersama, namun jumlah setorannya ditentukan berdasarkan persentase penghasilan.Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang berbeda, baik dari jumlah maupun sumbernya. Jadi, meskipun Anda dan suami memiliki penghasilan yang jauh berbeda, masing-masing menyisihkan persentase yang sama dari gaji.
Idealnya, jumlah yang disetorkan di bawah 50 persen dari take-home pay masing-masing pasangan. Sebutlah misalnya 30 persen. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, jatah setoran Anda Rp 1,5 juta. Sedangkan jika gaji suami Rp 10 juta, maka jatahnya Rp 3 juta. Tabungan semacam ini baik dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan anak di perguruan tinggi, naik haji, atau liburan. Di luar itu, Anda masih bisa membuka rekening pribadi dan menggunakannya untuk biaya hidup sehari-hari.
3. Salah satu membayar semua pengeluaran
Meskipun Anda dan suami sama-sama bekerja, hanya satu orang yang diputuskan untuk membayar semua pengeluaran. Cocok untuk: Pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan jauh lebih besar, atau salah satu memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mengasuh anak atau melanjutkan sekolah.
Cara ini dapat menguji apakah penghasilan salah seorang bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Bila gaji suami lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebelum memutuskannya, Anda bisa berdiskusi lebih dulu. Jika suatu saat Anda kembali bekerja, apakah Anda harus ikut andil dalam membayar pengeluaran, atau menabung saja penghasilan Anda? Jenis pengeluaran seperti apa yang menjadi tanggung jawab Anda?
4. Masing-masing memilih jatah tagihan yang mampu dibayar
Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang sedang, sehingga masing-masing dituntut bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran rumah tangga.
Setiap rumah tangga pasti memiliki pengeluaran dan tagihan yang harus dibayar, dari PAM, PLN, komunikasi (telepon dan internet), kartu kredit (yang digunakan untuk membeli peralatan rumah tangga), hingga cicilan mobil dan kontrakan rumah. Anda bisa memilih sendiri mana tagihan yang mampu Anda bayar, sesuai dengan penghasilan Anda. Misalnya, karena Anda punya penghasilan tetap dan lebih besar, Anda yang membayar kontrakan rumah, dan cicilan mobil. Sedangkan suami yang membayar kartu kredit, asuransi, PAM, PLN, dan komunikasi, karena ia bekerja di rumah dan selalu terhubung dengan internet.
“Yang paling penting, bicarakan hal ini lebih dulu, dan buat perencanaan yang efektif untuk Anda berdua," ujar Bera.
5. Menyatukan seluruh penghasilan dalam satu rekening
Cocok untuk: Anda yang ingin menyatukan milik berdua seutuhnya, atau untuk menghindari salah satu melakukan pemborosan terhadap rekening pribadi.
Ada dua cara yang bisa Anda pilih. Rekening ini digunakan untuk seluruh keperluan, dari membayar pengeluaran rumah tangga sampai tabungan bersama. Tantangannya: Anda harus disiplin menyisihkan uang di dalam rekening ini untuk ditinggalkan sebagai tabungan. Cara lain adalah membuat rekening bersama ini untuk pengeluaran tetap (seperti cicilan rumah dan kendaraan) dan tabungan, dan satu rekening lagi untuk biaya operasional sehari-hari termasuk untuk bersenang-senang atau liburan. Dengan pengelolaan seperti ini, Anda harus rajin membuat pembukuan bulanan untuk menghitung pengeluaran dan kemajuan nilai tabungan Anda.
6. Mengandalkan satu gaji saja
Cara ini mirip dengan cara nomor tiga di atas, namun dengan tujuan berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang sama-sama bekerja, namun memutuskan untuk berhemat dan menabung lebih banyak. Misalnya, gaji suami digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari, sementara gaji Anda ditabung untuk dana pensiun atau dana cadangan. Pengaturan ini bisa dilakukan untuk pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan tidak tetap, belum mempunyai anak, dan jika sudah ada anak berencana menjadi ibu rumah tangga.
Gunakan gaji suami (atau gaji Anda, terserah gaji siapa yang akan digunakan) untuk membiayai seluruh pengeluaran, dari kebutuhan hidup sehari-hari, membayar tagihan-tagihan, gaya hidup, dan bila mungkin tabungan dan investasi. "Ini salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan pasangan untuk keuangan mereka, karena memaksa mereka untuk menjaga pengeluaran tetap rendah dan berhemat, serta menabung untuk kondisi darurat dan saat pensiun nanti," ujar Bera.
Pada awalnya, cara ini mungkin akan sulit dilakukan. Tetapi jika Anda disiplin, Anda akan sukses menjalankannya. Bahkan, rumah, liburan, atau pendidikan anak di luar negeri yang Anda impikan bisa tercapai lebih cepat.
Tidak ada satu cara pasti untuk mengelola keuangan atau mengatur penghasilan pasangan, karena semuanya tergantung dari situasi yang dialami masing-masing pasangan. Untuk Anda, perencana keuangan Sophia Bera dari Cahill Financial Advisors, Inc. memberi pilihan enam cara pengelolaan uang yang mungkin akan cocok untuk cara hidup Anda dan pasangan.
1. Membuka satu rekening bersama
Selain memiliki tabungan untuk menampung penghasilan masing-masing, Anda juga bisa membuka satu rekening bersama. Jumlah yang disetor masing-masing bisa sama atau berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang memiliki penghasilan yang kurang lebih sama, untuk membayar sewa rumah, tagihan-tagihan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengeluaran bersama lainnya.
"Memiliki rekening bersama memberikan masing-masing pasangan akses pada dana tersebut," ungkap perencana keuangan Sophia Bera. "Masing-masing harus percaya bahwa yang lain akan menggunakan uang dengan cara yang telah disepakati."
2. Menyisihkan persentase tertentu dari gaji
Caranya sama, membuka rekening bersama, namun jumlah setorannya ditentukan berdasarkan persentase penghasilan.Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang berbeda, baik dari jumlah maupun sumbernya. Jadi, meskipun Anda dan suami memiliki penghasilan yang jauh berbeda, masing-masing menyisihkan persentase yang sama dari gaji.
Idealnya, jumlah yang disetorkan di bawah 50 persen dari take-home pay masing-masing pasangan. Sebutlah misalnya 30 persen. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, jatah setoran Anda Rp 1,5 juta. Sedangkan jika gaji suami Rp 10 juta, maka jatahnya Rp 3 juta. Tabungan semacam ini baik dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan anak di perguruan tinggi, naik haji, atau liburan. Di luar itu, Anda masih bisa membuka rekening pribadi dan menggunakannya untuk biaya hidup sehari-hari.
3. Salah satu membayar semua pengeluaran
Meskipun Anda dan suami sama-sama bekerja, hanya satu orang yang diputuskan untuk membayar semua pengeluaran. Cocok untuk: Pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan jauh lebih besar, atau salah satu memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mengasuh anak atau melanjutkan sekolah.
Cara ini dapat menguji apakah penghasilan salah seorang bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Bila gaji suami lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebelum memutuskannya, Anda bisa berdiskusi lebih dulu. Jika suatu saat Anda kembali bekerja, apakah Anda harus ikut andil dalam membayar pengeluaran, atau menabung saja penghasilan Anda? Jenis pengeluaran seperti apa yang menjadi tanggung jawab Anda?
4. Masing-masing memilih jatah tagihan yang mampu dibayar
Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang sedang, sehingga masing-masing dituntut bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran rumah tangga.
Setiap rumah tangga pasti memiliki pengeluaran dan tagihan yang harus dibayar, dari PAM, PLN, komunikasi (telepon dan internet), kartu kredit (yang digunakan untuk membeli peralatan rumah tangga), hingga cicilan mobil dan kontrakan rumah. Anda bisa memilih sendiri mana tagihan yang mampu Anda bayar, sesuai dengan penghasilan Anda. Misalnya, karena Anda punya penghasilan tetap dan lebih besar, Anda yang membayar kontrakan rumah, dan cicilan mobil. Sedangkan suami yang membayar kartu kredit, asuransi, PAM, PLN, dan komunikasi, karena ia bekerja di rumah dan selalu terhubung dengan internet.
“Yang paling penting, bicarakan hal ini lebih dulu, dan buat perencanaan yang efektif untuk Anda berdua," ujar Bera.
5. Menyatukan seluruh penghasilan dalam satu rekening
Cocok untuk: Anda yang ingin menyatukan milik berdua seutuhnya, atau untuk menghindari salah satu melakukan pemborosan terhadap rekening pribadi.
Ada dua cara yang bisa Anda pilih. Rekening ini digunakan untuk seluruh keperluan, dari membayar pengeluaran rumah tangga sampai tabungan bersama. Tantangannya: Anda harus disiplin menyisihkan uang di dalam rekening ini untuk ditinggalkan sebagai tabungan. Cara lain adalah membuat rekening bersama ini untuk pengeluaran tetap (seperti cicilan rumah dan kendaraan) dan tabungan, dan satu rekening lagi untuk biaya operasional sehari-hari termasuk untuk bersenang-senang atau liburan. Dengan pengelolaan seperti ini, Anda harus rajin membuat pembukuan bulanan untuk menghitung pengeluaran dan kemajuan nilai tabungan Anda.
6. Mengandalkan satu gaji saja
Cara ini mirip dengan cara nomor tiga di atas, namun dengan tujuan berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang sama-sama bekerja, namun memutuskan untuk berhemat dan menabung lebih banyak. Misalnya, gaji suami digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari, sementara gaji Anda ditabung untuk dana pensiun atau dana cadangan. Pengaturan ini bisa dilakukan untuk pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan tidak tetap, belum mempunyai anak, dan jika sudah ada anak berencana menjadi ibu rumah tangga.
Gunakan gaji suami (atau gaji Anda, terserah gaji siapa yang akan digunakan) untuk membiayai seluruh pengeluaran, dari kebutuhan hidup sehari-hari, membayar tagihan-tagihan, gaya hidup, dan bila mungkin tabungan dan investasi. "Ini salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan pasangan untuk keuangan mereka, karena memaksa mereka untuk menjaga pengeluaran tetap rendah dan berhemat, serta menabung untuk kondisi darurat dan saat pensiun nanti," ujar Bera.
Pada awalnya, cara ini mungkin akan sulit dilakukan. Tetapi jika Anda disiplin, Anda akan sukses menjalankannya. Bahkan, rumah, liburan, atau pendidikan anak di luar negeri yang Anda impikan bisa tercapai lebih cepat.
Sejahtera Tanpa Jadi Serakah
Banyak investor tiba-tiba menjadi kaya raya karena untung besar dari investasinya. Namun tidak lama kemudian mereka jatuh miskin, juga karena aktivitas investasi. Dengan kata lain, kesejahteraan yang diperoleh hanya sesaat. Tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, sebagai investor, selayaknya Anda berpikir dan merencanakan investasi dalam rangka mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kenapa demikian? Sebab, kesejahteraan hakikatnya seperti mendaki anak tangga. Semakin lama, mesti mencapai anak tangga yang lebih tinggi. Namun jika tidak hati-hati, bisa tergelincir dan jatuh lagi.
Kesejahteraan sebenarnya adalah ketika seseorang bisa memenuhi kebutuhan—secara relatif—baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier, berdasarkan nilai-nilai yang ada pada seseorang. Tuan X, misalnya, merasa sudah cukup kaya dan sejahtera ketika bisa menikmati makan 3 kali sehari, bisa berbelanja sandang, bisa memiliki rumah kecil, dan bisa menyekolahkan anak. Tuan X merasa hartanya sudah mencukupi dan hidup bahagia.
Namun lain dengan Mr Y. Ia sudah memiliki rumah besar, mobil bagus, deposito di berbagai bank, dan pernak-pernik kekayaan lain. Namun, Mr Y merasa semua itu belum cukup. Polan melihat teman-temannya jauh lebih kaya ketimbang dirinya.
Dari situasi tersebut jelas bahwa besarnya harta tidak berbanding lurus dengan makna kesejahteraan secara relatif. Dengan kata lain, sejahtera sebenarnya dimulai dari konsep berpikir atau persepsi terhadap kesejahteraan itu sendiri. Jadi tidak mengherankan jika Mr X merasa sejahtera, sementara Mr Y masih merasa ”sengsara”. Makanya disebut sebagai nilai relatif. Lalu, bagaimana agar tidak terjebak dalam suasana seperti itu? Ada beberapa hal yang sebaiknya dicerna ulang, seperti berikut ini.
Konsep sejahtera
Pertama, memahami konsep kesejahteraan. Point penting dalam memahami kesejahteraan adalah memutuskan arti kesejahteraan berdasarkan nilai pada diri kita masing-masing. Bukan karena tetangga kita memiliki rumah lebih bagus atau mobil lebih banyak dari kita, maka kita anggap tetangga kita lebih sejahtera. Bukan itu maknanya, melainkan model kesejahteraan seperti apa yang kita inginkan. Jadi tidak perlu melihat orang lain. Itu yang utama.
Berikutnya, adalah, memastikan untuk apa semua uang dan harta yang sudah dan akan Anda miliki nantinya. Jadi ada tujuan dari harta tersebut. Bukan sekadar dikumpulkan sebanyak-banyaknya. Ini sekaligus menjelaskan bahwa kekayaan dalam makna kesejahteraan adalah ketika Anda bisa menikmati dan mensyukuri kekayaan tersebut. Bukan kekayaan yang berlimpah karena korupsi, misalnya. Atau dalam bentuk lain, harta dan kekayaan membuat kita menjadi berperilaku buruk, menjadi serakah atau menjadi kikir.
Jadi, definisikan dulu arti kesejahteraan secara seluas-luasnya. Termasuk, hubungan antara jumlah harta dan uang yang dimiliki atau diinginkan dengan kebahagiaan. Baru setelah itu bicara mengenai bagaimana mencapainya.
Kedua, mendapatkan kesejahteraan. Nah, dalam point inilah, aspek sejahtera berkelanjutan mesti ditanamkan di dalam diri kita. Kesejahteraan, khususnya kesejahteraan finansial, mesti diperoleh dari pemasukan yang bertumbuh. Income bisa didapat dari penghasilan bekerja atau melalui kegiatan investasi.
Nah, untuk menjadi sejahtera sebagaimana ukuran yang telah diputuskan oleh setiap individu, termasuk Anda, maka terlebih dahulu harus mengetahui seberapa jauh jarak Anda saat ini dengan tingkat kesejahteraan yang hendak diraih. Sebagai misal, dari sisi aset.
Saat ini Anda menyewa rumah dan Anda beranggapan untuk sejahtera, setidaknya Anda mesti memiliki rumah sendiri. Atau tidak menyewa selamanya. Maka pertanyaan berikutnya adalah, rumah seperti apa yang ingin Anda miliki. Lalu berapa lama dari sekarang rumah tersebut dapat Anda miliki.
Kemudian, dari mana sumber pembiayaannya. Artinya, ada rencana yang jelas, terukur, baik dari sisi waktu, maupun sumber dananya. Intinya, boleh-boleh saja Anda mendambakan apa saja, tetapi tidak boleh menafikan rasionalitas.
Sebagai misal, Anda berharap memiliki rumah saat ini. Untuk itu Anda memutuskan menggunakan KPR. Namun, mesti diukur kemampuan Anda melunasi KPR tersebut. Jangan sampai kemudian malah Anda terjebak pada kesejahteraan artifisial; memiliki aset bersumber dari utang dan kemudian aset tersebut hilang kembali karena Anda gagal melunasi utang.
Jelasnya, kesejahteraan yang diinginkan, termasuk memiliki rumah sendiri, tidak mesti dicapai dalam kurun waktu yang singkat. Bisa dimulai dengan memiliki rumah yang kecil dulu. Lalu, ketika penghasilan sudah lebih baik, maka diupayakan untuk memiliki rumah yang lebih besar, dengan terlebih dahulu menjual rumah yang sudah Anda miliki.
Jangan serakah
Kesimpulannya, sejahtera berkelanjutan pada dasarnya adalah bagaimana menumbuhkembangkan kekayaan dan aset Anda secara bertahap. Caranya bisa macam-macam, baik itu melalui investasi atau meminjam di bank. Namun, intinya, kesejahteraan tidak bisa diraih dalam jangka waktu yang pendek. Kesejahteraan merupakan suatu perjalanan yang dilalui bertahun-tahun dan berdasarkan perencanaan matang.
Kesejahteraan tidak bisa dicapai dengan unsur serakah. Jika Anda sudah mulai menjadi serakah, itu berarti Anda sudah tidak hati-hati dalam mendaki anak tangga kesejahteraan dan dengan sangat mudah Anda bisa tergelincir. Jadi, hindari serakah jika ingin menjadi sejahtera.
Kenapa demikian? Sebab, kesejahteraan hakikatnya seperti mendaki anak tangga. Semakin lama, mesti mencapai anak tangga yang lebih tinggi. Namun jika tidak hati-hati, bisa tergelincir dan jatuh lagi.
Kesejahteraan sebenarnya adalah ketika seseorang bisa memenuhi kebutuhan—secara relatif—baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier, berdasarkan nilai-nilai yang ada pada seseorang. Tuan X, misalnya, merasa sudah cukup kaya dan sejahtera ketika bisa menikmati makan 3 kali sehari, bisa berbelanja sandang, bisa memiliki rumah kecil, dan bisa menyekolahkan anak. Tuan X merasa hartanya sudah mencukupi dan hidup bahagia.
Namun lain dengan Mr Y. Ia sudah memiliki rumah besar, mobil bagus, deposito di berbagai bank, dan pernak-pernik kekayaan lain. Namun, Mr Y merasa semua itu belum cukup. Polan melihat teman-temannya jauh lebih kaya ketimbang dirinya.
Dari situasi tersebut jelas bahwa besarnya harta tidak berbanding lurus dengan makna kesejahteraan secara relatif. Dengan kata lain, sejahtera sebenarnya dimulai dari konsep berpikir atau persepsi terhadap kesejahteraan itu sendiri. Jadi tidak mengherankan jika Mr X merasa sejahtera, sementara Mr Y masih merasa ”sengsara”. Makanya disebut sebagai nilai relatif. Lalu, bagaimana agar tidak terjebak dalam suasana seperti itu? Ada beberapa hal yang sebaiknya dicerna ulang, seperti berikut ini.
Konsep sejahtera
Pertama, memahami konsep kesejahteraan. Point penting dalam memahami kesejahteraan adalah memutuskan arti kesejahteraan berdasarkan nilai pada diri kita masing-masing. Bukan karena tetangga kita memiliki rumah lebih bagus atau mobil lebih banyak dari kita, maka kita anggap tetangga kita lebih sejahtera. Bukan itu maknanya, melainkan model kesejahteraan seperti apa yang kita inginkan. Jadi tidak perlu melihat orang lain. Itu yang utama.
Berikutnya, adalah, memastikan untuk apa semua uang dan harta yang sudah dan akan Anda miliki nantinya. Jadi ada tujuan dari harta tersebut. Bukan sekadar dikumpulkan sebanyak-banyaknya. Ini sekaligus menjelaskan bahwa kekayaan dalam makna kesejahteraan adalah ketika Anda bisa menikmati dan mensyukuri kekayaan tersebut. Bukan kekayaan yang berlimpah karena korupsi, misalnya. Atau dalam bentuk lain, harta dan kekayaan membuat kita menjadi berperilaku buruk, menjadi serakah atau menjadi kikir.
Jadi, definisikan dulu arti kesejahteraan secara seluas-luasnya. Termasuk, hubungan antara jumlah harta dan uang yang dimiliki atau diinginkan dengan kebahagiaan. Baru setelah itu bicara mengenai bagaimana mencapainya.
Kedua, mendapatkan kesejahteraan. Nah, dalam point inilah, aspek sejahtera berkelanjutan mesti ditanamkan di dalam diri kita. Kesejahteraan, khususnya kesejahteraan finansial, mesti diperoleh dari pemasukan yang bertumbuh. Income bisa didapat dari penghasilan bekerja atau melalui kegiatan investasi.
Nah, untuk menjadi sejahtera sebagaimana ukuran yang telah diputuskan oleh setiap individu, termasuk Anda, maka terlebih dahulu harus mengetahui seberapa jauh jarak Anda saat ini dengan tingkat kesejahteraan yang hendak diraih. Sebagai misal, dari sisi aset.
Saat ini Anda menyewa rumah dan Anda beranggapan untuk sejahtera, setidaknya Anda mesti memiliki rumah sendiri. Atau tidak menyewa selamanya. Maka pertanyaan berikutnya adalah, rumah seperti apa yang ingin Anda miliki. Lalu berapa lama dari sekarang rumah tersebut dapat Anda miliki.
Kemudian, dari mana sumber pembiayaannya. Artinya, ada rencana yang jelas, terukur, baik dari sisi waktu, maupun sumber dananya. Intinya, boleh-boleh saja Anda mendambakan apa saja, tetapi tidak boleh menafikan rasionalitas.
Sebagai misal, Anda berharap memiliki rumah saat ini. Untuk itu Anda memutuskan menggunakan KPR. Namun, mesti diukur kemampuan Anda melunasi KPR tersebut. Jangan sampai kemudian malah Anda terjebak pada kesejahteraan artifisial; memiliki aset bersumber dari utang dan kemudian aset tersebut hilang kembali karena Anda gagal melunasi utang.
Jelasnya, kesejahteraan yang diinginkan, termasuk memiliki rumah sendiri, tidak mesti dicapai dalam kurun waktu yang singkat. Bisa dimulai dengan memiliki rumah yang kecil dulu. Lalu, ketika penghasilan sudah lebih baik, maka diupayakan untuk memiliki rumah yang lebih besar, dengan terlebih dahulu menjual rumah yang sudah Anda miliki.
Jangan serakah
Kesimpulannya, sejahtera berkelanjutan pada dasarnya adalah bagaimana menumbuhkembangkan kekayaan dan aset Anda secara bertahap. Caranya bisa macam-macam, baik itu melalui investasi atau meminjam di bank. Namun, intinya, kesejahteraan tidak bisa diraih dalam jangka waktu yang pendek. Kesejahteraan merupakan suatu perjalanan yang dilalui bertahun-tahun dan berdasarkan perencanaan matang.
Kesejahteraan tidak bisa dicapai dengan unsur serakah. Jika Anda sudah mulai menjadi serakah, itu berarti Anda sudah tidak hati-hati dalam mendaki anak tangga kesejahteraan dan dengan sangat mudah Anda bisa tergelincir. Jadi, hindari serakah jika ingin menjadi sejahtera.
6 Tanda Anda Siap Beli Rumah
Anda mungkin memendam keinginan untuk membeli rumah. Tetapi pertanyaannya, apakah Anda siap memiliki rumah? Mungkinkah Anda mampu? Saat ini tak hanya perempuan berumah tangga yang memimpikan sebuah rumah. Banyak juga lho, perempuan lajang yang juga mulai melirik buat membeli rumah.
Ada banyak sekali alasan baik mengapa harus membeli rumah. Misal, tak perlu pusing memikirkan uang kontrakan, hingga investasi, karena nilainya akan selalu naik. Meski demikian Anda juga harus siap dengan segala risiko yang mengikuti di belakangnya, termasuk jika ledeng mampet, WC tersumbat, atap bocor, dan sebagainya.
Untuk mengetahui apakah Anda siap memiliki rumah sendiri, simak tanda-tandanya berikut:
1. Siap uang muka 20 - 30 persen
Bank biasanya memberikan pinjaman cicilan rumah dengan jumlah maksimal 70 persen dari jumlah total kredit yang dipinjam. Dengan begitu Anda harus menyiapkan uang muka sebesar 30 persen dari total harga rumah yang akan dibeli. Ketentuan uang muka 30 persen tersebut ditetapkan oleh pemerintah tahun ini untuk rumah yang luasnya 70 meter persegi. Meski demikian, ada pihak pengembang yang menetapkan uang muka sebesar 20 persen. Dalam segi pembayaran uang muka pun, pihak pengembang memberikan beragam cara, misalnya tunai, hingga cicilan pembayaran uang muka mulai tiga kali sampai 12 kali.
2. Utang dalam kendali
Permohonan kredit tergantung dari jumlah utang Anda. Intinya bank tidak akan meluluskan permohonan kredit Anda jika Anda memiliki jumlah utang yang besar. Idealnya cicilan utang Anda tidak boleh lebih dari 30 persen penghasilan dari total penghasilan Anda. Untuk itu, pastikan cash flow Anda sehat. Dengan kata lain saat ini Anda tak terlibat utang kartu kredit yang mencekik, atau pengeluaran yang melebihi pemasukan tiap bulannya.
3. Memiliki pendapatan tetap
Ketika Anda berkomitmen membeli rumah berarti Anda mampu membayar cicilan tiap bulannya. "Bila Anda membeli rumah bersama pasangan, salah satu dari Anda harus memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan tetap. Bila Anda lajang, maka Anda harus sudah memiliki pekerjaan tetap," jelas Allison Roger, penulis buku Diary of a Real Estate Rookie. Roger lebih lanjut menjelaskan, "Jika Anda sedang merencanakan melanjutkan sekolah atau beralih karier yang memaksa Anda meninggalkan pekerjaan saat ini, sebaiknya Anda menyiapkan tabungan yang cukup buat membayar cicilan sementara waktu."
4. Telah memikirkan anggota keluarga lain
Saat membeli rumah, sesuaikan juga dengan kebutuhan Anda. Termasuk siapa yang akan tinggal bersama Anda nantinya. Misalnya Anda berkeluarga, maka pastikan tersedia kamar untuk anak nantinya. Hal itu juga berlaku jika Anda berencana membawa orang tua tinggal bersama. Pikirkan kebutuhan Anda akan rumah hingga lima tahun ke depan, bukan hanya saat ini. "Bila kebutuhan ruang cukup banyak, dan Anda tidak mampu membeli rumah yang besar, tahan dulu pembelian rumah untuk sementara," jelas Roger. Atau, cari rumah di daerah pinggiran yang sesuai kebutuhan serta kantung Anda.
5. Siap merawat rumah
Biaya maintenance rumah akan sangat mengejutkan buat pemilik baru. Sebut saja biaya yang harus keluar untuk pemasangan kitchen set, tambahan pipa untuk ruang cuci baju, pemasangan teralis, pagar belakang rumah, penambahan daya listrik, dan seterusnya. Itu tidak termasuk biaya-biaya perbaikan bila ada yang rusak. Pergantian furniture setiap beberapa tahun atau mungkin tambahan lemari buku, pakaian, hingga lemari penyimpanan barang yang tak terpakai. Belum lagi iuran sampah, iuran keamanan, atau pajak bumi dan bangunan. Jangan heran jika Anda harus menyiapkan dana ekstra buat berjaga-jaga.
6. Tempat tinggal jangka panjang
Membeli rumah sebaiknya diputuskan sebagai tempat tinggal jangka panjang. Sebab, meski rumah merupakan investasi yang nilainya terus naik, akan tetapi rumah bukan dana cair. Anda tak bisa mengharapkan rumah Anda terjual dalam waktu dekat jika memutuskan pindah ke kota lain, atau bahkan negara lain. Bila Anda berencana bekerja di lain kota atau melanjutkan kuliah ke luar negeri, saran Roger, "Tahan dulu keinginan Anda membeli rumah. Sementara itu simpan uang Anda hingga saat yang tepat."
Ada banyak sekali alasan baik mengapa harus membeli rumah. Misal, tak perlu pusing memikirkan uang kontrakan, hingga investasi, karena nilainya akan selalu naik. Meski demikian Anda juga harus siap dengan segala risiko yang mengikuti di belakangnya, termasuk jika ledeng mampet, WC tersumbat, atap bocor, dan sebagainya.
Untuk mengetahui apakah Anda siap memiliki rumah sendiri, simak tanda-tandanya berikut:
1. Siap uang muka 20 - 30 persen
Bank biasanya memberikan pinjaman cicilan rumah dengan jumlah maksimal 70 persen dari jumlah total kredit yang dipinjam. Dengan begitu Anda harus menyiapkan uang muka sebesar 30 persen dari total harga rumah yang akan dibeli. Ketentuan uang muka 30 persen tersebut ditetapkan oleh pemerintah tahun ini untuk rumah yang luasnya 70 meter persegi. Meski demikian, ada pihak pengembang yang menetapkan uang muka sebesar 20 persen. Dalam segi pembayaran uang muka pun, pihak pengembang memberikan beragam cara, misalnya tunai, hingga cicilan pembayaran uang muka mulai tiga kali sampai 12 kali.
2. Utang dalam kendali
Permohonan kredit tergantung dari jumlah utang Anda. Intinya bank tidak akan meluluskan permohonan kredit Anda jika Anda memiliki jumlah utang yang besar. Idealnya cicilan utang Anda tidak boleh lebih dari 30 persen penghasilan dari total penghasilan Anda. Untuk itu, pastikan cash flow Anda sehat. Dengan kata lain saat ini Anda tak terlibat utang kartu kredit yang mencekik, atau pengeluaran yang melebihi pemasukan tiap bulannya.
3. Memiliki pendapatan tetap
Ketika Anda berkomitmen membeli rumah berarti Anda mampu membayar cicilan tiap bulannya. "Bila Anda membeli rumah bersama pasangan, salah satu dari Anda harus memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan tetap. Bila Anda lajang, maka Anda harus sudah memiliki pekerjaan tetap," jelas Allison Roger, penulis buku Diary of a Real Estate Rookie. Roger lebih lanjut menjelaskan, "Jika Anda sedang merencanakan melanjutkan sekolah atau beralih karier yang memaksa Anda meninggalkan pekerjaan saat ini, sebaiknya Anda menyiapkan tabungan yang cukup buat membayar cicilan sementara waktu."
4. Telah memikirkan anggota keluarga lain
Saat membeli rumah, sesuaikan juga dengan kebutuhan Anda. Termasuk siapa yang akan tinggal bersama Anda nantinya. Misalnya Anda berkeluarga, maka pastikan tersedia kamar untuk anak nantinya. Hal itu juga berlaku jika Anda berencana membawa orang tua tinggal bersama. Pikirkan kebutuhan Anda akan rumah hingga lima tahun ke depan, bukan hanya saat ini. "Bila kebutuhan ruang cukup banyak, dan Anda tidak mampu membeli rumah yang besar, tahan dulu pembelian rumah untuk sementara," jelas Roger. Atau, cari rumah di daerah pinggiran yang sesuai kebutuhan serta kantung Anda.
5. Siap merawat rumah
Biaya maintenance rumah akan sangat mengejutkan buat pemilik baru. Sebut saja biaya yang harus keluar untuk pemasangan kitchen set, tambahan pipa untuk ruang cuci baju, pemasangan teralis, pagar belakang rumah, penambahan daya listrik, dan seterusnya. Itu tidak termasuk biaya-biaya perbaikan bila ada yang rusak. Pergantian furniture setiap beberapa tahun atau mungkin tambahan lemari buku, pakaian, hingga lemari penyimpanan barang yang tak terpakai. Belum lagi iuran sampah, iuran keamanan, atau pajak bumi dan bangunan. Jangan heran jika Anda harus menyiapkan dana ekstra buat berjaga-jaga.
6. Tempat tinggal jangka panjang
Membeli rumah sebaiknya diputuskan sebagai tempat tinggal jangka panjang. Sebab, meski rumah merupakan investasi yang nilainya terus naik, akan tetapi rumah bukan dana cair. Anda tak bisa mengharapkan rumah Anda terjual dalam waktu dekat jika memutuskan pindah ke kota lain, atau bahkan negara lain. Bila Anda berencana bekerja di lain kota atau melanjutkan kuliah ke luar negeri, saran Roger, "Tahan dulu keinginan Anda membeli rumah. Sementara itu simpan uang Anda hingga saat yang tepat."
Minggu, 02 Juni 2013
Tanda Pengeluaran Anda Melebihi Gaji
Banyak dari kita yang menerapkan cara hidup "besar pasak daripada tiang", atau lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. Kalaupun kemudian bisa menabung, ternyata masih tidak stabil di bulan berikutnya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tipe orang yang pengelolaan uangnya "besar pasak daripada tiang"?
Untuk mengetahuinya, ada sejumlah tanda yang bisa dijadikan acuan:
1. Keuangan Anda tidak bisa membuat Anda survive sampai enam bulan ke depan
Adalah menarik mengetahui sebesar apa tabungan kita sampai bisa dibilang stabil dari segi keuangan. Sejumlah pakar keuangan, di antaranya Sheryl Garrett, menyebutkan ada baiknya simpanan hari tua, uang darurat, atau apapun sebutannya, dapat membuat Anda bertahan sampai setidaknya selama enam bulan. Itu sudah hitungan biaya makan, transportasi, cicilan, dan sebagainya. Kenapa demikian?
Bayangkan sekiranya Anda diberhentikan atau berhenti dari pekerjaan sekarang, setidaknya Anda masih punya simpanan sampai Anda mendapatkan pekerjaan baru dengan standar gaji yang sama.
2. Hanya menyisihkan 10 persen dari gaji setiap bulannya
Idealnya seseorang dianjurkan untuk menyisihkan gaji yang diperoleh setiap bulannya sebesar 10 persen untuk hari tua mulai sejak usia 25. Beranjak dari laporan tahun 2011, Center for Retirement Research at Boston College menghitung bahwa jika seseorang menabung sejak usia 25 dan pensiun di usia 70 tahun, ia perlu menyisihkan pendapatan minimal 7 persen supaya mencapai keuangan yang stabil. Kalau mau pensiun lebih awal di usia 65, maka sisihkanlah 15 persen dari gaji Anda setiap bulan.
3. Cicilan rumah Anda lebih dari satu minggu hitungan gaji
Hal ini berkaitan dengan kemampuan Anda membeli rumah dengan harga sesuai dengan penghasilan Anda. Satu minggu hitungan gaji adalah gambaran kasar saja. "Artinya bahwa pembayaran cicilan Anda tidak boleh lebih dari seperempat dari pendapatan Anda," ujar Harold Evensky, perencana keuangan bersertifikasi, dan Presiden Evensky & Katz Wealth Management di Coral Gables, Fla. Dengan kata lain, usahakan cicilan rumah Anda kira-kira seperempat saja dari gaji Anda.
4. Tagihan kartu kredit sama seperti tahun-tahun yang lalu
Hanya dengan mengetahui bahwa tagihan kartu kredit selalu sama, sudah merupakan tanda bahwa Anda lebih banyak mengeluarkan daripada memasukkan uang. Apalagi jika pemakaian kartu kredit justru lebih besar setiap tahun atau setiap bulannya. Karena, utang kartu kredit biasanya tidak membiayai aset yang berkembang, melainkan hanya membiayai gaya hidup. Jika Anda bisa mengontrol diri dan setiap kali mampu mengurangi jumlah tagihan, akan baik untuk kondisi keuangan Anda.
5. Mudah terayu oleh barang atau cicilan tanpa bunga
Seringkali ada penawaran menarik yang datang menghampiri, di mana Anda bisa membeli barang impian Anda dengan cara mencicil namun Anda bisa membayar cicilannya tanpa bunga, dan sebagainya. Ada juga yang menawarkan pembayaran tanpa bunga dalam periode tertentu, misalnya sampai setahun yang akan datang. Lebih baik tidak ambil resiko, hanya dengan membayangkan apakah Anda mampu membayarnya belakangan. Karena jika sekarang saja Anda tidak mampu, bagaimana nanti?
6. Membayar tagihan kartu kredit dengan kartu kredit lainnya
Inilah ciri khas lain orang yang besar pasak daripada tiang. Anda selalu mencari kartu kredit baru untuk memindahkan tagihan dari kartu kredit yang lama. Menurut Erin Baehr, perencana keuangan di Stroudsburg, Pa, jika Anda menumpuk utang dalam kartu kredit yang menerapkan bunga tinggi, memindahkan tagihan kartu yang satu ke kartu lain yang bunganya lebih rendah memang akan menguntungkan. Tetapi kalau Anda mentransfer tagihan ke kartu lain yang bunganya tinggi untuk meningkatkan limit kartu kredit, itu bukanlah keputusan yang bijak.
7. Sebelum membeli sesuatu Anda sering berpikir, “Saya tahu, tidak seharusnya saya membelinya, tapi....”
“Saya sudah bekerja keras, jadi saya berhak atas TV layar datar ini,” atau, “Pekerjaan saya berat, jadi saya butuh liburan untuk kesehatan mental saya,” begitu kata Anda. Kedengarannya familiar, bukan? Seringkali kita mencari alasan atau pembenaran untuk memperoleh sesuatu yang nilainya jauh di atas kemampuan kita membelinya. Boleh percaya boleh tidak, menurut Baehr, kata-kata seperti ini justru sering datang dari orang yang kesulitan keuangan. Kalau Anda stabil secara finansial, biasanya Anda tidak akan mengungkapkan demikian.
Untuk mengetahuinya, ada sejumlah tanda yang bisa dijadikan acuan:
1. Keuangan Anda tidak bisa membuat Anda survive sampai enam bulan ke depan
Adalah menarik mengetahui sebesar apa tabungan kita sampai bisa dibilang stabil dari segi keuangan. Sejumlah pakar keuangan, di antaranya Sheryl Garrett, menyebutkan ada baiknya simpanan hari tua, uang darurat, atau apapun sebutannya, dapat membuat Anda bertahan sampai setidaknya selama enam bulan. Itu sudah hitungan biaya makan, transportasi, cicilan, dan sebagainya. Kenapa demikian?
Bayangkan sekiranya Anda diberhentikan atau berhenti dari pekerjaan sekarang, setidaknya Anda masih punya simpanan sampai Anda mendapatkan pekerjaan baru dengan standar gaji yang sama.
2. Hanya menyisihkan 10 persen dari gaji setiap bulannya
Idealnya seseorang dianjurkan untuk menyisihkan gaji yang diperoleh setiap bulannya sebesar 10 persen untuk hari tua mulai sejak usia 25. Beranjak dari laporan tahun 2011, Center for Retirement Research at Boston College menghitung bahwa jika seseorang menabung sejak usia 25 dan pensiun di usia 70 tahun, ia perlu menyisihkan pendapatan minimal 7 persen supaya mencapai keuangan yang stabil. Kalau mau pensiun lebih awal di usia 65, maka sisihkanlah 15 persen dari gaji Anda setiap bulan.
3. Cicilan rumah Anda lebih dari satu minggu hitungan gaji
Hal ini berkaitan dengan kemampuan Anda membeli rumah dengan harga sesuai dengan penghasilan Anda. Satu minggu hitungan gaji adalah gambaran kasar saja. "Artinya bahwa pembayaran cicilan Anda tidak boleh lebih dari seperempat dari pendapatan Anda," ujar Harold Evensky, perencana keuangan bersertifikasi, dan Presiden Evensky & Katz Wealth Management di Coral Gables, Fla. Dengan kata lain, usahakan cicilan rumah Anda kira-kira seperempat saja dari gaji Anda.
4. Tagihan kartu kredit sama seperti tahun-tahun yang lalu
Hanya dengan mengetahui bahwa tagihan kartu kredit selalu sama, sudah merupakan tanda bahwa Anda lebih banyak mengeluarkan daripada memasukkan uang. Apalagi jika pemakaian kartu kredit justru lebih besar setiap tahun atau setiap bulannya. Karena, utang kartu kredit biasanya tidak membiayai aset yang berkembang, melainkan hanya membiayai gaya hidup. Jika Anda bisa mengontrol diri dan setiap kali mampu mengurangi jumlah tagihan, akan baik untuk kondisi keuangan Anda.
5. Mudah terayu oleh barang atau cicilan tanpa bunga
Seringkali ada penawaran menarik yang datang menghampiri, di mana Anda bisa membeli barang impian Anda dengan cara mencicil namun Anda bisa membayar cicilannya tanpa bunga, dan sebagainya. Ada juga yang menawarkan pembayaran tanpa bunga dalam periode tertentu, misalnya sampai setahun yang akan datang. Lebih baik tidak ambil resiko, hanya dengan membayangkan apakah Anda mampu membayarnya belakangan. Karena jika sekarang saja Anda tidak mampu, bagaimana nanti?
6. Membayar tagihan kartu kredit dengan kartu kredit lainnya
Inilah ciri khas lain orang yang besar pasak daripada tiang. Anda selalu mencari kartu kredit baru untuk memindahkan tagihan dari kartu kredit yang lama. Menurut Erin Baehr, perencana keuangan di Stroudsburg, Pa, jika Anda menumpuk utang dalam kartu kredit yang menerapkan bunga tinggi, memindahkan tagihan kartu yang satu ke kartu lain yang bunganya lebih rendah memang akan menguntungkan. Tetapi kalau Anda mentransfer tagihan ke kartu lain yang bunganya tinggi untuk meningkatkan limit kartu kredit, itu bukanlah keputusan yang bijak.
7. Sebelum membeli sesuatu Anda sering berpikir, “Saya tahu, tidak seharusnya saya membelinya, tapi....”
“Saya sudah bekerja keras, jadi saya berhak atas TV layar datar ini,” atau, “Pekerjaan saya berat, jadi saya butuh liburan untuk kesehatan mental saya,” begitu kata Anda. Kedengarannya familiar, bukan? Seringkali kita mencari alasan atau pembenaran untuk memperoleh sesuatu yang nilainya jauh di atas kemampuan kita membelinya. Boleh percaya boleh tidak, menurut Baehr, kata-kata seperti ini justru sering datang dari orang yang kesulitan keuangan. Kalau Anda stabil secara finansial, biasanya Anda tidak akan mengungkapkan demikian.
Jangan Salah Tempat Mengalokasikan Uang
Kesalahan mengalokasikan dana umumnya terdapat pada tabungan. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan untuk simpanan hari tua juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesalahan umum lainnya adalah membayar polis asuransi namun tak memahami tujuannya. Alhasil uang yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk investasi yang lebih menguntungkan, mengalir ke dana asuransi yang tak jelas tujuan finansialnya.
Saat bincang-bincang peluncuran buku keduanya berjudul Make It Happen!, Prita mengatakan menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Perempuan yang tak hentinya mengedukasi pentingnya investasi ini juga mengungkapkan 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi.
Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial.Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit.
"Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang," sarannya.
Saat bincang-bincang peluncuran buku keduanya berjudul Make It Happen!, Prita mengatakan menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Perempuan yang tak hentinya mengedukasi pentingnya investasi ini juga mengungkapkan 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi.
Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial.Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit.
"Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang," sarannya.
Sulit Menabung? Mungkin Ini Sebabnya
Menabung pangkal kaya, ungkapan ini mungkin sudah sering kali kita dengar. Tapi mengapa kita kerap kesulitan untuk melakukannya? Sebelum penyesalan datang, ada baiknya segera diperbaiki.
1. “Gimana mau nabung, gajinya saja pas-pasan”
Uang enggak pernah cukup menjadi alasan klasik yang dipakai banyak orang untuk tidak menabung. Benar enggak sih tiap bulan kita selalu kehabisan uang? Apa iya gaji kita kekecilan? Menurut pakar keuangan, seberapa banyak pun uang yang kita miliki tetap saja kita akan lebih senang untuk menghabiskannya daripada ditabung.
Do: Berkomitmenlah untuk menghilangkan sebanyak mungkin kebocoran-kebocoran yang Anda bisa. Anda akan terkejut melihat betapa banyaknya uang tambahan yang Anda miliki dalam anggaran.
2. “Uangnya sudah habis buat bayar tagihan”
Aturan pertama dalam menyelamatkan uang Anda adalah "membayar" diri Anda terlebih dulu sebelum melakukan hal-hal lain. Sayangnya, aturan ini seringkali dilanggar. Begitu menerima gaji, kita akan sibuk di depan ATM untuk membayar ini-itu, sehingga gaji pun lenyap tanpa bekas. Ketika mau menabung, kita baru sadar bahwa tidak ada yang tersisa.
Do: Cara terbaik adalah membuat proses penyisihan uang secara otomatis. Pergilah ke bank dan buat instruksi debit otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening tabungan atau investasi yang dimaksud. Untuk pemula, jumlahnya cukup 5 persen dari penghasilan rutin, kemudian setiap 6 bulan lakukan peningkatan presentase hingga mencapai target 30 persen. Bila ada penghasilan tambahan, gunakan uang tersebut untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki.
3. “Ke bank? Mana sempat?”
Baru membayangkan mesti antre di bank untuk menabung yang hanya beberapa ratus ribu saja sudah bikin malas, apalagi kalau beneran itu yang terjadi. Anda merasa usaha yang dikeluarkan lebih besar daripada jumlah uang yang akan ditabung. Daripada waktu habis untuk antre di bank, Anda lebih suka memanfaatkannya untuk hal lain.
Do: Anda tidak harus pergi ke bank setiap akan menabung. Cukup manfaatkan fasilitas yang disediakan bank, misalnya auto debet, setoran tunai yang ada di mal-mal, internet banking, dan sebagainya.
4. “Enggak ada uang nganggur”
Niat menabung sih ada, tapi apa daya, gaji tiap bulan selalu untuk membayar kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari transportasi, makan, telepon, listrik, belum lagi belanja bulanan. Yang menjengkelkan, setiap tahun harga barang-barang selalu naik, sehingga semakin kecil lah kemungkinan ada uang sisa.
Do: Kita memang tidak bisa mengendalikan harga barang. Namun, kita bisa mengendalikan pengeluaran dan pemakaian. Mulailah dengan mengganti produk elektronik dengan yang hemat energi. Lalu, bijaklah dalam berbelanja. Manfaatkan juga potongan-potongan harga yang biasa ditawarkan oleh supermarket dan pusat perbelanjaan lainnya. Selain itu, jangan malu untuk mengambil penawaran-penawaran menarik yang bisa menghemat kantong, seperti dari provider telepon, tv kabel, dan sebagainya.
5. "Menyia-nyiakan waktu senggang"
Setiap orang tentu butuh waktu untuk rileks dan me-recharge energi di rumah, tapi apakah kita memang perlu menghabiskan waktu 5 jam di depan televisi atau menonton video berjam-jam setiap hari? Padahal Anda bisa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bisa menghasilkan uang.
Do: Cobalah mengubah mindset Anda dari konsumen menjadi kreator atau produsen. Ya, Anda bisa memanfaatkan waktu senggang dengan melakukan kegiatan yang Anda senangi dan menghasilkan uang. Misalnya saja, bila senang fashion dan tidak bisa lepas dari internet, Anda bisa membuat butik online, blog, dan sebagainya.
1. “Gimana mau nabung, gajinya saja pas-pasan”
Uang enggak pernah cukup menjadi alasan klasik yang dipakai banyak orang untuk tidak menabung. Benar enggak sih tiap bulan kita selalu kehabisan uang? Apa iya gaji kita kekecilan? Menurut pakar keuangan, seberapa banyak pun uang yang kita miliki tetap saja kita akan lebih senang untuk menghabiskannya daripada ditabung.
Do: Berkomitmenlah untuk menghilangkan sebanyak mungkin kebocoran-kebocoran yang Anda bisa. Anda akan terkejut melihat betapa banyaknya uang tambahan yang Anda miliki dalam anggaran.
2. “Uangnya sudah habis buat bayar tagihan”
Aturan pertama dalam menyelamatkan uang Anda adalah "membayar" diri Anda terlebih dulu sebelum melakukan hal-hal lain. Sayangnya, aturan ini seringkali dilanggar. Begitu menerima gaji, kita akan sibuk di depan ATM untuk membayar ini-itu, sehingga gaji pun lenyap tanpa bekas. Ketika mau menabung, kita baru sadar bahwa tidak ada yang tersisa.
Do: Cara terbaik adalah membuat proses penyisihan uang secara otomatis. Pergilah ke bank dan buat instruksi debit otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening tabungan atau investasi yang dimaksud. Untuk pemula, jumlahnya cukup 5 persen dari penghasilan rutin, kemudian setiap 6 bulan lakukan peningkatan presentase hingga mencapai target 30 persen. Bila ada penghasilan tambahan, gunakan uang tersebut untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki.
3. “Ke bank? Mana sempat?”
Baru membayangkan mesti antre di bank untuk menabung yang hanya beberapa ratus ribu saja sudah bikin malas, apalagi kalau beneran itu yang terjadi. Anda merasa usaha yang dikeluarkan lebih besar daripada jumlah uang yang akan ditabung. Daripada waktu habis untuk antre di bank, Anda lebih suka memanfaatkannya untuk hal lain.
Do: Anda tidak harus pergi ke bank setiap akan menabung. Cukup manfaatkan fasilitas yang disediakan bank, misalnya auto debet, setoran tunai yang ada di mal-mal, internet banking, dan sebagainya.
4. “Enggak ada uang nganggur”
Niat menabung sih ada, tapi apa daya, gaji tiap bulan selalu untuk membayar kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari transportasi, makan, telepon, listrik, belum lagi belanja bulanan. Yang menjengkelkan, setiap tahun harga barang-barang selalu naik, sehingga semakin kecil lah kemungkinan ada uang sisa.
Do: Kita memang tidak bisa mengendalikan harga barang. Namun, kita bisa mengendalikan pengeluaran dan pemakaian. Mulailah dengan mengganti produk elektronik dengan yang hemat energi. Lalu, bijaklah dalam berbelanja. Manfaatkan juga potongan-potongan harga yang biasa ditawarkan oleh supermarket dan pusat perbelanjaan lainnya. Selain itu, jangan malu untuk mengambil penawaran-penawaran menarik yang bisa menghemat kantong, seperti dari provider telepon, tv kabel, dan sebagainya.
5. "Menyia-nyiakan waktu senggang"
Setiap orang tentu butuh waktu untuk rileks dan me-recharge energi di rumah, tapi apakah kita memang perlu menghabiskan waktu 5 jam di depan televisi atau menonton video berjam-jam setiap hari? Padahal Anda bisa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bisa menghasilkan uang.
Do: Cobalah mengubah mindset Anda dari konsumen menjadi kreator atau produsen. Ya, Anda bisa memanfaatkan waktu senggang dengan melakukan kegiatan yang Anda senangi dan menghasilkan uang. Misalnya saja, bila senang fashion dan tidak bisa lepas dari internet, Anda bisa membuat butik online, blog, dan sebagainya.
Jumat, 24 Mei 2013
Mengakhiri Karir di Tempat Baru
Beberapa di antara Anda mungkin pernah merasakan ini: berhasil diterima di suatu perusahaan, masuk kerja, beberapa hari menyesuaikan diri, lalu timbul sebuah perasaan salah. Salah memilih tempat kerja, salah profesi, dan perasaan-perasaan salah lain. Mengundurkan diri bisa jadi pilihan baik. Namun, hati-hati dalam mengambil keputusan ini. Simak artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah bijak dalam mengakhiri karir di tempat baru.
Beritahu atasan secara langsung
Berstatus sebagai karyawan baru tak berarti bisa memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan lebih mudah dibandingkan karyawan lain yang telah lebih lama bekerja. Sampaikan keinginan pengunduran diri Anda secara terbuka kepada atasan. Tidak melalui telepon, tidak melalui surat, apalagi melalui jalan pintas dengan menghilang begitu saja tanpa kabar.
Berikan alasan secara jujur
Memberi alasan tidak jujur untuk menghindari pertanyaan dari atasan mungkin bisa menyelamatkan diri Anda. Namun, hal ini tetaplah tidak baik karena bisa menjadi kebiasaan. Jadi, lebih baik ungkapkan alasan jujur, seperti "Bila saya bertahan di sini, baik saya maupun Ibu/Bapak tidak akan merasa nyaman." Manajemen yang baik justru akan menjadikan alasan Anda sebagai masukan agar kenyamanan pekerja ditingkatkan sehingga karyawan-karyawan yang ada bisa bertahan bekerja lebih lama.
Bertanggung jawab
Singkatnya masa kerja dan pengunduran diri yang tiba-tiba tentu tak membuat manajemen perusahaan dapat sesegera mungkin menyiapkan pengganti untuk posisi Anda. Maka dari itu, tawarkan niat baik untuk bertahan di tempat kerja sekarang hingga pihak manajemen menemukan pengganti Anda. Usaha ini terdengar sederhana namun akan dihargai oleh perusahaan.
Lebih berhati-hati
Jadikan pengalaman mengundurkan diri dengan cepat sebuah pelajaran agar di lain waktu Anda berpikir lebih cermat dalam memilih tempat dan lingkungan kerja yang diinginkan. Ingatlah, keputusan mengundurkan diri dengan cepat tak hanya akan mempertaruhkan nama baik Anda namun juga merugikan perusahaan.
Beritahu atasan secara langsung
Berstatus sebagai karyawan baru tak berarti bisa memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan lebih mudah dibandingkan karyawan lain yang telah lebih lama bekerja. Sampaikan keinginan pengunduran diri Anda secara terbuka kepada atasan. Tidak melalui telepon, tidak melalui surat, apalagi melalui jalan pintas dengan menghilang begitu saja tanpa kabar.
Berikan alasan secara jujur
Memberi alasan tidak jujur untuk menghindari pertanyaan dari atasan mungkin bisa menyelamatkan diri Anda. Namun, hal ini tetaplah tidak baik karena bisa menjadi kebiasaan. Jadi, lebih baik ungkapkan alasan jujur, seperti "Bila saya bertahan di sini, baik saya maupun Ibu/Bapak tidak akan merasa nyaman." Manajemen yang baik justru akan menjadikan alasan Anda sebagai masukan agar kenyamanan pekerja ditingkatkan sehingga karyawan-karyawan yang ada bisa bertahan bekerja lebih lama.
Bertanggung jawab
Singkatnya masa kerja dan pengunduran diri yang tiba-tiba tentu tak membuat manajemen perusahaan dapat sesegera mungkin menyiapkan pengganti untuk posisi Anda. Maka dari itu, tawarkan niat baik untuk bertahan di tempat kerja sekarang hingga pihak manajemen menemukan pengganti Anda. Usaha ini terdengar sederhana namun akan dihargai oleh perusahaan.
Lebih berhati-hati
Jadikan pengalaman mengundurkan diri dengan cepat sebuah pelajaran agar di lain waktu Anda berpikir lebih cermat dalam memilih tempat dan lingkungan kerja yang diinginkan. Ingatlah, keputusan mengundurkan diri dengan cepat tak hanya akan mempertaruhkan nama baik Anda namun juga merugikan perusahaan.
Mengatasi Stres Saat Bekerja
Mengalami stres saat bekerja adalah hal yang wajar. Namun, membiarkan perasaan tertekan ini berlangsung pada diri Anda tidaklah berdampak baik, untuk kesehatan maupun untuk masa depan karir Anda. Solusi untuk mengatasi stres adalah bukan pada di mana atau dengan siapa Anda bekerja, namun bagaimana pengendalian Anda pada emosi dan stres itu sendiri. Berikut langkah-langkahnya.
Menyadari rasa stres
Salah satu langkah ampuh menghadapi stres adalah dengan mengetahui apa sebab stres Anda dan bagaimana langkah penanggulangannya. Tanyakan pada diri Anda, apa saja hal yang memicu rasa kesal Anda saat bekerja? Dan, langkah apa yang cukup ampuh meredakan kekesalan itu? Bila faktor pemicu kemarahan masih sulit Anda dapatkan, ingatlah apa saja hal yang kerap Anda hindari saat bekerja. Umumnya, menghindar adalah salah satu cara seseorang menjauh dari sesuatu yang tidak disukainya.
Menjaga kesehatan
Kemampuan mengendalikan emosi tak lepas dari kualitas kesehatan yang baik. Maka dari itu, lakukan hal-hal kecil yang sangat mempengaruhi kesehatan Anda, yaitu istirahat cukup, mengontrol konsumsi makanan yang mengandung banyak gula, dan berolahraga. Tak perlu merasa terbebani dengan keharusan berolahraga. Karena, berjalan santai di pagi hari juga termasuk dalam usaha Anda menjadikan tubuh lebih bugar.
Mengontrol emosi
Orang yang memiliki gaya hidup sehat akan cenderung lebih mudah mengontrol emosi dan menjauhi amarah. Kontrol emosi Anda saat bekerja dan di tempat kerja, tarik nafas lebih dalam dan hembuskan secara teratur setiap emosi Anda terpicu dan amarah mulai Anda rasakan.
Lebih fokus pada pekerjaan
Terkadang, stres saat bekerja justru dipicu oleh hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan kehidupan kantor Anda. Maka, saat bekerja, usahakan untuk tetap fokus pada kewajiban-kewajiban Anda di tempat kerja dan hindari mencampur adukkan permasalahan rumah dengan kantor dan sebaliknya.
Lebih banyak bersosialisasi
Buka mata dan telinga lebih lebar. Bisa jadi, ada banyak personel di kantor Anda yang ternyata memiliki kesamaan pemikiran sehingga dapat dijadikan teman berbagi rasa, yang tak terbatas hanya pada persoalan di tempat kerja. Dengan membuka diri dan memperluas pergaulan di tempat kerja, Anda memperkecil kemungkinan rasa stres menghampiri karena rutinitas kerja yang membosankan.
Manajemen Waktu untuk Orang Tua yang Bekerja
Para orang tua yang juga memiliki kesibukan di luar rumah sebagai pekerja kantoran selalu memiliki masalah yang sama: waktu. Karena, pada prakteknya, membagi waktu untuk peran sebagai pekerja kantor dan sebagai orang tua tidaklah mudah. Bagi Anda yang memilih tidak merekrut asisten rumah tangga, ada beberapa trik untuk efisiensi waktu dalam menjalankan tugas rumah dengan baik dan memastikan tak ada satu pun yang terbengkalai.
1. Belanja bulanan sekali saja
Kesibukan dan pikiran yang terbagi antara kantor dan rumah terkadang membuat Anda lalai memperkirakan jenis barang dan kuantitas yang dibutuhkan saat belanja di awal bulan. Akhirnya, di tengah dan akhir bulan Anda kembali menyisihkan waktu untuk belanja kebutuhan anak yang habis diluar perkiraan. Maka, sebelum berbelanja bulanan, perkirakan dengan pasti jenis dan jumlah barang yang akan dibeli. Selalu lebih baik lebih banyak dari pada kurang.
2. Pilih masakan yang praktis
Memasak adalah salah satu kegiatan rumah yang paling menyita waktu. Karena itu, pilihlah menu masakan yang praktis bagi Anda, misalnya jenis masakan dengan bumbu instan yang mudah ditemui di mini market terdekat. Sediakan pula masakan instan yang penyajiannya hanya perlu dihangatkan atau diseduh oleh anak Anda. Namun, ingatlah untuk tidak sering menyajikan masakan sejenis ini karena tidak sehat. Sajikan sekali dalam seminggu saja.
3. Ajari anak kemandirian
Bila anak telah dapat memahami tugas dan tanggung jawab, ajari mereka untuk melakukan beberapa hal tanpa bantuan orang tuanya. Pantau mereka di awal kemandirian ini diajarkan karena butuh waktu bagi anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Perlahan, kemandirian anak akan mengurangi waktu yang tersita untuk tugas Anda di rumah.
4. Temukan teman sesama orang tua
Tak ada yang lebih mengerti selain mereka yang mengalami hal serupa dengan yang Anda alami. Jalin komunikasi dengan tetangga sekitar rumah, terutama yang memiliki dua peran seperti Anda. Jangan ragu untuk saling berbagi pengalaman agar Anda tak merasa sendirian menghadapi keadaan ini. Jangan lupa juga untuk saling membantu bila dibutuhkan, terutama menyangkut urusan anak-anak Anda. Selain untuk membentuk keakraban, saling membantu juga salah satu bentuk efisiensi waktu.
1. Belanja bulanan sekali saja
Kesibukan dan pikiran yang terbagi antara kantor dan rumah terkadang membuat Anda lalai memperkirakan jenis barang dan kuantitas yang dibutuhkan saat belanja di awal bulan. Akhirnya, di tengah dan akhir bulan Anda kembali menyisihkan waktu untuk belanja kebutuhan anak yang habis diluar perkiraan. Maka, sebelum berbelanja bulanan, perkirakan dengan pasti jenis dan jumlah barang yang akan dibeli. Selalu lebih baik lebih banyak dari pada kurang.
2. Pilih masakan yang praktis
Memasak adalah salah satu kegiatan rumah yang paling menyita waktu. Karena itu, pilihlah menu masakan yang praktis bagi Anda, misalnya jenis masakan dengan bumbu instan yang mudah ditemui di mini market terdekat. Sediakan pula masakan instan yang penyajiannya hanya perlu dihangatkan atau diseduh oleh anak Anda. Namun, ingatlah untuk tidak sering menyajikan masakan sejenis ini karena tidak sehat. Sajikan sekali dalam seminggu saja.
3. Ajari anak kemandirian
Bila anak telah dapat memahami tugas dan tanggung jawab, ajari mereka untuk melakukan beberapa hal tanpa bantuan orang tuanya. Pantau mereka di awal kemandirian ini diajarkan karena butuh waktu bagi anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Perlahan, kemandirian anak akan mengurangi waktu yang tersita untuk tugas Anda di rumah.
4. Temukan teman sesama orang tua
Tak ada yang lebih mengerti selain mereka yang mengalami hal serupa dengan yang Anda alami. Jalin komunikasi dengan tetangga sekitar rumah, terutama yang memiliki dua peran seperti Anda. Jangan ragu untuk saling berbagi pengalaman agar Anda tak merasa sendirian menghadapi keadaan ini. Jangan lupa juga untuk saling membantu bila dibutuhkan, terutama menyangkut urusan anak-anak Anda. Selain untuk membentuk keakraban, saling membantu juga salah satu bentuk efisiensi waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)