Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Mulai pengalaman Kerja pada Masa Kuliah

Dalam beberapa tahun terakhir sering sekali digelar job fair, terutama di kota-kota besar. Setiap kali ada job fair hampir bisa dipastikan akan selalu penuh sesak, terutama oleh para sarjana. Sering diadakannya job fair bukan berarti lowongan pekerjaan di Indonesia sangat banyak, melainkan karena ketidakcocokan antara yang dicari oleh para perusahaan dengan sarjana-sarjana yang datang mencari. Mayoritas para sarjana tersebut hanya membawa gelar dan ijazah serta indeks prestasi (IP) di atas 3 saja, tanpa ada hal lain lagi.

Banyak yang menganggap bahwa kuliah dan bekerja tidak bisa dilakukan dalam satu periode waktu yang sama. Namun sebenarnya jika diatur dan direncanakan dengan benar maka dua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan sama baiknya. Tetapi kuliah sambil bekerja di sini bukan dengan niatan untuk dapat uang, melainkan lebih ke arah mencari pengalaman. Caranya adalah dengan bekerja sebagai apprentice. Datanglah ke sebuah perusahaan dan katakan, “Pak, saya punya waktu luang 4 sampai 5 jam per hari. Boleh tidak saya bekerja sebagai apprentice di sini”. Namun jangan datang ke sembarang tempat, tetapi datanglah ke perusahaan yang Anda kagumi (baca: keren). Sedangkan apprentice di sini artinya bekerja tanpa meminta imbalan berupa gaji. Memang tidak semua perusahaan akan mengatakan “iya”, namun tidak semuanya juga akan mengatakan “tidak”. Intinya datang ke perusahaan yang “memberi” Anda banyak ruang untuk belajar dan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru

Saat bekerja sebagai apprentice Anda memang tidak akan mendapatkan imbalan berupa gaji yang berarti, atau bahkan tidak sama sekali. Namun pengalaman serta ilmu yang Anda dapatkan saat bekerja sebagai apprentice pasti akan sangat berguna setelah lulus kuliah. Jika yang lain masih harus “belajar” bekerja setelah lulus, Anda sudah tidak perlu lagi karena sudah menyelesaikan “mata kuliah” tersebut dengan bekerja sebagai apprentice. Bahkan jika bekerja dengan bagus dan memuaskan, Anda mungkin tidak perlu lagi repot-repot untuk melamar kerja setelah lulus. Perusahaan tempat bekerja sebagai apprentice tersebut mungkin akan menjadikan Anda karyawan tetap mereka karena sudah mengetahui kredibilitas dan hasil kerjanya. Kalau pun tidak, pengalaman bekerja sebagai apprentice di perusahaan “keren” tersebut dapat Anda tuliskan dalam resume saat hendak melamar pekerjaan yang tentunya akan menjadi nilai lebih dibanding pelamar lain.

Bekerja sebagai apprentice bukanlah hal yang aneh atau bahkan wajib untuk dilakukan oleh para mahasiswa yang kuliah di negera-negara maju. Banyak sekali orang yang bekerja sebagai apprentice di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Apple, dan yang lainnya. Mayoritas dari mereka boleh dibilang tidak dibayar sama sekali, karena memang bukan uang yang ingin didapatkan. Pengalaman dan ilmu-ilmu baru menurut mereka lebih penting dicari dan didapatkan saat masih menjadi mahasiswa. Dengan bekal itu mereka sudah benar-benar siap untuk bekerja secara profesional atau bisa juga sebagai acuan untuk membuat bisnis sendiri setelah lulus.

Kamis, 24 April 2014

Resign dari Pekerjaan, Pastikan Alasannya Tepat

Bekerja memang menjadi salah satu aktivitas untuk mendapatkan uang, demi menjalani kehidupan. Sangat manusiawi, jika para pekerja membutuhkan tempat kerja yang dapat membuat mereka nyaman.

Banyak orang tidak puas dengan pekerjaan mereka karena berbagai alasan: gaji kecil, jobdesk tidak jelas, keterampilan stagnan, minat untuk bekerja berkurang, dan sebagainya.

Jangan gegabah saat memutuskan ingin berhenti dari pekerjaan. Anda harus benar-benar punya satu alasan yang baik untuk keluar dari pekerjaan Anda, yakni untuk tujuan kehidupan yang lebih baik.

Namun, jika Anda merasa kurang nyaman bekerja di tempat Anda sekarang, ada baiknya untuk memikirkan tempat kerja baru.

Meski kenyamanan tersebut berbeda persepsi dari masing-masing pekerja, namun ada 12 tanda-tanda umum yang merupakan sinyal, Anda harus mengundurkan diri dan mencari tempat kerja baru.

1. Atasan Anda ternyata gemar mem-bully stafnyaIni perlu diwaspadai karena bisa jadi sebenarnya atasan Anda tidak menyukai kehadiran Anda. Bisa jadi, Anda akan dilecehkan olehnya.

2. Rekan sekerja yang juga gemar mem-bully
Bekerja dengan rekan sekerja yang suka mem-bully memang tidak menyenangkan. Kalau dibiarkan, bisa jadi akan timbul masalah pribadi yang nantinya akan berpengaruh terhadap kinerja Anda.

3. Rekan kerja terlalu ambisius
Penah mengalami rekan kerja ingin menonjol sendirian? Tidak mau bekerja dalam tim? Atau merasa apa yang Anda kerjakan diakui merupakan pekerjaanya? Apalagi jika ia terlalu ambisius untuk menggunakan beragam cara demi menduduki posisi tertentu. Lebih baik, segera rapikan perlengkapan Anda di kantor dan segera pindah kerja.

4. Bekerja keras sendirian
Jika Anda merasa bekerja sendirian dalam tim sementara atasan dan rekan-rekan kerja Anda dalam satu tim hanya bersantai. Lebih baik Anda cepat-cepat angkat kaki dari kantor.

5. Rekan sekantor memiliki kebiasaan buruk
Memiliki rekan kerja dengan kebiasaan buruk akan mengganggu pekerjaan Anda. Apalagi jika atasan Anda seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Jadi, tunggu apa lagi untuk segera pindah kerja.

6. Orang-orang di kantor saling melempar kesalahan
Dalam melakukan pekerjaan, tanggung jawab merupakan hal yang penting. Namun tidak jarang, banyak pekerja yang merasakan rekan-rekannya saling tuding atas sebuah kesalahan. Mereka sepertinya tidak mau disalahkan. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk melamar ke kantor lainnya.

7. Atasan Anda tidak bisa bersikap tegas
Sebagai atasan, ketegasan sangat diperlukan untuk menjaga timnya. Namun jika Anda menemui atasan yang tidak dapat bertindak tegas atas kesemrawutan di dalam kantor, jangan tunda lagi untuk mencoba peruntungan di tempat lain.

8. Atasan Anda tidak adil dan pilih kasih
Anda merasa sudah bekerja dengan sebaik-baiknya, namun rekan Anda yang santai malah diberikan penghargaan oleh atasan. Mungkin jika di tempat lain, Anda akan lebih dihargai.

9. Peraturan yang selalu berubah dan membingungkan
Dalam menjalankan pekerjaan, perlu aturan yang tegas. Namun, jika di tempat kerja Anda saat ini sistem yang berjalan berdasarkan aturan yang tidak tegas dan membingungkan, daripada Anda dibuat pusing dan tidak berkembang, lebih bijaksana untuk mencari tempat baru.

10. Tidak ada yang memberikan Anda pelatihan
Sebagai seorang yang baru, tentu Anda membutuhkan bimbingan atau pelatihan dari rekan-rekan. Setidaknya ada rekan kerja Anda yang memberikan arahan untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Namun jika tidak ada, Anda mungkin akan banyak terkena imbas dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan tim. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat surat lamaran baru.

11. Tidak ada penghargaan yang jelas
Sebagai pekerja, tentunya Anda ingin melakukan yang terbaik. Dan tentu saja harapannya, perusahaan akan memberikan perhatian dengan reward. Jika hal tersebut tidak Anda dapatkan bertahun-tahun selama bekerja, mungkin di tempat lain Anda akan menerimanya.

12. Atasan Anda tidak pernah memberikan arahan yang jelas
Secara hierarki atasan Anda berhak memerintahkan Anda untuk melakukan sebuah pekerjaan yang memang Anda kuasai. Namun, jika arahan tersebut selalu tidak jelas dan membingungkan, Anda pasti akan menjadi "sasaran tembak" jika ada kesalahan yang terjadi. Daripada Anda stress di tempat kerja Anda, lebih baik mencoba untuk melamar ke tempat baru.

13. Gaji Kecil
Berhenti dari pekerjaan tidak akan membuat hidup Anda lebih baik, terutama jika masa kerja Anda belum begitu lama.

Perusahaan hanya akan membayar tinggi jika Anda memiliki pengalaman kerja yang lama dan bagus di perusahaan sebelumnya. Nilai "jual" Anda juga bisa turun, jika saat melamar pekerjaan posisi Anda sedang menganggur.

Solusi terbaik adalah dengan menegosiasikan kenaikan gaji Anda kepada perusahaan. Atau, berusahalah mencari pekerjaan baru yang lebih baik sebelum Anda mengundurkan diri.

14. Tidak Dihargai
Apakah perusahaan menyediakan promosi, kenaikan gaji, atau reward lainnya untuk karyawan berprestasi? Berhenti dari pekerjaan hanya karena perusahaan tidak memenuhi hal-hal di atas, sama sekali tidak akan memperbaiki kualitas hidup Anda.

Solusinya, mintalah apa yang Anda inginkan kepada atasan. Bos Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda merasa tidak dihargai.

15. Tidak Lagi Menikmati Pekerjaan
Apa sebenarnya yang membuat Anda tidak bisa lagi menikmati pekerjaan? Cari tahu dulu penyebabnya dan hal apa sebenarnya yang bisa membuat Anda bergairah dalam bekerja. Bisa saja, saat ini Anda sedang bosan saja.

Cobalah untuk belajar menyukai pekerjaan Anda sambil terus mencari alternatif sesuatu atau tempat kerja lain yang lebih menyenangkan. Atau, cari kegiatan di sela-sela pekerjaan yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari kejenuhan.

16. Tidak Cocok Lagi dengan Lingkungan Perusahaan (Atasan, Rekan Kerja, dan Budaya) Sebelum memutuskan berhenti, cobalah membangun hubungan di luar pekerjaan dan lihat apakah cocok bagi Anda. Bersamaan dengan itu, usahakan untuk membuat perubahan di tempat Anda bekerja agar atmosfer atau kebijakannya "bergerak" sesuai dengan yang Anda inginkan.

17. Perbedaan Nilai Moral Jika atasan terlibat dalam perilaku yang tidak baik (tidak harus ilegal tetapi katakanlah tidak kompetitif atau kolaboratif), Anda harus memutuskan, apakah nilai itu sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Anda.

18. Ketidakseimbangan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Pertama-tama, bagaimana Anda mendefinisikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi? Apakah keduanya mampu berkesinambungan? Sederhananya, apakah di akhir pekan Anda mampu lepas dari email dan telepon yang berhubungan dengan pekerjaan?

Kedua, tentukan langkah ideal selanjutnya, baik secara profesional maupun pribadi? Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak puas dengan situasi saat ini. Sebelum berhenti, tanyakan pada diri, apakah alasan ketidakpuasan Anda akan benar-benar sembuh setelah keluar dari pekerjaan?

Alasan terbaik untuk berhenti dari pekerjaan Anda adalah untuk memperbaiki situasi kehidupan Anda, secara pribadi maupun profesional. Fokus pada bagaimana meningkatkan situasi keseluruhan, bukan pada "berhenti" atau "tidak berhenti".

Sabtu, 10 Agustus 2013

Lowongan Kerja - Area Manager Marketing

PT Dipa Pharmalab Intersains - Div EsColab

Requirements Area Manager Marketing:
  • Pria/ Wanita
  • Pendidikan minimal SMA
  • Usia maksimal 35 tahun
  • Berpengalaman minimal 2 tahun menjadi area manager medical representative atau 2 tahun sebagai as di perusahaan farmasi ethical
  • Jujur dan bertanggung jawab
  • Mau di tempatkan di seluruh indonesia

Email :
recruitment.escolab@dipa.co.id

Lowongan Kerja - Business Development Manager

PT Lawsim Zecha

Requirements Business Development Manager:
  • Pria / Wanita
  • Usia minimal 25 tahun
  • Lulusan minimal S1
  • Fak Farmasi / Kimia / Manajemen Pemasaran
  • Bahasa Inggris Aktif (lebih diutamakan bahasa Mandarin)
  • Pengalaman dibidangnya minimal 2 tahun
  • Memiliki SIM A
Please attach your Application, CV, latest photo in MS WORD format (attachment) and put BDM in subject to:

hrd@lawsim.com

Merencanakan Keuangan untuk Perubahan Karier

Ketika hendak memutuskan untuk mencoba sebuah tantangan baru yang telah lama kita dambakan: membuka butik, menjadi konsultan spa, mengejar gelar master di bidangmarketing communication, lagi-lagi keraguan menghadang, “Siapkah saya?”

Setiap perubahan membutuhkan “harga” tersendiri. Salah satu yang paling menakutkan adalah masalah keuangan. Karenanya, sebelum memutuskan untuk banting stir dari pegawai kantoran menjadi wirausaha, menurut financologist Alviko Ibnugroho, Anda perlu merencanakan finansial yang matang. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

Apakah ada kenaikan penghasilan dengan Anda membuka usaha?
Karena kenaikan penghasilan biasanya diikuti oleh kenaikan harga-harga kebutuhan lain yang berdampak pada makin besarnya pengeluaran walaupun kebutuhan kita tetap.

Apakah ada penghasilan tambahan di luar usaha tersebut?
Penghasilan yang dimaksud adalah hasil investasi yang telah ditanamkan beberapa tahun sebelumnya. Pendapatan tambahan ini sangat membantu kestabilan keuangan kita.

Bagaimana kondisi perekonomian negara kita?
Untuk itu, Anda harus aktif mengikuti perkembangan ekonomi makro dari berbagai media. Poin terpenting dalam hal ini adalah bagaimana tingkat investasi kita bisa selalu di atas rata-rata tingkat inflasi yang ada.

Apakah antisipasi risiko bila terjadi kegagalan investasi atau usaha?
Antisipasi ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi investasi yang tersedia di pasar keuangan. Untuk itu Anda perlu memilih jenis investasi yang memiliki prospek cerah di tahun tersebut.

Bagaimana mengantisipasi risiko tak terduga?
Risiko tak terduga bisa berupa risiko sesaat (misalnya sakit atau kehilangan penghasilan) maupun risiko jangka panjang (misalnya cacat tetap atau kematian). Semua ini hanya bisa diantisipasi dengan melakukan manajemen risiko melalui persiapan dana darurat dan asuransi.

Hal-hal lain yang perlu perhatian khusus untuk dipertimbangkan adalah:

1. Tentukan jenis usaha Anda dan kalkulasikan semua biaya untuk memulainya. Perhitungkan biaya pendirian usaha, mulai dari pembuatan akta, sewa kantor, biaya renovasi, dan lain-lain.

2. Identifikasi permasalahan keuangan yang muncul, termasuk biaya pendidikan anak, pajak, penyakit parah, dan lainnya, yang dapat menjadi masalah di masa yang akan datang.

3. Tentukan asumsi yang dipakai dalam merencanakan keuangan, seperti tingkat inflasi rata-rata, bunga dan hasil investasi yang diinginkan secara rata-rata, atau risiko yang dapat Anda tanggung.

4. Pertimbangkan kebutuhan keuangan khusus, seperti perencanaan masa pensiun. Lakukan analisis keuangan yang dibutuhkan di masa depan sesuai dengan kebutuhan tersebut yang meliputi:
-Berapa biaya akan kebutuhan tersebut saat ini?
-Berapa proyeksinya di masa yang akan datang?
-Kapan biaya tersebut dibutuhkan?
-Sudah tersediakah dana tersebut sekarang?
-Apabila belum, berapa besar cicilan investasi yang harus dimulai sekarang?

5. Siapkan dana kebutuhan hidup setahun. Jika Anda ingin alih profesi, mulailah untuk mengatur alur kas keuangan Anda minimal setahun ke depan (termasuk cicilan rumah, mobil, belanja bulanan, dll). Kalau sebelumnya Anda dan suami bekerja, asumsikan jika Anda bisa hidup dari satu penghasilan dan pangkas pengeluaran yang tak perlu
untuk tabungan.

6. Benahi utang Anda. Usahakan segera melunasi utang-utang Anda di bank agar dapat memperoleh kredibilitas jika Anda mengajukan pinjaman usaha ke bank.

7. Pertahankan pekerjaan Anda. Sebelum Anda yakin mampu menghidupi kebutuhan keluarga dari pekerjaan baru Anda, jangan dulu berhenti dari pekerjaan lama Anda. Lakukan dulu sebagai usaha sampingan, sampai Anda mendapat penghasilan tetap dan lebih baik.

8. Buatlah rencana cadangan. Sebelum terjun menjalankan rencana A, pastikan Anda memiliki rencana B sebagai cadangan. Kesuksesan Anda di bidang pekerjaan yang baru sangat tergantung pada kondisi ekonomi dan 'kesehatan' industri yang Anda pilih. Bersiaplah bahwa tidak selamanya kenyataan yang ada sesuai dengan harapan Anda.

Intinya, keputusan untuk memulai karier kedua merupakan langkah tepat yang dapat mengantarkan hidup Anda lebih baik dan berharga. Karena itu mulailah melakukan perencanaan dari sekarang. Kata orang bijak : Planning or nothing.

Yakinkah Untuk Resign?

Perhatikan hal-hal berikut sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk keluar dari tempat kerja Anda. Siapa tahu setelah membaca artikel ini, Anda akan mempertimbangkannya kembali.

Sesuaikah dengan Prioritas?
Yang dimaksud di sini adalah maksud dan tujuan Anda memilih sebuah tempat sebagai tempat bekerja. Mungkin saja tujuan Anda terkesan janggal, seperti semata mencari teman baru atau karena bosnya baik hati. Ya, memang terkadang sebuah tempat kerja akan menawarkan keistimewaan tersendiri yang tidak ditawarkan di tempat lain. Jika prioritas tersebut sudah terpenuhi, hal-hal lainnya—seperti manajemen kantor yang buruk atau kolega yang menyebalkan—tidak menjadi terlalu signifikan. Ingatlah, seberapapun anehnya prioritas Anda, it’s never wrong. Hal itu justru sangat penting untuk membuat Anda bertahan pada suatu posisi.

Berpikir dengan Logis
Kebanyakan wanita ingin resign dari pekerjaannya bukan karena hal-hal krusial, seperti tidak bisa menangani tugas yang diberikan, namun karena hal-hal lain seperti perselisihan dengan kolega atau bos yang… intimidating. Andaikan seperti itu keadaannya, cobalah mencari jalan keluar terlebih dahulu, atau seburuk-buruknya…BERTAHANLAH jika memang kantor tersebut menawarkan kelebihan lainnya. Semua ketidaknyamanan tersebut sebenarnya baik untuk mengasah karakter Anda. Toh, dunia kerja bukan untuk si manja, kan?


Apakah Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda saat ini?
Beberapa orang berpikir mereka ingin menjadi pengusaha hanya karena tidak senang dengan peran mereka saat ini, ungkap Pamela Slim, Mesa, Arizona penulis Escape dari Cubicle Nation (Penguin, 2010). Mengembangkan rencana bisnis menyeluruh dapat membantu Anda menghindari keputusan influsif. “Selain ingin berhenti, Anda harus memiliki ide bisnis yang layak dan rencana pemasaran dan operasi yang efektif.”

Apa yang Anda suka lakukan di hari-hari rutin?
Kebebasan instan bisa berbahaya. Ogle merekomendasikan untuk mengembangkan jadwal harian untuk diikuti. “Ketika saat ini Anda memiliki semua waktu luang Anda, ini benar-benar mudah untuk berkata, ‘oh, saya akan melakukannya nanti’,” ungkapnya. Seminggu setelah berhenti kerja, Ogle mulai pergi ke gym pada saat yang sama ketika ia tiba di kantornya yang lama setiap pagi. Dan setelah dari gym, ia bekerja di jam yang sama dengan yang ia lakukan ketika di kantornya yang lama.

Bagaimana Anda akan mengumpulkan uang untuk menjaga bisnis tetap berjalan?
Kurang modal merupakan salah satu rintangan untuk berwirausaha. Daripada menghitung arus kas Anda terus-menerus, yang terbaik adalah mendatangkan proyeksi yang realitas sebagai bagian dari rencana bisnis Anda sebelum memutuskan apakah Anda dapat mampu meninggalkan pekerjaan Anda. Bisnis Anda mungkin tidak menguntungkan selama tiga sampai lima tahun, oleh karena itu penting untuk bersikap realistis tentang bagaimana Anda akan mendukung diri sendiri secara finansial, ungkap Sharon Lechter, penulis Three Feet From Gold : Turn Your Obstacles Into Opportunities (Sterling Publishing, 2009) dan seorang ahli keuangan di Phoenix.

Bertambahnya Keterampilan
Sudah bekerja lebih dari satu tahun, apa yang Anda dapatkan? Keterampilan di bidang tertentu, atau percaya diri yang bertambah? Ini harus Anda pertimbangkan. Jika ini salah satu indikatornya, mungkin hal-hal lain yang mengganggu –yang membuat Anda ingin meninggalkan pekerjaan itu– tidak perlu dihiraukan lagi.

Materi yang Didapat
Loyalitas pada suatu perusahaan biasanya dihargai dengan tunjangan, insentif, atau bonus. Jika Anda berpindah ke perusahaan lain, mungkinkah perusahaan yang baru menawarkan semua itu? Coba cek terlebih dahulu. Jangan sampai pandangan Anda yang semula menganggap “rumput tetangga lebih hijau,” ternyata tak terbukti.


Apakah Anda memperhitungkan kemungkinan adanya biaya tak terduga?
Ketika Jody Dyer meluncurkan Tees Blackbird, sebuah perusahaan pakaian di Richmond, Va, ia terkejut dengan banyaknya biaya rencana bisnisnya yang tidak terduga. Kami menghabiskan “ribuan dolar untuk eksperimen dengan gaya kain yang berbeda, mengotori kain, merusak kemeja, membuat pilihan warna yang salah,” ungkap Dyer, yang menjual produk-produknya di Esty. “Pada saat itu, kesalahan-kesalahan yang melemahkan finansial.” Daripada keluar dari bisnis, Dyer kembali lagi menjadi freelance copywriting. “Melengkapi penghasilan Anda melalui freelance atau kerja paruh waktu dapat mengurangi beberapa ketegangan itu,” ungkapnya.

Apakah Anda bersedia untuk mengambil peran ganda?
Memulai bisnis berarti Anda akan mengenakan banyak topi. “Suatu hari Anda adalah seorang teknik, suatu hari Anda adalah seorang penjual, suatu hari Anda adalah seorang tukang kebersihan,” ungkap Shobha Tummala, pendiri salon kecantikan di New York City. “Anda tidak dapat memiliki ego.” Jadi sebelum Anda meninggalkan pekerjaan Anda,Anda perlu memutuskan apakah Anda akan senang melakukan berbagai tugas, dari pemasaran hingga pemeliharaan.

Apakah kekuatan dan kelemahan Anda?
Ketika Anda mempertimbangkan peran ganda, jujurlah terhadap diri sendiri tentang apa yang terbaik bagi Anda dan dimana Anda perlu memperbaiki, Tummala menyarankan. Mungkin Anda perlu untuk meningkatkan keahlian memprogram Anda atau mengerti keuangan atau menemukan mitra dengan keahlian yang saling melengkapi. Jika Anda tidak memiliki cara untuk mengatasi kelemahan Anda, mungkin lebih baik untuk tetap berada dalam peran Anda saat ini.

Siapa pelanggan masa depan Anda?
Meskipun Anda mungkin tidak dapat benar-benar menguji potensi pasar untuk konsep bisnis Anda, Anda setidaknya harus memahami siapa kemungkinan pelanggan Anda dan jenis kompetisi apa yang akan Anda hadapi.

Apakah jaringan pendukung ada di ‘papan’?
Untuk membantu memudahkan peralihan, Anda harus berbagi rencana kewirausahaan Anda dengan anggota keluarga dan melihat apakah mereka mendukung dan terlibat dalam memulai bisnis. Slim mengatakan, “Ketika seseorang masuk ke dalam dunia bisnis, setiap orang dalam keluarga akan memberi pengaruh.” Jika pasangan Anda dan anggota keluarga Anda enggan memberikan dukungan ide, Anda mungkin bisa memikirkan kembali untuk berhenti dari pekerjaan Anda saat ini.

Apakah Anda memiliki pilihan cadangan?
Mengembangkan rencana B sebelum Anda memulai akan membantu Anda menghindari hal-hal yang mengejutkan.

Bagaimana Anda menghindari ‘pembakaran jembatan’?
Jika Anda memutuskan untuk berhenti, ingatlah bahwa atasan Anda bisa membantu Anda saat Anda memulai usaha baru Anda. Daripada mengundurkan diri tiba-tiba, mancari cara untuk meninggalkan pekerjaan dengan memberikan kesan yang baik. Berikan banyak pemberitahuan untuk membantu atasan Anda dalam menangani pengalihan Anda dan terbukalah mengenai rencana masa depan kewirausahaan Anda, ungkap Ogle. “Biasanya perusahaan akan memahaminya dan bahkan menawarkan untuk membantu sebisa mereka.”

Minggu, 04 Agustus 2013

Work Like A Pro

Kita yang sedang memulai karier pasti punya hasrat untuk menjadi sukses di masa depan, bukan? Untuk mencapai puncak dalam dunia karier, ada beberapa sifat dan kebiasaan yang harus Anda tanamkan sejak awal. Sifat dan kebiasaan ini akan menuntun Anda menjadi seorang pekerja yang profesional baik di mata kolega maupun di mata si bos. Nah, apa saja sifat dan kebiasaan yang dimaksud? Berikut berikan paparannya.

Show That We Care

Dengan cara selalu tepat waktu. Tepat waktu dalam segala urusan menunjukkan bahwa Anda juga menghargai waktu orang lain yang terlibat dalam urusan Anda. Misalnya, menghadiri rapat atau pun menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu berarti Anda menghargai waktu orang yang sama berharganya dengan Anda.

Selain itu, hal yang membuat seseorang menjadi profesional adalah kejujuran. Oleh karena kejujuran diawali dengan sikap menghargai waktu (tepat waktu) dalam melaksanakan pekerjaan, kita perlu menetapi janji dan melaksanakan semua pekerjaan dengan kesungguhan hati dari pekerjaan yang kecil sampai yang besar.

Profesional juga bekerja dengan cermat dan teliti. Cermat (careful) artinya dengan perhatian (hati-hati) atau upaya yang serius dan penuh tanggung jawab. Teliti (accurate) artinya tepat, pasti, atau bebas dari kesalahan. Sifat cermat dan teliti akan mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan dan risiko kegagalan sehingga kualitas dan kuantitas pekerjaan dapat menjadi lebih baik dan mencapai atau setidaknya mendekati sempurna.


Show That You're Responsible
Profesional selalu mendahulukan pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya. Selain harus tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal juga menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan oleh para kolega, rekan kerja, klien, maupun si bos.

Profesional harus selalu bekerja dengan kesungguhan hati (truthfully, seriousness), tidak setengah-setengah, apalagi asal-asalan atau main-main. Kesungguhan hati juga mengandung arti kesanggupan (commitment) untuk melakukan pekerjaan atau tugas dengan sepenuhnya dan itu merupakan suatu janji (promise) yang harus ditepati. Selain itu, seorang profesional harus jujur pada disiplin ilmu dan keterampilan di bidangnya.

Pekerja profesional mengerjakan apa yang sudah ada di tangannya dengan senang hati. Jadi, kalau bekerja itu harus disertai rasa senang hati (joyful), tidak menggerutu dan tidak menyesali, tetapi harus cinta pekerjaan dan menikmati (enjoy) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

Organize Your Work
Bagaimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan secara maksimal dan tepat waktu kalau tidak diatur dengan benar? Maka dari itu, pengorganisasian sangat berguna untuk membantu Anda dalam menentukan skala prioritas dari suatu pekerjaan. Catatlah semua pekerjaan dan waktu deadline pada sebuah agenda, notesatau bahkan ponsel Anda. Pastikan Anda selalu mengeceknya setiap saat.


Prepare for Tomorrow
Persiapan adalah kunci sukses terakhir bagi seorang profesional. Selalu siapkan materi untuk meeting yang akan datang sehingga Anda bisa mengantisipasi pertanyaan maupun diskusi yang akan berlangsung. Jika besok Anda harus bertugas keluar kantor, pastikan membawa segala dokumen penting—mungkin tiket pesawat—yang harus dipersiapkan sebelum hari keberangkatan. Dengan demikian Anda telah menunjukkan kualitas bekerja seperti seorang profesional.

Cara Mengatasi Stress Dengan Tetap Tenag

Seya yakin Anda pasti pernah mengalami ini: Tekanan pekerjaan memuncak, si bos menuntut berlebihan, kolega mengonfrontasi Anda, klien merasa tidak puas, dan masih banyak hal lain yang terjadi secara bersamaan. Tak pelak lagi Anda menjadi sangat stres. Tapi jika hal ini berulang secara terus menerus, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Coba ikuti saran berikut supaya Anda tetap tenang di bawah tekanan berat!

Siapapun dapat mengalami stress baik stress yang biasa terjadi karena rutinitas yang melelahkan maupun yang disebabkan oleh sesuatu moment khusus yang membuat seseorang menderita stress secara berlebihan, keadaan seperti itu kadang tidak bisa terhindar karena kurangnya kontrol yang baik pada diri sendiri dan memang adakalanya kondisi dan keadaan seolah menuntun kita terbawa emosi dan perasaan sehingga terjebak dalam stress

Metode yang paling berguna untuk mengatasi stres adalah belajar bagaimana mengelola stres yang datang bersama dengan setiap tantangan baru, baik atau buruk. keterampilan manajemen bekerja dengan baik ketika mereka digunakan secara teratur maka stress pun akan hilang dengan sendirinya, tidak hanya ketika tekanan yang ada di otak kita, hati kita pun akan terasa lebih nyaman dan tenang.

Dengan mengerti bagaimana cara mengatasi stress dengan mengelola pengontrolan stress yang baik akan membuat keadaan relatif tenang sehingga sangat membantu anda melalui situasi dan kondisi menantang yang mungkin timbul.

Breath... And Let It Out
Mendengar teriakan si bos atau komentar pedas kolega? Tarik napas dalam-dalam, tahan selama tiga detik, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa lebih tenang. Jika amarah masih bercokol di hati, tulislah pada selembar kertas semua unek-unek Anda, tapi jangan mengirimnya pada orang lain. Tulislah semua emosi Anda sampai Anda merasa lega.

Memecahkan masalah-masalah kecil. Belajar untuk memecahkan masalah sehari-hari dapat memberikan rasa yang lebih nyaman dengan control yang stabil. Tapi menghindari mereka dapat membuat Anda merasa seperti Anda memiliki sedikit kontrol dan yang hanya menambah stres. Berusaha untuk tetap tenang untuk melihat masalah, mencari tahu ataupun menentukan pilihan, dan mengambil beberapa tindakan menuju solusi terbaik


Don't Take Anything Personally
It's just business dear, so don't take it personally. Dengarkan saja semua kritik atau konfrontasi yang ditujukan untuk Anda dengan pikiran terbuka. Anggap hal tersebut sebagai masukan karena mereka peduli pada Anda.

Jadilah realistis. Jangan mencoba untuk menjadi sempurna karena tidak ada orang yang bisa sempurna di dunia ini. Dan mengharapkan orang lain untuk menjadi sempurna dapat menambah tingkat stres Anda, juga (belum lagi menaruh banyak tekanan pada mereka!). Jika Anda perlu bantuan pada sesuatu, seperti sekolah, memintanya.


Find Your Focus
Ingatlah bahwa ketika di bawah tekanan pun Anda punya dua pilihan: Fokus pada rasa marah yang bersifat sementara, atau fokus pada proses pembelajaran di balik situasi yang sedang Anda hadapi ini. Ketika Anda mulai bisa mengalihkan fokus dari amarah, maka saat itulah Anda mencapai kedewasaan.


Perhatikan apa yang Anda pikirkan. Pandangan Anda, sikap, dan pikiran mempengaruhi cara Anda melihat sesuatu. Ibarat kata adalah setengah cangkir penuh atau setengah kosong merupakan dosis yang sehat optimisme dapat membantu Anda membuat situasi yang terbaik stres. Bahkan jika Anda keluar dari praktek, atau cenderung menjadi sedikit pesimis, semua orang dapat belajar berpikir lebih optimis dan menuai keuntungan.


Get A Little Love
Yes, Anda berhak mendapatkan curahan cinta dan perhatian di saat seperti ini, dear. Berbincanglah dengan sahabat terdekat atau kekasih, dan minta sebuah pelukan darinya. Kalau memang tidak memungkinkan untuk bertemu, telepon saja. jamin, dengan mendengar suara mereka pasti bisa menenangkan Anda.

Kamis, 13 Juni 2013

5 Hal yang diam-diam menghancurkan karir

Beberapa hal seperti kinerja buruk, berteriak pada bos, sampai mencuri uang perusahaan jelas bisa menghancurkan karir. Namun ada pula perbuatan yang diam-diam membahayakan posisi Anda di tempat kerja. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.

Bertahan pada satu pekerjaan saja
Tidak ada salahnya mencintai pekerjaan yang Anda lakukan. Namun jangan terjebak pada satu pekerjaan saja, terutama jika Anda masih punya kesempatan untuk berkembang. Bertahan pada satu pekerjaan saja sama dengan membatasi kemampuan diri sendiri.

Pandai pada pekerjaan yang tidak disuka
Umumnya, semakin pandai Anda melakukan hal tertentu, semakin sering Anda diminta untuk menangani hal tersebut. Meskipun Anda tidak harus melakukan pekerjaan dengan buruk, tidak perlu selalu susah payah untuk terlihat pandai saat melakukan pekerjaan yang tidak disuka.

Diam saat tak setuju dengan atasan
Jangan cuma diam dan patuh dengan ide yang dilontarkan atasan. Meskipun Anda cuma karyawan, Anda tetap punya hak untuk menyampaikan pendapat. Jika Anda selalu setuju, lama-kelamaan Anda akan semakin terpaksa saat melakukan sesuatu yang diperintahkan atasan padahal Anda tidak suka.

Merekomendasikan teman di tempat bekerja
Membantu teman untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang sama dengan Anda memang termasuk perbuatan baik. Akan tetapi Anda perlu ingat, merekomendasikan seseorang juga bisa mengancam posisi diri sendiri. Sebab jika performa teman ternyata buruk, Anda akan dianggap sebagai orang yang kurang kompeten dalam menilai kemampuan seseorang.

Absen di setiap acara sosial perusahaan
Meskipun Anda tidak suka berkumpul dengan banyak orang, cobalah untuk hadir di acara sosial perusahaan. Misalnya perayaan ulang tahun atau acara lainnya. Ingat, membangun hubungan sosial adalah salah satu langkah mengembangkan jaringan dan karir Anda.

Itulah berbagai hal yang diam-diam bisa menghancurkan karir

12 Cara melek tanpa kopi saat bekerja

Setiap kali mengantuk saat bekerja, Anda pasti memutuskan untuk menyeruput kopi. Namun sebenarnya ada banyak cara untuk melek tanpa kopi saat bekerja. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Inc.com berikut ini.

Pergi ke luar ruangan
Lampu, layar komputer, dan AC yang ada di dalam tempat kerja terkadang membuat ngantuk. Cobalah untuk pergi ke luar ruangan selama 15 menit dan berjalan-jalan. Pemandangan di luar tentu bisa menyegarkan mata dan pikiran.

Olahraga
Jangan pedulikan teman kerja yang menganggap Anda aneh saat berolahraga di tempat kerja. Namun tidak ada salahnya untuk berolahraga jika Anda merasa ngantuk di tengah-tengah aktivitas di kantor.

Bermain teka-teki
Untuk merangsang energi tubuh, rangsang dulu otak Anda. Selesaikan teka-teki seperti Sudoku atau game lain dengan teman kerja untuk menghilangkan kantuk.

Minum air dingin
Bangunkan diri sendiri dengan cara minum air yang sangat dingin, jika perlu tambahkan lemon. Sensasi dari air dingin dan lemon bisa dirasakan dengan diminum atau bahkan ditempelkan di wajah.

Ngemil

Ngemil bisa bikin Anda tetap melek saat bekerja. Namun hindari camilan berat, berkarbohidrat, atau bergula tinggi. Nikmati buah-buahan atau makanan yang pedas.

Menonton trailer film horor
Cara melek berikutnya bisa dilakukan dengan cara menonton trailer film horor. Hormon adrenalin yang dihasilkan bisa membuat Anda tetap waspada dan terjaga.

Mengubah posisi duduk
Mungkin posisi duduk Anda terlalu nyaman, sehingga kantuk pun tak terhindarkan. Maka dari itu ubah posisi duduk agar Anda bisa lebih segar dan tidak mengantuk.

Mencium aromaterapi
Pasang pengharum beraroma jeruk, mint, atau melati. Aroma yang kuat akan membuat indra terjaga. Tetapi hindari lavender, aroma tersebut justru bisa membuat Anda mengantuk.

Menari
Pasang headphones, putar musik kesukaan, lalu menarilah selama 10 menit. Biarkan orang lain tertawa melihat Anda. Namun setelah itu kantuk pasti akan hilang.

Tertawa
Ajak teman kerja bercanda selama lima menit. Dengan tertawa, hormon endorfin akan dihasilkan tubuh dan menghilangkan kantuk Anda. Jika tak bisa bercanda, tonton video lucu di internet.

Berbelanja online
Berbelanja selalu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan orang-orang. Anda tak harus membeli barang-barang di internet secara sungguh-sungguh. Namun mencoba untuk berbelanja online cukup ampuh membangunkan indra.

Menelepon ibu
Sepertinya terdengar aneh, tetapi percakapan dengan ibu juga bisa menghilangkan kantuk. Mungkin hal itu terjadi karena adanya ikatan emosi yang kuat antara Anda dan ibu.

Demikian berbagai cara agar tetap melek tanpa kopi di tempat kerja.

10 Kebiasaan yang mendorong sikap optimis

Sikap optimis dibutuhkan dalam kehidupan, sebab selain membuat Anda makin percaya diri juga berpengaruh pada kesehatan. Sayangnya tidak semua orang bisa mempunyai pemikiran optimis. Berikut sepuluh kebiasaan yang mendorong bersikap optimis, dilansirHuffington Post.

1. Selalu bersyukur
Jika Anda tidak pernah bersyukur makan Anda tidak akan pernah merasa puas. Bersyukur akan memberi Anda kekuatan dan mengajari bagaimana Anda menghargai hal-hal dalam kehidupan.

2. Berbagi kisah
Saat kita berbagi cerita, kita juga membagikan sesuatu pada orang lain. Seperti berbagi semangat, harapan yang mengandung rasa optimis.

3. Memaafkan
Menerima atau meminta maaf adalah cara untuk menciptakan kedamaian. Kedamaian akan membuat Anda berpikir jernih dan optimis.

4. Jadi pendengar yang baik
Ketika Anda mendengarkan Anda mendapat lebih banyak pengetahuan. Anda juga menunjukkan kepercayaan diri dan menghargai orang lain. Pengetahuan dan keyakinan adalah bekal untuk memancarkan energi positif.

5. Hilangkan kecemburuan
Ketika iri pada orang lain, kita hanya akan menyakiti diri sendiri. Salurkan energi untuk berbuat lebih baik daripada bersikap iri.

6. Lebih banyak senyum
Ketika tersenyum, orang lain juga akan ikut tersenyum dan menciptakan lingkungan yang bahagia. Sebaliknya jika Anda cemberut, maka tidak akan ada orang yang memberi senyumnya pada Anda.

7. Berpikir positif
Berpikir positif akan membuat kehidupan lebih mudah karena Anda memandangnya dari sudut yang positif. Selain itu energi positif juga akan terpancar sehingga Anda selalu berpikiran optimis.

8. Olahraga dan konsumsi makanan bergizi
Tubuh yang bugar merupakan kunci hidup sehat. Tubuh yang sehat akan mendorong pemikiran seseorang menjadi lebih jernih dan ceria. Untuk itu jangan lewatkan olahraga dan makanan bergizi setiap harinya.

9. Yakin punya masa depan lebih baik
Setiap orang punya masa lalu yang tidak menyenangkan. Namun bukan menjadi jaminan jika masa depan Anda akan buruk juga. Yakin lah Anda akan mempunyai masa depan yang baik jika mau berusaha dan optimis.

10. Berhenti menyalahkan orang lain
Sangat mudah untuk menyalahkan orang lain. Yang tersulit adalah introspeksi diri. Menyalahkan orang lain adalah sikap pengecut dan pesimis.

Menanamkan sikap optimis dalam diri akan membentuk kepribadian positif yang penuh semangat.

Cara jitu tingkatkan gairah kerja

Pekerjaan bisa menjadi sesuatu yang monoton dan membosankan, jika Anda tidak memiliki yang namanya passion atau gairah. Bekerja seharusnya tidak hanya tentang menerima gaji, karena pekerjaan yang tidak memuaskan dapat menyebabkan kegelisahan, depresi dan masalah fisik. Menemukan gairah dalam pekerjaan atau karir tentu bukan hal yang mustahil.

Membangun semangat bekerja berasal dari cara kita mengubah sikap tentang pekerjaan, mengambil langkah untuk menjadi lebih terlibat dalam karir dan berinteraksi dengan rekan kerja secara positif. Ingin lebih mencintai pekerjaan Anda? Dan menemukan passion dalam bidang yang sedang Anda tekuni? Yuk ikuti tips dari Livestrong!

Step 1 Mengajari orang lain
Menyisihkan waktu untuk mengajari karyawan lain bagaimana cara melakukan tugas-tugasnya di tempat kerja akan membantu membuat pekerjaan Anda lebih bermanfaat. Menghabiskan waktu dengan karyawan baru atau magang dapat memberi Anda sedikit gambaran tentang bagaimana pekerjaan Anda.

Tawarkan dukungan Anda untuk mereka yang sedang Anda ajari. Katakan kepada mereka bahwa Anda dengan senang hati akan terus menjawab pertanyaan apapun yang mereka miliki. Hindari menggunakan nada merendahkan ketika sedang mengajari mereka. Tetapi ingat, jangan memaksa untuk menawarkan bantuan pada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkannya.

Step 2 Berbagi gagasan dan solusi

Anda dapat berbagi gagasan dan solusi tentang perusahaan dengan supervisor Anda. Ini akan membantu Anda untuk lebih memahami perusahaan. Ketika Anda memikirkan sesuatu, segera tulis ide itu. Jangan batasi diri Anda untuk mengembangkan solusi atau ide-ide yang hanya dalam batasan pekerjaan Anda. Pikirkan solusi untuk hal-hal lain yang mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan perusahaan.

Step 3 Rileks

Pergilah istirahat dan ambil waktu makan siang sejenak. Jangan pernah lewatkan momen penting itu sebab jika tidak, Anda mungkin tidak punya waktu untuk melepas penat dan kembali segar saat bekerja. Saat istirahat, Anda bisa melakukan sesuatu yang tidak terkait dengan pekerjaan, seperti membaca buku, bersosialisasi dengan rekan kerja, menelepon teman atau anggota keluarga, chatting atau bekerja video game.

Step 4 Liburan

Gunakan waktu liburan Anda untuk meningkatkan gairah pada pekerjaan atau karir. Menyisihkan waktu untuk sejenak lepas dari pekerjaan akan membantu Anda mengisi ulang energi dan memperbarui pikiran Anda. Ambillah cuti dan rencanakan liburan Anda secara matang. Jangan pernah membatalkan rencana liburan yang telah dijadwalkan karena Anda memiliki terlalu banyak pekerjaan untuk diselesaikan. Yang terpenting adalah hindari bekerja saat liburan.

Semua orang tentu pernah merasakan kebosanan pada pekerjaan mereka. Tak bergairah dan sering merasa malas ketika mengerjakan tugas. Namun, selalu ada cara untuk meningkatkan kembali mood dan semangat Anda. Selamat mencoba tips di atas

Rabu, 12 Juni 2013

4 Kunci dapatkan pekerjaan impian

Jika Anda akan segera lulus dari sekolah atau kampus, pasti ada pekerjaan impian yang ingin diraih. Namun pekerjaan impian tidak bisa secara instan didapatkan. Anda harus bekerja keras dan menemukan kuncinya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.

Bertanya pada diri sendiri: Apakah Anda puas?
Untuk memastikan apakah pekerjaan impian yang ingin Anda dapatkan benar-benar bisa memberi kepuasan, tanyakan pada diri sendiri. Misalnya, posisi dan jenis kesibukan apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan. Kemudian Anda juga bisa menghubungkannya dengan ketertarikan yang sekarang. Misalnya jika Anda suka fashion, Anda bisa bekerja di butik atau bahkan membuka toko sendiri.

Meminta bantuan
Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari teman, keluarga, sampai dengan internet. Jika Anda tidak segan mencari bantuan, akan ada banyak informasi maupun manfaat yang bisa mendukung Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian.

Jadikan kenyataan!
Tidak ada orang yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan impian untuk Anda. Sebab Anda lah yang harus berusaha mewujudkannya. Jadi siapkan fisik maupun mental untuk meraih pekerjaan impian Anda.

Belum temukan pekerjaan impian?
Tidak semua orang tahu apa yang mereka mau, termasuk melakukan pekerjaan yang diimpikan. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, lakukan saja apa yang Anda sukai. Nantinya, Anda pasti akan memahami jenis pekerjaan apa yang benar-benar Anda impikan.

Itulah keempat kunci untuk mendapatkan pekerjaan impian. Apakah Anda sekarang sudah meraihnya?

6 Cara agar dihormati di tempat kerja

Tak ada alat manajemen yang lebih penting daripada rasa hormat, baik dari atasan maupun dari bawahan. Jika Anda sudah mendapatkan respek dari rekan kerja, maka semua orang akan mendengarkan perkataan dan mengambil tindakan ketika diperintahkan. Tanpa rasa hormat dan respek, Anda hanya akan jadi bahan tertawaan saja.

Inc.com (22/10) memberikan beberapa tips ampuh berikut ini untuk mendapatkan rasa hormat di tempat kerja.

1. Autentik
Rekan kerja tak akan menaruh hormat pada orang yang hanya ikut-ikutan atau berpura-pura menjadi orang lain. Manusia memiliki kemampuan alami untuk mendeteksi kepalsuan dan akan menaruh prasangka, bukannya rasa hormat. Menjadi diri sendiri adalah langkah dasar untuk mendapatkan rasa hormat.

2. Rasa ingin tahu
Ketika Anda benar-benar merasa ingin tahu dan tertarik dengan orang lain, Anda akan mendengarkan dan benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Ketika orang lain tahu diri mereka didengarkan, mereka akan memberitahu Anda apa yang penting bagi mereka. Ini tak hanya membuat orang menghargai Anda, tetapi juga membantu Anda melakukan pekerjaan dan mengetahui cara membantu mereka.

3. Jangan ikut bergosip
Tempat kerja adalah ladang subur bagi tumbuhnya gosip. Tak hanya masalah pekerjaan tetapi juga masalah pribadi seseorang. Meski sangat mudah memanfaatkan gosip di tempat kerja untuk kepentingan politik, namun jangan lakukan hal itu. Tak akan ada orang yang menghormati tukang gosip. Ketika orang lain menganggap Anda tukang gosip dan tak bisa dipercaya, maka Anda akan kehilangan kesempatan mendapatkan rasa hormat.

4. Jadi unik
Orang menghormati keunikan dan perbedaan, terutama jika keunikan tersebut susah ditemukan. Tentukan bidang minat Anda pada bisnis atau industri. Jadikan hal tersebut hobi dan pelajarilah setiap hari sampai Anda menjadi mahir. Ketika sudah menguasainya akan banyak orang yang datang dan bergantung pada Anda untuk mengambil keputusan mengenai bidang tersebut.

5. Menolong orang lain
Menjadi orang yang selalu memberikan kontribusi dan menolong orang lain adalah hal yang akan membuat Anda mendapatkan respek dari orang lain. Tak ada ruginya menolong orang lain mendapatkan hal yang mereka inginkan. Dalam dunia kerja ini bisa jadi membantu teman melakukan pekerjaannya. Ingat, seberapa besar bantuan dan kontribusi yang Anda berikan, sebesar itu pulalah respek yang akan Anda dapatkan.

6. Tetapkan batasan
Tak ada orang yang menghormati pemaksa dan orang yang mau dipaksa-paksa. Jadi, salah satu cara mendapatkan respek adalah menetapkan batasan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ketika mendapatkan pekerjaan yang jelas mustahil, maka jelaskan seberapa besar yang bisa Anda berikan dengan waktu yang diharapkan. Ketika seseorang menjadi terlalu bergantung pada Anda, beritahu secara tegas seberapa besar bantuan yang bisa Anda berikan pada mereka. Semakin kuat batasan yang Anda buat, semakin besar juga respek yang diberikan orang pada Anda.

6 Cara berhenti kerja dengan terhormat

Berencana untuk pindah kerja? Anda mungkin merasa dilema, ketika bermaksud mengutarakannya kepada atasan. Namun, ada hal penting yang harus Anda ingat. Perusahaan telah menerima dan menggaji Anda dengan baik. Bila akhirnya Anda harus pindah kerja, katakan niat itu dengan penuh rasa hormat. Berikut adalah enam cara terbaik untuk berhenti kerja dengan terhormat, seperti dilansir Lifescript.com.

1. Lakukan pemberitahuan dini

Perusahaan tentu butuh waktu untuk menemukan pengganti Anda. Jadi, sampaikan maksud kepindahan Anda lebih dini kepada atasan sehingga ia bisa mencari pengganti untuk perusahaan. Ketika perusahaan sudah menemukan orang yang tepat, Anda pun bisa sedikit mengajarinya tentang jobdesk di kantor. Dengan kata lain, Anda telah menunjukkan sikap profesional dalam bekerja.

2. Memberi tahu teman sekantor

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hubungan sosial di kantor tetap sehat adalah dengan berbicara pada rekan kerja mengenai maksud kepindahan Anda. Bersikap terbuka, jujur, dan bersedia untuk menjelaskan setidaknya beberapa alasan kepada mereka mengapa Anda berhenti bekerja.

3. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan

Anda mungkin mulai tergoda pada aspek-aspek negatif dari pekerjaan Anda saat ini. Namun, jangan biarkan pekerjaan lama Anda terganggu. Anda pasti mendapatkan keuntungan lebih dengan mempertahankan sikap positif selama hari-hari terakhir kerja. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan!

4. Pesta perpisahan

Rekan kerja Anda mungkin ingin merayakan kepergian Anda dengan mengadakan pesta. Jika Anda cenderung menghindari perhatian tersebut, anggap saja kesempatan ini untuk membalas niat baik mereka. Gunakan momen ini untuk benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada mereka.

5. Mengorganisir diri

Salah satu hal paling penting yang dapat Anda lakukan adalah dengan memastikan Anda telah benar-benar mengorganisir kepindahan Anda. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa semuanya sudah berjalan dengan baik.

6. Lunasi kesalahan Anda

Perasaan bersalah terlintas begitu saja ketika Anda hendak pindah kerja. Rekan Anda mungkin menganggap kepergian Anda sebagai sikap negatif yang tidak setia pada perusahaan. Hal ini tidak benar. Ini hanyalah bagian dari kehidupan. Selalu ada yang datang dan pergi. Alih-alih merasa bersalah meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, Anda sepatutnya merasa bangga dengan pencapaian Anda.

Perusahaan menerima dan memberikan hak Anda dengan adil. Begitu pula dengan Anda. Sebagai karyawan yang baik, tunjukkan bahwa Anda juga menghormati apa yang diberikan perusahaan. Tinggalkan kesan positif ketika Anda berhenti bekerja. Selain terlihat lebih profesional, Anda tentu akan merasa lebih tenang.

Selasa, 11 Juni 2013

Musuh Dari Kesuksesan

Ada pepatah yang mengatakan bahwa suatu kejadian terjadi dua kali, pertama terjadi di pikiran seseorang dan kedua terjadi secara nyata dalam bentuk tindakan yang mendapatkan hasil. Anda tentu sering mendengar bahwa apa yang Anda pikirkan setiap hari itulah yang menjadi kenyataan. Namun, hal itu tidak seluruhnya benar, karena kebanyakan orang mempunyai niat yang brilian bagi dirinya namun tidak direalisasikan dalam bentuk tindakan. Setiap hari, pikiran kita berisi suatu perjalanan tindakan yang akan kita lakukan hari itu; kita sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan namun pikiran kita bernegosiasi dengan keras untuk melakukannya dengan cara yang termudah dan ujung-ujungnya mengarah ke penundaan pekerjaan (procrastination).

Ada dua tipe penundaan. Pertama, penundaan yang mengakibatkan kita tidak pernah mengambil tindakan awal, dan kedua penundaan yang mengakibatkan tidak terselesaikannya tugas yang ingin kita selesaikan. Saya yakin Anda setuju dengan saya 100% bahwa faktor penundaanlah yang banyak menghambat dan memperlambat seseorang mencapai kesuksesannya. Banyak orang menunda dengan alasan menunggu waktu terbaik untuk memulainya. Alasan itu begitu masuk akal sehingga kita sering kali membohongi diri kita sendiri.

Dalam proses menyelesaikan buku ini, setiap hari saya memikirkan hal-hal apa saja yang mesti saya tuliskan. Begitu banyak ide yang brilian berseliweran untuk ditindaklanjuti, namun sering kali saya menemukan diri saya mencari alasan bahwa ide tersebut akan saya tulis besok karma hari ini bukan hari yang tepat, anak sedang rewel di rumah sehingga ke mana pun saya akan mulai menulis ia selalu membuntuti saya, istri mengajak pergi ke mal, atau alasan-alasan logis lainnya yang mengakibatkan penundaan. Akhirnya, sebuah hari yang produktif telah berakhir dan saya terbaring di tempat tidur berjanji akan melakukannya besok. Dan bukanlah kejutan jika besok saya pun mengalami begitu banyak alasan masuk akal sehingga menunda lagi. Ada satu tip efektif yang dapat kita pakai untuk menghadapi penundaan, bagilah pekerjaan itu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi sehingga Anda tidak merasa "tertekan" dalam menjalankannya.


Jawablah pertanyaan saya, apakah Anda mampu menulis buku setebal 400 halaman? Wow, Anda mungkin langsung panik membayangkan begitu banyak waktu, pikiran, dan tenaga yang harus Anda kerjakan dan tiba-tiba perasaan Anda tertekan dan negatif. Namun, jawablah pertanyaan saya lagi, mampukah Anda menulis satu halaman per hari selama 400 hari ke depan? Tentu pertanyaan ini sedikit lebih mudah daripada pertanyaan sebelumnya. Akan tetapi, ketika Anda mulai merenungkan komitmen untuk melakukannya selama 400 hari, saya yakin Anda mulai merasa tertekan lagi. OK, pertanyaan selanjutnya, mampukah Anda menulis satu halaman hari ini saja dan tidak perlu memikirkan apa yang hams Anda tulis besok, minggu depan, bulan depan? Bagaimana, kelihatan mudah bukan?

Norman Vincent Peale menguatkan, "Setiap orang mampu melaku- kan apa saja yang ia inginkan. Berapa besar seseorang mampu melakukan sangatlah bergantung pada empat faktor, antara lain (1) Desire (keinginan), (2) Faith (keyakinan), (3) Persistent Effort (usaha yang pantang menyerah), (4) Ability (kemampuan). Jika Anda kurang pada tiga faktor yang pertama, kemampuan terbaik Anda pun tidak akan banyak menolong. Kesimpulannya, fokuslah pada tiga faktor pertama dan hasilnya akan membuat Anda tereengang."

Apa pun nama dari kekuatan ini talc mampu saya katakan; yang saya tahu bahwa kekuatan ini ada dan ia hanya muncul ketika seseorang benar-benar mengetahui apa yang diinginkannya dan memutuskan untuk tidak mau menyerah sampai ia mendapatkannya

Berhenti Membandingkan Diri Anda Dengan Orang Lain

Satu hal yang lama baru dapat saya pahami secara mendalam adalah mengenai nilai kesuksesan yang ingin kita raih. Mengapa? Terlalu sering kita membanding-bandingkan prestasi orang lain dengan prestasi kita sendiri. Stop, tunggu dulu, janganlah menghakimi saya sebagai seseorang yang cepat puas dengan keberhasilan sementara. Saya sangat mendukung suatu pemikiran yang mengatakan bahwa `jika orang lain bisa, saya juga bisa'. Kalimat ini adalah kalimat yang banyak menelurkan pengikut-pengikut baru dalam kesuksesan. Namun, satu hal yang hams diluruskan adalah arti sebenarnya dari kesuksesan yang kita raih. Mengapa kita ingin meraihnya dan apa maknanya bagi kita?


Pelajaran berharga yang dapat dipetik tentang makna kesuksesan yang sesungguhnya adalah dengan melihat "ke dalam"; apa yang menjadi kelebihan dan panggilan kita, dan jika Anda telah menemukannya pakailah itu sebagai pendorong untuk menjadi lebih baik di pekerjaan Anda. Definisi pencapaian sukses masing-masing orang berbeda; ada yang menginginkan penghasilan 5 juta rupiah per bulan, namun bagi orang lain 25 juta rupiah sebulan adalah definisi sukses, bahkan ada yang menetapkan 250 juta rupiah per bulan sebagai kesuksesan. Ada juga yang mendefinisikan kesuksesan dirinya dengan jumlah anak yang berhasil diselamatkannya dari jalanan akibat pengaruh obat bius.


Masalah pun timbul atau hal ini menjadi persoalan ketika mereka yang mendefinisikan sukses dengan menolong anak dari jalanan merasa "kurang sukses" karena mereka tidak menghasilkan uang yang banyak. Demikian juga, mereka yang mendapatkan uang 5 juta rupiah per bulan merasa belum sukses jika tidak mendapat 25 juta rupiah per bulan. Ketidakpuasan pun berlanjut pada mereka yang berpenghasilan 25 juta rupiah per bulan karena merasa belum puas sebelum mencapai 250 juta rupiah per bulan. Dan yang tidak kalah anehnya, yang mendapatkan penghasilan 250 juta rupiah per bulan merasa iri kepada mereka yang meluangkan waktunya menolong anakjalanan. Jika hal ini terjadi, semua orang pada akhirnya tidak akan mendapatkan kepuasan dari apa yang diraihnya.

Kesimpulannya, tentukan apa yang berharga dan menjadi panggilan hati Anda, janganlah mengukur kesuksesan Anda dengan pengukur sukses orang lain. Lakukanlah yang terbaik setiap hari dan kesuksesan akan mengikuti Anda. Inilah kebenaran abadi, bahwa menjadi sukses adalah melakukan (doing) yang terbaik setiap hari, bukan semata-mata menjadi (being) yang terbaik dalam hidup ini. Dengan semangat seperti ini, Anda akan merasakan kenikmatan untuk menjalani tantangan hidup ini dan mampu memikul kegagalan, bahkan yang terburuk sekalipun. Sukses adalah milik Anda sendiri. "Success is my Right!"

Tujuan hidup kita bukanlah lebih hebat dari pada orang lain, melainkan menjadi seorang yang lebih unggul dibandingkan dirt kita, yaitu memecahkan rekor kita, melampaui prestasi kemarin dengan hasil hari ini

Pilihan Ada di Tangan Anda

Seorang guru bijak tinggal di atas puncak gunung es yang tinggi. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang merasa dirinya pandai, ingin menguji kemampuan sang guru bijak tersebut. Ia membawa seekor burung kecil yang ia genggam di tangannya. Ia ingin memberikan pertanyaan yang menjebak bagi sang guru dengan bertanya apakah sang guru mengetahui bahwa burung di genggamannya hidup atau mati. Apa pun jawaban sang guru, semua tetap akan menuju pada kesalahan. Jika sang guru menebak mati, si anak muda akan melepaskan burung itu. Namun, jika ia menebak hidup, anak muda itu akan meremas burung itu sampai mati. Akhirnya, si pemuda bertemu dengan guru bijak itu dan melontarkan pertanyaan yang telah ia rancang jauh-jauh hari. Si pemuda itu berkata, "Wahai guru yang bijak, menurut Anda apakah burung yang saya pegang di Langan saya berada dalam keadaan mati atau hidup?" Sang guru bijak tertegun mendengar pertanyaan itu, sambil berpikir beberapa saat akhirnya ia membuka mulut dan berkata, "Mati hidupnya nyawa burung itu bergantung pada tangan Anda."


Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. "The sky is not the limit, You are the LIMIT!"

Pikiran seseorang dapat membuat neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka

Jadilah Semua Yang Anda Bisa

Apa pun pekerjaan Anda saat ini, ingatlah untuk selalu menghargai pekerjaan yang Anda miliki saat ini. Jadilah seperti pepatah dari Martin Luther King, Jr., Vika seseorang ditakdirkan untuk menjadi seorang penyapu jalan, hendaknya ia menyapu jalan seperti bagaimana Michelangelo melukis, atau seperti Beethoven menyusun karya musiknya atau seperti Shakespeare mencipta puisi. Ia hendaknya menyapu jalan dengan sedemikian baik dan bersih sehingga seluruh isi langit dan bumi ini berhenti sejenak untuk mengatakan bahwa seorang penyapu jalan telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.


Seorang bijak berjalan di sepanjang pantai Florida pada pagi hari yang cerah. Ia bertemu dengan seorang pengemis yang mengumpulkan kaleng dan botol kosong yang berserakan di pantai. Ketika si bijak itu bertanya kepada pengemis itu mengenai apa yang dikerjakannya, dengan muka masam ia menjawab, "Saya mengumpulkan kaleng kosong ini untuk ditukarkan dengan uang seharga lima sen. " Si bijak berjalan Dengan memiliki sikap yang seperti ini, Anda dapat menjadi Michel angelo dalam pekerjaan Anda. Rahasia kesuksesan yang sempurna adalah jika seseorang mampu melakukan apa yang ia sukai, namun tidak kalah pentingnya mereka yang sukses adalah mereka yang menyukai apa yang ia lakukan. Tepat apa yang diceritakan Pablo Picasso mengenai wejangan ibunya yang mengatakan, Vika Anda ingin menjadi tentara, Anda harus menjadi seorang jenderal,. jika Anda ingin menjadi pendeta, jadilah seorang Paus." Nasihat ini diterima oleh Picasso muda dengan baik. Cita-citanya adalah menjadi seorang pelukis, jadilah ia seorang Picasso, pelukis yang tak terlupakan sepanjang masa. Be Your Best and Be the Best!

Para nelayan menyadari bahwa laut adalah tempat yang berbahaya dan angin ribut menakutkan namun mereka tidak pernah memakai alasan ini untuk tetap berada di darat

Senin, 10 Juni 2013

Kiat Untuk Tetap Termotivasi

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu?

“Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri”

Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.

Komunikasi juga merupakan inti dari percakapan coaching dimana seorang coach perlu mampu mendengarkan, bertanya, dan menggali informasi dari kliennya dengan tujuan agar ide-ide baru muncul yang berguna bagi kemajuan si klien tersebut,

Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi?

Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.

Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja.

Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:

1. Selalu konsisten

Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi.

2. Bertanggung jawab

Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama

Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.

4. Fokus pada proses, bukan tujuan

Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.

Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.