Kartu nama seringkali terlihat sebagai bagian yang kecil dan tidak penting bagi perusahaan dan bisnis anda tetapi pada kenyataannya sebuah kartu nama yang didesign dengan profesional merupakan bagian penting untuk membangun image, branding dan corporate identity perusahaan. Kartu nama merupakan duta besar yang mewakili brand dan citra perusahaan bahkan kartu nama adalah hal kedua terpenting yang menjadi ujung tombak image perusahaan setelah logo. Banyak sekali perusahaan start-up yang baru mulai seperti bisnis UKM yang gagal menjadi perusahaan skala besar dan nasional karena menganggap sepele design kartu nama ini. Kartu nama ini dibagikan atau diserahkan pada pelanggan dan klien potensial, menjadi pertinggal dalam pameran dagang, diberikan pada rekan bisnis baru, ditaruh pada folder presentasi marketing, dikirimkan bersamaan dengan faktur dan surat menyurat dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Beberapa perusahaan yang sangat kreatif, kartu nama juga digunakan sebagai identifikasi pribadi yang dicetak diatas kartu plastik untuk menjadi tanda pengenal supir, kartu telepon atau kartu tamu yang akan berkunjug ketempat usaha, kantor atau pabrik. Sudah barang tentu dengan sedikit modifikasi.
Karena kartu nama ini memiliki fungsi yang banyak dan memiliki peran penting dalam membangun citra dan brand dari bisnis anda terutama bila dapat digunakan secara kreatif untuk menarik minat sehingga tampil dengan sangat eye catching maka kartu nama merupakan aset perusahaan yang berfungsi sebagai pengingat identitas perusahaan. Dari sini dapat kita lihat betapa pentingnya sebuah kartu nama yang dibuat dengan cantik dan profesional.
Kartu nama yang baik memiliki beberapa ciri-ciri yaitu harus menampilkan logo perusahaan yang profesional dan dibuat secara baik, memuat nama pemegang kartu, jabatan, alamat, nomor telepon, alamat email dan website. Tergantung dari jenis industri yang ditekuni, beberapa industri mengharuskan kartu nama yang bersih, sederhana namun mudah diingat. Namun pakem ini tidak selalu harus diikuti secara sempurna karena dengan beberapa tehnik kreatif pembuatan kartu nama maka bisnis anda akan terlihat berbeda dari kompetitor sehingga memiliki nilai tawar yang lebih baik dan bonafide.
Hal penting lainnya adalah bahwa segala macam ornamen dan hiasan desain kartu nama tersebut tidak boleh sampai mengganggu informasi penting yang akan dimuat kedalam kartu tersebut. Jumlah baris huruf juga tidak boleh lebih dari 7 (tujuh) baris informasi tulisan karena akan menyebabkan penerima dan pembaca kesulitan dalam mengingat perusahaan anda dan menghasilkan hasil yang kontra produktif. Sebagai tambahan akhir, desain kartu nama yang baik haruslah mampu memainkan warna secara cerdas dan cemerlang untuk membangkitkan emosi positif dari penerima dan calon rekan bisnis.
Kartu nama yang profesional harus juga dicetak dengan baik pada kertas yang berkualitas tinggi dan tidak hanya sekedar kertas biasa seperti fancy paper karena tidak ada yang lebih memalukan daripada sebuah kartu nama yang telah dibuat dengan baik dan cantik namun dicetak dalam kertas murah dan oleh printer dirumah atau bahkan kadang-kadang difotokopi baik hitam putih atau fotokopi berwarna. Kertas dengan grade profesional memastikan bahwa kartu nama anda akan tetap terlihat baik apabila ditaruh didompet, kantong, map atau bahkan seiring dengan berjalannya waktu. Tambahan biaya sedikit tidak akan sia sia bila dibandingkan dengan hasil yang akan didapat. Namun apabila anda memiliki dana lebih maka finsihing dari kartu nama tersebut dapat dimainkan sehinggna terlihat mewah dan wah seperti di vernish, uv, spot, emboss ataupun laminating.
Kelihatannya memang sederhana, hanya sebuah kartu nama akan tetapi kartu nama sama seperti logo perusahaan dan mereka adalah batu penjuru dari corporate identity dan branding dari perusahaan anda bahkan masa depan dari seluruh bisnis yang anda geluti. Jadi janganlah mengunjungi atau menghadiri pertemuan dengan rekan bisnis, pameran atau acara bisnis lainnya tanpa membawa kartu nama yang dibuat secara sempuran dan profesional.
Tampilkan postingan dengan label promosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label promosi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 April 2014
Selasa, 11 Juni 2013
Jadilah Semua Yang Anda Bisa
Apa pun pekerjaan Anda saat ini, ingatlah untuk selalu menghargai pekerjaan yang Anda miliki saat ini. Jadilah seperti pepatah dari Martin Luther King, Jr., Vika seseorang ditakdirkan untuk menjadi seorang penyapu jalan, hendaknya ia menyapu jalan seperti bagaimana Michelangelo melukis, atau seperti Beethoven menyusun karya musiknya atau seperti Shakespeare mencipta puisi. Ia hendaknya menyapu jalan dengan sedemikian baik dan bersih sehingga seluruh isi langit dan bumi ini berhenti sejenak untuk mengatakan bahwa seorang penyapu jalan telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Seorang bijak berjalan di sepanjang pantai Florida pada pagi hari yang cerah. Ia bertemu dengan seorang pengemis yang mengumpulkan kaleng dan botol kosong yang berserakan di pantai. Ketika si bijak itu bertanya kepada pengemis itu mengenai apa yang dikerjakannya, dengan muka masam ia menjawab, "Saya mengumpulkan kaleng kosong ini untuk ditukarkan dengan uang seharga lima sen. " Si bijak berjalan Dengan memiliki sikap yang seperti ini, Anda dapat menjadi Michel angelo dalam pekerjaan Anda. Rahasia kesuksesan yang sempurna adalah jika seseorang mampu melakukan apa yang ia sukai, namun tidak kalah pentingnya mereka yang sukses adalah mereka yang menyukai apa yang ia lakukan. Tepat apa yang diceritakan Pablo Picasso mengenai wejangan ibunya yang mengatakan, Vika Anda ingin menjadi tentara, Anda harus menjadi seorang jenderal,. jika Anda ingin menjadi pendeta, jadilah seorang Paus." Nasihat ini diterima oleh Picasso muda dengan baik. Cita-citanya adalah menjadi seorang pelukis, jadilah ia seorang Picasso, pelukis yang tak terlupakan sepanjang masa. Be Your Best and Be the Best!
Para nelayan menyadari bahwa laut adalah tempat yang berbahaya dan angin ribut menakutkan namun mereka tidak pernah memakai alasan ini untuk tetap berada di darat
Seorang bijak berjalan di sepanjang pantai Florida pada pagi hari yang cerah. Ia bertemu dengan seorang pengemis yang mengumpulkan kaleng dan botol kosong yang berserakan di pantai. Ketika si bijak itu bertanya kepada pengemis itu mengenai apa yang dikerjakannya, dengan muka masam ia menjawab, "Saya mengumpulkan kaleng kosong ini untuk ditukarkan dengan uang seharga lima sen. " Si bijak berjalan Dengan memiliki sikap yang seperti ini, Anda dapat menjadi Michel angelo dalam pekerjaan Anda. Rahasia kesuksesan yang sempurna adalah jika seseorang mampu melakukan apa yang ia sukai, namun tidak kalah pentingnya mereka yang sukses adalah mereka yang menyukai apa yang ia lakukan. Tepat apa yang diceritakan Pablo Picasso mengenai wejangan ibunya yang mengatakan, Vika Anda ingin menjadi tentara, Anda harus menjadi seorang jenderal,. jika Anda ingin menjadi pendeta, jadilah seorang Paus." Nasihat ini diterima oleh Picasso muda dengan baik. Cita-citanya adalah menjadi seorang pelukis, jadilah ia seorang Picasso, pelukis yang tak terlupakan sepanjang masa. Be Your Best and Be the Best!
Para nelayan menyadari bahwa laut adalah tempat yang berbahaya dan angin ribut menakutkan namun mereka tidak pernah memakai alasan ini untuk tetap berada di darat
Sabtu, 25 Mei 2013
Perbedaan Antara Karyawan dan Entrepreneur Menurut Kiyosaki
Mulailah dengan merubah mindset.
Pada masa kecil dahulu, ayah miskinsaya selalu memotivasi , “ belajarlah yang rajin, meraih nilai tertinggi, kemudian memperoleh pekerjaan yang mapan”
Dari saran ayah miskin saya, dapatlah disimpulkan bahwa seseorang seharusnya belajar dengan rajin, akhirnya memperoleh pekerjaan yang bagus.
Sebaliknya ayah kaya saya memberi saran, “ belajarlah untuk membangun bisnis sendiri, memperkerjakan orang – orang berpengalaman dan jadilah wirausaha yang mapan” Ayah kaya selalu memotivasi diri saya agar menjadi enterpreur yang berhasil, walaupun bagaimana perjuangannya. Sebetulnya apa yang membedakan antara seorang karyawan dan seorang enterpreneur.
Seorang karyawan mencari kerja pada sebuah bisnis yang telah terbangun, sebaliknya seorang enterpreneur memulai bisnis dari yang terkecil, kemudian memperkerjakan karyawan yang pintar dan berpendidikkan. Ini bukanlah sekedar isapan jempol, banyak juga enterpreneur pemula gagal sebelum bisnis itu terbangun, alias layu sebelum berkembang. Kita dapat membutikan dengan data yang ada, walaupun tidak significan,99% business gagal pada 10 tahun pertama. Statistik menunjukan juga bahwa 90 % bisnis gagal setelah lima tahun pertama. Statistik lain menunjukan 90 % dari 10 % dari binis yang dirintis mampu bertahan pada lima tahun pertama, gagal di 10 tahun pertama.
Bagaimana bisa terjadi demikian? Berbagai alasan dikemukakan, tetapi ada beberapa kritik yang perlu kita pertimbangkan sebelum memulai bisnis,
Hal tersebut diatas pemicu kegagalan bagi pembinis pemula. Pernah ayah kaya saya berkata, bahwa memulai bisnis seperti terjun dari sebuah pesawat tanpa parasit. Diudara berusaha membuat parasit dan mengembangkannya. Apabila gagal setelah turun di tanah, mulai lagi naik pesawat dan terjun lagi. Demikian terus menerus dilakukan oleh pembinis pemula, sampai dengan berhasil.
Dalam buku saya, My Rich Dad, diceritakan disana, bagaimana perjuangan saya disaat memulai bisnis. Mulai, gagal, bangkit. Jatuh bangun berulang – ulang, tanpa menyerah dan putus asa. Sampai akhirny saya menemukan sebuah bisnis nilon dan bisnis dompet Velco. Saya rasakan proses itu begitu panjang dan melelahkan dan butuh kesabaran. Tetapi justru dari pengalaman tersebut, saya memperoleh pengalaman bisnis yang membagakan.
Apakah kerja keras dan waktu panjang menjamin keberhasilan?
Suatu pertanyaan yang naïf. Banyak enterpreneur gagal karena terlalu banyak kerja dan kelelahan. Semua pekerjaan dikerjakan sendiri. Pertimbangkan untuk tidak keluar dari pekerjaan anda sebelum bisnis anda betul – betul mapan. Saya contohkan teman saya, yang keluar dari Bank terkenal di Honolulu, karena ingin menjadi enterpreneur, yang telah menjadi impiannya sejak kecil. Ia membuka depot kecil bersama ibunya. Depot itu menyediakan menu makan siang untuk karyawan, yang kebetulan bekerja pada kantor terdekat dilingkungan depot.
Setiap hari ia dan ibunya bangun jam 2 pagi untuk menyiapkan makanan, dari berbelanja sampai memasak, menyiapkan piring dan menata meja, agar supaya menarik konsumen. Mulanya ia sangat menikmati pekerjaannya dan bekerja penuh semangat, walaupun penghasilannya kecil. Dan ia dengan bangga mengatakan pada saya, bisnis ini akan saya kembangkan dan menghasilkan keuntungan yang melimpah, tetapi harapan itu tidak pernah terwujud, karena tiba- tiba ibunya meninggal. Akhirnya depotnya tutup, ia mencari pekerjaan lain, sebagai manager Francise fast food, akhirnya ia menjadi karyawan lagi.
Ini sebagai contoh, bahwa bisnis yang dirintisnya tidak sempat berkembang, belum menghasilkan keuntungan maksimal,dan teman saya gagal untuk menemukan parasitnya.
Dari obrolan tersebut diatas, dapatlah disimpulkan bahwa minset seseorang adalah titik kunci segalanya. Mulailah berpikir secara enterpreneur dari pada sebagai seorang karyawan.
Pada masa kecil dahulu, ayah miskinsaya selalu memotivasi , “ belajarlah yang rajin, meraih nilai tertinggi, kemudian memperoleh pekerjaan yang mapan”
Dari saran ayah miskin saya, dapatlah disimpulkan bahwa seseorang seharusnya belajar dengan rajin, akhirnya memperoleh pekerjaan yang bagus.
Sebaliknya ayah kaya saya memberi saran, “ belajarlah untuk membangun bisnis sendiri, memperkerjakan orang – orang berpengalaman dan jadilah wirausaha yang mapan” Ayah kaya selalu memotivasi diri saya agar menjadi enterpreur yang berhasil, walaupun bagaimana perjuangannya. Sebetulnya apa yang membedakan antara seorang karyawan dan seorang enterpreneur.
Seorang karyawan mencari kerja pada sebuah bisnis yang telah terbangun, sebaliknya seorang enterpreneur memulai bisnis dari yang terkecil, kemudian memperkerjakan karyawan yang pintar dan berpendidikkan. Ini bukanlah sekedar isapan jempol, banyak juga enterpreneur pemula gagal sebelum bisnis itu terbangun, alias layu sebelum berkembang. Kita dapat membutikan dengan data yang ada, walaupun tidak significan,99% business gagal pada 10 tahun pertama. Statistik menunjukan juga bahwa 90 % bisnis gagal setelah lima tahun pertama. Statistik lain menunjukan 90 % dari 10 % dari binis yang dirintis mampu bertahan pada lima tahun pertama, gagal di 10 tahun pertama.
Bagaimana bisa terjadi demikian? Berbagai alasan dikemukakan, tetapi ada beberapa kritik yang perlu kita pertimbangkan sebelum memulai bisnis,
- Biang keladi dari itu semua karena mind set keluarga dan lingkungan kita selalu mengajarkan, sekolah yang pintar kemudian mencari pekerjaan alias menjadi pegawai, karyawan atau buruh lebih menjamin masa depan dari pada berpayah – payah merintis usaha.
- Keahlian atau skill untuk menjadi karyawan jauh berbeda dengan skill untuk menjadi entrepreneur. Padahal kenyataan yang ada, hampir semua sekolah tidak mengajarkan bagaimana menjadi seorang enterpreneur.
- Banyak enterpreneur gagal untuk membangun bisnis, disebabkan sikap mental, lebih cenderung bermental pekerja dari pada pembisnis.
- Banyak enterpreneur pemula cenderung bekerja lebih panjang dan dibayar kurang dari karyawannya, sehingga kelelahan dan kekurangan tenaga, akhirnya putus asa dan gulung tikar.
- Enterpreneur baru pada umumnya memulai bisnis tanpa pengalaman dan modal.
- Kurang mempunyai skill dan pengalaman dibidang jasa dan produk bisnis yang ditekuni.
Hal tersebut diatas pemicu kegagalan bagi pembinis pemula. Pernah ayah kaya saya berkata, bahwa memulai bisnis seperti terjun dari sebuah pesawat tanpa parasit. Diudara berusaha membuat parasit dan mengembangkannya. Apabila gagal setelah turun di tanah, mulai lagi naik pesawat dan terjun lagi. Demikian terus menerus dilakukan oleh pembinis pemula, sampai dengan berhasil.
Dalam buku saya, My Rich Dad, diceritakan disana, bagaimana perjuangan saya disaat memulai bisnis. Mulai, gagal, bangkit. Jatuh bangun berulang – ulang, tanpa menyerah dan putus asa. Sampai akhirny saya menemukan sebuah bisnis nilon dan bisnis dompet Velco. Saya rasakan proses itu begitu panjang dan melelahkan dan butuh kesabaran. Tetapi justru dari pengalaman tersebut, saya memperoleh pengalaman bisnis yang membagakan.
Apakah kerja keras dan waktu panjang menjamin keberhasilan?
Suatu pertanyaan yang naïf. Banyak enterpreneur gagal karena terlalu banyak kerja dan kelelahan. Semua pekerjaan dikerjakan sendiri. Pertimbangkan untuk tidak keluar dari pekerjaan anda sebelum bisnis anda betul – betul mapan. Saya contohkan teman saya, yang keluar dari Bank terkenal di Honolulu, karena ingin menjadi enterpreneur, yang telah menjadi impiannya sejak kecil. Ia membuka depot kecil bersama ibunya. Depot itu menyediakan menu makan siang untuk karyawan, yang kebetulan bekerja pada kantor terdekat dilingkungan depot.
Setiap hari ia dan ibunya bangun jam 2 pagi untuk menyiapkan makanan, dari berbelanja sampai memasak, menyiapkan piring dan menata meja, agar supaya menarik konsumen. Mulanya ia sangat menikmati pekerjaannya dan bekerja penuh semangat, walaupun penghasilannya kecil. Dan ia dengan bangga mengatakan pada saya, bisnis ini akan saya kembangkan dan menghasilkan keuntungan yang melimpah, tetapi harapan itu tidak pernah terwujud, karena tiba- tiba ibunya meninggal. Akhirnya depotnya tutup, ia mencari pekerjaan lain, sebagai manager Francise fast food, akhirnya ia menjadi karyawan lagi.
Ini sebagai contoh, bahwa bisnis yang dirintisnya tidak sempat berkembang, belum menghasilkan keuntungan maksimal,dan teman saya gagal untuk menemukan parasitnya.
Dari obrolan tersebut diatas, dapatlah disimpulkan bahwa minset seseorang adalah titik kunci segalanya. Mulailah berpikir secara enterpreneur dari pada sebagai seorang karyawan.
Jumat, 24 Mei 2013
Tanda-tanda Karir yang Salah
Kapan terakhir kali Anda merasa stres karena pekerjaan? Dan, coba ingat, sudah berapa kali Anda merasa komunikasi dengan atasan terasa buntu sehingga masalah seputar pekerjaan tak kunjung terselesaikan? Bila jawabannya adalah ‘baru-baru ini’ dan ‘sudah tak terhitung berapa kali’, mungkin Anda memang berada dalam karir yang salah. Berikut keempat tandanya.
Diluar batas kemampuan
Adalah wajar ketika seorang pekerja merasa stres karena padatnya pekerjaan di kantor. Namun, lain lagi ceritanya bila hal ini terjadi terus menerus sehingga Anda kerap merasa sangat kelelahan. Inilah pertanda tidak sesuainya porsi kerja dengan kemampuan Anda. Oleh karenanya, Anda mungkin tak tepat berada di dalam karir itu. Rundingkan mengenai masalah ini dengan atasan. Namun, bila hasilnya buntu, bersiaplah mencari karir yang baru.
Tak pernah bangga
Menyukai dan mengakui bidang pekerjaan yang digeluti adalah salah satu pertanda Anda senang menjalani dan tepat berada di sana. Namun, bila untuk mengakui jenis pekerjaan dan industri tempat bekerja Anda saja sudah terasa sulit, apalagi bila dilatarbelakangi oleh perasaan malu, jangan harap Anda bisa mendapat kenyamanan dalam karir dan jangan heran bila Anda tak akan bertahan lama di dalamnya.
Jauh dari keahlian yang dimiliki
Anda terlanjur memilih bidang kerja yang jauh berbeda dari ilmu dan keahlian yang sebenarnya. Tak masalah bila perlahan Anda menikmatinya. Namun, bila dijalani dengan rasa menyesal karena skill Anda yang tak lagi digunakan, ditambah tempat kerja yang tak mendukung usaha Anda mempertahankan skill yang ada, mungkin sudah saatnya melirik karir baru di tempat lain.
Tak bersosialisasi
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang membuat Anda memilih menjauh dari kumpulan rekan di tempat kerja meski tak ada masalah dengan perilaku mereka? Karena, bisa jadi, justru Andalah yang kurang mampu menyesuaikan diri. Berbeda halnya bila perbedaan karakteristik Anda dan lingkungan kerja sangat mengganggu, dan mempengaruhi performa kerja Anda. Bila hal itu terjadi, mungkin sudah saatnya mendapatkan atmosfer kantor lain yang membuat Anda lebih mudah beradaptasi.
Diluar batas kemampuan
Adalah wajar ketika seorang pekerja merasa stres karena padatnya pekerjaan di kantor. Namun, lain lagi ceritanya bila hal ini terjadi terus menerus sehingga Anda kerap merasa sangat kelelahan. Inilah pertanda tidak sesuainya porsi kerja dengan kemampuan Anda. Oleh karenanya, Anda mungkin tak tepat berada di dalam karir itu. Rundingkan mengenai masalah ini dengan atasan. Namun, bila hasilnya buntu, bersiaplah mencari karir yang baru.
Tak pernah bangga
Menyukai dan mengakui bidang pekerjaan yang digeluti adalah salah satu pertanda Anda senang menjalani dan tepat berada di sana. Namun, bila untuk mengakui jenis pekerjaan dan industri tempat bekerja Anda saja sudah terasa sulit, apalagi bila dilatarbelakangi oleh perasaan malu, jangan harap Anda bisa mendapat kenyamanan dalam karir dan jangan heran bila Anda tak akan bertahan lama di dalamnya.
Jauh dari keahlian yang dimiliki
Anda terlanjur memilih bidang kerja yang jauh berbeda dari ilmu dan keahlian yang sebenarnya. Tak masalah bila perlahan Anda menikmatinya. Namun, bila dijalani dengan rasa menyesal karena skill Anda yang tak lagi digunakan, ditambah tempat kerja yang tak mendukung usaha Anda mempertahankan skill yang ada, mungkin sudah saatnya melirik karir baru di tempat lain.
Tak bersosialisasi
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang membuat Anda memilih menjauh dari kumpulan rekan di tempat kerja meski tak ada masalah dengan perilaku mereka? Karena, bisa jadi, justru Andalah yang kurang mampu menyesuaikan diri. Berbeda halnya bila perbedaan karakteristik Anda dan lingkungan kerja sangat mengganggu, dan mempengaruhi performa kerja Anda. Bila hal itu terjadi, mungkin sudah saatnya mendapatkan atmosfer kantor lain yang membuat Anda lebih mudah beradaptasi.
Kamis, 23 Mei 2013
Soft Skills: Kualitas Pribadi Dalam Bekerja
Soft skills adalah kualitas pribadi seseorang yang meningkatkan nilainya di tempat kerja. Skills ini tidak langsung berhubungan dengan kemampuan menjalankan deskripsi kerja melainkan pada hubungan baik dengan sesama karyawan atau dengan atasan. Soft skills juga menjadi pertimbangan pemimpin perusahaan untuk mempekerjakan atau mempertahankan staff. Berikut adalah beberapa contoh soft skills yang dapat Anda miliki dan kembangkan
1. Etos kerja
Kemampuan untuk mendedikasikan diri pada pekerjaan adalah pengertian etos kerja. Hal ini termasuk bagaimana Anda berusaha menyelesaikan suatu pekerjaan karena menyadari hal tersebut adalah tanggung jawab Anda.
2. Manajemen waktu
Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan adalah contoh manajemen waktu yang baik. Selain itu, memiliki skillsejenis ini juga berarti Anda mampu menempatkan prioritas kerja dengan baik dan tak kesulitan mengerjakan beberapa pekerjaan dalam suatu waktu.
3. Kemampuan bekerja dalam tim
Mampu bekerja dalam tim membuat Anda memiliki nilai lebih karena dilakukan tidak terbatas pada rekan yang memiliki tanggung jawab sama, tapi juga dengan rekan lain yang pekerjaannya tidak langsung berhubungan dengan Anda. Bekerja dalam tim juga termasuk kemampuan Anda berkomunikasi dengan baik sesama staf atau dengan atasan.
4. Fleksibilitas dan adaptasi
Seorang karyawan baru yang mampu melaksanakan banyak tanggung jawab dengan baik berarti memiliki fleksibilitas dan adaptasi. Beradaptasilah dengan lingkungan dan tanggung jawab di manapun Anda berada dan bekerja. Selain itu, bila sesekali pimpinan meminta Anda mengerjakan tugas yang tidak ada dalam deskripsi kerja, jangan takut untuk menerima dan mencoba membantunya.
5. Jiwa kepemimpinan
Karakteristik ini dibutuhkan untuk posisi setingkat supervisor atau untuk seseorang yang ingin meraih jabatan lebih tinggi dengan tanggung jawab mengawasi pekerjaan staff lain. Selain itu, jiwa kepemimpinan juga sangat berguna bagi staff pemula. Untuk menunjukkan potensi ini, bantulah rekan lain yang membutuhkan dan tunjukkan Anda mampu memimpin tim.
1. Etos kerja
Kemampuan untuk mendedikasikan diri pada pekerjaan adalah pengertian etos kerja. Hal ini termasuk bagaimana Anda berusaha menyelesaikan suatu pekerjaan karena menyadari hal tersebut adalah tanggung jawab Anda.
2. Manajemen waktu
Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan adalah contoh manajemen waktu yang baik. Selain itu, memiliki skillsejenis ini juga berarti Anda mampu menempatkan prioritas kerja dengan baik dan tak kesulitan mengerjakan beberapa pekerjaan dalam suatu waktu.
3. Kemampuan bekerja dalam tim
Mampu bekerja dalam tim membuat Anda memiliki nilai lebih karena dilakukan tidak terbatas pada rekan yang memiliki tanggung jawab sama, tapi juga dengan rekan lain yang pekerjaannya tidak langsung berhubungan dengan Anda. Bekerja dalam tim juga termasuk kemampuan Anda berkomunikasi dengan baik sesama staf atau dengan atasan.
4. Fleksibilitas dan adaptasi
Seorang karyawan baru yang mampu melaksanakan banyak tanggung jawab dengan baik berarti memiliki fleksibilitas dan adaptasi. Beradaptasilah dengan lingkungan dan tanggung jawab di manapun Anda berada dan bekerja. Selain itu, bila sesekali pimpinan meminta Anda mengerjakan tugas yang tidak ada dalam deskripsi kerja, jangan takut untuk menerima dan mencoba membantunya.
5. Jiwa kepemimpinan
Karakteristik ini dibutuhkan untuk posisi setingkat supervisor atau untuk seseorang yang ingin meraih jabatan lebih tinggi dengan tanggung jawab mengawasi pekerjaan staff lain. Selain itu, jiwa kepemimpinan juga sangat berguna bagi staff pemula. Untuk menunjukkan potensi ini, bantulah rekan lain yang membutuhkan dan tunjukkan Anda mampu memimpin tim.
Strategi Mendapatkan Promosi
Promosi dalam karir bukanlah keajaiban yang bisa tercipta dengan sendirinya. Di zaman serba canggih dengan persaingan kerja yang semakin ketat, dibutuhkan usaha untuk menunjukkan kualitas diri agar promosi dapat diraih. Simak tips berikut agar Anda semakin dekat pada kenaikan jabatan yang diimpikan.
1. Belajar keahlian baru
Tak dapat dipungkiri, keahlian baru yang berhubungan dengan lingkup pekerjaan adalah salah satu modal meraih promosi. Dan, jalan menuju keahlian tersebut adalah melalui pendidikan atau pelatihan yang memadai. Kualitas keterampilan Anda dalam pekerjaan menunjukkan kapabilitas bekerja, dan mendekatkan Anda pada jabatan yang lebih tinggi.
2. Membangun jejaring
Jejaring yang efektif adalah dimana Anda tak hanya mengenal tapi juga dikenal secara luas. Perbesar jejaring sosial dengan mengenal lebih dekat orang-orang di luar tim Anda. Dengan melihat cara kerja orang-orang tersebut, Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut perusahaan tempat Anda bekerja. Pengetahuan tentang perusahaan adalah modal Anda agar mendapatkan kepercayaan menempati posisi lebih tinggi.
3. Meminta tanggung jawab baru
Dalam hal ini, tanggung jawab yang dimaksud adalah memiliki inisiatif untuk menawarkan diri membantu (volunteering) departemen atau tim lain saat dibutuhkan. Tanggung jawab seperti ini menunjukkan kesungguhan Anda membantu kelancaran kerja dan mencapai kesuksesan perusahaan. Nama Andapun akan makin diperhitungkan.
4. Bersikap lebih profesional
Tingkatkan profesionalitas Anda bila ingin meraih promosi. Sikap profesional, seperti kedisiplinan dan etos kerja dapat membentuk reputasi baik Anda. Selain itu, profesionalitas juga harus ditunjukkan melalui penampilan. Tampil rapi setiap saat akan menciptakan citra baik diri Anda di mata orang lain.
5 Unsur Penting Menjadi Pemimpin
Sebagian orang percaya, kepemimpinan adalah bakat yang diperoleh sejak lahir. Namun, sebagian yang lainnya percaya, kepemimpinan bukanlah bakat alami, namun sesuatu yang dibentuk karena proses dan tempaan. Kedua pendapat itu ada benarnya. Dan, selalu ada unsur-unsur penting untuk menjadi pemimpin yang baik, seperti kelima hal di berikut ini.
1. Belajar dari kesalahan
Proses panjang yang Anda jalani sebelum menjejaki karir sebagai pemimpin tentu telah dilalui dengan banyak prestasi sekaligus kekeliruan. Maka, pemimpin yang baik adalah mereka yang dapat mengakui (dan bukannya lari dari) kesalahan, belajar dari kesalahan tersebut, dan tak mengulanginya lagi.
2. Menjadi contoh yang baik
Pemimpin yang hanya bisa memberi perintah pada staff namun melanggar aturan yang ia buat sendiri bukanlah contoh yang baik. Jadilah role model yang baik bagi orang lain. Bila ingin staff Anda disiplin mengenai waktu, tunjukkan pula kedisiplinan Anda dengan datang ke tempat kerja tepat waktu. Pekerja butuh sosok pemimpin yang bisa menjadi teladan dan dihormati.
3. Mendahulukan kepentingan umum
Meski terdengar klise, berusaha untuk mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi adalah salah satu ciri pemimpin terpuji. Mempertimbangkan hak-hak pekerja dan perasaan mereka dalam membuat keputusan atau peraturan adalah salah satu bentuk empati, yang tentu akan dihargai.
4. Percaya diri
Mempercayai kemampuan dan kualitas diri sendiri adalah salah satu modal menjadi pemimpin. Hal ini termasuk bersikap positif dan optimis terhadap hasil kerja dan kemampuan memimpin bawahan, tanpa menjadi sombong.
5. Selalu maksimal
Lakukan segala tugas dan kewajiban secara maksimal dan sebaik mungkin. Dengan demikian, secara otomatis Anda telah menunjukkan kualitas sebagai seorang pemimpin dan memiliki hasil kerja yang juga berkualitas. Performa kerja yang maksimal akan menginspirasi bawahan Anda untuk perlahan menyesuaikan diri dengan meningkatkan kualitas kerja mereka.
1. Belajar dari kesalahan
Proses panjang yang Anda jalani sebelum menjejaki karir sebagai pemimpin tentu telah dilalui dengan banyak prestasi sekaligus kekeliruan. Maka, pemimpin yang baik adalah mereka yang dapat mengakui (dan bukannya lari dari) kesalahan, belajar dari kesalahan tersebut, dan tak mengulanginya lagi.
2. Menjadi contoh yang baik
Pemimpin yang hanya bisa memberi perintah pada staff namun melanggar aturan yang ia buat sendiri bukanlah contoh yang baik. Jadilah role model yang baik bagi orang lain. Bila ingin staff Anda disiplin mengenai waktu, tunjukkan pula kedisiplinan Anda dengan datang ke tempat kerja tepat waktu. Pekerja butuh sosok pemimpin yang bisa menjadi teladan dan dihormati.
3. Mendahulukan kepentingan umum
Meski terdengar klise, berusaha untuk mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi adalah salah satu ciri pemimpin terpuji. Mempertimbangkan hak-hak pekerja dan perasaan mereka dalam membuat keputusan atau peraturan adalah salah satu bentuk empati, yang tentu akan dihargai.
4. Percaya diri
Mempercayai kemampuan dan kualitas diri sendiri adalah salah satu modal menjadi pemimpin. Hal ini termasuk bersikap positif dan optimis terhadap hasil kerja dan kemampuan memimpin bawahan, tanpa menjadi sombong.
5. Selalu maksimal
Lakukan segala tugas dan kewajiban secara maksimal dan sebaik mungkin. Dengan demikian, secara otomatis Anda telah menunjukkan kualitas sebagai seorang pemimpin dan memiliki hasil kerja yang juga berkualitas. Performa kerja yang maksimal akan menginspirasi bawahan Anda untuk perlahan menyesuaikan diri dengan meningkatkan kualitas kerja mereka.
Meningkatkan Kerja Paruh Waktu Jadi Purnawaktu
Saat musim liburan atau hari raya, banyak perusahaan retail yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja baru untuk memperlancar proses promosi demi meningkatkan penjualan. Sebagian orang mungkin nyaman dengan menjadi tenaga paruh waktu (part time). Namun, tak sedikit yang tertantang untuk meningkatkan status menjadi pekerja purnawaktu (full time) di tempat kerja mereka. Berikut langkah-langkah yang dapat memuluskan niat Anda menjadi pekerja purnawaktu.
Bersikap profesional
Meski status Anda hanyalah pekerja paruh waktu, tunjukkan profesionalitas Anda selayaknya mereka yang bekerja purnawaktu. Datanglah tepat waktu dan hindari kebiasaan yang menganggu aktivitas bekerja, misalnya mengecek ponsel. Tunjukkan pelayanan terbaik Anda pada pelanggan. Dari hal-hal kecil inilah kualitas pribadi Anda akan terlihat, yang membuka jalan menuju kerja purnawaktu.
Selangkah lebih maju
Sebagai pekerja yang baik, tak ada salahnya Anda menerima tawaran membantu pekerjaan saat jam kerja berakhir meski jenis tugasnya diluar tanggung jawab Anda. Saat briefing atau meeting, kemukakan saran untuk improvisasi penjualan, dan bila disetujui, praktikkan ide tersebut. Inilah cara Anda untuk jadi selangkah lebih maju dari pekerja lain, yang menunjukkan Anda layak dipertahankan.
Menjadi proaktif
Menjadi aktif saja tidak cukup untuk memperlihatkan keseriusan Anda menjadi bagian dari suatu perusahaan. Jadilah proaktif. Cari tahu apa saja lowongan yang mungkin sedang tersedia di perusahaan tersebut, dan cobalah melamar. Tidak menutup kemungkinan, manajemen perusahaan akan memprioritaskan posisi yang tersedia bagi nama-nama yang telah cukup familiar bagi mereka.
Ungkapkan keinginan
Pengawas Anda bisa jadi melihat semangat dan keseriusan yang Anda tunjukkan selama masa kerja paruh waktu. Namun, ia tidak bisa membaca keinginan Anda bila niat tersebut tidak diungkapkan. Katakan pada pengawas atau pimpinan tentang niat Anda untuk terus bekerja setelah liburan/hari raya berakhir, yang berarti kesediaan Anda menjadi pekerja purnawaktu.
Bersikap profesional
Meski status Anda hanyalah pekerja paruh waktu, tunjukkan profesionalitas Anda selayaknya mereka yang bekerja purnawaktu. Datanglah tepat waktu dan hindari kebiasaan yang menganggu aktivitas bekerja, misalnya mengecek ponsel. Tunjukkan pelayanan terbaik Anda pada pelanggan. Dari hal-hal kecil inilah kualitas pribadi Anda akan terlihat, yang membuka jalan menuju kerja purnawaktu.
Selangkah lebih maju
Sebagai pekerja yang baik, tak ada salahnya Anda menerima tawaran membantu pekerjaan saat jam kerja berakhir meski jenis tugasnya diluar tanggung jawab Anda. Saat briefing atau meeting, kemukakan saran untuk improvisasi penjualan, dan bila disetujui, praktikkan ide tersebut. Inilah cara Anda untuk jadi selangkah lebih maju dari pekerja lain, yang menunjukkan Anda layak dipertahankan.
Menjadi proaktif
Menjadi aktif saja tidak cukup untuk memperlihatkan keseriusan Anda menjadi bagian dari suatu perusahaan. Jadilah proaktif. Cari tahu apa saja lowongan yang mungkin sedang tersedia di perusahaan tersebut, dan cobalah melamar. Tidak menutup kemungkinan, manajemen perusahaan akan memprioritaskan posisi yang tersedia bagi nama-nama yang telah cukup familiar bagi mereka.
Ungkapkan keinginan
Pengawas Anda bisa jadi melihat semangat dan keseriusan yang Anda tunjukkan selama masa kerja paruh waktu. Namun, ia tidak bisa membaca keinginan Anda bila niat tersebut tidak diungkapkan. Katakan pada pengawas atau pimpinan tentang niat Anda untuk terus bekerja setelah liburan/hari raya berakhir, yang berarti kesediaan Anda menjadi pekerja purnawaktu.
Kesalahan Besar Pekerja Baru
Memulai pekerjaan di tempat baru berarti memulai segala sesuatunya dari awal lagi. Jangan mengharapkan lingkungan dan karir baru yang menyesuaikan diri terhadap keberadaan Anda. Sebaliknya, sesuaikan diri Anda di lingkungan baru. Hindari kesalahan-kesalahan pekerja baru berikut ini, agar hari-hari pertama Anda di tempat kerja berjalan baik dan masa depan karir di tempat baru lebih menjanjikan.
Tak beradaptasi dengan budaya tempat kerja
Budaya tempat kerja adalah segala kebiasaan yang biasa dilakukan di tempat kerja. Bila Anda tak menghiraukan cara rekan kerja berkomunikasi (lewat email, lewat chatting, atau bertemu muka), apa jenis busana yang biasa dikenakan pekerja, jam berapa biasanya kantor telah dipenuhi karyawan, dan yang lainnya, jangan heran bila seterusnya Anda dianggap tidak menyatu dengan lingkungan kantor dan dijauhi rekan kerja.
Ketahui lebih lanjut apa saja langkah untuk beradaptasi di tempat kerja baru di artikel "Beradaptasi Di Kantor Baru".
Angkuh
Tak ada orang yang menyukai rekan dengan sifat angkuh. Hindari sikap ini di manapun dan apapun karir yang Anda pilih. Meski latar belakang pendidikan Anda baik, pengalaman kerja banyak, prestasi kerja brilian, tak berarti dapat bersikap seenaknya dan memilih-milih dalam menjalin pertemanan dengan rekan kerja. Ingatlah kalimat bijak ilmu padi, yang "semakin merunduk, semakin berisi".
Tak mengerti ekspektasi atasan
Bagaimana dapat mencapai target kerja bila tak tahu apa harapan atasan terhadap hasil kerja Anda? Bila tak dijelaskan oleh atasan, tanyakan langsung padanya agar pekerjaan terarah dan sesuai, atau bahkan lebih dari ekspektasi perusahaan terhadap hasil kerja posisi yang Anda tempati sekarang.
Tak mengakui kesalahan
Sangat dimaklumi seorang pekerja baru belum memahami semua hal yang ia temui dan dikerjakan di tempat kerja baru. Maka dari itu, jangan menghindar dari kesalahan yang sudah terlanjur diperbuat. Akui kekeliruan, meski dalam skala kecil, pada rekan kerja atau pada atasan. Kejujuran Anda akan sangat dihargai dalam proses adaptasi pada lingkungan dan karir baru ini.
Tak beradaptasi dengan budaya tempat kerja
Budaya tempat kerja adalah segala kebiasaan yang biasa dilakukan di tempat kerja. Bila Anda tak menghiraukan cara rekan kerja berkomunikasi (lewat email, lewat chatting, atau bertemu muka), apa jenis busana yang biasa dikenakan pekerja, jam berapa biasanya kantor telah dipenuhi karyawan, dan yang lainnya, jangan heran bila seterusnya Anda dianggap tidak menyatu dengan lingkungan kantor dan dijauhi rekan kerja.
Ketahui lebih lanjut apa saja langkah untuk beradaptasi di tempat kerja baru di artikel "Beradaptasi Di Kantor Baru".
Angkuh
Tak ada orang yang menyukai rekan dengan sifat angkuh. Hindari sikap ini di manapun dan apapun karir yang Anda pilih. Meski latar belakang pendidikan Anda baik, pengalaman kerja banyak, prestasi kerja brilian, tak berarti dapat bersikap seenaknya dan memilih-milih dalam menjalin pertemanan dengan rekan kerja. Ingatlah kalimat bijak ilmu padi, yang "semakin merunduk, semakin berisi".
Tak mengerti ekspektasi atasan
Bagaimana dapat mencapai target kerja bila tak tahu apa harapan atasan terhadap hasil kerja Anda? Bila tak dijelaskan oleh atasan, tanyakan langsung padanya agar pekerjaan terarah dan sesuai, atau bahkan lebih dari ekspektasi perusahaan terhadap hasil kerja posisi yang Anda tempati sekarang.
Tak mengakui kesalahan
Sangat dimaklumi seorang pekerja baru belum memahami semua hal yang ia temui dan dikerjakan di tempat kerja baru. Maka dari itu, jangan menghindar dari kesalahan yang sudah terlanjur diperbuat. Akui kekeliruan, meski dalam skala kecil, pada rekan kerja atau pada atasan. Kejujuran Anda akan sangat dihargai dalam proses adaptasi pada lingkungan dan karir baru ini.
Mengasah Keterampilan Untuk Karir
Keterampilan yang terasah sangat berguna untuk mempertahankan posisi, kenaikan jabatan, dan membuka kesempatan Anda untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Untuk itu diperlukan usaha untuk mengasah keterampilan (skill), seperti beberapa langkah di bawah ini.
1. Mengikuti kursus
Ada banyak pilihan kursus yang bisa diambil di berbagai perguruan tinggi, universitas, dan institusi swasta. Anda bisa menemukan kursus apapun yang menunjang karir. Misalnya, kursus administrasi perkantoran tepat bagi sekretaris untuk mengasah keterampilan dalam bekerja. Sedangkan, penguasaan bahasa asing adalah keterampilan yang baik dan dapat diterapkan di berbagai jenis karir.
2. Memilih pendidikan formal
Mengenyam kembali pendidikan formal adalah pilihan baik untuk mengembangkan karir Anda. Gelar akademik akan membantu Anda meraih jabatan yang lebih tinggi. Tetapi, pastikan Anda dapat mengatur waktu antara bekerja dan kuliah karena pendidikan formal menuntut banyak waktu dan tenaga.
3. Menghadiri seminar
Perluas pengetahuan Anda dengan menghadiri seminar yang berhubungan dengan bidang pekerjaan. Temukan jenis seminar yang tepat bagi pengembangan karir Anda, dan daftarkan diri. Biasanya, ada biaya yang harus dibayarkan untuk menghadirinya. Karena itulah, siapkan sejumlah uang sebelumnya.
4. Manfaatkan pelatihan dari kantor
Ikuti pelatihan untuk karyawan yang diberikan secara gratis dari kantor Anda. Saat mengikuti pelatihan, berkomunikasilah dengan para peserta lain yang pekerjaannya tak langsung berhubungan dengan Anda. Jaringan pertemanan membuat Anda bisa bertukar pikiran.
1. Mengikuti kursus
Ada banyak pilihan kursus yang bisa diambil di berbagai perguruan tinggi, universitas, dan institusi swasta. Anda bisa menemukan kursus apapun yang menunjang karir. Misalnya, kursus administrasi perkantoran tepat bagi sekretaris untuk mengasah keterampilan dalam bekerja. Sedangkan, penguasaan bahasa asing adalah keterampilan yang baik dan dapat diterapkan di berbagai jenis karir.
2. Memilih pendidikan formal
Mengenyam kembali pendidikan formal adalah pilihan baik untuk mengembangkan karir Anda. Gelar akademik akan membantu Anda meraih jabatan yang lebih tinggi. Tetapi, pastikan Anda dapat mengatur waktu antara bekerja dan kuliah karena pendidikan formal menuntut banyak waktu dan tenaga.
3. Menghadiri seminar
Perluas pengetahuan Anda dengan menghadiri seminar yang berhubungan dengan bidang pekerjaan. Temukan jenis seminar yang tepat bagi pengembangan karir Anda, dan daftarkan diri. Biasanya, ada biaya yang harus dibayarkan untuk menghadirinya. Karena itulah, siapkan sejumlah uang sebelumnya.
4. Manfaatkan pelatihan dari kantor
Ikuti pelatihan untuk karyawan yang diberikan secara gratis dari kantor Anda. Saat mengikuti pelatihan, berkomunikasilah dengan para peserta lain yang pekerjaannya tak langsung berhubungan dengan Anda. Jaringan pertemanan membuat Anda bisa bertukar pikiran.
Agar Disiplin Belajar Sambil Bekerja
Kembali ke bangku kuliah saat Anda juga sibuk mengejar karir adalah keputusan yang hebat. Namun, karena menjadi pelajar sekaligus pekerja adalah dua hal yang benar-benar berbeda, untuk konsisten belajar dan bekerja ada hal yang tak mudah. Berikut beberapa tips untuk tetap maksimal belajar sekaligus bekerja.
Ingatkan diri pada tujuan belajar
Tidak semua orang mampu menjalani dua peran dalam waktu bersamaan. Karena itu, keputusan untuk berkuliah sambil bekerja tentu memiliki motivasi tersendiri bagi Anda. Ingatkan diri apa motivasi tersebut sehingga memacu semangat Anda untuk tidak malas belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkembang.
Apa saja 3 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk kuliah? Baca di "3 Pertimbangan Sebelum Kembali Kuliah".
Pergunakan waktu sebaik mungkin
Meski sibuk, sebenarnya Anda masih memiliki waktu yang dapat dipergunakan untuk belajar, misalnya dalam perjalanan dari kantor menuju tempat kuliah, atau dini hari sebelum Anda bersiap kerja. Selain itu, saat di rumah, kurangi juga membuang-buang waktu dengan hal yang tak bermanfaat. Gunakan waktu senggang di rumah untuk membaca ulang materi kuliah atau menyelesaikan tugas dari dosen.
Beritahu atasan
Atasan yang baik akan mendukung usaha Anda untuk berkembang, terlebih bila bidang ilmu yang dipelajari kelak akan berguna untuk perusahaan. Beritahu aktivitas baru Anda sebagai mahasiswa agar atasan memahami kebutuhan Anda yang mungkin tidak dibutuhkan oleh pekerja lain, misalnya fleksibilitas waktu sehingga Anda tak dapat sering lembur karena bertepatan dengan waktu kuliah.
Tak menunda-menunda pekerjaan
Kebiasaan menunda pekerjaan akan membuat Anda berkutat pada hal yang sama untuk waktu yang lama, dan berujung pada stres dan kesulitan membagi konsentrasi. Selesaikan pekerjaan yang diberikan di kantor tepat waktu karena pekerjaan yang menumpuk akan membuat Anda sulit untuk fokus dalam belajar. Sebaliknya, jangan biarkan tugas kuliah Anda menumpuk bila ingin fokus bekerja.
Tetap fit dan bersenang-senang
Untuk dapat terus bekerja dan belajar, Anda perlu fisik yang sehat. Jaga asupan makanan, istirahat cukup, dan sediakan waktu untuk berolahraga. Selain itu, sisakan juga waktu untuk orang-orang terdekat Anda agar kestabilan emosi terjaga karena kebutuhan psikologis dan sosial yang terpenuhi.
Ekstrakulikuler Sebagai Penunjang Karir
Masa kuliah idealnya digunakan untuk belajar dan berprestasi. Namun, akan lebih baik bila dalam periode 3 hingga 5 tahun tersebut terisi berbagai hal yang menunjang karir di masa depan. Untungnya, pelatihan di masa kuliah yang menunjang karir umumnya dalam bentuk ekstrakulikuler yang tidak seformal pelatihan biasa dan tidak seketat sebuah tempat kerja. Berikut beberapa contoh ekstrakulikuler di masa kuliah yang bisa dijadikan pelatihan untuk menunjang karir Anda.
Kegiatan Olahraga
Kecakapan olah raga dapat membentuk team building, kepemimpinan (leadership), dan kerja sama dalam tim. Selain itu, bila dilakukan secara berkelanjutan, olah raga juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, semangat, dan antusiasme yang kelak akan sangat berguna ketika menghadapi wawancara kerja. Bonusnya? Kebugaran Anda pun terjaga karena karir yang baik dimulai dari tubuh yang sehat.
Komunitas Debat
Mengikuti komunitas debat akan membuat Anda memiliki kemampuan untuk mempertahankan pendapat secara logis karena diikuti oleh bukti, dan bukan dengan perasaan. Kemampuan mempertahankan pendapat ini akan menjadikan Anda tegas dalam mengambil suatu keputusan. Selain itu, kepercayaan diri berbicara di depan umum (public speaking) yang dibutuhkan dalam karir pun meningkat.
Pecinta Alam
Mereka yang senang berinteraksi dengan alam melalui komunitas ini cenderung memiliki keberanian yang lebih baik ketimbang mereka yang tidak mengikuti. Selain itu, bergabung dalam komunitas pecinta alam akan melatih kerja sama dalam tim, membentuk team building dan jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Organisasi kemahasiswaan
Organisasi kemahasiswaan (seperti Badan Eksekutif Mahasiswa atau Senat Mahasiswa) adalah sekumpulan mahasiswa yang menggerakkan anggotanya untuk aktif dalam berbagai program yang telah ditetapkan bersama setiap tahunnya. Dengan banyaknya kegiatan untuk berbagai divisi, organisasi kemahasiswaan memungkinkan Anda untuk belajar bekerja sama dalam tim, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, serta lebih terarah
Kegiatan Olahraga
Kecakapan olah raga dapat membentuk team building, kepemimpinan (leadership), dan kerja sama dalam tim. Selain itu, bila dilakukan secara berkelanjutan, olah raga juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, semangat, dan antusiasme yang kelak akan sangat berguna ketika menghadapi wawancara kerja. Bonusnya? Kebugaran Anda pun terjaga karena karir yang baik dimulai dari tubuh yang sehat.
Komunitas Debat
Mengikuti komunitas debat akan membuat Anda memiliki kemampuan untuk mempertahankan pendapat secara logis karena diikuti oleh bukti, dan bukan dengan perasaan. Kemampuan mempertahankan pendapat ini akan menjadikan Anda tegas dalam mengambil suatu keputusan. Selain itu, kepercayaan diri berbicara di depan umum (public speaking) yang dibutuhkan dalam karir pun meningkat.
Pecinta Alam
Mereka yang senang berinteraksi dengan alam melalui komunitas ini cenderung memiliki keberanian yang lebih baik ketimbang mereka yang tidak mengikuti. Selain itu, bergabung dalam komunitas pecinta alam akan melatih kerja sama dalam tim, membentuk team building dan jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Organisasi kemahasiswaan
Organisasi kemahasiswaan (seperti Badan Eksekutif Mahasiswa atau Senat Mahasiswa) adalah sekumpulan mahasiswa yang menggerakkan anggotanya untuk aktif dalam berbagai program yang telah ditetapkan bersama setiap tahunnya. Dengan banyaknya kegiatan untuk berbagai divisi, organisasi kemahasiswaan memungkinkan Anda untuk belajar bekerja sama dalam tim, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, serta lebih terarah
Agar Lebih Produktif di Tempat Kerja
Sebagian waktu kita di kantor sering kali tak digunakan untuk benar-benar bekerja. Ada banyak interupsi, baik yang disengaja maupun tidak, yang menyita waktu produktif di kantor. Mengobrol dengan rekan, membuat kopi, surfing ke situs internet berita atau gosip, lalu kebingungan mencari file pekerjaan terakhir yang lupa Anda simpan akan cukup menyita waktu kerja. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjadikan waktu kerja Anda lebih produktif.
Rencanakan apa yang ingin Anda lakukan
Buatlah rencana apa yang akan Anda kerjakan dalam 1 hingga 2 jam kedepan. Prioritaskan rencana pada pekerjaan yang memiliki tenggat waktu (deadline) terdekat. Kemudian, fokus pada rencana tersebut dan jauhi kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi, misalnya tidak membuka aplikasi chatting atau membuat kopi jauh sebelum rekan lain berkumpul di pantry untuk melakukan hal yang sama.
Pastikan meja dan perangkat kerja rapi
Meja yang kotor atau penuh dengan file menumpuk cenderung akan membuat Anda lebih malas menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, mencari berkas pekerjaan Anda tentu akan lebih sulit dan membuang waktu bila laci tak tertata rapi. Rapikan meja kerja dan susun benda dalam laci dengan baik sehingga Anda tak perlu kebingungan dan kehilangan waktu saat mencari file tertentu yang tertumpuk bersama berkas pekerjaan lain.
Selesaikan pekerjaan hingga tuntas
Usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah Anda mulai di hari yang sama, sehingga tak ada pekerjaan menumpuk di hari berikutnya. Menumpuknya pekerjaan akan membuat waktu kerja Anda tidak produktif karena dihabiskan untuk tugas yang sama selama berhari-hari meski banyak tugas lain yang juga telah menunggu untuk diselesaikan.
Serius namun tetap santai
Untuk berhasil menggunakan waktu kerja seproduktif mungkin, perlu keseriusan dari diri sendiri terhadap pekerjaan yang dijalani. Bersikap konsisten terhadap tekad Anda untuk bekerja dengan maksimal akan menjaga konsentrasi kerja Anda sehingga tak mudah terbagi dengan hal-hal lain. Dan, tetaplah santai menikmati pekerjaan. Sesekali, selingi aktivitas kerja dengan makanan ringan favorit sambil mendengarkan musik pilihan agar tetap rileks dan terhindar dari stres.
Rencanakan apa yang ingin Anda lakukan
Buatlah rencana apa yang akan Anda kerjakan dalam 1 hingga 2 jam kedepan. Prioritaskan rencana pada pekerjaan yang memiliki tenggat waktu (deadline) terdekat. Kemudian, fokus pada rencana tersebut dan jauhi kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi, misalnya tidak membuka aplikasi chatting atau membuat kopi jauh sebelum rekan lain berkumpul di pantry untuk melakukan hal yang sama.
Pastikan meja dan perangkat kerja rapi
Meja yang kotor atau penuh dengan file menumpuk cenderung akan membuat Anda lebih malas menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, mencari berkas pekerjaan Anda tentu akan lebih sulit dan membuang waktu bila laci tak tertata rapi. Rapikan meja kerja dan susun benda dalam laci dengan baik sehingga Anda tak perlu kebingungan dan kehilangan waktu saat mencari file tertentu yang tertumpuk bersama berkas pekerjaan lain.
Selesaikan pekerjaan hingga tuntas
Usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah Anda mulai di hari yang sama, sehingga tak ada pekerjaan menumpuk di hari berikutnya. Menumpuknya pekerjaan akan membuat waktu kerja Anda tidak produktif karena dihabiskan untuk tugas yang sama selama berhari-hari meski banyak tugas lain yang juga telah menunggu untuk diselesaikan.
Serius namun tetap santai
Untuk berhasil menggunakan waktu kerja seproduktif mungkin, perlu keseriusan dari diri sendiri terhadap pekerjaan yang dijalani. Bersikap konsisten terhadap tekad Anda untuk bekerja dengan maksimal akan menjaga konsentrasi kerja Anda sehingga tak mudah terbagi dengan hal-hal lain. Dan, tetaplah santai menikmati pekerjaan. Sesekali, selingi aktivitas kerja dengan makanan ringan favorit sambil mendengarkan musik pilihan agar tetap rileks dan terhindar dari stres.
Fresh Graduates: Memulai Karir Baru
Lulus dari jenjang pendidikan tinggi membuat setiap orang memasuki masa baru mereka, yaitu bersaing mendapatkan karir yang baik. Sayangnya, sering kali para lulusan (fresh graduate) tersebut tidak tahu apa saja yang seharusnya dilakukan untuk meraih karir impian dan memulai hidup mandiri. Ikuti beberapa langkah berikut ini dan bersiaplah dengan pekerjaan pertama Anda.
1. Dapatkan pengalaman kerja
Banyak perusahaan lebih mengutamakan calon pekerja yang lebih berpengalaman. Maka, bagi Anda yang masih menyandang status sebagai mahasiswa, pergunakan masa kuliah dengan bekerja paruh waktu atau bekerja magang. Pengalaman ini akan sangat berharga saat Anda lulus dan mencari pekerjaan.
2. Ketahui minat Anda
Kesadaran pada minat penting karena akan mempengaruhi perkembangan karir Anda di masa depan. Agar mampu menyukai dan mencintai karir Anda kelak, pilihlah pekerjaan dengan mempertimbangkan minat dan kegemaran Anda.
3. Bangun jejaring
Temukan komunitas dan bangun jejaring dengan orang-orang yang memiliki kegemaran sama. Selain itu, jagalah hubungan baik dengan teman-teman kampus Anda agar bisa saling berbagi pengetahuan tentang karir dan informasi lowongan yang dibutuhkan.
4. Belajar mengelola uang
Selagi masih mencari pekerjaan, belajarlah mengelola uang dengan bijak. Bagi pengeluaran berdasarkan jenisnya dan batasi pengeluaran yang kurang penting agar Anda terhindar dari kondisi kekurangan uang atau bahkan berhutang.
5. Mulai cari kerja di karir
Saat ini, Anda tidak lagi perlu mengunjungi perusahaan atau mengirim email untuk melamar pekerjaan. Di karir, kami membantu proses lamaran kerja Anda menjadi lebih mudah dan gratis. Daftarkan diri, buat resume, dan cari pekerjaan secara instan. Anda pun dapat mengatur pemberitahuan agar dapat menerima informasi lowongan pekerjaan yang diinginkan melalui email.
Meraih Tujuan Anda dengan 3 Aturan
Semua orang tentu memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang dalam hidupnya. Kita semua memiliki resolusi seperti menurunkan berat badan, mendapat pekerjaan yang lebih baik, lulus kuliah, atau bahkan yang sederhana saja seperti menyelesaikan membaca satu buku setiap minggu.
Kita punya rencana untuk melakukan hal-hal tersebut. Seseorang memutuskan bahwa ia sangat ingin mencapai hal-hal ini, tapi kemudian seiring waktu berlalu, ia kemudian menyerah begitu saja. Apa yang terjadi? Masalahnya adalah, seperti yang mungkin sudah Anda tahu juga, konsisten pada apa yang sudah kita rencanakan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Jika menepati rencana adalah hal mudah, maka setiap orang akan meraih tujuannya dan kita semua akan hidup dalam lingkungan sosial yang berbahagia.
Pada kenyataannya, sebagian besar orang gagal meraih tujuan mereka. Jadi, bagaimana agar Anda bisa tetap pada rencana Anda dan memaksa diri sampai ke garis finish? Berikut ini adalah beberapa aturannya.
Realistis
Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Dapatkah saya melakukannya?”. Tanpa bermaksud membatasi mentalitas Anda, memasang goal yang tidak realistis dapat menjadi penyebab utama kegagalan Anda meraih goal tersebut. Contohnya, Anda sedang merasa suka dengan jogging dan Anda ingin berlari pada jarak yang lebih panjang lagi. Saat ini Anda lari 2 km setiap hari, dan kemudian Anda memutuskan bahwa Anda ingin bisa berlari sejauh 26 km dalam waktu dua bulan. Bukan ide buruk untuk menambah jarak lari Anda, tapi paling tidak Anda membutuhkan latihan setahun untuk berlari maraton sejauh itu.
Pertanyaan kedua yang perlu Anda tanyakan pada diri Anda adalah “Apakah saya benar-benar ingin melakukan hal tersebut?”. Kadang-kadang kita merasa senang melakukan sesuatu dan kita menganggap hal tersebut merupakan hal terbaik yang pernah kita lihat atau kita alami. Kita merasa telah menemukan makna hidup dan yakin bahwa hal inilah yang ingin kita lakukan sepanjang sisa hidup kita. Kemudian tiba-tiba dengan cepat kita kehilangan ketertarikan pada hal tersebut. Dan semakin hilang rasa ketertarikan itu, semakin sulit pula bagi kita untuk meraih tujuan.
Contohnya, Anda ingin menjadi seorang desainer video game dan Anda memutuskan untuk kuliah di bidang tersebut untuk belajar lebih banyak tentangnya. Anda kini sudah duduk di tahun ketiga dan perlahan tapi pasti, Anda mulai kehilangan rasa tertarik terhadap kegiatan mendesain video game. Waktu berlalu dan setiap kelas yang Anda jalani terasa membosankan. Anda merasa semakin sulit untuk mendapatkan nilai yang cukup agar bisa lulus. Maka semakin sulit bagi Anda untuk meraih goal mendapatkan gelar.
Pada suatu saat, Anda mungkin saja kehilangan rasa tertarik Anda terhadap suatu hal. Tapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Tapi, sebelum memulai sesuatu dalam rangka meraih tujuan Anda, gunakan pikiran dan hati Anda untuk berpikir apakah hal tersebut adalah sesuatu yang benar-benar ingin Anda lakukan. Bukan hanya menyangkut tujuan besar Anda seperti kuliah dan mendapatkan gelar, tapi juga terkait goal-goal lainnya dalam skala yang lebih kecil. Apakah Anda benar-benar ingin membelanjakan uang dan waktu Anda untuk menjadi tuan rumah acara reuni, atau Anda sebenarnya ingin melakukan hal lain? Apakah Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan atau hal tersebut hanyalah tekanan dari lingkungan sosial Anda? Melakukan apa yang benar-benar Anda inginkan sangatlah penting dalam rangka meraih tujuan Anda.
Tulislah Goal Anda
Pertanyaan kedua yang perlu Anda tanyakan pada diri Anda adalah “Apakah saya benar-benar ingin melakukan hal tersebut?”. Kadang-kadang kita merasa senang melakukan sesuatu dan kita menganggap hal tersebut merupakan hal terbaik yang pernah kita lihat atau kita alami. Kita merasa telah menemukan makna hidup dan yakin bahwa hal inilah yang ingin kita lakukan sepanjang sisa hidup kita. Kemudian tiba-tiba dengan cepat kita kehilangan ketertarikan pada hal tersebut. Dan semakin hilang rasa ketertarikan itu, semakin sulit pula bagi kita untuk meraih tujuan.
Contohnya, Anda ingin menjadi seorang desainer video game dan Anda memutuskan untuk kuliah di bidang tersebut untuk belajar lebih banyak tentangnya. Anda kini sudah duduk di tahun ketiga dan perlahan tapi pasti, Anda mulai kehilangan rasa tertarik terhadap kegiatan mendesain video game. Waktu berlalu dan setiap kelas yang Anda jalani terasa membosankan. Anda merasa semakin sulit untuk mendapatkan nilai yang cukup agar bisa lulus. Maka semakin sulit bagi Anda untuk meraih goal mendapatkan gelar.
Pada suatu saat, Anda mungkin saja kehilangan rasa tertarik Anda terhadap suatu hal. Tapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Tapi, sebelum memulai sesuatu dalam rangka meraih tujuan Anda, gunakan pikiran dan hati Anda untuk berpikir apakah hal tersebut adalah sesuatu yang benar-benar ingin Anda lakukan. Bukan hanya menyangkut tujuan besar Anda seperti kuliah dan mendapatkan gelar, tapi juga terkait goal-goal lainnya dalam skala yang lebih kecil. Apakah Anda benar-benar ingin membelanjakan uang dan waktu Anda untuk menjadi tuan rumah acara reuni, atau Anda sebenarnya ingin melakukan hal lain? Apakah Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan atau hal tersebut hanyalah tekanan dari lingkungan sosial Anda? Melakukan apa yang benar-benar Anda inginkan sangatlah penting dalam rangka meraih tujuan Anda.
Tulislah Goal Anda
Ya, lakukan hal tersebut. Tulis di mana saja. Tulislah di buku catatan Anda, di tembok kamar Anda, di desktop computer Anda. Di mana saja tempat yang sering Anda lihat. Mengapa hal ini penting? Hal ini akan mengingatkan tentang apa yang benar-benar Anda inginkan. Mengingatkan bahwa Anda punya sesuatu yang harus dilakukan. Hal ini membantu menyingkirkan segala macam alasan yang membuat Anda melupakan tujuan Anda. Ketika Anda punya tujuan untuk menurunkan 5 kg dan Anda ingin mengambil kentang goreng, Anda akan melihat goal di pintu kulkas. Anda tidak jadi makan kentang goreng itu, kecuali keinginan Anda memang tidak cukup kuat.
Menunda-nunda adalah masalah besar di tengah-tengah kita. Alih-alih mengerjakan sesuatu yang benar-benar ingin kita raih, kita lebih senang bermain video game, menonton TV atau menjelajahi situs-situs di internet secara acak selama berjam-jam, kegiatan yang tidak menambahkan manfaat pada pencapaian tujuan kita.
Ambil contoh Anda sedang mengerjakan makalah untuk kelas di universitas Anda karena tujuan Anda adalah untuk mendapatkan nilai A di kelas tersebut. Anda menjelajahi situs Netflix untuk menonton sebuah film. Tapi kemudian di desktop, Anda melihat tulisan tangan Anda sendiri “Saya ingin mendapatkan nilai A di kelas”. Dampak psikologisnya akan terasa. Jika Anda benar-benar ingin mendapat nilai A di kelas dan hal tersebut tertanam di kepala Anda, Anda akan menutup browser dan mulai mengerjakan makalah Anda. Jadi, tulislah goal agar Anda selalu diingatkan tentang hal tersebut.
Satu per satu
Menunda-nunda adalah masalah besar di tengah-tengah kita. Alih-alih mengerjakan sesuatu yang benar-benar ingin kita raih, kita lebih senang bermain video game, menonton TV atau menjelajahi situs-situs di internet secara acak selama berjam-jam, kegiatan yang tidak menambahkan manfaat pada pencapaian tujuan kita.
Ambil contoh Anda sedang mengerjakan makalah untuk kelas di universitas Anda karena tujuan Anda adalah untuk mendapatkan nilai A di kelas tersebut. Anda menjelajahi situs Netflix untuk menonton sebuah film. Tapi kemudian di desktop, Anda melihat tulisan tangan Anda sendiri “Saya ingin mendapatkan nilai A di kelas”. Dampak psikologisnya akan terasa. Jika Anda benar-benar ingin mendapat nilai A di kelas dan hal tersebut tertanam di kepala Anda, Anda akan menutup browser dan mulai mengerjakan makalah Anda. Jadi, tulislah goal agar Anda selalu diingatkan tentang hal tersebut.
Satu per satu
Ingat contoh lari marathon pada contoh aturan #1 di atas? Jadi, jika Ada telah berlari 2 km per hari dan kemudian Anda benar-benar ingin bisa berlari marathon 26 km, apa yang bisa Anda lakukan? Jawabannya adalah tingkatkan jarak tersebut perlahan-lahan sesuai dengan kemampuan tubuh Anda. Anda berlari 2 km hari ini. Berikutnya Anda akan mulai berlari 5, 8, 10 dan suatu saat Anda akan mencapai angka 26. Maka Anda akan dapat meraih goal dan melampaui garis finish. Hal ini dapat diterapkan pada apa pun. Lakukan perlahan-lahan dan nikmati waktu Anda. Sering kali kita mencoba meraih sesuatu dengan periode singkat dan kemudian kita kecewa. Lebih baik mencapainya perlahan-lahan daripada menyerah di tengah jalan dan tidak mencapai tujuan sama sekali.
Demikianlah, tiga aturan untuk mencapai apa pun dalam hidup. Pertama, tanyakan pada diri sendiri apakah goal Anda cukup realistis dan apakah Anda benar-benar ingin mencapainya. Kemudian, tulislah tujuan-tujuan tersebut agar Anda senantiasa mengingatnya atau diingatkan oleh tulisan Anda sendiri, dan jangan lupa untuk meraihnya dengan kesabaran, perlahan, satu per satu.
Demikianlah, tiga aturan untuk mencapai apa pun dalam hidup. Pertama, tanyakan pada diri sendiri apakah goal Anda cukup realistis dan apakah Anda benar-benar ingin mencapainya. Kemudian, tulislah tujuan-tujuan tersebut agar Anda senantiasa mengingatnya atau diingatkan oleh tulisan Anda sendiri, dan jangan lupa untuk meraihnya dengan kesabaran, perlahan, satu per satu.
Mengelola Stress di Tempat Kerja
Menjaga produktivitas individu bisa jadi sangat menantang bagi beberapa orang, terutama dalam lingkungan kerja yang menegangkan. Peggy Duncan, seorang penulis dan pembicara workshop mengenai produktivitas individu, memberikan beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi stress dan meningkatkan produktivitas.
Apa pesan pentingnya?
Jika Anda ingin mengurangi stress yang Anda alami di tempat kerja dan pada saat bersamaan meningkatkan produktivitas, maka Anda mesti menyadari dan mengakui berapa banyak waktu Anda yang terbuang. Kita tidak dapat mengatur waktu. Kita mengatur diri kita sendiri. Kita bisa mengatur apa yang kita lakukan dengan waktu yang kita miliki.
Kegagalan mengelola, target yang tidak tercapai, terlalu banyak telepon personal, proses-proses yang tidak saling berhubungan, tidak adanya rutinitas, prencanaan yang mentah, menunda-nunda, tidak fokus, kurang terlatih, e-mail sampah, surfing di internet, dan daftarnya bertambah terus. Hal-hal ini adalah penjahat waktu yang mencuri waktu kita. Parahnya, jarang yang menyadari bahwa hal-hal tersebut menyebabkan seseorang tidak pernah memiliki cukup waktu. Bekerja tanpa kesadaran akan hal ini merupakan akar penyebab dari stress.
Peggy Duncan mencontohkan salah satu kliennya yang menumpuk surat-suratnya setiap hari. Setiap hari asisten sang klien akan menambahkan surat-surat baru ke tumpukan tersebut. Semakin tinggi tumpukan itu, semakin frustrasi sang klien dan ia menjadi semakin menunda. Asistennya sama saja frustrasinya karena ia merasa tidak dapat menjadi asisten yang baik bagi atasannya. Akibatnya, rasa percaya diri sang asisten menurun. Keduanya pun menyelesaikan pekerjaan secara reaktif karena banyaknya pekerjaan semakin menumpuk, alih-alih terselesaikan.
Duncan menyarankan untuk merubah proses penanganan surat-surat tersebut. Mereka membuat folder-folder sehingga sang asisten dapat meyortir surat-surat berdasarkan prioritas sebelum diserahkan ke atasannya. Folder merah untuk TINDAK LANJUT, biru untuk DIBACA, dan seterusnya. Kemudian, sang asisten tidak lagi meletakkan surat-surat tersebut di meja kerja sang atasan. Ia kini duduk bersama atasannya 20 sampai 30 menit setiap pagi untuk membantunya memproses surat-surat tersebut. Sistem ini bekerja dengan baik. Perhatikan bahwa mereka merubah PROSES sehingga sang klien tidak MENUNDA-NUNDA dengan cara membentuk sebuah RUTINITAS. Mereka telah menangkap penjahat waktu.
Klien Peggy Duncan yang lain memiliki masalah besar dengan datang ke tempat kerja tepat pada waktunya. Hal itu menyebabkan peformansinya tidak cukup baik di mata atasan dan rekan kerjanya. Setelah mengevaluasi untuk melihat apa yang menyebabkan ia selalu terlambat, Peggy menemukan bahwa si klien tidak pernah membuat rencana di malam sebelumnya, dan lemari pakaiannya tidak teratur. Hari-hari sang klien dimulai dengan pagi yang menjadi mimpi terburuknya.
Maka demikianlah. Jika oang-orang memperhatikan apa yang mereka perbuat dengan waktu mereka, mereka akan melihat bagaimana mereka menyia-nyiakannya. Jika saja mereka membuat pengaturan dan penyesuaian sederhana, mereka akan dapat mengatur diri mereka dengan lebih baik. Sangat sederhana, tapi membutuhkan beberapa usaha untuk mewujudkannya.
Bagaimana dengan orang-orang yang bekerja dengan atasan yang tidak teratur, atau bekerja lepas sebagai freelance? Sebagai contoh, jika mereka mendapatkan pekerjaan tambahan dengan petunjuk yang sangat sedikit, atau jadual yang tiba-tiba berubah, adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat situasi yang tidak terduga menjadi lebih mudah?
Menurut Peggy, hal ini merupakan situasi yang cukup sulit. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa Anda memiliki sebuah system. Semakin teratur dan efisien Anda, semakin baik Anda dapat menangani seseorang yang tidak teratur atau menangani hal-hal yang tak terduga.
Nah, sepanjang sang atasan memiliki kepentingan dalam hal ini, Anda harus menemukan alasan mengapa ia tidak membuat rencana. Mungkin saja hal tersebut berhubungan dengan pengelolaan yang kurang baik. Sebenarnya atasan Anda juga sama menderitanya dengan Anda. Anda harus menemukan celahnya. Maka pada saat Anda bertemu dengannya, coba cari tahu apa yang sangat ingin dilakukan atasa Anda jika ia memiliki waktu ekstra. Mungkin saja ia merasa sedih karena tidak dapat menghadiri acara bersama keluarga. Ketika Anda menemukan celah ini, bantu mereka dengan cara memperlihatkan bagaimana mereka bisa mendapat waktu ekstra yang mereka inginkan, hanya dengan merubah beberapa aspek dalam kegiatan kerja Anda berdua sehari-hari. Cobalah untuk membuat mereka melakukan perubahan kecil – ubahlah seuatu yang Anda tahu akan menghasilkan efek yang segera terasa. Lanjutkan melakukan hal ini dengan menitikberatkan fokus pada cara untuk membantu atasan anda, dan situasi Anda sendiri pun akan berubah menjadi lebih baik.
Secara umum, Peggy menyarankan rutinitas. Ia percaya bahwa orang akan dapat menyelesaikan lebih banyak hal jika ia membangun rutinitas dan mengikuti rutinitas tersebut semaksimal mungkin. Tapi Anda perlu untuk tetap fleksibel dan beradaptasi dengan hal-hal yang tak terduga. Jika tidak, ketika terjadi hal-hal di luar rencana, akan menyebabkan Anda mengalami stress karena mencoba bekerja tanpa rencana
Mengelola Si Negatif !
Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana cara Anda melakukannya? Itulah ‘skill leadership Anda’.
Satu karyawan pesimistik akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Virus pesimistik sangat berbahaya bagi tim kerja. Pesimistik adalah salah satu bentuk perilaku negatif yang menyedot energi positif tim kerja.
Manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Manager atau supervisor yang memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku, bisa mempermudah mereka mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja. Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman.
Karyawan yang terjangkit virus negatif bisa dikenali dengan mudah. Ia lemas dan tidak mau menunjukkan gairah kerja. Ia hadir di pekerjaan dengan muka selalu ditekuk. Sangat menyedihkan. Lantas bagaimana mengelolanya?
Para Leader, pernahkah Anda benar-benar menerapkan strategi mengelola oraang-orang yang negatif? Pernahkan Anda menghadapi orang yang selalu membantah ide-ide perbaikan? Orang-orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain? Orang-orang yang selalu mengelak apapun yang ditugaskan kepadanya?
Perilaku-perilaku negatif semacam ini adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam karyawan tim kerja. Beberapa orang ada yang memang secara alami memiliki raut muka pessimist. Kecenderungan yang sering dia lakukan adalah mempertanyakan atau mengkritik daripada bersikap “I can do”.
Tetapi, perilaku itu bisa muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke karyawan lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan karyawan semacam ini?
Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:
1: Lihat ke cermin!
Para Leader, musti evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja.
Seandainya Anda menilai bahwa salah seorang karyawan tim kerja terlalu negatif, misalnya lebih sering bilang ‘tidak’ baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka sebaiknya Anda lihat atmosfer kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja?
Temukan apakah Anda sendiri juga hanya terus menerus meng- kritik kinerja orang itu ataukah juga sekali-kali memujinya? Sikap Anda, para Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativity karyawan!
2: Berikan contoh pola
perilaku yang lebih spesifik Maksudnya adalah, sebagai Leader, Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku karyawan Anda. Ketika Anda mengeluhkan perilaku- perilaku negatif itu, Anda musti bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu. Atau membuat ilustrasi yang akurat menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu.
Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan semua atau seseorang karyawan tim kerja untuk berubah sebagaimana yang diperlukan. Anda bisa menunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata negatif, atau seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan.
3: Bicarakan impak perilaku negatif
Sewaktu bicara dengan karyawan negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, misalnya jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.
Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata-kata ‘no’ atau ‘imposible’.
Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, “Andi, saya mengamati dalam meeting tadi, kamu selalu menggelengkan kepala dan menunjukkan muka merengut ketika orang-orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang yang melihat sikapmu itu tidak akan mau meneruskan pembicaraannya. Orang-orang akan merasa kamu sepelekan.”
Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.
4: Amputasi jabatannya
Seandainya poin ketiga itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilaku negatif karyawan itu, apa yang bisa para Leader lakukan? Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager HRD, untuk mendiskusikan pencarian solusinya. Biasanya, Manager HRD akan melakukan coaching yang serupa dengan yang Anda lakukan.
Tindakan-tindakan akan dilakukan untuk mengupayakan perbaikan dari karyawan tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan atau pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan) adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini.
Satu karyawan pesimistik akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Virus pesimistik sangat berbahaya bagi tim kerja. Pesimistik adalah salah satu bentuk perilaku negatif yang menyedot energi positif tim kerja.
Manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Manager atau supervisor yang memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku, bisa mempermudah mereka mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja. Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman.
Karyawan yang terjangkit virus negatif bisa dikenali dengan mudah. Ia lemas dan tidak mau menunjukkan gairah kerja. Ia hadir di pekerjaan dengan muka selalu ditekuk. Sangat menyedihkan. Lantas bagaimana mengelolanya?
Para Leader, pernahkah Anda benar-benar menerapkan strategi mengelola oraang-orang yang negatif? Pernahkan Anda menghadapi orang yang selalu membantah ide-ide perbaikan? Orang-orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain? Orang-orang yang selalu mengelak apapun yang ditugaskan kepadanya?
Perilaku-perilaku negatif semacam ini adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam karyawan tim kerja. Beberapa orang ada yang memang secara alami memiliki raut muka pessimist. Kecenderungan yang sering dia lakukan adalah mempertanyakan atau mengkritik daripada bersikap “I can do”.
Tetapi, perilaku itu bisa muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke karyawan lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan karyawan semacam ini?
Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:
1: Lihat ke cermin!
Para Leader, musti evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja.
Seandainya Anda menilai bahwa salah seorang karyawan tim kerja terlalu negatif, misalnya lebih sering bilang ‘tidak’ baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka sebaiknya Anda lihat atmosfer kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja?
Temukan apakah Anda sendiri juga hanya terus menerus meng- kritik kinerja orang itu ataukah juga sekali-kali memujinya? Sikap Anda, para Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativity karyawan!
2: Berikan contoh pola
perilaku yang lebih spesifik Maksudnya adalah, sebagai Leader, Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku karyawan Anda. Ketika Anda mengeluhkan perilaku- perilaku negatif itu, Anda musti bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu. Atau membuat ilustrasi yang akurat menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu.
Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan semua atau seseorang karyawan tim kerja untuk berubah sebagaimana yang diperlukan. Anda bisa menunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata negatif, atau seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan.
3: Bicarakan impak perilaku negatif
Sewaktu bicara dengan karyawan negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, misalnya jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.
Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata-kata ‘no’ atau ‘imposible’.
Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, “Andi, saya mengamati dalam meeting tadi, kamu selalu menggelengkan kepala dan menunjukkan muka merengut ketika orang-orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang yang melihat sikapmu itu tidak akan mau meneruskan pembicaraannya. Orang-orang akan merasa kamu sepelekan.”
Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.
4: Amputasi jabatannya
Seandainya poin ketiga itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilaku negatif karyawan itu, apa yang bisa para Leader lakukan? Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager HRD, untuk mendiskusikan pencarian solusinya. Biasanya, Manager HRD akan melakukan coaching yang serupa dengan yang Anda lakukan.
Tindakan-tindakan akan dilakukan untuk mengupayakan perbaikan dari karyawan tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan atau pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan) adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini.
Merawat Semangat Kerja
Semangat kerja Anda adalah induk dari segala sukses yang menghubungkan semua potensi unggul Anda dalam melakukan kegiatan penyuluhan menghasilkan kinerja optimal sehinggap tujuan dari penyuluhan bisa tercapai. Tanpa semangat kerja, Anda akan merasa tidak efektif untuk melangkah ke arah kerja yang harus Anda selesaikan. Setiap orang pada dasarnya bersifat tidak konsisten dengan dirinya sendiri, hal ini akan terlihat dari fluktuasi semangat seseorang yang selalu turun naik.
Untuk bisa menjaga dan merawat semangat kerja Anda secara konsisten dan stabil adalah sangat sulit, sebab dibutuhkan mental yang sangat terlatih oleh pengalaman hidup dengan berbagai macam situasi dan kondisi, tapi belum tentu setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar tentang makna hidup dari realitas perjalanan hidupnya.
Semangat adalah kata yang mengalirkan energi sukses dari satu titik darah ke titik darah berikutnya secara bersambung dan terus - menerus dalam diri seseorang. Bayangkan, apa jadinya hidup Anda bila tidak didasari oleh semangat hidup dan semangat kerja yang tinggi, mungkin Anda hanya akan menjadi makhluk yang hidup merayap di planet bumi ini, tanpa mampu berbuat apa - apa sampai hari akhir menjemput. Semangat itu harus dirawat dan dijaga, agar Anda bisa mencapai semua mimpi, harapan, dan keinginan Anda secara optimal. Cobalah renungkan sejenak tentang betapa pentingnya semangat kerja yang stabil dan konsisten dalam melakukan penyuluhan sosial dan membawa hidup Anda menuju keberhasilan.
- Pahamilah cara terefektif untuk merawat semangat kerja Anda dalam melakukan penyuluhan dengan beberapa cara berikut ini:
- Pastikan bahwa semangat kerja Anda selalu terkendali secara benar, dan Anda mampu mengatasi semua kesulitan secara tepat.
- Pastikan Anda mampu mengkomunikasikan semua persoalan hidup Anda dengan menggunakan logika dan akal sehat.
- Pastikan Anda secara rutin memberikan hadiah untuk kebahagian diri Anda.
- Pastikan Anda telah sangat paham untuk memahami bahwa tanpa kerja keras, Anda tidak akan bisa mendapatkan sukses.
- Pastikan Anda selalu mampu melihat dan memperbaiki semua kelemahan yang ada dalam diri Anda.
- Pastikan Anda selalu mampu berpikir dan bertindak dengan lebih bijak.
- Pastikan Anda selalu memompa semangat kerja dengan mengucapkan syukur terhadap apa yang sedang Anda nikmati sekarang.
- Pastikan Anda selalu peduli untuk menjaga semangat kerja dengan kosentrasi tinggi.
- Pastikan Anda telah memahami benar untuk bangkit kembali dari setiap kejatuhan.
- Pastikan Anda terus tumbuh dengan semangat dan motivasi, yang tidak pernah hancur atau hilang oleh badai sekuat apapun.
- Merawat semangat kerja dapat menjadi sebuah kebiasaan yang positif, bila Anda menjadi sadar akan pentingnya peran semangat kerja dalam mendorong sukses Anda.
Minggu, 19 Mei 2013
Trik Meningkatkan Performa Kerja
Ingin karir melesat? Tingkatkan performa kerja Anda. Tentunya performa kerja yang baik tidak bisa didapat tanpa usaha.
Diperlukan berbagai usaha dan pengembangan diri, agar karir bisa berkembang. Untuk membantu performa kerja lebih baik, ikuti tips berikut ini yang dikutip dari ehow.
Buat tantangan
Jika ingin meningkatkan kualitas kerja, ubahlah cara pandang dari sudut yang berbeda. Carilah beberapa alternatif dalam berpikir dan bekerja. Bukan hanya mementingkan kecepatan bekerja, namun juga perlu dipikirkan kesempurnaan hasil akhir. Anda pun tidak bisa selalu bekerja atas perintah atasan. Percaya dirilah untuk menantang diri Anda sendiri dengan mengambil beberapa proyek baru.
Membuat time line
Jika Anda sudah mengambil sebuah proyek besar buatlah timeline kerja. Kerjakan tugas dengan membuat estimasi waktu. Lalu selasaikanlah pekerjaan berdasarkan timeline yang telah dirancang.
Mengikuti seminar
Menghadiri berbagai seminar di bidang pekerjaan membuat Anda lebih berkembang. Penyajian seminar memberikan Anda ide yang bisa dipraktekan di perusahaan. Selain itu, Banyak para profesional di sana, Anda bisa bertukar pengalaman dan tentunya mendapatkan kontak mereka sehingga dapat menambah koneksi.
Menciptakan kedekatan antar karyawan
Di sebuah kantor biasanya karyawannya dipisahkan oleh kubikel-kubikel. Sebagian besar karyawan tidak menyadari bahwa jarak dapat menghancurkan sebuah karya yang dirancang oleh sebuah tim. Maka dari itu, untuk meningkatkan performance, lingkungan kerja harus bisa lebih menyenangkan dan kedekatan antar karyawan harus terbina.
Diperlukan berbagai usaha dan pengembangan diri, agar karir bisa berkembang. Untuk membantu performa kerja lebih baik, ikuti tips berikut ini yang dikutip dari ehow.
Buat tantangan
Jika ingin meningkatkan kualitas kerja, ubahlah cara pandang dari sudut yang berbeda. Carilah beberapa alternatif dalam berpikir dan bekerja. Bukan hanya mementingkan kecepatan bekerja, namun juga perlu dipikirkan kesempurnaan hasil akhir. Anda pun tidak bisa selalu bekerja atas perintah atasan. Percaya dirilah untuk menantang diri Anda sendiri dengan mengambil beberapa proyek baru.
Membuat time line
Jika Anda sudah mengambil sebuah proyek besar buatlah timeline kerja. Kerjakan tugas dengan membuat estimasi waktu. Lalu selasaikanlah pekerjaan berdasarkan timeline yang telah dirancang.
Mengikuti seminar
Menghadiri berbagai seminar di bidang pekerjaan membuat Anda lebih berkembang. Penyajian seminar memberikan Anda ide yang bisa dipraktekan di perusahaan. Selain itu, Banyak para profesional di sana, Anda bisa bertukar pengalaman dan tentunya mendapatkan kontak mereka sehingga dapat menambah koneksi.
Menciptakan kedekatan antar karyawan
Di sebuah kantor biasanya karyawannya dipisahkan oleh kubikel-kubikel. Sebagian besar karyawan tidak menyadari bahwa jarak dapat menghancurkan sebuah karya yang dirancang oleh sebuah tim. Maka dari itu, untuk meningkatkan performance, lingkungan kerja harus bisa lebih menyenangkan dan kedekatan antar karyawan harus terbina.
Cara Mempertahankan Kerja
Pada suatu hari, seorang teman lama datang menceritakan bahwa saat ini, dia sedang tidak mempunyai pekerjaan. Teman tersebut menceritakan pengalamannya yang cukup "serius", dan keinginannya untuk dibantu dicarikan pekerjaan. Singkat cerita, akhirnya terjawab juga pertanyaan "mengapa sampai kehilangan pekerjaan lama ?". Ternyata pada saat Lebaran yang lalu, teman tersebut pulang kampung, dan karena alasan "klasik" , kesulitan kendaraan, sehingga terlambat kembali masuk kerja satu hari. Satu minggu kemudian teman tersebut diminta untuk tidak masuk bekerja lagi (alias diberhentikan), dengan alasan mangkir.
Ilustrasi seperti di atas, mungkin tidak hanya menimpa teman tersebut, melainkan banyak di antara kita tertimpa juga hal yang demikian. Penyimpangan sedikit saja yang dilakukan oleh karyawan bisa menjadi malapetaka bagi karyawan yang bersangkutan. Bila diperhatikan benar-benar, pada ilustrasi di atas, karyawan tersebut memang bersalah karena tidak menepati ketentuan sehingga harus absen satu hari dengan alasan kesulitan kendaraan untuk kembali ke kota tempatnya bekerja. Tetapi apakah ini memang merupakan suatu "dosa" yang sangat besar, sehingga harus berakibat pada pemberhentian karyawan tersebut? "Dosa" besar atau kecil bisa dilihat dari berbagai sisi, dan tergantung pada kepentingan perusahaan terhadap karyawan tersebut. Dalam masalah putus hubungan kerja, bagaimanapun juga perusahaan lebih "berkuasa".
Tindakan langsung pecat ini, tidak banyak terjadi dulu, pada saat situasi ekonomi sedang baik, di mana industri berkembang baik dan perusahaan sedang memerlukan tenaga kerja. Tetapi pada saat masih sulit seperti sekarang ini, di mana banyak perusahaan terpaksa harus mengurangi kegiatan operasionalnya, kejadian karyawan mangkir justru menjadi salah satu alasan untuk melakukan tindakan langsung pecat ini. Bukan tidak mungkin ilustrasi di atas tersebut akan menimpa atau dilakukan bagi tenaga kerja lainnya yang sekarang ini masih aktif. Oleh karenanya, bagi karyawan, perlu kiranya memikirkan strategi mempertahankan pekerjaan agar bisa tetap aktif mendapatkan mata pencaharian.
Bermacam-macam hal bisa dilaksanakan oleh karyawan dalam usahanya untuk mempertahankan pekerjaannya. Misalnya :
• Lebih tekun dalam melaksanakan tugas Bagaimanapun juga keadaan ekonomi yang masih sulit ini sangat mempengaruhi dunia usaha. Akibatnya penghematan dilakukan di mana-mana. Tidak terkecuali penghematan biaya tenaga kerja. Bila tadinya perusahaan bisa memberikan toleransi yang agak longgar terhadap kelebihan tenaga kerja yang dimilikinya, sekarang pastilah perusahaan amat selektif dalam biaya tenaga kerja tersebut. Bila tidak terdapat jalan keluar yang lebih baik akhirnya pasti dilaksanakan pemutusan hubungan kerja. Dan hal ini sudah banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Pemutusan hubungan kerja ini pada umumnya dilakukan bertahap, dengan mengurangi tenaga-tenaga kerja yang dianggap tidak qualified. Keadaan ini bagi karyawan yang masih tinggal juga merupakan suatu hal yang tidak menenteramkan. Oleh karenanya sebagai suatu usaha untuk mempertahankan diri pada pekerjaan, sebaiknya karyawan lebih menaruh perhatian lagi pada tugasnya, lebih tekun menjalankan aktivitasnya. Ketekunan karyawan bisa mendorong prestasi. Dan prestasi tinggi inilah yang antara lain akan menjadi pertimbangan manajemen untuk tidak melakukan pemutusan tenaga kerja.
• Meningkatkan disiplin kerja Bila disaat-saat yang lalu, karyawan tidak terlalu memperhatikan kedisiplinan kerja atau menganggap enteng hal-hal yang berkaitan dengan disiplin, sebaiknya hal ini dikurangi. Bila dulu bisa membolos dulu, ijin belakangan. Hal seperti ini, sekarang, jangan diremehkan. Meningkatkan disiplin diri akan membantu prestasi kerja.
• Membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Yang dimaksud di sini bukan mengganggu atau mencampuri urusan rekan sekerja, tetapi menyediakan diri untuk membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Banyak hal yang bisa diperoleh dari hal ini. Waktu yang berlebih dari seorang karyawan karena berkurangnya beban kerja, bisa dimanfaatkan dengan efektif. Dengan membantu rekan kerja lain, pengalaman bertambah, pengetahuan, dan ketrampilan pun meningkat.
• Pengembangan diri. Seperti diketahui, saat ini banyak sekali perusahaan yang masih melakukan penghematan. Tidak terkecuali penghematan pada biaya pengembangan karyawan. Padahal kelangsungan operasional perusahaan menuntut profesionalisme sumber daya manusia. Dan profesionalisma menuntut pengembangan yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Sangat disadari oleh siapa pun bahwa biaya pengembangan sumber daya manusia itu tidak murah, besar sekali jumlahnya. Pada saat ini banyak perusahaan yang memotong biaya pengembangan karyawan, dan prioritas hanya diberikan kepada peningkatan pengetahuan atau keterampilan karyawan yang benar-benar penting. Padahal bila dikatakan penting, semua karyawan perlu dikembangkan sehingga makin hari akan makin mahir melaksanakan tugasnya.
Untuk mengatasi hal ini, karyawan bisa berpartisipasi juga dalam mengembangkan diri secara aktif. Banyak cara yang bisa dilakukan. Dengan biaya sendiri karyawan bisa melakukan pengembangan diri, mulai dari membeli buku-buku yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, mengikuti kursus-kursus, maupun mengikuti program pendidikan bergelar. Tentunya, dalam hal ini dituntut suatu keikhlasan dan ketulusan, serta pemahaman karyawan bahwa mati hidupnya perusahaan tidak hanya bergantung pada manajemen atau pemilik perusahaan saja, tetapi juga pada karyawan semua.
Hal-hal tersebut di atas hanyalah merupakan suatu contoh yang bisa dipraktekkan sebagai strategi karyawan dalam mempertahankan pekerjaan, terutama di masa sulit seperti sekarang ini. Usaha-usaha lainnya yang merupakan pengembangan kreativitas karyawan tentunya akan sangat membantu upaya mempertahankan pekerjaan yang sudah dimiliki saat ini. Sekali lagi, kelangsungan bisnis perusahaan bukan hanya merupakan tanggung jawab manajemen dan pemilik perusahaan saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab karyawan seluruhnya. Oleh karenanya upaya mempertahankan operasional perusahaan juga merupakan tanggung jawab bersama. Pengembangan diri dan disiplin pasti akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan tetapi yang lebih penting adalah bagi diri sendiri. Kemampuan, keterampilan, dan kreativitas pribadi karyawan merupakan bekal yang sangat mendasar sehingga karyawan bisa menunjukkan prestasi yang baik dan hal inilah yang akan dihargai oleh perusahaan.
Perasaan-perasaan seperti jenuh dengan pekerjaan, merasa tak pernah berprestasi meski telah bertahun-tahun melakukan rutinitas dari pekerjaan, perlu diwaspadai! Jika ini menyangkut performa kerja Anda, bisa jadi perusahaan justru punya alasan untuk menendang Anda. Duh, mengerikan sekali, bukan?
Jangan biarkan perasaan negatif ini terjadi berlarut-larut! Segera cari cara agar Anda lebih bernilai di mata perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan pekerjaan serta posisi karier yang Anda cintai ini.
Investasi Diri
Jika Anda merasa selama ini bekerja biasa-biasa saja, bahkan lingkungan pekerjaan mulai membosankan, karena tak kunjung memberikan apresiasi seperti yang Anda hayalkan, jangan biarkan! Sudah saatnya Anda mengasah kecakapan dengan pengalaman dan pendidikan tambahan. Sadari apa yang hilang dari resume Anda.
Apa yang membuat Anda berharga bagi perusahaan. Ikuti kursus yang Anda butuhkan untuk meningkatkan keahlian. Atau, lakukan proyek kerja yang bisa Anda ikuti secara sukarela. Jangan sepelekan setiap kesempatan yang ada di sekeliling. Ini saat yang tepat untuk ibaratnya ”membelanjakan uang” demi sesuatu yang bermanfaat!
Buat Diri Dibutuhkan
Sesekali Anda butuh mengambil kerja ekstra atau waktu lembur. Tanyakan kepada atasan, apakah Anda dapat membantu perusahaan yang sedang menghadapi masa sulit. Biarkan mereka tahu, Anda dapat diandalkan dan selalu siap sedia jika perusahaan membutuhkan. Pastikan Anda mampu dan siap untuk memberikan segala daya upaya untuk membuat perusahaan lebih maju.
Temukan Keahlian Unik
Apa yang membuat Anda lebih menonjol dibanding rekan kerja lainnya? Kelebihan. Kenunikan! Kini, tanyakan kepada diri, keunikan apa yang Anda miliki sehingga mampu mendongkrak kinerja, menunjukkan kelebihan, dan nilai plus Anda di mata perusahaan?
Gali dan cari tahu tentang kelebihan Anda! Komunikasikan! Dan buat Anda melesat dalam karier! Anda bisa mencoba mengamati orang lain dan diri Anda sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, menemukan solusi, maupun berkompromi dengan sejumlah klien.
Proaktif & Kembangkan Jaringan
Perluas jaringan mulai sekarang! Bangun aliansi yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda. Ini demi perusahaan dan diri Anda sendiri. Cobalah bergabung dalam tim atau berkolaborasi dalam beberapa proyek yang membangkitkan semangat bisnis. Jaringan ini juga sangat membantu jika suatu ketika Anda diberhentikan dari perusahaan, karena memiliki jaringan masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Bersiap Untuk Skenario Terburuk
Selain memulai upaya untuk kepentingan perusahaan, Anda juga perlu mengembangkan kesiapan untuk hal-hal terburuk. Bukan untuk menanamkan pikiran negatif, tetapi untuk bersikap antisipatif dalam mengambil keputusan yang lebih strategis.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa membangun jaringan dimana-mana. Misalnya dengan menjadi anggota dari perkumpulan keahlian tertentu, hobi, perkumpulan agama, bahkan berdiskusi dengan rekan-rekan komunitas secara online.
Kedua, Anda bisa membuat rencana cadangan. Misalnya, rencanakan apakah keuangan Anda mampu menjamin kelangsungan hidup jika diberhentikan dari pekerjaan. Caranya, dengan menyimpan uang ekstra ke dalam rekening tabungan, memotong beberapa pengeluaran, dan mencari cara agar Anda bisa memiliki emergency fund untuk masa sulit.
Langganan:
Postingan (Atom)