Tampilkan postingan dengan label masa depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masa depan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Mei 2014
Penkelasan Bipolar Disorder
I. Penjelasan
Ganguan bipolar atau sering disebut juga dengan manic - depresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidak normalan pergantian mood, energi, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap.Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.
Kadang penderita memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi, energi dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya. Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian.
Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda. setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun. beberapa orang memiliki gejala - gejalanya bahkan sejak kanak - kanak, sementara beberapa orang sisanya mengalami gejala - gejalanya lebih lama. Bipolar disorder tidak mudah dikenali saat kelainan ini dimulai. gejalanya terlihat seperti masalah - masalah yang berbeda, tidak tampak seperti bagian dari masalah lain yang lebih besar. beberapa orang menderita kelainan ini sampai bertahun - tahun sampai akhirnya terdiagnosis dan mendapatkan terapi. Seperti diabetes dan penyakit jantung, bipolar disorder adalah kelainan jangka panjang yang harus di awasi dan di managed seumur hidup.
II. GEJALA-GEJALA BIPOLAR
a. Gejala-gejala dari mania atau episode manic:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan "puncak", atau suasana hati yang sangat gembira atau ramah
Suasana hati yang sangat teriritasi, agitasi, merasakan "jumpy (gelisah)" atau "wired".
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Berbicara sangat cepat, melompat dari satu idea ke yang lainnya, mempunyai pemikiran-pemikiran yang bergegas-gegas
Sangat mudah dikacaukan
Aktivitas-aktivitas yang menuju tujuan yang meningkat, seperti menerima proyek-proyek baru
Menjadi gelisah
Tidur yang sedikit
Mempunyai kepercayaan yang tidak realistik pada kemampuan-kemampuan seseorang
Berkelakuan secara impulsif dan mengambil bagian pada banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan dan berisiko tinggi, seperti membelanjakan sprees, seks yang impulsif, dan investasi-investasi bisnis yang impulsif.
b. Gejala-gejala dari episode depresi:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan khawatir atau kosong
Kehilangan minat pada aktivitas-aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Merasa lelah atau "slowed down"
Mempunyai persoalan-persoalan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan-keputusan
Menjadi gelisah atau teriritasi
Merubah kebiasaan-kebiasaan makan, tidur, atau yang lain-lain
Memikirkan kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.
c. Gejala-gejala dari episode hipomania :
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami hallucination dan delusion. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut.
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.
d. Gejala-gejala episode campuran (Mixed state episode) :
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantin dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut.
Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.
Menurut DSM, ada empat tipe-tipe dasar dari penyakit bipolar:
Penyakit Bipolar I terutama ditentukan oleh episode-episode manic atau campuran yang berlangsung paling sedikit tujuh hari, atau oleh gejala-gejala manic yang begitu parah sehingga orang itu perlu segera perawatan rumah sakit. Biasanya, orang itu juga mempunyai episode-episode depresi, secara khas berlangsung paling sedikit dua minggu. Gejala-gejala dari mania atau depresi harus menjadi perubahan utama dari kelakuan normal seseorang.
Penyakit Bipolar II Hypomanic , ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran.
Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) didiagnosa ketika seseorang mempunyai gejala-gejala dari penyakit yang tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II. Gejala-gejala mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang itu mungkin mempunyai terlalu sedikit gejala-gejala, untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Bagaimanapun, gejala-gejala adalah dengan jelas keluar dari batasan kelakuan normal seseorang.
Penyakit Cyclothymic, atau Cyclothymia, adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Orang-orang yang mempunyai cyclothymia mempunyai episode-episode dari hypomania dengan depresi ringan untuk paling sedikit dua tahun. Bagaimanapun, gejala-gejala tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan diagnostik untuk tipe lain apa saja dari penyakit bipolar.
Beberapa orang-orang mungkin didiagnosa dengan rapid-cycling bipolar disorder. Ini adalah ketika seorang mempunyai empat atau lebih episode-episode dari depresi utama, mania, hypomania, atau gejala-gejala campuran dalam satu tahun.
III. PERSPEKTIF TEORITIS GANGGUAN MOOD1. TEORI PSIKOLOGI TENTANG GANGGUAN MOOD
Teori Psikoanalisis Tentang Depresi
Menurut Freud (1917/ 1950) potensi depresi muncul pada awal masa kanak-kanak. Pada fase oral anak mungkin kurang terlalu terpenuhi kebutuhannya, sehingga ia terfiksasi pada fase ini mengakibatkan individu dependen, low self esteem. Hipotesanya adalah, setelah kehilangan orang yang dicintai, ia mengidentifikasi diri dengan orang tersebut seolah untuk mencegah kehilangan. Lama-lama ia malah marah pada dirinya sendiri, merasa bersalah.
Teori Kognitif Tentang Depresi
a. Teori depresi Beck (1967)Individu menjadi depresi akibat interpretasi negatif yang bias. Pada waktu kecil/remaja muncul skema negatif akibat kejadian-kejadian buruk ia merasa akan selalu sial/gagal, dipadu dengan bias kognitif muncul triad negatif (pandangan sangat negatif tentang diri, dunia, masa depan)
b. Teori helplessness/ hopelessness
Learned helplessness
Kepasifan individu dan perasaan tak berdaya mengontrol hidupnya, didapat dari pengalaman-pengalaman buruk/ trauma, mengarah pada depresi
Attribution and learned helplessness
Pada situasi dimana individu pernah gagal, ia akan mencoba mengatribusikan penyebab kegagalan. Individu depresi bila mereka mengatribusikan kejadian negatif bersifat stabil dan global. Individu depresi biasanya menunjukkan depressive attributional styleàmengatribusikan rasa hasil negatif sebagai personal, global, penyebabnya stabil
Teori hopelessness
Sejumlah bentuk depresi dianggap sebagai akibat hopelessnessà merasa hasil yang diharapkan takkan pernah muncul, individu tak bisa merubah situasi. Kemungkinan muncul akibat self esteem yang rendah, kecenderungan anggapan bahwa kejadian negatif akan mengakibatkan sejumlah hal negative
Teori Interpersonal Tentang Depresi
Individu depresi cenderung terbatas jaringan dan dukungan sosialnyaàmengurangi kemampuan individu mengatasi kejadian negatif, rentan terhadap depresi.
Individu depresi berusaha meyakinkan diri bahwa orang lain benar peduli. Namun ketika yakin, rasa puasnya hanya sebentar. Berhubungan dengan konsep diri negatif.
Kompetensi sosial yang rendah diperkirakan memunculkan depresi pada anak usia TK
Interpersonal problem solving skill yang rendah dapat meningkatkan depresi pada remaja
Teori Psikologi Tentang Gangguan Bipolar
Tekanan hidup adalah faktor penting munculnya gangguan bipolar
Dukungan sosial dapat mempercepat penyembuhan simptom depresi, tapi tidak simtom mania
Attributional style + sikap disfungsi + kejadian buruk ---->peningkatan simptom depresi ataupun mania pasien bipolar
Self esteem individu mania mungkin sangat rendah
2. TEORI BIOLOGI TENTANG GANGGUAN MOOD
Genetic Data
Penelitian mengenai faktor genetis pada gangguan unipolar dan bipolar melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar pernah mengalami satu episode gangguan mood (Gherson, 1990, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Pada gangguan unipolar, meskipun faktor genetis mempengaruhi, namun kurang menentukan dibandingkan gangguan bipolar. Resiko akan meningkat pada keluarga pasien yang memiliki onset muda saat mengalami gangguan.
Berdasarkan beberapa data diperoleh bahwa onset awal untuk depresi, munculnya delusi, dan komorbiditas dengan gangguan kecemasan dan alkoholisme meningkatkan resiko pada keluarga (Goldstein, et al., 1994; Lyons et al., 1998, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004).
Neurochemistry dan Mood Disorders
Dua neurotransmitter yang berperan dalam gangguan mood adalah norepinephrine dan serotonin. Norepinephrine terkait dengan gangguan bipolar dimana tingkat norephinephrine yang rendah menyebabkan depresi dan tingkat yang tinggi menyebabkan mania. Sedangkan untuk serotonin, tingkatnya yang rendah juga menyebabkan depresi. Terdapat dua kelompok obat untuk depresi, yaitu tricyclics dan monoamine oxidase (MAO) inhibitors. Tricyclics seperti imipramine (tofranil) adalah obat antidepresan yang berfungsi untuk mencegah pengambilan kembali norephinephrine dan serotonin oleh presynaptic neuron setelah sebelumnya dilepaskan, meninggalkan lebih banyak neurotransmitter pada synapse sehingga transmisi pada impuls syaraf berikutnya menjadi lebih mudah. Monoamine oxidase (MAO) inhibitors merupakan obat antidepresan yang dapat meningkatkan serotonin dan norephineprhine. Terdapat pula obat yang dapat secara efektif mengatasi gangguan unipolar, yaitu Selective Serotonin Reuptake Inhibitors, seperti Prozac. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat efek samping dari berbagai obat antidepresan tersebut sehingga peningkatan dari norephineprhine dan serotonin tidak menimbulkan komplikasi lainnya.
Sistem Neuroendokrin
Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus. Hipotalamus kemudian mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat hormon yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituitary. Relevansinya terkait dengan simtom vegetatif pada gangguan depresi, seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi, hal itu disebabkan produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus (Garbutt, et al., 1994 dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya kelenjar adrenal (Rubun et al., 1995, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004). Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dikaitkan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi.
An Integrated Theory of Bipolar Disorder
Gangguan bipolar merefleksikan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system atau BAS. BAS memfasilitasi kemampuan manusia unuk mendekati atau memperoleh reward dari lingkungannya dan ini telah dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrovert, peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur. Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur syaraf dalam otak yang melibatkan dopamine neurotransmitter dan juga terkait dengan perilaku untuk memperoleh reward. Peristiwa kehidupan yang melibatkan pencapaian tujuan atau reward diprediksi meningkatkan simtom mania. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada simtom mania, dan pencapaian tujuan tidak terkait dengan perubahan dalam simtom depresi. Dengan demikian, BAS dan manifestasi perilakunya, yaitu pencapaian tujuan diasosiasikan dengan simtom mania dari gangguan bipolar.
3. TEORI LINGKUNGAN TENTANG GANGGUAN MOOD
Bipolar disorder tak hanya dipengaruhi oleh gen saja, tetapi juga didorong oleh faktor lingkungan. Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder. Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal.
IV. PREVENSI
1. Psikodinamik
Psikoanalisis tradisional bertujuan membantu orang yang depresi untuk memahami perasaan mereka yang ambivalen terhadap orang-orang (objek) penting dalam hidup mereka yang telah hilang atau yang terancam akan hilang. Dengan menggali perasaan-perasaan marah terhadap objek yang hilang ini, mereka dapat mengarahkan rasa merah keluar melalui ekspresi verbal dari perasaan, bukan membiarkannya menjadi lebih buruk.
Psikoanalisis tradisional dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap dan menghadapi konflik-konflik yang tidak disadari. Pendekatan psikoanalisis modern juga berfokus pada konflik-konflik tidak disadari, namun secara lebih langsung, relative singkat, dan berfokus pada hubungan yang penuh konflik di masa kini maupun masa lalu. Terapis psikodinamika yang eklektik menggunakan metode-metode behavioral dalam membantu klien mencapai keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu jaringan sosial yang lebih luas.
Psikoterapi interpersonal (interpersonal psychoteraphy/IPT) adalah suatu bentuk singkat dari terapi yang berfokus pada hubungan interpersonal klien disaat itu, biasanya tidak lebih dari 9 hingga 12 bulan. Perintis IPT percaya bahwa depresi terjadi dalam suatu konteks interpersonal dan bahwa isu hubungan perlu untuk ditekankan dalam penanganan. IPT membantu untuk menghadapi reaksi kesedihan yang tidak terselesaikan atau yang menganggu setelah kematian orang yang dicintai dan juga konflik-konflik peran dalam hubungan. Terapis membantu klien untuk mengekspresikan kesedihannya dan menghadapi rasa kehilangannya sambil membimbing mereka dalam mengembangkan aktivitas-aktivitas dan hubungan-hubungan baru untuk membantu memperbaharui kehidupan mereka.
2. BehavioralPendekatan penanganan behavioral beranggapan bahwa perilaku depresi dipelajari dan dapat dihilangkan. Terapis behavioral bertujuan untuk secara langsung memodifikasi perilaku dan bukan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kemungkinan penyebab yang tidak disadari dari perilaku-perilaku ini.
Salah satu program behavioral yang ilustratif telah dikembangkan oleh Lewisohn dan kolega-koleganya, program ini terdiri dari sebuah program terapi kelompok. Hal ini membantu klien untuk memperoleh keterampilan relaksasi, meningkatkan aktivitas yang menyenangkan dan membangun keterampilan sosial yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan reinforcement sosial. Terapi ini terdiri dari satu orang terapis yang dianggap sebagai seorang guru, dan kliennya sebagai siswa. Dalam terapi kelompok, orang belajar mereka tidak sendirian dengan penyakit, mereka menerima dukungan emosional penting, belajar keterampilan untuk mengatasi obat, masalah interpersonal dan terkait dengan pekerjaan, dan belajar cara untuk mengatasi dengan stigma dari orang lain. Memaksimalkan fungsi pekerjaan atau sosial merupakan aspek inti dari intervensi pemulihan dan berbasis keterampilan - misalnya, sekolah dan pekerjaan pelatihan dapat membantu dengan ini.
3. KognitifCognitive teraphy atau terapi kognitif, berfokus pada membantu orang dengan depresi belajar untuk untuk menyadari dan mengubah pola berpikir mereka yang disfungsional. Terapi ini biasanya brejalan selama 14 hingga 16 sesi mingguan. Terapi ini menggunakan kombinasi antara behavioral dan kognitif untuk membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pikiran-pikiran yang disfungsional serta mengembangkan perilaku yang lebih adaptif.
4. Terapi KeluargaTerapi keluarga pyschoeducational dapat membantu dalam situasi ini dengan berfokus pada peningkatan komunikasi di antara anggota keluarga, membantu orang dengan penyakit bipolar memahami manfaat minum obat mereka secara konsisten dan belajar strategi untuk mencegah kambuh. Dalam hal ini jenis pengobatan, anggota keluarga bisa merasa didukung dan individu dengan penyakit dapat belajar cara-cara baru untuk mempertahankan pemulihan. perawatan psychoeducational membantu orang dan anggota keluarganya untuk lebih memahami penyakit bipolar sehingga pemulihan dapat dicapai lebih cepat. Dalam jenis pendekatan, individu dengan penyakit dan anggota keluarga mereka dapat berharap untuk mendiskusikan topik-topik seperti menerima penyakit, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan awal akan terjadi kesulitan, belajar untuk mengatasi perubahan mood, obat pemahaman dan tempat untuk menemukan diri membantu kelompok-kelompok dan mengakses pekerjaan atau pelatihan sumber daya.
5. Biologis
Penggunaan obat untuk bipolar, yaitu obat litium karbonat, berbentuk bubuk dari litum berelemen metalik. Litium efektif dalam menstabilkan mood orang yang menderita bipolar dan dalam mengurangi episode-episode kambuh dari manic dan depresi (Baldessarini & Tondo, 2000; Grof & Alda, 2000). Namun litium umumnya lebih efektif dalam menangani simptom-simptom manic dari pada depresi. Orang dengan gangguan bipolar kemungkinan perlu menggunakan litium secra terus-menerus untuk mengontrol perubahanmood-nya. Dalam pemakaian litium harus dimonitor, karena adanya efek beracun yang potensial dan efek samping lainnya. Obat ini dapat menambah berat badan, kelesuan, pusing dan penurunsn umum dari fungsi motorik, dalam jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan masalah liver.
Penstabil mood biasanya diresepkan untuk orang dengan perasaan "tinggi", banyak bicara, lekas marah, pidato dipercepat dan gejala manik lainnya serta depresi yang mengganggu fungsi seseorang. Obat-obat ini biasanya mengurangi intensitas perubahan suasana hati dan biasanya mengembalikan orang tersebut ke tingkat yang lebih normal berfungsi. Lithium, Depakote dan carbamazepine adalah obat-obat umum dalam grup ini. Mereka juga sangat penting untuk membantu orang mencegah gejala-gejala dari datang kembali setelah mereka dikendalikan.
Antidepresan yang diresepkan untuk orang dengan gejala depresi. Ini mungkin termasuk perasaan sedih dan depresi serta melambat, perilaku lamban. Obat-obat ini membantu tubuh mendapatkan kembali energi sehingga orang tersebut memiliki lebih tertarik pada kehidupan sehari-hari. Penting untuk dicatat bahwa antidepresan dapat memperburuk gejala manik dan harus digunakan hati-hati setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.
Obat antipsikotik kadang-kadang digunakan untuk orang dengan gangguan bipolar yang mungkin memiliki halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah pengalaman persepsi yang tidak benar-benar terjadi, seperti mendengar suara-suara mengatakan satu untuk menyakiti diri sendiri. Delusi adalah tetap keyakinan palsu tentang diri, seperti "Setiap orang keluar untuk mendapatkan saya." Obat antipsikotik dapat sangat membantu dalam kasus ini dan atau dokter Anda kekasih Anda akan memiliki beberapa untuk memilih dari, termasuk obat-obatan baru seperti olanzapine, quietiapine, risperidol dan ziprasidone.
V. CONTOH KASUS
Saat saya mulai merasa sangat senang, saya tidak tidak lagi merasa seperti ibu rumah tangga biasaa. Saya malah terasa terorganisasi dan terampil dan saya mulai merasa bahwa saya adalah orang yang paling kreatif. Saya dapat menulis puisi dengan mudah. Saya dapat mengubah melod tanpa usaha keras. Saya dapat melukis. Pikiran saya terasa lancar dan dapat menyerap apa pun. Saya memiliki ide yang tak terhitung mengenai perbaikan kondisi anak yang menderita keterbelakangan mental, atau tentang bagaimana rumah sakit untuk anak-anak itu seharusnya dijalankan, apa yang seharusnya ada di sekeliling mereka untuk membuat mereka tetap gembira.dan nyaman serta tidak merasa takut. Saya melihat diri saya mampu mencapai banyak hal demi kebaikan orang. Saya memiliki ide yang tak terhitung mengenai bagaimana masalah lingkungan dapat memberikan inspirasi terhadapat perjuangan untuk mendapat kesehatan dan perbaikan hidup bagi semua orang. Saya merasa mampu mencapai banyak hal demi kebaikan keluarga saya dan orang lain. Saya merasa senang, suatu perasaan euphoria atau kegirangan. Saya ingin hal ini berlangsung selamanya. Saya seperti tidak membutuhkan banyak tidur. Berat badab saya turun dan terasa sehat dan saya menyukai diri saya sendiri. Bahkan saya baru saja membeli 6 gaun baru dan semuanya terlihat bagus bila saya pakai. Saya merasa seksi dan para pria memperhatikan saya. Mungkin saya akan melakukan satu atau beberapa perselingkuhan. Saya merasa mampu berbicara dan akan berhasil dalam politik. Saya ingin menolong orang dengan masalah yang serupa seperti saya sehingga mereka tidak merasa putus harapan.
Sangat indah bila anda merasakan hal ini…Perasaan kegembiraan yang kuat, mood yang baik, membuat saya merasa ringan dan penuh dengan kenikmatan hidup. Namun, saat melewati tahap ini, saya menjadi manic dan kreativitas saya menjadi sangat membesar sehingga saya mulai melihat hal-hal dalam pikiran saya yang tidak masuk akal. Misalnya, suatu malam saya menciptakan suatu keseluruhan film, lengkap dengan pemerannya, dimana saya masih berpikir bahwa hal itu akan menyenangkan. Saya melihat para pemarannya sejelas bila saya menonton mereka dalam kehidupan nyata. Saya juga mengalami terror yang sangat hebat, seperti benar-benar terjadi, saat saya tahu bahwa sebuah adegan pembunuhan akan berlangsung. Saya gemetar ketakutan dibawah selimut dan menjadi benar-benar tak berdaya. Seperti Anda kehatui, saya menjadi seorang psikosis manic pada saat itu. Teriakan saya membangunkan suami sya, yang mencoba meyakinkan saya bahwa kami berada di kamar tidur dan segalnya masih tetap sama. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Namun, saya tetap dimasukan ke rumah sakit keesokan harinya.
Gangguan Bipolar
Saya merasa sangat senang. Saya tidak lagi merasa seperti ibu rumah tangga biasa. Saya malah merasa terorganisasi dan terampil, dan saya mulai merasa bahwa saya adalah orang yang paling kreatif. Saya dapat menulis puisi dengan mudah. Saya dapat mengubah melodi tanpa usaha keras. Saya dapat melukis. Pikiran saya terasa lancar dan dapat menyerap apa pun.
Kreativitas saya menjadi sangat membesar sehingga saya mulai melihat hal-hal dalam pikiran saya yang tidak masuk akal. Misalnya, suatu malam saya menciptakan suatu keseluruhan film, lengkap dengan pemerannya, di mana saya masih berpikir bahwa hal itu akan menyenangkan. Saya melihat para pemerannya sejelas bila saya menonton mereka dalam kehidupan nyata. Saya juga mengalami teror yang sangat hebat, seperti benar-benar terjadi, saat saya tahu bahwa sebuah adegan pembunuhan akan berlangsung. Saya gemetar ketakutan di bawah selimut dan menjadi benar-benar tak berdaya
Kutipan di atas merupakan salah satu contoh kasus penderita gangguan Bipolar Disorder dalam keadaan manik (gembira). Pada awalnya, apa yang dirasakan oleh ibu rumah tangga tersebut adalah perasaan bahagia serta bersemangat. Ia juga mengaku dapat menuangkan ide-ide kreatifnya yang membuncah dalam kepalanya. Namun hal ini langsung berbalik usai beberapa hari berlalu dan ia pun sampai pada tahap klimaks fase manik. Fase yang ia alami seketika berubah dan berbalik menjadi fase depresi
Bipolar Disorder merupakan salah satu gangguan psikologis yang mungkin masih terdengar asing, namun juga erat kaitannya dengan tingkat stres para pekerja masa kini. Gangguan ini memiliki dua macam ‘kutub’ (sehingga disebut sebagai bipolar) yang mencirikan gejala berkebalikan namun saling berkaitan, yakni kutub manik yang ditandai dengan perasaan bahagia hingga ke titik ekstrem serta kutub depresi yang ditandai dengan perasaan sedih hingga ke titik ekstrem pula. Fase pergantian antara gejala manik dan depresi berbeda-beda rentang waktu serta polanya, namun dapat dikatakan bahwa titik ekstrem fase manik dan depresi yang dimiliki tiap penderita hampir sama.
Sering kali penderita Bipolar Disorder dalam fase manik maupun depresi akan tergerak untuk berperilaku dan mengambil keputusan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Seorang penderita pada fase manik bukan hanya harus bertahan pada gejala perasaan yang amat bahagia dan tak tertahankan, namun juga sering kali mengambil keputusan yang sangat cepat dan tak masuk akal seperti membeli mobil, rumah, menghabiskan tabungan dengan membeli gaun karena alasan sepele, dan sebagainya.
Begitu pula dengan fase depresi. Pada fase ini, kebanyakan penderita akan mengalami depresi amat dalam, sering kali memicu keinginan untuk bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Fase ini akan terus-menerusmenyerang penderita hingga fase depresi tersebut mendadak hilang, kemudian muncul perubahan mood yang cepat dan meningkat kembali menjadi fase normal.
Gejala yang dialami penderita Bipolar Disorder
Gejala yang dialami penderita Bipolar Disorder
Sebagian penderita Bipolar Disorder tak sadar bahwa dirinya memiliki gangguan ini. Bipolar Disorder terjadi akibat stres berkepanjangan, pernah mengalami masa depresi yang dalam, atau memiliki lingkungan masa kecil yang penuh dengan kegelisahan dan depresi. Gangguan ini juga dapat diturunkan lewat gen di mana sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar pernah mengalami satu fase gangguan mood.
Selain itu, ada pula gangguan yang dipicu oleh ketidakseimbangan hormon yang keluar yakni pada hormon norepinephrine dan serotonin. Tingkat norephinephrine yang rendah menyebabkan depresi dan tingkat yang tinggi menyebabkan manik, sedangkan untuk serotonin yang keluar dalam jumlah rendah juga akan menyebabkan depresi.
Adapun beberapa gejala yang dialami penderita Bipolar Disorder saat berada dalam fase manik yakni sebagai berikut:
Perubahan pada suasana hati meliputi:
- Suasana hati yang sangat gembira atau ramah
- Suasana hati yang juga sangat teriritasi, sensitif, sering kali mudah marah
- Suasana hati yang sangat gembira atau ramah
- Suasana hati yang juga sangat teriritasi, sensitif, sering kali mudah marah
Perubahan pada kelakuan meliputi:
- Berbicara dengan sangat cepat, melompat dari satu ide ke ide lainnya.
- Sangat mudah dikacaukan atau dialihkan oleh ide baru yang muncul
- Aktivitas-aktivitas yang memiliki ‘tujuan’ akan meningkat frekuensinya. Contohnya seperti kesediaan menerima proyek-proyek baru
- Menjadi mudah gelisa
- Tidur menjadi sedikit
- Memiliki kepercayaan yang tidak realistis terhadap kemampuan seseorang, termasuk dirinya sendiri.
- Berkelakuan secara impulsif, mengambil bagian pada banyak hal yang menyenangkan sekaligus berisiko tinggi seperti investasi bisnis yang impulsif, serta kegiatan seks yang juga impulsif.
- Berbicara dengan sangat cepat, melompat dari satu ide ke ide lainnya.
- Sangat mudah dikacaukan atau dialihkan oleh ide baru yang muncul
- Aktivitas-aktivitas yang memiliki ‘tujuan’ akan meningkat frekuensinya. Contohnya seperti kesediaan menerima proyek-proyek baru
- Menjadi mudah gelisa
- Tidur menjadi sedikit
- Memiliki kepercayaan yang tidak realistis terhadap kemampuan seseorang, termasuk dirinya sendiri.
- Berkelakuan secara impulsif, mengambil bagian pada banyak hal yang menyenangkan sekaligus berisiko tinggi seperti investasi bisnis yang impulsif, serta kegiatan seks yang juga impulsif.
Sedangkan gejala yang dialami oleh penderita Bipolar Disorder dalam fase depresi yakni sebagai berikut:
Perubahan pada suasana hati meliputi:
- Perasaan khawatir atau kosong
- Kehilangan minat pada aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan pada kelakuan meliputi
- Merasa lelah serta lamban dalam melakukan sesuatu
- Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, serta membuat keputusan-keputusan
- Menjadi gelisah
- Sering kali mengubah waktu melakukan kebiasaan pokok seperti waktu makan, tidur, dan sebagainya
- Memikirkan kematian atau bunuh diri, terkadang mencoba untuk bunuh diri.
Selain kedua gejala di atas, ada pula episode (gejala mood) lainnya yang menyertai manik dan depresi seperti hipomanik (gejala hampir pada level manik namun sedikit lebih rendah) dan mixed state episode atau episode campuran. Kedua episode ini tak dapat diprediksi kapan akan muncul, namun biasanya hipomanik akan menyertai manik dan mixed state episode akan muncul saat penderita berada pada salah satu fase kemudian mengalami serangkaian shock.
Penyembuhan bagi penderita gangguan Bipolar Disorder
Bipolar Disorder merupakan gangguan psikologi yang memiliki rentang waktu panjang sebelum terbentuk menjadi gangguan nyata. Terkecuali untuk penderita sebab bawaan gen, gangguan ini dapat disembuhkan dengan mengikuti terapi khusus dalam jangka waktu tertentu.
Bipolar Disorderperlu ditindaklanjuti mengingat gangguan ini tak dapat sembuh dengan sendirinya atau hanya dengan usaha sendiri. Diperlukan sesi terapi yang disiplin, lingkungan yang memadai dan mendukung, serta keterbukaan pasien dalam mengungkapkan gejala yang diidap. Mengunjungi terapis atau orang terpercaya di bidangnya saat merasa mengidap gangguan ini merupakan langkah yang tepat. Sebab jika ditunda, gejala Bipolar Disorder yang dimiliki oleh penderita dapat memburuk dari tahun ke tahun sebab tidak adanya tindak pengobatan.</p>
Bagi mereka yang merasa telah mengidap gangguan ini, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan diri terlebih dahulu di rumah sakit atau rumah terapi khusus. Nantinya akan ada serangkaian tes yang menunjukkan skala gangguan, tipe gangguan, serta sesi terapi yang dinilai paling efektif. Jika mendapat hasil positif maka jangan khawatir, karena gangguan Bipolar Disorder dapat disembuhkan dengan menjalani sesi terapi yang memadai. Mintalah dukungan dari orang terdekat ataupun keluarga perihal gangguan yang diidap.
Pencegahan gangguan Bipolar Disorder
Bagi Anda yang tidak menderita gangguan Bipolar Disorder, ada baiknya melakukan pencegahan dengan menjalankan gaya hidup sehat serta menjauhkan diri dari stres berkepanjangan. Stres mendalam serta depresi berkepanjangan merupakan pemicu awal munculnya gejala Bipolar Disorder
Dukungan dari pasangan hidup maupun orang terdekat dalam menjalani kegiatan sehari-hari juga penting. Hindari gaya hidup yang terkesan ‘menyendiri’ dan mandiri. Sebaliknya, bersosialisasi dengan porsi yang cukup serta berbicara pada orang terdekat saat ada masalah merupakan langkah yang baik demi menjaga kesehatan mental Anda.
Mulai pengalaman Kerja pada Masa Kuliah
Dalam beberapa tahun terakhir sering sekali digelar job fair, terutama di kota-kota besar. Setiap kali ada job fair hampir bisa dipastikan akan selalu penuh sesak, terutama oleh para sarjana. Sering diadakannya job fair bukan berarti lowongan pekerjaan di Indonesia sangat banyak, melainkan karena ketidakcocokan antara yang dicari oleh para perusahaan dengan sarjana-sarjana yang datang mencari. Mayoritas para sarjana tersebut hanya membawa gelar dan ijazah serta indeks prestasi (IP) di atas 3 saja, tanpa ada hal lain lagi.
Banyak yang menganggap bahwa kuliah dan bekerja tidak bisa dilakukan dalam satu periode waktu yang sama. Namun sebenarnya jika diatur dan direncanakan dengan benar maka dua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan sama baiknya. Tetapi kuliah sambil bekerja di sini bukan dengan niatan untuk dapat uang, melainkan lebih ke arah mencari pengalaman. Caranya adalah dengan bekerja sebagai apprentice. Datanglah ke sebuah perusahaan dan katakan, “Pak, saya punya waktu luang 4 sampai 5 jam per hari. Boleh tidak saya bekerja sebagai apprentice di sini”. Namun jangan datang ke sembarang tempat, tetapi datanglah ke perusahaan yang Anda kagumi (baca: keren). Sedangkan apprentice di sini artinya bekerja tanpa meminta imbalan berupa gaji. Memang tidak semua perusahaan akan mengatakan “iya”, namun tidak semuanya juga akan mengatakan “tidak”. Intinya datang ke perusahaan yang “memberi” Anda banyak ruang untuk belajar dan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru
Saat bekerja sebagai apprentice Anda memang tidak akan mendapatkan imbalan berupa gaji yang berarti, atau bahkan tidak sama sekali. Namun pengalaman serta ilmu yang Anda dapatkan saat bekerja sebagai apprentice pasti akan sangat berguna setelah lulus kuliah. Jika yang lain masih harus “belajar” bekerja setelah lulus, Anda sudah tidak perlu lagi karena sudah menyelesaikan “mata kuliah” tersebut dengan bekerja sebagai apprentice. Bahkan jika bekerja dengan bagus dan memuaskan, Anda mungkin tidak perlu lagi repot-repot untuk melamar kerja setelah lulus. Perusahaan tempat bekerja sebagai apprentice tersebut mungkin akan menjadikan Anda karyawan tetap mereka karena sudah mengetahui kredibilitas dan hasil kerjanya. Kalau pun tidak, pengalaman bekerja sebagai apprentice di perusahaan “keren” tersebut dapat Anda tuliskan dalam resume saat hendak melamar pekerjaan yang tentunya akan menjadi nilai lebih dibanding pelamar lain.
Bekerja sebagai apprentice bukanlah hal yang aneh atau bahkan wajib untuk dilakukan oleh para mahasiswa yang kuliah di negera-negara maju. Banyak sekali orang yang bekerja sebagai apprentice di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Apple, dan yang lainnya. Mayoritas dari mereka boleh dibilang tidak dibayar sama sekali, karena memang bukan uang yang ingin didapatkan. Pengalaman dan ilmu-ilmu baru menurut mereka lebih penting dicari dan didapatkan saat masih menjadi mahasiswa. Dengan bekal itu mereka sudah benar-benar siap untuk bekerja secara profesional atau bisa juga sebagai acuan untuk membuat bisnis sendiri setelah lulus.
Banyak yang menganggap bahwa kuliah dan bekerja tidak bisa dilakukan dalam satu periode waktu yang sama. Namun sebenarnya jika diatur dan direncanakan dengan benar maka dua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan sama baiknya. Tetapi kuliah sambil bekerja di sini bukan dengan niatan untuk dapat uang, melainkan lebih ke arah mencari pengalaman. Caranya adalah dengan bekerja sebagai apprentice. Datanglah ke sebuah perusahaan dan katakan, “Pak, saya punya waktu luang 4 sampai 5 jam per hari. Boleh tidak saya bekerja sebagai apprentice di sini”. Namun jangan datang ke sembarang tempat, tetapi datanglah ke perusahaan yang Anda kagumi (baca: keren). Sedangkan apprentice di sini artinya bekerja tanpa meminta imbalan berupa gaji. Memang tidak semua perusahaan akan mengatakan “iya”, namun tidak semuanya juga akan mengatakan “tidak”. Intinya datang ke perusahaan yang “memberi” Anda banyak ruang untuk belajar dan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru
Saat bekerja sebagai apprentice Anda memang tidak akan mendapatkan imbalan berupa gaji yang berarti, atau bahkan tidak sama sekali. Namun pengalaman serta ilmu yang Anda dapatkan saat bekerja sebagai apprentice pasti akan sangat berguna setelah lulus kuliah. Jika yang lain masih harus “belajar” bekerja setelah lulus, Anda sudah tidak perlu lagi karena sudah menyelesaikan “mata kuliah” tersebut dengan bekerja sebagai apprentice. Bahkan jika bekerja dengan bagus dan memuaskan, Anda mungkin tidak perlu lagi repot-repot untuk melamar kerja setelah lulus. Perusahaan tempat bekerja sebagai apprentice tersebut mungkin akan menjadikan Anda karyawan tetap mereka karena sudah mengetahui kredibilitas dan hasil kerjanya. Kalau pun tidak, pengalaman bekerja sebagai apprentice di perusahaan “keren” tersebut dapat Anda tuliskan dalam resume saat hendak melamar pekerjaan yang tentunya akan menjadi nilai lebih dibanding pelamar lain.
Bekerja sebagai apprentice bukanlah hal yang aneh atau bahkan wajib untuk dilakukan oleh para mahasiswa yang kuliah di negera-negara maju. Banyak sekali orang yang bekerja sebagai apprentice di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Apple, dan yang lainnya. Mayoritas dari mereka boleh dibilang tidak dibayar sama sekali, karena memang bukan uang yang ingin didapatkan. Pengalaman dan ilmu-ilmu baru menurut mereka lebih penting dicari dan didapatkan saat masih menjadi mahasiswa. Dengan bekal itu mereka sudah benar-benar siap untuk bekerja secara profesional atau bisa juga sebagai acuan untuk membuat bisnis sendiri setelah lulus.
Kamis, 24 April 2014
Dua Minggu Pemberitahuan Sebelum Resign Bikin Transisi Nyaman
Resign alias keluar dari pekerjaan bisa dialami siapa saja. Tentu ada etikanya. Karyawan harus mengundur-kan diri dengan elegan.
YOU can employ men and hire handsto work for you, but you will have to win their hearts to have them work with you. Kutipan flUri William J.H Boetcker tersebut mengingatkan kita bahwa bukan hanya orang tersayang
yang harus di menangkan hatinya tapi juga tim kerja kantor.
Meski lumrah, resign sejatinya bukan pilihan pertama dan tidak disarankan. Jika masih banyak yang worth it untuk dipertahankan di perusahaan lama, karyawan tidak perlu mengundurkan diri, Tapi, ketika mentok dan harus keluar kerja, lakukanlah dengan cara yang elegan.
Career coach Jaleh Bisharat menjelaskan, keluar kerja tidak selalu mudah diwujudkan. "Meski sebenarnya membenci pekerjaan dan bos secara bersamaan serta kenyataannya Anda memang akan dipecat sekalipun, berhenti bekerja tetap harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan baik-baik paparnya.
Sebelum mewujudkan niat keluar kerja, karyawan harus mempelajari sesuatu yang membuat dirinya sampai pada titik ingin resign. Bos menyebalakan memang berpotensi bikin stress. Itu sama halnya ketika mendapat begitu banyak pekerjaan secara mendadak.
Tapi jangan terburu=buru mengetok palu sebelum hal yang di alami benar-benar parah. Jika memang sudah mentok, ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Pertama, menemui atasan langsung menyatakan maksud untuk resign pekerjaan dengan baik-baik. Buat surat resmi secara tertulis dengan bahasa yang enak dibaca.
Karyawan harus menunjukkan profesionalitas meski sedang mengajukan pengunduran diri.
Selanjutnya,pikirkan lingkungan dan teman-teman kantor. Jangan memutuskan tiba-tiba berhenti. Pasti banyak orang yang akan direpotkan jika ada salah seorang karyawan yang resign mendadak. Respek kolega sangat mungkin menurun drastis karena mendapat tambahan beban kerja.
"Setidaknya, utarakan maksud ingin berhenti bekerja dalam waktu dekat. Alasan yang tepat dan masuk akal akan membuat komunikasi dengan bos menjadi lebih mudah," tuturnya. "Alangkah lebih baik jika sudah mempersiapkan bahan pekerjaan yang akan diwariskan sebelum resign. Atau, mengajukan pegawai yang potensial untuk menjadi pengganti,"tegasnya.
Persiapan tersebut akan memberikan dampak transisi yang nyaman. Beragam friksi yang berpotensi menimbulkan konflik pun dapat tereduksi. Usahakan supervisor atau atasan langsung mengetahui persiapan itu.
Bila bos dan kolega-kolega lain berkenan, kita bisa meminta surat referensi dari mereka. Selain bersedia dikontak via e-mail dan telepon, minta mereka untuk memasukkan referensi di Linkedln. Itu memudahkan kita untuk mencari kerja di tempat lain.
Ketika mengutarakan keinginan untuk resign kepada bos, perjelas hak-hakyang didapatkan, Misalnya, gaji yang masih terutang, uang asuransi yang tidak digunakan, dan uang pensiun.
YOU can employ men and hire handsto work for you, but you will have to win their hearts to have them work with you. Kutipan flUri William J.H Boetcker tersebut mengingatkan kita bahwa bukan hanya orang tersayang
yang harus di menangkan hatinya tapi juga tim kerja kantor.
Meski lumrah, resign sejatinya bukan pilihan pertama dan tidak disarankan. Jika masih banyak yang worth it untuk dipertahankan di perusahaan lama, karyawan tidak perlu mengundurkan diri, Tapi, ketika mentok dan harus keluar kerja, lakukanlah dengan cara yang elegan.
Career coach Jaleh Bisharat menjelaskan, keluar kerja tidak selalu mudah diwujudkan. "Meski sebenarnya membenci pekerjaan dan bos secara bersamaan serta kenyataannya Anda memang akan dipecat sekalipun, berhenti bekerja tetap harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan baik-baik paparnya.
Sebelum mewujudkan niat keluar kerja, karyawan harus mempelajari sesuatu yang membuat dirinya sampai pada titik ingin resign. Bos menyebalakan memang berpotensi bikin stress. Itu sama halnya ketika mendapat begitu banyak pekerjaan secara mendadak.
Tapi jangan terburu=buru mengetok palu sebelum hal yang di alami benar-benar parah. Jika memang sudah mentok, ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Pertama, menemui atasan langsung menyatakan maksud untuk resign pekerjaan dengan baik-baik. Buat surat resmi secara tertulis dengan bahasa yang enak dibaca.
Karyawan harus menunjukkan profesionalitas meski sedang mengajukan pengunduran diri.
Selanjutnya,pikirkan lingkungan dan teman-teman kantor. Jangan memutuskan tiba-tiba berhenti. Pasti banyak orang yang akan direpotkan jika ada salah seorang karyawan yang resign mendadak. Respek kolega sangat mungkin menurun drastis karena mendapat tambahan beban kerja.
"Setidaknya, utarakan maksud ingin berhenti bekerja dalam waktu dekat. Alasan yang tepat dan masuk akal akan membuat komunikasi dengan bos menjadi lebih mudah," tuturnya. "Alangkah lebih baik jika sudah mempersiapkan bahan pekerjaan yang akan diwariskan sebelum resign. Atau, mengajukan pegawai yang potensial untuk menjadi pengganti,"tegasnya.
Persiapan tersebut akan memberikan dampak transisi yang nyaman. Beragam friksi yang berpotensi menimbulkan konflik pun dapat tereduksi. Usahakan supervisor atau atasan langsung mengetahui persiapan itu.
Bila bos dan kolega-kolega lain berkenan, kita bisa meminta surat referensi dari mereka. Selain bersedia dikontak via e-mail dan telepon, minta mereka untuk memasukkan referensi di Linkedln. Itu memudahkan kita untuk mencari kerja di tempat lain.
Ketika mengutarakan keinginan untuk resign kepada bos, perjelas hak-hakyang didapatkan, Misalnya, gaji yang masih terutang, uang asuransi yang tidak digunakan, dan uang pensiun.
Sabtu, 10 Agustus 2013
Maksimalkan Modal Untuk Wirausaha
Seperti umumnya orang yang hendak membuka usaha sendiri, pertanyaan yang paling sering muncul pertama kali dan kerap menjadi penghalang adalah: 'bagaimana modalnya?' Ketakutan ini membuat kita menunda-nunda untuk memulai karier kedua. Inilah penjelasan financologistAlviko Ibnugroho (financologist)soal modal untuk memulai karier kedua.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasi “modal” atau kekuatan yang Anda miliki. Misalnya, Anda tidak punya uang banyak, tapi punya keahlian plus jejaring bisnis yang kuat. Daripada harus berisiko meminjam dana di bank untuk memulai usaha, Anda bisa 'menyiasati' kondisi ini dengan melakukan partnership (kemitraan). Caranya, carilah orang yang memiliki dana besar dan punya minat bisnis yang sama sebagai investor usaha Anda.
Cara lain, Anda bisa menjual ide, produk atau keahlian tanpa perlu merogoh kocek yang besar yaitu melalui online. Sekarang ini dengan perkembangan teknologi internet dan maraknya sosial media, membuat bisnis jadi lebih mudah. Terutama dalam hal promosi. Cukup membuat iklan sederhana atau memajang foto-foto produk Anda di akun sosial media, pelanggan pun akan berdatangan dengan sendirinya.
Jika saat ini Anda punya hobi terpendam menulis dan ingin beralih profesi menjadi penulis buku, tidak perlu selalu mengandalkan penerbit. Ada banyak cara bisa dilakukan. Misalnya dengan menerbitkan buku sendiri melalui situs tertentu seperti nulisbuku.com. Atau Anda bisa meniru kisah sukses Raditya Dika. Karena rajin menulis pengalaman lucunya di blog pribadinya, akhirnya penerbit menawarkannya untuk membuat buku dan boom! Laris manis. Sekarang selain terkenal sebagai penulis, Radit juga tampil sebagai stand up comedian dan punya acara tetap di salah satu stasiun teve swasta. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa uang bukanlah penghalang atau satu-satunya cara sukses untuk memulai usaha.
Setelah memahami 'modal' yang bisa dijual, bukan berarti Anda bisa langsung berhenti kerja dan terjun bebas menggeluti usaha sendiri. Jangan karena sudah merasastucked di tempat kerja Anda dan sempat sukses melakukan beberapa kali 'usaha sampingan', Anda lalu memutuskan untuk memulai usaha sendiri dengan modal uang pesangon. Akhirnya karena kurang perencanaan, usaha Anda gagal di tengah jalan dan Anda tidak punya cadangan dana untuk menghidupi keluarga.
Banyak orang menggunakan pesangon, dana pensiun atau dana pribadi lainnya sebagai modal usaha. Sebetulnya boleh saja, asalkan Anda sudah memiliki rencana usaha yang sangat matang sehingga tahu dengan pasti kapan akan balik modal. Hanya saja, risikonya terlalu besar. Karena yang perlu disadari, setiap orang yang baru membuka usaha, tidak bisa langsung berharap untung besar. Belum tentu Anda bisa memperoleh pendapatan bulanan sebesar gaji Anda terakhir. Bahkan bisa saja Anda malah tekor mengeluarkan biaya operasional usaha dan kebutuhan rutin rumah tangga. Karena itu, sebaiknya dana pribadi ini dikeluarkan sebagai opsi terakhir untuk membiayai usaha Anda.
Jangan asal utang
Lalu bagaimana kalau ingin mengajukan pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA)
sebagai modal? Memang ada kalanya utang bisa dijadikan sebagai solusi atas masalah
keuangan kita, termasuk menjadi modal usaha, asal dikelola dengan baik. Artinya,
sebelum mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya Anda melunasi utang-utang lainnya,
termasuk utang kartu kredit, agar tidak mengganggu cash flow keuangan
pribadi/keluarga. Lalu pertimbangkan cicilannya per bulan tidak melebihi 30 persen
dari penghasilan bersih Anda.
Ketimbang sebagai modal, sebaiknya pinjaman dari bank digunakan untuk membeli
sesuatu yang bisa menambah aset atau kekayaan Anda, seperti: ruko, tanah, kendaraan.
Pesangon, tabungan, deposito, dan aset pribadi ini akan lebih baik jika ditujukan
sebagai sumber dana cadangan – sewaktu-waktu usaha Anda gulung tikar atau dana
darurat jika tiba-tiba Anda terkena musibah dan membutuhkan uang tunai dalam jumlah
besar.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasi “modal” atau kekuatan yang Anda miliki. Misalnya, Anda tidak punya uang banyak, tapi punya keahlian plus jejaring bisnis yang kuat. Daripada harus berisiko meminjam dana di bank untuk memulai usaha, Anda bisa 'menyiasati' kondisi ini dengan melakukan partnership (kemitraan). Caranya, carilah orang yang memiliki dana besar dan punya minat bisnis yang sama sebagai investor usaha Anda.
Cara lain, Anda bisa menjual ide, produk atau keahlian tanpa perlu merogoh kocek yang besar yaitu melalui online. Sekarang ini dengan perkembangan teknologi internet dan maraknya sosial media, membuat bisnis jadi lebih mudah. Terutama dalam hal promosi. Cukup membuat iklan sederhana atau memajang foto-foto produk Anda di akun sosial media, pelanggan pun akan berdatangan dengan sendirinya.
Jika saat ini Anda punya hobi terpendam menulis dan ingin beralih profesi menjadi penulis buku, tidak perlu selalu mengandalkan penerbit. Ada banyak cara bisa dilakukan. Misalnya dengan menerbitkan buku sendiri melalui situs tertentu seperti nulisbuku.com. Atau Anda bisa meniru kisah sukses Raditya Dika. Karena rajin menulis pengalaman lucunya di blog pribadinya, akhirnya penerbit menawarkannya untuk membuat buku dan boom! Laris manis. Sekarang selain terkenal sebagai penulis, Radit juga tampil sebagai stand up comedian dan punya acara tetap di salah satu stasiun teve swasta. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa uang bukanlah penghalang atau satu-satunya cara sukses untuk memulai usaha.
Setelah memahami 'modal' yang bisa dijual, bukan berarti Anda bisa langsung berhenti kerja dan terjun bebas menggeluti usaha sendiri. Jangan karena sudah merasastucked di tempat kerja Anda dan sempat sukses melakukan beberapa kali 'usaha sampingan', Anda lalu memutuskan untuk memulai usaha sendiri dengan modal uang pesangon. Akhirnya karena kurang perencanaan, usaha Anda gagal di tengah jalan dan Anda tidak punya cadangan dana untuk menghidupi keluarga.
Banyak orang menggunakan pesangon, dana pensiun atau dana pribadi lainnya sebagai modal usaha. Sebetulnya boleh saja, asalkan Anda sudah memiliki rencana usaha yang sangat matang sehingga tahu dengan pasti kapan akan balik modal. Hanya saja, risikonya terlalu besar. Karena yang perlu disadari, setiap orang yang baru membuka usaha, tidak bisa langsung berharap untung besar. Belum tentu Anda bisa memperoleh pendapatan bulanan sebesar gaji Anda terakhir. Bahkan bisa saja Anda malah tekor mengeluarkan biaya operasional usaha dan kebutuhan rutin rumah tangga. Karena itu, sebaiknya dana pribadi ini dikeluarkan sebagai opsi terakhir untuk membiayai usaha Anda.
Jangan asal utang
Lalu bagaimana kalau ingin mengajukan pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA)
sebagai modal? Memang ada kalanya utang bisa dijadikan sebagai solusi atas masalah
keuangan kita, termasuk menjadi modal usaha, asal dikelola dengan baik. Artinya,
sebelum mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya Anda melunasi utang-utang lainnya,
termasuk utang kartu kredit, agar tidak mengganggu cash flow keuangan
pribadi/keluarga. Lalu pertimbangkan cicilannya per bulan tidak melebihi 30 persen
dari penghasilan bersih Anda.
Ketimbang sebagai modal, sebaiknya pinjaman dari bank digunakan untuk membeli
sesuatu yang bisa menambah aset atau kekayaan Anda, seperti: ruko, tanah, kendaraan.
Pesangon, tabungan, deposito, dan aset pribadi ini akan lebih baik jika ditujukan
sebagai sumber dana cadangan – sewaktu-waktu usaha Anda gulung tikar atau dana
darurat jika tiba-tiba Anda terkena musibah dan membutuhkan uang tunai dalam jumlah
besar.
Lowongan Kerja - Crop Manager di PT BASF Indonesia
PT BASF Indonesia
Responsibilities Crop Manager:
Responsibles to the agreed strategies, policies and practices, provide inputs and participate in the marketing/ market development and planning, technical development of fungicide products and services to support the implementation of sales strategies and polices in the assigned areas/ districts, conclusion of sales contracts at defined sales goals
Main Task:
Requirements Crop Manager:
Responsibilities Crop Manager:
Responsibles to the agreed strategies, policies and practices, provide inputs and participate in the marketing/ market development and planning, technical development of fungicide products and services to support the implementation of sales strategies and polices in the assigned areas/ districts, conclusion of sales contracts at defined sales goals
Main Task:
- Analyze market to develop fungicide product related with crops and customers, include determining pricing,
- Product launch plan, schedule visits and promotion system to ensure achievement of sales targets.
- Provide technical support to introduce and promote fungicide products, to ensure customers use it properly and creating additional value to customers.
- Provide marketing strategy to development and implementation of fungicide products, and monitor closely for creating fungicide demand.
- Collect and analyze field information to verify fungicide products’ design suitability to application,
- Provide fungicides competitive product performance information to verify competitiveness of own products,
- Provide technical support to customers as trouble shooters and technical consultant, including handling/ follow- up complaints on technical related issues.
Requirements Crop Manager:
- Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, Master's Degree / Post Graduate Degree, Agriculture/Aquaculture/Forestry, Chemistry, Pharmacy/Pharmacology or equivalent.
- Required skill(s): analytical analysis, conceptual, english proficiency, inter personal skill, Communication Skill.
- Required language(s): English, Bahasa Indonesia
- At least 3 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
- Applicants must be willing to work in DBS Bank Tower,Ciputra world1,Jl.Dr.Satrio no.3-5.
- Preferably Manager / Assistant Managers specializing in Marketing/Business Development or equivalent.
- Full-Time position(s) available.
Lowongan Kerja - Senior Brand Manager for OTC Product
PT Bayer Indonesia
Responsibilities Senior Brand Manager for OTC Product:
Requirements Senior Brand Manager for OTC Product:
Your application – We recruit staff of high caliber with integrity and a strong team spirit. We offer a dynamic and multicultural working environment, opportunities for personal and professional development, and a competitive remuneration package.
Qualified applicants are invited to submit CV, including recent photograph and expected salary
to HRD Department at:
rizki.rahmanto@bayer.com
Please quote the e-mail subject with
“[ Senior Brand Manager ]” and follow your name
Responsibilities Senior Brand Manager for OTC Product:
- To plan, lead, and implement marketing & brand strategies to increase total Wellness & Bayer Healthcare Consumer Care Sales & Profitability.
- To collect, analyse and communicate relevant business and market information and develop recommendations for actions which will strengthen Bayer Health Care Consumer Care brands equity & becoming Bayer Healthcare Consumer Care Asset.
- Developed & implemented marketing/brand plan & strategy (4P).
- Develop, implement, evaluate communication concepts for ATL- BTL activities.
- Financial aspects responsibility: P&I, P&L, Sales, Stock level, Forecast Accuracy.
- Coordinate closely with Trade Marketing, NSM, NKAM for sales/ channel strategy.
- Coordinate closely with Demand Planner & factory to ensure reliable supply & forecast.
- Conduct any research needed in order to get more consumer insights, brand awareness/ equity checked, advertising tracking, etc.
- New Product Development & Launch.
- Collaborate with Regional Brand Lead (Asia-Pacific) & Global SBU for any related projects.
- Lead & manage Junior Brand Manager
Requirements Senior Brand Manager for OTC Product:
- Education level: min. Bachelor Degree in business or related background
- At least 7 years of experience in sales and marketing field with a minimum of 4-5 years in brand management
- Solid marketing experience with proven ability in strategic brand planning, consumer communication, ATL-BTL implementation Knowledge of Pharmaceutical industry
- High degree of organization, adaptability and prioritization
- Role model for the Bayer LIFE Values, Leadership, Integrity, Flexibility and Efficiency
Your application – We recruit staff of high caliber with integrity and a strong team spirit. We offer a dynamic and multicultural working environment, opportunities for personal and professional development, and a competitive remuneration package.
Qualified applicants are invited to submit CV, including recent photograph and expected salary
to HRD Department at:
rizki.rahmanto@bayer.com
Please quote the e-mail subject with
“[ Senior Brand Manager ]” and follow your name
Merencanakan Keuangan untuk Perubahan Karier
Ketika hendak memutuskan untuk mencoba sebuah tantangan baru yang telah lama kita dambakan: membuka butik, menjadi konsultan spa, mengejar gelar master di bidangmarketing communication, lagi-lagi keraguan menghadang, “Siapkah saya?”
Setiap perubahan membutuhkan “harga” tersendiri. Salah satu yang paling menakutkan adalah masalah keuangan. Karenanya, sebelum memutuskan untuk banting stir dari pegawai kantoran menjadi wirausaha, menurut financologist Alviko Ibnugroho, Anda perlu merencanakan finansial yang matang. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Apakah ada kenaikan penghasilan dengan Anda membuka usaha?
Karena kenaikan penghasilan biasanya diikuti oleh kenaikan harga-harga kebutuhan lain yang berdampak pada makin besarnya pengeluaran walaupun kebutuhan kita tetap.
Apakah ada penghasilan tambahan di luar usaha tersebut?
Penghasilan yang dimaksud adalah hasil investasi yang telah ditanamkan beberapa tahun sebelumnya. Pendapatan tambahan ini sangat membantu kestabilan keuangan kita.
Bagaimana kondisi perekonomian negara kita?
Untuk itu, Anda harus aktif mengikuti perkembangan ekonomi makro dari berbagai media. Poin terpenting dalam hal ini adalah bagaimana tingkat investasi kita bisa selalu di atas rata-rata tingkat inflasi yang ada.
Apakah antisipasi risiko bila terjadi kegagalan investasi atau usaha?
Antisipasi ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi investasi yang tersedia di pasar keuangan. Untuk itu Anda perlu memilih jenis investasi yang memiliki prospek cerah di tahun tersebut.
Bagaimana mengantisipasi risiko tak terduga?
Risiko tak terduga bisa berupa risiko sesaat (misalnya sakit atau kehilangan penghasilan) maupun risiko jangka panjang (misalnya cacat tetap atau kematian). Semua ini hanya bisa diantisipasi dengan melakukan manajemen risiko melalui persiapan dana darurat dan asuransi.
Hal-hal lain yang perlu perhatian khusus untuk dipertimbangkan adalah:
1. Tentukan jenis usaha Anda dan kalkulasikan semua biaya untuk memulainya. Perhitungkan biaya pendirian usaha, mulai dari pembuatan akta, sewa kantor, biaya renovasi, dan lain-lain.
2. Identifikasi permasalahan keuangan yang muncul, termasuk biaya pendidikan anak, pajak, penyakit parah, dan lainnya, yang dapat menjadi masalah di masa yang akan datang.
3. Tentukan asumsi yang dipakai dalam merencanakan keuangan, seperti tingkat inflasi rata-rata, bunga dan hasil investasi yang diinginkan secara rata-rata, atau risiko yang dapat Anda tanggung.
4. Pertimbangkan kebutuhan keuangan khusus, seperti perencanaan masa pensiun. Lakukan analisis keuangan yang dibutuhkan di masa depan sesuai dengan kebutuhan tersebut yang meliputi:
-Berapa biaya akan kebutuhan tersebut saat ini?
-Berapa proyeksinya di masa yang akan datang?
-Kapan biaya tersebut dibutuhkan?
-Sudah tersediakah dana tersebut sekarang?
-Apabila belum, berapa besar cicilan investasi yang harus dimulai sekarang?
5. Siapkan dana kebutuhan hidup setahun. Jika Anda ingin alih profesi, mulailah untuk mengatur alur kas keuangan Anda minimal setahun ke depan (termasuk cicilan rumah, mobil, belanja bulanan, dll). Kalau sebelumnya Anda dan suami bekerja, asumsikan jika Anda bisa hidup dari satu penghasilan dan pangkas pengeluaran yang tak perlu
untuk tabungan.
6. Benahi utang Anda. Usahakan segera melunasi utang-utang Anda di bank agar dapat memperoleh kredibilitas jika Anda mengajukan pinjaman usaha ke bank.
7. Pertahankan pekerjaan Anda. Sebelum Anda yakin mampu menghidupi kebutuhan keluarga dari pekerjaan baru Anda, jangan dulu berhenti dari pekerjaan lama Anda. Lakukan dulu sebagai usaha sampingan, sampai Anda mendapat penghasilan tetap dan lebih baik.
8. Buatlah rencana cadangan. Sebelum terjun menjalankan rencana A, pastikan Anda memiliki rencana B sebagai cadangan. Kesuksesan Anda di bidang pekerjaan yang baru sangat tergantung pada kondisi ekonomi dan 'kesehatan' industri yang Anda pilih. Bersiaplah bahwa tidak selamanya kenyataan yang ada sesuai dengan harapan Anda.
Intinya, keputusan untuk memulai karier kedua merupakan langkah tepat yang dapat mengantarkan hidup Anda lebih baik dan berharga. Karena itu mulailah melakukan perencanaan dari sekarang. Kata orang bijak : Planning or nothing.
Setiap perubahan membutuhkan “harga” tersendiri. Salah satu yang paling menakutkan adalah masalah keuangan. Karenanya, sebelum memutuskan untuk banting stir dari pegawai kantoran menjadi wirausaha, menurut financologist Alviko Ibnugroho, Anda perlu merencanakan finansial yang matang. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Apakah ada kenaikan penghasilan dengan Anda membuka usaha?
Karena kenaikan penghasilan biasanya diikuti oleh kenaikan harga-harga kebutuhan lain yang berdampak pada makin besarnya pengeluaran walaupun kebutuhan kita tetap.
Apakah ada penghasilan tambahan di luar usaha tersebut?
Penghasilan yang dimaksud adalah hasil investasi yang telah ditanamkan beberapa tahun sebelumnya. Pendapatan tambahan ini sangat membantu kestabilan keuangan kita.
Bagaimana kondisi perekonomian negara kita?
Untuk itu, Anda harus aktif mengikuti perkembangan ekonomi makro dari berbagai media. Poin terpenting dalam hal ini adalah bagaimana tingkat investasi kita bisa selalu di atas rata-rata tingkat inflasi yang ada.
Apakah antisipasi risiko bila terjadi kegagalan investasi atau usaha?
Antisipasi ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi investasi yang tersedia di pasar keuangan. Untuk itu Anda perlu memilih jenis investasi yang memiliki prospek cerah di tahun tersebut.
Bagaimana mengantisipasi risiko tak terduga?
Risiko tak terduga bisa berupa risiko sesaat (misalnya sakit atau kehilangan penghasilan) maupun risiko jangka panjang (misalnya cacat tetap atau kematian). Semua ini hanya bisa diantisipasi dengan melakukan manajemen risiko melalui persiapan dana darurat dan asuransi.
Hal-hal lain yang perlu perhatian khusus untuk dipertimbangkan adalah:
1. Tentukan jenis usaha Anda dan kalkulasikan semua biaya untuk memulainya. Perhitungkan biaya pendirian usaha, mulai dari pembuatan akta, sewa kantor, biaya renovasi, dan lain-lain.
2. Identifikasi permasalahan keuangan yang muncul, termasuk biaya pendidikan anak, pajak, penyakit parah, dan lainnya, yang dapat menjadi masalah di masa yang akan datang.
3. Tentukan asumsi yang dipakai dalam merencanakan keuangan, seperti tingkat inflasi rata-rata, bunga dan hasil investasi yang diinginkan secara rata-rata, atau risiko yang dapat Anda tanggung.
4. Pertimbangkan kebutuhan keuangan khusus, seperti perencanaan masa pensiun. Lakukan analisis keuangan yang dibutuhkan di masa depan sesuai dengan kebutuhan tersebut yang meliputi:
-Berapa biaya akan kebutuhan tersebut saat ini?
-Berapa proyeksinya di masa yang akan datang?
-Kapan biaya tersebut dibutuhkan?
-Sudah tersediakah dana tersebut sekarang?
-Apabila belum, berapa besar cicilan investasi yang harus dimulai sekarang?
5. Siapkan dana kebutuhan hidup setahun. Jika Anda ingin alih profesi, mulailah untuk mengatur alur kas keuangan Anda minimal setahun ke depan (termasuk cicilan rumah, mobil, belanja bulanan, dll). Kalau sebelumnya Anda dan suami bekerja, asumsikan jika Anda bisa hidup dari satu penghasilan dan pangkas pengeluaran yang tak perlu
untuk tabungan.
6. Benahi utang Anda. Usahakan segera melunasi utang-utang Anda di bank agar dapat memperoleh kredibilitas jika Anda mengajukan pinjaman usaha ke bank.
7. Pertahankan pekerjaan Anda. Sebelum Anda yakin mampu menghidupi kebutuhan keluarga dari pekerjaan baru Anda, jangan dulu berhenti dari pekerjaan lama Anda. Lakukan dulu sebagai usaha sampingan, sampai Anda mendapat penghasilan tetap dan lebih baik.
8. Buatlah rencana cadangan. Sebelum terjun menjalankan rencana A, pastikan Anda memiliki rencana B sebagai cadangan. Kesuksesan Anda di bidang pekerjaan yang baru sangat tergantung pada kondisi ekonomi dan 'kesehatan' industri yang Anda pilih. Bersiaplah bahwa tidak selamanya kenyataan yang ada sesuai dengan harapan Anda.
Intinya, keputusan untuk memulai karier kedua merupakan langkah tepat yang dapat mengantarkan hidup Anda lebih baik dan berharga. Karena itu mulailah melakukan perencanaan dari sekarang. Kata orang bijak : Planning or nothing.
Tetap Produktif di Masa Pensiun
Menurut pengamatan Rhenald Kasali, pakar manajemen dan kewirausahaan, ada pergeseran pola bekerja dalam masyarakat kita. Di masa lalu, orang cenderung memiliki loyalitas tinggi untuk menikmati satu karier saja sepanjang hidupnya, terutama golongan karyawan dan eksekutif. Bahkan, tak hanya loyal pada satu jenis bidang saja, tapi juga pada satu perusahaan sampai pensiun.
Namun, seperti yang dipaparkan Rhenald dalam buku Cracking Zone, kini telah terjadi peralihan dari ‘budaya kucing’ menjadi ‘budaya cheetah’. Banyak perusahaan yang berubah menjadi lebih dinamis, agresif dan kompetitif, seperti halnya hewan cheetah yang gesit, sehingga turn over karyawan semakin tinggi. Dengan begitu, karyawan pun terpacu agar tak terlena dengan zona nyaman.
Nah, kalau berhenti bekerja atau keluar dari ‘sangkar emas’ di usia ‘kepala empat’ bahkan menjelang pensiun, selanjutnya apa yang mau dilakukan? Sejak lima tahun terakhir ini, menurut Rhenald, dunia kerja di Indonesia mulai mengenal istilah ‘karier kedua’. Merintis lagi karier yang benar-benar baru di usia yang tak muda lagi bukan hal yang mustahil. Seperti yang ditegaskan oleh Rhenald, tak ada batasan usia untuk mencoba hal baru dan mengembangkan potensi.
Berdasarkan hasil angket, menunjukkan bahwa 66 persen wanita merencanakan untuk memiliki usaha sendiri dalam 5 tahun ke depan. Selain karena mencapai titik jenuh terhadap pekerjaan yang digelutinya, mereka ingin mewujudkan karier impian yang sesuai passion atau mencari tantangan baru yang membuat hidup lebih bergairah.
Karier kedua juga menjadi solusi yang tepat untuk masa pensiun. Menjelang pensiun, kalangan wanita karier rentan dihantui kekhawatiran membayangkan rutinitas bekerja akan mendadak berhenti. Dengan ‘dipaksa’ berhenti bekerja seakan dunia berhenti berputar. Padahal memasuki usia pensiun bukan akhir dari segalanya. Dengan menjalani karier kedua, ketakutan semacam itu tak perlu terjadi.
Walaupun telah pensiun, bila kondisi fisik dan psikis masih memungkinkan, Anda masih punya kesempatan untuk melakukan kegiatan produktif. Tentu Anda juga tak mau membuang waktu yang tersisa hanya untuk hal yang tak bermakna. Apalagi kegiatan yang bisa merangsang aktivitas fisik dan mental tetap diperlukan supaya terhindar dari penyakit demensia atau dikenal dengan istilah pikun, bahkan yang lebih berbahaya yaitu alzheimer. Dengan memiliki karier kedua, Anda berpeluang mendapatkan kepuasan batin karena bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dengan terus berkarya, dan mampu hidup mandiri secara finansial.
Bahkan pihak pemerintah di Amerika Serikat tengah gencar mendukung program encore career, yakni karier lanjutan bagi karyawan berusia 40-an yang ingin meniti karier baru sebagai persiapan menjelang pensiun. Dengan begitu, mereka tak menjadi 'pengangguran terselubung’ yang membebankan keluarganya dan negara.
Namun, seperti yang dipaparkan Rhenald dalam buku Cracking Zone, kini telah terjadi peralihan dari ‘budaya kucing’ menjadi ‘budaya cheetah’. Banyak perusahaan yang berubah menjadi lebih dinamis, agresif dan kompetitif, seperti halnya hewan cheetah yang gesit, sehingga turn over karyawan semakin tinggi. Dengan begitu, karyawan pun terpacu agar tak terlena dengan zona nyaman.
Nah, kalau berhenti bekerja atau keluar dari ‘sangkar emas’ di usia ‘kepala empat’ bahkan menjelang pensiun, selanjutnya apa yang mau dilakukan? Sejak lima tahun terakhir ini, menurut Rhenald, dunia kerja di Indonesia mulai mengenal istilah ‘karier kedua’. Merintis lagi karier yang benar-benar baru di usia yang tak muda lagi bukan hal yang mustahil. Seperti yang ditegaskan oleh Rhenald, tak ada batasan usia untuk mencoba hal baru dan mengembangkan potensi.
Berdasarkan hasil angket, menunjukkan bahwa 66 persen wanita merencanakan untuk memiliki usaha sendiri dalam 5 tahun ke depan. Selain karena mencapai titik jenuh terhadap pekerjaan yang digelutinya, mereka ingin mewujudkan karier impian yang sesuai passion atau mencari tantangan baru yang membuat hidup lebih bergairah.
Karier kedua juga menjadi solusi yang tepat untuk masa pensiun. Menjelang pensiun, kalangan wanita karier rentan dihantui kekhawatiran membayangkan rutinitas bekerja akan mendadak berhenti. Dengan ‘dipaksa’ berhenti bekerja seakan dunia berhenti berputar. Padahal memasuki usia pensiun bukan akhir dari segalanya. Dengan menjalani karier kedua, ketakutan semacam itu tak perlu terjadi.
Walaupun telah pensiun, bila kondisi fisik dan psikis masih memungkinkan, Anda masih punya kesempatan untuk melakukan kegiatan produktif. Tentu Anda juga tak mau membuang waktu yang tersisa hanya untuk hal yang tak bermakna. Apalagi kegiatan yang bisa merangsang aktivitas fisik dan mental tetap diperlukan supaya terhindar dari penyakit demensia atau dikenal dengan istilah pikun, bahkan yang lebih berbahaya yaitu alzheimer. Dengan memiliki karier kedua, Anda berpeluang mendapatkan kepuasan batin karena bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dengan terus berkarya, dan mampu hidup mandiri secara finansial.
Bahkan pihak pemerintah di Amerika Serikat tengah gencar mendukung program encore career, yakni karier lanjutan bagi karyawan berusia 40-an yang ingin meniti karier baru sebagai persiapan menjelang pensiun. Dengan begitu, mereka tak menjadi 'pengangguran terselubung’ yang membebankan keluarganya dan negara.
Yakinkah Untuk Resign?
Perhatikan hal-hal berikut sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk keluar dari tempat kerja Anda. Siapa tahu setelah membaca artikel ini, Anda akan mempertimbangkannya kembali.
Sesuaikah dengan Prioritas?
Yang dimaksud di sini adalah maksud dan tujuan Anda memilih sebuah tempat sebagai tempat bekerja. Mungkin saja tujuan Anda terkesan janggal, seperti semata mencari teman baru atau karena bosnya baik hati. Ya, memang terkadang sebuah tempat kerja akan menawarkan keistimewaan tersendiri yang tidak ditawarkan di tempat lain. Jika prioritas tersebut sudah terpenuhi, hal-hal lainnya—seperti manajemen kantor yang buruk atau kolega yang menyebalkan—tidak menjadi terlalu signifikan. Ingatlah, seberapapun anehnya prioritas Anda, it’s never wrong. Hal itu justru sangat penting untuk membuat Anda bertahan pada suatu posisi.
Berpikir dengan Logis
Kebanyakan wanita ingin resign dari pekerjaannya bukan karena hal-hal krusial, seperti tidak bisa menangani tugas yang diberikan, namun karena hal-hal lain seperti perselisihan dengan kolega atau bos yang… intimidating. Andaikan seperti itu keadaannya, cobalah mencari jalan keluar terlebih dahulu, atau seburuk-buruknya…BERTAHANLAH jika memang kantor tersebut menawarkan kelebihan lainnya. Semua ketidaknyamanan tersebut sebenarnya baik untuk mengasah karakter Anda. Toh, dunia kerja bukan untuk si manja, kan?
Apakah Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda saat ini?
Beberapa orang berpikir mereka ingin menjadi pengusaha hanya karena tidak senang dengan peran mereka saat ini, ungkap Pamela Slim, Mesa, Arizona penulis Escape dari Cubicle Nation (Penguin, 2010). Mengembangkan rencana bisnis menyeluruh dapat membantu Anda menghindari keputusan influsif. “Selain ingin berhenti, Anda harus memiliki ide bisnis yang layak dan rencana pemasaran dan operasi yang efektif.”
Apa yang Anda suka lakukan di hari-hari rutin?
Kebebasan instan bisa berbahaya. Ogle merekomendasikan untuk mengembangkan jadwal harian untuk diikuti. “Ketika saat ini Anda memiliki semua waktu luang Anda, ini benar-benar mudah untuk berkata, ‘oh, saya akan melakukannya nanti’,” ungkapnya. Seminggu setelah berhenti kerja, Ogle mulai pergi ke gym pada saat yang sama ketika ia tiba di kantornya yang lama setiap pagi. Dan setelah dari gym, ia bekerja di jam yang sama dengan yang ia lakukan ketika di kantornya yang lama.
Bagaimana Anda akan mengumpulkan uang untuk menjaga bisnis tetap berjalan?
Kurang modal merupakan salah satu rintangan untuk berwirausaha. Daripada menghitung arus kas Anda terus-menerus, yang terbaik adalah mendatangkan proyeksi yang realitas sebagai bagian dari rencana bisnis Anda sebelum memutuskan apakah Anda dapat mampu meninggalkan pekerjaan Anda. Bisnis Anda mungkin tidak menguntungkan selama tiga sampai lima tahun, oleh karena itu penting untuk bersikap realistis tentang bagaimana Anda akan mendukung diri sendiri secara finansial, ungkap Sharon Lechter, penulis Three Feet From Gold : Turn Your Obstacles Into Opportunities (Sterling Publishing, 2009) dan seorang ahli keuangan di Phoenix.
Bertambahnya Keterampilan
Sudah bekerja lebih dari satu tahun, apa yang Anda dapatkan? Keterampilan di bidang tertentu, atau percaya diri yang bertambah? Ini harus Anda pertimbangkan. Jika ini salah satu indikatornya, mungkin hal-hal lain yang mengganggu –yang membuat Anda ingin meninggalkan pekerjaan itu– tidak perlu dihiraukan lagi.
Materi yang Didapat
Loyalitas pada suatu perusahaan biasanya dihargai dengan tunjangan, insentif, atau bonus. Jika Anda berpindah ke perusahaan lain, mungkinkah perusahaan yang baru menawarkan semua itu? Coba cek terlebih dahulu. Jangan sampai pandangan Anda yang semula menganggap “rumput tetangga lebih hijau,” ternyata tak terbukti.
Apakah Anda memperhitungkan kemungkinan adanya biaya tak terduga?
Ketika Jody Dyer meluncurkan Tees Blackbird, sebuah perusahaan pakaian di Richmond, Va, ia terkejut dengan banyaknya biaya rencana bisnisnya yang tidak terduga. Kami menghabiskan “ribuan dolar untuk eksperimen dengan gaya kain yang berbeda, mengotori kain, merusak kemeja, membuat pilihan warna yang salah,” ungkap Dyer, yang menjual produk-produknya di Esty. “Pada saat itu, kesalahan-kesalahan yang melemahkan finansial.” Daripada keluar dari bisnis, Dyer kembali lagi menjadi freelance copywriting. “Melengkapi penghasilan Anda melalui freelance atau kerja paruh waktu dapat mengurangi beberapa ketegangan itu,” ungkapnya.
Apakah Anda bersedia untuk mengambil peran ganda?
Memulai bisnis berarti Anda akan mengenakan banyak topi. “Suatu hari Anda adalah seorang teknik, suatu hari Anda adalah seorang penjual, suatu hari Anda adalah seorang tukang kebersihan,” ungkap Shobha Tummala, pendiri salon kecantikan di New York City. “Anda tidak dapat memiliki ego.” Jadi sebelum Anda meninggalkan pekerjaan Anda,Anda perlu memutuskan apakah Anda akan senang melakukan berbagai tugas, dari pemasaran hingga pemeliharaan.
Apakah kekuatan dan kelemahan Anda?
Ketika Anda mempertimbangkan peran ganda, jujurlah terhadap diri sendiri tentang apa yang terbaik bagi Anda dan dimana Anda perlu memperbaiki, Tummala menyarankan. Mungkin Anda perlu untuk meningkatkan keahlian memprogram Anda atau mengerti keuangan atau menemukan mitra dengan keahlian yang saling melengkapi. Jika Anda tidak memiliki cara untuk mengatasi kelemahan Anda, mungkin lebih baik untuk tetap berada dalam peran Anda saat ini.
Siapa pelanggan masa depan Anda?
Meskipun Anda mungkin tidak dapat benar-benar menguji potensi pasar untuk konsep bisnis Anda, Anda setidaknya harus memahami siapa kemungkinan pelanggan Anda dan jenis kompetisi apa yang akan Anda hadapi.
Apakah jaringan pendukung ada di ‘papan’?
Untuk membantu memudahkan peralihan, Anda harus berbagi rencana kewirausahaan Anda dengan anggota keluarga dan melihat apakah mereka mendukung dan terlibat dalam memulai bisnis. Slim mengatakan, “Ketika seseorang masuk ke dalam dunia bisnis, setiap orang dalam keluarga akan memberi pengaruh.” Jika pasangan Anda dan anggota keluarga Anda enggan memberikan dukungan ide, Anda mungkin bisa memikirkan kembali untuk berhenti dari pekerjaan Anda saat ini.
Apakah Anda memiliki pilihan cadangan?
Mengembangkan rencana B sebelum Anda memulai akan membantu Anda menghindari hal-hal yang mengejutkan.
Bagaimana Anda menghindari ‘pembakaran jembatan’?
Jika Anda memutuskan untuk berhenti, ingatlah bahwa atasan Anda bisa membantu Anda saat Anda memulai usaha baru Anda. Daripada mengundurkan diri tiba-tiba, mancari cara untuk meninggalkan pekerjaan dengan memberikan kesan yang baik. Berikan banyak pemberitahuan untuk membantu atasan Anda dalam menangani pengalihan Anda dan terbukalah mengenai rencana masa depan kewirausahaan Anda, ungkap Ogle. “Biasanya perusahaan akan memahaminya dan bahkan menawarkan untuk membantu sebisa mereka.”
Sesuaikah dengan Prioritas?
Yang dimaksud di sini adalah maksud dan tujuan Anda memilih sebuah tempat sebagai tempat bekerja. Mungkin saja tujuan Anda terkesan janggal, seperti semata mencari teman baru atau karena bosnya baik hati. Ya, memang terkadang sebuah tempat kerja akan menawarkan keistimewaan tersendiri yang tidak ditawarkan di tempat lain. Jika prioritas tersebut sudah terpenuhi, hal-hal lainnya—seperti manajemen kantor yang buruk atau kolega yang menyebalkan—tidak menjadi terlalu signifikan. Ingatlah, seberapapun anehnya prioritas Anda, it’s never wrong. Hal itu justru sangat penting untuk membuat Anda bertahan pada suatu posisi.
Berpikir dengan Logis
Kebanyakan wanita ingin resign dari pekerjaannya bukan karena hal-hal krusial, seperti tidak bisa menangani tugas yang diberikan, namun karena hal-hal lain seperti perselisihan dengan kolega atau bos yang… intimidating. Andaikan seperti itu keadaannya, cobalah mencari jalan keluar terlebih dahulu, atau seburuk-buruknya…BERTAHANLAH jika memang kantor tersebut menawarkan kelebihan lainnya. Semua ketidaknyamanan tersebut sebenarnya baik untuk mengasah karakter Anda. Toh, dunia kerja bukan untuk si manja, kan?
Apakah Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda saat ini?
Beberapa orang berpikir mereka ingin menjadi pengusaha hanya karena tidak senang dengan peran mereka saat ini, ungkap Pamela Slim, Mesa, Arizona penulis Escape dari Cubicle Nation (Penguin, 2010). Mengembangkan rencana bisnis menyeluruh dapat membantu Anda menghindari keputusan influsif. “Selain ingin berhenti, Anda harus memiliki ide bisnis yang layak dan rencana pemasaran dan operasi yang efektif.”
Apa yang Anda suka lakukan di hari-hari rutin?
Kebebasan instan bisa berbahaya. Ogle merekomendasikan untuk mengembangkan jadwal harian untuk diikuti. “Ketika saat ini Anda memiliki semua waktu luang Anda, ini benar-benar mudah untuk berkata, ‘oh, saya akan melakukannya nanti’,” ungkapnya. Seminggu setelah berhenti kerja, Ogle mulai pergi ke gym pada saat yang sama ketika ia tiba di kantornya yang lama setiap pagi. Dan setelah dari gym, ia bekerja di jam yang sama dengan yang ia lakukan ketika di kantornya yang lama.
Bagaimana Anda akan mengumpulkan uang untuk menjaga bisnis tetap berjalan?
Kurang modal merupakan salah satu rintangan untuk berwirausaha. Daripada menghitung arus kas Anda terus-menerus, yang terbaik adalah mendatangkan proyeksi yang realitas sebagai bagian dari rencana bisnis Anda sebelum memutuskan apakah Anda dapat mampu meninggalkan pekerjaan Anda. Bisnis Anda mungkin tidak menguntungkan selama tiga sampai lima tahun, oleh karena itu penting untuk bersikap realistis tentang bagaimana Anda akan mendukung diri sendiri secara finansial, ungkap Sharon Lechter, penulis Three Feet From Gold : Turn Your Obstacles Into Opportunities (Sterling Publishing, 2009) dan seorang ahli keuangan di Phoenix.
Bertambahnya Keterampilan
Sudah bekerja lebih dari satu tahun, apa yang Anda dapatkan? Keterampilan di bidang tertentu, atau percaya diri yang bertambah? Ini harus Anda pertimbangkan. Jika ini salah satu indikatornya, mungkin hal-hal lain yang mengganggu –yang membuat Anda ingin meninggalkan pekerjaan itu– tidak perlu dihiraukan lagi.
Materi yang Didapat
Loyalitas pada suatu perusahaan biasanya dihargai dengan tunjangan, insentif, atau bonus. Jika Anda berpindah ke perusahaan lain, mungkinkah perusahaan yang baru menawarkan semua itu? Coba cek terlebih dahulu. Jangan sampai pandangan Anda yang semula menganggap “rumput tetangga lebih hijau,” ternyata tak terbukti.
Apakah Anda memperhitungkan kemungkinan adanya biaya tak terduga?
Ketika Jody Dyer meluncurkan Tees Blackbird, sebuah perusahaan pakaian di Richmond, Va, ia terkejut dengan banyaknya biaya rencana bisnisnya yang tidak terduga. Kami menghabiskan “ribuan dolar untuk eksperimen dengan gaya kain yang berbeda, mengotori kain, merusak kemeja, membuat pilihan warna yang salah,” ungkap Dyer, yang menjual produk-produknya di Esty. “Pada saat itu, kesalahan-kesalahan yang melemahkan finansial.” Daripada keluar dari bisnis, Dyer kembali lagi menjadi freelance copywriting. “Melengkapi penghasilan Anda melalui freelance atau kerja paruh waktu dapat mengurangi beberapa ketegangan itu,” ungkapnya.
Apakah Anda bersedia untuk mengambil peran ganda?
Memulai bisnis berarti Anda akan mengenakan banyak topi. “Suatu hari Anda adalah seorang teknik, suatu hari Anda adalah seorang penjual, suatu hari Anda adalah seorang tukang kebersihan,” ungkap Shobha Tummala, pendiri salon kecantikan di New York City. “Anda tidak dapat memiliki ego.” Jadi sebelum Anda meninggalkan pekerjaan Anda,Anda perlu memutuskan apakah Anda akan senang melakukan berbagai tugas, dari pemasaran hingga pemeliharaan.
Apakah kekuatan dan kelemahan Anda?
Ketika Anda mempertimbangkan peran ganda, jujurlah terhadap diri sendiri tentang apa yang terbaik bagi Anda dan dimana Anda perlu memperbaiki, Tummala menyarankan. Mungkin Anda perlu untuk meningkatkan keahlian memprogram Anda atau mengerti keuangan atau menemukan mitra dengan keahlian yang saling melengkapi. Jika Anda tidak memiliki cara untuk mengatasi kelemahan Anda, mungkin lebih baik untuk tetap berada dalam peran Anda saat ini.
Siapa pelanggan masa depan Anda?
Meskipun Anda mungkin tidak dapat benar-benar menguji potensi pasar untuk konsep bisnis Anda, Anda setidaknya harus memahami siapa kemungkinan pelanggan Anda dan jenis kompetisi apa yang akan Anda hadapi.
Apakah jaringan pendukung ada di ‘papan’?
Untuk membantu memudahkan peralihan, Anda harus berbagi rencana kewirausahaan Anda dengan anggota keluarga dan melihat apakah mereka mendukung dan terlibat dalam memulai bisnis. Slim mengatakan, “Ketika seseorang masuk ke dalam dunia bisnis, setiap orang dalam keluarga akan memberi pengaruh.” Jika pasangan Anda dan anggota keluarga Anda enggan memberikan dukungan ide, Anda mungkin bisa memikirkan kembali untuk berhenti dari pekerjaan Anda saat ini.
Apakah Anda memiliki pilihan cadangan?
Mengembangkan rencana B sebelum Anda memulai akan membantu Anda menghindari hal-hal yang mengejutkan.
Bagaimana Anda menghindari ‘pembakaran jembatan’?
Jika Anda memutuskan untuk berhenti, ingatlah bahwa atasan Anda bisa membantu Anda saat Anda memulai usaha baru Anda. Daripada mengundurkan diri tiba-tiba, mancari cara untuk meninggalkan pekerjaan dengan memberikan kesan yang baik. Berikan banyak pemberitahuan untuk membantu atasan Anda dalam menangani pengalihan Anda dan terbukalah mengenai rencana masa depan kewirausahaan Anda, ungkap Ogle. “Biasanya perusahaan akan memahaminya dan bahkan menawarkan untuk membantu sebisa mereka.”
Minggu, 04 Agustus 2013
Lowongan Kerja - Consumer Insight Manager di PT Bintang Toedjoe
PT Bintang Toedjoe
PT. Bintang Toedjoe yang berdiri sejak 1946 adalah salah satu anak perusahaan dari Kalbe Group yang bergerak dibidang farmasi dan consumer goods.
Kami telah mencetak produk-produk ternama yang sampai saat ini menjadi pionir seperti Extra Joss, Komix dan B7 Masuk Angin. Adanya perkembangan bisnis yang sangat cepat pada Bintang Toedjoe telah mendorong kami untuk mencari individu yang dinamis, profesional dan berprestasi untuk mengisi posisi sebagai:
Requirements Consumer Insight Manager:
If you meet the requirements, please send your CV to:
recruitment@bintang7.com
or
PT. Bintang Toedjoe
Jl. Jend A. Yani No. 2 Pulomas
Jakarta Timur 13210
PT. Bintang Toedjoe yang berdiri sejak 1946 adalah salah satu anak perusahaan dari Kalbe Group yang bergerak dibidang farmasi dan consumer goods.
Kami telah mencetak produk-produk ternama yang sampai saat ini menjadi pionir seperti Extra Joss, Komix dan B7 Masuk Angin. Adanya perkembangan bisnis yang sangat cepat pada Bintang Toedjoe telah mendorong kami untuk mencari individu yang dinamis, profesional dan berprestasi untuk mengisi posisi sebagai:
Requirements Consumer Insight Manager:
- Pria/Wanita,
- Usia maksimal 38 Tahun
- Pendidikan minimal S1 segala jurusan
- Berpengalaman sebagai senior staff /manager selama 5-7 tahun di bidang Market Research atauBusiness Development pada perusahaan FMCG.
- Menyukai hal detail, bertanggung jawab, dan mampu bekerja dalam tekanan
- Memiliki pengetahuan secara mendalam mengenai metode penelitian KUALITATIF
If you meet the requirements, please send your CV to:
recruitment@bintang7.com
or
PT. Bintang Toedjoe
Jl. Jend A. Yani No. 2 Pulomas
Jakarta Timur 13210
Lowongan Kerja -Sales Office Head Development Program di PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk - Honda
Responsibilities Sales Office Head Development Program (SOHDP):
Sales Office Head Development Program is a program that prepares new employees to become Sales Office Head in the Astra Motor, a way to give recognition and understanding of the business management and values held by Astra, especially Astra Motor. As well as providing new equip new employees about the materials associated with respective jobs as new employees in accordance with the field work that will occupy.
Requirements Sales Office Head Development Program (SOHDP):
For further information please visit
astramotor.co.id/career
Please send your latest and comprehensive resume to
recruitment@hso.astra.co.id
Responsibilities Sales Office Head Development Program (SOHDP):
Sales Office Head Development Program is a program that prepares new employees to become Sales Office Head in the Astra Motor, a way to give recognition and understanding of the business management and values held by Astra, especially Astra Motor. As well as providing new equip new employees about the materials associated with respective jobs as new employees in accordance with the field work that will occupy.
Requirements Sales Office Head Development Program (SOHDP):
- GPA min 3.0
- Strong academic background from any disciplines
- Have organizational experiences especially as a Coordinator or Leader
- Have interest in Business Management
- Willing to be placed all around Indonesia
For further information please visit
astramotor.co.id/career
Please send your latest and comprehensive resume to
recruitment@hso.astra.co.id
Ibu dan Anak yang Sukses Berbisnis
Sukses berbisnis katanya bergantung pada partner yang tepat. Siapa lagi yang paling tepat kalau bukan anak atau ibu sendiri. Seitdaknya beberapa dari mereka yang sudah mencoba membuktikan hal ini. Berikut beberapa diantaranya.
Yulie dan Dara Setyohadi: Dinnerware
Bisnis di bawah nama Y&D Setyohadi Dinnerware. Keduanya sama-sama mendesain untuk perangkat makan lengkap, dari piring, gelas, cangkir, tempat kue dan poci teh. Beranjak dari kesenangan dan hobi melukis, lalu berkolaborasi melahirkan beberapa desain yang menarik, dengan mengambil tema bunga. Baru-baru ini keduanya merilis tema tebaru Roses atau bunga mawar untuk koleksi keempat setelah sebelumnya merilis tema bunga tulip, sakura dan jasmine.
Madonna dan Lourdes Lola: Fashion
Bisnis lini busana Material Girl sudah menjadi tren busana yang digandrungi banyak kalangan, terutama selebritis Hollywood. Ide awalnya jelas identiknya sang ibu Madonna dengan karakter Material Girl, lalu Lola (panggilan akrab Lourde) yang tertarik dengan dunia fashion mengembangkannya jadi bisnis busana siap pakai. Jadilah kolaborasi yang pas.Bila Madonna konser, Lola yang menyediakan wardrobe-nya. Bahkan ia rela ambil masa libur, demi menyukseskan konser sang Ibu.
Sondra dan Allyson: Bakery
Bisnis yang dijalankan Wonderland Bakery. Keduanya menjalankan bisnis roti atau kue-kue dari mulaicupcake, cookies, serta kelengkapan bagi yang ingin mengadakan pesta. Sukses dengan pembukaan toko yang pertama mereka lalu melebarkan sayap dengan Allyson Wonderland Storytime Bear dengan produk buku masak, apron, serta set perlengkapan masak. Jika ibu pandai dalam menjalankan manajemen bisnis, Allyson melengkapi dengan kemampuan memasak dan kulinernya. Kata mereka, meski ada hubungan personal, sesekali mereka berpikir untuk harus bersikap profesional.
Brenda Cascio dan Audrey Edwards: Bridal
Bidang bridal atau penyediaan gaun pengantin menjadi pilihan ibu dan anak ini. Dengan nama Gracious Bridal keduanya menjalankan bisnis untuk calon pengantin. Selain bergelut dengan gaun, juga sebagai konsultan untuk pengadaan aksesori, dan atau cindera mata pesta. Ibu dan anak ini sama-sama pernah terlibat dalam industri bridal sebelumnya lalu memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri dan mengembangkannya lewat toko online. Menariknya, ide awal bisnis juga terjadi saat mencari kelengkapan pernikahan Audrey yang tidak sesuai lalu mereka cipta sendiri. Kreasi pertama ini disukai banyak orang dan kemudian menjadi ide bisnis. Tetapi mereka mengakui berbisnis butuh kerja keras dan fokus. Hubungan ibu dan anak memang menyenangkan, tetapi ada kalanya saat santai tidak berbicara bisnis sama sekali.
Zov dan Taleene: Restoran
Ide bisnis ibu dan anak satu ini adalah membuka restoran bersama yang kemudian mereka beri nama Zov’s Bistro. Sampai saat ini, mereka dianggap sebagai salah satu bisnis bistro yang sukses dan terkenal, dengan Zov sebagai chef, lalu Taleene bergabung untuk urusan operasionalnya. Kata Zov, keterlibatan anaknya menjadikan bisnis yang dibangun menjadi lebih tertata dan sekaligus menenangkannya. Dengan berkolaborasi saling tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing dan kemudian saling memahami lebih dalam.
Yulie dan Dara Setyohadi: Dinnerware
Bisnis di bawah nama Y&D Setyohadi Dinnerware. Keduanya sama-sama mendesain untuk perangkat makan lengkap, dari piring, gelas, cangkir, tempat kue dan poci teh. Beranjak dari kesenangan dan hobi melukis, lalu berkolaborasi melahirkan beberapa desain yang menarik, dengan mengambil tema bunga. Baru-baru ini keduanya merilis tema tebaru Roses atau bunga mawar untuk koleksi keempat setelah sebelumnya merilis tema bunga tulip, sakura dan jasmine.
Madonna dan Lourdes Lola: Fashion
Bisnis lini busana Material Girl sudah menjadi tren busana yang digandrungi banyak kalangan, terutama selebritis Hollywood. Ide awalnya jelas identiknya sang ibu Madonna dengan karakter Material Girl, lalu Lola (panggilan akrab Lourde) yang tertarik dengan dunia fashion mengembangkannya jadi bisnis busana siap pakai. Jadilah kolaborasi yang pas.Bila Madonna konser, Lola yang menyediakan wardrobe-nya. Bahkan ia rela ambil masa libur, demi menyukseskan konser sang Ibu.
Sondra dan Allyson: Bakery
Bisnis yang dijalankan Wonderland Bakery. Keduanya menjalankan bisnis roti atau kue-kue dari mulaicupcake, cookies, serta kelengkapan bagi yang ingin mengadakan pesta. Sukses dengan pembukaan toko yang pertama mereka lalu melebarkan sayap dengan Allyson Wonderland Storytime Bear dengan produk buku masak, apron, serta set perlengkapan masak. Jika ibu pandai dalam menjalankan manajemen bisnis, Allyson melengkapi dengan kemampuan memasak dan kulinernya. Kata mereka, meski ada hubungan personal, sesekali mereka berpikir untuk harus bersikap profesional.
Brenda Cascio dan Audrey Edwards: Bridal
Bidang bridal atau penyediaan gaun pengantin menjadi pilihan ibu dan anak ini. Dengan nama Gracious Bridal keduanya menjalankan bisnis untuk calon pengantin. Selain bergelut dengan gaun, juga sebagai konsultan untuk pengadaan aksesori, dan atau cindera mata pesta. Ibu dan anak ini sama-sama pernah terlibat dalam industri bridal sebelumnya lalu memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri dan mengembangkannya lewat toko online. Menariknya, ide awal bisnis juga terjadi saat mencari kelengkapan pernikahan Audrey yang tidak sesuai lalu mereka cipta sendiri. Kreasi pertama ini disukai banyak orang dan kemudian menjadi ide bisnis. Tetapi mereka mengakui berbisnis butuh kerja keras dan fokus. Hubungan ibu dan anak memang menyenangkan, tetapi ada kalanya saat santai tidak berbicara bisnis sama sekali.
Zov dan Taleene: Restoran
Ide bisnis ibu dan anak satu ini adalah membuka restoran bersama yang kemudian mereka beri nama Zov’s Bistro. Sampai saat ini, mereka dianggap sebagai salah satu bisnis bistro yang sukses dan terkenal, dengan Zov sebagai chef, lalu Taleene bergabung untuk urusan operasionalnya. Kata Zov, keterlibatan anaknya menjadikan bisnis yang dibangun menjadi lebih tertata dan sekaligus menenangkannya. Dengan berkolaborasi saling tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing dan kemudian saling memahami lebih dalam.
Sabtu, 15 Juni 2013
Tips Manajemen Waktu dengan To Do List
Anda pernah merasa ada banyak hal yang harus dilakukan namun tidak cukup banyak waktu untuk mengerjakan semuanya? Saya pernah. Beberapa orang kadang merasa bahwa manajemen waktu adalah tugas yang berat. Sebab mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Nah, salah satu yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hal ini adalah membuat To-Do List. To-Do List ini akan membuat kita dapat melihat daftar hal-hal yang perlu atau ingin dilakukan. Dia memberikan kita visualisasi mengenai daftar tujuan kita. Begitu tujuan kita terlihat jelas, selanjutnya adalah aksi untuk menyelesaikan masing-masing list. Jadi, mari membuat To-Do List.
1. Tuliskan Ide
Tuliskan semua hal yang ingin dilakukan tanpa ada sekecilpun yang tertinggal. Misalnya dari mulai keinginan untuk membaca sebuah buku hingga ide bisnis baru. Daftar ini dapat juga mencakup hal yang perlu untuk segera dikerjakan, seperti menyelesaikan proyek pada tanggal tertentu.
2. Buat Skala Prioritas
Breakdown daftar ide yang telah anda susun rapi. Golongkan ke dalam 4 bagian, yaitu:
a. Ingin segera diselesaikan.
b. Ingin diselesaikan dalam waktu lama.
c. Butuh segera diselesaikan.
d. Butuh diselesaikan dalam waktu lama.
Dengan memisahkan antara keinginan dan kebutuhan, anda akan memberikan pencerahan untuk menentukan tindakan mana yang memang benar – benar urgent dan important untuk segera ditunaikan. Sehingga kegiatan anda akan lebih terarah.
3. Tentukan Deadline dan Tepati!
Jika hal-hal yang perlu dilakukan sudah ditulis semuanya, saatnya untuk menentukan batas akhir pada setiap daftar. Kita sendiri yang dapat menentukan deadline untuk masing-masing list. Karena kitalah yang tahu kemampuan diri kita sendiri.
Demi menyelesaikan deadline, seringkali kita harus keras dan disiplin terhadap diri sendiri. Kita harus memiliki kesiapan untuk mengorbankan keinginan yang tidak membantu selesainya tugas kita. Namun pengorbanan inilah yang akan sangat berpengaruh pada manajemen waktu anda.
4. Hadiahi Tanda Centang
Tanda centang yang dibubuhkan di samping list bisa menjadi suatu self amusement bagi diri sendiri. Dia merupakan tanda prestasi membanggakan yang dapat diraih begitu sebuah tugas selesai. Semakin berat tugas anda, maka akan tanda centang yang anda hadiahkan pada diri sendiri akan semakin berharga.
Otak manusia memiliki 70.000 pikiran per hari. Sebagian besar jumlah ini adalah ide yang berkelebat.
Salah satu langkah awal untuk menangkap ide ini adalah dengan mencatatnya, kemudian secara bertahap mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. Inilah yang dimaksud dengan membuat To-Do List. Dengan To-Do List diharapkan anda bisa lebih produktif, tanpa harus meninggalkan rutinitas penting, termasuk ibadah wajib anda.
1. Tuliskan Ide
Tuliskan semua hal yang ingin dilakukan tanpa ada sekecilpun yang tertinggal. Misalnya dari mulai keinginan untuk membaca sebuah buku hingga ide bisnis baru. Daftar ini dapat juga mencakup hal yang perlu untuk segera dikerjakan, seperti menyelesaikan proyek pada tanggal tertentu.
2. Buat Skala Prioritas
Breakdown daftar ide yang telah anda susun rapi. Golongkan ke dalam 4 bagian, yaitu:
a. Ingin segera diselesaikan.
b. Ingin diselesaikan dalam waktu lama.
c. Butuh segera diselesaikan.
d. Butuh diselesaikan dalam waktu lama.
Dengan memisahkan antara keinginan dan kebutuhan, anda akan memberikan pencerahan untuk menentukan tindakan mana yang memang benar – benar urgent dan important untuk segera ditunaikan. Sehingga kegiatan anda akan lebih terarah.
3. Tentukan Deadline dan Tepati!
Jika hal-hal yang perlu dilakukan sudah ditulis semuanya, saatnya untuk menentukan batas akhir pada setiap daftar. Kita sendiri yang dapat menentukan deadline untuk masing-masing list. Karena kitalah yang tahu kemampuan diri kita sendiri.
Demi menyelesaikan deadline, seringkali kita harus keras dan disiplin terhadap diri sendiri. Kita harus memiliki kesiapan untuk mengorbankan keinginan yang tidak membantu selesainya tugas kita. Namun pengorbanan inilah yang akan sangat berpengaruh pada manajemen waktu anda.
4. Hadiahi Tanda Centang
Tanda centang yang dibubuhkan di samping list bisa menjadi suatu self amusement bagi diri sendiri. Dia merupakan tanda prestasi membanggakan yang dapat diraih begitu sebuah tugas selesai. Semakin berat tugas anda, maka akan tanda centang yang anda hadiahkan pada diri sendiri akan semakin berharga.
Otak manusia memiliki 70.000 pikiran per hari. Sebagian besar jumlah ini adalah ide yang berkelebat.
Salah satu langkah awal untuk menangkap ide ini adalah dengan mencatatnya, kemudian secara bertahap mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. Inilah yang dimaksud dengan membuat To-Do List. Dengan To-Do List diharapkan anda bisa lebih produktif, tanpa harus meninggalkan rutinitas penting, termasuk ibadah wajib anda.
Manajemen Waktu dan Aktivitas
Setiap orang mendapatkan “hadiah” yang sama setiap hari: waktu, energi, dan pilihan. Time, energy, and choice yang dikelola dengan baik merupakan aset untuk sukses. Dibandingkan dengan metode manajemen waktu, manajemen aktivitas berdasarkan waktu merupakan pilihan yang lebih efektif, menurut Mark Woods dan Trapper Woods dalam buku mereka Attack Your Day! Before It Attacks You.
Kelolalah ketiga hal ini dengan baik, maka sukses sudah di tangan. Pasti!
Manajemen waktu yang ditawarkan Mark dan Trapper ini berbasis aktivitas. Intinya, pilihlah aktivitas dengan prioritas tinggi, catat dengan baik, kelola dengan baik, jalankan dengan baik, dan fokuslah dengan tepat. Dalam Bahasa Inggrisnya: choosing activities, tracking activities, arranging activities, flexicuting activities, and focusing on activities.
Choosing activities. Tentukan dulu hasil yang mau dicapai, setelah itu baru jalankan tahapan-tahapannya. Contohnya, Anda ingin memiliki rumah seharga Rp300 juta dalam 3 tahun, maka hitunglah berapa yang perlu Anda tabung dalam setiap tahun. Bagilah dalam 12 bulan, sehingga Anda mendapatkan jumlah bulanannya, mingguan, dan harian. Demikian pula jika Anda ingin membentuk six-pack abs dalam 90 hari, maka hitunglah berapa sit-up yang perlu Anda lakukan per hari.
Tracking activities. Gunakan jurnal dalam bentuk kertas maupun elektronik, bisa di BB atau iPhone atau smartphone lainnya. Buatlah list of things to do setiap hari. Gunakan warna yang berbeda untuk prioritas yang berbeda. Ada kegiatan bulanan, ada kegiatan mingguan, dan ada kegiatan harian. Kegiatan tahunan misalnya medical check-up juga perlu dituliskan di dalam jurnal kegiatan.
Arranging activities. Fase ini bisa juga disebut sebagai fase perencanaan aktivitas. Namun dibandingkan dengan “merencanakan,” arranging lebih tepat di terjemahkan sebagai “mengelola” aktivitas. Tandai jam-jam di mana Anda merasa paling kreatif. Kesempatan ini bisa ditemui untuk diskusi dengan tim, atau mengisolasi diri dari orang lain supaya bisa fokus untuk hal-hal yang butuh konsentrasi tinggi.
Juga jangan lupa untuk mengalokasikan waktu paling tidak 30 sampai 60 menit per hari untuk berolah raga, menjernihkan pikiran, meditasi, atau mengisi jurnal perencanaan hari berikutnya.
Flexicuting activities. “Flexicuting” berasal dari dua kata yang digabungkan “flexible” dan “executing” atau flexible execution. Dalam eksekusi, tidak perlu terlalu kaku mengikuti perencanaan yang telah ditulis di jurnal. Namun usahakan supaya tidak ada interupsi maupun distraksi yang mengganggu kelancaran aktivitas.
Jalankan aktivitas dari yang berprioritas tertinggi, satu per satu sehingga selesai secepatnya dengan minimal revisi.
Focusing on activities. Belajarlah untuk menolak hal-hal yang di luar prioritas Anda pada hari ini, minggu ini, bulan ini atau bahkan tahun ini. Namun “interupsi” yang membangun aktivitas yang telah direncanakan tentu saja boleh dipertimbangkan.
Intinya adalah fokus pada aktivitas namun membuka diri terhadap hal-hal membangun dan menutup diri terhadap hal-hal yang membebani aktivitas maupun memperlemah hasil akhir yang diharapkan. Internet surfing, misalnya bisa menjadi faktor akselerasi aktivitas apabila digunakan untuk riset. Namun ia bisa menjadi faktor yang memperlemah hasil akhir apabila ternyata digunakan untuk hal-hal yang fun saja.
Banyak orang kurang bisa menolak ketika tugas maupun aktivitas ditambah. Tentu saja apabila supervisor Anda yang meminta, maka wajib diterima dan dijalankan. Namun sering kali hanya teman di luar pekerjaan yang minta tolong ini dan itu. Maka ini harus dengan tegas dan ramah ditolak.
Akhir kata, setiap hari kita diberi 24 jam serta hadiah waktu, energi, dan pilihan. Bagaimana kita mengalokasi waktu setiap jamnya dengan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan kita ke tujuan merupakan tantangan yang perlu dijalankan setiap hari. Setiap hari adalah pilihan untuk menuju masa depan yang lebih baik.
Kesuksesan sendiri adalah mindset dan instrumen-instrumen yang digunakan adalah waktu, energi, dan pilihan.
Kelolalah ketiga hal ini dengan baik, maka sukses sudah di tangan. Pasti!
Manajemen waktu yang ditawarkan Mark dan Trapper ini berbasis aktivitas. Intinya, pilihlah aktivitas dengan prioritas tinggi, catat dengan baik, kelola dengan baik, jalankan dengan baik, dan fokuslah dengan tepat. Dalam Bahasa Inggrisnya: choosing activities, tracking activities, arranging activities, flexicuting activities, and focusing on activities.
Choosing activities. Tentukan dulu hasil yang mau dicapai, setelah itu baru jalankan tahapan-tahapannya. Contohnya, Anda ingin memiliki rumah seharga Rp300 juta dalam 3 tahun, maka hitunglah berapa yang perlu Anda tabung dalam setiap tahun. Bagilah dalam 12 bulan, sehingga Anda mendapatkan jumlah bulanannya, mingguan, dan harian. Demikian pula jika Anda ingin membentuk six-pack abs dalam 90 hari, maka hitunglah berapa sit-up yang perlu Anda lakukan per hari.
Tracking activities. Gunakan jurnal dalam bentuk kertas maupun elektronik, bisa di BB atau iPhone atau smartphone lainnya. Buatlah list of things to do setiap hari. Gunakan warna yang berbeda untuk prioritas yang berbeda. Ada kegiatan bulanan, ada kegiatan mingguan, dan ada kegiatan harian. Kegiatan tahunan misalnya medical check-up juga perlu dituliskan di dalam jurnal kegiatan.
Arranging activities. Fase ini bisa juga disebut sebagai fase perencanaan aktivitas. Namun dibandingkan dengan “merencanakan,” arranging lebih tepat di terjemahkan sebagai “mengelola” aktivitas. Tandai jam-jam di mana Anda merasa paling kreatif. Kesempatan ini bisa ditemui untuk diskusi dengan tim, atau mengisolasi diri dari orang lain supaya bisa fokus untuk hal-hal yang butuh konsentrasi tinggi.
Juga jangan lupa untuk mengalokasikan waktu paling tidak 30 sampai 60 menit per hari untuk berolah raga, menjernihkan pikiran, meditasi, atau mengisi jurnal perencanaan hari berikutnya.
Flexicuting activities. “Flexicuting” berasal dari dua kata yang digabungkan “flexible” dan “executing” atau flexible execution. Dalam eksekusi, tidak perlu terlalu kaku mengikuti perencanaan yang telah ditulis di jurnal. Namun usahakan supaya tidak ada interupsi maupun distraksi yang mengganggu kelancaran aktivitas.
Jalankan aktivitas dari yang berprioritas tertinggi, satu per satu sehingga selesai secepatnya dengan minimal revisi.
Focusing on activities. Belajarlah untuk menolak hal-hal yang di luar prioritas Anda pada hari ini, minggu ini, bulan ini atau bahkan tahun ini. Namun “interupsi” yang membangun aktivitas yang telah direncanakan tentu saja boleh dipertimbangkan.
Intinya adalah fokus pada aktivitas namun membuka diri terhadap hal-hal membangun dan menutup diri terhadap hal-hal yang membebani aktivitas maupun memperlemah hasil akhir yang diharapkan. Internet surfing, misalnya bisa menjadi faktor akselerasi aktivitas apabila digunakan untuk riset. Namun ia bisa menjadi faktor yang memperlemah hasil akhir apabila ternyata digunakan untuk hal-hal yang fun saja.
Banyak orang kurang bisa menolak ketika tugas maupun aktivitas ditambah. Tentu saja apabila supervisor Anda yang meminta, maka wajib diterima dan dijalankan. Namun sering kali hanya teman di luar pekerjaan yang minta tolong ini dan itu. Maka ini harus dengan tegas dan ramah ditolak.
Akhir kata, setiap hari kita diberi 24 jam serta hadiah waktu, energi, dan pilihan. Bagaimana kita mengalokasi waktu setiap jamnya dengan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan kita ke tujuan merupakan tantangan yang perlu dijalankan setiap hari. Setiap hari adalah pilihan untuk menuju masa depan yang lebih baik.
Kesuksesan sendiri adalah mindset dan instrumen-instrumen yang digunakan adalah waktu, energi, dan pilihan.
10 Tips Manajemen Waktu yang Baik
Anda mungkin telah pernah mengikuti seminar mengenai manajemen waktu, dan mungkin anda sudah sering membaca buku untuk mempelajari bagaimana cara mengatur waktu dengan baik. Anda mungkin juga telah membuat serangkaian perencanaan di buku atau bahkan gadget yang khusus untuk mengatur jadwal anda. Tapi apakah Anda benar-benar membutuhkan semua gadget dan buku itu? Apakah Anda tidak bisa mengatur pekerjaan Anda tanpa alat-alat itu?
Jawabannya sangat sederhana. Semua hal peralatan dan gadget yang Anda pakai untuk mengorganisir waktu Anda tidak akan berguna. Sebelum Anda bisa mengatur waktu Anda, Anda sendiri harus memahami arti dari waktu. Dalam kamus waktu dijelaskan sebagai sebuah periode atau titik dimana suatu hal terjadi.
Ada dua jenis waktu, waktu pada jam dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365 hari dalam setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50, mereka benar-benar berusia 50. Tidak ada yang kurang ataupun lebih.
Dalam waktu sebenarnya atau waktu nyata, semua waktu itu relatif. Waktu bisa berlalu tergantung dengan apa yang Anda lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti dua belas tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak anda bisa terasa seperti dua jam saja.
Jenis waktu yang mana yang mewakili Anda di kehidupan Anda?
Alasan mengapa semua gadget, peralatan dan sistem pengaturan waktu yang Anda gunakan tidak akan berhasil adalah karena semua sistem dan gadget yang Anda miliki itu hanya mengatur waktu pada jam. Waktu pada jam tidak relevan. Anda tidak tidak memiliki akses pada waktu tersebut. Anda hidup di waktu yang nyata, sebuah dunia dimana waktu berjalan begitu cepat saat Anda bahagia, dan terasa begitu lambat saat Anda melakukan hal yang tidak Anda suka.
Berita baiknya adalah bahwa waktu nyata itu terkait dengan mental dan pola pikir. Anda dapat menciptakannya. Apapun yang dapat Anda ciptakan, pasti dapat anda atur. Ini saatnya untuk membuang segala jenis sabotase diri, dan pembatasan diri. Tidak ada lagi alasan “tidak memiliki waktu yang cukup” atau “hari ini bukanlah waktu yang tepat” untuk memulai suatu hal.
Hanya ada tiga cara untuk menghabiskan waktu: berpikir, bercakap-cakap, melakukan sesuatu. Terlepas dari tipe bisnis yang Anda jalani saat ini, bisnis Anda tidak akan terlepas dari ketiga hal ini.
Sebagai seorang pengusaha, waktu yang Anda miliki pasti akan sering terbagi. Saat Anda tidak bisa menghilangkan interupsi-interupsi itu, Anda harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk interupsi tersebut, dan berapa banyak waktu yang harus anda luangkan untuk berpikir, berinteraksi dengan orang lain, dan mengambil tindakan untuk kesuksesan bisnis Anda.
Praktekan ke-sepuluh teknik di bawah ini untuk menguasai pengaturan waktu Anda!
Jawabannya sangat sederhana. Semua hal peralatan dan gadget yang Anda pakai untuk mengorganisir waktu Anda tidak akan berguna. Sebelum Anda bisa mengatur waktu Anda, Anda sendiri harus memahami arti dari waktu. Dalam kamus waktu dijelaskan sebagai sebuah periode atau titik dimana suatu hal terjadi.
Ada dua jenis waktu, waktu pada jam dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365 hari dalam setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50, mereka benar-benar berusia 50. Tidak ada yang kurang ataupun lebih.
Dalam waktu sebenarnya atau waktu nyata, semua waktu itu relatif. Waktu bisa berlalu tergantung dengan apa yang Anda lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti dua belas tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak anda bisa terasa seperti dua jam saja.
Jenis waktu yang mana yang mewakili Anda di kehidupan Anda?
Alasan mengapa semua gadget, peralatan dan sistem pengaturan waktu yang Anda gunakan tidak akan berhasil adalah karena semua sistem dan gadget yang Anda miliki itu hanya mengatur waktu pada jam. Waktu pada jam tidak relevan. Anda tidak tidak memiliki akses pada waktu tersebut. Anda hidup di waktu yang nyata, sebuah dunia dimana waktu berjalan begitu cepat saat Anda bahagia, dan terasa begitu lambat saat Anda melakukan hal yang tidak Anda suka.
Berita baiknya adalah bahwa waktu nyata itu terkait dengan mental dan pola pikir. Anda dapat menciptakannya. Apapun yang dapat Anda ciptakan, pasti dapat anda atur. Ini saatnya untuk membuang segala jenis sabotase diri, dan pembatasan diri. Tidak ada lagi alasan “tidak memiliki waktu yang cukup” atau “hari ini bukanlah waktu yang tepat” untuk memulai suatu hal.
Hanya ada tiga cara untuk menghabiskan waktu: berpikir, bercakap-cakap, melakukan sesuatu. Terlepas dari tipe bisnis yang Anda jalani saat ini, bisnis Anda tidak akan terlepas dari ketiga hal ini.
Sebagai seorang pengusaha, waktu yang Anda miliki pasti akan sering terbagi. Saat Anda tidak bisa menghilangkan interupsi-interupsi itu, Anda harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk interupsi tersebut, dan berapa banyak waktu yang harus anda luangkan untuk berpikir, berinteraksi dengan orang lain, dan mengambil tindakan untuk kesuksesan bisnis Anda.
Praktekan ke-sepuluh teknik di bawah ini untuk menguasai pengaturan waktu Anda!
- Bawalah jadwal, dan ingatlah seluruh isi pemikiran Anda, percakapan, dan kegiatan yang harus Anda lakukan selama seminggu. Ini akan membantu Anda untuk memahami berapa banyak hal yang dapat Anda selesaikan dalam satu hari, dan kapan waktu-waktu berharga Anda akan berlalu. Anda akan dapat melihat berapa banyak waktu yang Anda luangkan untuk mencapai hasil, dan berapa banyak waktu yang telah Anda buang untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
- Segala kegiatan dan percakapan yang penting untuk kesuksesan Anda harus ada jangka waktunya. List pekerjaan Anda akan bertambah sangat banyak jika Anda mengisinya dengan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan. Buatlah jadwal untuk diri Anda sendiri dimana Anda bisa meluangkan waktu untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang produktif bagi diri Anda. Lakukanlah hal ini secara disiplin.
- Rencanakanlah setidaknya 50% dari waktu yang Anda miliki untuk menghasilkan hal yang produktif.
- Rencanakanlah waktu untuk beristirahat, menarik diri dari semua kesibukan yang Anda miliki.
- Luangkan 30 menit pertama setiap harinya untuk merencanakan hari Anda. Jangan memulai aktivitas Anda sebelum Anda selesai merencanakannya. Saat yang paling penting dalam hari Anda adalah saat dimana Anda merencanakannya.
- Luangkan waktu selama 5 menit untuk setiap undangan dan keputusan yang harus Anda datangi dan Anda ambil. Ini akan membantu Anda memperlihatkan prioritas yang harus diutamakan, dan membuat Anda merasa bahwa waktu tidak berlalu begitu cepat. Luangkan pula 5 menit setelah aktivitas atau keputusan yang Anda ambil untuk menentukan apakah target yang Anda tentukan hari ini tercapai atau tidak. Apakah ada yang terlewat, atau tidak.
- Jangan ragu-ragu untuk menolak interupsi dari siapapun juga saat Anda benar-benar harus mengerjakan sesuatu sampai selesai.
- Berlatihlah untuk tidak mengangkat semua telepon yang masuk, atau mengecek e-mail yang masuk hanya karena handphone Anda berdering. Matikanlah koneksi telepon Anda. Jangan berikan perhatian Anda secara mudah kepada orang lain kecuali hal itu benar-benar krusial dalam bisnis Anda. Jika hal itu benar-benar menentukan bisnis Anda kedepannya, Anda malah harus menyediakan jadwal khusus untuk meladeninya.
- Blokirlah semua hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti Facebook dan sosial media yang lain, kecuali Anda menggunakan hal itu untuk membantu bisnis Anda.
- Ingatlah bahwa mustahil untuk menyelesaikan semuanya. Dan ingatlah bahwa hal yang baik adalah membuat dua puluh persen kegiatan Anda menghasilkan delapan puluh persen dari hasil anda.
Tips Manajemen waktu untuk orang sibuk
Waktu adalah salahsatu hal yang paling berharga. Waktu tidak bisa ditukar dengan apapun karena masing masing orang punya jatah waktu (hidup) yang berbeda. Makanya semakin hari, tanpa kita sadari,jatah waktu ini makin sedikit. Jika kita umpamakan usia kita itu mirip dengan jam pasir, makin hari, pasirnya makin berkurang. Makanya manjamen waktu itu sangat penting.
Berikut ini adalah 26 tip manajemen waktu yang bisa anda implementasikan dalam keseharian anda. Walaupun sebagian dari lebih cocok untuk pekerja, namun tetap bisa diimlementasikan untuk semua orang .
Semua tips diatas saya dapatkan dari salah satu slide di slideshare tentunya dengan gaya tulisan saya sendiri. jika anda ingin melihat presentasinya lihat sendiri dibawah ini.
Berikut ini adalah 26 tip manajemen waktu yang bisa anda implementasikan dalam keseharian anda. Walaupun sebagian dari lebih cocok untuk pekerja, namun tetap bisa diimlementasikan untuk semua orang .
- Waktu itu selalu ada, yang diperlukan hanya fokus dan anda harus memprioritaskan mana yang lebih penting.
- Rencakan anda bekerja cukup 4-5 jam perhari.
- Kita tidak bisa selalu mood dalam bekerja, maka kerjakan hal sebanyak munkin saat anda sedang mood dan istirahatlah saat anda tidak mood atau lelah.
- hargai waktu anda, anggaplah anda seakan akan kehilangan 1juta perjam jika tidak memanfaakan waktu dengan baik. (hanya sekedar motifasi).
- Fokus. Kerjakan 1 pekerjaan pada satu saat. Multitasking dalam bekerja itu OMONG KOSONG. Yang ada semuanya malah ga beres.
- Buat jadwal aktifitas anda seitap hari dan patuhi jadwal yang anda buat sendiri. jangan biasakan "ah mengalir aja".
- Saat kita dikejar deadline, biasanya kita lebih produktif dan fokus. Manfaakan waktu sebaik mungkin.
- Kerjakan hal hal yang ringan terlebih dahulu, maka tanpa sadar sesulit apapun pekerjaannya (insyaAllah) akan selesai tanpa anda sadari (hindari malas)
- Sempurna adalah hal yang tidak mungkin, target anda adalah :JOB DONE. jadi yang penting selesaikan dulu.
- Gunakan kendala sebagai kesempatan menyelesaikan tugas. Bekerja long hour (dipaksa) tidak akan membuat anda lebih produktif
- Pisah antara berpikir (mencari solusi) dengan mengeksekusi solusi.
- Jika ada meeting/pertemuan, rencanakan di awal hari (pagi), karena kalau siang, bisanya cenderung tidak efektif.
- Terlalu banyak meeting dan ketemu client akan membuat pekerjaan tidak produktif. minimalisir pertemuan dan meeting yang tidak perlu
- Kerjakan 1 hal /topik pekerjaan tiap hari. Berpindah pindah fokus dalam beberapa pekerjaan dalam sehari justru tidak efektif (terutama masalah proyek seperti software dll).
- jangan menunda nunda pekerjaan, kecuali break diantara dua pekerjaan besar
- bagilah pekerjaan yang besar kedalam tugas tugas yang lebih kecil. Sesuatu yangbesar dan sulit akan terasa mudah saat dibagi menjadi lebih kecil.
- Selalu gunakan prioritas. Priortias no 1 selalu jauh lebih penting ketimbang prioritas kedua atau ketiga.
- Buat target setiap hari. Hari ini, apa yang harus diselesaikan.
- Pecah pekerjaan yang panjang dalam format perjam.
- Jika pekerjaan tersebut bisa dikerjakan oleh orang lain. (terutama untuk para manajer /atasan) delegasikan orang lain.
- Selalu pikirkan sekarang dan besok,kemarin sudah tidak perlu dipikir. anda tidak perlu menyesali kenapa kemarin malas malasan
- Buat deadline untuk semua pekerjaan anda. SEMUA !!!
- Selalu buat tanggal akhir untuk pekerjaan yang membutuhkan tekanan tinggi (stresfull).
- Selalu catat apa yang akan anda kerjakan. dan gunakan remainder (pengingat) untuk mengingatkan anda sehingga anda selalu fokus dengan pekerjaan. Jangan mengandalkan ingatan otak.
- Selalu tulis Ide, dan hal hal yang bisa menganggu konsentasi , setiap hal yang mengganggu konsentrasi bisa anda kurangi sedikit demi sedikit.
- Istirahat setelah mengerjakan proyek/pekerjaan yang berat. (terutama untuk proyek/pekerjaan besar)
Semua tips diatas saya dapatkan dari salah satu slide di slideshare tentunya dengan gaya tulisan saya sendiri. jika anda ingin melihat presentasinya lihat sendiri dibawah ini.
Kamis, 13 Juni 2013
5 Cara mengubah ide brilian menjadi nyata
Ide, sebrilian dan sehebat apapun, jika tak pernah dilaksanakan dan dilakukan tentu hanya akan menjadi ide. Untuk itu, yang harus Anda lakukan tak hanya membuat dan menemukan ide, tetapi juga membangun ide agar bisa menjadi nyata.
Tak mudah memang, namun bukan berarti tak bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa cara yang diberikan oleh Leah Busque, pemilik TaskRabbit, untuk mengubah ide Anda menjadi kenyataan, seperti dilansir oleh Inc.com
1. Ungkapkan ide pada orang lain
Mengungkapkan ide tak bertujuan untuk memamerkannya. mengungkap ide Anda pada orang lain bisa jadi salah satu cara untuk mendapatkan bantuan atau dukungan. Bisa jadi ada orang lain yang sejalan dan sependapat dengan Anda. Memang ada risiko jika ide Anda akan dicuri. Namun jika Anda memberitahu lebih banyak orang, maka risiko tersebut lebih kecil dibandingkan dengan jumlah dukungan yang mungkin Anda dapatkan.
2. Kelilingi diri dengan orang yang mendukungKelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bersikap positif dan memberikan dukungan. Jangan bersama orang yang selalu berusaha menjatuhkan Anda. Lebih baik lagi jika Anda bisa menemukan orang yang memiliki minat sama dengan Anda. Ini akan membuat ide yang dibangun semakin mudah.
3. Mulai melangkah
Setiap bangun pagi, ulang kembali target yang ingin Anda capai. Buatlah target yang sangat besar. Kemudian mulailah melangkah. Langkah pertama mungkin seperti langkah bayi, namun tak masalah. Lebih baik mulai melangkah, sedikit demi sedikit, sambil terus fokus pada tujuan akhir Anda.
4. Mulai lempar ke pasar
Kebanyakan orang memiliki tingkat perfeksionisme yang tinggi sehingga membuat mereka selalu ragu untuk melemparkan produk atau kreasi mereka ke pasar. Jangan ragu. Setiap selesai menghasilkan sesuatu, segera lempar ke pasar. Biar khalayak yang menilai kualitas produk Anda. Melalui respon mereka Anda bisa menentukan kekurangan dan kelebihan produk atau karya yang Anda buat. Jika tak segera ditunjukkan pada orang lain, Anda tak akan pernah tahu.
5. Cintai pekerjaan Anda
Memulai suatu usaha memang bukan hal yang mudah. Usaha yang Anda bangun sendiri pada akhirnya akan menjadi bagian dari diri Anda. tak ada hidup atau bekerja, keduanya telah menjadi satu dalam diri Anda. Untuk itu sangat penting untuk mencintai apa yang Anda lakukan untuk pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang dilandasi dengan cinta akan membawa Anda lebih jauh dibandingkan dengan pekerjaan yang tak Anda sukai.
Itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mulai menjadikan ide atau cita-cita Anda menjadi nyata. Selamat berjuang dan semoga berhasil!
Tak mudah memang, namun bukan berarti tak bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa cara yang diberikan oleh Leah Busque, pemilik TaskRabbit, untuk mengubah ide Anda menjadi kenyataan, seperti dilansir oleh Inc.com
1. Ungkapkan ide pada orang lain
Mengungkapkan ide tak bertujuan untuk memamerkannya. mengungkap ide Anda pada orang lain bisa jadi salah satu cara untuk mendapatkan bantuan atau dukungan. Bisa jadi ada orang lain yang sejalan dan sependapat dengan Anda. Memang ada risiko jika ide Anda akan dicuri. Namun jika Anda memberitahu lebih banyak orang, maka risiko tersebut lebih kecil dibandingkan dengan jumlah dukungan yang mungkin Anda dapatkan.
2. Kelilingi diri dengan orang yang mendukungKelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bersikap positif dan memberikan dukungan. Jangan bersama orang yang selalu berusaha menjatuhkan Anda. Lebih baik lagi jika Anda bisa menemukan orang yang memiliki minat sama dengan Anda. Ini akan membuat ide yang dibangun semakin mudah.
3. Mulai melangkah
Setiap bangun pagi, ulang kembali target yang ingin Anda capai. Buatlah target yang sangat besar. Kemudian mulailah melangkah. Langkah pertama mungkin seperti langkah bayi, namun tak masalah. Lebih baik mulai melangkah, sedikit demi sedikit, sambil terus fokus pada tujuan akhir Anda.
4. Mulai lempar ke pasar
Kebanyakan orang memiliki tingkat perfeksionisme yang tinggi sehingga membuat mereka selalu ragu untuk melemparkan produk atau kreasi mereka ke pasar. Jangan ragu. Setiap selesai menghasilkan sesuatu, segera lempar ke pasar. Biar khalayak yang menilai kualitas produk Anda. Melalui respon mereka Anda bisa menentukan kekurangan dan kelebihan produk atau karya yang Anda buat. Jika tak segera ditunjukkan pada orang lain, Anda tak akan pernah tahu.
5. Cintai pekerjaan Anda
Memulai suatu usaha memang bukan hal yang mudah. Usaha yang Anda bangun sendiri pada akhirnya akan menjadi bagian dari diri Anda. tak ada hidup atau bekerja, keduanya telah menjadi satu dalam diri Anda. Untuk itu sangat penting untuk mencintai apa yang Anda lakukan untuk pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang dilandasi dengan cinta akan membawa Anda lebih jauh dibandingkan dengan pekerjaan yang tak Anda sukai.
Itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mulai menjadikan ide atau cita-cita Anda menjadi nyata. Selamat berjuang dan semoga berhasil!
Rabu, 12 Juni 2013
Kesuksesan bisa diprediksi di usia 7 tahun?
Jika Anda ingin mengetahui apakah buah hati Anda akan menjadi orang dewasa yang sukses, kunjungi mereka saat duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, demikian menurut peneliti.
Lebih tepatnya, peneliti dari University of Edinburgh di Skotlandia membongkar fakta bahwa kemampuan membaca dan matematika anak berusia 7 tahun berkaitan dengan status sosial ekonomi beberapa puluh tahun ke depan.
Penelitian tersebut menggunakan data dari National Child Development Study. Sebanyak 17.000 responden dari Inggris, Skotlandia, dan Wales dilibatkan. Data mereka dianalisis sejak dilahirkan pada tahun 1958 sampai sekarang.
Peneliti lantas menemukan kalau responden yang nilai mata pelajaran membaca dan matematikanya baik cenderung memiliki pekerjaan yang bagus saat dewasa. Ditemukan saat anak berusia 7 tahun dan memiliki nilai terbaik pada kedua mata pelajaran tersebut, pemasukan mereka bertambah menjadi lebih besar ketika memasuki usia 42 tahun.
"Penelitian ini mengindikasikan kalau kemampuan dasar anak, sisi independen dalam kecerdasan, berapa lama bertahan di sekolah, atau kelas sosial seperti apa yang diduduki anak sangat penting dalam proses memprediksi kesuksesan seseorang," papar peneliti Stuart Ritchie dan Timothy Bates, seperti yang dikutip dari Live Science.
Peneliti juga menduga kalau gen berperan dalam penelitian yang mereka lakukan dan menjadikan hasil berbeda-beda pada setiap anak.
Hasil penelitian tersebut kemudian dilaporkan dalam jurnal Psychological Science
Lebih tepatnya, peneliti dari University of Edinburgh di Skotlandia membongkar fakta bahwa kemampuan membaca dan matematika anak berusia 7 tahun berkaitan dengan status sosial ekonomi beberapa puluh tahun ke depan.
Penelitian tersebut menggunakan data dari National Child Development Study. Sebanyak 17.000 responden dari Inggris, Skotlandia, dan Wales dilibatkan. Data mereka dianalisis sejak dilahirkan pada tahun 1958 sampai sekarang.
Peneliti lantas menemukan kalau responden yang nilai mata pelajaran membaca dan matematikanya baik cenderung memiliki pekerjaan yang bagus saat dewasa. Ditemukan saat anak berusia 7 tahun dan memiliki nilai terbaik pada kedua mata pelajaran tersebut, pemasukan mereka bertambah menjadi lebih besar ketika memasuki usia 42 tahun.
"Penelitian ini mengindikasikan kalau kemampuan dasar anak, sisi independen dalam kecerdasan, berapa lama bertahan di sekolah, atau kelas sosial seperti apa yang diduduki anak sangat penting dalam proses memprediksi kesuksesan seseorang," papar peneliti Stuart Ritchie dan Timothy Bates, seperti yang dikutip dari Live Science.
Peneliti juga menduga kalau gen berperan dalam penelitian yang mereka lakukan dan menjadikan hasil berbeda-beda pada setiap anak.
Hasil penelitian tersebut kemudian dilaporkan dalam jurnal Psychological Science
4 Kunci dapatkan pekerjaan impian
Jika Anda akan segera lulus dari sekolah atau kampus, pasti ada pekerjaan impian yang ingin diraih. Namun pekerjaan impian tidak bisa secara instan didapatkan. Anda harus bekerja keras dan menemukan kuncinya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.
Bertanya pada diri sendiri: Apakah Anda puas?
Untuk memastikan apakah pekerjaan impian yang ingin Anda dapatkan benar-benar bisa memberi kepuasan, tanyakan pada diri sendiri. Misalnya, posisi dan jenis kesibukan apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan. Kemudian Anda juga bisa menghubungkannya dengan ketertarikan yang sekarang. Misalnya jika Anda suka fashion, Anda bisa bekerja di butik atau bahkan membuka toko sendiri.
Meminta bantuan
Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari teman, keluarga, sampai dengan internet. Jika Anda tidak segan mencari bantuan, akan ada banyak informasi maupun manfaat yang bisa mendukung Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian.
Jadikan kenyataan!
Tidak ada orang yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan impian untuk Anda. Sebab Anda lah yang harus berusaha mewujudkannya. Jadi siapkan fisik maupun mental untuk meraih pekerjaan impian Anda.
Belum temukan pekerjaan impian?
Tidak semua orang tahu apa yang mereka mau, termasuk melakukan pekerjaan yang diimpikan. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, lakukan saja apa yang Anda sukai. Nantinya, Anda pasti akan memahami jenis pekerjaan apa yang benar-benar Anda impikan.
Itulah keempat kunci untuk mendapatkan pekerjaan impian. Apakah Anda sekarang sudah meraihnya?
Bertanya pada diri sendiri: Apakah Anda puas?
Untuk memastikan apakah pekerjaan impian yang ingin Anda dapatkan benar-benar bisa memberi kepuasan, tanyakan pada diri sendiri. Misalnya, posisi dan jenis kesibukan apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan. Kemudian Anda juga bisa menghubungkannya dengan ketertarikan yang sekarang. Misalnya jika Anda suka fashion, Anda bisa bekerja di butik atau bahkan membuka toko sendiri.
Meminta bantuan
Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari teman, keluarga, sampai dengan internet. Jika Anda tidak segan mencari bantuan, akan ada banyak informasi maupun manfaat yang bisa mendukung Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian.
Jadikan kenyataan!
Tidak ada orang yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan impian untuk Anda. Sebab Anda lah yang harus berusaha mewujudkannya. Jadi siapkan fisik maupun mental untuk meraih pekerjaan impian Anda.
Belum temukan pekerjaan impian?
Tidak semua orang tahu apa yang mereka mau, termasuk melakukan pekerjaan yang diimpikan. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, lakukan saja apa yang Anda sukai. Nantinya, Anda pasti akan memahami jenis pekerjaan apa yang benar-benar Anda impikan.
Itulah keempat kunci untuk mendapatkan pekerjaan impian. Apakah Anda sekarang sudah meraihnya?
Langganan:
Postingan (Atom)