Tampilkan postingan dengan label negosiasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negosiasi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Mei 2014
Bullying di Kantor dan Cara Mengatasinya
Tanda-tanda Bullying di kantor
Tak hanya di sekolah atau di kampus saja, bully juga bisa terjadi di tempat kerja. Apakah Anda mengalaminya? Dikutip dari Forbes, berikut ini beberapa tanda yang menunjukkan Anda dibully oleh rekan kerja atau bos di kantor.
1. Selalu Dikritik
Kritikan tajam yang terus-menerus dari rekan kerja senior atau bos, bisa menjadi salah satu contoh bahwa Anda sedang dibully.
Padahal, Anda sudah bekerja sebaik dan seobjektif mungkin, tapi masih saja dikritik dan selalu salah. Agar tak emosi, cobalah berusaha menerima kritikan tersebut dan jadikan sebagai pemicu untuk semakin sukses.
2. Ditikam dari Belakang
Jika si bos atau rekan kerja selalu menyebarkan gosip atau kebohongan tentang Anda, ini juga merupakan wujud Anda sedang dibully. Tukang bully biasanya sering menikam dari belakang tanpa berani untuk berbicara secara langsung. Apabila memang ini terjadi pada Anda, coba bicarakan pada si tukang gosip tersebut. Tanyakan mengapa mereka melakukan ini pada Anda.
3. Mencuri Ide Anda
Contoh lainnya yang menunjukkan bahwa Anda dibully yaitu apabila ada rekan kerja yang suka mencuri ide Anda, lalu ia menerima pujian dari atasan di kantor. Sebelum marah, ada baiknya jika Anda mengambil langkah untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Jangan langsung protes atau mengadu ke bos bahwa ide yang dilontarkan rekan kerja tersebut milik Anda. Jangan bahayakan karir karena nantinya Anda malah akan dianggap sebagai tukang ngadu.
4. Sabotase
Kolega yang suka membully, biasanya selalu berusaha untuk membuat Anda gagal dalam setiap pekerjaan. Misalnya, rekan kerja senior meminta Anda melakukan suatu pekerjaan di saat Anda sedang dalam mengerjakan sesuatu yang harus diselesaikan dengan cepat. Pada akhirnya, pekerjaan Anda pun tidak akan selesai tepat waktu. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengatakan tidak kepada kolega. Bicaralah secara halus dan katakan Anda sudah dikejar deadline.
5. Suka Marah-marah
Jika kolega sering marah-marah, mempermalukan Anda depan orang banyak, atau bahkan sampai menghina, padahal Anda merasa tak ada salah apapun, itu juga pertanda dibully. Bicaralah pada rekan kerja bahwa tak semestinya mereka melakukan hal tersebut pada Anda. Dan tanyakan juga sebenarnya apa salah Anda pada mereka.
Cara Mengatasi Bullying di Kantor
Realitas yang harus anda hadapi ketika berada di tempat kerja yaitu terkait dengan politik. Tentunya anda harus mengikuti permainan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut diaman anda bekerja. Sikap bullying memang sangatlah berbahaya serta dapat merusak mental seseoarng yang mengalami hal tersbeut.
Dan disini kami akan memberikan beberap tips jitu agar kita dapat mendai pemenang dalam salah satu permainan tersebut, tanpa harus kita bermain kotor. Dalam menjadi seoarng pemenang anda tidak harus menjilat atau pun bersikap sok baik terhadap mereka yang memang melakukan perihal tersebut kepada anda. Berikutr tips ampuh hadapi bullying di kantor:
1. Observasi
Sering kerap terjadi orang-orang yang memang tidak menyadari akan dinamika lingkungan kerja mereka, dan sampai pada akhirnya mereka harus menjadi korban dari politik kantor. Dan pada tahapan awal yang harus kita lakukan yaitu agar kita lebih waspada lagi, amati terus kekuatan serta kelemahan orang lain serta pahami rasa tidak aman yang memang dapat membuat mereka dengan cepat naik pitam.
2. Buat mereka terpesona!
Jika dalam satu pereusahaan terdapat atasan atau pun rekan kerja yang memang sangat meremehkan diri anda, maka tunjukanlah pesona anda kepada mereka dengan pengetahuan serta kinerja yang anda miliki ketika berada di kantor. Dan cara yang palin efektif dalam menyelesaikan persoalan ini adalah dengan berbicara dari hati ke hati dengan atasan atau rekan kerja yang memang mengucilkan anda. Tanyakan kepada atasan anda bagaiman pandangannya terhadap kinerja anda selama ini serta bagaiman sikap anda selama di kantor. Hal tersebut setidaknya bisa membuat atasan anda menghargai kejujuran serta kemauan anda untuk terus belajar.
3. Jangan memutuskan hubungan!
Tidak adanya teman yang permanen atau pun musuh di tempat anda bekerja. Saat ini anda tidak sedang bekerja hanya untuk membangun satu keluarga, jadi anda harus lebih bisa menjaga emosional anda serta jangan mudah percaya kepada siapa pun dengan cara yang berlebihan. Percayalah dengan cara yang sewajarnya saja.
4. Berteman dengan pesaing Anda
Dalam persoalan ini, saingan anda bisa berarti atasan atau pun rekan kerja anda sendiri. Dengan anda berteman dengan pesaing anda, mungkin anda akan cenderung untuk melepas senjata yang mereka miliki secraa tidak langsung serta pelan-pelan. Hal tersbeut dapat membuat mereka tidak mendapatkan apa-apa yang memang tengah mereka inginkan dari diri anda, dan mereka akan kehilangan minat dalam permainan yang tengah kalian mainkan.
5. Berhenti untuk mengeluh
Sebagian besar yang menjadi korban bullyling dari segi politik kantir yaitu mereka yang memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka saat ini atau pun mencari pilihan lain dengan harapan mereka dapat menemukan tempat kerja yang memang lebih ideal lagi. Hal tersebut cumalah mimpi bagi anda, karena orang-orang yang akan tetap bersikeras untuk keluar dari pekerjaan mereka dan terkadang mereka menghadapi masalah terkait harga diri. Yang paling penting yaitu anda dapat menyadari bahwa setiap tempat kerja memiliki politik serta anda harus benar-benar belajar untuk tetap menangani politik tersebut dengan cara yang benar serta tepat.
6. Jangan terlalu banyak bergosip
Bergosip merupakan masalah besar yang bisa membuat diri anda masuk kedalam lingkaran masalah. Anda harus mengingat, bahwa pepatah mengatakan “mulutmu adalah harimaumu.” Siapa tahu ketika anda tengah membicarakan hal yang terkait dengan atasan anda, ternyata teman anda yang lainnya mengadukan persoalan tersbeut kepada atasan anda. Hal tersebut sepertinya akan menjadi bumerang yang memang akan berbalik menyerang anda. Bukankah membicarakan kejelekan orang itu dosa?
Minggu, 04 Agustus 2013
Atasi Rekan Kerja Menyebalkan Secara Profesional
Tipe orang seperti ini pasti bisa Anda temui di hampir semua kantor. Mereka adalah orang-orang yang bergembira di atas penderitaan orang lain dan selalu 'berdedikasi' untuk mempermalukan dan/atau membuat susah hidup orang lain. Tapi disisi lain, ada kebutuhan untuk bersikap profesional dan menyelesaikan semua pekerjaan Anda tepat waktu—tanpa gangguan. Lalu bagaimana cara menghadapioffice bitch tersebut secara profesional?
Tegas Padanya
Percayalah, Anda akan jadi sasaran empuk para office bitch kalau tidak bisa bersikap tegas pada mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda serius dan tidak suka dipermainkan. Dengan demikian ia pun akan merasa segan.
Jangan Terpancing
Sifatnya memang tidak menyenangkan. Tapi ketika ia tengah beraksi, jangan overreact apalagi melawannya karena ia akan menganggapnya sebagai tantangan untuk terus menyerang lagi. Tahan emosi Anda dan jangan sampai terpancing taktiknya.
Sadari Latar Belakangnya
Yang harus Anda pahami adalah faktor yang biasanya melatarbelakangi sifat buruk mereka, yaitu insecurity. Jadi, masalahnya ada pada dirinya, bukan diri Anda. So hey, don't take it personally! Biarkan saja ia menggonggong sesukanya.
Sindir Ia Dengan Humor
Kalau Anda memang merasa perlu untuk melawannya, 'lawan' ia dengan rasa humor. Lontarkan humor-humor cerdas tentang apa yang tengah ia perbuat sehingga orang lain akan merasa lucu, dan bukannya membiarkan diri Anda 'kalah' dari si office bitch.
Move On
Si dia masih juga belum mau berhenti mengganggu hidup Anda? Cara terakhir: abaikan saja dear. Tidak perlu menanggapi serangannya. Mulai saat ini, anggaplah ia tidak ada dan fokus hanya pada pekerjaan Anda. Yang terpenting adalah tetap profesional dengan menyelesaikan semua tanggung jawab Anda di kantor.
Dengarkan
Kadang, saat menghadapi orang yang menyebalkan, godaan untuk berpikiran buruk tentang orang tersebut sangat besar. Bahkan sebelum orang itu selesai berbicara pun kita sudah berpikiran hal yang tak baik tentangnya.
Supaya Anda tidak gegabah, amat disarankan untuk mencoba mengendalikan diri dan membuka telinga atas apa yang hendak ia katakan. Lebih lagi, dengan menyimak lebih dulu memberi Anda jadi bisa menyiapkan isi pikiran dengan lebih obyektif. Jangan menghakimi sebelum memahami. Kesalahpahaman hanya bisa ditangkal dengan penilaian yang hati-hati.
Niatan untuk memprovokasi
Hati-hati dengan emosi Anda. Jangan biarkan diri terpancing terlalu mudah. Membiarkan diri terbakar amarah bisa menodai reputasi Anda serta ketenangan pikiran. Apa pun yang terjadi, cobalah untuk menghadapi masalah dengan tenang dan merespon setelah segalanya dipikirkan masak-masak atau kala emosi mereda. Merespon tuduhan atau provokasi konfrontasi dari orang menyebalkan sebaiknya tidak dilakukan saat semua dalam keadaan emosi.
Emosi ekstrem harus dijauhkan setiap waktu
Marah berlebihan dan tangisan bukan lokasi yang umum terjadi di kantor. Kantor adalah lokasi untuk bekerja, bukan untuk melampiaskan emosi. Tak ada orang yang mau menerima tuduhan jelek dari teman sekantor, jarang pula ada orang yang mau mengakui kesalahannya, jadi kemarahan hanya akan menciptakan lebih banyak masalah ketimbang hal baik. Meski Anda ingin mengembalikan serangan personal atau tuduhan itu kepada si dia, sebaiknya jangan terlalu membawa hal-hal tersebut terlalu personal.
Biarkan dan jangan menghiburnya
Di beberapa keadaan metode ini bisa berhasil, namun, tak selalu. Saat si pembuat onar itu merasa Anda tak menunjukkan reaksi terhadap "gigitan" maupun provokasinya, ia mungkin akan berhenti. Tetapi bila kebiasaannya yang menyakiti itu terus berlangsung dan tidak diadukan kepada pihak yang berwenang, ada kemungkinan ia akan mencari "korban" baru.
Minta saran
Saat ada orang-orang yang berusaha merusak mood Anda di kantor, hingga Anda merasa kesulitan berfokus dalam pekerjaan karena interupsi negatif dan tekanan mental darinya, sebaiknya mulai bicara dengan seseorang. Bila bicara dengan orang yang bersangkutan tidak menunjukkan hasil memuaskan, coba bicara dengan atasan secara fair dan pastikan atasan itu bisa mengerti. Coba minta saran dari orang yang Anda percaya. Namun upayakan untuk tidak menjelekkan rekan kerja kepada bos.
Rekam setiap insiden
Buat rekaman atau catatan mengenai betapa rekan kerja ini sudah memengaruhi kerja atau produktivitas. Hal ini mungkin bisa membantu untuk menguatkan Anda seandainya ia mulai menaruh tuduhan atau menjelekkan Anda di mata atasan karena produktivitas menurun.
Jangan pernah menulis email saat kesal
Kata-kata yang tertulis bisa tersimpan dan akan kembali kepada Anda ketika ada kejadian tak menyenangkan yang menekan Anda. Ambil waktu untuk merespon, menganalisa tuduhan, setidaknya selama satu jam untuk menstabilkan pikiran. Artikulasi dan penjelasan akan lebih baik saat pikiran dalam keadaan tenang.
Tegas Padanya
Percayalah, Anda akan jadi sasaran empuk para office bitch kalau tidak bisa bersikap tegas pada mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda serius dan tidak suka dipermainkan. Dengan demikian ia pun akan merasa segan.
Jangan Terpancing
Sifatnya memang tidak menyenangkan. Tapi ketika ia tengah beraksi, jangan overreact apalagi melawannya karena ia akan menganggapnya sebagai tantangan untuk terus menyerang lagi. Tahan emosi Anda dan jangan sampai terpancing taktiknya.
Sadari Latar Belakangnya
Yang harus Anda pahami adalah faktor yang biasanya melatarbelakangi sifat buruk mereka, yaitu insecurity. Jadi, masalahnya ada pada dirinya, bukan diri Anda. So hey, don't take it personally! Biarkan saja ia menggonggong sesukanya.
Sindir Ia Dengan Humor
Kalau Anda memang merasa perlu untuk melawannya, 'lawan' ia dengan rasa humor. Lontarkan humor-humor cerdas tentang apa yang tengah ia perbuat sehingga orang lain akan merasa lucu, dan bukannya membiarkan diri Anda 'kalah' dari si office bitch.
Move On
Si dia masih juga belum mau berhenti mengganggu hidup Anda? Cara terakhir: abaikan saja dear. Tidak perlu menanggapi serangannya. Mulai saat ini, anggaplah ia tidak ada dan fokus hanya pada pekerjaan Anda. Yang terpenting adalah tetap profesional dengan menyelesaikan semua tanggung jawab Anda di kantor.
Dengarkan
Kadang, saat menghadapi orang yang menyebalkan, godaan untuk berpikiran buruk tentang orang tersebut sangat besar. Bahkan sebelum orang itu selesai berbicara pun kita sudah berpikiran hal yang tak baik tentangnya.
Supaya Anda tidak gegabah, amat disarankan untuk mencoba mengendalikan diri dan membuka telinga atas apa yang hendak ia katakan. Lebih lagi, dengan menyimak lebih dulu memberi Anda jadi bisa menyiapkan isi pikiran dengan lebih obyektif. Jangan menghakimi sebelum memahami. Kesalahpahaman hanya bisa ditangkal dengan penilaian yang hati-hati.
Niatan untuk memprovokasi
Hati-hati dengan emosi Anda. Jangan biarkan diri terpancing terlalu mudah. Membiarkan diri terbakar amarah bisa menodai reputasi Anda serta ketenangan pikiran. Apa pun yang terjadi, cobalah untuk menghadapi masalah dengan tenang dan merespon setelah segalanya dipikirkan masak-masak atau kala emosi mereda. Merespon tuduhan atau provokasi konfrontasi dari orang menyebalkan sebaiknya tidak dilakukan saat semua dalam keadaan emosi.
Emosi ekstrem harus dijauhkan setiap waktu
Marah berlebihan dan tangisan bukan lokasi yang umum terjadi di kantor. Kantor adalah lokasi untuk bekerja, bukan untuk melampiaskan emosi. Tak ada orang yang mau menerima tuduhan jelek dari teman sekantor, jarang pula ada orang yang mau mengakui kesalahannya, jadi kemarahan hanya akan menciptakan lebih banyak masalah ketimbang hal baik. Meski Anda ingin mengembalikan serangan personal atau tuduhan itu kepada si dia, sebaiknya jangan terlalu membawa hal-hal tersebut terlalu personal.
Biarkan dan jangan menghiburnya
Di beberapa keadaan metode ini bisa berhasil, namun, tak selalu. Saat si pembuat onar itu merasa Anda tak menunjukkan reaksi terhadap "gigitan" maupun provokasinya, ia mungkin akan berhenti. Tetapi bila kebiasaannya yang menyakiti itu terus berlangsung dan tidak diadukan kepada pihak yang berwenang, ada kemungkinan ia akan mencari "korban" baru.
Minta saran
Saat ada orang-orang yang berusaha merusak mood Anda di kantor, hingga Anda merasa kesulitan berfokus dalam pekerjaan karena interupsi negatif dan tekanan mental darinya, sebaiknya mulai bicara dengan seseorang. Bila bicara dengan orang yang bersangkutan tidak menunjukkan hasil memuaskan, coba bicara dengan atasan secara fair dan pastikan atasan itu bisa mengerti. Coba minta saran dari orang yang Anda percaya. Namun upayakan untuk tidak menjelekkan rekan kerja kepada bos.
Rekam setiap insiden
Buat rekaman atau catatan mengenai betapa rekan kerja ini sudah memengaruhi kerja atau produktivitas. Hal ini mungkin bisa membantu untuk menguatkan Anda seandainya ia mulai menaruh tuduhan atau menjelekkan Anda di mata atasan karena produktivitas menurun.
Jangan pernah menulis email saat kesal
Kata-kata yang tertulis bisa tersimpan dan akan kembali kepada Anda ketika ada kejadian tak menyenangkan yang menekan Anda. Ambil waktu untuk merespon, menganalisa tuduhan, setidaknya selama satu jam untuk menstabilkan pikiran. Artikulasi dan penjelasan akan lebih baik saat pikiran dalam keadaan tenang.
Sabtu, 15 Juni 2013
10 Tips Manajemen Waktu yang Baik
Anda mungkin telah pernah mengikuti seminar mengenai manajemen waktu, dan mungkin anda sudah sering membaca buku untuk mempelajari bagaimana cara mengatur waktu dengan baik. Anda mungkin juga telah membuat serangkaian perencanaan di buku atau bahkan gadget yang khusus untuk mengatur jadwal anda. Tapi apakah Anda benar-benar membutuhkan semua gadget dan buku itu? Apakah Anda tidak bisa mengatur pekerjaan Anda tanpa alat-alat itu?
Jawabannya sangat sederhana. Semua hal peralatan dan gadget yang Anda pakai untuk mengorganisir waktu Anda tidak akan berguna. Sebelum Anda bisa mengatur waktu Anda, Anda sendiri harus memahami arti dari waktu. Dalam kamus waktu dijelaskan sebagai sebuah periode atau titik dimana suatu hal terjadi.
Ada dua jenis waktu, waktu pada jam dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365 hari dalam setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50, mereka benar-benar berusia 50. Tidak ada yang kurang ataupun lebih.
Dalam waktu sebenarnya atau waktu nyata, semua waktu itu relatif. Waktu bisa berlalu tergantung dengan apa yang Anda lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti dua belas tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak anda bisa terasa seperti dua jam saja.
Jenis waktu yang mana yang mewakili Anda di kehidupan Anda?
Alasan mengapa semua gadget, peralatan dan sistem pengaturan waktu yang Anda gunakan tidak akan berhasil adalah karena semua sistem dan gadget yang Anda miliki itu hanya mengatur waktu pada jam. Waktu pada jam tidak relevan. Anda tidak tidak memiliki akses pada waktu tersebut. Anda hidup di waktu yang nyata, sebuah dunia dimana waktu berjalan begitu cepat saat Anda bahagia, dan terasa begitu lambat saat Anda melakukan hal yang tidak Anda suka.
Berita baiknya adalah bahwa waktu nyata itu terkait dengan mental dan pola pikir. Anda dapat menciptakannya. Apapun yang dapat Anda ciptakan, pasti dapat anda atur. Ini saatnya untuk membuang segala jenis sabotase diri, dan pembatasan diri. Tidak ada lagi alasan “tidak memiliki waktu yang cukup” atau “hari ini bukanlah waktu yang tepat” untuk memulai suatu hal.
Hanya ada tiga cara untuk menghabiskan waktu: berpikir, bercakap-cakap, melakukan sesuatu. Terlepas dari tipe bisnis yang Anda jalani saat ini, bisnis Anda tidak akan terlepas dari ketiga hal ini.
Sebagai seorang pengusaha, waktu yang Anda miliki pasti akan sering terbagi. Saat Anda tidak bisa menghilangkan interupsi-interupsi itu, Anda harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk interupsi tersebut, dan berapa banyak waktu yang harus anda luangkan untuk berpikir, berinteraksi dengan orang lain, dan mengambil tindakan untuk kesuksesan bisnis Anda.
Praktekan ke-sepuluh teknik di bawah ini untuk menguasai pengaturan waktu Anda!
Jawabannya sangat sederhana. Semua hal peralatan dan gadget yang Anda pakai untuk mengorganisir waktu Anda tidak akan berguna. Sebelum Anda bisa mengatur waktu Anda, Anda sendiri harus memahami arti dari waktu. Dalam kamus waktu dijelaskan sebagai sebuah periode atau titik dimana suatu hal terjadi.
Ada dua jenis waktu, waktu pada jam dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365 hari dalam setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50, mereka benar-benar berusia 50. Tidak ada yang kurang ataupun lebih.
Dalam waktu sebenarnya atau waktu nyata, semua waktu itu relatif. Waktu bisa berlalu tergantung dengan apa yang Anda lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti dua belas tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak anda bisa terasa seperti dua jam saja.
Jenis waktu yang mana yang mewakili Anda di kehidupan Anda?
Alasan mengapa semua gadget, peralatan dan sistem pengaturan waktu yang Anda gunakan tidak akan berhasil adalah karena semua sistem dan gadget yang Anda miliki itu hanya mengatur waktu pada jam. Waktu pada jam tidak relevan. Anda tidak tidak memiliki akses pada waktu tersebut. Anda hidup di waktu yang nyata, sebuah dunia dimana waktu berjalan begitu cepat saat Anda bahagia, dan terasa begitu lambat saat Anda melakukan hal yang tidak Anda suka.
Berita baiknya adalah bahwa waktu nyata itu terkait dengan mental dan pola pikir. Anda dapat menciptakannya. Apapun yang dapat Anda ciptakan, pasti dapat anda atur. Ini saatnya untuk membuang segala jenis sabotase diri, dan pembatasan diri. Tidak ada lagi alasan “tidak memiliki waktu yang cukup” atau “hari ini bukanlah waktu yang tepat” untuk memulai suatu hal.
Hanya ada tiga cara untuk menghabiskan waktu: berpikir, bercakap-cakap, melakukan sesuatu. Terlepas dari tipe bisnis yang Anda jalani saat ini, bisnis Anda tidak akan terlepas dari ketiga hal ini.
Sebagai seorang pengusaha, waktu yang Anda miliki pasti akan sering terbagi. Saat Anda tidak bisa menghilangkan interupsi-interupsi itu, Anda harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk interupsi tersebut, dan berapa banyak waktu yang harus anda luangkan untuk berpikir, berinteraksi dengan orang lain, dan mengambil tindakan untuk kesuksesan bisnis Anda.
Praktekan ke-sepuluh teknik di bawah ini untuk menguasai pengaturan waktu Anda!
- Bawalah jadwal, dan ingatlah seluruh isi pemikiran Anda, percakapan, dan kegiatan yang harus Anda lakukan selama seminggu. Ini akan membantu Anda untuk memahami berapa banyak hal yang dapat Anda selesaikan dalam satu hari, dan kapan waktu-waktu berharga Anda akan berlalu. Anda akan dapat melihat berapa banyak waktu yang Anda luangkan untuk mencapai hasil, dan berapa banyak waktu yang telah Anda buang untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
- Segala kegiatan dan percakapan yang penting untuk kesuksesan Anda harus ada jangka waktunya. List pekerjaan Anda akan bertambah sangat banyak jika Anda mengisinya dengan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan. Buatlah jadwal untuk diri Anda sendiri dimana Anda bisa meluangkan waktu untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang produktif bagi diri Anda. Lakukanlah hal ini secara disiplin.
- Rencanakanlah setidaknya 50% dari waktu yang Anda miliki untuk menghasilkan hal yang produktif.
- Rencanakanlah waktu untuk beristirahat, menarik diri dari semua kesibukan yang Anda miliki.
- Luangkan 30 menit pertama setiap harinya untuk merencanakan hari Anda. Jangan memulai aktivitas Anda sebelum Anda selesai merencanakannya. Saat yang paling penting dalam hari Anda adalah saat dimana Anda merencanakannya.
- Luangkan waktu selama 5 menit untuk setiap undangan dan keputusan yang harus Anda datangi dan Anda ambil. Ini akan membantu Anda memperlihatkan prioritas yang harus diutamakan, dan membuat Anda merasa bahwa waktu tidak berlalu begitu cepat. Luangkan pula 5 menit setelah aktivitas atau keputusan yang Anda ambil untuk menentukan apakah target yang Anda tentukan hari ini tercapai atau tidak. Apakah ada yang terlewat, atau tidak.
- Jangan ragu-ragu untuk menolak interupsi dari siapapun juga saat Anda benar-benar harus mengerjakan sesuatu sampai selesai.
- Berlatihlah untuk tidak mengangkat semua telepon yang masuk, atau mengecek e-mail yang masuk hanya karena handphone Anda berdering. Matikanlah koneksi telepon Anda. Jangan berikan perhatian Anda secara mudah kepada orang lain kecuali hal itu benar-benar krusial dalam bisnis Anda. Jika hal itu benar-benar menentukan bisnis Anda kedepannya, Anda malah harus menyediakan jadwal khusus untuk meladeninya.
- Blokirlah semua hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti Facebook dan sosial media yang lain, kecuali Anda menggunakan hal itu untuk membantu bisnis Anda.
- Ingatlah bahwa mustahil untuk menyelesaikan semuanya. Dan ingatlah bahwa hal yang baik adalah membuat dua puluh persen kegiatan Anda menghasilkan delapan puluh persen dari hasil anda.
Senin, 10 Juni 2013
Memanfaatkan Krisis untuk Keuntungan Anda
Dalam masa krisis finansial ini tentunya kita semua berharap keadaan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun sore itu saya ditelepon oleh seorang teman yang memberitahu kalau dia baru saja kehilangan pekerjaan.
Teman saya ini sudah 12 tahun bekerja di salah satu perusahaan asuransi multinasional. Dia sudah membayangkan posisi baru di depan mata ketika tiba-tiba perusahaannya terkena dampak krisis global keuangan yang disusul dengan PHK massal atau istilah kerennya redundancy.
Akhirnya kami memutuskan bertemu dan bertukar pikiran untuk mencari sikap yang tepat dalam menghadapi situasi yang tak terduga ini. Intinya, kehilangan pekerjaan menimbulkan masalah finansial dan psikologis akan tetapi selalu ada kesempatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.
Dampak Finansial
Kehilangan pekerjaan artinya sama dengan kehilangan sumber penghasilan. Tidak peduli seberapa besar penghasilan Anda dan seberapa banyak tabungan di bank, tentunya Anda ingin menengok kembali spending habits Anda.
Sekarang saatnya untuk mengurangi pengeluaran dan menyusun kembali strategi keuangan yang tepat. Barangkali Anda pun harus mengubah gaya hidup Anda sesuai dengan keadaan yang terjadi.
Kalau Anda punya sejumlah kartu kredit, sebaiknya Anda menutup beberapa diantaranya dan menyisakan satu atau dua kartu kredit saja. Pilihlah kartu kredit yang paling kecil bunganya kemudian lunasi kartu kredit yang lain atau alihkan tagihannya ke kartu kredit yang Anda pertahankan.
Anda pun ingin mengurangi pengeluaran harian atau bulanan, menutup membership yang tidak perlu, dan mengurangi makan diluar.
Singkatnya, Anda hilangkan pengeluaran yang tidak terlalu perlu. Semua langkah ini diperlukan supaya Anda memiliki kendali atau kehidupan finansial Anda terutama dalam menghadapi keadaan ekonomi yang tidak pasti.
Dampak Psikologis
Secara psikologis kehilangan pekerjaan sama dengan kehilangan kepercayaan diri. Kepercayaan Anda kepada pekerjaan selama bertahun-tahun seolah-olah hilang begitu saja dalam sehari. Namun pada dasarnya, apabila Anda tidak menemukan alasan yang jelas kenapa Anda harus kehilangan pekerjaan, kemungkinannya adalah kesalahan bukan pada diri Anda.
Krisis keuangan yang terjadi membuat perusahaan Anda berpikir untuk mengurangi jumlah karyawan di posisi dan golongan tertentu. Berdasarkan performance di kantor barangkali Anda termasuk yang layak dipertahankan tapi posisi Anda sudah tidak mungkin diperlukan lagi. Tentunya ini tidak fair, tapi begitulah yang terjadi.
Sedih dan panik atas hilangnya sumber keuangan tentunya wajar. Tetapi apabila keadaan ini berlarut-larut maka Anda harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
Anda ingin membangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Menghilangkan perasaan bersalah, berhenti menyalahkan orang lain, dan mengambil alih kembali kehidupan karir Anda. Anda boleh kehilangan pekerjaan tapi jangan sampai hal ini merusak mimpi dan cita-cita Anda.
Merancang Karir Baru
Barangkali agak aneh kedengarannya bahwa Anda justru memperoleh kebebasan ketika kehilangan pekerjaan. Saat ini adalah momen yang tepat untuk mendefinisikan kembali apa yang Anda mau dari kehidupan karir Anda.
Misalnya saja ternyata Anda menemukan kepuasan dari karir Anda yang lama. Rasanya apa yang Anda kerjakan betul-betul mewakili apa yang Anda inginkan. Hal ini sangatlah bagus karena banyak orang menghabiskan puluhan juta untuk menghadiri pelatihan dan seminar hanya untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan dari karirnya.
Namun misalnya Anda tidak puas dengan karir di tempat yang lama. Pekerjaan Anda bisa menghasilkan uang untuk menabung dan membayar cicilan tapi tidak memberikan kebahagiaan sesuai dengan cita-cita Anda.
Dalam hal ini kehilangan pekerjaan menjadi seperti berkah karena sekarang Anda memiliki kesempatan untuk memulai karir baru yang sesuai dengan cita-cita ditambah dengan uang pesangon yang Anda terima dari perusahaan!
Pindah pekerjaan di masa ekonomi sulit bukanlah tindakan yang diinginkan sebagian besar orang. Namun Anda ingin membuktikan bahwa Anda bisa keluar dari situasi sesulit apapun. Pengalaman profesional Anda bisa menambah keyakinan dan kepercayaan untuk menemukan solusinya.
Kuncinya adalah berpikir kreatif dan tidak berhenti berusaha. Inilah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru. Apapun itu. Memulai karir di tempat baru atau bahkan merintis usaha sendiri.
Banyak orang-orang sukses yang memulai karirnya setelah mereka kehilangan pekerjaan. Penulis terkenal dari Inggris, J.K. Rowling, menulis novel Harry Potter ketika ia tidak punya pekerjaan dan hidupnya tergantung dari tunjangan pemerintah. Namun pemikiran kreatifnya menghasilkan salah satu novel yang paling laris di dunia dan mendatangkan keuntungan milyaran dollar.
Hidup kreatif dimulai dari sikap yang kita ambil secara sadar terhadap kejadian yang kita alami. Manusia tidak diciptakan untuk menerima keadaan begitu saja tetapi untuk berusaha membuat hidup yang terbaik bagi dirinya.
Susunlah rencana baru dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung tujuan Anda: keluarga dekat, sahabat, motivator, pelatih, dll. Dengan memelihara sikap positif Anda memastikan berjalan di rute menuju keberhasilan.
Teman saya ini sudah 12 tahun bekerja di salah satu perusahaan asuransi multinasional. Dia sudah membayangkan posisi baru di depan mata ketika tiba-tiba perusahaannya terkena dampak krisis global keuangan yang disusul dengan PHK massal atau istilah kerennya redundancy.
Akhirnya kami memutuskan bertemu dan bertukar pikiran untuk mencari sikap yang tepat dalam menghadapi situasi yang tak terduga ini. Intinya, kehilangan pekerjaan menimbulkan masalah finansial dan psikologis akan tetapi selalu ada kesempatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.
Dampak Finansial
Kehilangan pekerjaan artinya sama dengan kehilangan sumber penghasilan. Tidak peduli seberapa besar penghasilan Anda dan seberapa banyak tabungan di bank, tentunya Anda ingin menengok kembali spending habits Anda.
Sekarang saatnya untuk mengurangi pengeluaran dan menyusun kembali strategi keuangan yang tepat. Barangkali Anda pun harus mengubah gaya hidup Anda sesuai dengan keadaan yang terjadi.
Kalau Anda punya sejumlah kartu kredit, sebaiknya Anda menutup beberapa diantaranya dan menyisakan satu atau dua kartu kredit saja. Pilihlah kartu kredit yang paling kecil bunganya kemudian lunasi kartu kredit yang lain atau alihkan tagihannya ke kartu kredit yang Anda pertahankan.
Anda pun ingin mengurangi pengeluaran harian atau bulanan, menutup membership yang tidak perlu, dan mengurangi makan diluar.
Singkatnya, Anda hilangkan pengeluaran yang tidak terlalu perlu. Semua langkah ini diperlukan supaya Anda memiliki kendali atau kehidupan finansial Anda terutama dalam menghadapi keadaan ekonomi yang tidak pasti.
Dampak Psikologis
Secara psikologis kehilangan pekerjaan sama dengan kehilangan kepercayaan diri. Kepercayaan Anda kepada pekerjaan selama bertahun-tahun seolah-olah hilang begitu saja dalam sehari. Namun pada dasarnya, apabila Anda tidak menemukan alasan yang jelas kenapa Anda harus kehilangan pekerjaan, kemungkinannya adalah kesalahan bukan pada diri Anda.
Krisis keuangan yang terjadi membuat perusahaan Anda berpikir untuk mengurangi jumlah karyawan di posisi dan golongan tertentu. Berdasarkan performance di kantor barangkali Anda termasuk yang layak dipertahankan tapi posisi Anda sudah tidak mungkin diperlukan lagi. Tentunya ini tidak fair, tapi begitulah yang terjadi.
Sedih dan panik atas hilangnya sumber keuangan tentunya wajar. Tetapi apabila keadaan ini berlarut-larut maka Anda harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
Anda ingin membangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Menghilangkan perasaan bersalah, berhenti menyalahkan orang lain, dan mengambil alih kembali kehidupan karir Anda. Anda boleh kehilangan pekerjaan tapi jangan sampai hal ini merusak mimpi dan cita-cita Anda.
Merancang Karir Baru
Barangkali agak aneh kedengarannya bahwa Anda justru memperoleh kebebasan ketika kehilangan pekerjaan. Saat ini adalah momen yang tepat untuk mendefinisikan kembali apa yang Anda mau dari kehidupan karir Anda.
Misalnya saja ternyata Anda menemukan kepuasan dari karir Anda yang lama. Rasanya apa yang Anda kerjakan betul-betul mewakili apa yang Anda inginkan. Hal ini sangatlah bagus karena banyak orang menghabiskan puluhan juta untuk menghadiri pelatihan dan seminar hanya untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan dari karirnya.
Namun misalnya Anda tidak puas dengan karir di tempat yang lama. Pekerjaan Anda bisa menghasilkan uang untuk menabung dan membayar cicilan tapi tidak memberikan kebahagiaan sesuai dengan cita-cita Anda.
Dalam hal ini kehilangan pekerjaan menjadi seperti berkah karena sekarang Anda memiliki kesempatan untuk memulai karir baru yang sesuai dengan cita-cita ditambah dengan uang pesangon yang Anda terima dari perusahaan!
Pindah pekerjaan di masa ekonomi sulit bukanlah tindakan yang diinginkan sebagian besar orang. Namun Anda ingin membuktikan bahwa Anda bisa keluar dari situasi sesulit apapun. Pengalaman profesional Anda bisa menambah keyakinan dan kepercayaan untuk menemukan solusinya.
Kuncinya adalah berpikir kreatif dan tidak berhenti berusaha. Inilah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru. Apapun itu. Memulai karir di tempat baru atau bahkan merintis usaha sendiri.
Banyak orang-orang sukses yang memulai karirnya setelah mereka kehilangan pekerjaan. Penulis terkenal dari Inggris, J.K. Rowling, menulis novel Harry Potter ketika ia tidak punya pekerjaan dan hidupnya tergantung dari tunjangan pemerintah. Namun pemikiran kreatifnya menghasilkan salah satu novel yang paling laris di dunia dan mendatangkan keuntungan milyaran dollar.
Hidup kreatif dimulai dari sikap yang kita ambil secara sadar terhadap kejadian yang kita alami. Manusia tidak diciptakan untuk menerima keadaan begitu saja tetapi untuk berusaha membuat hidup yang terbaik bagi dirinya.
Susunlah rencana baru dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung tujuan Anda: keluarga dekat, sahabat, motivator, pelatih, dll. Dengan memelihara sikap positif Anda memastikan berjalan di rute menuju keberhasilan.
Senin, 03 Juni 2013
7 Resolusi Keuangan Bagi Orangtua
Setiap tahunnya, pasti ada saja kebutuhan anak yang harus dipenuhi, entah biaya masuk sekolah, membeli perlengkapannya, atau liburan bersama anak. Agar kondisi keuangan tak berantakan, ada beberapa resolusi keuangan yang harus dibuat oleh orangtua.
1. Siapkan dana darurat
Setiap orang pasti sudah menyadari pentingnya dana darurat. Dana cadangan ini bisa menjadi penyelamat di saat Anda mengalami masalah keuangan yang terduga. Jika Anda masih memiliki tanggungan keuangan untuk membiayai keluarga (misalnya adik yang masih sekolah), maka dana darurat bisa jadi solusi untuk masalah keuangan Anda. Jadi, mulailah untuk menyisihkan sedikit pendapatan Anda untuk dana cadangan. Sehingga, saat si kecil tiba-tiba sakit, Anda tak kebingungan membayar ongkos perawatannya.
2. Jangan habiskan banyak uang untuk satu "event"
Karena ingin menyenangkan anak dan mengekspresikan rasa bangga atas keberhasilan anak, Anda seringkali mengadakan pesta atau rencana liburan dengan cara yang berlebihan. Berlibur, pernikahan, ulang tahun, atau merayakan kelulusan, bisa menghabiskan banyak uang. Bukannya tak boleh merayakan keberhasilan anak, tapi sebaiknya rayakan saja dengan sederhana. Selain bisa menghemat pengeluaran, suasananya pun bisa dibuat lebih hangat.
Untuk menyiapkan berbagai perayaan tersebut, buat perencanaan biaya masing-masing acara. Cara ini akan membantu Anda untuk mengalokasikan keuangan Anda dengan lebih cermat.
3. Belanja lebih bijak
Setiap orangtua, terutama ibu, pasti sudah punya anggaran khusus untuk belanja bulanan. Pada saat itu, tak ada salahnya untuk memanjakan diri sendiri dan keluarga dengan membeli barang-barang baru. Tetapi akan lebih baik jika Anda belanja dengan lebih bijak dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Untuk menghemat belanjaan Anda, manfaatkan program promo atau sale yang sering digelar di hipermarket atau department store.
4. Rutin mengecek anggaran
Sekalipun sudah direncanakan dengan rapi, rencana anggaran masih bisa berubah karena berbagai keperluan mendadak. Jangan abaikan perubahan kondisi keuangan sekecil apapun, karena perubahan kecil tetap akan memengaruhi keseluruhan rencana Anda. Sering-seringlah mengecek kondisi keuangan Anda. Hal ini berguna untuk menstabilkan kondisi keuangan dan menyusun kembali budget jika terjadi beberapa perubahan.
5. Investasikan pendidikan anak
Saat memiliki anak, Anda juga harus memikirkan rencana pendidikannya sampai lulus kuliah. Biaya pendidikan tidak murah dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Bahkan antara tahun 2008-2010 biaya pendidikan meningkat sampai 15 persen sampai lulus kuliah. Untuk menyiasati kenaikan biaya pendidikan, sebaiknya Anda mulai mencicilnya. Anda bisa menabung atau menginvestasikan biaya pendidikan anak dalam berbagai cara.
6. Jujur tentang kondisi keuangan pada keluarga
Menurut penelitian berjudul Parents, Kids & Money Survey oleh T. Rowe Price, 77 persen orangtua tidak pernah jujur tentang kondisi keuangan keluarga kepada anak-anak mereka. Padahal, anak-anak selalu belajar mengelola uang dengan mencontoh orang tuanya. Belajarlah untuk bicara jujur pada anak-anak tentang kondisi keuangan yang dihadapi. Jangan pernah berpikir bahwa anak masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah semacam itu. Anda bisa kok, menyampaikannya dengan cara yang sederhana agar mereka lebih paham cara mengatur uang dengan tepat saat dewasa.
7. Prioritaskan keluarga
Jika tahun lalu Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, tahun ini luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga Anda. Buatlah beragam kegiatan menarik untuk keluarga, misalnya makan malam bersama di rumah, berolahraga bersama, dan lain-lain. Selain membantu Anda lebih dekat dengan keluarga, cara ini juga bisa membantu Anda memangkas pengeluaran. Dengan sering makan bersama di rumah, Anda bisa menghemat uang makan di luar rumah. Olahraga bersama di hari Minggu, bisa membuat Anda lebih sehat sekaligus memangkas biaya listrik karena anak-anak jadi jarang nonton televisi atau bermain video game.
1. Siapkan dana darurat
Setiap orang pasti sudah menyadari pentingnya dana darurat. Dana cadangan ini bisa menjadi penyelamat di saat Anda mengalami masalah keuangan yang terduga. Jika Anda masih memiliki tanggungan keuangan untuk membiayai keluarga (misalnya adik yang masih sekolah), maka dana darurat bisa jadi solusi untuk masalah keuangan Anda. Jadi, mulailah untuk menyisihkan sedikit pendapatan Anda untuk dana cadangan. Sehingga, saat si kecil tiba-tiba sakit, Anda tak kebingungan membayar ongkos perawatannya.
2. Jangan habiskan banyak uang untuk satu "event"
Karena ingin menyenangkan anak dan mengekspresikan rasa bangga atas keberhasilan anak, Anda seringkali mengadakan pesta atau rencana liburan dengan cara yang berlebihan. Berlibur, pernikahan, ulang tahun, atau merayakan kelulusan, bisa menghabiskan banyak uang. Bukannya tak boleh merayakan keberhasilan anak, tapi sebaiknya rayakan saja dengan sederhana. Selain bisa menghemat pengeluaran, suasananya pun bisa dibuat lebih hangat.
Untuk menyiapkan berbagai perayaan tersebut, buat perencanaan biaya masing-masing acara. Cara ini akan membantu Anda untuk mengalokasikan keuangan Anda dengan lebih cermat.
3. Belanja lebih bijak
Setiap orangtua, terutama ibu, pasti sudah punya anggaran khusus untuk belanja bulanan. Pada saat itu, tak ada salahnya untuk memanjakan diri sendiri dan keluarga dengan membeli barang-barang baru. Tetapi akan lebih baik jika Anda belanja dengan lebih bijak dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Untuk menghemat belanjaan Anda, manfaatkan program promo atau sale yang sering digelar di hipermarket atau department store.
4. Rutin mengecek anggaran
Sekalipun sudah direncanakan dengan rapi, rencana anggaran masih bisa berubah karena berbagai keperluan mendadak. Jangan abaikan perubahan kondisi keuangan sekecil apapun, karena perubahan kecil tetap akan memengaruhi keseluruhan rencana Anda. Sering-seringlah mengecek kondisi keuangan Anda. Hal ini berguna untuk menstabilkan kondisi keuangan dan menyusun kembali budget jika terjadi beberapa perubahan.
5. Investasikan pendidikan anak
Saat memiliki anak, Anda juga harus memikirkan rencana pendidikannya sampai lulus kuliah. Biaya pendidikan tidak murah dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Bahkan antara tahun 2008-2010 biaya pendidikan meningkat sampai 15 persen sampai lulus kuliah. Untuk menyiasati kenaikan biaya pendidikan, sebaiknya Anda mulai mencicilnya. Anda bisa menabung atau menginvestasikan biaya pendidikan anak dalam berbagai cara.
6. Jujur tentang kondisi keuangan pada keluarga
Menurut penelitian berjudul Parents, Kids & Money Survey oleh T. Rowe Price, 77 persen orangtua tidak pernah jujur tentang kondisi keuangan keluarga kepada anak-anak mereka. Padahal, anak-anak selalu belajar mengelola uang dengan mencontoh orang tuanya. Belajarlah untuk bicara jujur pada anak-anak tentang kondisi keuangan yang dihadapi. Jangan pernah berpikir bahwa anak masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah semacam itu. Anda bisa kok, menyampaikannya dengan cara yang sederhana agar mereka lebih paham cara mengatur uang dengan tepat saat dewasa.
7. Prioritaskan keluarga
Jika tahun lalu Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, tahun ini luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga Anda. Buatlah beragam kegiatan menarik untuk keluarga, misalnya makan malam bersama di rumah, berolahraga bersama, dan lain-lain. Selain membantu Anda lebih dekat dengan keluarga, cara ini juga bisa membantu Anda memangkas pengeluaran. Dengan sering makan bersama di rumah, Anda bisa menghemat uang makan di luar rumah. Olahraga bersama di hari Minggu, bisa membuat Anda lebih sehat sekaligus memangkas biaya listrik karena anak-anak jadi jarang nonton televisi atau bermain video game.
6 Pilihan Mengatur Gaji Pasangan
Tantangan ketika menikah adalah bagaimana mengelola keuangan bersama. Maklum saja, selama ini hidup sendiri-sendiri, bebas menggunakan gaji untuk kesenangan masing-masing, mendadak harus saling berbagi dan menabung untuk tujuan bersama. Haruskah setiap pasangan menyatukan penghasilan dalam satu rekening, atau bisakah tetap hidup dengan rekening masing-masing?
Tidak ada satu cara pasti untuk mengelola keuangan atau mengatur penghasilan pasangan, karena semuanya tergantung dari situasi yang dialami masing-masing pasangan. Untuk Anda, perencana keuangan Sophia Bera dari Cahill Financial Advisors, Inc. memberi pilihan enam cara pengelolaan uang yang mungkin akan cocok untuk cara hidup Anda dan pasangan.
1. Membuka satu rekening bersama
Selain memiliki tabungan untuk menampung penghasilan masing-masing, Anda juga bisa membuka satu rekening bersama. Jumlah yang disetor masing-masing bisa sama atau berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang memiliki penghasilan yang kurang lebih sama, untuk membayar sewa rumah, tagihan-tagihan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengeluaran bersama lainnya.
"Memiliki rekening bersama memberikan masing-masing pasangan akses pada dana tersebut," ungkap perencana keuangan Sophia Bera. "Masing-masing harus percaya bahwa yang lain akan menggunakan uang dengan cara yang telah disepakati."
2. Menyisihkan persentase tertentu dari gaji
Caranya sama, membuka rekening bersama, namun jumlah setorannya ditentukan berdasarkan persentase penghasilan.Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang berbeda, baik dari jumlah maupun sumbernya. Jadi, meskipun Anda dan suami memiliki penghasilan yang jauh berbeda, masing-masing menyisihkan persentase yang sama dari gaji.
Idealnya, jumlah yang disetorkan di bawah 50 persen dari take-home pay masing-masing pasangan. Sebutlah misalnya 30 persen. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, jatah setoran Anda Rp 1,5 juta. Sedangkan jika gaji suami Rp 10 juta, maka jatahnya Rp 3 juta. Tabungan semacam ini baik dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan anak di perguruan tinggi, naik haji, atau liburan. Di luar itu, Anda masih bisa membuka rekening pribadi dan menggunakannya untuk biaya hidup sehari-hari.
3. Salah satu membayar semua pengeluaran
Meskipun Anda dan suami sama-sama bekerja, hanya satu orang yang diputuskan untuk membayar semua pengeluaran. Cocok untuk: Pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan jauh lebih besar, atau salah satu memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mengasuh anak atau melanjutkan sekolah.
Cara ini dapat menguji apakah penghasilan salah seorang bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Bila gaji suami lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebelum memutuskannya, Anda bisa berdiskusi lebih dulu. Jika suatu saat Anda kembali bekerja, apakah Anda harus ikut andil dalam membayar pengeluaran, atau menabung saja penghasilan Anda? Jenis pengeluaran seperti apa yang menjadi tanggung jawab Anda?
4. Masing-masing memilih jatah tagihan yang mampu dibayar
Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang sedang, sehingga masing-masing dituntut bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran rumah tangga.
Setiap rumah tangga pasti memiliki pengeluaran dan tagihan yang harus dibayar, dari PAM, PLN, komunikasi (telepon dan internet), kartu kredit (yang digunakan untuk membeli peralatan rumah tangga), hingga cicilan mobil dan kontrakan rumah. Anda bisa memilih sendiri mana tagihan yang mampu Anda bayar, sesuai dengan penghasilan Anda. Misalnya, karena Anda punya penghasilan tetap dan lebih besar, Anda yang membayar kontrakan rumah, dan cicilan mobil. Sedangkan suami yang membayar kartu kredit, asuransi, PAM, PLN, dan komunikasi, karena ia bekerja di rumah dan selalu terhubung dengan internet.
“Yang paling penting, bicarakan hal ini lebih dulu, dan buat perencanaan yang efektif untuk Anda berdua," ujar Bera.
5. Menyatukan seluruh penghasilan dalam satu rekening
Cocok untuk: Anda yang ingin menyatukan milik berdua seutuhnya, atau untuk menghindari salah satu melakukan pemborosan terhadap rekening pribadi.
Ada dua cara yang bisa Anda pilih. Rekening ini digunakan untuk seluruh keperluan, dari membayar pengeluaran rumah tangga sampai tabungan bersama. Tantangannya: Anda harus disiplin menyisihkan uang di dalam rekening ini untuk ditinggalkan sebagai tabungan. Cara lain adalah membuat rekening bersama ini untuk pengeluaran tetap (seperti cicilan rumah dan kendaraan) dan tabungan, dan satu rekening lagi untuk biaya operasional sehari-hari termasuk untuk bersenang-senang atau liburan. Dengan pengelolaan seperti ini, Anda harus rajin membuat pembukuan bulanan untuk menghitung pengeluaran dan kemajuan nilai tabungan Anda.
6. Mengandalkan satu gaji saja
Cara ini mirip dengan cara nomor tiga di atas, namun dengan tujuan berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang sama-sama bekerja, namun memutuskan untuk berhemat dan menabung lebih banyak. Misalnya, gaji suami digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari, sementara gaji Anda ditabung untuk dana pensiun atau dana cadangan. Pengaturan ini bisa dilakukan untuk pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan tidak tetap, belum mempunyai anak, dan jika sudah ada anak berencana menjadi ibu rumah tangga.
Gunakan gaji suami (atau gaji Anda, terserah gaji siapa yang akan digunakan) untuk membiayai seluruh pengeluaran, dari kebutuhan hidup sehari-hari, membayar tagihan-tagihan, gaya hidup, dan bila mungkin tabungan dan investasi. "Ini salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan pasangan untuk keuangan mereka, karena memaksa mereka untuk menjaga pengeluaran tetap rendah dan berhemat, serta menabung untuk kondisi darurat dan saat pensiun nanti," ujar Bera.
Pada awalnya, cara ini mungkin akan sulit dilakukan. Tetapi jika Anda disiplin, Anda akan sukses menjalankannya. Bahkan, rumah, liburan, atau pendidikan anak di luar negeri yang Anda impikan bisa tercapai lebih cepat.
Tidak ada satu cara pasti untuk mengelola keuangan atau mengatur penghasilan pasangan, karena semuanya tergantung dari situasi yang dialami masing-masing pasangan. Untuk Anda, perencana keuangan Sophia Bera dari Cahill Financial Advisors, Inc. memberi pilihan enam cara pengelolaan uang yang mungkin akan cocok untuk cara hidup Anda dan pasangan.
1. Membuka satu rekening bersama
Selain memiliki tabungan untuk menampung penghasilan masing-masing, Anda juga bisa membuka satu rekening bersama. Jumlah yang disetor masing-masing bisa sama atau berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang memiliki penghasilan yang kurang lebih sama, untuk membayar sewa rumah, tagihan-tagihan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengeluaran bersama lainnya.
"Memiliki rekening bersama memberikan masing-masing pasangan akses pada dana tersebut," ungkap perencana keuangan Sophia Bera. "Masing-masing harus percaya bahwa yang lain akan menggunakan uang dengan cara yang telah disepakati."
2. Menyisihkan persentase tertentu dari gaji
Caranya sama, membuka rekening bersama, namun jumlah setorannya ditentukan berdasarkan persentase penghasilan.Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang berbeda, baik dari jumlah maupun sumbernya. Jadi, meskipun Anda dan suami memiliki penghasilan yang jauh berbeda, masing-masing menyisihkan persentase yang sama dari gaji.
Idealnya, jumlah yang disetorkan di bawah 50 persen dari take-home pay masing-masing pasangan. Sebutlah misalnya 30 persen. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, jatah setoran Anda Rp 1,5 juta. Sedangkan jika gaji suami Rp 10 juta, maka jatahnya Rp 3 juta. Tabungan semacam ini baik dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan anak di perguruan tinggi, naik haji, atau liburan. Di luar itu, Anda masih bisa membuka rekening pribadi dan menggunakannya untuk biaya hidup sehari-hari.
3. Salah satu membayar semua pengeluaran
Meskipun Anda dan suami sama-sama bekerja, hanya satu orang yang diputuskan untuk membayar semua pengeluaran. Cocok untuk: Pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan jauh lebih besar, atau salah satu memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mengasuh anak atau melanjutkan sekolah.
Cara ini dapat menguji apakah penghasilan salah seorang bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Bila gaji suami lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebelum memutuskannya, Anda bisa berdiskusi lebih dulu. Jika suatu saat Anda kembali bekerja, apakah Anda harus ikut andil dalam membayar pengeluaran, atau menabung saja penghasilan Anda? Jenis pengeluaran seperti apa yang menjadi tanggung jawab Anda?
4. Masing-masing memilih jatah tagihan yang mampu dibayar
Cocok untuk: Pasangan dengan penghasilan yang sedang, sehingga masing-masing dituntut bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran rumah tangga.
Setiap rumah tangga pasti memiliki pengeluaran dan tagihan yang harus dibayar, dari PAM, PLN, komunikasi (telepon dan internet), kartu kredit (yang digunakan untuk membeli peralatan rumah tangga), hingga cicilan mobil dan kontrakan rumah. Anda bisa memilih sendiri mana tagihan yang mampu Anda bayar, sesuai dengan penghasilan Anda. Misalnya, karena Anda punya penghasilan tetap dan lebih besar, Anda yang membayar kontrakan rumah, dan cicilan mobil. Sedangkan suami yang membayar kartu kredit, asuransi, PAM, PLN, dan komunikasi, karena ia bekerja di rumah dan selalu terhubung dengan internet.
“Yang paling penting, bicarakan hal ini lebih dulu, dan buat perencanaan yang efektif untuk Anda berdua," ujar Bera.
5. Menyatukan seluruh penghasilan dalam satu rekening
Cocok untuk: Anda yang ingin menyatukan milik berdua seutuhnya, atau untuk menghindari salah satu melakukan pemborosan terhadap rekening pribadi.
Ada dua cara yang bisa Anda pilih. Rekening ini digunakan untuk seluruh keperluan, dari membayar pengeluaran rumah tangga sampai tabungan bersama. Tantangannya: Anda harus disiplin menyisihkan uang di dalam rekening ini untuk ditinggalkan sebagai tabungan. Cara lain adalah membuat rekening bersama ini untuk pengeluaran tetap (seperti cicilan rumah dan kendaraan) dan tabungan, dan satu rekening lagi untuk biaya operasional sehari-hari termasuk untuk bersenang-senang atau liburan. Dengan pengelolaan seperti ini, Anda harus rajin membuat pembukuan bulanan untuk menghitung pengeluaran dan kemajuan nilai tabungan Anda.
6. Mengandalkan satu gaji saja
Cara ini mirip dengan cara nomor tiga di atas, namun dengan tujuan berbeda. Cocok untuk: Pasangan yang sama-sama bekerja, namun memutuskan untuk berhemat dan menabung lebih banyak. Misalnya, gaji suami digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari, sementara gaji Anda ditabung untuk dana pensiun atau dana cadangan. Pengaturan ini bisa dilakukan untuk pasangan yang salah satunya memiliki penghasilan tidak tetap, belum mempunyai anak, dan jika sudah ada anak berencana menjadi ibu rumah tangga.
Gunakan gaji suami (atau gaji Anda, terserah gaji siapa yang akan digunakan) untuk membiayai seluruh pengeluaran, dari kebutuhan hidup sehari-hari, membayar tagihan-tagihan, gaya hidup, dan bila mungkin tabungan dan investasi. "Ini salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan pasangan untuk keuangan mereka, karena memaksa mereka untuk menjaga pengeluaran tetap rendah dan berhemat, serta menabung untuk kondisi darurat dan saat pensiun nanti," ujar Bera.
Pada awalnya, cara ini mungkin akan sulit dilakukan. Tetapi jika Anda disiplin, Anda akan sukses menjalankannya. Bahkan, rumah, liburan, atau pendidikan anak di luar negeri yang Anda impikan bisa tercapai lebih cepat.
Sabtu, 25 Mei 2013
Foto: Kunci Keberhasilan Resume
Dalam sebuah resume, foto adalah representasi diri yang melengkapi keterangan yang diungkapkan Anda lewat tulisan. Karena itulah, kehadiran foto dalam resume Anda menjadi penting dan mempengaruhi penilaian Anda di mata perusahaan. Berikut tiga poin penting memberikan foto yang baik dalam resume.
Menarik pihak perusahaan
Sempitnya waktu seorang staff Sumber Daya Manusia membuatnya tidak akan menaruh perhatian besar pada resume tanpa foto. Untuk menghemat waktu, seleksi resume terkadang dilakukan dengan memilah antara resume yang menampilkan foto dan yang tidak. Resume yang dilengkapi foto akan dipertahankan karena representasi kandidat nampak jelas, sehingga lebih menarik.
Sesuai kebutuhan profesi
Bagi beberapa profesi, seleksi secara fisik diadakan karena pekerjaan yang digeluti akan banyak membutuhkan interaksi dengan orang luar sehingga penampilan karyawan merupakan salah satu bentuk representasi perusahaan. Maka, bukan hal yang aneh bila seleksi resume di tahap awal akan juga dinilai dari foto Anda karena foto dalam resume sangat menentukan tahapan seleksi selanjutnya.
Membangun citra baik
Untuk membangun citra (image) yang baik di mata perusahaan, tampilkan foto yang menunjukkan keseriusan Anda akan pekerjaan yang dibutuhkan. Lupakan foto penuh gaya dengan gaun kesayangan karena pihak perusahaan tidak akan menilai foto secara detil seperti kelompok juri dalam pemilihan model. Tampilkan foto sesuai standar formal (pas foto), dengan tampak depan area kepala hingga pundak, pakaian rapi, senyum tanpa memperlihatkan gigi, dan dengan latar belakang foto yang netral.
Menarik pihak perusahaan
Sempitnya waktu seorang staff Sumber Daya Manusia membuatnya tidak akan menaruh perhatian besar pada resume tanpa foto. Untuk menghemat waktu, seleksi resume terkadang dilakukan dengan memilah antara resume yang menampilkan foto dan yang tidak. Resume yang dilengkapi foto akan dipertahankan karena representasi kandidat nampak jelas, sehingga lebih menarik.
Sesuai kebutuhan profesi
Bagi beberapa profesi, seleksi secara fisik diadakan karena pekerjaan yang digeluti akan banyak membutuhkan interaksi dengan orang luar sehingga penampilan karyawan merupakan salah satu bentuk representasi perusahaan. Maka, bukan hal yang aneh bila seleksi resume di tahap awal akan juga dinilai dari foto Anda karena foto dalam resume sangat menentukan tahapan seleksi selanjutnya.
Membangun citra baik
Untuk membangun citra (image) yang baik di mata perusahaan, tampilkan foto yang menunjukkan keseriusan Anda akan pekerjaan yang dibutuhkan. Lupakan foto penuh gaya dengan gaun kesayangan karena pihak perusahaan tidak akan menilai foto secara detil seperti kelompok juri dalam pemilihan model. Tampilkan foto sesuai standar formal (pas foto), dengan tampak depan area kepala hingga pundak, pakaian rapi, senyum tanpa memperlihatkan gigi, dan dengan latar belakang foto yang netral.
Pertanyaan-Pertanyaan Kandidat Saat Wawancara Kerja
Wawancara kerja adalah proses pengenalan dan penerimaan antara dua belah pihak, perusahaan dan kandidat. Jadi, alangkah baiknya bila setiap kandidat memanfaatkan wawancara untuk mengetahui lebih jauh perusahaan yang memanggilnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan bagus yang dapat Anda ajukan saat diberikan waktu untuk bertanya di wawancara kerja.
Menurut Anda, seperti apakah kandidat yang ideal?
Dengan mengajukan pertanyaan ini, pewawancara akan menjawab dengan membayangkan telah menempatkan Anda dalam posisi yang ditawarkan. Jadi, Anda akan mengetahui apa saja yang diinginkan calon pimpinan dari posisi yang mungkin kelak dijalani, dan karakter pekerja apa saja yang disukai.
Sejauh mana posisi ini akan membantu Anda?
Pertanyaan ini tidak mengarah pada Anda sebagai calon pekerja, namun pada keingintahuan terhadap perusahaan. Karena itulah, pewawancara akan menghargai pertanyaan ini. Dengan mengajukan pertanyaan sejenis ini, pengaruh peran Anda terhadap divisi dan terhadap perusahaan juga dapat diketahui.
Apakah posisi ini dapat bertahan di masa depan?
Tanyakanlah pertanyaan ini agar Anda mengetahui sedikit gambaran tentang rencana jangka panjang perusahaan dan apakah posisi yang ditawarkan tetap relevan dengan rencana mereka di masa depan. Karena, sebuah posisi bisa jadi sangat dibutuhkan di tahun ini namun tidak lagi dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang, dan mengancam keberadaan seorang pekerja di perusahaan.
Seperti apa kesuksesan yang bisa dicapai di posisi ini?
Setiap tempat kerja memiliki pengukur kesuksesan yang berbeda, untuk setiap posisi yang berbeda pula. Pertanyaan ini mengarahkan Anda untuk mengetahui pengukur kesuksesan tersebut. Disamping itu, seperti apa budaya di tempat kerja dan bagaimana karakteristik calon pemimpin juga terlihat dalam jawaban dari pertanyaan ini.
Untuk Pertanyaan "Apa Motivasi Anda?"
Ada banyak pertanyaan dalam wawancara kerja yang membutuhkan strategi dan persiapan untuk menjawabnya. Untuk pertanyaan "Apa motivasi Anda?", tidak ada pengukur jawaban benar atau salah. Namun, kiat-kiat berikut ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan seputar motivasi agar proses wawancara berjalan semakin lancar dan mengarahkan Anda pada keberhasilan.
Pikirkan dan katakan
Ingat apa yang menjadi motivasi Anda bekerja. Apakah karena mengejar hasrat bekerja di bidang tertentu, atau karena target yang ingin Anda capai di masa depan? Jawaban ini dapat Anda pikirkan sebelum wawancara dimulai. Namun, ungkapkan jawaban tersebut secara spontan dan tidak terlalu tampak dipersiapkan karena pewawancara lebih menyenangi kandidat dengan jawaban spontan.
Hindari topik materi
Meski umumnya faktor utama seseorang bekerja adalah karena kebutuhan materi (uang), tak berarti hal ini bisa diungkapkan secara gamblang dalam menjawab pertanyaan "Apa Motivasi Anda?". Motivasi materi akan memberi kesan Anda terfokus hanya kepada harta, bukan pada hal-hal yang berhubungan dengan karir dan profesi. Ungkapkan motivasi Anda yang lain, yang juga mendominasi keinginan Anda bekerja, namun bukan materi.
Relevan dan positif
Dalam wawancara, ungkapkan motivasi bekerja sesuai dengan posisi yang dilamar. Misalnya, bila motivasi Anda adalah "berbagi ilmu", maka katakan hal ini hanya bila profesi yang dilamar adalah pengajar (guru, dosen, trainer) karena relevan dengan fungsi kerja seorang pengajar. Selain itu, ungkapkan semua motivasi dengan kata-kata positif yang menggerakkan pewawancara untuk menaruh kepercayaan pada Anda untuk menjadi bagian dari perusahaan mereka.
Apa Harapan Anda untuk 5 Tahun Mendatang?
Pewawancara menyadari sepenuhnya bahwa Anda bukanlah seorang peramal masa depan. Namun, bukan berarti Anda bisa menjawabnya pertanyaan wawancara yang satu ini dengan sembarangan. Inilah beberapa petunjuk menjawab pertanyaan tentang prediksi diri Anda beberapa tahun yang akan datang.
Ketahui tujuan karir
Ada baiknya Anda mengetahui apa tujuan dan harapan karir Anda sebelum wawancara dimulai sehingga bisa memperkirakan perkembangannya dalam beberapa tahun ke depan. Anda tidak akan menarik pewawancara bila dianggap tak memiliki tujuan karir karena dengan jujur menjawab "Saya belum tahu tujuan karir saya karena belum terpikirkan."
Bukan ambisi pribadi
Lupakan ambisi pribadi saat menjawab pertanyaan ini. Pewawancara tidak ingin mengetahui keinginan pribadi Anda karena tidak berhubungan dengan dunia profesional. Ungkapkan ambisi karir, yaitu tentang seberapa jauh karir Anda akan meningkat di masa depan dan berhubungan dengan posisi yang dilamar. Sedangkan, impian seperti "membeli rumah dan mobil baru" cukup Anda simpan di luar ruang wawancara.
Jawaban yang realistis
Menjawab pertanyaan tentang perkiraan karir di masa depan harus dengan realistis dan sesuai dengan rentang waktu yang ditanyakan. Misalnya, Anda tidak bisa menjawab "saya akan menjadi seorang CEO" bila pertanyaan mengacu pada 5 tahun mendatang. Ini karena jawaban tersebut tidak realistis, kecuali Anda memiliki relasi yang kuat dengan CEO sebuah perusahaan.
Tunjukkan komitmen
Pewawancara berharap menemukan karyawan yang tepat dan dapat diandalkan dalam jangka waktu panjang. Jadi, upayakan untuk menunjukkan komitmen Anda dalam jawaban pertanyaan yang berhubungan dengan komitmen bekerja. Jangan memberi kesan seolah posisi yang mereka tawarkan hanyalah penawaran sementara yang akan berakhir ketika Anda mendapatkan tawaran kerja yang lebih baik di tempat lain.
Menurut Anda, seperti apakah kandidat yang ideal?
Dengan mengajukan pertanyaan ini, pewawancara akan menjawab dengan membayangkan telah menempatkan Anda dalam posisi yang ditawarkan. Jadi, Anda akan mengetahui apa saja yang diinginkan calon pimpinan dari posisi yang mungkin kelak dijalani, dan karakter pekerja apa saja yang disukai.
Sejauh mana posisi ini akan membantu Anda?
Pertanyaan ini tidak mengarah pada Anda sebagai calon pekerja, namun pada keingintahuan terhadap perusahaan. Karena itulah, pewawancara akan menghargai pertanyaan ini. Dengan mengajukan pertanyaan sejenis ini, pengaruh peran Anda terhadap divisi dan terhadap perusahaan juga dapat diketahui.
Apakah posisi ini dapat bertahan di masa depan?
Tanyakanlah pertanyaan ini agar Anda mengetahui sedikit gambaran tentang rencana jangka panjang perusahaan dan apakah posisi yang ditawarkan tetap relevan dengan rencana mereka di masa depan. Karena, sebuah posisi bisa jadi sangat dibutuhkan di tahun ini namun tidak lagi dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang, dan mengancam keberadaan seorang pekerja di perusahaan.
Seperti apa kesuksesan yang bisa dicapai di posisi ini?
Setiap tempat kerja memiliki pengukur kesuksesan yang berbeda, untuk setiap posisi yang berbeda pula. Pertanyaan ini mengarahkan Anda untuk mengetahui pengukur kesuksesan tersebut. Disamping itu, seperti apa budaya di tempat kerja dan bagaimana karakteristik calon pemimpin juga terlihat dalam jawaban dari pertanyaan ini.
Untuk Pertanyaan "Apa Motivasi Anda?"
Ada banyak pertanyaan dalam wawancara kerja yang membutuhkan strategi dan persiapan untuk menjawabnya. Untuk pertanyaan "Apa motivasi Anda?", tidak ada pengukur jawaban benar atau salah. Namun, kiat-kiat berikut ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan seputar motivasi agar proses wawancara berjalan semakin lancar dan mengarahkan Anda pada keberhasilan.
Pikirkan dan katakan
Ingat apa yang menjadi motivasi Anda bekerja. Apakah karena mengejar hasrat bekerja di bidang tertentu, atau karena target yang ingin Anda capai di masa depan? Jawaban ini dapat Anda pikirkan sebelum wawancara dimulai. Namun, ungkapkan jawaban tersebut secara spontan dan tidak terlalu tampak dipersiapkan karena pewawancara lebih menyenangi kandidat dengan jawaban spontan.
Hindari topik materi
Meski umumnya faktor utama seseorang bekerja adalah karena kebutuhan materi (uang), tak berarti hal ini bisa diungkapkan secara gamblang dalam menjawab pertanyaan "Apa Motivasi Anda?". Motivasi materi akan memberi kesan Anda terfokus hanya kepada harta, bukan pada hal-hal yang berhubungan dengan karir dan profesi. Ungkapkan motivasi Anda yang lain, yang juga mendominasi keinginan Anda bekerja, namun bukan materi.
Relevan dan positif
Dalam wawancara, ungkapkan motivasi bekerja sesuai dengan posisi yang dilamar. Misalnya, bila motivasi Anda adalah "berbagi ilmu", maka katakan hal ini hanya bila profesi yang dilamar adalah pengajar (guru, dosen, trainer) karena relevan dengan fungsi kerja seorang pengajar. Selain itu, ungkapkan semua motivasi dengan kata-kata positif yang menggerakkan pewawancara untuk menaruh kepercayaan pada Anda untuk menjadi bagian dari perusahaan mereka.
Apa Harapan Anda untuk 5 Tahun Mendatang?
Pewawancara menyadari sepenuhnya bahwa Anda bukanlah seorang peramal masa depan. Namun, bukan berarti Anda bisa menjawabnya pertanyaan wawancara yang satu ini dengan sembarangan. Inilah beberapa petunjuk menjawab pertanyaan tentang prediksi diri Anda beberapa tahun yang akan datang.
Ketahui tujuan karir
Ada baiknya Anda mengetahui apa tujuan dan harapan karir Anda sebelum wawancara dimulai sehingga bisa memperkirakan perkembangannya dalam beberapa tahun ke depan. Anda tidak akan menarik pewawancara bila dianggap tak memiliki tujuan karir karena dengan jujur menjawab "Saya belum tahu tujuan karir saya karena belum terpikirkan."
Bukan ambisi pribadi
Lupakan ambisi pribadi saat menjawab pertanyaan ini. Pewawancara tidak ingin mengetahui keinginan pribadi Anda karena tidak berhubungan dengan dunia profesional. Ungkapkan ambisi karir, yaitu tentang seberapa jauh karir Anda akan meningkat di masa depan dan berhubungan dengan posisi yang dilamar. Sedangkan, impian seperti "membeli rumah dan mobil baru" cukup Anda simpan di luar ruang wawancara.
Jawaban yang realistis
Menjawab pertanyaan tentang perkiraan karir di masa depan harus dengan realistis dan sesuai dengan rentang waktu yang ditanyakan. Misalnya, Anda tidak bisa menjawab "saya akan menjadi seorang CEO" bila pertanyaan mengacu pada 5 tahun mendatang. Ini karena jawaban tersebut tidak realistis, kecuali Anda memiliki relasi yang kuat dengan CEO sebuah perusahaan.
Tunjukkan komitmen
Pewawancara berharap menemukan karyawan yang tepat dan dapat diandalkan dalam jangka waktu panjang. Jadi, upayakan untuk menunjukkan komitmen Anda dalam jawaban pertanyaan yang berhubungan dengan komitmen bekerja. Jangan memberi kesan seolah posisi yang mereka tawarkan hanyalah penawaran sementara yang akan berakhir ketika Anda mendapatkan tawaran kerja yang lebih baik di tempat lain.
Langkah Memenangkan Negosiasi Gaji
Negosiasi gaji adalah tahapan saat Anda sudah berhasil melewati proses wawancara kerja. Menegosiasikan gaji menjadi penting terutama bila Anda mengetahui pasti kapabilitas dan kualitas hasil kerja Anda, ditambah pengalaman kerja yang ada. Meski tak semua profesi memungkinkan adanya negosiasi gaji, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai kesepakatan gaji yang Anda inginkan.
Bagaimana mendapatkan bayaran terbaik dari pekerjaan Anda? Berikut ini caranya menurut Robin Ryan penulis What to Do With the Rest of Your Life: America's Top Career Coach Shows You How to Find or Create the Job You'll Love. Fadhlyashary akan menyediakan sedikit tips atau Cara Sukses Negosiasi Gaji.
Cari tahu standar gaji
Bila pihak perusahaan sudah menyatakan Anda berhasil di tahap wawancara dan mulai menawarkan posisi yang Anda inginkan, cari tahu bagaimana standar gaji yang umumnya didapatkan profesi yang Anda incar. Tanyakan teman atau kenalan Anda yang memiliki posisi yang sama. Dengan begitu, Anda mendapat gambaran besarnya gaji yang layak didapatkan dan tak merugi saat negosiasi nanti.
Bagaimana mendapatkan bayaran terbaik dari pekerjaan Anda? Berikut ini caranya menurut Robin Ryan penulis What to Do With the Rest of Your Life: America's Top Career Coach Shows You How to Find or Create the Job You'll Love. Fadhlyashary akan menyediakan sedikit tips atau Cara Sukses Negosiasi Gaji.
Cari tahu standar gaji
Bila pihak perusahaan sudah menyatakan Anda berhasil di tahap wawancara dan mulai menawarkan posisi yang Anda inginkan, cari tahu bagaimana standar gaji yang umumnya didapatkan profesi yang Anda incar. Tanyakan teman atau kenalan Anda yang memiliki posisi yang sama. Dengan begitu, Anda mendapat gambaran besarnya gaji yang layak didapatkan dan tak merugi saat negosiasi nanti.
Semua negosiasi gaji harus didasarkan pada fakta bukan asumsi. Anda harus mengetahui harga yang pantas untuk layanan yang diberikan Anda ke perusahaan. Caranya cari majalah bisnis di internet atau situs asosiasi jurnal untuk menemukan survei gaji dan data.
Tunggu waktu yang tepat
Meski posisi Anda sudah di "atas angin", jangan gegabah dalam menegosiasikan gaji. Tentukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mulailah bernegosiasi saat pihak perusahaan mulai menyebutkan besarnya gaji yang disediakan, lalu katakan berapa jumlah gaji yang Anda inginkan. Usahakan untuk tidak memulai duluan, karena dalam jenis negosiasi ini, ada kecenderungan yang memulai duluan akan kalah dalam "tawar-menawar".
Pergunakan waktu wawancara untuk menegaskan kembali nilai Anda bagi perusahaan. Gunakan juga contoh-contoh bukti dari pekerjaan masa lalu dimana Anda menjadi kontributor utama. Fokus pada pemenuhan kebutuhan Anda sebagai pekerja.
Perkirakan besaran gaji secara realistis
Buatlah patokan gaji yang tidak jauh melampaui angka yang ditawarkan perusahaan, namun juga tidak jauh di bawah angka yang Anda harapkan agar dapat diterima oleh perusahaan sekaligus sesuai dengan kualitas kerja yang Anda yakini telah dimiliki. Misalnya, bila rata-rata gaji profesi incaran Anda 5 juta, namun perusahaan hanya menawarkan 4,7 juta, tawarkan pada mereka Anda menginginkan lebih dari 5juta karena kelebihan dan skills Anda yang menguntungkan perusahaan.
Jangan sebutkan detail gaji sebelumnya
Anda harus berbicara rentang gaji sebelumnya tetapi tidak menjelaskan angkanya secara detail. Sebab perusahaan akan menilai tingkat keterampilan Anda dari nilai gaji terdahulu. Jadi lebih baik menahan diri menyebut angka.
Menghitung nilai Anda
Setelah penawaran dibuat, Anda harus menanyakan alasan dipekerjakan. Lalu mendengarkan dengan seksama dan berpusat pada argumen permintaan gaji serta menceritakan segala sesuatu seperti keterampilan yang pernah dipelajari. Fokus terus pada pemenuhan kebutuhan gaji dengan produktifitas kerja yang optimal
Lihat sejarah gajiPerkiraan batasan besar gaji berdasarkan rata-rata gaji yang diterima selama ini. Selayaknya, pengalaman yang banyak akan menaikkan standar gaji Anda. Selain itu, jangan memberitahu sejarah gaji kepada calon pimpinan karena hal tersebut akan memberikan harga mati atas nilai kualitas Anda. Namun, bila memberitahu gaji sebelumnya adalah keharusan, keuntungan nya adalah Anda tidak akan dihargai dengan angka lebih rendah atau bahkan sama dengan tempat sebelumnya.
Gunakan pendekatan win-win solution
Harapan yang realistis dan kemauan untuk berkompromi memungkinkan kedua belah pihak mengakhiri negosiasi yang bahagia.
Tunggu waktu yang tepat
Meski posisi Anda sudah di "atas angin", jangan gegabah dalam menegosiasikan gaji. Tentukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mulailah bernegosiasi saat pihak perusahaan mulai menyebutkan besarnya gaji yang disediakan, lalu katakan berapa jumlah gaji yang Anda inginkan. Usahakan untuk tidak memulai duluan, karena dalam jenis negosiasi ini, ada kecenderungan yang memulai duluan akan kalah dalam "tawar-menawar".
Pergunakan waktu wawancara untuk menegaskan kembali nilai Anda bagi perusahaan. Gunakan juga contoh-contoh bukti dari pekerjaan masa lalu dimana Anda menjadi kontributor utama. Fokus pada pemenuhan kebutuhan Anda sebagai pekerja.
Perkirakan besaran gaji secara realistis
Buatlah patokan gaji yang tidak jauh melampaui angka yang ditawarkan perusahaan, namun juga tidak jauh di bawah angka yang Anda harapkan agar dapat diterima oleh perusahaan sekaligus sesuai dengan kualitas kerja yang Anda yakini telah dimiliki. Misalnya, bila rata-rata gaji profesi incaran Anda 5 juta, namun perusahaan hanya menawarkan 4,7 juta, tawarkan pada mereka Anda menginginkan lebih dari 5juta karena kelebihan dan skills Anda yang menguntungkan perusahaan.
Jangan sebutkan detail gaji sebelumnya
Anda harus berbicara rentang gaji sebelumnya tetapi tidak menjelaskan angkanya secara detail. Sebab perusahaan akan menilai tingkat keterampilan Anda dari nilai gaji terdahulu. Jadi lebih baik menahan diri menyebut angka.
Menghitung nilai Anda
Setelah penawaran dibuat, Anda harus menanyakan alasan dipekerjakan. Lalu mendengarkan dengan seksama dan berpusat pada argumen permintaan gaji serta menceritakan segala sesuatu seperti keterampilan yang pernah dipelajari. Fokus terus pada pemenuhan kebutuhan gaji dengan produktifitas kerja yang optimal
Lihat sejarah gajiPerkiraan batasan besar gaji berdasarkan rata-rata gaji yang diterima selama ini. Selayaknya, pengalaman yang banyak akan menaikkan standar gaji Anda. Selain itu, jangan memberitahu sejarah gaji kepada calon pimpinan karena hal tersebut akan memberikan harga mati atas nilai kualitas Anda. Namun, bila memberitahu gaji sebelumnya adalah keharusan, keuntungan nya adalah Anda tidak akan dihargai dengan angka lebih rendah atau bahkan sama dengan tempat sebelumnya.
Gunakan pendekatan win-win solution
Harapan yang realistis dan kemauan untuk berkompromi memungkinkan kedua belah pihak mengakhiri negosiasi yang bahagia.
Kamis, 23 Mei 2013
Beradaptasi Di Kantor Baru
Memutuskan untuk memulai karir baru berarti bersiap menyesuaikan diri dengan segala sesuatu yang baru; tanggung jawab, lingkungan, budaya, dan tentunya tempat baru. Tak semua orang mampu melewati hari-hari pertama mereka bekerja dengan mulus. Oleh karena itu, lakukan hal-hal yang menghindarkan Anda dari kebingungan dan kesalahan selama masa adaptasi pada tempat dan pekerjaan baru.
Umumnya, di tempat kerja baru Anda akan diberitahukan banyak hal. Jangan panik karena tak mampu mengingat semuanya secara bersamaan. Sangatlah wajar bila hanya sepertiga atau setengah dari keseluruhan informasi yang bisa Anda ingat. Butuh proses untuk mengingat dan memahami semuanya, dan Anda masih memiliki banyak waktu untuk hal tersebut.
Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” sangat tepat untuk berbagai situasi, termasuk dalam proses adaptasi di kantor baru. Jangan malu untuk bertanya pada hal-hal yang masih membingungkan pada rekan kerja atau bahkan pada pimpinan. Namun, pertanyaan sebaiknya diajukan dalam frekuensi yang wajar karena terlalu sering bertanya akan dianggap sulit beradaptasi dan menerima informasi di lingkungan baru.
Adaptasi terhadap budaya kantor adalah salah satu hal paling penting karena di setiap lingkungan baru Anda diharapkan dapat menyatu dengan situasi dan kondisi yang ada. Ketahui kebiasaan sehari-hari para staff lain, misalnya ritme kerja, tempat makan siang dan pola komunikasi (dengan email, chatting, atau bicara langsung). Bila budaya yang ada tak sesuai dengan kepribadian Anda, cobalah untuk tetap menyesuaikan diri tanpa harus menghilangkan keunikan pribadi.
Komunikasi adalah kata yang paling penting dalam upaya menjalin hubungan sosial yang baik. Usahakan untuk tidak melewatkan waktu-waktu bersama staff lain, misalnya saat makan siang bersama karena saat seperti itu adalah waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan lebih leluasa. Selain itu, jangan segan meminta serta memberikan bantuan saat dibutuhkan.
Umumnya, di tempat kerja baru Anda akan diberitahukan banyak hal. Jangan panik karena tak mampu mengingat semuanya secara bersamaan. Sangatlah wajar bila hanya sepertiga atau setengah dari keseluruhan informasi yang bisa Anda ingat. Butuh proses untuk mengingat dan memahami semuanya, dan Anda masih memiliki banyak waktu untuk hal tersebut.
Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” sangat tepat untuk berbagai situasi, termasuk dalam proses adaptasi di kantor baru. Jangan malu untuk bertanya pada hal-hal yang masih membingungkan pada rekan kerja atau bahkan pada pimpinan. Namun, pertanyaan sebaiknya diajukan dalam frekuensi yang wajar karena terlalu sering bertanya akan dianggap sulit beradaptasi dan menerima informasi di lingkungan baru.
Adaptasi terhadap budaya kantor adalah salah satu hal paling penting karena di setiap lingkungan baru Anda diharapkan dapat menyatu dengan situasi dan kondisi yang ada. Ketahui kebiasaan sehari-hari para staff lain, misalnya ritme kerja, tempat makan siang dan pola komunikasi (dengan email, chatting, atau bicara langsung). Bila budaya yang ada tak sesuai dengan kepribadian Anda, cobalah untuk tetap menyesuaikan diri tanpa harus menghilangkan keunikan pribadi.
Komunikasi adalah kata yang paling penting dalam upaya menjalin hubungan sosial yang baik. Usahakan untuk tidak melewatkan waktu-waktu bersama staff lain, misalnya saat makan siang bersama karena saat seperti itu adalah waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan lebih leluasa. Selain itu, jangan segan meminta serta memberikan bantuan saat dibutuhkan.
PERILAKU-PERILAKU MENGACAUKAN KINERJA TEAM
Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa tugas yang mustinya dilakukan oleh staff yang tidak datang itu diambil alih oleh staff lain dan dibantu oleh staf-staf yang lain… ”Ini harus dilakukan sekarang. Saya tunggu hasil kerja Anda, nanti malam….! Besok musti sudah selesai…! Tidak ada alasan apapun yang menunda skedul kita.”
Nyebelin? Ya. Susah mencari bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menggantikan bahasa gaul ini. Mohon maaf sebesar-besarnya. Kata ini dipilih maksudnya untuk menggambarkan sebuah hal yang mengganggu, meskipun tidak terlalu yang memunculkan banyak kerepotan.
Para Leader, membaca sekilas cerita kecil itu, apa yang Anda rasakan? Saya kira Anda merasakan apa yang disebut : “sebel”. Kejadian ini menyebalkan. Mengganggu moral kerja team. Akan menjadi potensi konflik yang menghancurkan moral team kerja. Konflik yang mengarah pada kehancuran team kerja bisa disebabkan karena “perilaku-perilaku nyebelin” dari salah seorang anggota team kerja.
Perilaku apa yang nyebelin? Pada intinya adalah perilaku-perilaku yang bertolak belakang dari idealnya sebuah suasana kerja yang diharapkan oleh team kerja. Perlu Anda ketahui bahwa perilaku nyebelin ini adalah penyakit yang paling mudah menular! Kinerja kelompok yang mustinya bagus, rusak gara-gara munculnya perilaku-perilaku nyebelin.
Dari pengamatan dalam dunia kerja, diketemukan bahwa perilaku nyebelin banyak dipakai sebagai alasan oleh staf-staf yang ‘tidak kompeten’. Mengapa demikian? Perilaku-perilaku nyebelin ini menjadi semacam kompensasi dari ketidakmampuan staf.
Staff menunjukkan perilaku nyebelin ini untuk menutupi ketidakmampuannya!
Artikel ini membantu para Leader untuk mencermati bentuk-bentuk perilaku nyebelin staff agar bisa mengurangi kecenderungan terjadi terus menerus. Dan, satu lagi, kesadaran akan perilaku nyebelin ini mendorong anggota team kerja yang lain untuk menghindari perilaku ini.
1. Perilaku absen karena sakit
Well, ini adalah perilaku yang paling banyak digunakan oleh siapapun di dunia kerja. Tidak heran jika perilaku ini menduduki peringkat alasan nomor satu. Tidak pernah diketemukan seorangpun di dunia kerja yang tidak pernah menggunakan kesempatan ‘sakit’. Maka, banyak perusahaan terpaksa menerapkan peraturan ‘harus menyertakan surat periksa dokter’. Tetapi menjadi masalah lanjutan karena surat dokter itu, gampang dibeli dengan harga sangat murah. Sakit juga dinilai lumrah, karena siapapun orangnya pasti suatu saat akan sakit. Sehingga banyak staff akan menggunakan kelumrahan ini untuk berpura-pura sakit. Tidak peduli sakit pada saat genting: deadline! Pokoknya sakit.
2. Perilaku tidak menghargai waktu
Kadang kala, para Leader mengira bahwa bonus bisa membuat staff bergairah dalam kerja. Ternyata, banyak para Leader yang keliru dalam hal ini. Ia lupa bahwa, staff tidak selalu terdorong oleh iming-iming bonus.
Bonus sangat tidak menarik bagi staff yang tidak perform dan ternyata tidak kompeten dalam pekerjaannya. Lagipula bonus tidak menarik juga bagi staff yang cheat: nyambi kerja di tempat lain sehingga ‘terpaksa’ menomorduakan tugas di tempat Anda!
Contoh perilaku nyebelin yang paling gampang diketemukan: sering datang terlambat, keluar makan siang lebih dari waktu yang wajar atau yang ditentukan, lebih sering terlambat menyerahkan hasil tugasnya, lebih senang memakai computer di kantor untuk chatting atau browsing.
Perilaku nyebelin ini menjadi masalah besar. Mustinya para Leader turun tangan secara langsung untuk memperhatikan pola-pola perilaku yang dimunculkannya. Barangkali Anda perlu mengirimkan staff itu ke pelatihan atau kursus, atau memang harus diganti, sebelum merusak kinerja team yang lebih besar.
“Anda musti teliti dengan pesan tersirat dari perilaku itu” Kata Barry L. Brown, seorang konsultan HRD terkemuka di Florida “Jika staff tampak tidak peduli dengan pekerjaannya, Anda mungkin telah merekrut orang yang salah, dan Anda perlu menghentikan statusnya sebagai karyawan dan menggantikan dia ke posisi lain.”
3. Perilaku sinis dan tidak kooperatif
Perilaku nyebelin juga sering ditunjukkan dengan sikap-sikap sinis atau tidak kooperatif. Misalnya, Anda melihat staff duduk seenaknya ketika Anda datang ke meja dia dan ia tidak segera memperbaiki sikapnya. Perilaku nyebelin ini menunjukkan rendahnya rasa hormat staff kepada pimpinan dan sekaligus tidak hormat kepada organisasi. Yang lebih nyebelin adalah, perilaku mengeluarkan kata-kata sinis. Ia membela diri dengan sinis.
Ia arogan dan merasa tidak ada seorangpun yang boleh menilai kinerjanya dan karena itu tidak ada yang punya kuasa untuk memecatnya!
Perilaku nyebelin yang ini hanya bisa diatasi dengan cara : tegur dengan keras tiga kali dan bila tetap tidak berubah, bebaskan dia dari tugas, kemudian pindahkan ke bagian lain, dan bila tetap tidak berubah, pecat! Selesaikan sebelum menular ke staff lain.
4. Bau badan: bukti perilaku tidak menghargai diri sendiri dan orang lain
Perilaku nyebelin ini mungkin yang paling nyebelin dan susah diatasi. Problem ini sangat individual dan cukup sering terjadi. Ada saja diketemukan staff yang benar-benar tidak peduli dengan kesehatan dirinya. Dia tampil jorok di tempat kerja, bau badan yang menyengat, tidak gosok gigi, matanya merah seakan tidak tidur berhari-hari, kaos kaki bau, atau rambut acak-acakan. Contoh lagi, perilakunya yang tidak peduli pada kebersihan meja kerja dan ruangannya. Gelas kopi dibiarkan berhari-hari…kertas-kertas bekas bertumpuk, potongan makanan sisa, mmmhhh… bukankah ini perilaku yang nyebelin bukan?
Bagaimana Anda akan tegur karyawan yang, maaf, bau badan berlebihan? Mungkin, Anda bisa bilang: “Kamu kok bau banget sih?” Hahaha, jelas itu bukan saran saya. Tetapi, agar staff tidak tersinggung, Anda musti mencari kalimat teguran lain yang tidak mencela.
Susah untuk membantu Anda dalam hal ini. Pilihan kata-kata sangat tergantung pada dimensi emosional Anda, yang saya tidak ketahui. Cara lain untuk tidak perlu konfrontasi langsung adalah minta tolong orang lain yang lebih senior untuk menegurnya. Tetapi, masalah perilaku seperti ini sebaiknya diselesaikan antar pribadi, bukan konfrontasi di meja rapat.
5. Demam Handphone
Menelpon atau SMS pada saat kerja cukup sering mengganggu. Apalagi pada saat meeting. Coba para Leader perhatikan, pada saat meeting, berapa kali harus jeda hanya untuk menunggu salah satu anggota menerima telpon? Atau berapa kali Anda perhatikan, staff lebih sibuk mengetik sms daripada memperhatikan anggota lain sedang mengemukakan pendapatnya?
Memang handphone sudah menjadi bagian yang bermanfaat untuk setiap individu. Tetapi sekaligus membuat penyakit demam handphone yang bisa kronis. Berapa kali dalam sehari Anda menengok HP Anda? Seakan-akan hidup segera kiamat bila dalam satu jam di kerjaan Anda tidak menengok apakah ada SMS, apakah ada miss call?
Perilaku nyebelin ini bisa dikurangi dengan asertif. Matikan HP jika sedang meeting penting. Apresiasi orang lain yang sedang bicara dengan tidak menduakan perhatian untuk HP Anda.
6. Demam internet
Team kerja sangat mudah terpengaruh oleh satu demi satu perilaku nyebelin yang ditunjukkan oleh staff lain. Misalnya, perilaku demam internet, YM dan FB adalah dua hal kronis penyebab rendahnya kinerja team. Memang internet menjadi icon kemajuan tehnologi informasi yang memudahkan organisasi mendapatkan informasi dari seluruh penjuru dunia. Tetapi ini sekaligus berpotensi merusak kinerja team.
Coba Anda perhatikan, perilaku-perilaku baru yang muncul karena tehnologi ini. YM bukan hanya untuk koordinasi pesan yang berhubungan dengan pekerjaan, tetapi juga sekaligus sarana paling murah untuk kangen-kangenan. FaceBook juga membuat staff Anda tergila-gila dan menghabiskan berjam-jam waktu untuk merespon wall dan komentar. Jam demi jam terbuang. Team kerja pelan-pelan kehilangan sense of urgency-nya di kantor. Tidak heran jika di perusahaan-perusahaan besar tidak memperbolehkan sofware ini diinstall di network internal.
Para Leader, sebaiknya mulai waspada dengan potensi rusaknya kinerja team yang diakibatkan perilaku nyebelin ini.
7. Perilaku abai…
Perilaku nyebelin yang lain adalah, staff tidak care dengan data-data. Contohnya, para Leader sekali waktu perlu menanyakan kepada staff stockiest secara langsung, berapa stock produk kita bulan ini? Dan staff menjawab, “Saya periksa dulu pak..” Anda menunggu beberapa saat, dan kemudian staff kembali kepada Anda, mengatakan “Maaf pak, data itu tidak saya temukan. Mungkin dibawa si anu atau si ana…”
Well…, mungkin langsung keluar sepasang tanduk panjang di kepala Anda. Bagaimana mungkin staff stockiest tidak tahu data itu atau dipegang oleh siapa? Sangat memalukan bukan? Ini jelas menunjukkan perilaku nyebelin dan membuktikan bahwa staff itu tidak kompeten.
Jika staff itu memang dalam job des sebagai stockiest dan ia tidak care dengan data, maka para Leader sebaiknya mempertimbangkan bahwa staff itu tidak layak bertugas ditempat itu. Tetapi bisa jadi, staff sedang overload dengan tugas lain, atau sedang fokus pada hal lain yang menjadi tugasnya juga, tetapi para Leader tidak boleh mentolerir perilaku abai semacam ini. Musti ada keseimbangan antara peran utama dengan tugas lain.
8. Polusi suara
Well, bukannya bermaksud menyarankan Anda agar situasi kerja mirip seperti rumah sakit, yang hening dan senyap. Tetapi, maksudnya adalah, Anda pasti pernah menemui suara-suara staff Anda yang begitu keras menggelegar. Ia bersuara begitu keras tanpa pedulikan suasana sekitar. Apakah perilaku nyebelin ini mengganggu? Tentu saja. Siapapun yang sedang bekerja pasti merasa terganggu. Soalnya, suara-suara keras itu lebih sering non-sense. Tidak ada artinya bagi pekerjaan. Bahkan lebih sering cheap talking. Biasanya, pemilik suara keras yang tidak peduli lingkungan kerja seperti itu, menunjukkan ketidakmampuan dia. Staff model ini, berusaha mencuri perhatian dari orang lain dengan cara itu. Jelas perilaku ini mengganggu kinerja team.Bagaimana mengatasinya? Silahkan Anda temukan sendiri. Karena disinilah letak seni kepemimpinan.Bila perilaku-perilaku nyebelin itu terus menerus muncul, leader mustinya memindahkan staff itu ke bagian lain atau di ekspor saja ke perusahaan lain. Perilaku-perilaku nyebelin yang berulang-ulang muncul membuktikan bahwa staff itu tidak mampu. Meskipun sebenarnya ia mampu ‘menciptakan alasan’ untuk menghindar.
Nyebelin? Ya. Susah mencari bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menggantikan bahasa gaul ini. Mohon maaf sebesar-besarnya. Kata ini dipilih maksudnya untuk menggambarkan sebuah hal yang mengganggu, meskipun tidak terlalu yang memunculkan banyak kerepotan.
Para Leader, membaca sekilas cerita kecil itu, apa yang Anda rasakan? Saya kira Anda merasakan apa yang disebut : “sebel”. Kejadian ini menyebalkan. Mengganggu moral kerja team. Akan menjadi potensi konflik yang menghancurkan moral team kerja. Konflik yang mengarah pada kehancuran team kerja bisa disebabkan karena “perilaku-perilaku nyebelin” dari salah seorang anggota team kerja.
Perilaku apa yang nyebelin? Pada intinya adalah perilaku-perilaku yang bertolak belakang dari idealnya sebuah suasana kerja yang diharapkan oleh team kerja. Perlu Anda ketahui bahwa perilaku nyebelin ini adalah penyakit yang paling mudah menular! Kinerja kelompok yang mustinya bagus, rusak gara-gara munculnya perilaku-perilaku nyebelin.
Dari pengamatan dalam dunia kerja, diketemukan bahwa perilaku nyebelin banyak dipakai sebagai alasan oleh staf-staf yang ‘tidak kompeten’. Mengapa demikian? Perilaku-perilaku nyebelin ini menjadi semacam kompensasi dari ketidakmampuan staf.
Staff menunjukkan perilaku nyebelin ini untuk menutupi ketidakmampuannya!
Artikel ini membantu para Leader untuk mencermati bentuk-bentuk perilaku nyebelin staff agar bisa mengurangi kecenderungan terjadi terus menerus. Dan, satu lagi, kesadaran akan perilaku nyebelin ini mendorong anggota team kerja yang lain untuk menghindari perilaku ini.
1. Perilaku absen karena sakit
Well, ini adalah perilaku yang paling banyak digunakan oleh siapapun di dunia kerja. Tidak heran jika perilaku ini menduduki peringkat alasan nomor satu. Tidak pernah diketemukan seorangpun di dunia kerja yang tidak pernah menggunakan kesempatan ‘sakit’. Maka, banyak perusahaan terpaksa menerapkan peraturan ‘harus menyertakan surat periksa dokter’. Tetapi menjadi masalah lanjutan karena surat dokter itu, gampang dibeli dengan harga sangat murah. Sakit juga dinilai lumrah, karena siapapun orangnya pasti suatu saat akan sakit. Sehingga banyak staff akan menggunakan kelumrahan ini untuk berpura-pura sakit. Tidak peduli sakit pada saat genting: deadline! Pokoknya sakit.
2. Perilaku tidak menghargai waktu
Kadang kala, para Leader mengira bahwa bonus bisa membuat staff bergairah dalam kerja. Ternyata, banyak para Leader yang keliru dalam hal ini. Ia lupa bahwa, staff tidak selalu terdorong oleh iming-iming bonus.
Bonus sangat tidak menarik bagi staff yang tidak perform dan ternyata tidak kompeten dalam pekerjaannya. Lagipula bonus tidak menarik juga bagi staff yang cheat: nyambi kerja di tempat lain sehingga ‘terpaksa’ menomorduakan tugas di tempat Anda!
Contoh perilaku nyebelin yang paling gampang diketemukan: sering datang terlambat, keluar makan siang lebih dari waktu yang wajar atau yang ditentukan, lebih sering terlambat menyerahkan hasil tugasnya, lebih senang memakai computer di kantor untuk chatting atau browsing.
Perilaku nyebelin ini menjadi masalah besar. Mustinya para Leader turun tangan secara langsung untuk memperhatikan pola-pola perilaku yang dimunculkannya. Barangkali Anda perlu mengirimkan staff itu ke pelatihan atau kursus, atau memang harus diganti, sebelum merusak kinerja team yang lebih besar.
“Anda musti teliti dengan pesan tersirat dari perilaku itu” Kata Barry L. Brown, seorang konsultan HRD terkemuka di Florida “Jika staff tampak tidak peduli dengan pekerjaannya, Anda mungkin telah merekrut orang yang salah, dan Anda perlu menghentikan statusnya sebagai karyawan dan menggantikan dia ke posisi lain.”
3. Perilaku sinis dan tidak kooperatif
Perilaku nyebelin juga sering ditunjukkan dengan sikap-sikap sinis atau tidak kooperatif. Misalnya, Anda melihat staff duduk seenaknya ketika Anda datang ke meja dia dan ia tidak segera memperbaiki sikapnya. Perilaku nyebelin ini menunjukkan rendahnya rasa hormat staff kepada pimpinan dan sekaligus tidak hormat kepada organisasi. Yang lebih nyebelin adalah, perilaku mengeluarkan kata-kata sinis. Ia membela diri dengan sinis.
Ia arogan dan merasa tidak ada seorangpun yang boleh menilai kinerjanya dan karena itu tidak ada yang punya kuasa untuk memecatnya!
Perilaku nyebelin yang ini hanya bisa diatasi dengan cara : tegur dengan keras tiga kali dan bila tetap tidak berubah, bebaskan dia dari tugas, kemudian pindahkan ke bagian lain, dan bila tetap tidak berubah, pecat! Selesaikan sebelum menular ke staff lain.
4. Bau badan: bukti perilaku tidak menghargai diri sendiri dan orang lain
Perilaku nyebelin ini mungkin yang paling nyebelin dan susah diatasi. Problem ini sangat individual dan cukup sering terjadi. Ada saja diketemukan staff yang benar-benar tidak peduli dengan kesehatan dirinya. Dia tampil jorok di tempat kerja, bau badan yang menyengat, tidak gosok gigi, matanya merah seakan tidak tidur berhari-hari, kaos kaki bau, atau rambut acak-acakan. Contoh lagi, perilakunya yang tidak peduli pada kebersihan meja kerja dan ruangannya. Gelas kopi dibiarkan berhari-hari…kertas-kertas bekas bertumpuk, potongan makanan sisa, mmmhhh… bukankah ini perilaku yang nyebelin bukan?
Bagaimana Anda akan tegur karyawan yang, maaf, bau badan berlebihan? Mungkin, Anda bisa bilang: “Kamu kok bau banget sih?” Hahaha, jelas itu bukan saran saya. Tetapi, agar staff tidak tersinggung, Anda musti mencari kalimat teguran lain yang tidak mencela.
Susah untuk membantu Anda dalam hal ini. Pilihan kata-kata sangat tergantung pada dimensi emosional Anda, yang saya tidak ketahui. Cara lain untuk tidak perlu konfrontasi langsung adalah minta tolong orang lain yang lebih senior untuk menegurnya. Tetapi, masalah perilaku seperti ini sebaiknya diselesaikan antar pribadi, bukan konfrontasi di meja rapat.
5. Demam Handphone
Menelpon atau SMS pada saat kerja cukup sering mengganggu. Apalagi pada saat meeting. Coba para Leader perhatikan, pada saat meeting, berapa kali harus jeda hanya untuk menunggu salah satu anggota menerima telpon? Atau berapa kali Anda perhatikan, staff lebih sibuk mengetik sms daripada memperhatikan anggota lain sedang mengemukakan pendapatnya?
Memang handphone sudah menjadi bagian yang bermanfaat untuk setiap individu. Tetapi sekaligus membuat penyakit demam handphone yang bisa kronis. Berapa kali dalam sehari Anda menengok HP Anda? Seakan-akan hidup segera kiamat bila dalam satu jam di kerjaan Anda tidak menengok apakah ada SMS, apakah ada miss call?
Perilaku nyebelin ini bisa dikurangi dengan asertif. Matikan HP jika sedang meeting penting. Apresiasi orang lain yang sedang bicara dengan tidak menduakan perhatian untuk HP Anda.
6. Demam internet
Team kerja sangat mudah terpengaruh oleh satu demi satu perilaku nyebelin yang ditunjukkan oleh staff lain. Misalnya, perilaku demam internet, YM dan FB adalah dua hal kronis penyebab rendahnya kinerja team. Memang internet menjadi icon kemajuan tehnologi informasi yang memudahkan organisasi mendapatkan informasi dari seluruh penjuru dunia. Tetapi ini sekaligus berpotensi merusak kinerja team.
Coba Anda perhatikan, perilaku-perilaku baru yang muncul karena tehnologi ini. YM bukan hanya untuk koordinasi pesan yang berhubungan dengan pekerjaan, tetapi juga sekaligus sarana paling murah untuk kangen-kangenan. FaceBook juga membuat staff Anda tergila-gila dan menghabiskan berjam-jam waktu untuk merespon wall dan komentar. Jam demi jam terbuang. Team kerja pelan-pelan kehilangan sense of urgency-nya di kantor. Tidak heran jika di perusahaan-perusahaan besar tidak memperbolehkan sofware ini diinstall di network internal.
Para Leader, sebaiknya mulai waspada dengan potensi rusaknya kinerja team yang diakibatkan perilaku nyebelin ini.
7. Perilaku abai…
Perilaku nyebelin yang lain adalah, staff tidak care dengan data-data. Contohnya, para Leader sekali waktu perlu menanyakan kepada staff stockiest secara langsung, berapa stock produk kita bulan ini? Dan staff menjawab, “Saya periksa dulu pak..” Anda menunggu beberapa saat, dan kemudian staff kembali kepada Anda, mengatakan “Maaf pak, data itu tidak saya temukan. Mungkin dibawa si anu atau si ana…”
Well…, mungkin langsung keluar sepasang tanduk panjang di kepala Anda. Bagaimana mungkin staff stockiest tidak tahu data itu atau dipegang oleh siapa? Sangat memalukan bukan? Ini jelas menunjukkan perilaku nyebelin dan membuktikan bahwa staff itu tidak kompeten.
Jika staff itu memang dalam job des sebagai stockiest dan ia tidak care dengan data, maka para Leader sebaiknya mempertimbangkan bahwa staff itu tidak layak bertugas ditempat itu. Tetapi bisa jadi, staff sedang overload dengan tugas lain, atau sedang fokus pada hal lain yang menjadi tugasnya juga, tetapi para Leader tidak boleh mentolerir perilaku abai semacam ini. Musti ada keseimbangan antara peran utama dengan tugas lain.
8. Polusi suara
Well, bukannya bermaksud menyarankan Anda agar situasi kerja mirip seperti rumah sakit, yang hening dan senyap. Tetapi, maksudnya adalah, Anda pasti pernah menemui suara-suara staff Anda yang begitu keras menggelegar. Ia bersuara begitu keras tanpa pedulikan suasana sekitar. Apakah perilaku nyebelin ini mengganggu? Tentu saja. Siapapun yang sedang bekerja pasti merasa terganggu. Soalnya, suara-suara keras itu lebih sering non-sense. Tidak ada artinya bagi pekerjaan. Bahkan lebih sering cheap talking. Biasanya, pemilik suara keras yang tidak peduli lingkungan kerja seperti itu, menunjukkan ketidakmampuan dia. Staff model ini, berusaha mencuri perhatian dari orang lain dengan cara itu. Jelas perilaku ini mengganggu kinerja team.Bagaimana mengatasinya? Silahkan Anda temukan sendiri. Karena disinilah letak seni kepemimpinan.Bila perilaku-perilaku nyebelin itu terus menerus muncul, leader mustinya memindahkan staff itu ke bagian lain atau di ekspor saja ke perusahaan lain. Perilaku-perilaku nyebelin yang berulang-ulang muncul membuktikan bahwa staff itu tidak mampu. Meskipun sebenarnya ia mampu ‘menciptakan alasan’ untuk menghindar.
Mengelola Si Negatif !
Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana cara Anda melakukannya? Itulah ‘skill leadership Anda’.
Satu karyawan pesimistik akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Virus pesimistik sangat berbahaya bagi tim kerja. Pesimistik adalah salah satu bentuk perilaku negatif yang menyedot energi positif tim kerja.
Manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Manager atau supervisor yang memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku, bisa mempermudah mereka mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja. Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman.
Karyawan yang terjangkit virus negatif bisa dikenali dengan mudah. Ia lemas dan tidak mau menunjukkan gairah kerja. Ia hadir di pekerjaan dengan muka selalu ditekuk. Sangat menyedihkan. Lantas bagaimana mengelolanya?
Para Leader, pernahkah Anda benar-benar menerapkan strategi mengelola oraang-orang yang negatif? Pernahkan Anda menghadapi orang yang selalu membantah ide-ide perbaikan? Orang-orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain? Orang-orang yang selalu mengelak apapun yang ditugaskan kepadanya?
Perilaku-perilaku negatif semacam ini adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam karyawan tim kerja. Beberapa orang ada yang memang secara alami memiliki raut muka pessimist. Kecenderungan yang sering dia lakukan adalah mempertanyakan atau mengkritik daripada bersikap “I can do”.
Tetapi, perilaku itu bisa muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke karyawan lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan karyawan semacam ini?
Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:
1: Lihat ke cermin!
Para Leader, musti evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja.
Seandainya Anda menilai bahwa salah seorang karyawan tim kerja terlalu negatif, misalnya lebih sering bilang ‘tidak’ baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka sebaiknya Anda lihat atmosfer kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja?
Temukan apakah Anda sendiri juga hanya terus menerus meng- kritik kinerja orang itu ataukah juga sekali-kali memujinya? Sikap Anda, para Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativity karyawan!
2: Berikan contoh pola
perilaku yang lebih spesifik Maksudnya adalah, sebagai Leader, Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku karyawan Anda. Ketika Anda mengeluhkan perilaku- perilaku negatif itu, Anda musti bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu. Atau membuat ilustrasi yang akurat menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu.
Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan semua atau seseorang karyawan tim kerja untuk berubah sebagaimana yang diperlukan. Anda bisa menunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata negatif, atau seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan.
3: Bicarakan impak perilaku negatif
Sewaktu bicara dengan karyawan negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, misalnya jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.
Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata-kata ‘no’ atau ‘imposible’.
Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, “Andi, saya mengamati dalam meeting tadi, kamu selalu menggelengkan kepala dan menunjukkan muka merengut ketika orang-orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang yang melihat sikapmu itu tidak akan mau meneruskan pembicaraannya. Orang-orang akan merasa kamu sepelekan.”
Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.
4: Amputasi jabatannya
Seandainya poin ketiga itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilaku negatif karyawan itu, apa yang bisa para Leader lakukan? Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager HRD, untuk mendiskusikan pencarian solusinya. Biasanya, Manager HRD akan melakukan coaching yang serupa dengan yang Anda lakukan.
Tindakan-tindakan akan dilakukan untuk mengupayakan perbaikan dari karyawan tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan atau pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan) adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini.
Satu karyawan pesimistik akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Virus pesimistik sangat berbahaya bagi tim kerja. Pesimistik adalah salah satu bentuk perilaku negatif yang menyedot energi positif tim kerja.
Manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Manager atau supervisor yang memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku, bisa mempermudah mereka mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja. Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman.
Karyawan yang terjangkit virus negatif bisa dikenali dengan mudah. Ia lemas dan tidak mau menunjukkan gairah kerja. Ia hadir di pekerjaan dengan muka selalu ditekuk. Sangat menyedihkan. Lantas bagaimana mengelolanya?
Para Leader, pernahkah Anda benar-benar menerapkan strategi mengelola oraang-orang yang negatif? Pernahkan Anda menghadapi orang yang selalu membantah ide-ide perbaikan? Orang-orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain? Orang-orang yang selalu mengelak apapun yang ditugaskan kepadanya?
Perilaku-perilaku negatif semacam ini adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam karyawan tim kerja. Beberapa orang ada yang memang secara alami memiliki raut muka pessimist. Kecenderungan yang sering dia lakukan adalah mempertanyakan atau mengkritik daripada bersikap “I can do”.
Tetapi, perilaku itu bisa muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke karyawan lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan karyawan semacam ini?
Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:
1: Lihat ke cermin!
Para Leader, musti evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja.
Seandainya Anda menilai bahwa salah seorang karyawan tim kerja terlalu negatif, misalnya lebih sering bilang ‘tidak’ baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka sebaiknya Anda lihat atmosfer kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja?
Temukan apakah Anda sendiri juga hanya terus menerus meng- kritik kinerja orang itu ataukah juga sekali-kali memujinya? Sikap Anda, para Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativity karyawan!
2: Berikan contoh pola
perilaku yang lebih spesifik Maksudnya adalah, sebagai Leader, Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku karyawan Anda. Ketika Anda mengeluhkan perilaku- perilaku negatif itu, Anda musti bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu. Atau membuat ilustrasi yang akurat menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu.
Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan semua atau seseorang karyawan tim kerja untuk berubah sebagaimana yang diperlukan. Anda bisa menunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata negatif, atau seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan.
3: Bicarakan impak perilaku negatif
Sewaktu bicara dengan karyawan negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, misalnya jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.
Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata-kata ‘no’ atau ‘imposible’.
Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, “Andi, saya mengamati dalam meeting tadi, kamu selalu menggelengkan kepala dan menunjukkan muka merengut ketika orang-orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang yang melihat sikapmu itu tidak akan mau meneruskan pembicaraannya. Orang-orang akan merasa kamu sepelekan.”
Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.
4: Amputasi jabatannya
Seandainya poin ketiga itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilaku negatif karyawan itu, apa yang bisa para Leader lakukan? Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager HRD, untuk mendiskusikan pencarian solusinya. Biasanya, Manager HRD akan melakukan coaching yang serupa dengan yang Anda lakukan.
Tindakan-tindakan akan dilakukan untuk mengupayakan perbaikan dari karyawan tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan atau pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan) adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini.
LEARNING ORGANIZATION
Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis yang matang dalam mengelola organisasi.
Sebuah organisasi baik dalam bentuk partai politik, yayasan, koperasi, perusahaan atau apapun bentuknya dituntut untuk selalu dapat beradaptasi dengan tuntutan global. Untuk mengatasi semua kebutuhan tersebut sebuah organisasi memerlukan proses pembelajaran untuk mendapatkan inovasi-inovasi yang dinamis.
Dalam konteks Learning Organization atau Organisasi Belajar, setiap komponen dalam organisasi harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk selalu belajar pada semua aspek sesuai peran dan fungsinya masing- masing. Dengan kata lain semua hal yang dilakukan dalam organisasi atau perusahaan harus ditekankan sebagai suatu proses pembelajaran yang sangat dinamis, dan semua unsur manusia pelaksananya harus melakukan pembelajaran yang aktif partisipatif.
Lingkungan Organisasi Belajar yang kondusif diharapkan dapat menjadikan orang-orang menjadi lebih berpengetahuan (knowledge pople) dengan kompetensi yang dapat diandalkan. Selain itu tidak lepas pentingnya peran kepemimpinan yang memberdayakan (empowerement), dalam memberi pendelegasian dan dukungan positif kepada setiap anggota organisasi dalam aktivitas pembelajaran dan memperbaiki kinerja.
Ada 5 karakteristik suatu Organisasi Belajar, yaitu :
System Thingking
Sebuah organisasi baik dalam bentuk partai politik, yayasan, koperasi, perusahaan atau apapun bentuknya dituntut untuk selalu dapat beradaptasi dengan tuntutan global. Untuk mengatasi semua kebutuhan tersebut sebuah organisasi memerlukan proses pembelajaran untuk mendapatkan inovasi-inovasi yang dinamis.
Dalam konteks Learning Organization atau Organisasi Belajar, setiap komponen dalam organisasi harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk selalu belajar pada semua aspek sesuai peran dan fungsinya masing- masing. Dengan kata lain semua hal yang dilakukan dalam organisasi atau perusahaan harus ditekankan sebagai suatu proses pembelajaran yang sangat dinamis, dan semua unsur manusia pelaksananya harus melakukan pembelajaran yang aktif partisipatif.
Lingkungan Organisasi Belajar yang kondusif diharapkan dapat menjadikan orang-orang menjadi lebih berpengetahuan (knowledge pople) dengan kompetensi yang dapat diandalkan. Selain itu tidak lepas pentingnya peran kepemimpinan yang memberdayakan (empowerement), dalam memberi pendelegasian dan dukungan positif kepada setiap anggota organisasi dalam aktivitas pembelajaran dan memperbaiki kinerja.
Ada 5 karakteristik suatu Organisasi Belajar, yaitu :
System Thingking
Bahwa adanya keterkaitan yang kuat antar bagian dalam organisasi, dimana kesatuan tersebut akan menguat hanya bila saling mendukung satu sama lain. Setiap anggota organisasi harus memiliki cara berpikir sebagai suatu system sehingga mampu melihat suatu hal secara keseluruhan dan berkaitan. Sebagai bagian dari sistem, setiap elemen organanisasi wajib memikirkan apa dan bagaimana mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan benar, sehingga akan selalu muncul kreatifitas, inovasi dan ide-ide baru sebagai hasil pembelajaran dalam pelaksanaan tugas tersebut.
Shared Vision
Shared Vision
Mempunyai komitmen yang tinggi terhadap visi yang dirumuskan bersama dan telah ditetapkan sebelumnya, sehingga organisasi dapat lebih kuat dan produktif bila didasari pada kesamaan visi sehingga fokus terhadap pencapaian tujuan tersebut dapat lebih maksimal. Fokus terhadap satu titik tujuan menjadikan fungsi kerjasama tim menjadi lebih efektif. Meskipun terdapat perbedaan cara pandang ataupun metodologi dalam pelaksanaan tugas, akan tetapi dengan tetap menjunjung tinggi kesamaan visi dan tujuan yang hendak dicapai, maka perbedaan tersebut tidak akan menjadi penghambat ataupun perpecahan.
Personal Mastery
Personal Mastery
Semua anggota organisasi mempunyai komitmen untuk terus melakukan pembelajaran untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Penguasaan Pribadi ini merupakan suatu proses disiplin dengan kemampuan untuk senantiasa mengklarifikasi dan mendalami visi pribadi, sehingga dengan penuh kesadaran dan segenap kemampuan, kesabaran, untuk berkembang. Banyak terjadi pada awal masuk pada suatu organisasi atau perusahaan, seseorang penuh semangat untuk bekerja, akan tetapi perlahan motivasi nya akan menurun bila telah mencapai posisi “mapan”.
Mental Models
Mental Models
Setiap anggota mempunyai sudut pandang yang berbeda tergantung latar belakang, pendidikan dan pengalaman masing-masing, karena pola mental tiap anggota berbeda dalam bereaksi terhadap kendala kerja yang dihadapi. Untuk itu perlu dibentuk paradigma yang menitik beratkan pada bagaimana proses berjalan, bukan bagaimana hasil yang didapat. Karena pembelajaran merupakan suatu proses pengulangan dan perbandingan berbagai keadaan, kegagalan hasil yang dapat dicapai merupakan materi yang pembelajaran yang sangat baik untuk berkembang.
Team Learning, ke empat karakter di atas harus dilakukan bukan oleh sebagian dari anggota organisasi atau hanya untuk level pimpinan perusahaan, akan tetapi harus dilakukan oleh seluruh angota dan semua lapisan karyawan, dengan tentu saja sesuai porsi tugas dan tanggung jawab masing-masing. Adanya pembelajaran bersama ini tentu saja menjadikan akselerasi percepatan proses pembelajaran dan pengembangan.
Suatu kisah seorang karyawan perusahaan pemborong konstruksi yang melakukan suatu kesalahan perhitungan sehingga menyebabkan kerugian berupa membengkaknya biaya pembangunan gedung yang sedang dilakukan, tentu saja kondisi pemecatan sudah di depan mata. Akan tetapi oleh pimpinan perusahaan, karyawan tersebut hanya diberi teguran dan diberikan evaluasi atas kesalahan yang dilakukannya, dia tetap bekerja dalam proyek tersebut bahkan dibagian yang sama. Sang pimpinan berpendapat semua orang bisa melakukan kesalahan, justru kerugian yang dialami perusahaan merupakan biaya proses pembelajaran yang mahal bagi para karyawan, dan bagi karyawan yang melakukan kesalahan dia akan lebih berhati-hati dan menjadi karyawan pembelajar yang lebih handal. Kerugian saat ini menghasilkan team karyawan yang berkembang dan berani berinovasi untuk keuntungan mendatang.
Team Learning, ke empat karakter di atas harus dilakukan bukan oleh sebagian dari anggota organisasi atau hanya untuk level pimpinan perusahaan, akan tetapi harus dilakukan oleh seluruh angota dan semua lapisan karyawan, dengan tentu saja sesuai porsi tugas dan tanggung jawab masing-masing. Adanya pembelajaran bersama ini tentu saja menjadikan akselerasi percepatan proses pembelajaran dan pengembangan.
Suatu kisah seorang karyawan perusahaan pemborong konstruksi yang melakukan suatu kesalahan perhitungan sehingga menyebabkan kerugian berupa membengkaknya biaya pembangunan gedung yang sedang dilakukan, tentu saja kondisi pemecatan sudah di depan mata. Akan tetapi oleh pimpinan perusahaan, karyawan tersebut hanya diberi teguran dan diberikan evaluasi atas kesalahan yang dilakukannya, dia tetap bekerja dalam proyek tersebut bahkan dibagian yang sama. Sang pimpinan berpendapat semua orang bisa melakukan kesalahan, justru kerugian yang dialami perusahaan merupakan biaya proses pembelajaran yang mahal bagi para karyawan, dan bagi karyawan yang melakukan kesalahan dia akan lebih berhati-hati dan menjadi karyawan pembelajar yang lebih handal. Kerugian saat ini menghasilkan team karyawan yang berkembang dan berani berinovasi untuk keuntungan mendatang.
Minggu, 19 Mei 2013
Dipecat dari Pekerjaan, Apa yang Harus Dilakukan?
Pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa dialami oleh setiap karyawan. Jika kebetulan Anda yang mengalaminya, jangan langsung putus asa. Hadapilah dengan tegar, karena hidup terus berjalan dan kebutuhan harus segera terpenuhi.
Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari perusahaan, surat PHK tiba-tiba datang di meja kerja Anda. Pertama kali menerimanya, pasti Anda akan terkejut, karena belum menyiapkan hati dan mental sebelumnya. Lantas apa yang harus dilakukan? Dilansir dari Power to Change, berikut ini beberapa tips menghadapi pemecatan kerja.
Meluapkan emosi
Mungkin tidak semudah yang diucapkan untuk bisa tegar dan tabah. Wajar saja setelah pemecatan, rasa sedih, marah dan tertekan akan Anda rasakan. Untuk itu, berikan waktu kepada diri Anda untuk berduka, meluapkan emosi dan mencurahkan perasaan kepada pasangan atau sahabat terdekat. Setelah merasa cukup tenang, berjanjilah pada diri sendiri untuk dapat mengatasi masalah ini dan segera merencanakan hidup Anda ke depannya.
Memiliki tujuan karir dan mengembangkan diri
PHK tidak selamanya buruk. Anda bisa mengambil sisi positifnya. Dengan tidak bekerja di perusahaan lama, Anda dapat meraih kembali karir impian Anda. Jika ternyata karir impian Anda di bidang ekonomi, selama menganggur Anda dapat mengikuti seminar yang berhubungan dengan dunia perekonomian. Anda dapat mengikuti seminar-seminar, di sana pasti Anda mendapat bekal pembelajaran dan bisa berkenalan dengan orang baru yang dapat membawa Anda ke dunia kerja yang diidamkan.
Berilah waktu khusus pada diri Anda untuk menyelami langkah berikutnya.
Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari perusahaan, surat PHK tiba-tiba datang di meja kerja Anda. Pertama kali menerimanya, pasti Anda akan terkejut, karena belum menyiapkan hati dan mental sebelumnya. Lantas apa yang harus dilakukan? Dilansir dari Power to Change, berikut ini beberapa tips menghadapi pemecatan kerja.
Meluapkan emosi
Mungkin tidak semudah yang diucapkan untuk bisa tegar dan tabah. Wajar saja setelah pemecatan, rasa sedih, marah dan tertekan akan Anda rasakan. Untuk itu, berikan waktu kepada diri Anda untuk berduka, meluapkan emosi dan mencurahkan perasaan kepada pasangan atau sahabat terdekat. Setelah merasa cukup tenang, berjanjilah pada diri sendiri untuk dapat mengatasi masalah ini dan segera merencanakan hidup Anda ke depannya.
Memiliki tujuan karir dan mengembangkan diri
PHK tidak selamanya buruk. Anda bisa mengambil sisi positifnya. Dengan tidak bekerja di perusahaan lama, Anda dapat meraih kembali karir impian Anda. Jika ternyata karir impian Anda di bidang ekonomi, selama menganggur Anda dapat mengikuti seminar yang berhubungan dengan dunia perekonomian. Anda dapat mengikuti seminar-seminar, di sana pasti Anda mendapat bekal pembelajaran dan bisa berkenalan dengan orang baru yang dapat membawa Anda ke dunia kerja yang diidamkan.
Berilah waktu khusus pada diri Anda untuk menyelami langkah berikutnya.
Panik adalah hal yang lumrah terjadi, tapi jangan biarkan kepanikan itu merajai Anda. Seperti saat kehilangan sesuatu yang lain dalam hidup Anda, butuh waktu untuk pulih kembali dari keterpurukan. Tak hanya dalam hitungan jam, bahkan juga bisa berminggu-minggu. Perlu diingat untuk tak menyalahkan siapapun termasuk diri Anda.
Gunakanlah waktu luwang Anda untuk berlibur sejenak.
Gunakanlah waktu luwang Anda untuk berlibur sejenak.
Lakukan hal yang tak bisa dilakukan saat bekerja, seperti berolahraga lalu biarkan diri Anda mendapatkan perspektif baru. Habiskan waktu bersama keluarga dan teman yang berpikir optimistis dan positif. Siapa tahu Anda justru mendapat pencerahan untuk melangkah lebih pasti.
Ambil pekerjaan yang bersifat transisi, seperti kerja paruh waktu, bahkan beberapa perkerjaan permanen (contohnya proyek tertentu). Selain untuk mempertahankan kondisi keuangan, pekerjaan tersebut akan memacu mental dan semangat Anda sebelum mencari yang baru. Tak jarang orang justru bahagia dengan pekerjaan ini.
Kembangkanlah berbagai macam cara untuk berburu pekerjaan. Buat jadwal khusus agar pikiran Anda terfokus dan tak mudah terkena stres. Cari informasi sebanyak-banyaknya melalui internet dan media massa. Perluas jaringan Anda karena hal ini masih merupakan salah satu cara efektif mendapatkan pekerjaan.
Jika sudah siap, segeralah cari perusahaan dengan visi dan nilai yang sesuai jiwa dan kemampuan Anda. Mereka akan lebih tertarik pada Anda yang memiliki gairah untuk perusahaan daripada mereka yang tertarik pada slip gaji saja. Agar dilirik, buatlah resume dan lamaran pekerjaan Anda secara unik dan menarik. Setelah pemutusan kontrak kerja, bukan berarti Anda berdiam diri dengan terus merenungi nasib dan masa depan. Jangan berlama-lama memikirkan karir yang Anda inginkan, segeralah melamar pekerjaan baru karena kebutuhan akan terus meningkat dan Anda tidak dapat terus-menerus mengandalkan uang pesangon.
Terimalah kenyataan bahwa Anda memang telah kehilangan pekerjaan, tetapi jangan terbuai ilusi bahwa Anda tak bisa mendapatkan yang baru. Tenang, selalu ada pekerjaan untuk orang baik seperti Anda.
Segera mencari kerja
Bisnis kecil-kecilan
Mencari pekerjaan memang bukan perkara yang mudah. Jika Anda sudah berusaha melamar pekerjaan, namun tidak ada satu pun perusahaan yang cocok, maka Anda harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan. Alternatif lain untuk mendapatkan uang adalah dengan berbisnis. Tidak perlu bisnis dengan modal yang besar, berbisnislah sesuai kemampuan diri dan keuangan Anda. Misalkan bisnis kue, katering rumahan atau menjual baju secara online
Ambil pekerjaan yang bersifat transisi, seperti kerja paruh waktu, bahkan beberapa perkerjaan permanen (contohnya proyek tertentu). Selain untuk mempertahankan kondisi keuangan, pekerjaan tersebut akan memacu mental dan semangat Anda sebelum mencari yang baru. Tak jarang orang justru bahagia dengan pekerjaan ini.
Kembangkanlah berbagai macam cara untuk berburu pekerjaan. Buat jadwal khusus agar pikiran Anda terfokus dan tak mudah terkena stres. Cari informasi sebanyak-banyaknya melalui internet dan media massa. Perluas jaringan Anda karena hal ini masih merupakan salah satu cara efektif mendapatkan pekerjaan.
Jika sudah siap, segeralah cari perusahaan dengan visi dan nilai yang sesuai jiwa dan kemampuan Anda. Mereka akan lebih tertarik pada Anda yang memiliki gairah untuk perusahaan daripada mereka yang tertarik pada slip gaji saja. Agar dilirik, buatlah resume dan lamaran pekerjaan Anda secara unik dan menarik. Setelah pemutusan kontrak kerja, bukan berarti Anda berdiam diri dengan terus merenungi nasib dan masa depan. Jangan berlama-lama memikirkan karir yang Anda inginkan, segeralah melamar pekerjaan baru karena kebutuhan akan terus meningkat dan Anda tidak dapat terus-menerus mengandalkan uang pesangon.
Terimalah kenyataan bahwa Anda memang telah kehilangan pekerjaan, tetapi jangan terbuai ilusi bahwa Anda tak bisa mendapatkan yang baru. Tenang, selalu ada pekerjaan untuk orang baik seperti Anda.
Segera mencari kerja
Bisnis kecil-kecilan
Mencari pekerjaan memang bukan perkara yang mudah. Jika Anda sudah berusaha melamar pekerjaan, namun tidak ada satu pun perusahaan yang cocok, maka Anda harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan. Alternatif lain untuk mendapatkan uang adalah dengan berbisnis. Tidak perlu bisnis dengan modal yang besar, berbisnislah sesuai kemampuan diri dan keuangan Anda. Misalkan bisnis kue, katering rumahan atau menjual baju secara online
Strategi Menjalin Pertemanan di Kantor
Semua orang butuh teman untuk bisa diajak bicara dan berbagi, begitu pun ketika di kantor. Walau begitu, tak jarang orang yang menyarankan untuk lebih berhati-hati ketika menjalin pertemanan di kantor.
Kantor merupakan tempat di mana berkumpulnya orang-orang profesional yang memiliki tujuan yang sama yakni kesuksesan. berhati-hatilah, kadang kesuksesan bisa diraih dengan cara yang tidak 'halal' yakni dengan menjatuhkan rekan lain.
Nah, pertemanan yang salah dan cara komunikasi yang tidak tepat itulah yang dapat menjadi senjata rekan lain untuk menjatuhkan karir Anda. Ada strategi khusus dalam menjalin hubungan pertemanan antar sesama rekan kerja. Dilansir dari Times of India, ini dia tiga hal penting yang perlu Anda ketahui ketika berteman dengan rekan kerja.
1. Hindari Gosip
Jangan bergosip atau mengeluh tentang atasan atau pekerjaan Anda. Meskipun salah satu dari mereka merupakan teman terbaik Anda di kantor. Anda tidak akan pernah tahu kapan seseorang dapat berubah dan menghancurkan karir Anda.
2. Hindari curhat masalah pribadi
Sekedar membahas perkembangan anak wajar saja dibicarakan dengan rekan kerja lainnya. Namun, berhati-hatilah ketika membahas kehidupan rumah tangga, keuangan atau rencana liburan Anda. Ini bisa menjadi bumerang untuk Anda, lebih baik simpan rapat-rapat kehidupan pribadi Anda. Jangan sampai orang lain menyalah artikan curhatan Anda.
3. Jangan menyebarkan masalah orang lain
Menjalin hubungan yang baik antar rekan kerja adalah dapat menjaga profesionalisme. Untuk itu, jangan sekali-kali menyebarkan masalah kolega ke rekan kerja lainnya. Anda bisa dicap sebagai penyebar gosip dan tidak lagi dipercaya oleh rekan kerja.
Yang namanya kerja, pasti kita dihadapkan pada banyak tipe rekan kerja. Selain rekan kerja yang menyebalkan, ada juga, lho, rekan kerja yang justru bisa membantu memajukan karier Anda. Rekan kerja yang seperti apa, sih, yang bisa membuat hari Anda terasa lebih ringan?
Si Pemegang Kunci
Pegawai yang paling berpengaruh di dalam suatu perusahaan tidak harus selalu dari jajaran para pimpinan. Tidak sedikit pegawai yang berusaha sekuat tenaga untuk mencari perhatian dari para pimpinan perusahaan, dan mereka sering tidak menyadari bahwa seorang pegawai administrasi atau sekretaris eksekutif yang sering dianggap bukan siapa-siapa justru merupakan orang-orang yang berperan di balik layar.
Orang-orang ini memegang kunci informasi apa yang menjadi prioritas para pimpinan, termasuk jadwal dan suasana hati para pimpinan tersebut. Memiliki hubungan baik dengan mereka akan memudahkan Anda, terutama di saat-saat keadaan darurat. Mereka juga dapat memberi masukan yang berharga atas kapan Anda dapat atau tidak dapat bertemu dengan bos untuk berkonsultasi soal pekerjaan.
Si Pemerhati Gosip
Tidak seperti mereka yang senang menyebarkan gosip, si pemerhati gosip benar-benar mengetahui perkembangan perusahaan yang relevan, serta paham betul dengan politik perusahaan. Si pemerhati gosip tetap menjalankan tugasnya dengan baik, dan selalu memasang telinganya tanpa perlu ikut bergabung untuk ngerumpi.
Menjalin hubungan baik dengan orang yang dapat menyimpulkan informasi serta dapat menyaring apakah informasi yang digosipkan memang betul atau tidak sangatlah penting bagi Anda, terutama di masa-masa peralihan. Bisa jadi si pemerhati gosip mengetahui tentang rencana proyek perusahaan, pemotongan dana atau pengurangan pegawai sebelum informasi disebarkan melalui jalur resmi.
Tidaklah rugi memiliki teman yang dapat dipercaya terutama jika perubahan penting tersebut memang terjadi, Anda sudah tahu jauh hari sebelumnya.
Si Makhluk Sosial
Paling tidak di setiap perusahaan selalu ada tipe orang yang tampaknya kenal dan berhubungan baik dengan semua orang. Dekati mereka. Mereka tidak pernah lupa muka, nama atau detail mengenai orang-orang di perusahaan. Dekat dengan mereka akan dapat membantu Anda terutama jika Anda seorang yang pemalu atau merupakan pegawai baru di perusahaan.
Orang seperti ini pintar berbicara dan berkolaborasi; mereka dapat membantu Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan memudahkan Anda untuk berkenalan dengan pegawai dari departemen lain. Perhatikan cara mereka berkolaborasi ataupun berinteraksi. Cara ini dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan interpersonal Anda dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan yang lain.
Si Tenang dan Berpengalaman
Mereka adalah orang yang berpengalaman dalam temperamen dan tidak bisa diidentifikasikan oleh usia. Di saat-saat yang sangat sibuk dan dikejar deadline, mereka tetap dapat menyelesaikan tugas dengan cara yang tenang dan efisien. Mereka tidak sungkan-sungkan untuk membagi pengalaman saat menghadapi saat-saat yang sulit dan menegangkan serta memberikan kiat-kiatnya. Tidak peduli apakah Anda mencari mereka untuk meminta saran atau menjadikan mereka mentor Anda, pekerja yang tangguh dan bijaksana ini sangat penting untuk ditiru.
Mengetahui hubungan yang tepat dan berpengaruh di tempat kerja sama pentingnya dengan mengerti siapa yang harus didekati, dan siapa yang harus dijauhi. Oleh karena itu, kenali tipe rekan kerja yang telah disebutkan sebelumnya di tempat kerja Anda, dekati mereka --- tidak pernah ada kata terlalu cepat atau terlambat untuk memulai suatu hubungan yang sangat berharga ini.
Kenali Karakter Rekan Kerja Anda Sebelum Menegurnya
Konflik dalam dunia kerja tidak bisa dihindari. Rasa kesal, marah dan tidak dapat mengontrol emosi sering kali menjadi bagian sehari-hari di kantor.
Namun, ada baiknya sebelum Anda menegur rekan kerja atau bawahan, kenali terlebih dahulu karakternya. Mengenali karakteristik seseorang dan bagaimana semestinya menghadapinya, dapat menghindari pertikaian yang lebih besar.
Pada dasarnya ada perlakuan dan kiat tersendiri untuk menghadapi setiap kerakter rekan kerja. Ingin tahu lebih jelasnya? Berikut beberapa karekter seseorang dan cara menghadapinya, seperti dilansir dari buku karangan Mien R. Uno, 'Etiket Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan'.
Tipe orang pemarah
Orang yang termasuk tipe pemarah sangat mudah terpancing emosi, mereka pun kerap mengabaikan akal sehatnya. Cara paling efektif untuk menghadapinya adalah dengan menegur orang itu secara halus.
Tipe orang mudah tersinggung
Waspadalah ketika memarahi orang yang mudah tersinggung. Sebetulnya mereka adalah orang yang tidak percaya diri. Kenalilah sikap ketersinggungannya, tergurlah dia baik-baik tanpa menyertakan hal-hal yang membuatnya tertekan. Untuk amannya, berkatalah seperlunya.
Tipe sensitif
Bersikaplah ekstra hati-hati dengan orang dengan tipe sensitif. Mereka sangat perasa dan setiap omongan yang orang lain lontarkan dapat menyentuh perasaannya. Jadi, pikirkanlah kata-kata yang akan Anda ucapkan, jangan sampai dia malah menjadi histeris.
Tipe 'over confident'
Tidak bisa disangkal bertemu orang yang terlalu percaya diri, kadang menyebalkan. Biasanya mereka selalu merasa pintar, benar dan sok tahu. Untuk menghadapi tipe orang yang satu ini adalah dengan mengambil sikap agak keras. Karena dia biasa bersikap seenaknya, Anda pun bisa memarahinya tanpa perlu berhati-hati.
Tipe cuek
Mereka biasanya tidak peduli dengan kemarahan Anda dan tidak dimasukkan ke dalam hati. Jadi, Anda bisa menghadapinya dengan lebih terbuka. Tidak masalah bila menggunakan nada yang tegas dan lugas. Tapi, tetap tidak perlu kasar.
Cara Mempertahankan Kerja
Pada suatu hari, seorang teman lama datang menceritakan bahwa saat ini, dia sedang tidak mempunyai pekerjaan. Teman tersebut menceritakan pengalamannya yang cukup "serius", dan keinginannya untuk dibantu dicarikan pekerjaan. Singkat cerita, akhirnya terjawab juga pertanyaan "mengapa sampai kehilangan pekerjaan lama ?". Ternyata pada saat Lebaran yang lalu, teman tersebut pulang kampung, dan karena alasan "klasik" , kesulitan kendaraan, sehingga terlambat kembali masuk kerja satu hari. Satu minggu kemudian teman tersebut diminta untuk tidak masuk bekerja lagi (alias diberhentikan), dengan alasan mangkir.
Ilustrasi seperti di atas, mungkin tidak hanya menimpa teman tersebut, melainkan banyak di antara kita tertimpa juga hal yang demikian. Penyimpangan sedikit saja yang dilakukan oleh karyawan bisa menjadi malapetaka bagi karyawan yang bersangkutan. Bila diperhatikan benar-benar, pada ilustrasi di atas, karyawan tersebut memang bersalah karena tidak menepati ketentuan sehingga harus absen satu hari dengan alasan kesulitan kendaraan untuk kembali ke kota tempatnya bekerja. Tetapi apakah ini memang merupakan suatu "dosa" yang sangat besar, sehingga harus berakibat pada pemberhentian karyawan tersebut? "Dosa" besar atau kecil bisa dilihat dari berbagai sisi, dan tergantung pada kepentingan perusahaan terhadap karyawan tersebut. Dalam masalah putus hubungan kerja, bagaimanapun juga perusahaan lebih "berkuasa".
Tindakan langsung pecat ini, tidak banyak terjadi dulu, pada saat situasi ekonomi sedang baik, di mana industri berkembang baik dan perusahaan sedang memerlukan tenaga kerja. Tetapi pada saat masih sulit seperti sekarang ini, di mana banyak perusahaan terpaksa harus mengurangi kegiatan operasionalnya, kejadian karyawan mangkir justru menjadi salah satu alasan untuk melakukan tindakan langsung pecat ini. Bukan tidak mungkin ilustrasi di atas tersebut akan menimpa atau dilakukan bagi tenaga kerja lainnya yang sekarang ini masih aktif. Oleh karenanya, bagi karyawan, perlu kiranya memikirkan strategi mempertahankan pekerjaan agar bisa tetap aktif mendapatkan mata pencaharian.
Bermacam-macam hal bisa dilaksanakan oleh karyawan dalam usahanya untuk mempertahankan pekerjaannya. Misalnya :
• Lebih tekun dalam melaksanakan tugas Bagaimanapun juga keadaan ekonomi yang masih sulit ini sangat mempengaruhi dunia usaha. Akibatnya penghematan dilakukan di mana-mana. Tidak terkecuali penghematan biaya tenaga kerja. Bila tadinya perusahaan bisa memberikan toleransi yang agak longgar terhadap kelebihan tenaga kerja yang dimilikinya, sekarang pastilah perusahaan amat selektif dalam biaya tenaga kerja tersebut. Bila tidak terdapat jalan keluar yang lebih baik akhirnya pasti dilaksanakan pemutusan hubungan kerja. Dan hal ini sudah banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Pemutusan hubungan kerja ini pada umumnya dilakukan bertahap, dengan mengurangi tenaga-tenaga kerja yang dianggap tidak qualified. Keadaan ini bagi karyawan yang masih tinggal juga merupakan suatu hal yang tidak menenteramkan. Oleh karenanya sebagai suatu usaha untuk mempertahankan diri pada pekerjaan, sebaiknya karyawan lebih menaruh perhatian lagi pada tugasnya, lebih tekun menjalankan aktivitasnya. Ketekunan karyawan bisa mendorong prestasi. Dan prestasi tinggi inilah yang antara lain akan menjadi pertimbangan manajemen untuk tidak melakukan pemutusan tenaga kerja.
• Meningkatkan disiplin kerja Bila disaat-saat yang lalu, karyawan tidak terlalu memperhatikan kedisiplinan kerja atau menganggap enteng hal-hal yang berkaitan dengan disiplin, sebaiknya hal ini dikurangi. Bila dulu bisa membolos dulu, ijin belakangan. Hal seperti ini, sekarang, jangan diremehkan. Meningkatkan disiplin diri akan membantu prestasi kerja.
• Membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Yang dimaksud di sini bukan mengganggu atau mencampuri urusan rekan sekerja, tetapi menyediakan diri untuk membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Banyak hal yang bisa diperoleh dari hal ini. Waktu yang berlebih dari seorang karyawan karena berkurangnya beban kerja, bisa dimanfaatkan dengan efektif. Dengan membantu rekan kerja lain, pengalaman bertambah, pengetahuan, dan ketrampilan pun meningkat.
• Pengembangan diri. Seperti diketahui, saat ini banyak sekali perusahaan yang masih melakukan penghematan. Tidak terkecuali penghematan pada biaya pengembangan karyawan. Padahal kelangsungan operasional perusahaan menuntut profesionalisme sumber daya manusia. Dan profesionalisma menuntut pengembangan yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Sangat disadari oleh siapa pun bahwa biaya pengembangan sumber daya manusia itu tidak murah, besar sekali jumlahnya. Pada saat ini banyak perusahaan yang memotong biaya pengembangan karyawan, dan prioritas hanya diberikan kepada peningkatan pengetahuan atau keterampilan karyawan yang benar-benar penting. Padahal bila dikatakan penting, semua karyawan perlu dikembangkan sehingga makin hari akan makin mahir melaksanakan tugasnya.
Untuk mengatasi hal ini, karyawan bisa berpartisipasi juga dalam mengembangkan diri secara aktif. Banyak cara yang bisa dilakukan. Dengan biaya sendiri karyawan bisa melakukan pengembangan diri, mulai dari membeli buku-buku yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, mengikuti kursus-kursus, maupun mengikuti program pendidikan bergelar. Tentunya, dalam hal ini dituntut suatu keikhlasan dan ketulusan, serta pemahaman karyawan bahwa mati hidupnya perusahaan tidak hanya bergantung pada manajemen atau pemilik perusahaan saja, tetapi juga pada karyawan semua.
Hal-hal tersebut di atas hanyalah merupakan suatu contoh yang bisa dipraktekkan sebagai strategi karyawan dalam mempertahankan pekerjaan, terutama di masa sulit seperti sekarang ini. Usaha-usaha lainnya yang merupakan pengembangan kreativitas karyawan tentunya akan sangat membantu upaya mempertahankan pekerjaan yang sudah dimiliki saat ini. Sekali lagi, kelangsungan bisnis perusahaan bukan hanya merupakan tanggung jawab manajemen dan pemilik perusahaan saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab karyawan seluruhnya. Oleh karenanya upaya mempertahankan operasional perusahaan juga merupakan tanggung jawab bersama. Pengembangan diri dan disiplin pasti akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan tetapi yang lebih penting adalah bagi diri sendiri. Kemampuan, keterampilan, dan kreativitas pribadi karyawan merupakan bekal yang sangat mendasar sehingga karyawan bisa menunjukkan prestasi yang baik dan hal inilah yang akan dihargai oleh perusahaan.
Perasaan-perasaan seperti jenuh dengan pekerjaan, merasa tak pernah berprestasi meski telah bertahun-tahun melakukan rutinitas dari pekerjaan, perlu diwaspadai! Jika ini menyangkut performa kerja Anda, bisa jadi perusahaan justru punya alasan untuk menendang Anda. Duh, mengerikan sekali, bukan?
Jangan biarkan perasaan negatif ini terjadi berlarut-larut! Segera cari cara agar Anda lebih bernilai di mata perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan pekerjaan serta posisi karier yang Anda cintai ini.
Investasi Diri
Jika Anda merasa selama ini bekerja biasa-biasa saja, bahkan lingkungan pekerjaan mulai membosankan, karena tak kunjung memberikan apresiasi seperti yang Anda hayalkan, jangan biarkan! Sudah saatnya Anda mengasah kecakapan dengan pengalaman dan pendidikan tambahan. Sadari apa yang hilang dari resume Anda.
Apa yang membuat Anda berharga bagi perusahaan. Ikuti kursus yang Anda butuhkan untuk meningkatkan keahlian. Atau, lakukan proyek kerja yang bisa Anda ikuti secara sukarela. Jangan sepelekan setiap kesempatan yang ada di sekeliling. Ini saat yang tepat untuk ibaratnya ”membelanjakan uang” demi sesuatu yang bermanfaat!
Buat Diri Dibutuhkan
Sesekali Anda butuh mengambil kerja ekstra atau waktu lembur. Tanyakan kepada atasan, apakah Anda dapat membantu perusahaan yang sedang menghadapi masa sulit. Biarkan mereka tahu, Anda dapat diandalkan dan selalu siap sedia jika perusahaan membutuhkan. Pastikan Anda mampu dan siap untuk memberikan segala daya upaya untuk membuat perusahaan lebih maju.
Temukan Keahlian Unik
Apa yang membuat Anda lebih menonjol dibanding rekan kerja lainnya? Kelebihan. Kenunikan! Kini, tanyakan kepada diri, keunikan apa yang Anda miliki sehingga mampu mendongkrak kinerja, menunjukkan kelebihan, dan nilai plus Anda di mata perusahaan?
Gali dan cari tahu tentang kelebihan Anda! Komunikasikan! Dan buat Anda melesat dalam karier! Anda bisa mencoba mengamati orang lain dan diri Anda sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, menemukan solusi, maupun berkompromi dengan sejumlah klien.
Proaktif & Kembangkan Jaringan
Perluas jaringan mulai sekarang! Bangun aliansi yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda. Ini demi perusahaan dan diri Anda sendiri. Cobalah bergabung dalam tim atau berkolaborasi dalam beberapa proyek yang membangkitkan semangat bisnis. Jaringan ini juga sangat membantu jika suatu ketika Anda diberhentikan dari perusahaan, karena memiliki jaringan masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Bersiap Untuk Skenario Terburuk
Selain memulai upaya untuk kepentingan perusahaan, Anda juga perlu mengembangkan kesiapan untuk hal-hal terburuk. Bukan untuk menanamkan pikiran negatif, tetapi untuk bersikap antisipatif dalam mengambil keputusan yang lebih strategis.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa membangun jaringan dimana-mana. Misalnya dengan menjadi anggota dari perkumpulan keahlian tertentu, hobi, perkumpulan agama, bahkan berdiskusi dengan rekan-rekan komunitas secara online.
Kedua, Anda bisa membuat rencana cadangan. Misalnya, rencanakan apakah keuangan Anda mampu menjamin kelangsungan hidup jika diberhentikan dari pekerjaan. Caranya, dengan menyimpan uang ekstra ke dalam rekening tabungan, memotong beberapa pengeluaran, dan mencari cara agar Anda bisa memiliki emergency fund untuk masa sulit.
Rabu, 15 Mei 2013
10 Cara Agar Dapat Promosi
Tahun ini, lagi-lagi, Anda tidak mendapat promosi dalam pekerjaan? Ya betul, memang promosi dalam pekerjaan tidak bisa diperoleh begitu saja.
Bisa saja Anda termasuk pegawai yang berpengalaman, memenuhi persyaratan, sekaligus pekerja keras. Tetapi jangan lupa, selalu ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan. Misalnya penampilan, dan kesan yang Anda berikan, hubungan kerja dengan atasan ataupun dengan sesama rekan kerja, serta politik perusahaan. Jangan lupa, keberuntungan juga ikut berperan.
Menurut Nancy Wajler, pejabat dekan di Departemen Perkembangan SDM dan Ekonomi di Harper College, Illinois, mengatakan, karyawan yang menginginkan promosi harus mempunyai rasa memiliki terhadap pekerjaannya sehingga memikirkan juga inisiatif-inisiatif perbaikan kerja, dan bertanggung jawab agar pekerjaan berjalan lancar.
"Saya menyebutnya karyawan entrepreneur. Mereka tertantang menghadapi masalah sehari-hari dalam pekerjaan. Dengan begitu akan menarik perhatian pimpinan," kata Wajler.
Berikut ini 10 kiat-kiat yang perlu anda perhatikan bila anda ingin mendapatkan promosi
1. Kuasai pekerjaan Anda
Kuasai dengan sungguh-sungguh bidang yang Anda kerjakan dan perluas wawasan serta keterampilan Anda pada bidang-bidang yang genting di dalam perusahaan. Jangan pernah menolak untuk mengikuti training. Bila Anda tertarik pada posisi tertentu, pelajari segala sesuatu yang perlu Anda ketahui yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut agar Anda dapat memperbaiki kekurangan.2. Jalin hubungan baik dengan atasan
Atasan merupakan penghubung antara Anda dan posisi Anda berikutnya. Jalin hubungan baik dengannya dan tunjukkan kepadanya bahwa Anda mengerti apa yang dia mau. Secara rutin, diskusikan dengan atasan Anda apa yang diperlukannya dan bagaimana Anda dapat membantunya.3. Ciptakan hubungan
Jalin hubungan baik dengan sesama rekan sekerja, tidak hanya dengan rekan sekerja di satu departemen dengan Anda tetapi juga dengan rekan sekerja yang berada di departemen lain. Misalnya, ketika waktu Anda sedang agak senggang karena pekerjaan inti Anda telah selesai, bantulah mereka bila mereka membutuhkan. Bergabung dengan tim bulu tangkis ataupun kegiatan lain yang diadakan oleh perusahaan, atau makan siang di luar kantor bersama rekan-rekan sekerja paling tidak sekali seminggu.4. Sadari kemampuan yang Anda miliki
Catat prestasi yang telah Anda capai serta kontribusi Anda pada perusahaan. Kumpulkan portfolio hasil kerja yang memperlihatkan ketrampilan dan pengalaman Anda. Hal ini tidak hanya mengingatkan Anda betapa hebatnya diri Anda tetapi juga membantu Anda dalam memberi contoh kepada rekan sekerja yang lain.5. Pancarkan aura positif
Banyak pemimpin ataupun orang-orang yang sukses memiliki sikap "saya bisa" yang mempengaruhi mereka yang berada di sekitarnya. Pastikan Anda memberikan energi positif dengan menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan kepada rekan sekerja, serta tidak suka mengeluh. Lakukan dengan cara yang terbaik untuk menyatakan sesuatu dengan kata-kata yang membangun dan mudah dimengerti.6. Berani tampil
Jadilah seseorang yang berani tampil agar orang memperhatikan Anda. Tawarkan diri Anda untuk menjadi pembicara pada rapat yang diadakan dengan perusahaan lain, atau menulis artikel untuk buletin perusahaan baik mengenai keberhasilan yang dicapai oleh diri sendiri ataupun tim kerja Anda. Cari kesempatan untuk dapat berkenalan dengan teman-teman atasan Anda ataupun pimpinan lain di dalam perusahaan tempat Anda bekerja.7. Perhatikan penampilan
Bila menginginkan kedudukan sebagai wakil direktur penjualan, berpenampilanlah dan berperilakulah sebagai seorang wakil direktur penjualan! Namun tidak berarti Anda harus mengenakan pakaian kerja yang berlebihan. Berpakaianlah secara sederhana tapi meyakinkan.8. Ciptakan kesempatan
Sesuaikan aspirasi Anda dengan kebutuhan dari departemen dan perusahaan dimana Anda bekerja. Pelajari tren industri, evaluasi kebutuhan, dan tantangan dari perusahaan Anda. Bila melihat ada bagian / departemen yang tidak diperhatikan, ajukan diri Anda dengan menuliskan proposal dan deskripsi untuk mengembangkannya.9. Bersabar
Banyak pegawai yang tidak lama berada di suatu perusahaan, terutama mereka yang masih muda. Jangan lupa, bila ada rekan sekerja yang berhenti maka hal ini dapat merupakan peluang bagi Anda untuk mendapatkan promosi. Jadi, bertahanlah dan peka dengan situasi di perusahaan Anda.10. Tempat dan saat yang tepat
Bisa saja terjadi atasan ataupun pimpinan lain di dalam perusahaan tidak menyukai Anda, dan kebetulan perusahaan sedang mengalamai masa sulit sehingga akan mengurangi pegawainya. Hal ini berarti kemungkinan bagi Anda untuk dipromosikan menjadi tipis. Oleh karena itu Anda harus bersikap realistis. Tempatkan diri Anda pada situasi dimana kemungkinan untuk mencapai keberhasilan lebih besar. Cari perusahaan yang Anda sukai serta sesuai dengan latar belakang pendidikan serta budaya perusahaan yang sesuai dengan gaya dan nilai kerja Anda.Banyak Cara melakukan kerusakan dan begitu mudahnya melakukan suatu hal negatif, ambil contoh merobek kertas, membuang pensil, membanting gelas dan lainnya. Sedangkan kebalikannya tentu jauh lebih sulit, seperti Mengarsipkan Dokumen, Menyimpan Pensil, Menata Gelas. Demikian pula dengan menata dan membangun karir tentu lebih sulit dibandingkan menghancurkannya.
Jalan Jadi Atasan Teladan
Pernahkah Anda berpikir, apa sebenarnya yang harus Anda lakukan sebagai seorang manajer, atasan, alias bos? Berikut sejumlah keterampilan yang diperlukan untuk membantu Anda dalam soal mengelola pekerjaan sehingga semuanya berjalan lancar dan Anda pun akan dinilai sebagai atasan teladan.
1. Komunikasi Jelas & Hati-hati
Komunikasi memegang peranan penting pada setiap kegiatan pengelolaan, dan merupakan komponen dasar dari keberhasilan Anda. Jarang ada seorang manajer sukses tanpa memiliki cara berkomunikasi yang baik.
2. Informasi Lewat Saluran Tepat
* Bila Anda memberi informasi pada tim kerja tentang pedoman perusahaan atau informasi industri, Anda bisa membantu memotivasi mereka untuk mencapai sasaran, sekaligus membantu mereka saat membuat keputusan sesuai dengan informasi yang Anda berikan.
* Bila Anda melaporkan tim kerja pada pimpinan perusahaan tentang kontribusi dan kebutuhan mereka, berarti Anda mempromosikan nilai tim kerja dan memberitahukan sumber-sumber yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan mereka.
* Bila Anda menyampaikan berita tentang keberhasilan dan kebutuhan tim kerja kepada departemen lain di perusahaan, Anda mempromosikan visi dan penghargaan tim kerja di dalam perusahaan. Menyebarkan informasi merupakan keahlian tersendiri yang harus Anda miliki.
3. Siapkan Sasaran
Karena berada di depan, Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. Andalah yang menentukan kemana akan mengarahkan tim kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan misi dan tujuan perusahaan, Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim kerja.
4. Motivasi Tim Kerja
Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. Motivasi bukan hanya mengenai uang atau kompensasi, walaupun hal ini juga memegang peranan penting. Walaupun memerlukan orang yang memiliki motivasi, Anda harus ingat bahwa motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi.
5. Prioritaskan Kegiatan
Anda bertanggung jawab untuk mengawasi tim kerja. Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar tenggat waktu. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting dan terberat. Manajer yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
6. Memonitor
Ingat, tugas Anda bukan hanya membagi tugas, menjelaskan tujuan, memotivasi setiap orang lalu duduk santai di meja kerja dan menunggu laporan akhir. Anda tetap harus memonitor sampai di mana bawahan mengerjakan tugas yang dibebankan kepada mereka, memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Dengan demikian, Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan begitu pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu.
7. Mengevaluasi
Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan Anda akan dievaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat nilai evaluasi dari Anda. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi, pegawai yang bersangkutan akan kecewa, stres, serta tidak bersemangat. Cara penyampaian dan pendekatan kepada tim dapat mengubah pandangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung.
8. Mengatasi Konflik
Konflik membuat orang menjadi stres dan konflik dapat terjadi di tempat kerja di mana pun juga. Sebagai atasan yang baik, Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Praktekkan keterampilan Anda dan latih bawahan. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif, berarti Anda melancarkan kerja sama yang memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja.
9. Mengembangkan Keterampilan Tim
Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Anda harus dapat mengantisipasi konteks masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi tim kerja. Agar tim kerja mencapai keberhasilan, Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja dan mengatasinya. Misalnya dengan memberi pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang dituju.
10. Pandai Menempatkan Diri
Ada saatnya Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan dan Anda harus mau serta bisa melakukannya. Tentu tidak selalu karena Anda sendiri juga dituntut untuk memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan pada anak buah. Bimbing mereka menuju tangga sukses.
11. Jadi teladan anak buah
Kamu setuju kan kalau si bos yang baik itu selalu datang tepat waktu, nggak suka molor kalau bikin janji. Janjian rapat jam 2 siang eh datang sejam kemudian. Kalau bosnya aja gitu jangan salahin kalau anak buah ikut-ikutan. Nah, ini harusnya menjadi warning buat bos kamu, bahwa gerak-gerik dia pasti ditiru anak buah. Kalau dia ingin anak buahnya baik ya dia harus baik juga. Gitu.
12. Empati sama anak buah
Terharu banget pastinya kalau kamu lagi terbaring sakit tak berdaya terus tiba-tiba si bos datang menjenguk sambil senyum ngasih motivasi biar kamu ceria seperti dulu kala. Yaa, kamu kan juga manusia butuh penghargaan dan penghormatan juga. Si bos tidak akan sukses tanpa bantuan anak buah seperti kamu, seharusnya dia sadar itu. Jadi dia perlu juga punya empati sama anak buahnya. Ngerti perasaan anak buah. Sesekali bercanda biar nggak kaku, atau kadang ngasih hadiah kejutan gitu. Pokoknya si bos yang baik itu kalau dia nyadar bahwa anak buahnya itu manusia bukan mesin!!
13. Berani dan bertanggung jawab
Pasti kamu merasa aneh lihat si bos malah ngumpet pas perusahaan kena masalah. Harusnya si bos berada di garda depan pas ada masalah nggak malah nyuruh-nyuruh orang lain nyelesein masalahnya. Cemen dan nggak bertanggung jawab! Heran aja ya orang nggak punya mental pemimpin kok bisa jadi bos!
1. Komunikasi Jelas & Hati-hati
Komunikasi memegang peranan penting pada setiap kegiatan pengelolaan, dan merupakan komponen dasar dari keberhasilan Anda. Jarang ada seorang manajer sukses tanpa memiliki cara berkomunikasi yang baik.
2. Informasi Lewat Saluran Tepat
* Bila Anda memberi informasi pada tim kerja tentang pedoman perusahaan atau informasi industri, Anda bisa membantu memotivasi mereka untuk mencapai sasaran, sekaligus membantu mereka saat membuat keputusan sesuai dengan informasi yang Anda berikan.
* Bila Anda melaporkan tim kerja pada pimpinan perusahaan tentang kontribusi dan kebutuhan mereka, berarti Anda mempromosikan nilai tim kerja dan memberitahukan sumber-sumber yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan mereka.
* Bila Anda menyampaikan berita tentang keberhasilan dan kebutuhan tim kerja kepada departemen lain di perusahaan, Anda mempromosikan visi dan penghargaan tim kerja di dalam perusahaan. Menyebarkan informasi merupakan keahlian tersendiri yang harus Anda miliki.
3. Siapkan Sasaran
Karena berada di depan, Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. Andalah yang menentukan kemana akan mengarahkan tim kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan misi dan tujuan perusahaan, Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim kerja.
4. Motivasi Tim Kerja
Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. Motivasi bukan hanya mengenai uang atau kompensasi, walaupun hal ini juga memegang peranan penting. Walaupun memerlukan orang yang memiliki motivasi, Anda harus ingat bahwa motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi.
5. Prioritaskan Kegiatan
Anda bertanggung jawab untuk mengawasi tim kerja. Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar tenggat waktu. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting dan terberat. Manajer yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
6. Memonitor
Ingat, tugas Anda bukan hanya membagi tugas, menjelaskan tujuan, memotivasi setiap orang lalu duduk santai di meja kerja dan menunggu laporan akhir. Anda tetap harus memonitor sampai di mana bawahan mengerjakan tugas yang dibebankan kepada mereka, memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Dengan demikian, Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan begitu pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu.
7. Mengevaluasi
Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan Anda akan dievaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat nilai evaluasi dari Anda. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi, pegawai yang bersangkutan akan kecewa, stres, serta tidak bersemangat. Cara penyampaian dan pendekatan kepada tim dapat mengubah pandangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung.
8. Mengatasi Konflik
Konflik membuat orang menjadi stres dan konflik dapat terjadi di tempat kerja di mana pun juga. Sebagai atasan yang baik, Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Praktekkan keterampilan Anda dan latih bawahan. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif, berarti Anda melancarkan kerja sama yang memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja.
9. Mengembangkan Keterampilan Tim
Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Anda harus dapat mengantisipasi konteks masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi tim kerja. Agar tim kerja mencapai keberhasilan, Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja dan mengatasinya. Misalnya dengan memberi pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang dituju.
10. Pandai Menempatkan Diri
Ada saatnya Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan dan Anda harus mau serta bisa melakukannya. Tentu tidak selalu karena Anda sendiri juga dituntut untuk memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan pada anak buah. Bimbing mereka menuju tangga sukses.
11. Jadi teladan anak buah
Kamu setuju kan kalau si bos yang baik itu selalu datang tepat waktu, nggak suka molor kalau bikin janji. Janjian rapat jam 2 siang eh datang sejam kemudian. Kalau bosnya aja gitu jangan salahin kalau anak buah ikut-ikutan. Nah, ini harusnya menjadi warning buat bos kamu, bahwa gerak-gerik dia pasti ditiru anak buah. Kalau dia ingin anak buahnya baik ya dia harus baik juga. Gitu.
12. Empati sama anak buah
Terharu banget pastinya kalau kamu lagi terbaring sakit tak berdaya terus tiba-tiba si bos datang menjenguk sambil senyum ngasih motivasi biar kamu ceria seperti dulu kala. Yaa, kamu kan juga manusia butuh penghargaan dan penghormatan juga. Si bos tidak akan sukses tanpa bantuan anak buah seperti kamu, seharusnya dia sadar itu. Jadi dia perlu juga punya empati sama anak buahnya. Ngerti perasaan anak buah. Sesekali bercanda biar nggak kaku, atau kadang ngasih hadiah kejutan gitu. Pokoknya si bos yang baik itu kalau dia nyadar bahwa anak buahnya itu manusia bukan mesin!!
13. Berani dan bertanggung jawab
Pasti kamu merasa aneh lihat si bos malah ngumpet pas perusahaan kena masalah. Harusnya si bos berada di garda depan pas ada masalah nggak malah nyuruh-nyuruh orang lain nyelesein masalahnya. Cemen dan nggak bertanggung jawab! Heran aja ya orang nggak punya mental pemimpin kok bisa jadi bos!
Langganan:
Postingan (Atom)