Bipolar disorder adalah penyakit psikologi yang ditandai dengan perubahan mood atau alam perasaan yang sangat ekstrem, berupa depresi dan mania. Penyandang bipolar juga akan menderita perubahan energi dan perilaku yang begitu cepat.
Suasana hati para penderita dapat berganti secara tiba-tiba, antara dua kutub atau bipolar yang berlawanan: kebahagiaan, disebut mania, dan kesedihan atau depresi. Perubahan itu terjadi secara ekstrem.
Menurut dokter kesehatan mental, dr Nurmiati Amir SpKJ, para penderita bipolar sekilas akan terlihat sama dengan orang-orang yang sehat dan normal. Mereka bisa pintar dan memiliki pekerjaan yang sama dengan orang normal. Namun, para penderita bipolar ini mood-nya lebih sering berganti.
Untuk pengobatannya, kata Nurmiati, ada beberapa cara. "Seperti dengan obat, edukasi, psikoterapi, danelectroconvulsive therapy atau ECT," kata Nurmiati di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin, 25 Februari 2013.
Pasien bipolar disorder yang meminum obat dapat menekan suasana hatinya hingga tak berubah secara drastis. Obat itu, Nurmiati mengatakan, bisa membuat kimia otak penderita kembali normal. "Sehingga emosi yang diatur agar lebih tenang."
Sebagai penyakit, bipolar adalah gangguan yang kompleks. Bahkan, hingga sekarang belum ada solusi sempurna untuk penanganannya. Dengan demikian, diperlukan kerja keras pasien serta dokter untuk menjaga kestabilan mood. "Dengan mengedukasi penderita dan keluarga soal dasar pencetusan perubahan mood, suasana hati yang stabil akan lebih mudah dicapai," ujar Nurmiati.
Edukasi yang diberikan dokter ke pasien bipolar disorder berupa anjuran memperbaiki gaya hidup, di antaranya tidur teratur, mengatasi stresor, dan tidak menggunakan alkohol. Sedangkan psikoterapi berguna agar pasien mengerti cara terbaik berhubungan dengan keluarga, pasangan, serta masyarakat.
Hingga kini, Nurmiati melihat masih banyak tantangan yang dihadapi penderita bipolar agar bisa sembuh. Misalnya, pengetahuan pasien yang minim tentang penyakit ini, ketidakpatuhan pasien pada nasihat dokter, atau adanya penyakit fisik maupun psikiatrik yang menyertai bipolar. "Yang paling besar tantangannya adalah pasien yang malas mengkonsumsi obat," katanya.
Tampilkan postingan dengan label melamar pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melamar pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Mei 2014
Sabtu, 10 Agustus 2013
Lowongan Kerja - Business Development Manager
PT Lawsim Zecha
Requirements Business Development Manager:
hrd@lawsim.com
Requirements Business Development Manager:
- Pria / Wanita
- Usia minimal 25 tahun
- Lulusan minimal S1
- Fak Farmasi / Kimia / Manajemen Pemasaran
- Bahasa Inggris Aktif (lebih diutamakan bahasa Mandarin)
- Pengalaman dibidangnya minimal 2 tahun
- Memiliki SIM A
hrd@lawsim.com
Meraih Karier Impian Yang Menyenangkan
Ketika menginjak usia 40-an dan memiliki kehidupan yang lebih mapan, tentu Anda punya pertimbangan lain dalam mengambil keputusan terhadap karier selanjutnya. MenurutAlviko Ibnugroho, Financologistdan penulis buku Pensiun: Ketika Keputusan Menjadi Keberkahan,dalam memilih karier kedua orang biasanya lebih banyak didorong oleh keinginan untuk mendapatkan kepuasan batin dibandingkan kepuasan material. Misalnya karier yang sesuai passion, pekerjaan yang waktunya lebih fleksibel, ataupun profesi yang bermanfaat bagi banyak orang.
Sebelum mulai melangkah dalam menjalani karier kedua, kita perlu memahami minat dan potensi 'terpendam' untuk menemukan passion Anda sebenarnya. Menurut Alviko, agar bisa meraih sukses di karier kedua, idealnya kita mesti bekerja di jalur yang sejalan dengan potensi dan bakat tersebut. “Pilihan karier yang tepat akan membuat suasana kerja yang menyenangkan sehingga lebih bersemangat. Dengan semangat tinggi akan memacu kita berprestasi, yang pada akhirnya akan mengacu pada kebahagiaan hidup kita kelak,” ungkap Alviko. Bila masih ragu tentang bakat dan minat Anda sebenarnya, kini tersedia beragam alat tes yang bisa diandalkan untuk mendeteksinya, seperti psikotes atau fingerprint test.
Dalam memilih karier kedua, Alviko menyarankan sebaiknya tidak diputuskan secara emosional karena biasanya bersifat tidak langgeng lantaran tidak memiliki pondasi yang kuat. Karier kedua yang telah dipilihnya menjadi sulit dinikmati atau dijalani secara optimal sehingga mudah tergoda untuk beralih ke karier lainnya lagi. Disarankan pula untuk tidak asal memilih karier kedua, mengingat ini bukan waktunya lagi untuk sekadar coba-coba.
Namun, untuk memulai karier kedua tentunya Anda perlu persiapan mental yang matang karena akan menemui banyak tantangan. Merintis karier kedua tentu tak bisa langsung senyaman berada di ‘puncak’ karier pertama. Di awal karier kedua, Anda mungkin akan mengalami masa-masa sulit. Ingat pula bahwa keberhasilan meraih impian tidak bisa diraih dalam satu atau dua malam. Kalau ternyata belum berhasil, jangan mudah menyerah dan tetaplah berusaha dan berpikir positif.
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah persiapan finansial. Selama masa transisi menuju karier kedua, Anda harus menyiapkan dana cadangan yang cukup untuk menunjang kehidupan Anda sehari-hari sampai kembali memperoleh penghasilan. Alviko juga mengingatkan, jangan menentukan karier kedua berdasarkan desakan finansial. Sebab membuat Anda hanya melihat materi yang didapat, dan bukan nilai atau manfaat yang bisa diperoleh.
Sebelum mulai melangkah dalam menjalani karier kedua, kita perlu memahami minat dan potensi 'terpendam' untuk menemukan passion Anda sebenarnya. Menurut Alviko, agar bisa meraih sukses di karier kedua, idealnya kita mesti bekerja di jalur yang sejalan dengan potensi dan bakat tersebut. “Pilihan karier yang tepat akan membuat suasana kerja yang menyenangkan sehingga lebih bersemangat. Dengan semangat tinggi akan memacu kita berprestasi, yang pada akhirnya akan mengacu pada kebahagiaan hidup kita kelak,” ungkap Alviko. Bila masih ragu tentang bakat dan minat Anda sebenarnya, kini tersedia beragam alat tes yang bisa diandalkan untuk mendeteksinya, seperti psikotes atau fingerprint test.
Dalam memilih karier kedua, Alviko menyarankan sebaiknya tidak diputuskan secara emosional karena biasanya bersifat tidak langgeng lantaran tidak memiliki pondasi yang kuat. Karier kedua yang telah dipilihnya menjadi sulit dinikmati atau dijalani secara optimal sehingga mudah tergoda untuk beralih ke karier lainnya lagi. Disarankan pula untuk tidak asal memilih karier kedua, mengingat ini bukan waktunya lagi untuk sekadar coba-coba.
Namun, untuk memulai karier kedua tentunya Anda perlu persiapan mental yang matang karena akan menemui banyak tantangan. Merintis karier kedua tentu tak bisa langsung senyaman berada di ‘puncak’ karier pertama. Di awal karier kedua, Anda mungkin akan mengalami masa-masa sulit. Ingat pula bahwa keberhasilan meraih impian tidak bisa diraih dalam satu atau dua malam. Kalau ternyata belum berhasil, jangan mudah menyerah dan tetaplah berusaha dan berpikir positif.
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah persiapan finansial. Selama masa transisi menuju karier kedua, Anda harus menyiapkan dana cadangan yang cukup untuk menunjang kehidupan Anda sehari-hari sampai kembali memperoleh penghasilan. Alviko juga mengingatkan, jangan menentukan karier kedua berdasarkan desakan finansial. Sebab membuat Anda hanya melihat materi yang didapat, dan bukan nilai atau manfaat yang bisa diperoleh.
Minggu, 04 Agustus 2013
Lowongan Kerja -Sales Office Head Development Program di PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk - Honda
Responsibilities Sales Office Head Development Program (SOHDP):
Sales Office Head Development Program is a program that prepares new employees to become Sales Office Head in the Astra Motor, a way to give recognition and understanding of the business management and values held by Astra, especially Astra Motor. As well as providing new equip new employees about the materials associated with respective jobs as new employees in accordance with the field work that will occupy.
Requirements Sales Office Head Development Program (SOHDP):
For further information please visit
astramotor.co.id/career
Please send your latest and comprehensive resume to
recruitment@hso.astra.co.id
Responsibilities Sales Office Head Development Program (SOHDP):
Sales Office Head Development Program is a program that prepares new employees to become Sales Office Head in the Astra Motor, a way to give recognition and understanding of the business management and values held by Astra, especially Astra Motor. As well as providing new equip new employees about the materials associated with respective jobs as new employees in accordance with the field work that will occupy.
Requirements Sales Office Head Development Program (SOHDP):
- GPA min 3.0
- Strong academic background from any disciplines
- Have organizational experiences especially as a Coordinator or Leader
- Have interest in Business Management
- Willing to be placed all around Indonesia
For further information please visit
astramotor.co.id/career
Please send your latest and comprehensive resume to
recruitment@hso.astra.co.id
Lowongan Kerja - Assistant Manager Marketing
PT Genting Plantations Nusantara
Requirements: Assistant Manager Marketing
Kirim Lamaran, CV terbaru lengkap dan Photo terbaru, dengan mencantumkan salary terakhir dan lokasi kerja kirim ke:
Email: jkt.recruitment@genting.com
CC : hrd_palmoil@yahoo.com
Cantumkan Kode lamaran di Subject Email
Requirements: Assistant Manager Marketing
- Pria / wanita
- Usia 25 – 35 tahun
- Pendidikan min. S1
- Harus Memiliki pengalaman di perkebunan sawit
- Berpengalaman sebagai Assistant Manager Marketing min. 3 tahun
- Mampu memiliki komunikasi dan presentasi yang baik
- Menguasai bahasa inggris lisan dan tulisan
- Memiliki daya analisa yang tajam, kreatif, inisiatif, teliti dan memperhatikan akurasi
- Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
- Bersedia melakukan perjalanan dinas
Kirim Lamaran, CV terbaru lengkap dan Photo terbaru, dengan mencantumkan salary terakhir dan lokasi kerja kirim ke:
Email: jkt.recruitment@genting.com
CC : hrd_palmoil@yahoo.com
Cantumkan Kode lamaran di Subject Email
Lowongan Kerja - Product Health Food Assistant Manager
PT. Elken International Indonesia
Requirements for Product Health Food Assistant Manager:
Attractive remuneration will be provided to qualified candidate. Please submit your latest resume and photograph to:
Human Resources Division
imelda@elken.co.id
Requirements for Product Health Food Assistant Manager:
- Male / Female, age between 29 - 35
- Hold a degree from reputable university (Nutrition / Pharmacy / Medicine faculties preferred)
- At least 5 years experience in the same field, preferably in MLM / MNC industries.
- Strong in marketing and sales experience.
- Possess a pleasant, dynamic personality and result oriented.
- Self-motivator with strong business insights and customer-orientation.
- Able to conduct trainings and give presentations to the team either to internal and external parties.
- Able to communicate with staffs and distributors from all levels.
- Have a good interpersonal skill, resourceful and analytical.
- Hard working, can work in a team, able to work under pressure, have high motivation, attention to details, responsible and able to work long hours
- Computer literate, able to operate windows application such as MS words, excel and email
- Personal approach, excellent leadership
- Proficient in English (Both oral and written)
- Able to travel throughout whole Indonesia or overseas.
Attractive remuneration will be provided to qualified candidate. Please submit your latest resume and photograph to:
Human Resources Division
imelda@elken.co.id
Rabu, 12 Juni 2013
4 Kunci dapatkan pekerjaan impian
Jika Anda akan segera lulus dari sekolah atau kampus, pasti ada pekerjaan impian yang ingin diraih. Namun pekerjaan impian tidak bisa secara instan didapatkan. Anda harus bekerja keras dan menemukan kuncinya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.
Bertanya pada diri sendiri: Apakah Anda puas?
Untuk memastikan apakah pekerjaan impian yang ingin Anda dapatkan benar-benar bisa memberi kepuasan, tanyakan pada diri sendiri. Misalnya, posisi dan jenis kesibukan apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan. Kemudian Anda juga bisa menghubungkannya dengan ketertarikan yang sekarang. Misalnya jika Anda suka fashion, Anda bisa bekerja di butik atau bahkan membuka toko sendiri.
Meminta bantuan
Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari teman, keluarga, sampai dengan internet. Jika Anda tidak segan mencari bantuan, akan ada banyak informasi maupun manfaat yang bisa mendukung Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian.
Jadikan kenyataan!
Tidak ada orang yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan impian untuk Anda. Sebab Anda lah yang harus berusaha mewujudkannya. Jadi siapkan fisik maupun mental untuk meraih pekerjaan impian Anda.
Belum temukan pekerjaan impian?
Tidak semua orang tahu apa yang mereka mau, termasuk melakukan pekerjaan yang diimpikan. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, lakukan saja apa yang Anda sukai. Nantinya, Anda pasti akan memahami jenis pekerjaan apa yang benar-benar Anda impikan.
Itulah keempat kunci untuk mendapatkan pekerjaan impian. Apakah Anda sekarang sudah meraihnya?
Bertanya pada diri sendiri: Apakah Anda puas?
Untuk memastikan apakah pekerjaan impian yang ingin Anda dapatkan benar-benar bisa memberi kepuasan, tanyakan pada diri sendiri. Misalnya, posisi dan jenis kesibukan apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan. Kemudian Anda juga bisa menghubungkannya dengan ketertarikan yang sekarang. Misalnya jika Anda suka fashion, Anda bisa bekerja di butik atau bahkan membuka toko sendiri.
Meminta bantuan
Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari teman, keluarga, sampai dengan internet. Jika Anda tidak segan mencari bantuan, akan ada banyak informasi maupun manfaat yang bisa mendukung Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian.
Jadikan kenyataan!
Tidak ada orang yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan impian untuk Anda. Sebab Anda lah yang harus berusaha mewujudkannya. Jadi siapkan fisik maupun mental untuk meraih pekerjaan impian Anda.
Belum temukan pekerjaan impian?
Tidak semua orang tahu apa yang mereka mau, termasuk melakukan pekerjaan yang diimpikan. Jika Anda termasuk orang yang seperti itu, lakukan saja apa yang Anda sukai. Nantinya, Anda pasti akan memahami jenis pekerjaan apa yang benar-benar Anda impikan.
Itulah keempat kunci untuk mendapatkan pekerjaan impian. Apakah Anda sekarang sudah meraihnya?
6 Cara berhenti kerja dengan terhormat
Berencana untuk pindah kerja? Anda mungkin merasa dilema, ketika bermaksud mengutarakannya kepada atasan. Namun, ada hal penting yang harus Anda ingat. Perusahaan telah menerima dan menggaji Anda dengan baik. Bila akhirnya Anda harus pindah kerja, katakan niat itu dengan penuh rasa hormat. Berikut adalah enam cara terbaik untuk berhenti kerja dengan terhormat, seperti dilansir Lifescript.com.
1. Lakukan pemberitahuan dini
Perusahaan tentu butuh waktu untuk menemukan pengganti Anda. Jadi, sampaikan maksud kepindahan Anda lebih dini kepada atasan sehingga ia bisa mencari pengganti untuk perusahaan. Ketika perusahaan sudah menemukan orang yang tepat, Anda pun bisa sedikit mengajarinya tentang jobdesk di kantor. Dengan kata lain, Anda telah menunjukkan sikap profesional dalam bekerja.
2. Memberi tahu teman sekantor
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hubungan sosial di kantor tetap sehat adalah dengan berbicara pada rekan kerja mengenai maksud kepindahan Anda. Bersikap terbuka, jujur, dan bersedia untuk menjelaskan setidaknya beberapa alasan kepada mereka mengapa Anda berhenti bekerja.
3. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan
Anda mungkin mulai tergoda pada aspek-aspek negatif dari pekerjaan Anda saat ini. Namun, jangan biarkan pekerjaan lama Anda terganggu. Anda pasti mendapatkan keuntungan lebih dengan mempertahankan sikap positif selama hari-hari terakhir kerja. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan!
4. Pesta perpisahan
Rekan kerja Anda mungkin ingin merayakan kepergian Anda dengan mengadakan pesta. Jika Anda cenderung menghindari perhatian tersebut, anggap saja kesempatan ini untuk membalas niat baik mereka. Gunakan momen ini untuk benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada mereka.
5. Mengorganisir diri
Salah satu hal paling penting yang dapat Anda lakukan adalah dengan memastikan Anda telah benar-benar mengorganisir kepindahan Anda. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa semuanya sudah berjalan dengan baik.
6. Lunasi kesalahan Anda
Perasaan bersalah terlintas begitu saja ketika Anda hendak pindah kerja. Rekan Anda mungkin menganggap kepergian Anda sebagai sikap negatif yang tidak setia pada perusahaan. Hal ini tidak benar. Ini hanyalah bagian dari kehidupan. Selalu ada yang datang dan pergi. Alih-alih merasa bersalah meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, Anda sepatutnya merasa bangga dengan pencapaian Anda.
Perusahaan menerima dan memberikan hak Anda dengan adil. Begitu pula dengan Anda. Sebagai karyawan yang baik, tunjukkan bahwa Anda juga menghormati apa yang diberikan perusahaan. Tinggalkan kesan positif ketika Anda berhenti bekerja. Selain terlihat lebih profesional, Anda tentu akan merasa lebih tenang.
1. Lakukan pemberitahuan dini
Perusahaan tentu butuh waktu untuk menemukan pengganti Anda. Jadi, sampaikan maksud kepindahan Anda lebih dini kepada atasan sehingga ia bisa mencari pengganti untuk perusahaan. Ketika perusahaan sudah menemukan orang yang tepat, Anda pun bisa sedikit mengajarinya tentang jobdesk di kantor. Dengan kata lain, Anda telah menunjukkan sikap profesional dalam bekerja.
2. Memberi tahu teman sekantor
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hubungan sosial di kantor tetap sehat adalah dengan berbicara pada rekan kerja mengenai maksud kepindahan Anda. Bersikap terbuka, jujur, dan bersedia untuk menjelaskan setidaknya beberapa alasan kepada mereka mengapa Anda berhenti bekerja.
3. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan
Anda mungkin mulai tergoda pada aspek-aspek negatif dari pekerjaan Anda saat ini. Namun, jangan biarkan pekerjaan lama Anda terganggu. Anda pasti mendapatkan keuntungan lebih dengan mempertahankan sikap positif selama hari-hari terakhir kerja. Tinggalkan kesan positif dalam pekerjaan!
4. Pesta perpisahan
Rekan kerja Anda mungkin ingin merayakan kepergian Anda dengan mengadakan pesta. Jika Anda cenderung menghindari perhatian tersebut, anggap saja kesempatan ini untuk membalas niat baik mereka. Gunakan momen ini untuk benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada mereka.
5. Mengorganisir diri
Salah satu hal paling penting yang dapat Anda lakukan adalah dengan memastikan Anda telah benar-benar mengorganisir kepindahan Anda. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa semuanya sudah berjalan dengan baik.
6. Lunasi kesalahan Anda
Perasaan bersalah terlintas begitu saja ketika Anda hendak pindah kerja. Rekan Anda mungkin menganggap kepergian Anda sebagai sikap negatif yang tidak setia pada perusahaan. Hal ini tidak benar. Ini hanyalah bagian dari kehidupan. Selalu ada yang datang dan pergi. Alih-alih merasa bersalah meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, Anda sepatutnya merasa bangga dengan pencapaian Anda.
Perusahaan menerima dan memberikan hak Anda dengan adil. Begitu pula dengan Anda. Sebagai karyawan yang baik, tunjukkan bahwa Anda juga menghormati apa yang diberikan perusahaan. Tinggalkan kesan positif ketika Anda berhenti bekerja. Selain terlihat lebih profesional, Anda tentu akan merasa lebih tenang.
Sabtu, 25 Mei 2013
Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Negosiasi Gaji
Baik Anda baru berburu pekerjaan maupun Anda yang sudah berpengalaman, tentu memiliki perasaan takut dan khawatir menjelang saat-saat negoisasi gaji dengan perusahaan yang Anda lamar. Pengetahuan mengenai trik negosiasi gaji dan juga jebakan-jebakan pertanyaan dari pewawancara mutlak diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan yang tepat dengan gaji yang layak.
Cukup banyak tulisan mengenai cara-cara menghadapi negosiasi gaji, namun kali ini saya coba menulis mengenai kesalahan-kesalahan yang sering Anda lakukan sehingga menghasilkan pekerjaan dengan gaji yang lebih rendah, atau bahkan Anda tidak diterima di perusahaan tersebut.
Saya coba tulis beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari agar sukses dalam wawancara dan negosiasi gaji.
Negosiasi atau menerima tawaran perusahaan
Kesalahan terbesar Anda saat wawancara kerja adalah menerima dengan serta merta jumlah gaji yang ditawarkan perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pencari kerja fresh graduate dan pencari kerja perempuan paling sering melakukan kesalahan ini, baik karena ketidaktahuan soal proses negosiasi ini, maupun karena keengganannya dengan ide negosiasi. Dengan mendapat gaji lebih rendah dari yang mestinya layak Anda dapatkan membawa konsekwensi besar, Anda akan menerima kenaikan gaji yang kecil (karena kenaikan gaji biasanya berdasarkan persentase dari gaji awal Anda), dan juga Anda akan menerima pensiun yang kecil (karena besarnya dana pensiun juga sebagian besar diambil dari persentase gaji awal Anda). Oleh sebab itu yakinilah dan pastikanlah Anda menyiapkan diri untuk melakukkan negosiasi dengan calon atasan Anda.
Kapan memberitahu perusahaan gaji yang Anda minta
Kesalahan umum para pencari kerja adalah memberitahu perusahaan soal besaran gaji yang Anda harapkan. Cukup sulit memang untuk tidak memberikan informasi ini, terlebih jika perusahaan meminta riwayat gaji di perusahaan sebelumnya. Beberapa perusahaan juga sering menanyakan perihal besaran gaji yang diharapkan ini di wawancara awal. Selalu mencoba bersikap datar saat pertanyaan gaji muncul, dan memberikan jawaban disaat yang tepat akan menempatkan Anda di posisi yang menguntungkan Anda.
Besaran angka bukan nilai
Kesalahan negosiasi yang umum terjadi adalah saat Anda berfokus pada besaran angka, bukan pada nilai Anda bagi perusahaan. Anda tentu telah menghitung-hitung pengeluaran Anda, hutang-hutang Anda, ataupun asuransi dan lainnya yang perlu Anda bayar setiap bulannya. Sadarlah bahwa perusahaan yang akan menerima Anda tidak peduli dengan masalah Anda. Mereka tidak peduli apakah gaji itu akan cukup untuk mengangsur kredit Anda, membayar sekolah anak-anak dan lain-lain. Maka jika Anda ingin berhasil pada negosiasi gaji, jangan kedepankan masalah angka-angka perhitungan kebutuhan Anda. Fokuslah bagaimana keberadaan Anda di perusahaan tersebut memberi nilai yang besar. Dan dari sanalah perusahaan akan menentukan berapa nilai yang pantas bagi nilai Anda di perusahaannya.
Cukup banyak tulisan mengenai cara-cara menghadapi negosiasi gaji, namun kali ini saya coba menulis mengenai kesalahan-kesalahan yang sering Anda lakukan sehingga menghasilkan pekerjaan dengan gaji yang lebih rendah, atau bahkan Anda tidak diterima di perusahaan tersebut.
Saya coba tulis beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari agar sukses dalam wawancara dan negosiasi gaji.
Negosiasi atau menerima tawaran perusahaan
Kesalahan terbesar Anda saat wawancara kerja adalah menerima dengan serta merta jumlah gaji yang ditawarkan perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pencari kerja fresh graduate dan pencari kerja perempuan paling sering melakukan kesalahan ini, baik karena ketidaktahuan soal proses negosiasi ini, maupun karena keengganannya dengan ide negosiasi. Dengan mendapat gaji lebih rendah dari yang mestinya layak Anda dapatkan membawa konsekwensi besar, Anda akan menerima kenaikan gaji yang kecil (karena kenaikan gaji biasanya berdasarkan persentase dari gaji awal Anda), dan juga Anda akan menerima pensiun yang kecil (karena besarnya dana pensiun juga sebagian besar diambil dari persentase gaji awal Anda). Oleh sebab itu yakinilah dan pastikanlah Anda menyiapkan diri untuk melakukkan negosiasi dengan calon atasan Anda.
Kapan memberitahu perusahaan gaji yang Anda minta
Kesalahan umum para pencari kerja adalah memberitahu perusahaan soal besaran gaji yang Anda harapkan. Cukup sulit memang untuk tidak memberikan informasi ini, terlebih jika perusahaan meminta riwayat gaji di perusahaan sebelumnya. Beberapa perusahaan juga sering menanyakan perihal besaran gaji yang diharapkan ini di wawancara awal. Selalu mencoba bersikap datar saat pertanyaan gaji muncul, dan memberikan jawaban disaat yang tepat akan menempatkan Anda di posisi yang menguntungkan Anda.
Besaran angka bukan nilai
Kesalahan negosiasi yang umum terjadi adalah saat Anda berfokus pada besaran angka, bukan pada nilai Anda bagi perusahaan. Anda tentu telah menghitung-hitung pengeluaran Anda, hutang-hutang Anda, ataupun asuransi dan lainnya yang perlu Anda bayar setiap bulannya. Sadarlah bahwa perusahaan yang akan menerima Anda tidak peduli dengan masalah Anda. Mereka tidak peduli apakah gaji itu akan cukup untuk mengangsur kredit Anda, membayar sekolah anak-anak dan lain-lain. Maka jika Anda ingin berhasil pada negosiasi gaji, jangan kedepankan masalah angka-angka perhitungan kebutuhan Anda. Fokuslah bagaimana keberadaan Anda di perusahaan tersebut memberi nilai yang besar. Dan dari sanalah perusahaan akan menentukan berapa nilai yang pantas bagi nilai Anda di perusahaannya.
Langkah-langkah Menulis Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja adalah tahap paling awal seleksi sebuah perusahaan terhadap calon karyawannya. Karena dikirimkan bersamaan dengan resume, surat lamaran juga turut mempengaruhi peluang lulus atau tidaknya Anda di seleksi ini sebelum berlanjut ke tahap wawancara kerja. Berikut tips penting menulis surat lamaran dengan baik agar Anda terhindar dari kesalahan.
1. Sesuaikan dengan posisi yang dilamar
Setiap surat lamaran kerja harus disesuaikan dengan posisi yang Anda inginkan dan ditujukan kepada perusahaan penyedia lowongannya. Jadi, usahakan surat lamaran Anda tidak terkesan umum, yaitu ditujukan untuk siapapun dengan posisi apapun. Jangan malas menulis kembali surat lamaran setiap ingin melamar sebuah posisi.
2. Sebutkan posisi dan sumber informasi
Di dalam surat, tulis posisi yang dilamar dan sumber Anda memperoleh informasi lowongan kerja tersebut. Hal ini membuat posisi yang Anda minati dan sumber informasinya mudah diketahui oleh pihak perusahaan.
3. Ungkapkan keterampilan dan prestasi Anda
Sebutkan keterampilan (skills) dan pengalaman kerja Anda yang berhubungan dengan posisi yang dilamar secara jujur dan tidak berlebihan. Selain itu, sebutkan juga nama perguruan tinggi, fakultas, jurusan, dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) terakhir Anda.
4. Lampirkan bersama resume dan kelengkapan lain
Surat lamaran umumnya dikirim bersama dengan resume dan pas foto. Tulislah bahwa Anda melampirkan resume dan pas foto agar menjadi pertimbangan bagi pihak perusahaan untuk merekrut Anda. Sampaikan juga Anda mengharapkan dapat dihubungi mereka dan diberi kesempatan untuk mengisi posisi yang tersedia.
5. Singkat, jelas, dan benar
Seperti prinsip surat lamaran pada umumnya, buatlah surat Anda secara singkat namun jelas. Akhirnya, periksa kembali isi surat Anda. Pastikan tak ada satu kesalahan ketik pun yang terlewatkan di dalamnya karena kelalaian sekecil apapun akan mempengaruhi penilaian Anda di mata pemimpin perusahaan.
1. Sesuaikan dengan posisi yang dilamar
Setiap surat lamaran kerja harus disesuaikan dengan posisi yang Anda inginkan dan ditujukan kepada perusahaan penyedia lowongannya. Jadi, usahakan surat lamaran Anda tidak terkesan umum, yaitu ditujukan untuk siapapun dengan posisi apapun. Jangan malas menulis kembali surat lamaran setiap ingin melamar sebuah posisi.
2. Sebutkan posisi dan sumber informasi
Di dalam surat, tulis posisi yang dilamar dan sumber Anda memperoleh informasi lowongan kerja tersebut. Hal ini membuat posisi yang Anda minati dan sumber informasinya mudah diketahui oleh pihak perusahaan.
3. Ungkapkan keterampilan dan prestasi Anda
Sebutkan keterampilan (skills) dan pengalaman kerja Anda yang berhubungan dengan posisi yang dilamar secara jujur dan tidak berlebihan. Selain itu, sebutkan juga nama perguruan tinggi, fakultas, jurusan, dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) terakhir Anda.
4. Lampirkan bersama resume dan kelengkapan lain
Surat lamaran umumnya dikirim bersama dengan resume dan pas foto. Tulislah bahwa Anda melampirkan resume dan pas foto agar menjadi pertimbangan bagi pihak perusahaan untuk merekrut Anda. Sampaikan juga Anda mengharapkan dapat dihubungi mereka dan diberi kesempatan untuk mengisi posisi yang tersedia.
5. Singkat, jelas, dan benar
Seperti prinsip surat lamaran pada umumnya, buatlah surat Anda secara singkat namun jelas. Akhirnya, periksa kembali isi surat Anda. Pastikan tak ada satu kesalahan ketik pun yang terlewatkan di dalamnya karena kelalaian sekecil apapun akan mempengaruhi penilaian Anda di mata pemimpin perusahaan.
Menyiasati Resume Bagi Fresh Graduate
Resume merupakan media pertama Anda untuk “menjual” kualitas diri kepada pihak perusahaan. Bagi Anda yang sama sekali belum memiliki pengalaman dan berniat melamar pekerjaan untuk tingkat pemula, kemampuan mengolah resume sangatlah penting. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat resume lebih menarik.
1. Meningkatkan keterampilan dengan kursus/sekolah
Masa menunggu panggilan kerja adalah saat yang tepat untuk mengasah ilmu dan keterampilan dengan kursus yang akan menunjang karir Anda. Kursus bahasa asing atau administrasi perkantoran, misalnya. Bila ingin lebih serius, kembali ke bangku kuliah juga pilihan yang baik. Pilihlah jenis perkuliahan dengan jam yang fleksibel sehingga memungkinkan Anda untuk tetap dapat bekerja di pagi hingga sore hari. Ragam pendidikan yang Anda tulis di resume dapat memperlebar peluang kerja.
2. Lengkapi sertifikat
Berbeda dengan kursus, sertifikat yang dimaksud di sini adalah yang didapat dari tes atau keanggotaan suatu asosiasi. Mengikuti tes TOEFL, misalnya. Sertifikat dan nilai yang didapatkan sangat berpengaruh pada resume Anda. Sedangkan, keanggotaan dalam suatu asosiasi profesional dapat menaikkan “nilai” Anda di mata pihak perusahaan.
3. Menjadi relawan
Menjadi relawan adalah salah satu cara cerdas yang dapat mengisi “kekosongan” resume Anda. Ada banyak Lembaga Sosial Masyarakat yang menyediakan tempat bagi siapapun yang ingin bekerja dengan sedikit atau tanpa imbalan materi. Bekerja sosial bermanfaat untuk kemanusiaan dan menambah nilai kepribadian di mata perusahaan. Selain itu, Anda juga bisa menambah kenalan dan membangun jejaring baru yang dapat memberi Anda kesempatan kerja.
4. Bekerja magang
Jangan ragu mencari informasi kesempatan magang di perusahaan yang Anda inginkan. Kesempatan kerja di perusahaan tersebut akan terbuka lebih lebar bila dalam resume Anda menyebutkan pernah bekerja magang di sana. Satu yang perlu diingat, magang lebih bertujuan pada pencarian pengalaman. Maka, jangan mengharapkan gaji atau imbalan besar.
5. Jangan berbohong
Menjelaskan keterampilan dan pengalaman dalam resume secara jujur sangat penting agar Anda tak terjebak dalam pekerjaan yang tidak Anda kuasai. Jangan pula berbohong mengenai pendidikan Anda. Setiap perusahaan memiliki sanksi bagi siapapun yang memberikan informasi palsu, dan Anda tentu tak ingin terlibat di dalamnya
1. Meningkatkan keterampilan dengan kursus/sekolah
Masa menunggu panggilan kerja adalah saat yang tepat untuk mengasah ilmu dan keterampilan dengan kursus yang akan menunjang karir Anda. Kursus bahasa asing atau administrasi perkantoran, misalnya. Bila ingin lebih serius, kembali ke bangku kuliah juga pilihan yang baik. Pilihlah jenis perkuliahan dengan jam yang fleksibel sehingga memungkinkan Anda untuk tetap dapat bekerja di pagi hingga sore hari. Ragam pendidikan yang Anda tulis di resume dapat memperlebar peluang kerja.
2. Lengkapi sertifikat
Berbeda dengan kursus, sertifikat yang dimaksud di sini adalah yang didapat dari tes atau keanggotaan suatu asosiasi. Mengikuti tes TOEFL, misalnya. Sertifikat dan nilai yang didapatkan sangat berpengaruh pada resume Anda. Sedangkan, keanggotaan dalam suatu asosiasi profesional dapat menaikkan “nilai” Anda di mata pihak perusahaan.
3. Menjadi relawan
Menjadi relawan adalah salah satu cara cerdas yang dapat mengisi “kekosongan” resume Anda. Ada banyak Lembaga Sosial Masyarakat yang menyediakan tempat bagi siapapun yang ingin bekerja dengan sedikit atau tanpa imbalan materi. Bekerja sosial bermanfaat untuk kemanusiaan dan menambah nilai kepribadian di mata perusahaan. Selain itu, Anda juga bisa menambah kenalan dan membangun jejaring baru yang dapat memberi Anda kesempatan kerja.
4. Bekerja magang
Jangan ragu mencari informasi kesempatan magang di perusahaan yang Anda inginkan. Kesempatan kerja di perusahaan tersebut akan terbuka lebih lebar bila dalam resume Anda menyebutkan pernah bekerja magang di sana. Satu yang perlu diingat, magang lebih bertujuan pada pencarian pengalaman. Maka, jangan mengharapkan gaji atau imbalan besar.
5. Jangan berbohong
Menjelaskan keterampilan dan pengalaman dalam resume secara jujur sangat penting agar Anda tak terjebak dalam pekerjaan yang tidak Anda kuasai. Jangan pula berbohong mengenai pendidikan Anda. Setiap perusahaan memiliki sanksi bagi siapapun yang memberikan informasi palsu, dan Anda tentu tak ingin terlibat di dalamnya
4 Kesalahan Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran adalah representasi diri Anda yang pertama kali dilihat dan dinilai oleh pihak perusahaan. Karena itu, surat lamaran kerja harus dapat berfungsi efektif, yaitu "menjual" kualitas diri dengan tetap mengutamakan keringkasan. Untuk memastikan Anda layak mendapat panggilan wawancara kerja, hindari 5 kesalahan umum membuat surat lamaran berikut.
1. Pembuka surat yang kaku
Karena bingung, kalimat pembuka surat yang Anda tulis kadang menjadi kaku dan membosankan. Ubahlah kalimat kaku seperti "pertimbangkan saya untuk menjadi staff marketing perusahaan Anda" menjadi lebih menarik seperti "kebutuhan staff marketing profesional perusahaan Anda sesuai dengan kualitas dan prestasi saya dengan 3 tahun pengalaman di bidang yang sama".
2. Tidak "bernilai jual"
Untuk mengoptimalkan fungsi surat lamaran, tulis pula prestasi yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Namun, perlu diingat bahwa penjelasannya harus lebih singkat dan tidak detil seperti dalam resume. Bila penulisan lamaran kerja panjang dan detil, pihak yang menyeleksi lamaran akan bosan dan akhirnya mengabaikannya.
3. Lupa mengubah surat
Mengirim satu jenis surat lamaran Anda untuk banyak lowongan akan menjadi bencana bila tidak disertai pengubahan nama perusahaan dan posisi yang tersedia. Karena itulah, ubah selalu setiap lamaran kerja Anda bila ditujukan kepada perusahaan dan posisi yang berbeda.
4. Kesalahan ketik
Typo, atau kesalahan dalam pengetikan akan sangat mengganggu siapapun yang membaca lamaran kerja. Maka, pastikan surat lamaran Anda bebas kesalahan ketik. Baca berkali-kali surat lamaran sebelum mengirimnya bersama kelengkapan lain yang dibutuhkan.
1. Pembuka surat yang kaku
Karena bingung, kalimat pembuka surat yang Anda tulis kadang menjadi kaku dan membosankan. Ubahlah kalimat kaku seperti "pertimbangkan saya untuk menjadi staff marketing perusahaan Anda" menjadi lebih menarik seperti "kebutuhan staff marketing profesional perusahaan Anda sesuai dengan kualitas dan prestasi saya dengan 3 tahun pengalaman di bidang yang sama".
2. Tidak "bernilai jual"
Untuk mengoptimalkan fungsi surat lamaran, tulis pula prestasi yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Namun, perlu diingat bahwa penjelasannya harus lebih singkat dan tidak detil seperti dalam resume. Bila penulisan lamaran kerja panjang dan detil, pihak yang menyeleksi lamaran akan bosan dan akhirnya mengabaikannya.
3. Lupa mengubah surat
Mengirim satu jenis surat lamaran Anda untuk banyak lowongan akan menjadi bencana bila tidak disertai pengubahan nama perusahaan dan posisi yang tersedia. Karena itulah, ubah selalu setiap lamaran kerja Anda bila ditujukan kepada perusahaan dan posisi yang berbeda.
4. Kesalahan ketik
Typo, atau kesalahan dalam pengetikan akan sangat mengganggu siapapun yang membaca lamaran kerja. Maka, pastikan surat lamaran Anda bebas kesalahan ketik. Baca berkali-kali surat lamaran sebelum mengirimnya bersama kelengkapan lain yang dibutuhkan.
Foto: Kunci Keberhasilan Resume
Dalam sebuah resume, foto adalah representasi diri yang melengkapi keterangan yang diungkapkan Anda lewat tulisan. Karena itulah, kehadiran foto dalam resume Anda menjadi penting dan mempengaruhi penilaian Anda di mata perusahaan. Berikut tiga poin penting memberikan foto yang baik dalam resume.
Menarik pihak perusahaan
Sempitnya waktu seorang staff Sumber Daya Manusia membuatnya tidak akan menaruh perhatian besar pada resume tanpa foto. Untuk menghemat waktu, seleksi resume terkadang dilakukan dengan memilah antara resume yang menampilkan foto dan yang tidak. Resume yang dilengkapi foto akan dipertahankan karena representasi kandidat nampak jelas, sehingga lebih menarik.
Sesuai kebutuhan profesi
Bagi beberapa profesi, seleksi secara fisik diadakan karena pekerjaan yang digeluti akan banyak membutuhkan interaksi dengan orang luar sehingga penampilan karyawan merupakan salah satu bentuk representasi perusahaan. Maka, bukan hal yang aneh bila seleksi resume di tahap awal akan juga dinilai dari foto Anda karena foto dalam resume sangat menentukan tahapan seleksi selanjutnya.
Membangun citra baik
Untuk membangun citra (image) yang baik di mata perusahaan, tampilkan foto yang menunjukkan keseriusan Anda akan pekerjaan yang dibutuhkan. Lupakan foto penuh gaya dengan gaun kesayangan karena pihak perusahaan tidak akan menilai foto secara detil seperti kelompok juri dalam pemilihan model. Tampilkan foto sesuai standar formal (pas foto), dengan tampak depan area kepala hingga pundak, pakaian rapi, senyum tanpa memperlihatkan gigi, dan dengan latar belakang foto yang netral.
Menarik pihak perusahaan
Sempitnya waktu seorang staff Sumber Daya Manusia membuatnya tidak akan menaruh perhatian besar pada resume tanpa foto. Untuk menghemat waktu, seleksi resume terkadang dilakukan dengan memilah antara resume yang menampilkan foto dan yang tidak. Resume yang dilengkapi foto akan dipertahankan karena representasi kandidat nampak jelas, sehingga lebih menarik.
Sesuai kebutuhan profesi
Bagi beberapa profesi, seleksi secara fisik diadakan karena pekerjaan yang digeluti akan banyak membutuhkan interaksi dengan orang luar sehingga penampilan karyawan merupakan salah satu bentuk representasi perusahaan. Maka, bukan hal yang aneh bila seleksi resume di tahap awal akan juga dinilai dari foto Anda karena foto dalam resume sangat menentukan tahapan seleksi selanjutnya.
Membangun citra baik
Untuk membangun citra (image) yang baik di mata perusahaan, tampilkan foto yang menunjukkan keseriusan Anda akan pekerjaan yang dibutuhkan. Lupakan foto penuh gaya dengan gaun kesayangan karena pihak perusahaan tidak akan menilai foto secara detil seperti kelompok juri dalam pemilihan model. Tampilkan foto sesuai standar formal (pas foto), dengan tampak depan area kepala hingga pundak, pakaian rapi, senyum tanpa memperlihatkan gigi, dan dengan latar belakang foto yang netral.
Bagaimana Menulis Resume yang Dicari Perusahaan
Seleksi Curriculum Vitae (CV) atau resume adalah tahap penilaian pertama sebuah perusahaan terhadap Anda, para pencari kerja. Ingatlah bagaimana resume yang selama ini Anda punya. Sudahkah cukup baik dan menarik bagi (calon) pimpinan Anda? Jadikan Anda layak menempati posisi yang ditawarkan dengan tips berikut ini.
1. Data pribadi yang lengkap dan benar
Data pribadi adalah hal pertama yang ingin diketahui pihak perusahaan. Berikanlah data Anda secara lengkap, seperti nama, alamat, dan nomor telepon. Kesalahan nomor telepon, misalnya, akan menyulitkan pihak perusahaan untuk menghubungi Anda. Akibatnya, kesempatan wawancara bisa terlewatkan.
2. Informasi yang relevan
Saat menulis resume, ingatlah selalu bahwa pemimpin perusahaan hanya ingin mengetahui informasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Setiap menulis resume, tanyakan diri Anda: apakah fakta yang ditulis akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? Bila jawabannya “tidak”, jangan tulis fakta tersebut dalam resume Anda
3. Fokus pada prestasi, bukan hanya tanggung jawab pekerjaan
Tulislah prestasi Anda dalam angka-angka ketimbang hanya menulis tanggung jawab pekerjaan. Misalnya, tulislah “mengurangi 30% waktu penyelesaian laporan” ketimbang menulis “membuat laporan”. Frasa pertama terlihat lebih kuat karena membuat Anda tampak lebih baik di mata pihak perusahaan. Perlu diingat, jelaskanlah prestasi Anda dalam kalimat singkat dan padat. Penjelasan dengan paragraf panjang membuat pemimpin perusahaan tak tertarik membacanya.
4. Gunakan gaya bahasa yang tepat
Menggunakan gaya bahasa yang tidak tepat membuat pihak perusahaan menganggap Anda tidak serius membutuhkan pekerjaan. Karena itulah, gunakan gaya bahasa yang resmi. Jangan gunakan bahasa yang biasa Anda gunakan untukchatting, atau mengirim pesan singkat.
5. Baca kembali resume
Baca sendiri resume Anda untuk mengetahui berbagai kesalahan yang mungkin Anda lewatkan. Lalu, minta orang lain untuk membacanya dan memberi pendapat. Jangan hanya bergantung pada pemeriksa ejaan otomatis karena perangkat tersebut tidak bisa secara akurat mengetahui kesalahan bahasa (grammar mistakes).
1. Data pribadi yang lengkap dan benar
Data pribadi adalah hal pertama yang ingin diketahui pihak perusahaan. Berikanlah data Anda secara lengkap, seperti nama, alamat, dan nomor telepon. Kesalahan nomor telepon, misalnya, akan menyulitkan pihak perusahaan untuk menghubungi Anda. Akibatnya, kesempatan wawancara bisa terlewatkan.
2. Informasi yang relevan
Saat menulis resume, ingatlah selalu bahwa pemimpin perusahaan hanya ingin mengetahui informasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Setiap menulis resume, tanyakan diri Anda: apakah fakta yang ditulis akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? Bila jawabannya “tidak”, jangan tulis fakta tersebut dalam resume Anda
3. Fokus pada prestasi, bukan hanya tanggung jawab pekerjaan
Tulislah prestasi Anda dalam angka-angka ketimbang hanya menulis tanggung jawab pekerjaan. Misalnya, tulislah “mengurangi 30% waktu penyelesaian laporan” ketimbang menulis “membuat laporan”. Frasa pertama terlihat lebih kuat karena membuat Anda tampak lebih baik di mata pihak perusahaan. Perlu diingat, jelaskanlah prestasi Anda dalam kalimat singkat dan padat. Penjelasan dengan paragraf panjang membuat pemimpin perusahaan tak tertarik membacanya.
4. Gunakan gaya bahasa yang tepat
Menggunakan gaya bahasa yang tidak tepat membuat pihak perusahaan menganggap Anda tidak serius membutuhkan pekerjaan. Karena itulah, gunakan gaya bahasa yang resmi. Jangan gunakan bahasa yang biasa Anda gunakan untukchatting, atau mengirim pesan singkat.
5. Baca kembali resume
Baca sendiri resume Anda untuk mengetahui berbagai kesalahan yang mungkin Anda lewatkan. Lalu, minta orang lain untuk membacanya dan memberi pendapat. Jangan hanya bergantung pada pemeriksa ejaan otomatis karena perangkat tersebut tidak bisa secara akurat mengetahui kesalahan bahasa (grammar mistakes).
Menyiasati Resume Pasca Menganggur
Ada jeda pada setiap masa saat seseorang meniggalkan satu pekerjaan dan berpindah ke pekerjaan lain. Masalah kemudian timbul bila jeda tersebut terlampau panjang. Apapun faktor penyebab lamanya masa menganggur Anda, pastikan hal ini tidak menurunkan nilai resume dan diri Anda di mata perusahaan. Simak beberapa siasat berikut untuk resume agar tetap tampak menarik dan karir impian dapat segera Anda raih kembali.
Isi masa menganggur
Jika ingin melanjutkan karir Anda, jangan menganggap masa menganggur seperti liburan panjang yang diisi dengan bersantai. Sebaliknya, manfaatkan masa menganggur yang ada dengan berbagai kegiatan, seperti kerja paruh waktu, kerja sukarela, mengikuti kursus, dan lainnya. Kegiatan bermanfaat inilah yang kemudian Anda jelaskan di dalam resume, sehingga perusahaan dapat melihat inisiatif Anda untuk mengembangkan diri dan mengasah skill selama masa menganggur.
Fokus pada masa menganggur, bukan sebab menganggur
Memfokuskan resume pada alasan menganggur (misalnya karena pengurangan karyawan atau karena beberapa kegagalan dalam proses seleksi masuk karyawan) akan memperlihatkan kelemahan Anda pada perusahaan. Karena itu, untuk penjelasan masa menganggur, fokuskan isi resume pada kegiatan yang Anda lakukan. Ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa sebenarnya Anda tidaklah benar-benar menganggur dan upaya Anda untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang di luar rumah patut dihargai.
Jangan segan tunjukkan prestasi
Sekecil apapun peran Anda dalam sebuah kegiatan, terutama bila dilakukan pada masa menganggur, jangan melewatkannya. Tuliskan hal tersebut dalam resume Anda. Perusahaan akan menghargai upaya Anda untuk berprestasi diluar tempat kerja dan dalam masa menganggur. Jadilah proaktif dengan situasi dan kondisi Anda dan jadikan resume sebuah representasi diri yang berkualitas dan dicari perusahaan.
Isi masa menganggur
Jika ingin melanjutkan karir Anda, jangan menganggap masa menganggur seperti liburan panjang yang diisi dengan bersantai. Sebaliknya, manfaatkan masa menganggur yang ada dengan berbagai kegiatan, seperti kerja paruh waktu, kerja sukarela, mengikuti kursus, dan lainnya. Kegiatan bermanfaat inilah yang kemudian Anda jelaskan di dalam resume, sehingga perusahaan dapat melihat inisiatif Anda untuk mengembangkan diri dan mengasah skill selama masa menganggur.
Fokus pada masa menganggur, bukan sebab menganggur
Memfokuskan resume pada alasan menganggur (misalnya karena pengurangan karyawan atau karena beberapa kegagalan dalam proses seleksi masuk karyawan) akan memperlihatkan kelemahan Anda pada perusahaan. Karena itu, untuk penjelasan masa menganggur, fokuskan isi resume pada kegiatan yang Anda lakukan. Ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa sebenarnya Anda tidaklah benar-benar menganggur dan upaya Anda untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang di luar rumah patut dihargai.
Jangan segan tunjukkan prestasi
Sekecil apapun peran Anda dalam sebuah kegiatan, terutama bila dilakukan pada masa menganggur, jangan melewatkannya. Tuliskan hal tersebut dalam resume Anda. Perusahaan akan menghargai upaya Anda untuk berprestasi diluar tempat kerja dan dalam masa menganggur. Jadilah proaktif dengan situasi dan kondisi Anda dan jadikan resume sebuah representasi diri yang berkualitas dan dicari perusahaan.
Memilih Busana Wawancara Kerja
Anda sudah mendapat panggilan wawancara kerja? Selamat! Kini saatnya Anda memikirkan apa yang sebaiknya dikenakan untuk menjalaninya. Penampilan adalah hal pertama yang dinilai dari Anda. Dengan tips berikut ini, berikan kesan positif sejak pertama kali pewawancara melihat Anda!
1. Jangan segan bertanya
Bertanya langsung kepada pihak perusahaan yang menghubungi Anda adalah pilihan yang baik bila Anda sama sekali tidak tahu lingkungan kerja mereka. Jangan takut akan dinilai negatif karena justru keingintahuan Anda dianggap sebuah bentuk penghargaan bagi mereka.
2. Selalu formal
Meski tak semua lingkup pekerjaan mengharuskan para pekerjanya untuk berbusana formal, alangkah baiknya Anda mengenakan busana yang berkesan formal untuk wawancara pada jenis pekerjaan apapun. Busana formal, seperti kemeja, celana bahan/rok, dan sepatu berbahan kulit memberi kesan Anda serius dengan kesempatan pekerjaan yang mereka tawarkan.
3. Rapi
Kesan formal saja tak lengkap bila tidak tampak rapi. Pastikan kemeja, celana, rok, atau jas Anda dalam keadaan bersih, tidak kusut, dan sepatu Anda tidak rusak. Jangan lupakan pula tatanan rambut Anda. Pastikan selalu rapi agar terlihat profesional.
4. Aksesoris
Tak ada salahnya Anda menggunakan aksesoris untuk menyempurnakan penampilan. Terutama bagi wanita, pilihlah kalung yang senada dengan pakaian dan tidak berlebihan. Jangan ganggu wawancara Anda dengan gemerincing dari kalung atau gelang yang digunakan.
5. Membeli
Sebagian busana formal Anda tampak tidak layak untuk digunakan dalam wawancara kerja? Jangan ragu untuk membeli yang baru. Pakaian formal yang Anda beli akan menjadi investasi. Selain dapat digunakan kembali dalam berbagai kesempatan wawancara lain, busana tersebut juga dapat digunakan saat Anda bekerja di perusahaan dan pekerjaan impian.
1. Jangan segan bertanya
Bertanya langsung kepada pihak perusahaan yang menghubungi Anda adalah pilihan yang baik bila Anda sama sekali tidak tahu lingkungan kerja mereka. Jangan takut akan dinilai negatif karena justru keingintahuan Anda dianggap sebuah bentuk penghargaan bagi mereka.
2. Selalu formal
Meski tak semua lingkup pekerjaan mengharuskan para pekerjanya untuk berbusana formal, alangkah baiknya Anda mengenakan busana yang berkesan formal untuk wawancara pada jenis pekerjaan apapun. Busana formal, seperti kemeja, celana bahan/rok, dan sepatu berbahan kulit memberi kesan Anda serius dengan kesempatan pekerjaan yang mereka tawarkan.
3. Rapi
Kesan formal saja tak lengkap bila tidak tampak rapi. Pastikan kemeja, celana, rok, atau jas Anda dalam keadaan bersih, tidak kusut, dan sepatu Anda tidak rusak. Jangan lupakan pula tatanan rambut Anda. Pastikan selalu rapi agar terlihat profesional.
4. Aksesoris
Tak ada salahnya Anda menggunakan aksesoris untuk menyempurnakan penampilan. Terutama bagi wanita, pilihlah kalung yang senada dengan pakaian dan tidak berlebihan. Jangan ganggu wawancara Anda dengan gemerincing dari kalung atau gelang yang digunakan.
5. Membeli
Sebagian busana formal Anda tampak tidak layak untuk digunakan dalam wawancara kerja? Jangan ragu untuk membeli yang baru. Pakaian formal yang Anda beli akan menjadi investasi. Selain dapat digunakan kembali dalam berbagai kesempatan wawancara lain, busana tersebut juga dapat digunakan saat Anda bekerja di perusahaan dan pekerjaan impian.
Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja
Bahasa tubuh adalah salah satu faktor penentu dalam sebuah wawancara kerja. Hal ini karena gerakan tubuh saat menjalani wawancara kerja merupakan bentuk komunikasi non verbal yang mempengaruhi penilaian pewawancara pada Anda. Ikuti tips berikut ini dan komunikasikan kualitas dan profesionalitas Anda saat wawancara kerja lewat bahasa tubuh yang baik.
1. Postur tubuh
Usahakan untuk duduk tegak tapi tetap rileks agar Anda menunjukkan ketertarikan dengan proses wawancara dan pewawancara itu sendiri. Jangan terlalu tegap dan tegang karena Anda akan tampak seperti orang yang kaku. Jangan bersandar ke belakang karena akan mengesankan Anda terlalu santai dan sebaiknya tidak pula bersandar ke samping kursi karena akan memperlihatkan ketidaknyamanan Anda dengan pewawancara.
2. Posisi tangan
Kedua tangan yang melipat di depan dada memang sopan, tapi ini tidak berlaku untuk sebuah wawancara kerja. Posisi tangan seperti ini akan menunjukkan seolah Anda tertutup dan melindungi diri. Letakkanlah kedua tangan di atas meja atau di atas pangkuan dengan rileks.
3. Pandangan mata
Tatap mata pewawancara dengan rileks agar tetap sopan dan tak terkesan menantang. Bila ada lebih dari satu pewawancara, tatap mereka secara bergantian namun tidak terlalu sering. Jangan mengarahkan mata ke beberapa sudut lain secara berulang-ulang karena akan dianggap tak fokus.
4. Tidak perlihatkan rasa tegang
Perasaan tegang saat wawancara kerja sangatlah wajar. Namun, hal ini dapat diminimalisir dengan tidak melakukan hal-hal yang dianggap mengganggu dan memperlihatkan ketegangan. Misalnya, mengetuk-ketukkan jari di atas meja, atau menggerak-gerakkan sebelah kaki.
5. Percaya diri
Kepercayaan diri dibutuhkan sejak pertama kali Anda memasuki ruangan wawancara. Saat sudah bertemu dengan (para) pewawancara, jangan sibuk memperbaiki penampilan Anda. Fokus pada keberadaan mereka. Jangan lupa menjabat tangan dengan percaya diri namun tidak berlebihan. Lakukan hal yang sama saat bersalaman setelah wawancara berakhir.
1. Postur tubuh
Usahakan untuk duduk tegak tapi tetap rileks agar Anda menunjukkan ketertarikan dengan proses wawancara dan pewawancara itu sendiri. Jangan terlalu tegap dan tegang karena Anda akan tampak seperti orang yang kaku. Jangan bersandar ke belakang karena akan mengesankan Anda terlalu santai dan sebaiknya tidak pula bersandar ke samping kursi karena akan memperlihatkan ketidaknyamanan Anda dengan pewawancara.
2. Posisi tangan
Kedua tangan yang melipat di depan dada memang sopan, tapi ini tidak berlaku untuk sebuah wawancara kerja. Posisi tangan seperti ini akan menunjukkan seolah Anda tertutup dan melindungi diri. Letakkanlah kedua tangan di atas meja atau di atas pangkuan dengan rileks.
3. Pandangan mata
Tatap mata pewawancara dengan rileks agar tetap sopan dan tak terkesan menantang. Bila ada lebih dari satu pewawancara, tatap mereka secara bergantian namun tidak terlalu sering. Jangan mengarahkan mata ke beberapa sudut lain secara berulang-ulang karena akan dianggap tak fokus.
4. Tidak perlihatkan rasa tegang
Perasaan tegang saat wawancara kerja sangatlah wajar. Namun, hal ini dapat diminimalisir dengan tidak melakukan hal-hal yang dianggap mengganggu dan memperlihatkan ketegangan. Misalnya, mengetuk-ketukkan jari di atas meja, atau menggerak-gerakkan sebelah kaki.
5. Percaya diri
Kepercayaan diri dibutuhkan sejak pertama kali Anda memasuki ruangan wawancara. Saat sudah bertemu dengan (para) pewawancara, jangan sibuk memperbaiki penampilan Anda. Fokus pada keberadaan mereka. Jangan lupa menjabat tangan dengan percaya diri namun tidak berlebihan. Lakukan hal yang sama saat bersalaman setelah wawancara berakhir.
5 Kesalahan Umum Wawancara Kerja
Wawancara kerja (interview) adalah tahap lanjutan penilaian setelah seleksi resume. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menjalaninya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda hindari dalam sebuah wawancara kerja.
1. Datang terlambat
Datang terlambat untuk wawancara kerja adalah tanda bahwa Anda tidak memiliki kedisiplinan. Tidurlah yang cukup di malam sebelumnya agar Anda tidak terlambat.
2. Tidak rapi
Beberapa jenis pekerjaan tidak mewajibkan karyawannya untuk berbusana formal. Namun, mengenakan busana santai saat wawancara kerja membuat Anda dianggap tidak serius dengan wawancara tersebut. Datanglah dengan busana formal dan rapi, sehingga memberi kesan Anda seorang profesional.
Baca tips mengenai berbusana yang baik untuk wawancara kerja.
3. Tidak mempersiapkan diri
Lupa membawa dokumen yang dibutuhkan (seperti resume, fotokopi KTP dan transkrip nilai) membuat Anda terkesan tidak siap. Karena itu, jangan lupa membawa dokumen-dokumen tersebut. Cari tahu juga perusahaan yang memanggil Anda sebelum datang ke wawancara kerja. Pengetahuan Anda tentang perusahaan itu (seperti latar belakang dan sejarahnya) menunjukkan ketertarikan Anda pada posisi yang dilamar.
4. Terlalu banyak bicara atau terlalu diam
Jawablah pertanyaan pewawancara dengan singkat dan jelas. Jawaban yang panjang membuat Anda tampak tidak fokus sedangkan jawaban yang terlalu singkat menunjukkan kurangnya ketertarikan Anda pada proses wawancara. Saat diminta bertanya, tanyakanlah sesuatu untuk menunjukkan antusiasme Anda pada pekerjaan yang dilamar.
5. Bersikap kurang sopan
Menerima telepon atau memotong pembicaraan pewawancara membuat Anda dianggap tidak sopan. Matikan telepon Anda sebelum wawancara dimulai, dan dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan.
1. Datang terlambat
Datang terlambat untuk wawancara kerja adalah tanda bahwa Anda tidak memiliki kedisiplinan. Tidurlah yang cukup di malam sebelumnya agar Anda tidak terlambat.
2. Tidak rapi
Beberapa jenis pekerjaan tidak mewajibkan karyawannya untuk berbusana formal. Namun, mengenakan busana santai saat wawancara kerja membuat Anda dianggap tidak serius dengan wawancara tersebut. Datanglah dengan busana formal dan rapi, sehingga memberi kesan Anda seorang profesional.
Baca tips mengenai berbusana yang baik untuk wawancara kerja.
3. Tidak mempersiapkan diri
Lupa membawa dokumen yang dibutuhkan (seperti resume, fotokopi KTP dan transkrip nilai) membuat Anda terkesan tidak siap. Karena itu, jangan lupa membawa dokumen-dokumen tersebut. Cari tahu juga perusahaan yang memanggil Anda sebelum datang ke wawancara kerja. Pengetahuan Anda tentang perusahaan itu (seperti latar belakang dan sejarahnya) menunjukkan ketertarikan Anda pada posisi yang dilamar.
4. Terlalu banyak bicara atau terlalu diam
Jawablah pertanyaan pewawancara dengan singkat dan jelas. Jawaban yang panjang membuat Anda tampak tidak fokus sedangkan jawaban yang terlalu singkat menunjukkan kurangnya ketertarikan Anda pada proses wawancara. Saat diminta bertanya, tanyakanlah sesuatu untuk menunjukkan antusiasme Anda pada pekerjaan yang dilamar.
5. Bersikap kurang sopan
Menerima telepon atau memotong pembicaraan pewawancara membuat Anda dianggap tidak sopan. Matikan telepon Anda sebelum wawancara dimulai, dan dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan.
Tanda-Tanda Pewawancara Tidak Menyukai Anda
Dalam setiap wawancara kerja, ada banyak tanda yang bisa Anda perhatikan, baik itu yang menunjukkan ketertarikan perusahaan atas kepribadian kandidat, atau sebaliknya. Kebosanan pewawancara pada kandidat yang tengah mereka wawancarai bukanlah pertanda baik dalam sebuah wawancara kerja. Inilah empat tanda pewawancara tidak menyukai Anda.
Sibuk dengan hal lain
Pewawancara yang baik akan mendengarkan setiap pernyataan kandidat. Namun, bila Anda tampak tak siap dengan wawancara sehingga situasi menjadi semakin membosankan, fokus pewawancara bisa berubah. Jangan heran bila kebosanan pewawancara membuat mereka akhirnya mengecek ponsel, memperhatikan layar laptop dengan serius, atau tampak mengantuk.
Menjelaskan kualitas yang dibutuhkan
Saat Anda menjelaskan kemampuan yang dimiliki, pewawancara justru mencoba untuk menjelaskan tentang kualitas-kualitas yang mereka butuhkan berkali-kali, baik itu dengan menunggu jawaban selesai atau langsung memotong pernyataan Anda. Saat hal ini terjadi, pewawancara sebenarnya sedang menjelaskan bahwa Anda kurang tepat mengisi posisi yang mereka sediakan.
Mengakhiri wawancara dengan cepat
Tak ada yang lebih baik dilakukan seorang pewawancara selain cepat menutup wawancara kerja dengan kandidat yang tidak menarik minat mereka. Karena, bagi pewawancara, melanjutkan wawancara dengan kandidat yang tidak layak menempati posisi di perusahaan hanya akan membuang-membuang waktu mereka.
Memberi saran karir
Wawancara terlihat lancar sampai akhirnya, pada bagian penutup, pewawancara memberikan saran karir terhadap Anda. Dengan cara ini, mereka ingin menyampaikan secara tidak langsung bahwa saat ini Anda belum tepat bergabung dengan perusahaan mereka. Namun, tak ada salahnya mendengar saran ini demi pengembangan diri Anda sebagai pencari karir yang di lain waktu akan menghadapi wawancara kerja kembali.
Sibuk dengan hal lain
Pewawancara yang baik akan mendengarkan setiap pernyataan kandidat. Namun, bila Anda tampak tak siap dengan wawancara sehingga situasi menjadi semakin membosankan, fokus pewawancara bisa berubah. Jangan heran bila kebosanan pewawancara membuat mereka akhirnya mengecek ponsel, memperhatikan layar laptop dengan serius, atau tampak mengantuk.
Menjelaskan kualitas yang dibutuhkan
Saat Anda menjelaskan kemampuan yang dimiliki, pewawancara justru mencoba untuk menjelaskan tentang kualitas-kualitas yang mereka butuhkan berkali-kali, baik itu dengan menunggu jawaban selesai atau langsung memotong pernyataan Anda. Saat hal ini terjadi, pewawancara sebenarnya sedang menjelaskan bahwa Anda kurang tepat mengisi posisi yang mereka sediakan.
Mengakhiri wawancara dengan cepat
Tak ada yang lebih baik dilakukan seorang pewawancara selain cepat menutup wawancara kerja dengan kandidat yang tidak menarik minat mereka. Karena, bagi pewawancara, melanjutkan wawancara dengan kandidat yang tidak layak menempati posisi di perusahaan hanya akan membuang-membuang waktu mereka.
Memberi saran karir
Wawancara terlihat lancar sampai akhirnya, pada bagian penutup, pewawancara memberikan saran karir terhadap Anda. Dengan cara ini, mereka ingin menyampaikan secara tidak langsung bahwa saat ini Anda belum tepat bergabung dengan perusahaan mereka. Namun, tak ada salahnya mendengar saran ini demi pengembangan diri Anda sebagai pencari karir yang di lain waktu akan menghadapi wawancara kerja kembali.
Pentingnya Bertanya Saat Wawancara Kerja
Dalam sebuah wawancara kerja, tidak memiliki pertanyaan saat kandidat mendapat giliran bertanya besar kemungkinan akan dinilai kurang baik oleh para pewawancara. Jadikan kesempatan bertanya sebuah peluang untuk mengetahui hal-hal mengenai perusahaan dan pekerjaan. Berikut beberapa hal yang perlu diingat untuk bertanya saat menjalani wawancara kerja.
Bertanya hal yang dijelaskan pewawancara
Tanyakanlah kembali detil yang belum dipahami dari penjelasan singkat pewawancara mengenai perusahaan. Misalnya, bila pewawancara bertanya "apa Anda punya pertanyaan?", respon yang menunjukkan perhatian Anda adalah "Ya, saya ingin bertanya. Menurut penjelasan Ibu/Bapak tadi, perusahaan ini merambah ke beberapa industri lain. Apa saja industri tersebut?". Selain itu, ingatlah bahwa setiap pertanyaan akan dihargai sebagai bentuk antusiasme Anda terhadap perusahaan.
Siapkan jenis pertanyaan berdasarkan pewawancara
Pihak perusahaan yang lazim berhadapan langsung dengan kandidat dalam sebuah wawancara kerja adalah dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemimpin departemen/divisi tempat Anda kelak bekerja. Siapkan jenis pertanyaan yang berbeda untuk pewawancara yang berbeda. Untuk pihak SDM, tanyakan mengenai seluk beluk perusahaan. Sedangkan, untuk pimpinan divisi, tanyakan mengenai detil pekerjaan yang kelak Anda jalani setelah bergabung di perusahaan tersebut.
Jadikan wawancara sebagai komunikasi dua arah
Jadikanlah wawancara kerja sebagai komunikasi dua arah (percakapan) antara perusahaan dan kandidat sehingga Anda merasa penting untuk mengetahui banyak hal mengenai perusahaan yang kelak bisa menjadi tempat kerja Anda. Namun, batasi jenis pertanyaan seputar tanggung jawab pekerjaan dan sejauh mana Anda akan cocok menempati posisi yang ditawarkan. Simpan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendetail saat Anda telah berhasil mendapatkan posisi yang diinginkan.
Bertanya hal yang dijelaskan pewawancara
Tanyakanlah kembali detil yang belum dipahami dari penjelasan singkat pewawancara mengenai perusahaan. Misalnya, bila pewawancara bertanya "apa Anda punya pertanyaan?", respon yang menunjukkan perhatian Anda adalah "Ya, saya ingin bertanya. Menurut penjelasan Ibu/Bapak tadi, perusahaan ini merambah ke beberapa industri lain. Apa saja industri tersebut?". Selain itu, ingatlah bahwa setiap pertanyaan akan dihargai sebagai bentuk antusiasme Anda terhadap perusahaan.
Siapkan jenis pertanyaan berdasarkan pewawancara
Pihak perusahaan yang lazim berhadapan langsung dengan kandidat dalam sebuah wawancara kerja adalah dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemimpin departemen/divisi tempat Anda kelak bekerja. Siapkan jenis pertanyaan yang berbeda untuk pewawancara yang berbeda. Untuk pihak SDM, tanyakan mengenai seluk beluk perusahaan. Sedangkan, untuk pimpinan divisi, tanyakan mengenai detil pekerjaan yang kelak Anda jalani setelah bergabung di perusahaan tersebut.
Jadikan wawancara sebagai komunikasi dua arah
Jadikanlah wawancara kerja sebagai komunikasi dua arah (percakapan) antara perusahaan dan kandidat sehingga Anda merasa penting untuk mengetahui banyak hal mengenai perusahaan yang kelak bisa menjadi tempat kerja Anda. Namun, batasi jenis pertanyaan seputar tanggung jawab pekerjaan dan sejauh mana Anda akan cocok menempati posisi yang ditawarkan. Simpan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendetail saat Anda telah berhasil mendapatkan posisi yang diinginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)