Bekerja memang menjadi salah satu aktivitas untuk mendapatkan uang, demi menjalani kehidupan. Sangat manusiawi, jika para pekerja membutuhkan tempat kerja yang dapat membuat mereka nyaman.
Banyak orang tidak puas dengan pekerjaan mereka karena berbagai alasan: gaji kecil, jobdesk tidak jelas, keterampilan stagnan, minat untuk bekerja berkurang, dan sebagainya.
Jangan gegabah saat memutuskan ingin berhenti dari pekerjaan. Anda harus benar-benar punya satu alasan yang baik untuk keluar dari pekerjaan Anda, yakni untuk tujuan kehidupan yang lebih baik.
Namun, jika Anda merasa kurang nyaman bekerja di tempat Anda sekarang, ada baiknya untuk memikirkan tempat kerja baru.
Meski kenyamanan tersebut berbeda persepsi dari masing-masing pekerja, namun ada 12 tanda-tanda umum yang merupakan sinyal, Anda harus mengundurkan diri dan mencari tempat kerja baru.
1. Atasan Anda ternyata gemar mem-bully stafnyaIni perlu diwaspadai karena bisa jadi sebenarnya atasan Anda tidak menyukai kehadiran Anda. Bisa jadi, Anda akan dilecehkan olehnya.
2. Rekan sekerja yang juga gemar mem-bully
Bekerja dengan rekan sekerja yang suka mem-bully memang tidak menyenangkan. Kalau dibiarkan, bisa jadi akan timbul masalah pribadi yang nantinya akan berpengaruh terhadap kinerja Anda.
3. Rekan kerja terlalu ambisius
Penah mengalami rekan kerja ingin menonjol sendirian? Tidak mau bekerja dalam tim? Atau merasa apa yang Anda kerjakan diakui merupakan pekerjaanya? Apalagi jika ia terlalu ambisius untuk menggunakan beragam cara demi menduduki posisi tertentu. Lebih baik, segera rapikan perlengkapan Anda di kantor dan segera pindah kerja.
4. Bekerja keras sendirian
Jika Anda merasa bekerja sendirian dalam tim sementara atasan dan rekan-rekan kerja Anda dalam satu tim hanya bersantai. Lebih baik Anda cepat-cepat angkat kaki dari kantor.
5. Rekan sekantor memiliki kebiasaan buruk
Memiliki rekan kerja dengan kebiasaan buruk akan mengganggu pekerjaan Anda. Apalagi jika atasan Anda seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Jadi, tunggu apa lagi untuk segera pindah kerja.
6. Orang-orang di kantor saling melempar kesalahan
Dalam melakukan pekerjaan, tanggung jawab merupakan hal yang penting. Namun tidak jarang, banyak pekerja yang merasakan rekan-rekannya saling tuding atas sebuah kesalahan. Mereka sepertinya tidak mau disalahkan. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk melamar ke kantor lainnya.
7. Atasan Anda tidak bisa bersikap tegas
Sebagai atasan, ketegasan sangat diperlukan untuk menjaga timnya. Namun jika Anda menemui atasan yang tidak dapat bertindak tegas atas kesemrawutan di dalam kantor, jangan tunda lagi untuk mencoba peruntungan di tempat lain.
8. Atasan Anda tidak adil dan pilih kasih
Anda merasa sudah bekerja dengan sebaik-baiknya, namun rekan Anda yang santai malah diberikan penghargaan oleh atasan. Mungkin jika di tempat lain, Anda akan lebih dihargai.
9. Peraturan yang selalu berubah dan membingungkan
Dalam menjalankan pekerjaan, perlu aturan yang tegas. Namun, jika di tempat kerja Anda saat ini sistem yang berjalan berdasarkan aturan yang tidak tegas dan membingungkan, daripada Anda dibuat pusing dan tidak berkembang, lebih bijaksana untuk mencari tempat baru.
10. Tidak ada yang memberikan Anda pelatihan
Sebagai seorang yang baru, tentu Anda membutuhkan bimbingan atau pelatihan dari rekan-rekan. Setidaknya ada rekan kerja Anda yang memberikan arahan untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Namun jika tidak ada, Anda mungkin akan banyak terkena imbas dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan tim. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat surat lamaran baru.
11. Tidak ada penghargaan yang jelas
Sebagai pekerja, tentunya Anda ingin melakukan yang terbaik. Dan tentu saja harapannya, perusahaan akan memberikan perhatian dengan reward. Jika hal tersebut tidak Anda dapatkan bertahun-tahun selama bekerja, mungkin di tempat lain Anda akan menerimanya.
12. Atasan Anda tidak pernah memberikan arahan yang jelas
Secara hierarki atasan Anda berhak memerintahkan Anda untuk melakukan sebuah pekerjaan yang memang Anda kuasai. Namun, jika arahan tersebut selalu tidak jelas dan membingungkan, Anda pasti akan menjadi "sasaran tembak" jika ada kesalahan yang terjadi. Daripada Anda stress di tempat kerja Anda, lebih baik mencoba untuk melamar ke tempat baru.
13. Gaji Kecil
Berhenti dari pekerjaan tidak akan membuat hidup Anda lebih baik, terutama jika masa kerja Anda belum begitu lama.
Perusahaan hanya akan membayar tinggi jika Anda memiliki pengalaman kerja yang lama dan bagus di perusahaan sebelumnya. Nilai "jual" Anda juga bisa turun, jika saat melamar pekerjaan posisi Anda sedang menganggur.
Solusi terbaik adalah dengan menegosiasikan kenaikan gaji Anda kepada perusahaan. Atau, berusahalah mencari pekerjaan baru yang lebih baik sebelum Anda mengundurkan diri.
14. Tidak Dihargai
Apakah perusahaan menyediakan promosi, kenaikan gaji, atau reward lainnya untuk karyawan berprestasi? Berhenti dari pekerjaan hanya karena perusahaan tidak memenuhi hal-hal di atas, sama sekali tidak akan memperbaiki kualitas hidup Anda.
Solusinya, mintalah apa yang Anda inginkan kepada atasan. Bos Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda merasa tidak dihargai.
15. Tidak Lagi Menikmati Pekerjaan
Apa sebenarnya yang membuat Anda tidak bisa lagi menikmati pekerjaan? Cari tahu dulu penyebabnya dan hal apa sebenarnya yang bisa membuat Anda bergairah dalam bekerja. Bisa saja, saat ini Anda sedang bosan saja.
Cobalah untuk belajar menyukai pekerjaan Anda sambil terus mencari alternatif sesuatu atau tempat kerja lain yang lebih menyenangkan. Atau, cari kegiatan di sela-sela pekerjaan yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari kejenuhan.
16. Tidak Cocok Lagi dengan Lingkungan Perusahaan (Atasan, Rekan Kerja, dan Budaya) Sebelum memutuskan berhenti, cobalah membangun hubungan di luar pekerjaan dan lihat apakah cocok bagi Anda. Bersamaan dengan itu, usahakan untuk membuat perubahan di tempat Anda bekerja agar atmosfer atau kebijakannya "bergerak" sesuai dengan yang Anda inginkan.
17. Perbedaan Nilai Moral Jika atasan terlibat dalam perilaku yang tidak baik (tidak harus ilegal tetapi katakanlah tidak kompetitif atau kolaboratif), Anda harus memutuskan, apakah nilai itu sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Anda.
18. Ketidakseimbangan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Pertama-tama, bagaimana Anda mendefinisikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi? Apakah keduanya mampu berkesinambungan? Sederhananya, apakah di akhir pekan Anda mampu lepas dari email dan telepon yang berhubungan dengan pekerjaan?
Kedua, tentukan langkah ideal selanjutnya, baik secara profesional maupun pribadi? Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak puas dengan situasi saat ini. Sebelum berhenti, tanyakan pada diri, apakah alasan ketidakpuasan Anda akan benar-benar sembuh setelah keluar dari pekerjaan?
Alasan terbaik untuk berhenti dari pekerjaan Anda adalah untuk memperbaiki situasi kehidupan Anda, secara pribadi maupun profesional. Fokus pada bagaimana meningkatkan situasi keseluruhan, bukan pada "berhenti" atau "tidak berhenti".
Tampilkan postingan dengan label cinta di tempat kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta di tempat kerja. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 April 2014
Sabtu, 10 Agustus 2013
Maksimalkan Modal Untuk Wirausaha
Seperti umumnya orang yang hendak membuka usaha sendiri, pertanyaan yang paling sering muncul pertama kali dan kerap menjadi penghalang adalah: 'bagaimana modalnya?' Ketakutan ini membuat kita menunda-nunda untuk memulai karier kedua. Inilah penjelasan financologistAlviko Ibnugroho (financologist)soal modal untuk memulai karier kedua.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasi “modal” atau kekuatan yang Anda miliki. Misalnya, Anda tidak punya uang banyak, tapi punya keahlian plus jejaring bisnis yang kuat. Daripada harus berisiko meminjam dana di bank untuk memulai usaha, Anda bisa 'menyiasati' kondisi ini dengan melakukan partnership (kemitraan). Caranya, carilah orang yang memiliki dana besar dan punya minat bisnis yang sama sebagai investor usaha Anda.
Cara lain, Anda bisa menjual ide, produk atau keahlian tanpa perlu merogoh kocek yang besar yaitu melalui online. Sekarang ini dengan perkembangan teknologi internet dan maraknya sosial media, membuat bisnis jadi lebih mudah. Terutama dalam hal promosi. Cukup membuat iklan sederhana atau memajang foto-foto produk Anda di akun sosial media, pelanggan pun akan berdatangan dengan sendirinya.
Jika saat ini Anda punya hobi terpendam menulis dan ingin beralih profesi menjadi penulis buku, tidak perlu selalu mengandalkan penerbit. Ada banyak cara bisa dilakukan. Misalnya dengan menerbitkan buku sendiri melalui situs tertentu seperti nulisbuku.com. Atau Anda bisa meniru kisah sukses Raditya Dika. Karena rajin menulis pengalaman lucunya di blog pribadinya, akhirnya penerbit menawarkannya untuk membuat buku dan boom! Laris manis. Sekarang selain terkenal sebagai penulis, Radit juga tampil sebagai stand up comedian dan punya acara tetap di salah satu stasiun teve swasta. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa uang bukanlah penghalang atau satu-satunya cara sukses untuk memulai usaha.
Setelah memahami 'modal' yang bisa dijual, bukan berarti Anda bisa langsung berhenti kerja dan terjun bebas menggeluti usaha sendiri. Jangan karena sudah merasastucked di tempat kerja Anda dan sempat sukses melakukan beberapa kali 'usaha sampingan', Anda lalu memutuskan untuk memulai usaha sendiri dengan modal uang pesangon. Akhirnya karena kurang perencanaan, usaha Anda gagal di tengah jalan dan Anda tidak punya cadangan dana untuk menghidupi keluarga.
Banyak orang menggunakan pesangon, dana pensiun atau dana pribadi lainnya sebagai modal usaha. Sebetulnya boleh saja, asalkan Anda sudah memiliki rencana usaha yang sangat matang sehingga tahu dengan pasti kapan akan balik modal. Hanya saja, risikonya terlalu besar. Karena yang perlu disadari, setiap orang yang baru membuka usaha, tidak bisa langsung berharap untung besar. Belum tentu Anda bisa memperoleh pendapatan bulanan sebesar gaji Anda terakhir. Bahkan bisa saja Anda malah tekor mengeluarkan biaya operasional usaha dan kebutuhan rutin rumah tangga. Karena itu, sebaiknya dana pribadi ini dikeluarkan sebagai opsi terakhir untuk membiayai usaha Anda.
Jangan asal utang
Lalu bagaimana kalau ingin mengajukan pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA)
sebagai modal? Memang ada kalanya utang bisa dijadikan sebagai solusi atas masalah
keuangan kita, termasuk menjadi modal usaha, asal dikelola dengan baik. Artinya,
sebelum mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya Anda melunasi utang-utang lainnya,
termasuk utang kartu kredit, agar tidak mengganggu cash flow keuangan
pribadi/keluarga. Lalu pertimbangkan cicilannya per bulan tidak melebihi 30 persen
dari penghasilan bersih Anda.
Ketimbang sebagai modal, sebaiknya pinjaman dari bank digunakan untuk membeli
sesuatu yang bisa menambah aset atau kekayaan Anda, seperti: ruko, tanah, kendaraan.
Pesangon, tabungan, deposito, dan aset pribadi ini akan lebih baik jika ditujukan
sebagai sumber dana cadangan – sewaktu-waktu usaha Anda gulung tikar atau dana
darurat jika tiba-tiba Anda terkena musibah dan membutuhkan uang tunai dalam jumlah
besar.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasi “modal” atau kekuatan yang Anda miliki. Misalnya, Anda tidak punya uang banyak, tapi punya keahlian plus jejaring bisnis yang kuat. Daripada harus berisiko meminjam dana di bank untuk memulai usaha, Anda bisa 'menyiasati' kondisi ini dengan melakukan partnership (kemitraan). Caranya, carilah orang yang memiliki dana besar dan punya minat bisnis yang sama sebagai investor usaha Anda.
Cara lain, Anda bisa menjual ide, produk atau keahlian tanpa perlu merogoh kocek yang besar yaitu melalui online. Sekarang ini dengan perkembangan teknologi internet dan maraknya sosial media, membuat bisnis jadi lebih mudah. Terutama dalam hal promosi. Cukup membuat iklan sederhana atau memajang foto-foto produk Anda di akun sosial media, pelanggan pun akan berdatangan dengan sendirinya.
Jika saat ini Anda punya hobi terpendam menulis dan ingin beralih profesi menjadi penulis buku, tidak perlu selalu mengandalkan penerbit. Ada banyak cara bisa dilakukan. Misalnya dengan menerbitkan buku sendiri melalui situs tertentu seperti nulisbuku.com. Atau Anda bisa meniru kisah sukses Raditya Dika. Karena rajin menulis pengalaman lucunya di blog pribadinya, akhirnya penerbit menawarkannya untuk membuat buku dan boom! Laris manis. Sekarang selain terkenal sebagai penulis, Radit juga tampil sebagai stand up comedian dan punya acara tetap di salah satu stasiun teve swasta. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa uang bukanlah penghalang atau satu-satunya cara sukses untuk memulai usaha.
Setelah memahami 'modal' yang bisa dijual, bukan berarti Anda bisa langsung berhenti kerja dan terjun bebas menggeluti usaha sendiri. Jangan karena sudah merasastucked di tempat kerja Anda dan sempat sukses melakukan beberapa kali 'usaha sampingan', Anda lalu memutuskan untuk memulai usaha sendiri dengan modal uang pesangon. Akhirnya karena kurang perencanaan, usaha Anda gagal di tengah jalan dan Anda tidak punya cadangan dana untuk menghidupi keluarga.
Banyak orang menggunakan pesangon, dana pensiun atau dana pribadi lainnya sebagai modal usaha. Sebetulnya boleh saja, asalkan Anda sudah memiliki rencana usaha yang sangat matang sehingga tahu dengan pasti kapan akan balik modal. Hanya saja, risikonya terlalu besar. Karena yang perlu disadari, setiap orang yang baru membuka usaha, tidak bisa langsung berharap untung besar. Belum tentu Anda bisa memperoleh pendapatan bulanan sebesar gaji Anda terakhir. Bahkan bisa saja Anda malah tekor mengeluarkan biaya operasional usaha dan kebutuhan rutin rumah tangga. Karena itu, sebaiknya dana pribadi ini dikeluarkan sebagai opsi terakhir untuk membiayai usaha Anda.
Jangan asal utang
Lalu bagaimana kalau ingin mengajukan pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA)
sebagai modal? Memang ada kalanya utang bisa dijadikan sebagai solusi atas masalah
keuangan kita, termasuk menjadi modal usaha, asal dikelola dengan baik. Artinya,
sebelum mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya Anda melunasi utang-utang lainnya,
termasuk utang kartu kredit, agar tidak mengganggu cash flow keuangan
pribadi/keluarga. Lalu pertimbangkan cicilannya per bulan tidak melebihi 30 persen
dari penghasilan bersih Anda.
Ketimbang sebagai modal, sebaiknya pinjaman dari bank digunakan untuk membeli
sesuatu yang bisa menambah aset atau kekayaan Anda, seperti: ruko, tanah, kendaraan.
Pesangon, tabungan, deposito, dan aset pribadi ini akan lebih baik jika ditujukan
sebagai sumber dana cadangan – sewaktu-waktu usaha Anda gulung tikar atau dana
darurat jika tiba-tiba Anda terkena musibah dan membutuhkan uang tunai dalam jumlah
besar.
Meraih Karier Impian Yang Menyenangkan
Ketika menginjak usia 40-an dan memiliki kehidupan yang lebih mapan, tentu Anda punya pertimbangan lain dalam mengambil keputusan terhadap karier selanjutnya. MenurutAlviko Ibnugroho, Financologistdan penulis buku Pensiun: Ketika Keputusan Menjadi Keberkahan,dalam memilih karier kedua orang biasanya lebih banyak didorong oleh keinginan untuk mendapatkan kepuasan batin dibandingkan kepuasan material. Misalnya karier yang sesuai passion, pekerjaan yang waktunya lebih fleksibel, ataupun profesi yang bermanfaat bagi banyak orang.
Sebelum mulai melangkah dalam menjalani karier kedua, kita perlu memahami minat dan potensi 'terpendam' untuk menemukan passion Anda sebenarnya. Menurut Alviko, agar bisa meraih sukses di karier kedua, idealnya kita mesti bekerja di jalur yang sejalan dengan potensi dan bakat tersebut. “Pilihan karier yang tepat akan membuat suasana kerja yang menyenangkan sehingga lebih bersemangat. Dengan semangat tinggi akan memacu kita berprestasi, yang pada akhirnya akan mengacu pada kebahagiaan hidup kita kelak,” ungkap Alviko. Bila masih ragu tentang bakat dan minat Anda sebenarnya, kini tersedia beragam alat tes yang bisa diandalkan untuk mendeteksinya, seperti psikotes atau fingerprint test.
Dalam memilih karier kedua, Alviko menyarankan sebaiknya tidak diputuskan secara emosional karena biasanya bersifat tidak langgeng lantaran tidak memiliki pondasi yang kuat. Karier kedua yang telah dipilihnya menjadi sulit dinikmati atau dijalani secara optimal sehingga mudah tergoda untuk beralih ke karier lainnya lagi. Disarankan pula untuk tidak asal memilih karier kedua, mengingat ini bukan waktunya lagi untuk sekadar coba-coba.
Namun, untuk memulai karier kedua tentunya Anda perlu persiapan mental yang matang karena akan menemui banyak tantangan. Merintis karier kedua tentu tak bisa langsung senyaman berada di ‘puncak’ karier pertama. Di awal karier kedua, Anda mungkin akan mengalami masa-masa sulit. Ingat pula bahwa keberhasilan meraih impian tidak bisa diraih dalam satu atau dua malam. Kalau ternyata belum berhasil, jangan mudah menyerah dan tetaplah berusaha dan berpikir positif.
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah persiapan finansial. Selama masa transisi menuju karier kedua, Anda harus menyiapkan dana cadangan yang cukup untuk menunjang kehidupan Anda sehari-hari sampai kembali memperoleh penghasilan. Alviko juga mengingatkan, jangan menentukan karier kedua berdasarkan desakan finansial. Sebab membuat Anda hanya melihat materi yang didapat, dan bukan nilai atau manfaat yang bisa diperoleh.
Sebelum mulai melangkah dalam menjalani karier kedua, kita perlu memahami minat dan potensi 'terpendam' untuk menemukan passion Anda sebenarnya. Menurut Alviko, agar bisa meraih sukses di karier kedua, idealnya kita mesti bekerja di jalur yang sejalan dengan potensi dan bakat tersebut. “Pilihan karier yang tepat akan membuat suasana kerja yang menyenangkan sehingga lebih bersemangat. Dengan semangat tinggi akan memacu kita berprestasi, yang pada akhirnya akan mengacu pada kebahagiaan hidup kita kelak,” ungkap Alviko. Bila masih ragu tentang bakat dan minat Anda sebenarnya, kini tersedia beragam alat tes yang bisa diandalkan untuk mendeteksinya, seperti psikotes atau fingerprint test.
Dalam memilih karier kedua, Alviko menyarankan sebaiknya tidak diputuskan secara emosional karena biasanya bersifat tidak langgeng lantaran tidak memiliki pondasi yang kuat. Karier kedua yang telah dipilihnya menjadi sulit dinikmati atau dijalani secara optimal sehingga mudah tergoda untuk beralih ke karier lainnya lagi. Disarankan pula untuk tidak asal memilih karier kedua, mengingat ini bukan waktunya lagi untuk sekadar coba-coba.
Namun, untuk memulai karier kedua tentunya Anda perlu persiapan mental yang matang karena akan menemui banyak tantangan. Merintis karier kedua tentu tak bisa langsung senyaman berada di ‘puncak’ karier pertama. Di awal karier kedua, Anda mungkin akan mengalami masa-masa sulit. Ingat pula bahwa keberhasilan meraih impian tidak bisa diraih dalam satu atau dua malam. Kalau ternyata belum berhasil, jangan mudah menyerah dan tetaplah berusaha dan berpikir positif.
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah persiapan finansial. Selama masa transisi menuju karier kedua, Anda harus menyiapkan dana cadangan yang cukup untuk menunjang kehidupan Anda sehari-hari sampai kembali memperoleh penghasilan. Alviko juga mengingatkan, jangan menentukan karier kedua berdasarkan desakan finansial. Sebab membuat Anda hanya melihat materi yang didapat, dan bukan nilai atau manfaat yang bisa diperoleh.
Minggu, 04 Agustus 2013
Keberanian Sebagai Modal Awal Wirausaha
Hidup ini memang tidak akan bisa lepas dari berbagai tekanan, namun semua kesulitan merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk dapat tumbuh. Tekanan-tekanan itu sesungguhnya dapat dilihat sebagai sebuah dorongan/stimulus yang membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap sebuah kejadian di kemudian hari.
Berani adalah sebuah kata yang singkat, padat dan jelas yang mempunyai arti besar dan merupakan modal awal untuk menjadi seorang Entrepreneur. Untuk menjadi seorang pengusaha kita harus mempunyai modal awal yaitu Berani dalam beberapa hal, antara lain:
Berani Mempunyai Mimpi
Entrepreneur itu memang harus berani bermimpi. Meskipun dalam masa krisis ekonomi, jangan takut bermimpi. Yakinlah, mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru (blue print) dari realita. Artinya, sesuatu yang bisa kita wujudkan
Memang dalam banyak hal manusia berbeda karenanya ada beberpa tipe manusia dalam menghadapi hidup yang menjadi hal utama untuk memulai suatu mimpi.
Tipe rapuh.
Sedikit tekanan saja membuat manusia jenis ini patah arang. Ketika menemui kesulitan ia langsung mengeluh, merasa tidak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Tipe kayu rapuh ini perlu berlatih agar dapat berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. Dalam menghadapi mereka, sesekali waktu kita harus lebih berani tega karena mereka kadang perlu dilatih untuk belajar menghadapi kesulitan. Posisikan diri kita sebagai pendamping mereka.
Tipe lempeng besi.
Tipe ini biasanya mampu bertahan mengahadapi tekanan awal. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan rumit, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Manusia tipe ini mampu mengahadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, manusia tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, tipe ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe kapas.
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan, saat tekanan tiba, manusia tipe kapas ini mampu bersifat fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan, tapi setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
Tipe bola pingpong.
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Tekanan pada tipe ini justru membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong, saat ditekan, justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat.
Berani Mencoba
Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada.
Bisnis modern akan berhenti berputar kalau sikap berani mencoba itu lenyap. Memang, banyak orang gagal dalam usahanya, putus asa tanpa berani mencoba lagi. Ini bukan saja merugikan aspek materi atau finansial, tapi juga aspek psikologis. Karena itu, sekalipun krisis, tetaplah menjadi entrepreneur dengan semangat kewirausahaan tinggi. Sesungguhnya tidak ada yang gagal dalam berbisnis, yang ada hanya karena ia berhenti mencoba, berhenti berusaha.
Beranilah mencoba. Sebab, tidak satupun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat menggantikan keberanian mencoba dengan bakat bisnis.
Sebagus apapun bakat seseorang, tidak akan sukses tanpa mulai mencoba.
Berani Merantau
Berani adalah sebuah kata yang singkat, padat dan jelas yang mempunyai arti besar dan merupakan modal awal untuk menjadi seorang Entrepreneur. Untuk menjadi seorang pengusaha kita harus mempunyai modal awal yaitu Berani dalam beberapa hal, antara lain:
Berani Mempunyai Mimpi
Entrepreneur itu memang harus berani bermimpi. Meskipun dalam masa krisis ekonomi, jangan takut bermimpi. Yakinlah, mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru (blue print) dari realita. Artinya, sesuatu yang bisa kita wujudkan
Memang dalam banyak hal manusia berbeda karenanya ada beberpa tipe manusia dalam menghadapi hidup yang menjadi hal utama untuk memulai suatu mimpi.
Tipe rapuh.
Sedikit tekanan saja membuat manusia jenis ini patah arang. Ketika menemui kesulitan ia langsung mengeluh, merasa tidak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Tipe kayu rapuh ini perlu berlatih agar dapat berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. Dalam menghadapi mereka, sesekali waktu kita harus lebih berani tega karena mereka kadang perlu dilatih untuk belajar menghadapi kesulitan. Posisikan diri kita sebagai pendamping mereka.
Tipe lempeng besi.
Tipe ini biasanya mampu bertahan mengahadapi tekanan awal. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan rumit, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Manusia tipe ini mampu mengahadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, manusia tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, tipe ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe kapas.
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan, saat tekanan tiba, manusia tipe kapas ini mampu bersifat fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan, tapi setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
Tipe bola pingpong.
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Tekanan pada tipe ini justru membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong, saat ditekan, justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat.
Berani Mencoba
Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada.
Bisnis modern akan berhenti berputar kalau sikap berani mencoba itu lenyap. Memang, banyak orang gagal dalam usahanya, putus asa tanpa berani mencoba lagi. Ini bukan saja merugikan aspek materi atau finansial, tapi juga aspek psikologis. Karena itu, sekalipun krisis, tetaplah menjadi entrepreneur dengan semangat kewirausahaan tinggi. Sesungguhnya tidak ada yang gagal dalam berbisnis, yang ada hanya karena ia berhenti mencoba, berhenti berusaha.
Beranilah mencoba. Sebab, tidak satupun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat menggantikan keberanian mencoba dengan bakat bisnis.
Sebagus apapun bakat seseorang, tidak akan sukses tanpa mulai mencoba.
Berani Merantau
Keberanian merantau, membangun percaya diri dan kemandirian.
Merantau, punya makna sosial tersendiri. Ia berarti "jauh dari keluarga" yang memicu terbangunnya jiwa kemandirian. Tak bergantung pada keluarga, berarti mulai melangkah menjadi dewasa. Dirantau, apalagi di lingkungan yang tak tahu siapa kita sebelumnya, Anda bisa menjadi pribadi yang terbaru.
Merantau, menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita, karena kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan baru. Merantau, membuat seseorang relatif tangguh, karena diterjunkan dalam situasi serba baru.
Berani Gagal
Merantau, punya makna sosial tersendiri. Ia berarti "jauh dari keluarga" yang memicu terbangunnya jiwa kemandirian. Tak bergantung pada keluarga, berarti mulai melangkah menjadi dewasa. Dirantau, apalagi di lingkungan yang tak tahu siapa kita sebelumnya, Anda bisa menjadi pribadi yang terbaru.
Merantau, menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita, karena kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan baru. Merantau, membuat seseorang relatif tangguh, karena diterjunkan dalam situasi serba baru.
Berani Gagal
Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.
Seorang entrepreneur, harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan.
Mengapa? Banyak orang membuat kesalahan yang sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan. Tapi mengapa seseorang gagal dalam bisnis. Ada beberapa sebab umum.
Pertama, kita sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah.
Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita.
Ketiga, biasanya kita terlalu "melankolis" dan suka memvonis diri terlebih dahulu,bahwa kita dilahirkan dengan nasib buruk.
Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.
Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.
Berani Sukses
Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil risiko.
SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Sukses, pikirkanlah sebagai keseharian Anda. Keyakinan bisa sukses, selalu dibangun setiap saat. Karena itulah, jangan biarkan Anda kehilangan motivasi untuk sukses, dan terus membangun keyakinan itu dalam sanubari. Sukses memerlukan keberanian tanpa henti, mempelajari kemunduran bisnis.
Berani Berbeda
Munculkanlah keberanian berpetualang di zaman baru, kendati untuk itu kita siap membayar harga orang yang menertawakan, mengejek, dan mengkritik kita.
Lebih baik kita berani berbeda. Dan, perbedaan kita dari yang lain, adalah wujud ketekunan kita menjadi LEBIH BAIK. Seorang diri, menjadi lebih baik, diantara banyak orang yang berpikiran nyaris sama tentang suatu hal, lalu keberbedaan Anda diterima banyak orang dan diterima dunia. Mari, gunakan energi Anda menghasilkan perbedaan yang bertenaga. Perbedaan yang bernilai.
Tulisan ini saya kutip dari buku "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian" karangan Valentino Dinsi. Saya memuat tulisan ini diblog saya, karena tulisan ini telah memotivasi dan menginspirasi saya untuk benar-benar terjun di dunia bisnis
Seorang entrepreneur, harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan.
Mengapa? Banyak orang membuat kesalahan yang sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan. Tapi mengapa seseorang gagal dalam bisnis. Ada beberapa sebab umum.
Pertama, kita sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah.
Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita.
Ketiga, biasanya kita terlalu "melankolis" dan suka memvonis diri terlebih dahulu,bahwa kita dilahirkan dengan nasib buruk.
Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.
Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.
Berani Sukses
Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil risiko.
SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Sukses, pikirkanlah sebagai keseharian Anda. Keyakinan bisa sukses, selalu dibangun setiap saat. Karena itulah, jangan biarkan Anda kehilangan motivasi untuk sukses, dan terus membangun keyakinan itu dalam sanubari. Sukses memerlukan keberanian tanpa henti, mempelajari kemunduran bisnis.
Berani Berbeda
Munculkanlah keberanian berpetualang di zaman baru, kendati untuk itu kita siap membayar harga orang yang menertawakan, mengejek, dan mengkritik kita.
Lebih baik kita berani berbeda. Dan, perbedaan kita dari yang lain, adalah wujud ketekunan kita menjadi LEBIH BAIK. Seorang diri, menjadi lebih baik, diantara banyak orang yang berpikiran nyaris sama tentang suatu hal, lalu keberbedaan Anda diterima banyak orang dan diterima dunia. Mari, gunakan energi Anda menghasilkan perbedaan yang bertenaga. Perbedaan yang bernilai.
Tulisan ini saya kutip dari buku "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian" karangan Valentino Dinsi. Saya memuat tulisan ini diblog saya, karena tulisan ini telah memotivasi dan menginspirasi saya untuk benar-benar terjun di dunia bisnis
Kamis, 13 Juni 2013
12 Cara melek tanpa kopi saat bekerja
Setiap kali mengantuk saat bekerja, Anda pasti memutuskan untuk menyeruput kopi. Namun sebenarnya ada banyak cara untuk melek tanpa kopi saat bekerja. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Inc.com berikut ini.
Pergi ke luar ruangan
Lampu, layar komputer, dan AC yang ada di dalam tempat kerja terkadang membuat ngantuk. Cobalah untuk pergi ke luar ruangan selama 15 menit dan berjalan-jalan. Pemandangan di luar tentu bisa menyegarkan mata dan pikiran.
Olahraga
Jangan pedulikan teman kerja yang menganggap Anda aneh saat berolahraga di tempat kerja. Namun tidak ada salahnya untuk berolahraga jika Anda merasa ngantuk di tengah-tengah aktivitas di kantor.
Bermain teka-teki
Untuk merangsang energi tubuh, rangsang dulu otak Anda. Selesaikan teka-teki seperti Sudoku atau game lain dengan teman kerja untuk menghilangkan kantuk.
Minum air dingin
Bangunkan diri sendiri dengan cara minum air yang sangat dingin, jika perlu tambahkan lemon. Sensasi dari air dingin dan lemon bisa dirasakan dengan diminum atau bahkan ditempelkan di wajah.
Ngemil
Ngemil bisa bikin Anda tetap melek saat bekerja. Namun hindari camilan berat, berkarbohidrat, atau bergula tinggi. Nikmati buah-buahan atau makanan yang pedas.
Menonton trailer film horor
Cara melek berikutnya bisa dilakukan dengan cara menonton trailer film horor. Hormon adrenalin yang dihasilkan bisa membuat Anda tetap waspada dan terjaga.
Mengubah posisi duduk
Mungkin posisi duduk Anda terlalu nyaman, sehingga kantuk pun tak terhindarkan. Maka dari itu ubah posisi duduk agar Anda bisa lebih segar dan tidak mengantuk.
Mencium aromaterapi
Pasang pengharum beraroma jeruk, mint, atau melati. Aroma yang kuat akan membuat indra terjaga. Tetapi hindari lavender, aroma tersebut justru bisa membuat Anda mengantuk.
Menari
Pasang headphones, putar musik kesukaan, lalu menarilah selama 10 menit. Biarkan orang lain tertawa melihat Anda. Namun setelah itu kantuk pasti akan hilang.
Tertawa
Ajak teman kerja bercanda selama lima menit. Dengan tertawa, hormon endorfin akan dihasilkan tubuh dan menghilangkan kantuk Anda. Jika tak bisa bercanda, tonton video lucu di internet.
Berbelanja online
Berbelanja selalu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan orang-orang. Anda tak harus membeli barang-barang di internet secara sungguh-sungguh. Namun mencoba untuk berbelanja online cukup ampuh membangunkan indra.
Menelepon ibu
Sepertinya terdengar aneh, tetapi percakapan dengan ibu juga bisa menghilangkan kantuk. Mungkin hal itu terjadi karena adanya ikatan emosi yang kuat antara Anda dan ibu.
Demikian berbagai cara agar tetap melek tanpa kopi di tempat kerja.
Pergi ke luar ruangan
Lampu, layar komputer, dan AC yang ada di dalam tempat kerja terkadang membuat ngantuk. Cobalah untuk pergi ke luar ruangan selama 15 menit dan berjalan-jalan. Pemandangan di luar tentu bisa menyegarkan mata dan pikiran.
Olahraga
Jangan pedulikan teman kerja yang menganggap Anda aneh saat berolahraga di tempat kerja. Namun tidak ada salahnya untuk berolahraga jika Anda merasa ngantuk di tengah-tengah aktivitas di kantor.
Bermain teka-teki
Untuk merangsang energi tubuh, rangsang dulu otak Anda. Selesaikan teka-teki seperti Sudoku atau game lain dengan teman kerja untuk menghilangkan kantuk.
Minum air dingin
Bangunkan diri sendiri dengan cara minum air yang sangat dingin, jika perlu tambahkan lemon. Sensasi dari air dingin dan lemon bisa dirasakan dengan diminum atau bahkan ditempelkan di wajah.
Ngemil
Ngemil bisa bikin Anda tetap melek saat bekerja. Namun hindari camilan berat, berkarbohidrat, atau bergula tinggi. Nikmati buah-buahan atau makanan yang pedas.
Menonton trailer film horor
Cara melek berikutnya bisa dilakukan dengan cara menonton trailer film horor. Hormon adrenalin yang dihasilkan bisa membuat Anda tetap waspada dan terjaga.
Mengubah posisi duduk
Mungkin posisi duduk Anda terlalu nyaman, sehingga kantuk pun tak terhindarkan. Maka dari itu ubah posisi duduk agar Anda bisa lebih segar dan tidak mengantuk.
Mencium aromaterapi
Pasang pengharum beraroma jeruk, mint, atau melati. Aroma yang kuat akan membuat indra terjaga. Tetapi hindari lavender, aroma tersebut justru bisa membuat Anda mengantuk.
Menari
Pasang headphones, putar musik kesukaan, lalu menarilah selama 10 menit. Biarkan orang lain tertawa melihat Anda. Namun setelah itu kantuk pasti akan hilang.
Tertawa
Ajak teman kerja bercanda selama lima menit. Dengan tertawa, hormon endorfin akan dihasilkan tubuh dan menghilangkan kantuk Anda. Jika tak bisa bercanda, tonton video lucu di internet.
Berbelanja online
Berbelanja selalu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan orang-orang. Anda tak harus membeli barang-barang di internet secara sungguh-sungguh. Namun mencoba untuk berbelanja online cukup ampuh membangunkan indra.
Menelepon ibu
Sepertinya terdengar aneh, tetapi percakapan dengan ibu juga bisa menghilangkan kantuk. Mungkin hal itu terjadi karena adanya ikatan emosi yang kuat antara Anda dan ibu.
Demikian berbagai cara agar tetap melek tanpa kopi di tempat kerja.
10 Alasan kenapa bekerja di rumah itu menyenangkan
Bekerja tidak selalu harus dilakukan di kantor. Sebab kini semakin banyak orang memilih untuk bekerja di rumah. Setidaknya, ada 10 alasan kenapa banyak orang menganggap bekerja di rumah itu menyenangkan. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari US News.
Produktif
Percakapan di antara teman kerja atau panggilan rapat mendadak di kantor terkadang bisa mengganggu produktivitas seseorang. Namun di rumah, semua itu tidak akan dialami.
Nyaman
Tidak ada tempat paling nyaman selain di rumah. Bekerja di rumah pun membebaskan gerak seseorang. Mau duduk, berdiri, selonjor, atau apapun, semuanya lebih nyaman dilakukan di rumah.
Perjalanan
Menghadapi macet ketika melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kerja tentu mengganggu suasana hati. Namun saat di rumah, perjalanan seperti itu tidak perlu dilakukan.
Fokus
Karena tak ada gangguan suara berisik dari teman, telepon, atau lainnya seperti di kantor, bekerja di rumah pun bisa membuat seseorang lebih fokus dan konsentrasi.
Ritme
Beberapa orang tergolong lebih semangat bekerja di pagi hari. Sementara lainnya adalah tipe pekerja malam. Ritme bekerja seperti itu pun bisa diatur jika dilakukan di rumah.
Makanan
Mau makan, tinggal ambil. Itulah salah satu alasan kenapa bekerja di rumah lebih menyenangkan daripada pergi ke kantor.
Olahraga
Saat lelah, bekerja di rumah memungkinkan seseorang untuk istirahat dan melakukan olahraga. Sehingga setelah melakukan olahraga, tubuh jadi lebih bugar dan siap bekerja kembali.
Privasi
Bagi orang yang cenderung tidak suka jika privasinya diganggu, bekerja di rumah tentu terasa lebih menyenangkan. Sebab tak ada teman kerja yang usil mengganggu privasi.
Kreatif
Berada di tengah-tengah lingkungan yang mendukung, seperti halaman rumah atau binatang peliharaan, tentu mampu meningkatkan kreativitas dalam bekerja.
Uang
Jika tidak perlu pergi ke kantor, artinya uang juga lebih bisa dihemat karena tidak ada biaya perjalanan. Makan juga bisa dibuat sendiri di rumah dan tidak perlu pergi keluar untuk membelinya.
Itulah berbagai alasan kenapa bekerja di rumah itu menyenangkan
Produktif
Percakapan di antara teman kerja atau panggilan rapat mendadak di kantor terkadang bisa mengganggu produktivitas seseorang. Namun di rumah, semua itu tidak akan dialami.
Nyaman
Tidak ada tempat paling nyaman selain di rumah. Bekerja di rumah pun membebaskan gerak seseorang. Mau duduk, berdiri, selonjor, atau apapun, semuanya lebih nyaman dilakukan di rumah.
Perjalanan
Menghadapi macet ketika melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kerja tentu mengganggu suasana hati. Namun saat di rumah, perjalanan seperti itu tidak perlu dilakukan.
Fokus
Karena tak ada gangguan suara berisik dari teman, telepon, atau lainnya seperti di kantor, bekerja di rumah pun bisa membuat seseorang lebih fokus dan konsentrasi.
Ritme
Beberapa orang tergolong lebih semangat bekerja di pagi hari. Sementara lainnya adalah tipe pekerja malam. Ritme bekerja seperti itu pun bisa diatur jika dilakukan di rumah.
Makanan
Mau makan, tinggal ambil. Itulah salah satu alasan kenapa bekerja di rumah lebih menyenangkan daripada pergi ke kantor.
Olahraga
Saat lelah, bekerja di rumah memungkinkan seseorang untuk istirahat dan melakukan olahraga. Sehingga setelah melakukan olahraga, tubuh jadi lebih bugar dan siap bekerja kembali.
Privasi
Bagi orang yang cenderung tidak suka jika privasinya diganggu, bekerja di rumah tentu terasa lebih menyenangkan. Sebab tak ada teman kerja yang usil mengganggu privasi.
Kreatif
Berada di tengah-tengah lingkungan yang mendukung, seperti halaman rumah atau binatang peliharaan, tentu mampu meningkatkan kreativitas dalam bekerja.
Uang
Jika tidak perlu pergi ke kantor, artinya uang juga lebih bisa dihemat karena tidak ada biaya perjalanan. Makan juga bisa dibuat sendiri di rumah dan tidak perlu pergi keluar untuk membelinya.
Itulah berbagai alasan kenapa bekerja di rumah itu menyenangkan
Selasa, 11 Juni 2013
Sikap Seorang Pemenang
Setiap pagi para karyawan di sebuah restoran masuk kerja dengan perasaan rutinitas dan penuh kebosanan. Semangat kerja mereka seakan-akan setiap harinya berada pada titik yang terendah. Mereka bekerja seakan-akan tidak ada pilihan pekerjaan lain lagi sehingga sikap mereka sangatlah pasif dan negatif. Pada suatu hari yang tak terduga, sang pemilik restoran menelepon restoran miliknya dan menceritakan kepada manajer restoran tersebut bahwa nanti siang presiden beserta rombongan akan mampir ke tempat tersebut. Tanpa perlu diberi tahu lebih lanjut, sang manajer langsung mengumpulkan seluruh stafnya dan menyampaikan berita yang sangat menggembirakan itu. Betapa bangganya setiap karyawan mendengar berita tersebut.
Mereka bergegas untuk mempersiapkan kondisi terbaik bagi tamu kehormatan. Beberapa staf langsung mulai menyapu dan mengepel lantai dengan semangat tinggi dan dengan detail yang berlebihan. Semua piring, sendok, dan garpu yang telah dicuci sebelumnya dicuci lagi dan kali ini sampai mengilat. Sang koki dengan inisiatif sendiri mempersiapkan hidangan 10 macam makanan yang menjadi andalannya dengan teliti. Raut muka mereka begitu bersemangat dan penuh senyum menantikan datangnya tamu kehormatan.
Menjelang tengah hari, sang pemilik restoran muncul dan begitu senang serta terkejut melihat begitu banyak kemajuan dalam restorannya. Sambil tertawa ia berkata, "Saya tadi hanya bercanda bahwa presiden dan rombongan akan datang, saya tidak menyangka bahwa kalian mampu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kalian." Sadar atau tidak sadar, kita sering tidak memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kita karena kita kurang menghargai pekerjaan kita.
Menjelang tengah hari, sang pemilik restoran muncul dan begitu senang serta terkejut melihat begitu banyak kemajuan dalam restorannya. Sambil tertawa ia berkata, "Saya tadi hanya bercanda bahwa presiden dan rombongan akan datang, saya tidak menyangka bahwa kalian mampu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kalian." Sadar atau tidak sadar, kita sering tidak memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kita karena kita kurang menghargai pekerjaan kita.
Jika Anda pun menyadari bahwa Anda akan melakukan hal yang sama jika diposisikan seperti karyawan restoran tadi, berarti Anda belum memperlihatkan 100% sikap positif Anda. Jika Anda selalu menantikan pengharapan terbaik dalam pekerjaan Anda layaknya memberikan pelayanan kepada seorang raja dan Anda mampu melakukannya setiap hari, Anda pasti akan kagum menemukan masterpiece yang terbesar di dalam karya Anda.
Hari terbaik dalam hidup ini adalah ketika kita mengambil seluruh tanggung jawab atas sikap kita. Itulah hari ketika kita akan bertumbuh
Hari terbaik dalam hidup ini adalah ketika kita mengambil seluruh tanggung jawab atas sikap kita. Itulah hari ketika kita akan bertumbuh
Pilihan Ada di Tangan Anda
Seorang guru bijak tinggal di atas puncak gunung es yang tinggi. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang merasa dirinya pandai, ingin menguji kemampuan sang guru bijak tersebut. Ia membawa seekor burung kecil yang ia genggam di tangannya. Ia ingin memberikan pertanyaan yang menjebak bagi sang guru dengan bertanya apakah sang guru mengetahui bahwa burung di genggamannya hidup atau mati. Apa pun jawaban sang guru, semua tetap akan menuju pada kesalahan. Jika sang guru menebak mati, si anak muda akan melepaskan burung itu. Namun, jika ia menebak hidup, anak muda itu akan meremas burung itu sampai mati. Akhirnya, si pemuda bertemu dengan guru bijak itu dan melontarkan pertanyaan yang telah ia rancang jauh-jauh hari. Si pemuda itu berkata, "Wahai guru yang bijak, menurut Anda apakah burung yang saya pegang di Langan saya berada dalam keadaan mati atau hidup?" Sang guru bijak tertegun mendengar pertanyaan itu, sambil berpikir beberapa saat akhirnya ia membuka mulut dan berkata, "Mati hidupnya nyawa burung itu bergantung pada tangan Anda."
Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. "The sky is not the limit, You are the LIMIT!"
Pikiran seseorang dapat membuat neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka
Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. "The sky is not the limit, You are the LIMIT!"
Pikiran seseorang dapat membuat neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka
Mengubah Pengetahuan Anda Menjadi Tindakan
Ada pepatah tua yang selalu mengingatkan mereka yang ingin mecapai puncak prestasi dalam hidup ini, pepatah itu berbunyi, "Keinginan adalah peta harta karun. Pengetahuan adalah peti harta karun. Kearifan adalah batu permata. Namun, tanpa tindakan semuanya tetap terkubur di bawah lautan luas." Saya sempat mengunjungi salah satu tempat fitness yang terbaik di Jakarta. Bukan main kagumnya saya mei ihat begitu banyak alat-alat yang dapat membantu seseorang untuk memiliki tubuh ideal. Setelah lama tidak bertemu dengan teman yang mengajak saya ke tempat itu, betapa kagetnya ketika bertemu dengannya. Ia bahkan bertambah gemuk dan tidak berotot sama sekali. Saya dengan heran bertanya kepadanya, "Apo yang terjadi?
Bukankah tempat fitness yang kau kunjungi memiliki peralatan-peralatan yang terlengkap? Apakah peralatannya kurang bagus sehingga tidak dapat mengubah tubuhmu menjadi ideal?" Dengan kesal is menjawab bahwa bukan salah peralatannya tetapi dialah yang malas ke tempat itu dengan menceritakan 1.001 macam alasan.Hal ini tidak jauh berbeda dengan ditemukannya begitu banyak "alat" motivasi yang dapat mengubah kehidupan kita untuk menjadi lebih sukses lagi, namun sayangnya alat-alat itu menjadi tidak berguna karena kita tidak memanfaatkannya. Afirmasi positif, penentuan target, maupun visualisasi tidaklah bermanfaat ketika seseorang tidak mengambil tindakan dengan menetapkan tujuan yang jelas untuk mencapainya.
Beberapa training motivasi mengajarkan mind power untuk menemukan kekuatan dahsyat dalam pikiran seseorang. Ada juga yang mengajarkan sikap positif untuk meraih kesuksesan, dan afirmasi positif untuk menarnbah semangat motivasi. Namun, ketiga hal ini umumnya berhubungan dengan faktor internal manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan perkataan, padahal faktor eksternal yang diharapkan adalah hasil (results). Dengan demikian, dibutuhkan jembatan untuk menghubungkan antara faktor internal dan eksternal ini, yang tidak lain adalah tindakan-tindakan kita.
Beberapa training motivasi mengajarkan mind power untuk menemukan kekuatan dahsyat dalam pikiran seseorang. Ada juga yang mengajarkan sikap positif untuk meraih kesuksesan, dan afirmasi positif untuk menarnbah semangat motivasi. Namun, ketiga hal ini umumnya berhubungan dengan faktor internal manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan perkataan, padahal faktor eksternal yang diharapkan adalah hasil (results). Dengan demikian, dibutuhkan jembatan untuk menghubungkan antara faktor internal dan eksternal ini, yang tidak lain adalah tindakan-tindakan kita.
Janganlah menjadi orang yang penuh akan pengetahuan namun tidak mengaplikasikan dalam hidupnya sendiri. Orang seperti ini akan terus mencari pengetahuan demi pengetahuan dengan ras a frustrasi karena tidak dapat meraih suksesnya. Inilah saatnya untuk menerapkan pengetahuan Anda menjadi tindakan dan kebiasaan dalam hidup ini. Nathaniel Branden mengingatkan bahwa jika Anda tidak melakukan sesuatu, keadaan tidak akan berubah menjadi lebih baik. "It's not about knowing, but about doing."
Lupakan kesalahan masa lalu. Lupakanlah kegagalan. Lupakanlah segalanya selain apa yang akan Anda kerjakan sekarang dan lakukanlah
Lupakan kesalahan masa lalu. Lupakanlah kegagalan. Lupakanlah segalanya selain apa yang akan Anda kerjakan sekarang dan lakukanlah
Hidup sulit, apa itu?
Seorang remaja baru punya mobil. Mobilnya bekas, tapi masih bagus. Setelah seminggu berbangga-bangga dengan mobil itu, sang mobil mogok. Ia pun mencoba mencari-cari sumber masalahnya. Setelah dua jam mengotak-atik, masalahnya tak ketemu juga. Akhirnya, ia dorong mobil kebanggaannya ke bengkel terdekat. Untung bengkelnya sedang sepi. Maka montir di bengkel itu segera bisa menangani masalahnya. Dan tak lebih dari lima menit, mobil tersebut hidup lagi dan bisa digunakan. Rupanya hanya ada kabel yang kendor.
Saudara, ternyata masalah mobil mogok itu mendatangkan kesulitan untuk sang remaja. Tapi untuk montir mobil, masalah itu mudah saja. Jadi apa itu kesulitan? Secara sederhana, kesulitan adalah ketika seorang siswa kelas dua SD harus menghadapi soal kelas dua SMP, misalnya. Artinya, sesuatu dikatakan sulit bila kemampuan anda di bawah masalah yang harus dihadapi. Hidup mudah jelas sebaliknya. Siswa SMP yang harus menyelesaikan masalah SD jelas akan mudah menyelesaikannya. Jadi kesulitan (atau kemudahan) itu adalah perbandingan masalah dan kemampuan anda.
Apakah hidup anda terus sulit?
Bila anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan : Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit.
Kesadaran ini penting. Karena dengan begitu, anda punya peluang untuk keluar dari kesulitan hidup anda. Tentu anda akan benar-benar keluar dari kesulitan bila anda merubah tindakan anda.
Setelah kesulitan ada kemudahan
”Setelah kesulitan ada kemudahan” berasal dari kitab suci. Untuk meraih kemudahan, anda harus melalui suatu kesulitan. Mudah adalah ketika kamampuan anda lebih hebat dari masalah anda. Jadi, kesulitan dalam konteks ini adalah proses anda dalam meningkatkan kemampuan diri. Kenapa sulit? Karena peningkatan kualitas diri adalah sesuatu yang anda tidak ketahui. Kesulitan berasal dari ketidaktahuan itu. Ketidaktahuan bukan hanya mendatangkan kesulitan, tapi juga ketakutan. Nah, ketika anda berhasil mengatasi ketidaktahuan, kesulitan dan ketakutan itu, maka kemampuan anda pun meningkat. Ketika kemampuan meningkat, anda akan mudah mengatasi masalah yang anda hadapi.
Ingin hidup terus mudah?
Jadi, bila anda ingin terus hidup dalam kemudahan teruslah meningkatkan kemampuan. Atasi kesulitan-kesulitan yang anda rencanakan (terus belajar kemampuan-kemampuan baru). Dengan begitu, anda akan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan masalah yang datang pada hidup anda. Koq bisa? Karena anda telah punya kemampuan yang lebih dari masalah yang datang tersebut. Itulah salah satu sebab kenapa anda diwajibkan belajar dari buaian sampai liang kubur. Agar kemampuan anda terus meningkat dan membuat tak satu masalah pun menjadi cukup besar untuk mempersulit hidup anda.
Masalah, I Love You
Jadi, bagi anda yang terus belajar, anda akan bilang : ”Masalah, I Love You” bagi setiap masalah yang datang pada anda. Bila masalahnya lebih kecil dari kemampuan, maka anda akan senang dan mudah menyelesaikannya. Bila masalahnya lebih besar dari kemampuan, maka anda akan senang mendapatinya. Kenapa? Karena anda bisa belajar dan membuat kemampuan anda lebih meningkat lagi
Saudara, ternyata masalah mobil mogok itu mendatangkan kesulitan untuk sang remaja. Tapi untuk montir mobil, masalah itu mudah saja. Jadi apa itu kesulitan? Secara sederhana, kesulitan adalah ketika seorang siswa kelas dua SD harus menghadapi soal kelas dua SMP, misalnya. Artinya, sesuatu dikatakan sulit bila kemampuan anda di bawah masalah yang harus dihadapi. Hidup mudah jelas sebaliknya. Siswa SMP yang harus menyelesaikan masalah SD jelas akan mudah menyelesaikannya. Jadi kesulitan (atau kemudahan) itu adalah perbandingan masalah dan kemampuan anda.
Apakah hidup anda terus sulit?
Bila anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan : Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit.
Kesadaran ini penting. Karena dengan begitu, anda punya peluang untuk keluar dari kesulitan hidup anda. Tentu anda akan benar-benar keluar dari kesulitan bila anda merubah tindakan anda.
Setelah kesulitan ada kemudahan
”Setelah kesulitan ada kemudahan” berasal dari kitab suci. Untuk meraih kemudahan, anda harus melalui suatu kesulitan. Mudah adalah ketika kamampuan anda lebih hebat dari masalah anda. Jadi, kesulitan dalam konteks ini adalah proses anda dalam meningkatkan kemampuan diri. Kenapa sulit? Karena peningkatan kualitas diri adalah sesuatu yang anda tidak ketahui. Kesulitan berasal dari ketidaktahuan itu. Ketidaktahuan bukan hanya mendatangkan kesulitan, tapi juga ketakutan. Nah, ketika anda berhasil mengatasi ketidaktahuan, kesulitan dan ketakutan itu, maka kemampuan anda pun meningkat. Ketika kemampuan meningkat, anda akan mudah mengatasi masalah yang anda hadapi.
Ingin hidup terus mudah?
Jadi, bila anda ingin terus hidup dalam kemudahan teruslah meningkatkan kemampuan. Atasi kesulitan-kesulitan yang anda rencanakan (terus belajar kemampuan-kemampuan baru). Dengan begitu, anda akan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan masalah yang datang pada hidup anda. Koq bisa? Karena anda telah punya kemampuan yang lebih dari masalah yang datang tersebut. Itulah salah satu sebab kenapa anda diwajibkan belajar dari buaian sampai liang kubur. Agar kemampuan anda terus meningkat dan membuat tak satu masalah pun menjadi cukup besar untuk mempersulit hidup anda.
Masalah, I Love You
Jadi, bagi anda yang terus belajar, anda akan bilang : ”Masalah, I Love You” bagi setiap masalah yang datang pada anda. Bila masalahnya lebih kecil dari kemampuan, maka anda akan senang dan mudah menyelesaikannya. Bila masalahnya lebih besar dari kemampuan, maka anda akan senang mendapatinya. Kenapa? Karena anda bisa belajar dan membuat kemampuan anda lebih meningkat lagi
Senin, 10 Juni 2013
Luaskan jiwa, bergembira dengan masalah apapun.
Untuk banyak orang, masalah besar pastilah menimbulkan tekanan yang besar pula. Iya kan? Masalah kekurangan uang Rp. 1 juta jelas berbeda dengan masalah kekurangan uang Rp.5 Milyar. Tapi apakah tekanan yang diberikan dua masalah ini sama juga? Belum tentu!
Dalam fisika kita mengenal sebuah rumus tekanan. Dia adalah gaya dibandingkan dengan luas penampang. P = F/A. (P = Tekanan, F = Gaya, A = Luas Penampang). Dalam kehidupan mental dan emosi, tekanan adalah tingkat stress anda. Gaya adalah besarnya masalah yang anda hadapi. Luas penampang adalah kondisi keluasan jiwa anda.
Jadi, berdasar rumus ini, masalah kurang uang Rp. 1 juta bisa menimbulkan stress yang lebih besar dari masalah kurang uang Rp. 5 milyar. Koq bisa? Iya, jika kurang uang Rp. 1 juta terjadi pada orang yang luas jiwanya misalnya 100 ribu, maka sterss yang dihadapi sebesar 10 (1 juta / 100 ribu). Dan kurang uang Rp. 5 Milyar terjadi pada orang yang luas jiwanya misalnya 1 milyar, tekanannya cuma 5 (5 milyar / 1 milyar). Jadi, bukan besarnya masalah yang menjadi penyebab utama, tapi luas penampangnya, keluasan jiwa anda.
Mari kita pahami dengan tambahan ilustrasi ember dan air. Misalnya ada ember yang ukurannya 5 liter. Jika ke dalamnya dimasukkan air sebanyak 3 liter, maka ember tersebut bisa menampungnya. Tak ada air yang tumpah. Hal ini sama dengan anda yang masih bisa tenang-tenang saja ketika menghadapi masalah yang lebih kecil dari keluasan jiwa anda. Tapi, bila dimasukkan air sebanyak 6 liter, maka akan tumpah 1 liter.
Luas penampang / ukuran ember / keluasan jiwa anda adalah faktor terpentingnya. Bukan kemampuan. Anda bisa saja punya utang Rp. 10 milyar, dan semua aset anda cuma bernilai Rp. 100 juta, dan anda tidak stress! Koq bisa? Yap, karena jiwa anda sangat luas. Bahkan tak berbatas. Untuk jiwa yang luas tak berbatas, masalah sebesar apapun tak akan menimbulkan stress. Tapi, anda bisa punya utang Rp. 1 juta, punya aset senilai Rp. 10 milyar, dan anda stress. Kenapa? Karena jiwa anda lebih sempit dari Rp. 1 juta.
Betapa banyak di dunia ini, manusia-manusia dengan uang dan kekayaan yang luar biasa banyak, tapi masih saja meminta diskon untuk barang yang diinginkannya. Itu berarti harta fisiknya besar, tapi jiwanya? Banyak orang kaya yang langsung stress ketika harus menghadapi masalah yang kecil saja. Sang jiwa mungkin terlalu dimanja oleh fasilitas. Jiwa itu tidak tumbuh. Ia kerdil.
Di alam ini ada lautan. Berbagai macam air dapat diterima lautan dan dinetralkan. Seberapa banyak pun air yang masuk ke lautan, lautan tidak keberatan. Sistem alam bisa terus menyeimbangkan kondisi air di alam ini. Kecuali bila manusia melakukan pengerusakan.
Jadilah lautan, luaskan jiwa
Marilah sekarang kita berlatih meluaskan sang jiwa. Berikut tips-tipsnya:
Berniat. Hal ini penting, karena membuat diri anda bersiap untuk melakukan sesuatu.
Tutup mata. Bayangkan lautan. Bayangkan anda sebagai lautan. Visualisasi ini penting karena otak lebih mudah bekerja dengan gambaran visual.
Bentuk senyuman di bibir anda.
Bayangkan masalah yang pernah anda hadapi. Buat visualisasi anda kembali mengalaminya. Rasakan rasa sakit di hati anda. Bila tingkat sakit 1 – 10, Berapa tingkat sakit anda?
Masih dengan rasa sakit di hati, bayangkan dan rasakan anda adalah lautan dengan jiwa yang lapang.
Masukkan masalah dan rasa sakit di hati anda ke dalam lautan.
Terus bayangkan masalah dan rasa sakit itu terbawa ombak dan makin jauh dari anda.
Bagaimana perasaan anda sekarang? Berapa tingkat sakit yang anda rasakan sekarang?
Ucapkan terima kasih pada sang masalah. Sadari bahwa masalah lah yang justru membuat anda menjadi pribadi yang kuat.
Tersenyumlah lebih lebar. Ucapkan terima kasih kembali. Bila tingkat senang 1 – 10, berapa tingkat kesenangan anda?
Tingkatkan kesenangan anda 5 kali lipat.
Buka mata anda. Bagaimana perasaan anda?
Dalam fisika kita mengenal sebuah rumus tekanan. Dia adalah gaya dibandingkan dengan luas penampang. P = F/A. (P = Tekanan, F = Gaya, A = Luas Penampang). Dalam kehidupan mental dan emosi, tekanan adalah tingkat stress anda. Gaya adalah besarnya masalah yang anda hadapi. Luas penampang adalah kondisi keluasan jiwa anda.
Jadi, berdasar rumus ini, masalah kurang uang Rp. 1 juta bisa menimbulkan stress yang lebih besar dari masalah kurang uang Rp. 5 milyar. Koq bisa? Iya, jika kurang uang Rp. 1 juta terjadi pada orang yang luas jiwanya misalnya 100 ribu, maka sterss yang dihadapi sebesar 10 (1 juta / 100 ribu). Dan kurang uang Rp. 5 Milyar terjadi pada orang yang luas jiwanya misalnya 1 milyar, tekanannya cuma 5 (5 milyar / 1 milyar). Jadi, bukan besarnya masalah yang menjadi penyebab utama, tapi luas penampangnya, keluasan jiwa anda.
Mari kita pahami dengan tambahan ilustrasi ember dan air. Misalnya ada ember yang ukurannya 5 liter. Jika ke dalamnya dimasukkan air sebanyak 3 liter, maka ember tersebut bisa menampungnya. Tak ada air yang tumpah. Hal ini sama dengan anda yang masih bisa tenang-tenang saja ketika menghadapi masalah yang lebih kecil dari keluasan jiwa anda. Tapi, bila dimasukkan air sebanyak 6 liter, maka akan tumpah 1 liter.
Luas penampang / ukuran ember / keluasan jiwa anda adalah faktor terpentingnya. Bukan kemampuan. Anda bisa saja punya utang Rp. 10 milyar, dan semua aset anda cuma bernilai Rp. 100 juta, dan anda tidak stress! Koq bisa? Yap, karena jiwa anda sangat luas. Bahkan tak berbatas. Untuk jiwa yang luas tak berbatas, masalah sebesar apapun tak akan menimbulkan stress. Tapi, anda bisa punya utang Rp. 1 juta, punya aset senilai Rp. 10 milyar, dan anda stress. Kenapa? Karena jiwa anda lebih sempit dari Rp. 1 juta.
Betapa banyak di dunia ini, manusia-manusia dengan uang dan kekayaan yang luar biasa banyak, tapi masih saja meminta diskon untuk barang yang diinginkannya. Itu berarti harta fisiknya besar, tapi jiwanya? Banyak orang kaya yang langsung stress ketika harus menghadapi masalah yang kecil saja. Sang jiwa mungkin terlalu dimanja oleh fasilitas. Jiwa itu tidak tumbuh. Ia kerdil.
Di alam ini ada lautan. Berbagai macam air dapat diterima lautan dan dinetralkan. Seberapa banyak pun air yang masuk ke lautan, lautan tidak keberatan. Sistem alam bisa terus menyeimbangkan kondisi air di alam ini. Kecuali bila manusia melakukan pengerusakan.
Jadilah lautan, luaskan jiwa
Marilah sekarang kita berlatih meluaskan sang jiwa. Berikut tips-tipsnya:
Berniat. Hal ini penting, karena membuat diri anda bersiap untuk melakukan sesuatu.
Tutup mata. Bayangkan lautan. Bayangkan anda sebagai lautan. Visualisasi ini penting karena otak lebih mudah bekerja dengan gambaran visual.
Bentuk senyuman di bibir anda.
Bayangkan masalah yang pernah anda hadapi. Buat visualisasi anda kembali mengalaminya. Rasakan rasa sakit di hati anda. Bila tingkat sakit 1 – 10, Berapa tingkat sakit anda?
Masih dengan rasa sakit di hati, bayangkan dan rasakan anda adalah lautan dengan jiwa yang lapang.
Masukkan masalah dan rasa sakit di hati anda ke dalam lautan.
Terus bayangkan masalah dan rasa sakit itu terbawa ombak dan makin jauh dari anda.
Bagaimana perasaan anda sekarang? Berapa tingkat sakit yang anda rasakan sekarang?
Ucapkan terima kasih pada sang masalah. Sadari bahwa masalah lah yang justru membuat anda menjadi pribadi yang kuat.
Tersenyumlah lebih lebar. Ucapkan terima kasih kembali. Bila tingkat senang 1 – 10, berapa tingkat kesenangan anda?
Tingkatkan kesenangan anda 5 kali lipat.
Buka mata anda. Bagaimana perasaan anda?
Tips Mengatasi Rasa Malas
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.
Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.
Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.
Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.
Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:
Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.
Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.
Anda Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.
Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.
Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.
Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.
Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.
Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:
Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.
Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.
Anda Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.
Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.
Sabtu, 25 Mei 2013
Memilih Tempat Kerja Dengan Bijak
Setelah proses wawancara dilalui dengan sukses dan pekerjaan sudah ditawarkan, jangan buru-buru menandatangani kontrak. Pikirkan kembali, sesuaikah tempat kerja ini dengan prinsip dan kepribadian Anda? Sebuah penawaran kerja adalah proses penerimaan antara perusahaan dan karyawan baru, yang berarti Anda turut andil menentukan keputusan akhir atas proses ini. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan menjadi karyawan sebuah perusahaan.
Arah perkembangan perusahaan
Kenali visi dan misi perusahaan dan apakah perusahaan tersebut memiliki peluang untuk terus berkembang, dan bukan hanya bertahan. Anda akan turut terjebak dalam karir yang sulit berkembang bila memilih bekerja di tempat yang juga sulit berkembang.
Pemenuhan hal-hal penting untuk karyawan
Tempat kerja yang menghargai karyawannya akan memiliki faktor-faktor yang membuat pekerja nyaman. Misalnya, budaya dan lingkungan kerja yang nyaman. Hal-hal tersebut menjadi penting karena kenyamanan pekerja akan memperkuat komitmen mereka pada perusahaan, yang menjadikan perusahaan semakin kuat dan berkembang.
Ilmu dan keterampilan pekerja digunakan maksimal
Meski tampak kurang penting, nyatanya, ilmu dan keterampilan (skills) yang tidak digunakan dalam pekerjaan menjadi salah satu faktor berhentinya pekerja. Seorang pekerja yang merasa kurang menggunakan ilmu dan skills nya dalam pekerjaan, ditambah ketidakjelasan jenis tugas yang diperintahkan akan mudah frustrasi dan akhirnya meninggalkan pekerjaannya.
Peningkatan nilai resume setelah bekerja
Setelah semua faktor dipikirkan, akhirnya, pertimbangkan juga apakah dengan bekerja di tempat yang menawari Anda akan mempermulus jenjang karir, atau sebaliknya menghambat. Hal ini karena, seorang pekerja tak bisa selamanya berharap pada satu perusahaan saja seumur hidupnya. Selain itu, pengalaman kerja di tempat yang bereputasi baik akan memperlancar jenjang karirnya, yang dibuktikan dengan rekam jejak (track record) karir dalam resume.
Arah perkembangan perusahaan
Kenali visi dan misi perusahaan dan apakah perusahaan tersebut memiliki peluang untuk terus berkembang, dan bukan hanya bertahan. Anda akan turut terjebak dalam karir yang sulit berkembang bila memilih bekerja di tempat yang juga sulit berkembang.
Pemenuhan hal-hal penting untuk karyawan
Tempat kerja yang menghargai karyawannya akan memiliki faktor-faktor yang membuat pekerja nyaman. Misalnya, budaya dan lingkungan kerja yang nyaman. Hal-hal tersebut menjadi penting karena kenyamanan pekerja akan memperkuat komitmen mereka pada perusahaan, yang menjadikan perusahaan semakin kuat dan berkembang.
Ilmu dan keterampilan pekerja digunakan maksimal
Meski tampak kurang penting, nyatanya, ilmu dan keterampilan (skills) yang tidak digunakan dalam pekerjaan menjadi salah satu faktor berhentinya pekerja. Seorang pekerja yang merasa kurang menggunakan ilmu dan skills nya dalam pekerjaan, ditambah ketidakjelasan jenis tugas yang diperintahkan akan mudah frustrasi dan akhirnya meninggalkan pekerjaannya.
Peningkatan nilai resume setelah bekerja
Setelah semua faktor dipikirkan, akhirnya, pertimbangkan juga apakah dengan bekerja di tempat yang menawari Anda akan mempermulus jenjang karir, atau sebaliknya menghambat. Hal ini karena, seorang pekerja tak bisa selamanya berharap pada satu perusahaan saja seumur hidupnya. Selain itu, pengalaman kerja di tempat yang bereputasi baik akan memperlancar jenjang karirnya, yang dibuktikan dengan rekam jejak (track record) karir dalam resume.
Kamis, 23 Mei 2013
Sukses Menjadi Pemimpin Muda
Sebagian orang mungkin menempatkan tolak ukur kepemimpinan berdasarkan pengalaman dan usia meski kualitas kepemimpinan bukanlah dari kedua hal tersebut. Jangan ragu dengan promosi Anda sebagai pimpinan baru bila segala modal utama yang diperlukan telah Anda miliki. Selain itu, untuk berhasil menjadi pemimpin muda, penting bagi Anda untuk melakukan keempat hal berikut ini.
1. Selalu lakukan yang terbaik
Inilah modal utama kepemimpinan. Prestasi. Karena itulah, untuk mencapai yang terbaik dan meraih prestasi, Anda harus mengerjakan segala kewajiban sebagai pimpinan sebaik mungkin. Jadilah perfeksionis sehingga menghasilkan yang "biasa-biasa" saja tidak akan memuaskan Anda. Tunjukkan bahwa kualitas Anda pun tak kalah dengan mereka yang berpengalaman dan berusia lebih mapan.
2. Berinisiatif dengan program baru
Salah satu keuntungan pemimpin muda adalah adanya ide segar yang belum tentu terpikirkan pemimpin yang telah berpengalaman lama. Tunjukkan kemampuan Anda untuk menjadi "out of the box" dengan merealisasikan ide-ide segar untuk program kerja baru yang tak kalah efektifnya dengan program yang telah berjalan. Jalani dengan serius sehingga hasilnya terasa bagi perusahaan dan terlihat bagi staf Anda.
3. Menjadi kepercayaan dan panutan
Tantangan menjadi pemimpin di usia muda adalah bagaimana menjadi panutan dan mendapat kepercayaan dari bawahan. Meski bersosialisasi dan komunikasi yang baik amat penting, usahakan untuk menjauh dari gosip dan kendalikan diri untuk tidak banyak mengeluh tentang pekerjaan pada bawahan. Keluhan akan membuat Anda tampak kurang profesional, dan gosip akan menghancurkan rasa percaya bawahan pada Anda.
Ayo jadi pemimpin panutan dengan "Soft Skills: Kualitas Pribadi Dalam Bekerja".
4. Memiliki mentor
Degan usia muda dan pengalaman yang belum banyak, Anda perlu orang yang berpengalaman memimpin dan dapat dijadikan mentor atau pemberi saran bagi tindakan dan keputusan Anda. Diskusikan persoalan yang dirasa tak dapat Anda selesaikan sendiri, dan bertukar pikiranlah dengan mentor ini. Anda akan mendapat saran berdasarkan pengalaman, dan mentor pun akan mendapatkan ide kepemimpinan Anda yang segar dan unik sebagai masukan untuk mereka.
1. Selalu lakukan yang terbaik
Inilah modal utama kepemimpinan. Prestasi. Karena itulah, untuk mencapai yang terbaik dan meraih prestasi, Anda harus mengerjakan segala kewajiban sebagai pimpinan sebaik mungkin. Jadilah perfeksionis sehingga menghasilkan yang "biasa-biasa" saja tidak akan memuaskan Anda. Tunjukkan bahwa kualitas Anda pun tak kalah dengan mereka yang berpengalaman dan berusia lebih mapan.
2. Berinisiatif dengan program baru
Salah satu keuntungan pemimpin muda adalah adanya ide segar yang belum tentu terpikirkan pemimpin yang telah berpengalaman lama. Tunjukkan kemampuan Anda untuk menjadi "out of the box" dengan merealisasikan ide-ide segar untuk program kerja baru yang tak kalah efektifnya dengan program yang telah berjalan. Jalani dengan serius sehingga hasilnya terasa bagi perusahaan dan terlihat bagi staf Anda.
3. Menjadi kepercayaan dan panutan
Tantangan menjadi pemimpin di usia muda adalah bagaimana menjadi panutan dan mendapat kepercayaan dari bawahan. Meski bersosialisasi dan komunikasi yang baik amat penting, usahakan untuk menjauh dari gosip dan kendalikan diri untuk tidak banyak mengeluh tentang pekerjaan pada bawahan. Keluhan akan membuat Anda tampak kurang profesional, dan gosip akan menghancurkan rasa percaya bawahan pada Anda.
Ayo jadi pemimpin panutan dengan "Soft Skills: Kualitas Pribadi Dalam Bekerja".
4. Memiliki mentor
Degan usia muda dan pengalaman yang belum banyak, Anda perlu orang yang berpengalaman memimpin dan dapat dijadikan mentor atau pemberi saran bagi tindakan dan keputusan Anda. Diskusikan persoalan yang dirasa tak dapat Anda selesaikan sendiri, dan bertukar pikiranlah dengan mentor ini. Anda akan mendapat saran berdasarkan pengalaman, dan mentor pun akan mendapatkan ide kepemimpinan Anda yang segar dan unik sebagai masukan untuk mereka.
Langkah-langkah Mencintai Pekerjaan
Saat banyak orang berjuang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, mengapa Anda malah ingin melepaskannya? Pertanyaan ini mungkin akan sulit dijawab bila Anda tidak menyukai pekerjaan yang sekarang dimiliki. Namun, dengan sedikit membuka hati dan pikiran, Anda akan terkejut betapa sebenarnya profesi yang dijalani saat ini belum layak ditinggalkan. Inilah 4 langkah sederhana agar pekerjaan bisa Anda cintai.
1. Berpikir lebih logis
Hari ini merasa senang, lalu esok pekerjaan begitu banyak hingga Anda merasa sangat kelelahan? Jangan menyerah dulu. Hampir semua pekerja merasakan hal yang sama. Ritme pekerjaan kadang tak bisa diprediksi dan tak selalu bisa menyenangkan Anda. Terimalah kenyataan tersebut sebagai bagian dari resiko kerja. Jangan terjebak perasaan melankolis dan buru-buru memutuskan untuk berpindah tempat kerja.
2. Kembangkan perasaan positif
Jika masih ada harapan kenyamanan di tempat kerja dan kesempatan untuk maju masih bisa diraih, kemungkinan baik masih Anda punyai. Sehingga, Anda masih mempunyai alasan kuat untuk terus bertahan pada pekerjaan yang sekarang dimiliki. Biasakan untuk berpikir positif, merasa optimis dan gembira setiap kali Anda memulai hari di tempat kerja.
3. Jangan mudah terpengaruh
Mungkin banyak orang di sekitar mengaku mencintai pekerjaan mereka sekarang dan Anda jadi bertanya-tanya mengapa belum juga menemukan pekerjaan serupa. Percayalah, dibalik kalimat orang-orang itu, selalu ada kemungkinan mereka akan mengundurkan diri demi pekerjaan lain yang lebih menggiurkan. Maka, fokuskan diri pada kebahagiaan sendiri, dan jangan sibuk membandingkannya dengan orang lain.
4. Menikmati kehidupan
Cobalah lebih menikmati hidup dengan membangun pergaulan di luar tempat kerja, dengan mengikuti berbagai kegiatan sesuai minat. Bukan untuk lari dari rutinitas kerja, namun untuk memberi variasi aktivitas dan mengubah pandangan Anda tentang hidup dan pekerjaan itu sendiri.
1. Berpikir lebih logis
Hari ini merasa senang, lalu esok pekerjaan begitu banyak hingga Anda merasa sangat kelelahan? Jangan menyerah dulu. Hampir semua pekerja merasakan hal yang sama. Ritme pekerjaan kadang tak bisa diprediksi dan tak selalu bisa menyenangkan Anda. Terimalah kenyataan tersebut sebagai bagian dari resiko kerja. Jangan terjebak perasaan melankolis dan buru-buru memutuskan untuk berpindah tempat kerja.
2. Kembangkan perasaan positif
Jika masih ada harapan kenyamanan di tempat kerja dan kesempatan untuk maju masih bisa diraih, kemungkinan baik masih Anda punyai. Sehingga, Anda masih mempunyai alasan kuat untuk terus bertahan pada pekerjaan yang sekarang dimiliki. Biasakan untuk berpikir positif, merasa optimis dan gembira setiap kali Anda memulai hari di tempat kerja.
3. Jangan mudah terpengaruh
Mungkin banyak orang di sekitar mengaku mencintai pekerjaan mereka sekarang dan Anda jadi bertanya-tanya mengapa belum juga menemukan pekerjaan serupa. Percayalah, dibalik kalimat orang-orang itu, selalu ada kemungkinan mereka akan mengundurkan diri demi pekerjaan lain yang lebih menggiurkan. Maka, fokuskan diri pada kebahagiaan sendiri, dan jangan sibuk membandingkannya dengan orang lain.
4. Menikmati kehidupan
Cobalah lebih menikmati hidup dengan membangun pergaulan di luar tempat kerja, dengan mengikuti berbagai kegiatan sesuai minat. Bukan untuk lari dari rutinitas kerja, namun untuk memberi variasi aktivitas dan mengubah pandangan Anda tentang hidup dan pekerjaan itu sendiri.
Sukarelawan: Langkah Mengembangkan Karir
Dalam nurani setiap manusia, ada kepuasan tak terkira ketika dapat memudahkan hidup orang lain. Menjadi sukarelawan, misalnya, membuat Anda ikut merasakan kebahagiaan orang yang dapat terbantu karena ketulusan Anda memperingan kesulitan mereka. Bonusnya, Anda pun dapat membangun jejaring dan mendapatkan keterampilan yang sangat berguna untuk pengembangan karir. Inilah beberapa keuntungan menjadi sukarelawan untuk karir Anda.
Memperlebar area jejaring Anda
Di balik setiap kegiatan yang melibatkan bantuan sukarela, ada pihak-pihak sponsor yang biasanya memiliki jabatan atau peran penting secara lokal bahkan nasional. Maka, memiliki jejaring dengan mereka akan sangat menguntungkan Anda. Salah satu keuntungannya adalah kesempatan kerja yang semakin luas karena referensi yang lebih banyak. Selain itu, keterampilan berkomunikasi dan menjalin relasi pun akan lebih terasah dengan membentuk jejaring (network) baru ini.
Pengalaman pada sektor kerja baru
Menjadi sukarelawan juga membuka peluang Anda untuk menjelajahi bidang kerja yang berbeda dari apa yang Anda kerjakan di kantor. Dengan kepanitiaan kegiatan secara sukarela, Anda belajar menjadi seorang humas yang baik karena terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan. Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) juga terbentuk saat suatu waktu Anda diminta menjadi juru bicara kegiatan tersebut. Siapa tahu, di masa depan, menjadi seorang humas atau public speaker adalah pilihan karir Anda berikutnya.
Mengasah kepemimpinan
Di luar tempat kerja, memimpin kegiatan amal dengan tenaga-tenaga sukarela adalah sebuah bentuk kepemimpinan karena menunjukkan adanya inisiatif, hasrat untuk menjadikan suatu kondisi lebih baik, dan kerelaan memberikan sebagian waktu bagi kepentingan banyak orang. Usaha Anda menggalang dana dari sponsor, dan di saat bersamaan juga memimpin kelompok yang berisi banyak sukarelawan, akan mengasah kecakapan memimpin Anda. Sehingga, peluang atas pengembangan karir sebagai pemimpin akan terbuka lebar.
Memperlebar area jejaring Anda
Di balik setiap kegiatan yang melibatkan bantuan sukarela, ada pihak-pihak sponsor yang biasanya memiliki jabatan atau peran penting secara lokal bahkan nasional. Maka, memiliki jejaring dengan mereka akan sangat menguntungkan Anda. Salah satu keuntungannya adalah kesempatan kerja yang semakin luas karena referensi yang lebih banyak. Selain itu, keterampilan berkomunikasi dan menjalin relasi pun akan lebih terasah dengan membentuk jejaring (network) baru ini.
Pengalaman pada sektor kerja baru
Menjadi sukarelawan juga membuka peluang Anda untuk menjelajahi bidang kerja yang berbeda dari apa yang Anda kerjakan di kantor. Dengan kepanitiaan kegiatan secara sukarela, Anda belajar menjadi seorang humas yang baik karena terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan. Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) juga terbentuk saat suatu waktu Anda diminta menjadi juru bicara kegiatan tersebut. Siapa tahu, di masa depan, menjadi seorang humas atau public speaker adalah pilihan karir Anda berikutnya.
Mengasah kepemimpinan
Di luar tempat kerja, memimpin kegiatan amal dengan tenaga-tenaga sukarela adalah sebuah bentuk kepemimpinan karena menunjukkan adanya inisiatif, hasrat untuk menjadikan suatu kondisi lebih baik, dan kerelaan memberikan sebagian waktu bagi kepentingan banyak orang. Usaha Anda menggalang dana dari sponsor, dan di saat bersamaan juga memimpin kelompok yang berisi banyak sukarelawan, akan mengasah kecakapan memimpin Anda. Sehingga, peluang atas pengembangan karir sebagai pemimpin akan terbuka lebar.
Menemukan Karir dengan Passion
Selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi di universitas. Tujuan berikutnya adalah dunia kerja. Namun, mengapa sampai di sini Anda kembali mempertanyakan karir apa yang sebenarnya diinginkan? Belum terlambat untuk menggali lagi apa passion alias hasrat Anda dalam karir. Maka dari itu, agar menemukan karir berdasarkan passion, jadikan beberapa hal berikut ini sebagai petunjuk.
Aktivitas favorit
Passion diawali oleh suatu aktivitas yang menimbulkan perasaan senang di hati Anda. Ingat apa saja aktifitas favorit Anda, bahkan aktivitas yang tak Anda sadari telah disenangi selama ini.
Bakat alami
Setiap orang sejatinya memiliki keterampilan yang didapatkan secara alamiah. Begitu pula Anda. Ketahui bakat alami Anda yang dimiliki tanpa didikan dari manapun.
Mata kuliah favorit
Diantara puluhan mata kuliah yang pernah dijalani, tentu ada beberapa yang paling Anda senangi. Bukan karena kemudahan mendapatkan nilai tinggi, tapi karena diikuti tanpa beban, sangat dinikmati, dan membuat Anda ingin belajar lebih banyak.
Cita-cita
Semua anak dibesarkan dengan kebebasan memiliki cita-cita. Ingatlah cita-cita apa yang sejak kecil Anda punya. Bila tak sesuai dengan kondisi Anda sekarang, buat lagi daftar cita-cita berdasarkan cakupan ilmu yang dimiliki dan profesi yang kira-kira akan Anda nikmati.
Hal yang Anda kuasai menurut orang sekitar
Terkadang, orang tak menyadari bakatnya sendiri. Dibutuhkan pendapat obyektif dari orang-orang terdekat. Tanyakan keluarga dan teman-teman dekat Anda tentang apa yang selama ini mereka lihat Anda kuasai.
Tujuan jangka panjang
Umumnya, orang memiliki tujuan masa depan yang membuatnya tahu untuk apa dia bekerja. Apa tujuan hidup Anda? Apakah ingin menjadi tentara? Ingin sering menolong orang? Atau sekedar ingin memiliki banyak materi? Dari motivasi inilah Anda dapat menemukan karir yang dijalani dengan passion.
Masihkah Anda bingung setelah mempertanyakan beberapa hal di atas? Untuk mempermudah bayangan Anda, sebagai contoh, menurut 6 hal diatas secara urut, seseorang yang senang menulis berarti memiliki bakat alami di bidang tersebut. Sehingga, ia akan lebih menikmati kuliah menulis dibanding kuliah lain. Dan, meski cita-cita kecilnya bukanlah penulis, keluarga dan teman mengetahui pasti ia dapat diandalkan untuk bidang yang satu ini. Akhirnya, ia menyadari tujuan hidupnya adalah untuk berbagi ide dengan orang lain melalui tulisan. Jadi, karir sebagai writer adalah yang paling tepat untuknya. Nah, bagaimana dengan Anda?
Minggu, 19 Mei 2013
Atasi Jenuh di Kantor
Hampir semua karyawan pernah merasa jenuh dengan pekerjaan mereka. Melakukan Setiap hari, kegiatan yang dilakukan cenderung sama dan berlangsung hingga bertahun-tahun.
Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan.
Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai tak mampu mengendalikan waktu hingga terbuang percuma. Bukan hanya soal mengulur waktu, hasil kerja pun jadi tak maksimal.
Jika biasanya hasil kerja selalu di atas target, kini semakin hari justru semakin menurun. Ada saja alasan yang dicari-cari seperti menyalahkan sistem, aturan atasan, hingga sikap rekan kerja. Menganggap semua ikut andil atas kemunduran yang Anda hadapi.
Bila dilihat secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini, menurut Anny Nursani, konsultan sumber daya manusia dari Iradat konsultan, merupakan hal yang wajar terjadi.
”Sebetulnya masalah jenuh ini bisa dialami siapa saja. Baik orang yang bekerja maupun tidak, yang menduduki jabatan tinggi atau rendah, dan seterusnya,” ungkap Anny.
Namun, bukan berarti kejenuhan yang mempengaruhi produktivitas ini lantas harus dibiarkan hingga menemukan jalannya sendiri. Anny menyarankan agar mencari tahu dan menyelesaikan kejenuhan yang terjadi sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih dalam lagi.
Cari Tahu Sebabnya
Jika Anda sudah menemui tanda-tanda seperti kreativitas mandek, produktivitas makin menurun, sulit berprestasi, dan makin tak bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan, segeralah introspeksi diri. Cari tahu apa penyebabnya!
Anny menuturkan, masalah jenuh ini dapat dipicu beragam permasalahan. Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan kejenuhan. Jenuh bisa dipicu pekerjaan yang rutin.
Jika Anda dituntut selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, pada suatu ketika wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat tak mampu berinovasi.
Rasa ini lalu membuat Anda merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi, dan hanya mengerjakan sesuatu yang dianggapnya jadi tak menyenangkan. Jenuh juga bisa dipicu lingkungan kerja yang begitu-begitu saja.
Mendiami ruangan kerja yang sama, baik dari segi tata letak maupun dekorasi juga bisa menimbulkan kejenuhan. Selama apapun Anda menghabiskan waktu dalam sehari di ruangan itu, jika tak bisa menimbulkan kenyamanan, tentu akan mempengaruhi semangat kerja.
”Adanya gap antara persyaratan jabatan dan kompetensi diri ini memang kerap membuat seseorang jenuh dalam pekerjaan,” ungkap Anny. Beban pekerjaan yang terlalu ringan atau terlalu berat juga bisa memicu kejenuhan. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah.
Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban tanggung jawab yang diberikan. Akibat terlalu berat, hasil kerja pun jadi tak optimal dan dinilai kurang oleh perusahaan, sehingga menimbulkan kekecewaan yang berujung jenuh.
Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antar personal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan kerja kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, intsruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, dan lainnya, juga bisa menimbulkan kejenuhan.
Bagaimana mau bekerja optimal, jika suasana sekitarnya justru merusak suasana hati. Namun, jika suasana kerja kondusif dan pekerjaan juga cukup variatif tapi Anda tetap merasa jenuh, kemungkinan jenuh dipicu sebab lain, seperti hilangnya makna pekerjaan itu sendiri.
Bisa jadi selama ini Anda hanya bekerja karena sebab lain, seperti desakan ekonomi, suami tak bekerja, dan lainnya. Anda bekerja bukan karena senang dengan pekerjaan atau ingin mengaktualisasikan diri, tapi lebih banyak pengaruh orang lain atau terpaksa oleh kondisi. Ini membuat Anda lama-lama kehabisan energi untuk menjadi produktif, karena tujuan bekerja bukan untuk diri sendiri.
1. Minta Tugas Lain dari Atasan
Setiap karyawan mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menyelesaikan pekerjaannya. Namun saat ini, Anda sudah selesai mengerjakan tugas dan sedang alami kejenuhan dengan kantor. Anda bisa datangi atasan dan tanyakan kepada dia, apakah ada tugas lain yang bisa dibantu?
Sebagai contoh, atasan tidak suka membuat presentasi untuk rapat dan Anda menawarkan bantuan. Hal itu bisa membuat Anda kembali semangat dan mencerahkan pikiran. Bonusnya, Anda mendapat imej baik di mata atasan.
2. Perluas Kehidupan Sosial di Kantor
Bila pikiran stres saat di kantor sehingga menimbulkan rasa bosan, atasi dengan bergaul bersama rekan kerja. Lepaskan penat Anda dengan sekedar jajan di arean depan kantor sambil membicarakan hal-hal selain pekerjaan. Perluas kehidupan sosial Anda dengan memperbanyak teman, mulai dari satpam hingga CEO. Cara ini dapat melatih kemampuan berinteraksi dan juga membuka wawasan.
3. Ambil Inisiatif untuk Melakukan Sesuatu yang Baru
Kalau Anda merasa pekerjaan cukup membosankan, ambil inisiatif untuk melakukan sesuatu baru yang bisa membangun perusahaan. Anda dapat menawarkan diri untuk mencari konsumen yang baru, membuat database baru, atau mengerjakan beberapa aktivitas yang terkait dengan pekerjaan. Pastikan Anda mendapat izin dari atasan. Ingat, tujuan Anda adalah mengekspresikan diri dalam perusahaan bukan menjatuhkan karyawan lain.
4. Mendekorasi Meja
Untuk mengatasi kejenuhan, Anda bisa membuang surat atau file yang sudah tak terpakai agar tidak berantakan. Cuci gelas bekas kopi atau teh dan rapikan dokumen-dokumen. Dekorasi meja Anda untuk membangunkan mood dengan warna yang cerah serta taruh foto bersama teman atau pasangan di sekitarnya. Habiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk menata meja yang dapat mengembalikan semangat dalam bekerja.
5. Buat Daftar Kegiatan untuk Liburan atau Weekend
Saat lagi bosan, buatlah daftar kegiatan untuk liburan atau akhir pekan. Anda dapat rencanakan perjalanan yang menyenangkan sehingga membuat perasaan ceria. Selain bisa 'membunuh' rasa bosan, daftar tersebut akan membantu Anda agar lebih terorganisir.
6. Manfaatkan Waktu Istirahat
Manfaatkanlah waktu istirahat Anda untuk mengurangi jenuh ketika di kantor. Coba cari suasana berbeda dengan makan di luar kantor sambil membawa buku favorit atau mengajak rekan kerja makan bersama. Berjalan kembali ke kantor setelah makan siang membantu memperbaiki mood Anda.
7. Buat Permainan yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Gunakan permainan untuk menghabiskan waktu di tempat kerja yang juga memotivasi Anda ketika bekerja. Buat kompetesi bersama rekan kerja hingga menggapai tujuan. Misalnya, Anda bekerja dalam bidang pemasaran, ajak teman bersaing dalam mendapatkan penjualan terbanyak dan yang kalah diberikan hukuman sesuai kesepakatan. Tidak hanya mengatasi jenuh, permainan yang berhubungan dengan pekerjaan akan meningkatkan kinerja kerja Anda.
Kalahkan 5 Sikap Penyebab Kegagalan
Setiap orang cenderung menghindari kegagalan. Namun apabila kesuksesan juga tak kunjung diraih, kenali lagi diri Anda. Karena mungkin sikap Anda sendiri yang justru menyebabkan kegagalan itu terjadi.
Mungkin selama ini Anda sudah merasa benar dalam berpikir dan bertindak untuk mencapai kesuksesan. Namun kalau dilihat lagi, apakah Anda sudah berhasil dalam mencapai tujuan Anda? Atau mungkin Anda kerap menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan keadaan atas kegagalan yang Anda alami. Meski begitu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Coba cek daftar sikap dibawah ini, apakah Anda mengalaminya dan tak sadar membiarkan sikap tersebut sehingga menunda datangnya kesuksesan.
Takut
Jangan biarkan perasaan takut menjadi penyebab kegagalan Anda. Bagaimana cara mengatasinya? Simak tiga langkah berikut ini:
1. Cari tahu mengapa Anda terus merasa takut di dalam karir Anda.
2. Putuskan bahwa rasa takut itu harus hilang.
3. Mulai pada saat Anda masih merasa takut.
Rasa takut dapat membuat Anda aman karena Anda akan selalu memilih berada dalam zona nyaman Anda. Namun bukankah kesuksesan lebih terasa spesial apabila Anda berhasil keluar dari kegagalan? Dengan mengetahui apa sebenarnya penyebab ketakutan Anda, Anda dapat mencari solusinya dengan mudah.
Keluarlah dari zona nyaman dan biarkan diri Anda tertantang untuk mengalahkan ketakutan Anda sendiri, tapi bukan tanpa persiapan. Gunakan rasa takut dengan tujuan yang positif, yaitu untuk membuat Anda tetap waspada akan segala resiko dalam mencapai tujuan Anda.
Miliki pola pikir berikut ini agar rasa takut tak menghambat Anda meraih sukses:
* Jangan ragu untuk mencoba hal yang baru atau menghadapi tantangan. Karena dengan tantangan Anda akan dipacu untuk mengeluarkan sisi terbaik Anda.
* Jangan takut untuk menemui kegagalan, karena tanpa Anda mencoba, Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan gagal atau berhasil.
* Jangan takut mengerjakan sesuatu yang sama sekali baru dalam pekerjaan Anda, karna dengan begitu Anda akan belajar.
* Bila Anda harus meninggalkan zona nyaman Anda, pastikan Anda punya persiapan baik mental dan pengetahuan.
* Ambil resiko. Kalau pada akhirnya usaha Anda gagal, paling tidak Anda sudah mencoba dan berhasil mengalahkan rasa takut Anda.
Cuek
Memperhatikan keadaan di sekitar dapat membantu Anda dalam bertindak. Jangan-jangan sekeliling Anda mempunyai etos kerja yang lebih tinggi daripada Anda. Jangan mau kalah, Anda pun harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Dengan memperhatikan situasi, Anda juga dapat memperkecil resiko kegagalan.
Lakukan ini:
* Apabila orang-orang di sekitar Anda berusaha 100 persen, Anda berikan 120 persen.
* Bila sedang mengerjakan proyek tertentu, selalu siapkan rencana B dan C, sehingga apabila rencana A gagal, Anda masih punya jalan keluar.
* Coba cari tahu faktor apa saja yang mungkin membuat rencana Anda bisa gagal, dan siapkan solusinya.
Ekspektasi Terlalu Tinggi
Mempunyai target yang terlalu sulit untuk dicapai akan menambah berat beban pekerjaan yang Anda rasakan. Bila Anda gagal, rasa kecewa yang Anda alami akan lebih besar pula. Namun jangan berkecil hati. Introspeksi diri dan ukur kemampuan Anda. Apakah selama ini usaha dan kemampuan Anda sudah sebanding dengan pencapaian yang ingin Anda raih.
Lakukan ini:
* Untuk mencapai posisi jabatan tertentu, butuh proses. Bukan dengan cara yang instan.
* Buat daftar target pencapaian yang ingin Anda raih. Urutkan mulai dari yang termudah Anda capai hingga yang paling sulit.
* Kemampuan Anda akan terdorong naik sesuai pencapaian yang selama ini Anda raih.
Mudah menyerah
Hindari sikap mudah menyerah dengan beralasan bahwa sudah menjadi nasib Anda untuk mengalami kegagalan terus menerus. Mempunyai pola pikir seperti itu dapat membuat Anda malas untuk mencoba dan merubah keadaan. Anda harus yakin bahwa Anda bisa mengubah keadaan dengan berusaha dan bekerja keras. Kesuksesan ditentukan oleh semangat, kemauan, dan kerja keras kita.
Lakukan ini:
* Apabila Anda ingin keadaan berubah, yang pertama harus dilakukan adalah merubah pola pikir Anda.
* Percaya bahwa Anda dapat naik ke jenjang karir berikutnya dengan berusaha lebih keras dari apa yang Anda lakukan saat ini.
Pesimis
Pesimis sama dengan kalah sebelum bertanding. Dengan kata lain, Anda menyerah sebelum berusaha dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ingin Anda capai. Percaya diri merupakan kuncinya. Bila kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kemampuan kita? Jadi, bersikaplah optimis.
Lakukan ini:
* Katakan dalam hati “Saya pasti bisa!” dalam setiap memulai mengerjakan sesuatu. Mantra tersebut dapat memotivasi diri Anda untuk melakukan yang terbaik dan lebih percaya diri.
* Cari dukungan dari orang lain agar Anda lebih merasa bersemangat.
* Ingat lagi target Anda, dengan begitu Anda akan termotivasi untuk mencapainya.
Seorang ahli motivasi, Denis Waitley, mengatakan bahwa kebanyakan orang gagal dalam kehidupannya karena lima hal.
1. Mereka tidak memiliki tujuan hidup yang akan dicapai.
2. Mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Kalaupun punya tujuan, mereka tidak merincinya lebih spesifik.
4. Mereka tidak memiliki rencana yang akan dijalankan.
5. Mereka tidak memiliki kebiasaan baru yang bisa dikembangkan, tidak memiliki sikap yang bisa dilatih, dan tidak punya strategi untuk diperbaiki.
Mungkin selama ini Anda sudah merasa benar dalam berpikir dan bertindak untuk mencapai kesuksesan. Namun kalau dilihat lagi, apakah Anda sudah berhasil dalam mencapai tujuan Anda? Atau mungkin Anda kerap menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan keadaan atas kegagalan yang Anda alami. Meski begitu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Coba cek daftar sikap dibawah ini, apakah Anda mengalaminya dan tak sadar membiarkan sikap tersebut sehingga menunda datangnya kesuksesan.
Takut
Jangan biarkan perasaan takut menjadi penyebab kegagalan Anda. Bagaimana cara mengatasinya? Simak tiga langkah berikut ini:
1. Cari tahu mengapa Anda terus merasa takut di dalam karir Anda.
2. Putuskan bahwa rasa takut itu harus hilang.
3. Mulai pada saat Anda masih merasa takut.
Rasa takut dapat membuat Anda aman karena Anda akan selalu memilih berada dalam zona nyaman Anda. Namun bukankah kesuksesan lebih terasa spesial apabila Anda berhasil keluar dari kegagalan? Dengan mengetahui apa sebenarnya penyebab ketakutan Anda, Anda dapat mencari solusinya dengan mudah.
Keluarlah dari zona nyaman dan biarkan diri Anda tertantang untuk mengalahkan ketakutan Anda sendiri, tapi bukan tanpa persiapan. Gunakan rasa takut dengan tujuan yang positif, yaitu untuk membuat Anda tetap waspada akan segala resiko dalam mencapai tujuan Anda.
Miliki pola pikir berikut ini agar rasa takut tak menghambat Anda meraih sukses:
* Jangan ragu untuk mencoba hal yang baru atau menghadapi tantangan. Karena dengan tantangan Anda akan dipacu untuk mengeluarkan sisi terbaik Anda.
* Jangan takut untuk menemui kegagalan, karena tanpa Anda mencoba, Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan gagal atau berhasil.
* Jangan takut mengerjakan sesuatu yang sama sekali baru dalam pekerjaan Anda, karna dengan begitu Anda akan belajar.
* Bila Anda harus meninggalkan zona nyaman Anda, pastikan Anda punya persiapan baik mental dan pengetahuan.
* Ambil resiko. Kalau pada akhirnya usaha Anda gagal, paling tidak Anda sudah mencoba dan berhasil mengalahkan rasa takut Anda.
Cuek
Memperhatikan keadaan di sekitar dapat membantu Anda dalam bertindak. Jangan-jangan sekeliling Anda mempunyai etos kerja yang lebih tinggi daripada Anda. Jangan mau kalah, Anda pun harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Dengan memperhatikan situasi, Anda juga dapat memperkecil resiko kegagalan.
Lakukan ini:
* Apabila orang-orang di sekitar Anda berusaha 100 persen, Anda berikan 120 persen.
* Bila sedang mengerjakan proyek tertentu, selalu siapkan rencana B dan C, sehingga apabila rencana A gagal, Anda masih punya jalan keluar.
* Coba cari tahu faktor apa saja yang mungkin membuat rencana Anda bisa gagal, dan siapkan solusinya.
Ekspektasi Terlalu Tinggi
Mempunyai target yang terlalu sulit untuk dicapai akan menambah berat beban pekerjaan yang Anda rasakan. Bila Anda gagal, rasa kecewa yang Anda alami akan lebih besar pula. Namun jangan berkecil hati. Introspeksi diri dan ukur kemampuan Anda. Apakah selama ini usaha dan kemampuan Anda sudah sebanding dengan pencapaian yang ingin Anda raih.
Lakukan ini:
* Untuk mencapai posisi jabatan tertentu, butuh proses. Bukan dengan cara yang instan.
* Buat daftar target pencapaian yang ingin Anda raih. Urutkan mulai dari yang termudah Anda capai hingga yang paling sulit.
* Kemampuan Anda akan terdorong naik sesuai pencapaian yang selama ini Anda raih.
Mudah menyerah
Hindari sikap mudah menyerah dengan beralasan bahwa sudah menjadi nasib Anda untuk mengalami kegagalan terus menerus. Mempunyai pola pikir seperti itu dapat membuat Anda malas untuk mencoba dan merubah keadaan. Anda harus yakin bahwa Anda bisa mengubah keadaan dengan berusaha dan bekerja keras. Kesuksesan ditentukan oleh semangat, kemauan, dan kerja keras kita.
Lakukan ini:
* Apabila Anda ingin keadaan berubah, yang pertama harus dilakukan adalah merubah pola pikir Anda.
* Percaya bahwa Anda dapat naik ke jenjang karir berikutnya dengan berusaha lebih keras dari apa yang Anda lakukan saat ini.
Pesimis
Pesimis sama dengan kalah sebelum bertanding. Dengan kata lain, Anda menyerah sebelum berusaha dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ingin Anda capai. Percaya diri merupakan kuncinya. Bila kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kemampuan kita? Jadi, bersikaplah optimis.
Lakukan ini:
* Katakan dalam hati “Saya pasti bisa!” dalam setiap memulai mengerjakan sesuatu. Mantra tersebut dapat memotivasi diri Anda untuk melakukan yang terbaik dan lebih percaya diri.
* Cari dukungan dari orang lain agar Anda lebih merasa bersemangat.
* Ingat lagi target Anda, dengan begitu Anda akan termotivasi untuk mencapainya.
Seorang ahli motivasi, Denis Waitley, mengatakan bahwa kebanyakan orang gagal dalam kehidupannya karena lima hal.
1. Mereka tidak memiliki tujuan hidup yang akan dicapai.
2. Mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Kalaupun punya tujuan, mereka tidak merincinya lebih spesifik.
4. Mereka tidak memiliki rencana yang akan dijalankan.
5. Mereka tidak memiliki kebiasaan baru yang bisa dikembangkan, tidak memiliki sikap yang bisa dilatih, dan tidak punya strategi untuk diperbaiki.
Rabu, 15 Mei 2013
10 Cara Menggali Inovasi
Anda tak ingin dinilai sebagai pegawai yang malas dan tak berkembang di kantor, bukan? Ikuti 10 tips ini agar Anda selalu bisa menghasilkan hal baru di tempat kerja.
Sepuluh cara di bawah ini tak hanya menjadi pancingan semangat kreatifitas, tapi juga bisa membantu Anda menjaga ide untuk terus mengalir. Dengan menjadikan langkah-langkah ini sebagai bagian dari hidup Anda, akan memberi dukungan fondasi kreatifitas yang kuat, memfasilitasi inovasi, dan memudahkan proses mengatasi masalah.
1. Tahu Apa Yang Membuat Bergairah
Anda bisa mencapainya dengan menciptakan misi, pedoman, atau hal penting. Dengan menemukan apa yang sungguh-sungguh membuat Anda terinspirasi, bisa membantu Anda memusatkan perhatian pada bakat dan kreatifitas.
Misi yang telah dipertimbangkan dengan matang akan memberikan cahaya pada langkah Anda, membantu memutuskan kapan harus berkata ya, dan kapan harus berkata tidak. Proses ini penting bagi orang kreatif, terutama yang dilimpahi ide-ide.
2. Temukan Ide
Berapa kali ide-ide luar biasa terhenti sampai akhirnya Anda lupa, apa saja ide-ide itu? Dengan menciptakan sistem untuk menangkap ide tadi, bisa membantu Anda menyadari, Anda punya banyak pemikiran kreatif yang mengagumkan.
Anda bisa mencatatnya di notes, PDA, tape recorder, atau HP, yang penting di tempat yang biasa Anda gunakan dan nyaman. Kuncinya, konsisten dan ada variasi. Temukan, apa yang cocok bagi Anda.
Tulis tangan, paling tidak dua halaman, tentang apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Buat daftar dari hasil pembicaraan, pengembangan ide-ide baru, dan dokumentasikan impian. Cara ini sangat baik dilakukan di pagi hari saat bangun tidur, dan malam hari ketika akan tidur.
4. Nikmati Ritual Keatif
Ikuti kegiatan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan menikmatinya semangat kreatif ini, bisa membuat Anda tetap segar dan mengeluarkan inovasi. Ritualnya bisa sederhana saja, cukup dua menit tertawa secara intens.
Tujuannya, untuk memberi inspirasi kepada Anda untuk melakukan hal baru dan berbeda, yang bisa mengisi kembali kreatifitas dan menstimulasi imajinasi Anda.
5. Sisihkan Waktu Untuk Refleksi & Introspeksi
Sisihkan waktu untuk merenung. Perilaku atau pikiran apa yang menghambat berkembangnya kreatifitas Anda? Bagaimana situasi hidup yang bisa menghilangkan energi hingga mengurangi produksi kreatif Anda?
Kreatifitas merupakan pekerjaan luar dan dalam. Menyembuhkan diri Anda dari hambatan-hambatan tadi merupakan langkah menuju arah yang tepat.
6. Bersyukur
Bersyukur merupakan bagian "terbesar" dari kreatifitas. Jika Anda mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih pada hal-hal sederhana, Anda akan diberkahi sejumlah ide-ide baru.
Gunakan catatan harian untuk membuat daftar semua hal yang disyukuri, dan dengan segera Anda akan merasakan kekuatan dari rasa syukur dalam hidup. Jika Anda menderita karena ide-ide terhambat, duduk dan tuliskan 10 hal yang harus disyukuri. Jika Anda mengalami hal-hal yang baik, tuliskan rasa terima kasih Anda.
7. Menghargai
Bersamaan dengan rasa terima kasih dan bersyukur, ada penghargaan yaitu menghargai pribadi, kecantikan, dan usaha orang lain. Temukan hal untuk dihargai atas apapun yang Anda lihat, apakah hal yang alami, barang kerajinan tangan, atau buatan mesin. Perhatikan dan hargai hasil karya yang ada disekeliling Anda.
8. Ciptakan Komunitas
Ciptakan komunitas, dengan siapa Anda bisa berbagi minat yang sama. Ceritakan perasaan-perasaan Anda, baik yang membuat bergairah atau sebaliknya seperti keberhasilan, rasa frustrasi, atau hal-hal yang membuat gila.
Komunitas bisa Anda jumpai di internet, hubungan telepon, secara perorangan atau lewat cara lain. Di luar sana ada orang yang menunggu Anda.
9. Abaikan Suara Negatif
Jangan pedulikan suara-suara negatif di kepala Anda yang mengatakan, Anda tak mampu, tak bisa berubah, atau menjadi kreatif bukan untuk Anda tapi untuk orang lain. Sadari, suara-suara tadi hanyalah ilusi dalam pikiran yang menghambat Anda berkembang mejadi lebih baik.
10. Rayakan Kemenangan Kecil
Kreatifitas tak selalu harus muncul dari hal besar atau skala besar. Tindakan berarti bagi seseorang, bisa merupakan kemenangan luar biasa bagi orang lain. Jika Anda mencoba, paling tidak satu di antara tips di atas, yakinlah Anda pasti bisa meraih kemenangan kecil.
Sepuluh cara di bawah ini tak hanya menjadi pancingan semangat kreatifitas, tapi juga bisa membantu Anda menjaga ide untuk terus mengalir. Dengan menjadikan langkah-langkah ini sebagai bagian dari hidup Anda, akan memberi dukungan fondasi kreatifitas yang kuat, memfasilitasi inovasi, dan memudahkan proses mengatasi masalah.
1. Tahu Apa Yang Membuat Bergairah
Anda bisa mencapainya dengan menciptakan misi, pedoman, atau hal penting. Dengan menemukan apa yang sungguh-sungguh membuat Anda terinspirasi, bisa membantu Anda memusatkan perhatian pada bakat dan kreatifitas.
Misi yang telah dipertimbangkan dengan matang akan memberikan cahaya pada langkah Anda, membantu memutuskan kapan harus berkata ya, dan kapan harus berkata tidak. Proses ini penting bagi orang kreatif, terutama yang dilimpahi ide-ide.
2. Temukan Ide
Berapa kali ide-ide luar biasa terhenti sampai akhirnya Anda lupa, apa saja ide-ide itu? Dengan menciptakan sistem untuk menangkap ide tadi, bisa membantu Anda menyadari, Anda punya banyak pemikiran kreatif yang mengagumkan.
Anda bisa mencatatnya di notes, PDA, tape recorder, atau HP, yang penting di tempat yang biasa Anda gunakan dan nyaman. Kuncinya, konsisten dan ada variasi. Temukan, apa yang cocok bagi Anda.
Tulis tangan, paling tidak dua halaman, tentang apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Buat daftar dari hasil pembicaraan, pengembangan ide-ide baru, dan dokumentasikan impian. Cara ini sangat baik dilakukan di pagi hari saat bangun tidur, dan malam hari ketika akan tidur.
4. Nikmati Ritual Keatif
Ikuti kegiatan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan menikmatinya semangat kreatif ini, bisa membuat Anda tetap segar dan mengeluarkan inovasi. Ritualnya bisa sederhana saja, cukup dua menit tertawa secara intens.
Tujuannya, untuk memberi inspirasi kepada Anda untuk melakukan hal baru dan berbeda, yang bisa mengisi kembali kreatifitas dan menstimulasi imajinasi Anda.
5. Sisihkan Waktu Untuk Refleksi & Introspeksi
Sisihkan waktu untuk merenung. Perilaku atau pikiran apa yang menghambat berkembangnya kreatifitas Anda? Bagaimana situasi hidup yang bisa menghilangkan energi hingga mengurangi produksi kreatif Anda?
Kreatifitas merupakan pekerjaan luar dan dalam. Menyembuhkan diri Anda dari hambatan-hambatan tadi merupakan langkah menuju arah yang tepat.
6. Bersyukur
Bersyukur merupakan bagian "terbesar" dari kreatifitas. Jika Anda mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih pada hal-hal sederhana, Anda akan diberkahi sejumlah ide-ide baru.
Gunakan catatan harian untuk membuat daftar semua hal yang disyukuri, dan dengan segera Anda akan merasakan kekuatan dari rasa syukur dalam hidup. Jika Anda menderita karena ide-ide terhambat, duduk dan tuliskan 10 hal yang harus disyukuri. Jika Anda mengalami hal-hal yang baik, tuliskan rasa terima kasih Anda.
7. Menghargai
Bersamaan dengan rasa terima kasih dan bersyukur, ada penghargaan yaitu menghargai pribadi, kecantikan, dan usaha orang lain. Temukan hal untuk dihargai atas apapun yang Anda lihat, apakah hal yang alami, barang kerajinan tangan, atau buatan mesin. Perhatikan dan hargai hasil karya yang ada disekeliling Anda.
8. Ciptakan Komunitas
Ciptakan komunitas, dengan siapa Anda bisa berbagi minat yang sama. Ceritakan perasaan-perasaan Anda, baik yang membuat bergairah atau sebaliknya seperti keberhasilan, rasa frustrasi, atau hal-hal yang membuat gila.
Komunitas bisa Anda jumpai di internet, hubungan telepon, secara perorangan atau lewat cara lain. Di luar sana ada orang yang menunggu Anda.
9. Abaikan Suara Negatif
Jangan pedulikan suara-suara negatif di kepala Anda yang mengatakan, Anda tak mampu, tak bisa berubah, atau menjadi kreatif bukan untuk Anda tapi untuk orang lain. Sadari, suara-suara tadi hanyalah ilusi dalam pikiran yang menghambat Anda berkembang mejadi lebih baik.
10. Rayakan Kemenangan Kecil
Kreatifitas tak selalu harus muncul dari hal besar atau skala besar. Tindakan berarti bagi seseorang, bisa merupakan kemenangan luar biasa bagi orang lain. Jika Anda mencoba, paling tidak satu di antara tips di atas, yakinlah Anda pasti bisa meraih kemenangan kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)