Jumat, 08 April 2011

Cara Mudah Fresh Graduate Mendapat Pekerjaan

Tidak usah bingung untuk Anda para fresh graduates yang sedang berburu kerja. Ada 3 cara yang membuat fresh graduate terlihat menarik:
Fun. Berburu kerja harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, tentunya dengan harapan mendapat pekerjaan yang juga membuat kita bahagia. Buat brain mapping untuk menelusuri apa sebetulnya pekerjaan idaman Anda.
Fearless. Buatlah CV based on competency. Jadi ketika dibawa oleh HRD, walaupun belum ada pengalaman kerja, ada sebuah nilai plus yang bisa “dijual”. Mintalah surat referensi dari dosen jika memang dibutuhkan.
Fabulous. Ketika akhirnya Anda dipanggil untuk wawancara, do it in a fab way! Persiapkan diri dengan baik, jawab dengan baik dan jujur. Jangan sampai kompetensi yang ada jadi tidak bernilai karena ada jawaban atau perkataan yang kurang pantas atau Anda dalam keadaan setengah sadar setelah party semalaman.

Kesalahan Umum Saat Mulai Berkarier

Ya, Anda adalah orang baru dalam perusahaan, sehingga tentu saja sudah sepantasnya Anda memiliki sikap bersahabat dengan atasan. Tetapi ada satu hal yang harus tetap Anda ingat: jangan pernah memperlakukan atasan Anda sama seperti seorang teman, apalagi jika dia berusia di atas 40 tahun. Ada batasan yang harus Anda jaga, teman. Ini penting mengingat tindakan tidak profesional dapat menghambat perkembangan karier Anda. Berikut adalah beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh mereka yang baru mulai bekerja.

Etika Mengirim Email 
Lisa Orrell, penulis dari Millennials Incorporated mengatakan bahwa dua komplain utama dari para manajer adalah pekerja dalam usia muda terlalu lambat dalam merespon email, serta menggunakan kata-kata yang terlalu singkat atau penyampaian kalimat yang tidak sempurna. Hmmm, coba mulai untuk membuat isi email Anda dengan detail. “Tujukan surat dengan menggunakan nama depan orang tersebut. Gunakan tanda koma saat menulis kalimat yang panjang, serta akhiri dengan 'Best',“ tutur Heather Huhman, pendiri comerecommended.com.

Gunakan Bahasa Informal
Oke, saat berpapasan dengan bos Anda, tentunya Anda akan menyapa. Tapi berhati-hatilah untuk tidak kelepasan berbicara dengan nada yang tidak wajar dan childish. “Dalam menulis memo, Anda harus tetap memperhatikan bahasa formal seperti 'Tadi ada telepon dari suami Anda' daripada 'Hei, tadi hubby Anda telepon' Dan jangan lupa untuk mengeleminasi semua emoticon dan akronim dari semua surat kerja Anda,” kata Orrell. Semua ini menjadi penting karena posisi senior dalam sebuah perusahaan berkaitan erat dengan kedewasaan pribadi yang tercermin dari tata bahasa Anda.

Tidak Menjaga Profesionalitas

“Atasan ingin Anda untuk berbicara secara resmi.” ujar Huhman. Jadi hindari penggunaan nick name. Dan sebisa mungkin hindari untuk mengirimkan dia pesan yang berkaitan dengan masalah pribadi, bahkan di saat Anda dan bos merupakan tipe orang yang sangat terbuka. Hubungi bos Anda hanya saat berkaitan dengan perkerjaan dan penting. Hal tersebut penting agar Anda tetap terlihat profesional, lho. Jangan sampai masalah pribadi Anda terbawa dalam perkerjaan.

Peraturan Penting Untuk Office Affair

Hampir setiap hari Anda menghabiskan waktu di kantor, tidak heran bahwa affair sering terjadi dalam satu kantor. Tetapi dengan stigma tabu untuk menjalin hubungan dengan rekan kerja, mungkin membuat Anda menjadi ragu untuk menjalin hubungan serius. Lucy Kellaway, penulis buku In Office Hours,memberikan pendapatnya tentang aturan hubungan cinta di tempat kerja.

Rahasiakan dari Kolega
Beberapa tempat kerja mungkin menerima Anda menjalin hubungan antar pegawai sekantor. Tetapi sebagian besar kantor akan menolak hubungan tersebut. Agar hubungan Anda tetap berjalan, jauhi bermesraan di bar dan club yang berada di sekitar tempat kerja Anda, dan jangan pernah menggunakan e-mail kantor untuk membicarakan masalah pribadi karena Anda berhadapan dengan risiko tertangkap basah. Peraturan utama untuk tidak ketahuan sangat mudah. Jangan beritahu siapapun di kantor Anda. Walaupun mereka bersumpah untuk menyimpan rahasia, selalu ada kesempatan untuk rahasia itu bocor.

Hindari Perlakuan Spesial
Saat Anda atau si dia yang berada di jabatan lebih tinggi, mempromosikan pasangan adalah big no-no. Anda berhadapan dengan risiko yang sangat besar karena bisa dituduh tidak adil. Atau jika dia berada dalam posisi yang sama dengan Anda, biarkan Anda dan si dia mengerjakan tugas masing-masing. Pikirkan jangka panjangnya bahwa jika suatu saat hubungan Anda dan si dia berakhir, maka putusnya hubungan Anda sama sekali tidak menghalangi perkembangan karier Anda.

Lindungi Reputasi Anda
Bertingkah tidak profesional saat berkencan dengan kolega Anda dapat merusak reputasi Anda. Pastikan kehidupan pribadi Anda dan dunia kerja Anda tetap terpisah, agar orang lain tetap respek terhadap hubungan Anda. Untuk itu hindari kontak fisik di kantor, bahkan saat tidak ada siapapun. CCTV kerap menangkap basah pasangan yang sedang bermesraan. Anda tidak mau keesokan harinya dipanggil karena beredar video mesum antara Anda dengan pasangan, kan?

Jika Anda Memutuskan Bersama
Jangan membuat pengumuman besar, apalagi yang terlalu dramatis dan dapat menyita perhatian banyak orang. Untuk itu Anda cukup memberitahu salah satu teman Anda untuk meminta restu agar hubungan Anda dan si dia berjalan dengan baik. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk menikmati hubungan Anda, dan dapat menyelamatkan muka Anda dari muka publik jika ternyata hubungan Anda tidak berjalan dengan baik.

Peran Penting Logo Bagi Usaha Anda

Logo adalah simbol yang dimiliki untuk berbagai kegiatan yang Anda lakukan. Dengan logo yang dimiliki maka selanjutnya dapat memperkenalkan eksistensi Anda dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia usaha, peranan logo sangat berarti sebab logo adalah branding self bagi perusahaan atau dunia usaha. Dengan logo yang dimiliki, maka masyarakat mengenal eksistensi Anda.

Apalagi ketika Anda mengingat betapa tingkat persaingan hidup semakin berat, setiap orang berusaha memperkenalkan diri dan kemampuannya. Pengenalan ini tidak lain adalah untuk menarik perhatian masyarakat atas eksistensi dan produk Anda. Dan, semua itu dimulai dari eksplorasi logo dalam kehidupan masyarakat.

Pentingnya Logo

Seperti diketahui, logo adalah merek dagang, trademark, sehingga jika menginginkan orang-orang menggunakan produk atau mengenal Anda, mereka harus tahu secara mudah.

Logo memang merupakan sarana promosi terefektif bagi usaha yang dijalani. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk kondisi ini. Begitu produk diterima orang dan mereka mendapati hasil yang bagus serta mengetahui siapa yang memproduksinya, ketika mereka membutuhkan, segera menghubungi Anda.

Begitu pentingnya logo bagi kelancaran usaha maka logo tersebut haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai daya tarik yang kuat pada konsumen. Logo harus unik tapi gampang dikenal orang. Anda tidak perlu menciptakan logo yang rumit-rumit sebab tujuan pembuatan logo adalah agar masyarakat cepat familiar dengan usaha yang kita lakukan hanya dengan melihat selintas. Banyak ahli komunikasi visual yang dapat membantu anda dalam membuatkan logo yang efektif mewakili perusahaan anda.

Hindari Makan Siang di Meja Kerja

Anda pikir bahwa Anda melakukan hal yang benar dengan memakan ayam goreng sambil berkerja saat jam makan siang? Ternyata hasil studi menunjukkan bahwa makan di meja kerja lebih banyak merugikan Anda daripada keuntungan yang didapat, lho.

Isu Kebersihan
Makan siang di saat hari yang sibuk sambil menyelesaikan perkerjaan, sekilas terlihat sebagai penyelamat Anda untuk menghemat waktu. Sebuah penelitian oleh Royal Society of Chemistry menunjukkan makan di meja kerja Anda dapat berisiko serius bagi kesehatan Anda. Kenapa? Karena saat Anda sudah pulang dari kantor, di malam hari kemungkinan besar mengundang tikus-tikus pembawa penyakit keluar untuk bermain di meja Anda tanpa sepengetahuan Anda. Ouch!

Masalah Pencernaan
Nutritionist Fiona Workman, dari Sydney Nutrition, mengatakan bahwa saat Anda berkerja dalam keadaan stress, maka pola makan Anda bisa tidak terjaga sehingga membuat Anda makan lebih banyak daripada biasanya. Gawat bukan! Makan di meja kerja juga membuat Anda lebih kembung karena gravitasi tidak membantu Anda untuk menurunkan makanan. Tip dari Workman? Tinggalkan meja kerja Anda dan temukan tempat yang tenang di taman, kafe ataufoodcourt. Makanlah perlahan. “ Membutuhkan waktu 20 menit untuk hormoncholecystokinin membuat Anda berkata, 'I'm full',” jawab Workman.

Berat Badan
Duduk seharian dapat membuat metabolisme tubuh Anda turun, kata Sue Radd, Kepala Nutrition dan klinik Wellbeing. Menurut Radd, duduk terlalu lama berhubungan erat dengan obesitas, diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung. Sarannya? Berjalan-jalanlah , walaupun hanya 20 menit. So, dengan semua risiko tersebut, masih memutuskan untuk Makan siang di meja kantor Anda?

Pergunakan 5 Menit Waktu Anda Untuk Peningkatan Karir

Sesibuk apakah Anda hari ini? Menghadiri rapat, bertemu klien, menyelesaikan tugas rutin, membuat laporan proyek, dan banyak lagi pekerjaan menunggu Anda menyelesaikannya. Di akhir hari, mungkin kita kelelahan. Betapapun letihnya, ada baiknya Anda luangkan lima menit untuk merenungkan hari Anda sebelum pulang ke rumah. Jeda lima menit sangat singkat dibandingkan dengan jam-jam yang Anda habiskan untuk berbagai aktivitas lain.
Usahakan Anda tidak terganggu oleh dering telepon, atau apapun. Di saat seperti itu, Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti, “Apa saja pekerjaan yang berhasil saya selesaikan hari ini, dan apa yang gagal?”
Anda pun dapat bertanya, “Dengan siapa saja saya berbicara hari ini, seberapa besar manfaat yang saya peroleh dari pembicaraan itu?” “Apakah saya berbagi gagasan yang cemerlang?” “Apakah saya mendapatkan umpan-balik yang bagus bagi kinerja saya?”
Anda juga perlu bertanya, “Pelajaran apa yang saya petik hari ini? Dari diri saya sendiri, dari orang lain? Apa rencana saya esok hari? Apakah yang saya kerjakan menunjang peningkatan karier saya?”
Entah kita menyadarinya atau tidak, kita kerap menghabiskan waktu berpuluh jam untuk menyelesaikan satu tugas atau berjam-jam untuk satu pekerjaan. Maraton lima hari dalam sepekan. Namun kita jarang meluangkan waktu, katakanlah lima menit saja, untuk menjadi “pengamat” atas apa yang kita kerjakan dan bagaimana kita berperilaku pada hari-hari itu. Sebagai ketua tim, sudahkah kita menyapa anggota hari ini? Apakah kita sudah sempat mengirim e-mail ucapan terima kasih atas masukan bawahan? Jika kita lupa, kinilah saatnya melakukan hal itu.
Ketika berbicara langsung tadi siang, mungkin kita tak sanggup menyerap umpan balik kawan sekerja dengan serta merta. Mungkin kita agak emosional mendengarnya lantaran ketegangan kerja sedang meningkat. Nah, waktu lima menit yang Anda sisihkan membukakan jendela bagi Anda untuk melihat sisi-sisi positif dari masukan teman, atasan, atau bawahan. “Ternyata betul apa yang ia katakan,” ucap Anda kali ini dengan jujur.
Sebuah perusahaan boleh dibilang berhasil apabila, salah satunya, mampu mengajari karyawannya bagaimana menjadi pembelajar yang baik sepanjang hidup. Tidak harus di dalam ruang kelas workshop, atau ruang rapat, tapi ia bisa belajar di meja kerjanya sendiri. Belajar dari kegagalan, dari keberhasilan, dari interaksinya dengan orang lain; sebab, tak ada pekerjaan yang sanggup diselesaikan seorang diri di zaman sekarang.
Membiasakan diri untuk mengambil jeda lima menit untuk bertindak sebagai pengamat sungguh membantu kita dalam memperbaiki kinerja. Mula-mula kinerja diri sendiri, lalu tim, dan kemudian berimbas pada karier pribadi maupun kinerja perusahaan. Di tengah kesibukan kita bekerja begitu keras, bergerak demikian cepat, jeda lima menit dari keriuhan niscaya sangat berguna. Jadi, manfaatkan betul lima menit Anda yang berharga, setiap hari.

Belajar Mendengarkan Mampu Meningkatkan Karir

Begitu keluar dari ruang rapat, kita mungkin lupa akan satu-dua keputusan yang diambil dalam rapat itu. Sebagai staf, mungkin kita merasa bahwa tugas kita adalah mengikuti rapat dan mendengar apa yang dibicarakan atasan. Sebagai pimpinan (bagian, departemen, divisi, atau perusahaan), kita keluar dari ruang rapat besar mungkin juga sudah tak ingat apa yang dikeluhkan staf. Apa yang disampaikan bawahan masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.
Salah satu kemungkinan mengapa karyawan lupa ialah karena merasa dirinya tidak terlibat (engaged) di dalam persoalan-persoalan yang dihadapi perusahaan. Saat bekerja, ia merasa cukup bila sudah menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya sesuai diskripsi pekerjaan. Ia tidak terdorong untuk memberi kontribusi lebih jauh, apa lagi memberi yang terbaik bagi perusahaan. Di dalam rapat, ia hanya “mendengar”, dan bukan “mendengarkan”.
Dengan “mendengar”, siapapun yang hadir dalam rapat akan menerima gelombang suara orang yang berbicara. Tapi, materi yang disampaikan tidak dicerna. Dengan “mendengarkan”, seseorang secara aktif menerima gelombang suara pembicara dan mencerna maknanya. Sikap seperti ini akan membuatnya tidak gampang lupa. Dan, yang mesti bersikap seperti ini bukan hanya bawahan, staf, tapi juga manajer dan eksekutif. Di ruang rapat maupun di luar ruang rapat.
Bagi banyak orang, tindakan mendengarkan secara aktif barangkali membosankan, walaupun banyak orang juga enggan berbicara dan menyampaikan pikirannya. Namun banyak ahli manajemen dan komunikasi yang meyakini bahwa inilah kunci untuk memahami orang lain. Dengan mendengarkan secara aktif, kita berusaha berempati pada yang berbicara, mencoba memahami apa yang dikatakan. Orang yang berbicara pun merasa lebih dihargai. Ada yang menyebut ini sebagai “mendengarkan dengan empati”.
Sebagai kunci untuk memahami orang lain, mendengarkan pandangan teman satu tim kerja menjadi penting. Kesalahpahaman dapat dikurangi. Masing-masing anggota tim akan mengerti kekurangan dan kekuatan masing-masing, untuk kemudian saling mengisi. Dari sinilah kerja sama tim mulai terbentuk. Dan bila kimiawi sesama anggota tim sudah melebur, kerja sama tim akan menjadi kekuatan yang hebat.
Kemampuan “mendengarkan” dengan empati menjadi kian krusial bila tim terdiri atas orang-orang yang berbeda latar belakang: entah suku (atau malah bangsa), pendidikan, atau pun pengalaman kerja. Keragaman orang di dalam satu tim bisa memperkaya sudut pandang dalam melihat persoalan. Namun di sisi lain, harus ada upaya yang lebih kuat untuk membangun kimiawi tim dan memulainya dengan membangun kemauan untuk mendengarkan. Sebab, latar belakang akan mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi.
Anggota tim yang terbiasa berbicara banyak mesti berusaha mengerem lidahnya. Anggota tim yang sering kali diam (tapi mungkin penuh uneg-uneg) lebih baik berusaha mengungkapkan pikirannya. Kalau saya tidak salah, perusahaan consumer goods Protect & Gamble mengembangkan program pelatihan yang disebut “Cultures at Work”. Dalam program ini, karyawan belajar perihal “high context cultures”, yakni budaya yang sangat verbal dan orang-orangnya berbicara sangat terbuka. Mereka juga mempelajari “low context cultures”, seperti yang ditemui di Asia. Tentu saja, stereotyping ini tidak sepenuhnya tepat, karena Asia pun beragam, tapi intinya perusahaan ingin mengajak karyawan dan manajer untuk menjadi pendengar yang peka, apa lagi bekerja di dalam perusahaan yang karyawannya multikultural.
Bagi siapapun yang bekerja bersama di dalam sebuah tim kecil maupun tim besar (skala perusahaan), mendengarkan dengan empati merupakan ketrampilan yang semakin penting untuk dipelajari. Baik oleh karyawan, maupun manajer, eksekutif, dan pemilik saham.