Minggu, 03 Februari 2013

Dewasa Muda Melunasi Kartu Kredit Lebih Lama

Generasi muda saat ini ternyata belum cukup memiliki tanggung jawab dengan pengelolaan keuangannya. Dalam menggunakan kartu kredit, misalnya, mereka bukan hanya berbelanja lebih banyak dengan memanfaatkan kartu kredit, tetapi juga cenderung lebih lama dalam melunasi tagihannya. Demikian penelitian terbaru dari Ohio State University, Amerika.

Seperti Anda ketahui, bank penerbit kartu kredit umumnya menerapkan minimum payment untuk pembayaran tagihan kartu kredit. Nasabah memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam mengelola utangnya. Ada yang selalu membayar lunas semua tagihan, ada yang membayar di atas minimum payment dengan nilai yang bervariasi, ada pula yang hanya membayar sesuai pembayaran minimum ini. Yang lebih parah tentunya nasabah yang membayar di bawah minimum payment.

Kebiasaan membayar dari minimum payment bisa menciptakan situasi suram. Anak muda yang selalu meninggalkan tagihan pada kartu kreditnya akan terus terbelit utang kartu kredit hingga mati, demikian menurut Lucia Dunn, profesor bidang ekonomi di Ohio State. Jika perilaku semacam itu terus dipertahankan, Dunn mengatakan bahwa Amerika pada akhirnya akan dihadapkan pada krisis keuangan di kalangan lansia yang tak mampu melunasi kartu kreditnya.

"Mereka membayar utangnya lebih lama daripada generasi sebelumnya," papar Profesor Dunn, yang menyusun studi ini bersama Sarah Jiang, Manager of Credit and Business Strategy di Capital One Financial di McLean, Virginia.

Dunn menyimpulkan penelitian ini berdasarkan dua survei jangka panjang dari Ohio State, di mana yang satu tidak hanya merupakan data pinjaman tetapi juga merupakan data kunci yang sebelumnya tidak tersedia untuk kebanyakan peneliti lain. Data tersebut memungkinkan peneliti untuk mengestimasi lebih tepat kapan orang Amerika mampu melunasi utang kartu kreditnya.

Data ini lalu dikombinasikan untuk mendapatkan informasi selama 13 tahun, dari 1997 hingga 2009. Sampel yang diuji melibatkan 32.542 orang berusia 18-85 tahun. Dari situ didapat hasil: mereka yang lahir antara 1980 - 1984 memiliki utang kartu kredit yang secara substansial lebih tinggi daripada utang yang dimiliki dua generasi sebelumnya. Rata-rata, mereka memiliki utang sekitar 5.000 dollar lebih banyak daripada orangtua mereka (pada tahap kehidupan yang sama), dan sekitar 8.000 dollar lebih besar daripada nenek-kakek mereka.

Ada beberapa alasan mengapa generasi muda memiliki utang kartu kredit yang lebih besar. Saat ini, kita memang lebih mudah berutang, dan perilaku terhadap utang itu sendiri juga telah berubah. "Saat ini berutang jauh lebih dapat diterima secara sosial, dan akhirnya mengalami kebangkrutan," ujar Dunn.

Permasalahan lainnya, generasi muda sekarang ini juga membayar utangnya lebih lama. Dari perkiraan studi, terlihat bahwa tingkat pelunasan utang nasabah muda 24 persen lebih rendah daripada orangtua mereka, dan sekitar 77 persen lebih rendah daripada kakek-nenek mereka. Kesulitan membayar utang kartu kredit lebih parah karena generasi sekarang juga cenderung memiliki utang pinjaman pendidikan yang lebih tinggi.

Meskipun begitu, situasi seperti ini bukannya tanpa harapan. Studi ini menunjukkan, jika pembayaran minimum tiap bulan ditingkatkan nasabah tak hanya akan memenuhi jumlah minimum yang harus dilunasi, tetapi secara substansial juga mampu melunasi lebih banyak. Hasilnya, pengurangan utang setiap tahunnya akan lebih cepat.

8 Tanda Hidup Anda Terlilit Utang

Apakah Anda memiliki tagihan utang? Menggunakan sistem kredit dan utang bisa menjadi jalan yang memungkinkan Anda untuk memiliki rumah, kendaraan, membayar uang pangkal sekolah, menikah, merenovasi rumah, bahkan membeli barang. Hati-hati, Anda malah terjebak menumpuk utang terlalu banyak yang berujung pada masalah lebih serius.

Mampu membayar tagihan kredit bukan berarti Anda bebas masalah. Hanya karena Anda mampu menyesuaikan tagihan ke dalam anggaran juga bukan berarti keuangan Anda sehat. Ingat, uang yang digunakan untuk membayar utang tidak dapat digunakan di tempat lain. Itu berarti jika Anda menghabiskan uang setiap bulan pada tagihan kartu kredit atau utang yang tidak perlu lainnya, dari anggaran lain yang seharusnya bisa digunakan untuk merencanakan masa depan.

Parahnya sangat sulit untuk menyadari kenyataan bahwa Anda telah mencapai titik kritis dengan situasi utang yang di luar batas kemampuan. Namun bila ditelaah, ada tanda-tanda peringatan yang dapat membantu mengidentifikasi kondisi keuangan sedang bermasalah.

Berikut adalah serangkaian indikasi Anda sudah terlilit utang besar. Jika salah satu saja terjadi pada Anda, sekarang saatnya untuk segera mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaan.

  • Anda tidak memiliki tabungan.
  • Anda hanya mampu melakukan pembayaran minimum pada tagihan kartu kredit setiap bulan.
  • Anda terus memakai kartu kredit, padahal sedang dalam usaha untuk melunasinya.
  • Anda memiliki setidaknya satu kartu kredit yang mendekati, atau bahkan melebihi batas kredit.
  • Anda kadang-kadang terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan, kartu kredit, atau biaya bulanan lainnya.
  • Anda bahkan tidak tahu total utang yang dimiliki.
  • Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan lainnya.
  • Saat mengajukan utang ke bank, permohonan Anda ditolak.
Sebenarnya Anda tahu, jauh di dalam hati bahwa sedang memiliki masalah dengan utang, tapi jauh lebih mudah untuk menyangkal masalah daripada mengatasinya. Membereskan utang membutuhkan kerja keras, namun semakin cepat Anda menyadari masalahnya, Anda semakin dapat membuat perubahan positif. Menunda hanya akan memperburuk keadaan. Jika Anda berpikir sudah tidak dapat mengatasi masalah sendiri, saatnya meminta saran dan bantuan ahli.

4 Langkah Jalani Resolusi Finansial

Selain karier dan cinta, resolusi keuangan tak kalah pentingnya. Menurut Fidelity Investment, 46 persen orang Amerika membuat resolusi keuangan untuk 2013. Resolusi keuangan yang paling sering dibuat adalah sedikit belanja dan lebih banyak menabung. Sementara 62 persen orang mengaku tak mengubah resolusi keuangannya pada tahun lalu.

Jika Anda juga memiliki resolusi keuangan pada 2013 ini, berikut beberapa kiat dari Quicken Money Management dan Merrill Edge Advisory Center:

1. Atur budget belanja.
Kebiasaan belanja yang paling membahayakan kondisi finansial adalah menggesek kartu kredit. Anda akan terjebak dalam pengeluaran yang membengkak dan baru menyadarinya di akhir bulan saat waktunya membayar tagihan tiba. Dengan membuat budget belanja, Anda bisa mengontrol pengeluaran dan ke mana uang Anda dibelanjakan setiap bulannya. Sehingga Anda punya cukup uang untuk menabung.

2. Disiplin menabung.
Siapkan uang untuk menabung, entah untuk dana pensiun, uang muka membeli rumah atau keperluan lainnya. Bayar semua kewajiban di muka sesuai posnya termasuk pos tabungan, lalu gunakan sisanya untuk keperluan lainnya.

3. Diskusi rutin dengan pasangan.
Bagi pasangan menikah, atur pertemuan rutin bulanan untuk mendiskusikan keuangan. Langkah ini memang akan menjadi rutinitas yang kadang sulit dijalankan. Tapi Anda dan pasangan perlu duduk bersama, dalam pertemuan rutin bulanan untuk mendiskusikan keuangan agar pengeluaran tetap terkendali selain Anda dan pasangan selalu punya solusi bersama menghadapi setiap masalah keuangan yang muncul.

4. Miliki dana darurat.
Agar keuangan keluarga aman terkendali, siapkan dana darurat. Jumlah 3-6 kali dari pengeluaran bulanan Anda. Dana darurat untuk pasangan menikah biasanya lebih tinggi dibandingkan lajang. Sebaiknya gunakan sistem pembayaran otomatis di rekening bank Anda untuk menyiapkan dana darurat ini.

6 Karakter yang Menjadi Aset Terbesar

Sebuah penelitian di Washington, Amerika Serikat, mengalisa catatan 10.000 orang dan menyimpulkan 15 persen kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85 persen adalah masalah kepribadian dan sikap. Sikap mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu dan menghadapinya. Dua hal ini menjadi faktor penting dalam melihat kemampuan seseorang.

Komponen sikap terdiri dari kepercayaan, ide, dan konsep terhadap suatu obyek, kehidupan atau evaluasi emosional terhadap suatu obyek kerja, serta kecenderungan untuk bertindak. Sikap Anda adalah kendaraan mencapai potensi diri sepenuhnya.

Seseorang bisa memiliki ribuan sikap, tetapi dalam dunia kerja difokuskan pada beberapa jenis sikap yang terkait dengan pekerjaan. Sikap kerja berisi evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan kerja.

Sikap bukanlah pembawaan sejak lahir. Sikap dapat berubah melalui pengalaman sehingga memungkinkan Anda berkembang. Berikut enam sikap yang menjadi aset terbesar Anda:

1. Tanggung jawab buat semua orang.
Tanggung jawab antara pekerja pria dan perempuan adalah sama. Semua tugas dan pekerjaan dituntut untuk dilakukan sebaik-baiknya.

2. Tidak takut bekerja keras.
Sebagai pekerja terutama pekerja baru tuntutan untuk berani bekerja keras adalah mutlak. Mereka harus siap diberi pekerjaan ekstra. Berinisiatiflah dalam bekerja agar menjadi pribadi yang selalu bermanfaat.

3. Selalu bersikap positif.
Sikap positif diperlukan terutama jika menemukan masalah dalam pekerjaan. Jangan langsung pasrah melainkan berusaha mencari berbagai jalan untuk mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Bisa jadi ini langkah untuk mencapai posisi yang lebih tinggi jadi selesaikan dengan hati yang jernih.

4. Bekerja sungguh-sungguh.
Jika Anda membenci pekerjaan yang sekarang, bukan berarti ini alasan untuk bolos kerja dan bermalas-malasan. Sikap yang buruk ini tidak baik dipelihara. Tetaplah berusaha memberikan yang terbaik. Ini bisa menjadi poin lebih ketika Anda mendapatkan pekerjaan di tempat lain karena Anda meninggalkan perusahaan sebelumnya dengan catatan baik.

5. Gerak cepat.
Lakukan perintah atau permintaan atasan dengan cepat dan jangan menunda. Dengan datang dan memberi jawaban secara langsung, atasan akan menganggap Anda bisa diandalkan.

6. Jangan malu bertanya.
Tanyalah kepada atasan atau siapa pun jika tidak mengerti apa yang dimaksud. Gengsi atau takut bertanya karena tak ingin dianggap tidak mampu malah akan menyesatkan Anda.

Menonjolkan Kemampuan Tanpa Terkesan Pamer

Banyak yang tak suka dengan sikap orang yang suka pamer, pingin tampil dan selalu membanggakan diri. Akan tetapi demi kemajuan karier, kadang kita perlu “menjual diri”. Untuk itu kita semua perlu menemukan cara untuk membuat potensi diri terpancar.

Dalam dunia karier ini merupakan sebuah seni serta tantangan tersendiri, bagaimana membuat Anda terlihat tanpa terkesan sombong apalagi menjilat. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat untuk mengesankan bos dengan keterampilan tanpa terlihat berlebihan.

Mulai dari hal kecil
Ketika Anda memulai pekerjaan baru, atau bahkan jabatan baru, penting untuk tidak terlalu pamer. Misalnya, dengan sesumbar bahwa Anda bisa mencapai target penjualan karena pernah mendapatkan target yang lebih besar, tak akan mengesankan orang.

Sebaliknya, mulai dari kecil dan halus meminta saran atasan Anda untuk melihat apakah Anda sudah melakukan segalanya dengan benar. Saat atasan Anda meninjau pekerjaan Anda, dengan cepat ia akan melihat Anda mempunyai bakat. Ini adalah bentuk mudah dari promosi diri, karena tidak mengharuskan Anda untuk pamer sama sekali. Hal ini juga memungkinkan atasan Anda kesempatan untuk berbagi keahlian. Dan Anda dapat belajar sesuatu yang baru.

Bayangkan Anda adalah bos
Tempatkan diri Anda pada posisi atasan Anda, dan bayangkan betapa sulitnya untuk melihat prestasi kecil setiap individu dalam timnya. Sadari hal tersebut tidak mudah! Ini tidak berarti atasan Anda tidak bisa atau tidak akan mengenali bakat Anda. Ini berarti Anda mungkin harus membantu membuka matanya untuk lebih melihat prestasi Anda.

Jadi, cobalah mengakui sesuatu yang telah Anda pelajari dari atasan Anda. Ketika atasan Anda menyadari dia benar-benar memberikan bimbingan kepada timnya, kemungkinan dia akan jauh lebih jeli memerhatikan keterampilan Anda. Tapi perlu dicatat untuk melakukan hal ini dengan tulus dan jujur. Ungkapkan hal yang benar-benar Anda pelajari dari atasan Anda. Jangan mengarang atau berbohong, kredibilitas Anda secara keseluruhan akan dipertanyakan jika Anda ketahuan berbohong. Jika selama ini Anda tak pernah mendapatkan saran dan bimbingan dari atasan Anda, bersabarlah dan menunggu situasi atasan Anda benar-benar melatih Anda. Kemudian biarkan dia tahu bahwa hal tersebut sangat membantu Anda.

Keyakinan adalah kunci
Gagasan kerendahan hati adalah sifat yang baik, tidak pernah dimaksudkan untuk mengalahkan kepercayaan diri. Penting untuk dicatat bahwa dosis yang sehat dari kepercayaan diri merupakan fondasi penting untuk sukses baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Kuncinya adalah mengetahui cara menggunakan kepercayaan diri dengan bijak.

Ini bukan keterampilan mudah untuk dikuasai. Caranya: tunjukkan bukan katakan! Anda mungkin pernah mendengar ini, bagus jadikan itu sebagai pengingat setiap kali Anda tergoda untuk memberitahu seseorang akan kelebihan, pencapaian termasuk kehebatan Anda. Alih-alih mengatakan kepada seseorang, temukan cara untuk menunjukkan kepada mereka. Lakukan dengan mengerjakan tugas dengan baik, membuat presentasi yang mengesankan, dan bersikap anggun saat menerima pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Dengan sedikit latihan dan banyak kesabaran, Anda akan mengetahui cara menggunakan dengan bijak kepercayaan diri Anda.

Mengapa Banyak Kubu di Kantor?

erbentuknya kelompok-kelompok dalam lingkungan kerja, apalagi masing-masing di antaranya punya tujuan tertentu, merupakan salah satu bentuk politik kantor yang bisa saja kita temui. Percaya atau tidak, untuk sebagian kaum profesional, ini sudah menjadi hal biasa, ibarat makanan sehari-hari. Inilah lima hal yang mendasari mengapa politik kantor tercipta:

  1.  Keinginan untuk terus mendapat pujian atau meraih promosi dengan cara "berstrategi", bukannya pada fokus untuk menampilkan produktivitas dan performa kerja sesungguhnya.
  2. Adanya ambisi untuk meraih kewenangan khusus, mendapatkan dispensasi khusus, kemudahan-kemudahan khusus dengan cara mudah dan cepat.
  3. Adanya kelemahan atau ketidakjelasan pada prosedur kerja. Monitoring kerja di perusahaan, sehingga memungkinkan menyebarnya virus "potong kompas".
  4. Rasa cemburu antar karyawan, diperparah dengan keterampilan komunikasi yang kurang berkembang. Hingga karyawan memilih bergosip, sikut-sikutan untuk menyisihkan pihak-pihak yang kurang disukai.
  5. Untuk menyukseskan strategi, akan mudah dilakukan bersama-sama (dalam tim) dibanding sendiri. Tak heran kalau di kantor Anda terbentuk kubu-kubu, terdiri atas karyawan atau geng, maka dianggap semakin aman (mayoritas).

Ganti Logo Usaha


Logo perusahaan bukan dibuat sekadar untuk menampilkan gambar atau tulisan cantik tanpa makna, melainkan juga untuk menunjukkan ciri khas usaha dan menggambarkan harapan dari usaha. "Logo tidak harus cantik, yang penting bermakna. Karena logo merupakan doa yang tergambar," tukas Jessica Diana Kartika, SSn, ahli feng shui untuk logo dalamtalkshow "Pentingnya Feng Shui untuk Logo" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jessica menambahkan bahwa logo juga berfungsi sebagai identitas perusahaan yang akan melekat dalam persepsi masyarakat. Namun sekalipun logo usaha sudah akrab dan dikenal masyarakat, bukan berarti Anda tidak bisa mengganti logo usaha Anda. Ada beberapa kondisi yang memungkinkan Anda untuk mengubah logo ini agar membawa keberhasilan untuk Anda.

1. Perubahan visi dan misi
Dalam menjalankan bisnis, visi dan misi usaha memang sangat dibutuhkan sebagai penunjuk jalan mencapai tujuan usaha. Visi dan misi perusahaan secara tak langsung akan memengaruhi pergerakan usaha. Menurut feng shui, logo usaha seharusnya menggambarkan visi, misi, dan tujuan usaha yang disesuaikan dengan perhitungan China.

Maka ketika mengubah visi dan misi perusahaan, sebaiknya logo perusahaan juga ikut diubah. "Karena beda visi-misinya, maka feng shui dan keberuntungannya juga akan berbeda," jelasnya.

2. Perubahan struktur organisasi
Ketika membuat sebuah logo usaha berdasar feng shui, salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah karakter si pemilik dan partnernya. "Karakter, bakat, dan potensi setiap orang itu berbeda. Dibutuhkan adanya perhitungan karakter untuk memaksimalkan sisi positif pemilik usaha agar bisa jalan bersama untuk sukses," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa setiap orang dengan karakter yang berbeda sangat memengaruhi logo yang akan dibuat. Sebaiknya, ketika mengadakan perubahan struktur organisasi pemilik utama usaha, logo dibuat kembali agar sesuai dengan karakter partner atau pemilik usaha yang baru.

3. Usaha baru
Perluasan bidang usaha rasanya menjadi impian banyak pengusaha. Namun, jika membuat usaha baru sebagai anak perusahaan dengan konsep, visi, dan misi yang berbeda, sebaiknya buat logo tersendiri. Beda bidang usahanya, maka peruntungan keberhasilannya juga akan berbeda. "Setiap bidang usaha punya warna dan tipikal logo sendiri untuk peruntungan dan kesuksesan usahanya," katanya.

Sekalipun masih berada dalam satu perusahaan dan manajemen, namun ketika membuat sebuah usaha baru yang bidangnya jauh berbeda, ciptakan logo yang berbeda dari logo usaha awal.

4. Perubahan jaman
Pergantian logo untuk mengikuti perkembangan zaman memang kerap dilakukan untuk meremajakan citra perusahaan. Dalam perjalanannya, agar lebih diterima masyarakat perubahan memang perlu dilakukan. Sekalipun visi, misi, dan konsep perusahaan tidak berubah sejak awal usaha, namun pembaharuan dalam logo perusahaan diharapkan mampu memberi angin segar dan harapan baru bagi perusahaan.

"Beberapa perusahaan besar di Indonesia yang sudah puluhan tahun berdiri juga banyak yang mengubah logo perusahaannya agar lebih eye catching dan memberi harapan baru dalam usahanya," pungkas Jessica.