Tipe orang seperti ini pasti bisa Anda temui di hampir semua kantor. Mereka adalah orang-orang yang bergembira di atas penderitaan orang lain dan selalu 'berdedikasi' untuk mempermalukan dan/atau membuat susah hidup orang lain. Tapi disisi lain, ada kebutuhan untuk bersikap profesional dan menyelesaikan semua pekerjaan Anda tepat waktu—tanpa gangguan. Lalu bagaimana cara menghadapioffice bitch tersebut secara profesional?
Tegas Padanya
Percayalah, Anda akan jadi sasaran empuk para office bitch kalau tidak bisa bersikap tegas pada mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda serius dan tidak suka dipermainkan. Dengan demikian ia pun akan merasa segan.
Jangan Terpancing
Sifatnya memang tidak menyenangkan. Tapi ketika ia tengah beraksi, jangan overreact apalagi melawannya karena ia akan menganggapnya sebagai tantangan untuk terus menyerang lagi. Tahan emosi Anda dan jangan sampai terpancing taktiknya.
Sadari Latar Belakangnya
Yang harus Anda pahami adalah faktor yang biasanya melatarbelakangi sifat buruk mereka, yaitu insecurity. Jadi, masalahnya ada pada dirinya, bukan diri Anda. So hey, don't take it personally! Biarkan saja ia menggonggong sesukanya.
Sindir Ia Dengan Humor
Kalau Anda memang merasa perlu untuk melawannya, 'lawan' ia dengan rasa humor. Lontarkan humor-humor cerdas tentang apa yang tengah ia perbuat sehingga orang lain akan merasa lucu, dan bukannya membiarkan diri Anda 'kalah' dari si office bitch.
Move On
Si dia masih juga belum mau berhenti mengganggu hidup Anda? Cara terakhir: abaikan saja dear. Tidak perlu menanggapi serangannya. Mulai saat ini, anggaplah ia tidak ada dan fokus hanya pada pekerjaan Anda. Yang terpenting adalah tetap profesional dengan menyelesaikan semua tanggung jawab Anda di kantor.
Jumat, 03 Mei 2013
Work Like A Pro
Anda yang sedang memulai karier pasti punya hasrat untuk menjadi sukses di masa depan, bukan? Untuk mencapai puncak dalam dunia karier, ada beberapa sifat dan kebiasaan yang harus Anda tanamkan sejak awal. Sifat dan kebiasaan ini akan menuntun Anda menjadi seorang pekerja yang profesional baik di mata kolega maupun di mata si bos. Nah, apa saja sifat dan kebiasaan yang dimaksud? Berikut inilah paparannya.
Show That You Care
... dengan cara selalu tepat waktu. Tepat waktu dalam segala urusan menunjukkan bahwa Anda juga menghargai waktu orang lain yang terlibat dalam urusan Anda. Misalnya, menghadiri rapat atau pun menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu berarti Anda menghargai waktu orang yang sama berharganya dengan Anda.
Show That You're Responsible
Profesional selalu mendahulukan pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya. Selain harus tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal juga menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan oleh para kolega, rekan kerja, klien, maupun si bos.
Organize Your Work
Bagaimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan secara maksimal dan tepat waktu kalau tidak diatur dengan benar? Maka dari itu, pengorganisasian sangat berguna untuk membantu Anda dalam menentukan skala prioritas dari suatu pekerjaan. Catatlah semua pekerjaan dan waktu deadline pada sebuah agenda, notes atau bahkan ponsel Anda. Pastikan Anda selalu mengeceknya setiap saat.
Prepare for Tomorrow
Persiapan adalah kunci sukses terakhir bagi seorang profesional. Selalu siapkan materi untuk meeting yang akan datang sehingga Anda bisa mengantisipasi pertanyaan maupun diskusi yang akan berlangsung. Jika besok Anda harus bertugas keluar kantor, pastikan membawa segala dokumen penting—mungkin tiket pesawat—yang harus dipersiapkan sebelum hari keberangkatan. Dengan demikian Anda telah menunjukkan kualitas bekerja seperti seorang profesional.
Senin, 29 April 2013
5 Kesalahan Ibu Dalam Mengelola Keuangan
Para pakar keuangan bilang, dalam situasi tertentu, kita semua membuat kesalahan dalam mengelola uang. Demikian pula para ibu. Kesalahan mengelola keuangan yang paling umum dilakukan para ibu adalah, mereka sering mengabaikan dana pensiun mereka. Kesalahan lainnya akan dijelaskan di bawah ini — beserta solusinya.
Memprioritaskan biaya kuliah anak
Banyak orangtua menginvestasikan seluruh tabungan mereka untuk pendidikan tinggi anak-anak. Pada saat yang sama, mereka harus membayar utang. Oleh karena itu, kebanyakan para ibu tidak menabung untuk masa pensiun karena harus membuat prioritas dari sumber keuangan yang terbatas. Namun, mereka lupa bahwa menabung untuk masa tua mereka lebih penting dibandingkan dengan pengeluaran yang hanya berfokus pada pendidikan anak-anak.
Para ahli keuangan merekomendasikan orangtua untuk mempertimbangkan masa depan mereka terlebih dahulu. Ini tidak akan membikin Anda egois. Perencanaan pensiun adalah sesuatu yang setiap orang harus pertimbangkan. Kedua, itu adalah cara Anda bisa melakukan sesuatu yang baik untuk seluruh keluarga.
Tidak terlibat dalam masalah keuangan
Kebanyakan ibu berpikir, tanggung jawab mereka adalah mengurus anak-anak. Meskipun itu benar, para ahli keuangan mengatakan bahwa ada banyak lagi yang harus dilakukan selain itu. Banyak ibu tidak peduli tentang ke mana larinya uang dan bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka secara efektif. Jika mereka menunjukkan minat dalam keputusan keuangan pribadi, maka itu akan menjadi hal yang baik untuk semua anggota keluarga mereka.
Tidak memberikan uang saku untuk anak
Beberapa orang berpikir bahwa mereka dapat menabung banyak uang jika mereka menghindari memberikan uang tambahan untuk anak-anak. Namun, sebenarnya itu salah. Jika anak-anak tidak mendapatkan uang saku, mereka tidak akan mampu membangun kesadaran yang benar tentang bagaimana cara untuk menghabiskan uang itu dengan bijaksana.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk memberikan anak-anak mereka cukup uang saku. Ini akan membantu mereka membayar barang yang mereka beli sendiri. Akhirnya, mereka akan mengembangkan kesadaran untuk mengelola keuangan pribadi dengan baik.
Mengorbankan gaji untuk jam kerja yang fleksibel
Para ibu yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil merasa perlu menyeimbangkan kehidupan kerja dan kehidupan keluarga mereka. Hal ini mengharuskan mereka untuk meminta kepada atasan mereka untuk jadwal kerja yang fleksibel di tempat kerja. Banyak ibu yang rela diturunkan gajinya hanya supaya mendapatkan jam kerja yang fleksibel. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan.
Tidak menata rumah
Sebuah rumah yang berantakan tidak hanya terlihat buruk, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental. Jika ibu tidak menata pakaian dan buku anak-anak mereka, hal tersebut justru dapat menambah biaya. Barang-barang tersebut dapat cepat rusak, dan Anda perlu membeli pakaian dan buku yang baru.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk berbelanja buku dan pakaian anak-anak mereka di berbagai toko yang menawarkan diskon. Mereka dapat menghemat banyak uang dengan cara ini.
Memprioritaskan biaya kuliah anak
Banyak orangtua menginvestasikan seluruh tabungan mereka untuk pendidikan tinggi anak-anak. Pada saat yang sama, mereka harus membayar utang. Oleh karena itu, kebanyakan para ibu tidak menabung untuk masa pensiun karena harus membuat prioritas dari sumber keuangan yang terbatas. Namun, mereka lupa bahwa menabung untuk masa tua mereka lebih penting dibandingkan dengan pengeluaran yang hanya berfokus pada pendidikan anak-anak.
Para ahli keuangan merekomendasikan orangtua untuk mempertimbangkan masa depan mereka terlebih dahulu. Ini tidak akan membikin Anda egois. Perencanaan pensiun adalah sesuatu yang setiap orang harus pertimbangkan. Kedua, itu adalah cara Anda bisa melakukan sesuatu yang baik untuk seluruh keluarga.
Tidak terlibat dalam masalah keuangan
Kebanyakan ibu berpikir, tanggung jawab mereka adalah mengurus anak-anak. Meskipun itu benar, para ahli keuangan mengatakan bahwa ada banyak lagi yang harus dilakukan selain itu. Banyak ibu tidak peduli tentang ke mana larinya uang dan bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka secara efektif. Jika mereka menunjukkan minat dalam keputusan keuangan pribadi, maka itu akan menjadi hal yang baik untuk semua anggota keluarga mereka.
Tidak memberikan uang saku untuk anak
Beberapa orang berpikir bahwa mereka dapat menabung banyak uang jika mereka menghindari memberikan uang tambahan untuk anak-anak. Namun, sebenarnya itu salah. Jika anak-anak tidak mendapatkan uang saku, mereka tidak akan mampu membangun kesadaran yang benar tentang bagaimana cara untuk menghabiskan uang itu dengan bijaksana.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk memberikan anak-anak mereka cukup uang saku. Ini akan membantu mereka membayar barang yang mereka beli sendiri. Akhirnya, mereka akan mengembangkan kesadaran untuk mengelola keuangan pribadi dengan baik.
Mengorbankan gaji untuk jam kerja yang fleksibel
Para ibu yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil merasa perlu menyeimbangkan kehidupan kerja dan kehidupan keluarga mereka. Hal ini mengharuskan mereka untuk meminta kepada atasan mereka untuk jadwal kerja yang fleksibel di tempat kerja. Banyak ibu yang rela diturunkan gajinya hanya supaya mendapatkan jam kerja yang fleksibel. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan.
Tidak menata rumah
Sebuah rumah yang berantakan tidak hanya terlihat buruk, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental. Jika ibu tidak menata pakaian dan buku anak-anak mereka, hal tersebut justru dapat menambah biaya. Barang-barang tersebut dapat cepat rusak, dan Anda perlu membeli pakaian dan buku yang baru.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk berbelanja buku dan pakaian anak-anak mereka di berbagai toko yang menawarkan diskon. Mereka dapat menghemat banyak uang dengan cara ini.
4 Kesalahan Besar Pengelolaan Uang yang Anda Lakukan
Tak semua orang bisa mengelola uang dengan baik. Banyak di antara kita yang tak punya tabungan, tak punya dana darurat, dan tenggelam dalam tumpukan utang. Kami bertanya pada pengusaha dan blogger finansial Fitz Villafuerte: apa kesalahan utama kita, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya?
1. Kita memprioritaskan pengeluaran daripada simpanan sehingga tidak menyisakan apapun.
"Setiap mereka mendapatkan gaji mereka, mereka biasanya membelanjakan terlebih dahulu, dan kalau ada sisanya, itulah yang akan mereka tabung," kata Fitz Villafuerte. "Pada umumnya, tidak ada yang tersisa pada akhir bulan."
Solusi: Balik prosesnya. Pertama pisahkan sebagian dari gaji Anda untuk menabung, kemudian silakan habiskan sisanya. Villafuerte juga merekomendasikan untuk minta HRD perusahaan Anda untuk membantu: "Kamu bisa mendebet tabungan Anda secara otomatis. Minta HRD Anda untuk mengirimkan sebagian dari gaji Anda ke rekening lain di bank penggajian (payroll) kantor Anda." Metode proaktif ini membuat menabung tidak begitu menyusahkan. "Dengan begitu Anda tidak merasa kalau Anda menabung," kata Villafuerte. "Kamu tidak merasa bersalah jika menghabiskan apa yang tersisa. Menabung terasa lebih ringan dan menguntungkan."
2. Kita berinvestasi sebelum membuat dana darurat.
Villafuerte mengamati kalau kesalahan kedua yang sering dilakukan orang ketika mereka mendapatkan uang ekstra adalah berinvestasi sebelum mereka menyisihkan sebagian untuk dana darurat. "Mereka tidak menggunakannya terlebih dahulu untuk menyiapkan dana darurat," katanya. Dana darurat adalah fondasi dasar dari portfolio setiap orang, yang jumlahnya adalah: uang senilai enam kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga Anda, disimpan untuk kebutuhan darurat.
Solusi: Villafuerte merekomendasikan memiliki dana tersebut sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Bukannya dia tidak menganggap penting untuk membuat uang Anda bertambah, namun seperti masalah sebelumnya, masalah yang akan dihadapi ini adalah sesuatu yang merupakan prioritas. "Biaya rumah sakit, perbaikan mobil atau rumah yang mendadak tidak bisa Anda kesampingkan." Tanpa adanya dana darurat, kamu akan mencari utang atau mencairkan investasi Anda dengan segera.
3. Kita menghindari bursa saham.
Villafuerte menganggap bursa saham disalahartikan banyak orang. "Ketika Anda berbicara mengenai bursa saham, orang berpikir mengenai perdagangan saham, dan mereka jadi ketakutan, karena mereka pikir itu seperti berjudi," jelasnya. "Itu alasan mengapa hal itu kurang diberdayakan sebagai kendaraan investasi."
Selalu ingat: Perdagangan saham hanya merupakan sebagian kecil dari bursa saham. "Terdapat juga investasi bursa saham, yang lebih berupa jangka panjang," papar Villafuerte. "Jika warga lebih terdidik mengenai investasi [mengenai membeli saham atau menahannya untuk lima sampai tujuh tahun] Anda akan melihat kalau Anda mendapatkan lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya menaruh uang Anda di deposito berjangka."
Namun Vilafuerte tidak mau memberikan nasihat mengenai bursa saham. Ia lebih memilih untuk mereferensikan brokernya: "Mereka menawarkan seminar gratis mengenai investasi bursa saham." Terdapat banyak masukan berkualitas di luar sana — namun Anda harus teliti mengenai hal itu.
4. Kita mendapatkan saran finansial dari orang yang salah.
Villafuerte telah melihat ini terlalu sering — pengusaha baru yang bertanya kepada temannya untuk nasihat bisnis gratis dan kena batunya. "Kita suka mengambil jalan pintas," tambahnya. "Mereka tidak melihat segala hal dari segi bisnis; mereka tidak bertanya kepada seorang pengusaha, 'bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda?' jadi hal itu meningkatkan resiko kegagalan mereka."
Selalu ingat: Ada alasannya mengapa informasi tertentu gratis dan mudah didapatkan, kata Villafuerte: "Karena hal itu bukanlah nasihat terbaik yang bisa Anda dapatkan." Informasi bisnis yang berkualitas lebih sulit didapatkan. Ia teringat pada teman-temannya yang ingin berbisnis laundry dan meminta nasihatnya.
"Aku mengatakan kepadanya mengenai seminar operasi toko laundry di Nagoskwela: 'Kenapa kamu tidak hadir disana? Kamu akan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang mengetahui bisnis itu.'" Temannya itu tidak menanggapi ide tersebut.
"Untungnya bisnisnya tidak hancur, namun memerlukan tiga tahun sebelum bisnis itu stabil." Dibandingkan dengan temannya yang lain yang menghadiri seminar laundry itu. "Ia menghadiri seminar toko laundry itu -- tokonya baru dibuka baru tiga bulan, namun sudah stabil," kenang Villafuerte. "Dari situ Anda dapat melihat perbedaannya: meminta nasihat mengenai uang, bisnis, atau investasi, dari orang yang cuma Anda kenal, dibandingkan mendapatkannya dari orang yang memang ahli di bidang itu."
1. Kita memprioritaskan pengeluaran daripada simpanan sehingga tidak menyisakan apapun.
"Setiap mereka mendapatkan gaji mereka, mereka biasanya membelanjakan terlebih dahulu, dan kalau ada sisanya, itulah yang akan mereka tabung," kata Fitz Villafuerte. "Pada umumnya, tidak ada yang tersisa pada akhir bulan."
Solusi: Balik prosesnya. Pertama pisahkan sebagian dari gaji Anda untuk menabung, kemudian silakan habiskan sisanya. Villafuerte juga merekomendasikan untuk minta HRD perusahaan Anda untuk membantu: "Kamu bisa mendebet tabungan Anda secara otomatis. Minta HRD Anda untuk mengirimkan sebagian dari gaji Anda ke rekening lain di bank penggajian (payroll) kantor Anda." Metode proaktif ini membuat menabung tidak begitu menyusahkan. "Dengan begitu Anda tidak merasa kalau Anda menabung," kata Villafuerte. "Kamu tidak merasa bersalah jika menghabiskan apa yang tersisa. Menabung terasa lebih ringan dan menguntungkan."
2. Kita berinvestasi sebelum membuat dana darurat.
Villafuerte mengamati kalau kesalahan kedua yang sering dilakukan orang ketika mereka mendapatkan uang ekstra adalah berinvestasi sebelum mereka menyisihkan sebagian untuk dana darurat. "Mereka tidak menggunakannya terlebih dahulu untuk menyiapkan dana darurat," katanya. Dana darurat adalah fondasi dasar dari portfolio setiap orang, yang jumlahnya adalah: uang senilai enam kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga Anda, disimpan untuk kebutuhan darurat.
Solusi: Villafuerte merekomendasikan memiliki dana tersebut sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Bukannya dia tidak menganggap penting untuk membuat uang Anda bertambah, namun seperti masalah sebelumnya, masalah yang akan dihadapi ini adalah sesuatu yang merupakan prioritas. "Biaya rumah sakit, perbaikan mobil atau rumah yang mendadak tidak bisa Anda kesampingkan." Tanpa adanya dana darurat, kamu akan mencari utang atau mencairkan investasi Anda dengan segera.
3. Kita menghindari bursa saham.
Villafuerte menganggap bursa saham disalahartikan banyak orang. "Ketika Anda berbicara mengenai bursa saham, orang berpikir mengenai perdagangan saham, dan mereka jadi ketakutan, karena mereka pikir itu seperti berjudi," jelasnya. "Itu alasan mengapa hal itu kurang diberdayakan sebagai kendaraan investasi."
Selalu ingat: Perdagangan saham hanya merupakan sebagian kecil dari bursa saham. "Terdapat juga investasi bursa saham, yang lebih berupa jangka panjang," papar Villafuerte. "Jika warga lebih terdidik mengenai investasi [mengenai membeli saham atau menahannya untuk lima sampai tujuh tahun] Anda akan melihat kalau Anda mendapatkan lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya menaruh uang Anda di deposito berjangka."
Namun Vilafuerte tidak mau memberikan nasihat mengenai bursa saham. Ia lebih memilih untuk mereferensikan brokernya: "Mereka menawarkan seminar gratis mengenai investasi bursa saham." Terdapat banyak masukan berkualitas di luar sana — namun Anda harus teliti mengenai hal itu.
4. Kita mendapatkan saran finansial dari orang yang salah.
Villafuerte telah melihat ini terlalu sering — pengusaha baru yang bertanya kepada temannya untuk nasihat bisnis gratis dan kena batunya. "Kita suka mengambil jalan pintas," tambahnya. "Mereka tidak melihat segala hal dari segi bisnis; mereka tidak bertanya kepada seorang pengusaha, 'bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda?' jadi hal itu meningkatkan resiko kegagalan mereka."
Selalu ingat: Ada alasannya mengapa informasi tertentu gratis dan mudah didapatkan, kata Villafuerte: "Karena hal itu bukanlah nasihat terbaik yang bisa Anda dapatkan." Informasi bisnis yang berkualitas lebih sulit didapatkan. Ia teringat pada teman-temannya yang ingin berbisnis laundry dan meminta nasihatnya.
"Aku mengatakan kepadanya mengenai seminar operasi toko laundry di Nagoskwela: 'Kenapa kamu tidak hadir disana? Kamu akan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang mengetahui bisnis itu.'" Temannya itu tidak menanggapi ide tersebut.
"Untungnya bisnisnya tidak hancur, namun memerlukan tiga tahun sebelum bisnis itu stabil." Dibandingkan dengan temannya yang lain yang menghadiri seminar laundry itu. "Ia menghadiri seminar toko laundry itu -- tokonya baru dibuka baru tiga bulan, namun sudah stabil," kenang Villafuerte. "Dari situ Anda dapat melihat perbedaannya: meminta nasihat mengenai uang, bisnis, atau investasi, dari orang yang cuma Anda kenal, dibandingkan mendapatkannya dari orang yang memang ahli di bidang itu."
Mampukah Aku Membesarkan Bayi?
Bahwa bayi merupakan makhluk mungil yang lucu, tidak ada yang membantah. Tetapi mungil-mungil begitu, mereka cukup menelan banyak biaya.
Jangan panik. Berikut ini strategi keuangan bagi para orangtua yang sedang menantikan kelahiran anak.
Kurangi utang
Mengatur utang harus menjadi prioritas. Sebagai orangtua baru, Anda perlu memberi ruang untuk biaya tak terduga dan jika tidak mengurangi utang sekarang, hal itu bisa menjadi jurang bahaya. Jika Anda butuh bantuan, kunjungilah penasihat kredit lokal.
Jangan langsung pindah
Anda tidak harus langsung mencari tempat yang lebih besar. Salah satu kesalahpahaman terbesar orangtua baru adalah bahwa Anda membutuhkan kamar terpisah untuk si bayi. Padahal bayi dapat tidur dengan aman dan nyaman di boks bayi selama 3-6 bulan pertama.
Menabung, menabung, menabung
Menabung amatlah penting. Sisihkan berapa pun yang Anda sanggup setiap pekan atau bulan, untuk membantu Anda setidaknya selama cuti hamil.
Tinjau ulang asuransi kesehatan
Tinjau ulang polis asuransi Anda untuk melihat apakah melahirkan termasuk di polis Anda. Berbicaralah dengan pihak HRD setidaknya enam bulan sebelum hari perkiraan kelahiran — untuk mencari tahu berapa banyak gaji Anda ketika cuti hamil.
Rayakan!
Jangan lupa selenggarakan syukuran bayi yang meriah. Syukuran bisa jadi cara tepat untuk mendapatkan perlengkapan bayi mahal (dalam bentuk kado dari orang lain). Anda dapat memasukkan di daftar hadiah pompa ASI atau kereta dorong yang bagus, dengan begitu Anda tidak harus menanggung sendiri biayanya," kata Karen Paperno, pemilik butik bayi Boing Boing di Brooklyn.
Meski memiliki bayi mungkin sebuah tantangan finansial, berita baiknya adalah setidaknya Anda memiliki masa sembilan bulan untuk persiapan.
Jangan panik. Berikut ini strategi keuangan bagi para orangtua yang sedang menantikan kelahiran anak.
Kurangi utang
Mengatur utang harus menjadi prioritas. Sebagai orangtua baru, Anda perlu memberi ruang untuk biaya tak terduga dan jika tidak mengurangi utang sekarang, hal itu bisa menjadi jurang bahaya. Jika Anda butuh bantuan, kunjungilah penasihat kredit lokal.
Jangan langsung pindah
Anda tidak harus langsung mencari tempat yang lebih besar. Salah satu kesalahpahaman terbesar orangtua baru adalah bahwa Anda membutuhkan kamar terpisah untuk si bayi. Padahal bayi dapat tidur dengan aman dan nyaman di boks bayi selama 3-6 bulan pertama.
Menabung, menabung, menabung
Menabung amatlah penting. Sisihkan berapa pun yang Anda sanggup setiap pekan atau bulan, untuk membantu Anda setidaknya selama cuti hamil.
Tinjau ulang asuransi kesehatan
Tinjau ulang polis asuransi Anda untuk melihat apakah melahirkan termasuk di polis Anda. Berbicaralah dengan pihak HRD setidaknya enam bulan sebelum hari perkiraan kelahiran — untuk mencari tahu berapa banyak gaji Anda ketika cuti hamil.
Rayakan!
Jangan lupa selenggarakan syukuran bayi yang meriah. Syukuran bisa jadi cara tepat untuk mendapatkan perlengkapan bayi mahal (dalam bentuk kado dari orang lain). Anda dapat memasukkan di daftar hadiah pompa ASI atau kereta dorong yang bagus, dengan begitu Anda tidak harus menanggung sendiri biayanya," kata Karen Paperno, pemilik butik bayi Boing Boing di Brooklyn.
Meski memiliki bayi mungkin sebuah tantangan finansial, berita baiknya adalah setidaknya Anda memiliki masa sembilan bulan untuk persiapan.
Cara Tepat Minta Naik Gaji
Jika Anda merasa perusahaaan tempat Anda bekerja belum memberikan apresiasi yang cukup terhadap kinerja, meminta kenaikan gaji bukanlah hal yang salah. Namun ada sopan santunnya. Agar tak salah melangkah, coba ikuti kiat-kiat berikut.
Mencari tahu peraturan perusahaan
Yang paling penting dilakukan pertama kali adalah mencari tahu peraturan perusahaan. Kapan waktu perusahaan menaikkan gaji karyawan? Parameter apa yang digunakan untuk menaikkan gaji karyawan?
Membandingkan gajiSetelah mengenal peraturan perusahaan, yang harus Anda lakukan adalah melakukan perbandingan gaji dengan orang lain yang memiliki tanggung jawab serta jabatan yang sama dengan Anda dari perusahaan lain. Dengan ini, Anda dapat menemukan rentang gaji yang tepat untuk kemudian diajukan kepada atasan.
Daftar keberhasilan
Anda harus memiliki alasan yang kuat saat meminta kenaikan gaji. Untuk itu, susunlah daftar keberhasilan dan pencapaian Anda dalam kerja. Rangkumlah hal tersebut dalam sebuah dokumentasi yang rapi, jelas serta menarik. Sehingga atasan juga mengetahui alasan jelas untuk menaikkan gaji Anda.
Atur pertemuan
Setelah semua persiapan matang, aturlah jadwal pertemuan dengan atasan. Cari waktu yang tepat. Jangan sampai Anda mengatur jadwal saat pekerjaan tengah banyak, atau perusahaan diguncang masalah. Meminta gaji di saat suasana hati atasan buruk hanya akan membuat Anda tertimpa masalah.
Langsung pada pokok masalahSaat pertemuan, utarakan maksud Anda dengan jelas, jangan bertele-tele karena malah bisa menimbulkan makna yang bias. Komunikasikan secara profesional namun santai. Jangan lupa juga untuk menyebutkan nominal jelas kenaikan gaji yang Anda minta. Hal ini dapat berupa persentase ataupun jumlah dalam rupiah.
Jangan mengancam
Meminta kenaikan gaji tak perlu dengan cara mengintimidasi. Misalnya menyombongkan diri bahwa Anda mampu diterima di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Ini malah hanya membuat Anda terlihat buruk di hadapan atasan.
Mencari tahu peraturan perusahaan
Yang paling penting dilakukan pertama kali adalah mencari tahu peraturan perusahaan. Kapan waktu perusahaan menaikkan gaji karyawan? Parameter apa yang digunakan untuk menaikkan gaji karyawan?
Membandingkan gajiSetelah mengenal peraturan perusahaan, yang harus Anda lakukan adalah melakukan perbandingan gaji dengan orang lain yang memiliki tanggung jawab serta jabatan yang sama dengan Anda dari perusahaan lain. Dengan ini, Anda dapat menemukan rentang gaji yang tepat untuk kemudian diajukan kepada atasan.
Daftar keberhasilan
Anda harus memiliki alasan yang kuat saat meminta kenaikan gaji. Untuk itu, susunlah daftar keberhasilan dan pencapaian Anda dalam kerja. Rangkumlah hal tersebut dalam sebuah dokumentasi yang rapi, jelas serta menarik. Sehingga atasan juga mengetahui alasan jelas untuk menaikkan gaji Anda.
Atur pertemuan
Setelah semua persiapan matang, aturlah jadwal pertemuan dengan atasan. Cari waktu yang tepat. Jangan sampai Anda mengatur jadwal saat pekerjaan tengah banyak, atau perusahaan diguncang masalah. Meminta gaji di saat suasana hati atasan buruk hanya akan membuat Anda tertimpa masalah.
Langsung pada pokok masalahSaat pertemuan, utarakan maksud Anda dengan jelas, jangan bertele-tele karena malah bisa menimbulkan makna yang bias. Komunikasikan secara profesional namun santai. Jangan lupa juga untuk menyebutkan nominal jelas kenaikan gaji yang Anda minta. Hal ini dapat berupa persentase ataupun jumlah dalam rupiah.
Jangan mengancam
Meminta kenaikan gaji tak perlu dengan cara mengintimidasi. Misalnya menyombongkan diri bahwa Anda mampu diterima di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Ini malah hanya membuat Anda terlihat buruk di hadapan atasan.
Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berpacaran dengan Teman Kantor
Tak bisa dipungkiri, sebagian besar waktu dalam kehidupan orang dewasa dihabiskan di tempat kerja. Dalam sehari, kita melewatkan delapan jam, bahkan lebih, berinteraksi dengan para kolega. Tak heran jika akhirnya tumbuh benih-benih cinta antara Anda dengan salah satu rekan kerja.
Namun hati-hati, hubungan asmara dengan teman satu kantor adalah salah satu hubungan yang paling berisiko. Selain berpotensi menyalahi aturan kantor, Anda juga akan jadi sasaran empuk para penggosip. Belum lagi jika hubungan ternyata berakhir di tengah jalan dan Anda tetap harus bertemu si dia setiap hari di tempat kerja.
Agar terhindar dari hal-hal di atas, ada baiknya perhatikan beberapa poin berikut ini sebelum menyatakan cinta pada pria di kubikel sebelah.
1. Ketahui aturan kantor
Beberapa perusahaan melarang pernikahan sesama karyawannya. Berpacaran mungkin masih dibolehkan, namun ada baiknya Anda mengecek ulang kebijakan perusahaan. Ketahui apa sanksi yang akan dikenakan bagi sesama karyawan yang menjalin hubungan. Jika risikonya adalah dipecat, pikir ulang: apakah pria ini lebih penting dari pekerjaan Anda?
2. Hanya untuk hubungan serius
Jika ketertarikan Anda pada rekan kerja hanya sebatas fisik atau nafsu belaka, lebih baik lupakan saja. Hubungan seperti itu bisa didapat dengan banyak pria di tempat lain, tak perlu cari di kantor. Sedikit flirting tak ada salahnya, tapi siapkah Anda menanggung risiko jadi bahan gunjingan atau menyalahi aturan kantor hanya karena nafsu sesaat?
3. Hindari bermesraan di kantor
Meskipun teman-teman kerja sudah mengetahui hubungan Anda, bukan berarti Anda diizinkan bermesraan di kantor. Jika Anda nekat mojok berduaan di ruang fotokopi dengan si dia, pikir baik-baik risikonya saat ada teman kerja (atau bos! Atau kamera CCTV) yang menangkap basah.
4. Jangan mengirim pesan pribadi lewat email
Sampaikan surat cinta dan pesan-pesan mesra Anda lewat SMS, BBM, atau telepon. Hindari email kantor karena selain bisa terlacak oleh IT, Anda juga pasti akan malu jika email mesra tersebut tak sengaja terkirim ke rekan kerja, atasan, atau klien.
5. Beri tahu yang lain atau jangan?
Ini keputusan yang harus disepakati oleh Anda dan pasangan. Namun untuk menghindari jadi topik gunjingan, sebaiknya akui saja secara terbuka bahwa Anda berdua memang berpacaran.
6. Beri tahu atasan
Jika hubungan sudah mulai serius, beri tahu atasan dan pihak HRD mengenai hubungan Anda, terutama jika Anda dan pasangan menempati divisi yang berbeda yang dapat menyebabkan konflik kepentingan.
7. Jangan bawa-bawa masalah pribadi
Dari jam 9 hingga jam 17.00, Anda dan pasangan adalah rekan kerja. Lupakan pertengkaran yang terjadi semalam, bersikaplah profesional selama di kantor. Silakan kembali lanjutkan bertengkar setelah Anda berdua meninggalkan tempat kerja.
8. Luangkan waktu untuk menjauh dari pasangan
Anda menghabiskan waktu dengan si dia selama di kantor dan sepulang kantor. Kemudian kembali berkencan saat akhir pekan. Frekuensi bertemu yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bosan dan memicu timbulnya konflik yang sebetulnya sepele. Sesekali luangkan waktu di akhir pekan untuk Anda menyepi atau berkumpul bersama teman-teman tanpa si dia.
9. Siapkan mental jika hubungan harus berakhir
Putus cinta dengan teman kerja lebih sulit dari putus cinta biasa. Setelah putus, Anda tetap harus bertemu mantan setiap hari, bahkan bekerja bersama dengannya dan berinteraksi seperti biasa. Tak ada kesempatan untuk menjauhkan diri dan mencoba melupakan. Makin sulit lagi jika kemudian sang mantan punya kekasih baru. Mau tak mau Anda akan mendengar cerita tentang hubungan asmaranya dari rekan-rekan kerja, atau bahkan bertemu dengan kekasih barunya saat ia berkunjung ke kantor. Jangan sampai terpaksa pindah kerja hanya gara-gara seorang pria.
Namun hati-hati, hubungan asmara dengan teman satu kantor adalah salah satu hubungan yang paling berisiko. Selain berpotensi menyalahi aturan kantor, Anda juga akan jadi sasaran empuk para penggosip. Belum lagi jika hubungan ternyata berakhir di tengah jalan dan Anda tetap harus bertemu si dia setiap hari di tempat kerja.
Agar terhindar dari hal-hal di atas, ada baiknya perhatikan beberapa poin berikut ini sebelum menyatakan cinta pada pria di kubikel sebelah.
1. Ketahui aturan kantor
Beberapa perusahaan melarang pernikahan sesama karyawannya. Berpacaran mungkin masih dibolehkan, namun ada baiknya Anda mengecek ulang kebijakan perusahaan. Ketahui apa sanksi yang akan dikenakan bagi sesama karyawan yang menjalin hubungan. Jika risikonya adalah dipecat, pikir ulang: apakah pria ini lebih penting dari pekerjaan Anda?
2. Hanya untuk hubungan serius
Jika ketertarikan Anda pada rekan kerja hanya sebatas fisik atau nafsu belaka, lebih baik lupakan saja. Hubungan seperti itu bisa didapat dengan banyak pria di tempat lain, tak perlu cari di kantor. Sedikit flirting tak ada salahnya, tapi siapkah Anda menanggung risiko jadi bahan gunjingan atau menyalahi aturan kantor hanya karena nafsu sesaat?
3. Hindari bermesraan di kantor
Meskipun teman-teman kerja sudah mengetahui hubungan Anda, bukan berarti Anda diizinkan bermesraan di kantor. Jika Anda nekat mojok berduaan di ruang fotokopi dengan si dia, pikir baik-baik risikonya saat ada teman kerja (atau bos! Atau kamera CCTV) yang menangkap basah.
4. Jangan mengirim pesan pribadi lewat email
Sampaikan surat cinta dan pesan-pesan mesra Anda lewat SMS, BBM, atau telepon. Hindari email kantor karena selain bisa terlacak oleh IT, Anda juga pasti akan malu jika email mesra tersebut tak sengaja terkirim ke rekan kerja, atasan, atau klien.
5. Beri tahu yang lain atau jangan?
Ini keputusan yang harus disepakati oleh Anda dan pasangan. Namun untuk menghindari jadi topik gunjingan, sebaiknya akui saja secara terbuka bahwa Anda berdua memang berpacaran.
6. Beri tahu atasan
Jika hubungan sudah mulai serius, beri tahu atasan dan pihak HRD mengenai hubungan Anda, terutama jika Anda dan pasangan menempati divisi yang berbeda yang dapat menyebabkan konflik kepentingan.
7. Jangan bawa-bawa masalah pribadi
Dari jam 9 hingga jam 17.00, Anda dan pasangan adalah rekan kerja. Lupakan pertengkaran yang terjadi semalam, bersikaplah profesional selama di kantor. Silakan kembali lanjutkan bertengkar setelah Anda berdua meninggalkan tempat kerja.
8. Luangkan waktu untuk menjauh dari pasangan
Anda menghabiskan waktu dengan si dia selama di kantor dan sepulang kantor. Kemudian kembali berkencan saat akhir pekan. Frekuensi bertemu yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bosan dan memicu timbulnya konflik yang sebetulnya sepele. Sesekali luangkan waktu di akhir pekan untuk Anda menyepi atau berkumpul bersama teman-teman tanpa si dia.
9. Siapkan mental jika hubungan harus berakhir
Putus cinta dengan teman kerja lebih sulit dari putus cinta biasa. Setelah putus, Anda tetap harus bertemu mantan setiap hari, bahkan bekerja bersama dengannya dan berinteraksi seperti biasa. Tak ada kesempatan untuk menjauhkan diri dan mencoba melupakan. Makin sulit lagi jika kemudian sang mantan punya kekasih baru. Mau tak mau Anda akan mendengar cerita tentang hubungan asmaranya dari rekan-rekan kerja, atau bahkan bertemu dengan kekasih barunya saat ia berkunjung ke kantor. Jangan sampai terpaksa pindah kerja hanya gara-gara seorang pria.
Langganan:
Postingan (Atom)