Anda tak ingin dinilai sebagai pegawai yang malas dan tak berkembang di kantor, bukan? Ikuti 10 tips ini agar Anda selalu bisa menghasilkan hal baru di tempat kerja.
Sepuluh cara di bawah ini tak hanya menjadi pancingan semangat kreatifitas, tapi juga bisa membantu Anda menjaga ide untuk terus mengalir. Dengan menjadikan langkah-langkah ini sebagai bagian dari hidup Anda, akan memberi dukungan fondasi kreatifitas yang kuat, memfasilitasi inovasi, dan memudahkan proses mengatasi masalah.
1. Tahu Apa Yang Membuat Bergairah
Anda bisa mencapainya dengan menciptakan misi, pedoman, atau hal penting. Dengan menemukan apa yang sungguh-sungguh membuat Anda terinspirasi, bisa membantu Anda memusatkan perhatian pada bakat dan kreatifitas.
Misi yang telah dipertimbangkan dengan matang akan memberikan cahaya pada langkah Anda, membantu memutuskan kapan harus berkata ya, dan kapan harus berkata tidak. Proses ini penting bagi orang kreatif, terutama yang dilimpahi ide-ide.
2. Temukan Ide
Berapa kali ide-ide luar biasa terhenti sampai akhirnya Anda lupa, apa saja ide-ide itu? Dengan menciptakan sistem untuk menangkap ide tadi, bisa membantu Anda menyadari, Anda punya banyak pemikiran kreatif yang mengagumkan.
Anda bisa mencatatnya di notes, PDA, tape recorder, atau HP, yang penting di tempat yang biasa Anda gunakan dan nyaman. Kuncinya, konsisten dan ada variasi. Temukan, apa yang cocok bagi Anda.
Tulis tangan, paling tidak dua halaman, tentang apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Buat daftar dari hasil pembicaraan, pengembangan ide-ide baru, dan dokumentasikan impian. Cara ini sangat baik dilakukan di pagi hari saat bangun tidur, dan malam hari ketika akan tidur.
4. Nikmati Ritual Keatif
Ikuti kegiatan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan menikmatinya semangat kreatif ini, bisa membuat Anda tetap segar dan mengeluarkan inovasi. Ritualnya bisa sederhana saja, cukup dua menit tertawa secara intens.
Tujuannya, untuk memberi inspirasi kepada Anda untuk melakukan hal baru dan berbeda, yang bisa mengisi kembali kreatifitas dan menstimulasi imajinasi Anda.
5. Sisihkan Waktu Untuk Refleksi & Introspeksi
Sisihkan waktu untuk merenung. Perilaku atau pikiran apa yang menghambat berkembangnya kreatifitas Anda? Bagaimana situasi hidup yang bisa menghilangkan energi hingga mengurangi produksi kreatif Anda?
Kreatifitas merupakan pekerjaan luar dan dalam. Menyembuhkan diri Anda dari hambatan-hambatan tadi merupakan langkah menuju arah yang tepat.
6. Bersyukur
Bersyukur merupakan bagian "terbesar" dari kreatifitas. Jika Anda mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih pada hal-hal sederhana, Anda akan diberkahi sejumlah ide-ide baru.
Gunakan catatan harian untuk membuat daftar semua hal yang disyukuri, dan dengan segera Anda akan merasakan kekuatan dari rasa syukur dalam hidup. Jika Anda menderita karena ide-ide terhambat, duduk dan tuliskan 10 hal yang harus disyukuri. Jika Anda mengalami hal-hal yang baik, tuliskan rasa terima kasih Anda.
7. Menghargai
Bersamaan dengan rasa terima kasih dan bersyukur, ada penghargaan yaitu menghargai pribadi, kecantikan, dan usaha orang lain. Temukan hal untuk dihargai atas apapun yang Anda lihat, apakah hal yang alami, barang kerajinan tangan, atau buatan mesin. Perhatikan dan hargai hasil karya yang ada disekeliling Anda.
8. Ciptakan Komunitas
Ciptakan komunitas, dengan siapa Anda bisa berbagi minat yang sama. Ceritakan perasaan-perasaan Anda, baik yang membuat bergairah atau sebaliknya seperti keberhasilan, rasa frustrasi, atau hal-hal yang membuat gila.
Komunitas bisa Anda jumpai di internet, hubungan telepon, secara perorangan atau lewat cara lain. Di luar sana ada orang yang menunggu Anda.
9. Abaikan Suara Negatif
Jangan pedulikan suara-suara negatif di kepala Anda yang mengatakan, Anda tak mampu, tak bisa berubah, atau menjadi kreatif bukan untuk Anda tapi untuk orang lain. Sadari, suara-suara tadi hanyalah ilusi dalam pikiran yang menghambat Anda berkembang mejadi lebih baik.
10. Rayakan Kemenangan Kecil
Kreatifitas tak selalu harus muncul dari hal besar atau skala besar. Tindakan berarti bagi seseorang, bisa merupakan kemenangan luar biasa bagi orang lain. Jika Anda mencoba, paling tidak satu di antara tips di atas, yakinlah Anda pasti bisa meraih kemenangan kecil.
Rabu, 15 Mei 2013
6 Jalan Agar Naik Jabatan
Sementara rekan-rekan Anda yang lebih muda di kantor kerap dapat promosi jabatan, Anda tetap saja di posisi yang itu-itu juga. Padahal, soal kemampuan dan pengalaman Anda tak ketinggalan dari mereka. Hm...mengapa demikian?
Anda boleh saja merasa keberhasilan atau prestasi yang diukir sudah cukup mewakili kemampuan Anda. Tapi harus diingat, untuk mencapai sasaran karier, Anda harus sedikit mempromosikan diri agar dilihat dan diakui.Simak beberapa tips berikut ini untuk meningkatkan pandangan Anda:
1. Nilai diri sendiri
Sebelum mencari tahu cara mempromosikan diri, lakukan introspeksi yang jujur terlebih dulu atas kemampuan profesional yang dimiliki. Banyak yang masih harus Anda tata ulang dan kembangkan sebelum menduduki posisi yang lebih tinggi.
2. Meningkatkan tantangan
Tak ada salahnya sesekali menjadi tenaga sukarela untuk penugasan-penugasan yang baru, bahkan yang tidak menyenangkan ataupun yang berbahaya. Kadang-kadang penawaran ini merupakan kesempatan terbaik untuk memperlihatkan kemampuan. Mungkin atasan hanya meminta bantuan secara sambil lalu, misalnya mengumpulkan dengan cepat nama-nama kompetitor perusahaan, di mana tidak seorang pun yang bersedia melakukannya karena menganggap tugas itu kelewat sepele. Padahal, mungkin saja hal itu merupakan kesempatan yang baik bagi Anda untuk mendemonstrasikan kemampuan kepemimpinan Anda.
3. Tonjolkan diri
Tunjukkan minat Anda pada perusahaan dengan ikut berpartisipasi secara aktif pada rapat perusahaan. Sebelum menghadiri rapat, tinjau ulang agenda rapat dan siapkan poin penting dari minat Anda atas topik rapat. Bila Anda hanya ingin menjadi pendengar, jangan ragu-ragu untuk berbagi ide bila memiliki sesuatu yang berharga untuk ditambahkan.
Cari juga kesempatan untuk ikut masuk ke dalam topik. Siapa tahu Anda bersedia menjadi tenaga sukarela sebagai pengajar pelatihan selama masa orientasi bagi pegawai baru, misalnya, dengan memberikan gambaran secara umum mengenai visi dan misi perusahaan.
4. Bersikap proaktif
Anda tentu pernah mendengar, "Yang penting adalah bukan apa yang Anda tahu, tetapi siapa yang Anda kenal". Pada beberapa kasus, faktor yang terpenting adalah siapa yang mengenal Anda. Bayangkan bila pada rapat direksi akan ditentukan siapa saja yang diikutsertakan pada proyek besar yang menantang, apakah ada yang menyebutkan nama Anda? Apakah orang-orang penting di perusahaan mengenal Anda serta keberhasilan yang telah Anda capai? Bila tidak, berarti Anda harus mempromosikan diri sendiri, misalnya dengan cara mengirimkan status laporan mingguan secara rinci ke atasan atau secara sukarela dan berinisiatif mewakili tim kerja atau departemen Anda bila ada kejadian-kejadian penting di perusahaan.
5. Terima pujian dengan rasa syukur
Bila seseorang memberikan pujian atas keberhasilan yang Anda capai, bagaimana reaksi Anda? Bila Anda meremehkannya dan mengatakan, "Ah, itu bukanlah apa-apa," berarti Anda memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengambil alih tempat Anda. Respons yang jauh lebih baik yang dapat diberikan adalah, "Terima kasih. Saya sangat senang karena ternyata hasil jerih payah dan kerja keras saya dihargai dan tidaklah sia-sia."
Anda perlu berhati-hati dalam menerima pujian yang bukan merupakan hasil kerja Anda karena dapat menciptakan ketegangan di antara sesama rekan sekerja. Jika memang keberhasilan itu merupakan hasil kerja tim, jangan pernah ragu untuk mengatakan, "Semua ini bisa berhasil karena dukungan tim yang baik. Tanpa bantuan mereka, pasti tak akan sebaik ini hasilnya."
6. Bersosialisasi
Jangan meremehkan pentingnya menghadiri acara perusahaan seperti acara akhir tahun atau ulang tahun perusahaan. Sempatkan diri untuk berbicara dengan orang-orang yang bekerja di perusahaan Anda, jangan hanya mengobrol dengan teman dekat atau dengan mereka yang sudah Anda kenal. Berpartisipasilah pada kegiatan-kegiatan khusus seperti olahraga ataupun pengumpulan dana untuk korban bencana alam. Melalui acara yang informal ini, Anda dapat mengembangkan pertemanan dan jejaring Anda di dalam perusahaan.
Anda boleh saja merasa keberhasilan atau prestasi yang diukir sudah cukup mewakili kemampuan Anda. Tapi harus diingat, untuk mencapai sasaran karier, Anda harus sedikit mempromosikan diri agar dilihat dan diakui.Simak beberapa tips berikut ini untuk meningkatkan pandangan Anda:
1. Nilai diri sendiri
Sebelum mencari tahu cara mempromosikan diri, lakukan introspeksi yang jujur terlebih dulu atas kemampuan profesional yang dimiliki. Banyak yang masih harus Anda tata ulang dan kembangkan sebelum menduduki posisi yang lebih tinggi.
2. Meningkatkan tantangan
Tak ada salahnya sesekali menjadi tenaga sukarela untuk penugasan-penugasan yang baru, bahkan yang tidak menyenangkan ataupun yang berbahaya. Kadang-kadang penawaran ini merupakan kesempatan terbaik untuk memperlihatkan kemampuan. Mungkin atasan hanya meminta bantuan secara sambil lalu, misalnya mengumpulkan dengan cepat nama-nama kompetitor perusahaan, di mana tidak seorang pun yang bersedia melakukannya karena menganggap tugas itu kelewat sepele. Padahal, mungkin saja hal itu merupakan kesempatan yang baik bagi Anda untuk mendemonstrasikan kemampuan kepemimpinan Anda.
3. Tonjolkan diri
Tunjukkan minat Anda pada perusahaan dengan ikut berpartisipasi secara aktif pada rapat perusahaan. Sebelum menghadiri rapat, tinjau ulang agenda rapat dan siapkan poin penting dari minat Anda atas topik rapat. Bila Anda hanya ingin menjadi pendengar, jangan ragu-ragu untuk berbagi ide bila memiliki sesuatu yang berharga untuk ditambahkan.
Cari juga kesempatan untuk ikut masuk ke dalam topik. Siapa tahu Anda bersedia menjadi tenaga sukarela sebagai pengajar pelatihan selama masa orientasi bagi pegawai baru, misalnya, dengan memberikan gambaran secara umum mengenai visi dan misi perusahaan.
4. Bersikap proaktif
Anda tentu pernah mendengar, "Yang penting adalah bukan apa yang Anda tahu, tetapi siapa yang Anda kenal". Pada beberapa kasus, faktor yang terpenting adalah siapa yang mengenal Anda. Bayangkan bila pada rapat direksi akan ditentukan siapa saja yang diikutsertakan pada proyek besar yang menantang, apakah ada yang menyebutkan nama Anda? Apakah orang-orang penting di perusahaan mengenal Anda serta keberhasilan yang telah Anda capai? Bila tidak, berarti Anda harus mempromosikan diri sendiri, misalnya dengan cara mengirimkan status laporan mingguan secara rinci ke atasan atau secara sukarela dan berinisiatif mewakili tim kerja atau departemen Anda bila ada kejadian-kejadian penting di perusahaan.
5. Terima pujian dengan rasa syukur
Bila seseorang memberikan pujian atas keberhasilan yang Anda capai, bagaimana reaksi Anda? Bila Anda meremehkannya dan mengatakan, "Ah, itu bukanlah apa-apa," berarti Anda memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengambil alih tempat Anda. Respons yang jauh lebih baik yang dapat diberikan adalah, "Terima kasih. Saya sangat senang karena ternyata hasil jerih payah dan kerja keras saya dihargai dan tidaklah sia-sia."
Anda perlu berhati-hati dalam menerima pujian yang bukan merupakan hasil kerja Anda karena dapat menciptakan ketegangan di antara sesama rekan sekerja. Jika memang keberhasilan itu merupakan hasil kerja tim, jangan pernah ragu untuk mengatakan, "Semua ini bisa berhasil karena dukungan tim yang baik. Tanpa bantuan mereka, pasti tak akan sebaik ini hasilnya."
6. Bersosialisasi
Jangan meremehkan pentingnya menghadiri acara perusahaan seperti acara akhir tahun atau ulang tahun perusahaan. Sempatkan diri untuk berbicara dengan orang-orang yang bekerja di perusahaan Anda, jangan hanya mengobrol dengan teman dekat atau dengan mereka yang sudah Anda kenal. Berpartisipasilah pada kegiatan-kegiatan khusus seperti olahraga ataupun pengumpulan dana untuk korban bencana alam. Melalui acara yang informal ini, Anda dapat mengembangkan pertemanan dan jejaring Anda di dalam perusahaan.
4 Sikap Positif Bekal Sukses
Pasti Anda kerap menemukan teman-teman di lingkungan Anda yang punya kebiasaan melontarkan kata-kata secara negatif.
Misalnya, ketika seorang atasan menegur bawahannya yang tak pernah mengangkat dan menjawab telepon yang berdering, si bawahan dengan cuek-nya menjawab, "Mengapa harus saya? Dari sepuluh deringan telepon yang berbunyi, sembilan telepon bukan untuk saya!"
Ya, itulah contoh karyawan negatif. Pegawai yang negatif melakukan pekerjaannya seadanya. Mereka tidak termotivasi dan tidak mempunyai inisiatif. Mereka bahkan mengatakan, "Masa kerja saya hanya tinggal 4 tahun lagi, sesudah itu pensiun dan tidak ada lagi di sini. Jadi buat apa kerja keras?"
"Memelihara" banyak karyawan negatif dalam sebuah perusahaan tentu membuat perusahaan tidak sehat. Jadi, bagaimana idealnya seorang karyawan bersikap? Tentu saja mengembangkan sikap positif.
Berikut ini empat karakter pegawai yang positif yang harus Anda terapkan untuk diri sendiri dan tim kerja Anda:
1. MENGERTI ARTI KERJA KERAS
Kebanyakan orang tahu bahwa kerja keras baik untuk perusahaan. Selain itu, kerja keras juga baik untuk pelanggan, bahkan untuk negara. Tetapi hanya seorang pemenang yang tahu bahwa kerja keras juga bagus untuk mental orang yang bersangkutan.
Kerja keras harus dilakukan, bukan karena kerja keras akan memungkinkan Anda mendapatkan penghargaan dan promosi, tetapi lebih karena akan membuat Anda menjadi seseorang yang kompeten. Tentu sangat tidak baik jika masing-masing kita berhenti peduli terhadap kualitas kerja kita sendiri.
2. MENIKMATI PEKERJAAN
Pegawai yang positif memutuskan untuk menikmati pekerjaannya! Tidak peduli apakah pekerjaan tersebut disukainya atau tidak. Tentu saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan selalu saja ada hal-hal untuk dikeluhkan. Bagi seorang pemenang, mereka memutuskan untuk menyukai pekerjaannya. Para pemenang mengambil sikap tersebut berdasarkan keputusan mereka sendiri, bukan berdasarkan perasaan yang mereka rasakan.
Pekerjaan Anda mungkin saja tidak menyenangkan, bahkan mungkin sangat menyebalkan. Tetapi sebagai pemenang, Anda akan menikmati pekerjaan Anda, tidak peduli apakah Anda menyukainya atau tidak.
3. MELIHAT SISI BAIK
Pegawai yang positif melihat segala situasi dari sisi baiknya. Setiap orang selalu melihat apa yang salah dalam suatu situasi tetapi pegawai yang positif tidak terpaku pada satu titik. Seorang pemenang tetap membuat dirinya termotivasi dengan melihat setiap situasi dari sisi baiknya dan memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.
Sebaliknya, pegawai yang negatif memusatkan perhatian pada hal-hal kecil yang mengganggu dan membiarkannya menghancurkan semuanya. Misalnya seorang peserta seminar yang diadakan di sebuah hotel mewah memberikan komentar negatif yang didengar semua peserta, "Sayang, ya, kursinya tidak nyaman dan makanannya pun tidak enak."
Tentu saja, seorang pegawai positif yang melihat segala situasi dari sisi baiknya dapat merupakan pengganggu bagi karyawan yang negatif. Si negatif akan melihat pegawai yang positif sebagai orang yang menyebakan, bahkan mungkin menjijikkan.
4. MELAKUKAN LEBIH
Pegawai yang positif akan bertanya bagaimana dia dapat melakukan lebih dari yang diharapkan. Setiap pemimpin pasti tahu prinsip ini: sedikit bicara tapi banyak bekerja. Pegawai positif tidak pernah puas dengan hasil pekerjaan yang biasa-biasa saja dan mereka akan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.
Pegawai yang positif mencari tahu apa yang diharapkan dari mereka dan akan melakukan yang terbaik untuk mencapai harapan-harapan tersebut. Tidak peduli apakah melakukan sesuatu yang membuat pelanggan terpukau dengan pelayanan yang lebih baik dari yang pernah didapatkannya sebelumnya atau membuat kejutan terhadap sesama rekan sekerja dengan menawarkan bantuan ekstra. Pegawai yang positif memusatkan perhatiannya pada bagaimana dia dapat melakukan lebih bukan kurang.
Misalnya, ketika seorang atasan menegur bawahannya yang tak pernah mengangkat dan menjawab telepon yang berdering, si bawahan dengan cuek-nya menjawab, "Mengapa harus saya? Dari sepuluh deringan telepon yang berbunyi, sembilan telepon bukan untuk saya!"
Ya, itulah contoh karyawan negatif. Pegawai yang negatif melakukan pekerjaannya seadanya. Mereka tidak termotivasi dan tidak mempunyai inisiatif. Mereka bahkan mengatakan, "Masa kerja saya hanya tinggal 4 tahun lagi, sesudah itu pensiun dan tidak ada lagi di sini. Jadi buat apa kerja keras?"
"Memelihara" banyak karyawan negatif dalam sebuah perusahaan tentu membuat perusahaan tidak sehat. Jadi, bagaimana idealnya seorang karyawan bersikap? Tentu saja mengembangkan sikap positif.
Berikut ini empat karakter pegawai yang positif yang harus Anda terapkan untuk diri sendiri dan tim kerja Anda:
1. MENGERTI ARTI KERJA KERAS
Kebanyakan orang tahu bahwa kerja keras baik untuk perusahaan. Selain itu, kerja keras juga baik untuk pelanggan, bahkan untuk negara. Tetapi hanya seorang pemenang yang tahu bahwa kerja keras juga bagus untuk mental orang yang bersangkutan.
Kerja keras harus dilakukan, bukan karena kerja keras akan memungkinkan Anda mendapatkan penghargaan dan promosi, tetapi lebih karena akan membuat Anda menjadi seseorang yang kompeten. Tentu sangat tidak baik jika masing-masing kita berhenti peduli terhadap kualitas kerja kita sendiri.
2. MENIKMATI PEKERJAAN
Pegawai yang positif memutuskan untuk menikmati pekerjaannya! Tidak peduli apakah pekerjaan tersebut disukainya atau tidak. Tentu saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan selalu saja ada hal-hal untuk dikeluhkan. Bagi seorang pemenang, mereka memutuskan untuk menyukai pekerjaannya. Para pemenang mengambil sikap tersebut berdasarkan keputusan mereka sendiri, bukan berdasarkan perasaan yang mereka rasakan.
Pekerjaan Anda mungkin saja tidak menyenangkan, bahkan mungkin sangat menyebalkan. Tetapi sebagai pemenang, Anda akan menikmati pekerjaan Anda, tidak peduli apakah Anda menyukainya atau tidak.
3. MELIHAT SISI BAIK
Pegawai yang positif melihat segala situasi dari sisi baiknya. Setiap orang selalu melihat apa yang salah dalam suatu situasi tetapi pegawai yang positif tidak terpaku pada satu titik. Seorang pemenang tetap membuat dirinya termotivasi dengan melihat setiap situasi dari sisi baiknya dan memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.
Sebaliknya, pegawai yang negatif memusatkan perhatian pada hal-hal kecil yang mengganggu dan membiarkannya menghancurkan semuanya. Misalnya seorang peserta seminar yang diadakan di sebuah hotel mewah memberikan komentar negatif yang didengar semua peserta, "Sayang, ya, kursinya tidak nyaman dan makanannya pun tidak enak."
Tentu saja, seorang pegawai positif yang melihat segala situasi dari sisi baiknya dapat merupakan pengganggu bagi karyawan yang negatif. Si negatif akan melihat pegawai yang positif sebagai orang yang menyebakan, bahkan mungkin menjijikkan.
4. MELAKUKAN LEBIH
Pegawai yang positif akan bertanya bagaimana dia dapat melakukan lebih dari yang diharapkan. Setiap pemimpin pasti tahu prinsip ini: sedikit bicara tapi banyak bekerja. Pegawai positif tidak pernah puas dengan hasil pekerjaan yang biasa-biasa saja dan mereka akan merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri.
Pegawai yang positif mencari tahu apa yang diharapkan dari mereka dan akan melakukan yang terbaik untuk mencapai harapan-harapan tersebut. Tidak peduli apakah melakukan sesuatu yang membuat pelanggan terpukau dengan pelayanan yang lebih baik dari yang pernah didapatkannya sebelumnya atau membuat kejutan terhadap sesama rekan sekerja dengan menawarkan bantuan ekstra. Pegawai yang positif memusatkan perhatiannya pada bagaimana dia dapat melakukan lebih bukan kurang.
Cara Hadapi Si Iri Hati
Banyak perasaan-perasaan negatif yang dapat mengganggu kita di kantor. Tapi yang paling umum terjadi dan kerap harus dihadapi adalah perasaan iri hati. Kebanyakan para profesional mempunyai perasaan iri dan juga merasakan orang lain iri terhadapnya.
Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi rasa iri teman sekantor terhadap Anda:
1 Pusatkan perhatian sebagai anggota tim
Seringkali kita bekerja keras untuk mendapatkan promosi, tugas-tugas khusus, atau pujian dari atasan yang membuat kita sampai lupa dengan sekeliling. Tetapi walaupun Anda peduli pada teman-teman satu tim atau berusaha mendapatkan pujian, Anda mungkin bisa berusaha untuk lebih memperhatikan teman sekerja. Misalnya, pada waktu rapat tim kerja, gunakan kata-kata, "kami" bukan "saya", buat daftar nama-nama teman sekerja untuk melakukan proyek besar.
Walaupun Anda memang seorang bintang, tetap hargai dan puji hasil kerja teman-teman satu tim sebesar pujian dan penghargaan yang Anda terima. Peka dengan sekeliling Anda, terutama dengan tim kerja, akan menciptakan suasana yang nyaman bagi semua pihak.
2 Beritahu atasan
Tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa Anda harus mengerjakan semua tugas sendirian. Bila Anda merasa tidak nyaman karena sikap iri hati dari teman sekantor, bicarakan dengan atasan. Tak perlu dengan sikap mengadu apalagi memperbesar masalah, cukup ceritakan apa adanya.
Bila ada teman yang tidak diperhatikan, beritahu atasan akan situasi ini. Misalnya, bila teman sekerja Anda merasa tidak juga mendapatkan promosi dan tidak pernah mendapat kesempatan untuk maju sementara dia sudah bekerja keras dan karena hal ini tidak ada hubungannya dengan Anda, si teman merasa nyaman menceritakannya pada Anda daripada ke atasannya langsung.
Nah, bila Anda menceritakan kepada atasan Anda mengenai masalah ini, mungkin atasan si teman jadi tahu dan mereka bisa mengatasi masalah tersebut dengan mencari penyebabnya. Pastikan cara Anda menyampaikannya dengan hati-hati dan secara profesional. Hal ini tidak akan membantu bila disampaikan dengan cara seperti mengadu.
3 Hindari gosip
Teman sekerja yang iri biasanya hanya mencetuskan dan menggosipkan pegawai yang membuat mereka terancam. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergoda untuk terbawa dengan arus negatif. Bila mendengar gosip miring mengenai Anda atau rekan lainnya, hindari saja. Karena bila tidak, teman-teman sekantor akan memperhatikan dan menyadari bahwa bila ada gosip, pasti datangnya dari orang yang sama. Yang lebih parah bila orang tersebut adalah Anda.
4 Catat situasi membahayakan
Beberapa teman yang jahat mencoba melakukan sabotase terhadap salah satu teman yang sukses. Bila Anda adalah orang yang dicemburui, Anda harus memperhatikan diri Anda. Catat hal-hal yang membahayakan yang diucapkan mengenai diri Anda dan pastikan Anda mempunyai bukti-bukti untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Mudah-mudahan atasan Anda cukup bijak dan pandai untuk menyadari gosip tersebut tidak benar pada waktu dia mendengarnya. Bila tidak, Anda akan berada dalam bahaya.
5 Pertahankan sikap profesional
Bila perasaan iri menyakiti hati Anda, yang paling baik dilakukan adalah menghadapinya secara profesional dan tetap melakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Hal ini berarti mencoba untuk tidak memberi komentar yang kasar dan tidak melakukan pembalasan. Bila teman sekantor iri dengan sukses yang Anda raih, tunjukkan kepada mereka mengapa Anda bisa sukses. Berikan contoh bahwa profesionalisme di kantor adalah cara nyata untuk mencapai sukses.
Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi rasa iri teman sekantor terhadap Anda:
1 Pusatkan perhatian sebagai anggota tim
Seringkali kita bekerja keras untuk mendapatkan promosi, tugas-tugas khusus, atau pujian dari atasan yang membuat kita sampai lupa dengan sekeliling. Tetapi walaupun Anda peduli pada teman-teman satu tim atau berusaha mendapatkan pujian, Anda mungkin bisa berusaha untuk lebih memperhatikan teman sekerja. Misalnya, pada waktu rapat tim kerja, gunakan kata-kata, "kami" bukan "saya", buat daftar nama-nama teman sekerja untuk melakukan proyek besar.
Walaupun Anda memang seorang bintang, tetap hargai dan puji hasil kerja teman-teman satu tim sebesar pujian dan penghargaan yang Anda terima. Peka dengan sekeliling Anda, terutama dengan tim kerja, akan menciptakan suasana yang nyaman bagi semua pihak.
2 Beritahu atasan
Tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa Anda harus mengerjakan semua tugas sendirian. Bila Anda merasa tidak nyaman karena sikap iri hati dari teman sekantor, bicarakan dengan atasan. Tak perlu dengan sikap mengadu apalagi memperbesar masalah, cukup ceritakan apa adanya.
Bila ada teman yang tidak diperhatikan, beritahu atasan akan situasi ini. Misalnya, bila teman sekerja Anda merasa tidak juga mendapatkan promosi dan tidak pernah mendapat kesempatan untuk maju sementara dia sudah bekerja keras dan karena hal ini tidak ada hubungannya dengan Anda, si teman merasa nyaman menceritakannya pada Anda daripada ke atasannya langsung.
Nah, bila Anda menceritakan kepada atasan Anda mengenai masalah ini, mungkin atasan si teman jadi tahu dan mereka bisa mengatasi masalah tersebut dengan mencari penyebabnya. Pastikan cara Anda menyampaikannya dengan hati-hati dan secara profesional. Hal ini tidak akan membantu bila disampaikan dengan cara seperti mengadu.
3 Hindari gosip
Teman sekerja yang iri biasanya hanya mencetuskan dan menggosipkan pegawai yang membuat mereka terancam. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergoda untuk terbawa dengan arus negatif. Bila mendengar gosip miring mengenai Anda atau rekan lainnya, hindari saja. Karena bila tidak, teman-teman sekantor akan memperhatikan dan menyadari bahwa bila ada gosip, pasti datangnya dari orang yang sama. Yang lebih parah bila orang tersebut adalah Anda.
4 Catat situasi membahayakan
Beberapa teman yang jahat mencoba melakukan sabotase terhadap salah satu teman yang sukses. Bila Anda adalah orang yang dicemburui, Anda harus memperhatikan diri Anda. Catat hal-hal yang membahayakan yang diucapkan mengenai diri Anda dan pastikan Anda mempunyai bukti-bukti untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Mudah-mudahan atasan Anda cukup bijak dan pandai untuk menyadari gosip tersebut tidak benar pada waktu dia mendengarnya. Bila tidak, Anda akan berada dalam bahaya.
5 Pertahankan sikap profesional
Bila perasaan iri menyakiti hati Anda, yang paling baik dilakukan adalah menghadapinya secara profesional dan tetap melakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Hal ini berarti mencoba untuk tidak memberi komentar yang kasar dan tidak melakukan pembalasan. Bila teman sekantor iri dengan sukses yang Anda raih, tunjukkan kepada mereka mengapa Anda bisa sukses. Berikan contoh bahwa profesionalisme di kantor adalah cara nyata untuk mencapai sukses.
Profesi Ganda, Mengapa Tidak!
Demi menyiasati kebutuhan hidup yang terus meningkat, banyak karyawan atau pegawai kantoran memiliki profesi ganda. Gaji bulanan bukan lagi menjadi satu-satunya pemasukan, karenanya kerja keras memang diperlukan untuk memenuhi apa yang diinginkan dalam hidup.
Selain menguntungkan, melakukan lebih dari dua pekerjaan sekaligus butuh trik khusus. Agar keduanya berjalan lancar, simak kiat berikut!
# Teliti Sebelum Membeli
Sebelum Anda memutuskan melangkahkan kaki menjajaki profesi ganda, telitilah segala hal yang berhubungan dengan kontrak kerja Anda, cermati peraturan perusahaan yang tertulis dan tidak tertulis, apakah ada hukum yang mengikat atau tidak, dan jangan lupa berkonsultasi dengan pihak Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan tempat Anda bekerja. Bila Anda saat ini bekerja di perusahaan yang secara jelas tidak melarang karyawannya berprofesi ganda, tunggu apa lagi? Go for it!
# Tahu Diri
Mengumbar segala hal yang berbau profesi lain di tempat kerja Anda saat ini sama sekali tidak layak. Pada jam kantor, Anda digaji untuk bekerja dengan baik, berkomitmen, dan bertanggung jawab pada tugas-tugas yang harus Anda tangani. Jadi, bila Anda merasa sebagai seorang profesional, seharusnya mengetahui dengan pasti, kapan saatnya untuk bekerja dengan sepenuh hati di perusahaan saat ini, dan kapan harus membicarakan profesi lain yang Anda jalani.
Ingat, dinding pun bertelinga dan jangan sampai lengah karena Si Sirik ada di mana-mana! Jangan sampai profesi Anda di tempat lain pada akhirnya justru memusnahkan karier Anda di tempat bekerja saat ini.
# Ingat! Utamakan Pekerjaan
Setidaknya, terlebih dahulu Anda harus memikirkan dengan matang sebelum menjalani profesi satunya lagi. Jika sudah mantap, jangan sampai profesi Anda yang lain justru menyita waktu kerja Anda di kantor.
Aturlah waktu Anda sebaik mungkin. Buatlah jadwal yang ketat untuk hal-hal apa saja yang harus Anda lakukan satu per satu, dengan tetap mengedepankan pekerjaan utama Anda saat ini. Dengan memiliki profesi ganda, Anda seharusnya sudah tahu akan resiko kehilangan banyak waktu karena harus berada di dua tempat sekaligus dalam kurun waktu 24 jam.
#Seimbangkan Kehidupan Pribadi
Biasanya bila kita menjalani suatu hal baru dalam kehidupan ini, tak jarang waktu dihabiskan untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Padahal, sebagai manusia kita juga membutuhkan beristirahat, dan terutama memiliki interaksi dengan kehidupan pribadi.
Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki buah hati, perlu menyeimbangkan waktu dan energi Anda bagi mereka. Dan bagi yang belum, bukan berarti Anda boleh memforsir diri terus menerus, tak kenal lelah bak pejuang di medan perang.
Take a break , berolah raga, dan istirahatlah. Lakukan hal-hal yang relaks dan menyenangkan. Selain baik untuk tubuh dan batin, baik juga untuk membuat isi kepala Anda segar. Bila otak segar, niscaya ide-ide akan mengalir lebih leluasa dan akan berguna bagi perkembangan kinerja Anda di tempat kerja dan profesi lainnya.
# Fly Me to the Moon
Bila usaha sampingan perlahan-lahan telah menunjukkan hasil yang baik, jangan terburu-buru mengambil tindakan untuk segera hengkang dari kantor Anda saat ini. Ingat, Anda harus berjalan dalam garis perencanaan yang matang, dan telah disusun sejak awal.
Bila memungkinkan, usaha yang Anda geluti sebagai profesi tambahan ini, dapat berjalan sendiri dan cukup dikendalikan dari jauh. Dengan kata lain, berjalan tanpa perlu kehadiran Anda secara fisik di lokasi. Tentu akan sangat meringankan, bukan?
Jadi tetaplah pada pekerjaan Anda saat ini, hingga Anda benar-benar menemukan momentum beralih profesi 100 persen. Artinya, Anda memutuskan untuk kembali pada satu profesi saja. Dan jangan sombong atas keberhasilan usaha Anda. Tetaplah merunduk untuk belajar dan belajar terus, tanpa pernah lupa pada komitmen awal sebagai seorang profesional tangguh yang sanggup menjalani lebih dari satu profesi. Sukses!
Selain menguntungkan, melakukan lebih dari dua pekerjaan sekaligus butuh trik khusus. Agar keduanya berjalan lancar, simak kiat berikut!
# Teliti Sebelum Membeli
Sebelum Anda memutuskan melangkahkan kaki menjajaki profesi ganda, telitilah segala hal yang berhubungan dengan kontrak kerja Anda, cermati peraturan perusahaan yang tertulis dan tidak tertulis, apakah ada hukum yang mengikat atau tidak, dan jangan lupa berkonsultasi dengan pihak Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan tempat Anda bekerja. Bila Anda saat ini bekerja di perusahaan yang secara jelas tidak melarang karyawannya berprofesi ganda, tunggu apa lagi? Go for it!
# Tahu Diri
Mengumbar segala hal yang berbau profesi lain di tempat kerja Anda saat ini sama sekali tidak layak. Pada jam kantor, Anda digaji untuk bekerja dengan baik, berkomitmen, dan bertanggung jawab pada tugas-tugas yang harus Anda tangani. Jadi, bila Anda merasa sebagai seorang profesional, seharusnya mengetahui dengan pasti, kapan saatnya untuk bekerja dengan sepenuh hati di perusahaan saat ini, dan kapan harus membicarakan profesi lain yang Anda jalani.
Ingat, dinding pun bertelinga dan jangan sampai lengah karena Si Sirik ada di mana-mana! Jangan sampai profesi Anda di tempat lain pada akhirnya justru memusnahkan karier Anda di tempat bekerja saat ini.
# Ingat! Utamakan Pekerjaan
Setidaknya, terlebih dahulu Anda harus memikirkan dengan matang sebelum menjalani profesi satunya lagi. Jika sudah mantap, jangan sampai profesi Anda yang lain justru menyita waktu kerja Anda di kantor.
Aturlah waktu Anda sebaik mungkin. Buatlah jadwal yang ketat untuk hal-hal apa saja yang harus Anda lakukan satu per satu, dengan tetap mengedepankan pekerjaan utama Anda saat ini. Dengan memiliki profesi ganda, Anda seharusnya sudah tahu akan resiko kehilangan banyak waktu karena harus berada di dua tempat sekaligus dalam kurun waktu 24 jam.
#Seimbangkan Kehidupan Pribadi
Biasanya bila kita menjalani suatu hal baru dalam kehidupan ini, tak jarang waktu dihabiskan untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Padahal, sebagai manusia kita juga membutuhkan beristirahat, dan terutama memiliki interaksi dengan kehidupan pribadi.
Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki buah hati, perlu menyeimbangkan waktu dan energi Anda bagi mereka. Dan bagi yang belum, bukan berarti Anda boleh memforsir diri terus menerus, tak kenal lelah bak pejuang di medan perang.
Take a break , berolah raga, dan istirahatlah. Lakukan hal-hal yang relaks dan menyenangkan. Selain baik untuk tubuh dan batin, baik juga untuk membuat isi kepala Anda segar. Bila otak segar, niscaya ide-ide akan mengalir lebih leluasa dan akan berguna bagi perkembangan kinerja Anda di tempat kerja dan profesi lainnya.
# Fly Me to the Moon
Bila usaha sampingan perlahan-lahan telah menunjukkan hasil yang baik, jangan terburu-buru mengambil tindakan untuk segera hengkang dari kantor Anda saat ini. Ingat, Anda harus berjalan dalam garis perencanaan yang matang, dan telah disusun sejak awal.
Bila memungkinkan, usaha yang Anda geluti sebagai profesi tambahan ini, dapat berjalan sendiri dan cukup dikendalikan dari jauh. Dengan kata lain, berjalan tanpa perlu kehadiran Anda secara fisik di lokasi. Tentu akan sangat meringankan, bukan?
Jadi tetaplah pada pekerjaan Anda saat ini, hingga Anda benar-benar menemukan momentum beralih profesi 100 persen. Artinya, Anda memutuskan untuk kembali pada satu profesi saja. Dan jangan sombong atas keberhasilan usaha Anda. Tetaplah merunduk untuk belajar dan belajar terus, tanpa pernah lupa pada komitmen awal sebagai seorang profesional tangguh yang sanggup menjalani lebih dari satu profesi. Sukses!
Cara Agar Bos Senang
Tugas Bos adalah memberi perintah, sedangkan tugas Anda adalah melaksanakan perintah yang diberikan. Jika menginginkan hubungan yang lancar dan berhasil dengan Bos, Anda harus memberikan pelayanan yang mempesona sama seperti Anda mengharapkan pelayanan yang memuaskan dan menyenangkan.
1. Jangan membuat Bos menunggu. Jika Bos memanggil, datanglah sesegera mungkin.
2. Jangan muncul di ruangan Bos tanpa persiapan karena hasilnya Anda akan tampak bodoh.
3. Tahu apa yang harus diselesaikan dan apa yang harus dipersiapkan, tahu apa yang harus Anda jawab pada saat Bos bertanya.
4. Jangan menyuruh Bos apa yang harus dilakukannya; bila terpaksa, sampaikan pendapat Anda dengan cara yang halus.
5. Jangan membicarakan masalah pribadi kecuali bila Bos menanyakannya.
6. Jangan pernah membuat Bos merasa dia telah membuang waktu berharga Anda. Jangan katakan "Apakah rapatnya sudah selesai? Banyak sekali yang harus saya selesaikan. Saya juga punya kehidupan dsb dsb..."
7. Jawab dengan sabar semua pertanyaan Bos, tidak peduli sebodoh apapun pertanyaannya dan jangan pernah membuatnya tampak bodoh. Berikan jawaban yang sederhana dan terarah, serta jangan bertele-tele.
8. Jangan pernah menginterupsi jika Bos sedang memberikan perintah. Jangan pernah mengatakan: "Apakah menurut Anda ini memang ide yang bagus?
9. Jangan mengulang perintah Bos beberapa kali.
10. Jika Bos selesai memberi perintah, ajukan pertanyaan yang singkat yang memang perlu Anda ketahui.
11. Beri komentar atas keputusan Bos dengan kata-kata yang singkat dan sopan.
12. Jangan pernah mengatakan kepada Bos bahwa dia tidak akan mampu membayar rencana proyeknya. Pastikan Bos tahu biaya rencana proyek yang diinginkannya dengan memperlihatkan surat penawaran sehingga Bos mengerti dengan jelas dana yang akan dikeluarkan.
13. Jangan pernah meninggalkan ruangan Bos sebelum Anda yakin dia telah selesai memberikan perintahnya.
14. Bersikap fleksibel. Jika Bos memutuskan untuk mengubah perintahnya, Anda harus mengikutinya dengan senang hati, jangan memberikan komentar yang negatif sebelum mencoba melaksanakannya.
15. Selalu meng-update pekerjaan setidaknya melalui e-mail, sehingga Bos mengikuti perkembangannya.
16. Jangan menyampaikan kabar buruk tanpa memberikan solusi yang sesuai.
17. Sampaikan informasi perusahaan sehalus mungkin kepada Bos, misalnya "Saya dengar dari Santo di Departemen Akunting bahwa CEO sedang berencana melakukan pengetatan biaya perjalanan," bukan dengan mengatakan "Saya tahu apa yang CEO inginkan yaitu tidak seorang pun dapat terbang dengan tiket kelas satu, termasuk Anda."
18. Terima pujian dengan sopan. Jika Bos mengatakan dia senang dengan hasil kerja Anda, cukup katakan "Terima kasih."
19. Jangan menunggui Bos pada saat Anda memberikan memo atau pekerjaan yang harus ditinjau olehnya.
20. Jangan pernah menyentuh Bos.
21. Tidak perduli SEKASAR apapun, SEPEMILIH bagaimanapun atau SETIDAK TEGASNYA Bos, Anda tetap merupakan pelayan yang profesional yang harus bersikap netral, tidak reaktif, dan harus sabar untuk melayani.
1. Jangan membuat Bos menunggu. Jika Bos memanggil, datanglah sesegera mungkin.
2. Jangan muncul di ruangan Bos tanpa persiapan karena hasilnya Anda akan tampak bodoh.
3. Tahu apa yang harus diselesaikan dan apa yang harus dipersiapkan, tahu apa yang harus Anda jawab pada saat Bos bertanya.
4. Jangan menyuruh Bos apa yang harus dilakukannya; bila terpaksa, sampaikan pendapat Anda dengan cara yang halus.
5. Jangan membicarakan masalah pribadi kecuali bila Bos menanyakannya.
6. Jangan pernah membuat Bos merasa dia telah membuang waktu berharga Anda. Jangan katakan "Apakah rapatnya sudah selesai? Banyak sekali yang harus saya selesaikan. Saya juga punya kehidupan dsb dsb..."
7. Jawab dengan sabar semua pertanyaan Bos, tidak peduli sebodoh apapun pertanyaannya dan jangan pernah membuatnya tampak bodoh. Berikan jawaban yang sederhana dan terarah, serta jangan bertele-tele.
8. Jangan pernah menginterupsi jika Bos sedang memberikan perintah. Jangan pernah mengatakan: "Apakah menurut Anda ini memang ide yang bagus?
9. Jangan mengulang perintah Bos beberapa kali.
10. Jika Bos selesai memberi perintah, ajukan pertanyaan yang singkat yang memang perlu Anda ketahui.
11. Beri komentar atas keputusan Bos dengan kata-kata yang singkat dan sopan.
12. Jangan pernah mengatakan kepada Bos bahwa dia tidak akan mampu membayar rencana proyeknya. Pastikan Bos tahu biaya rencana proyek yang diinginkannya dengan memperlihatkan surat penawaran sehingga Bos mengerti dengan jelas dana yang akan dikeluarkan.
13. Jangan pernah meninggalkan ruangan Bos sebelum Anda yakin dia telah selesai memberikan perintahnya.
14. Bersikap fleksibel. Jika Bos memutuskan untuk mengubah perintahnya, Anda harus mengikutinya dengan senang hati, jangan memberikan komentar yang negatif sebelum mencoba melaksanakannya.
15. Selalu meng-update pekerjaan setidaknya melalui e-mail, sehingga Bos mengikuti perkembangannya.
16. Jangan menyampaikan kabar buruk tanpa memberikan solusi yang sesuai.
17. Sampaikan informasi perusahaan sehalus mungkin kepada Bos, misalnya "Saya dengar dari Santo di Departemen Akunting bahwa CEO sedang berencana melakukan pengetatan biaya perjalanan," bukan dengan mengatakan "Saya tahu apa yang CEO inginkan yaitu tidak seorang pun dapat terbang dengan tiket kelas satu, termasuk Anda."
18. Terima pujian dengan sopan. Jika Bos mengatakan dia senang dengan hasil kerja Anda, cukup katakan "Terima kasih."
19. Jangan menunggui Bos pada saat Anda memberikan memo atau pekerjaan yang harus ditinjau olehnya.
20. Jangan pernah menyentuh Bos.
21. Tidak perduli SEKASAR apapun, SEPEMILIH bagaimanapun atau SETIDAK TEGASNYA Bos, Anda tetap merupakan pelayan yang profesional yang harus bersikap netral, tidak reaktif, dan harus sabar untuk melayani.
Jumat, 03 Mei 2013
WORKING FULL-TIME VS WORKING PART-TIME
Anda pasti sering mendengar perdebatan mengenai manakah yang lebih baik antara bekerja full-time atau bekerja paruh waktu (part-time). Tapi, mungkin Anda masih bingung menentukan yang terbaik dijalani. Jangan khawatir dear, berikut Cosmo akan paparkan mengenai manfaat bekerja full-time dan juga paruh waktu dari beberapa sisi.
Jam Kerja
Anda pasti sudah tahu bahwa bekerja full-time biasanya menuntut waktu kerja yang lebih lama daripada kerja paruh waktu. Bekerja full-time berarti juga memiliki jam kerja tetap yang sama setiap harinya. Di sisi lain, bekerja paruh waktu tidak selalu memiliki jam kerja yang sama panjangnya dengan full-time. Jam kerja paruh waktu biasanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda maupun perusahaan tempat Anda bekerja.
Kompensasi
Pekerjaan full-time biasanya menawarkan kompensasi yang lebih besar seiring dengan tuntutan kerja yang lebih banyak dan panjang. Selain itu, pekerjaan full-time juga seringkali menawarkan rasa aman dengan memberikan berbagai macam asuransi. Namun tidak menutup kemungkinan juga Anda bisa menerima kompensasi yang besar (bahkan lebih besar) dengan bekerja paruh waktu. Karena jam kerja paruh waktu tidak terlalu mengikat dan lebih fleksibel, Anda bisa bekerja paruh waktu di beberapa tempat sekaligus. Yang penting Anda mengatur waktunya dengan cermat.
Eksistensi
Bekerja secara full-time memungkinkan Anda untuk dikenal oleh lingkungan internal kantor sehingga membuka peluang promosi. Sementara bekerja paruh waktu bisa membuat Anda dikenal di berbagai tempat dari berbagai bidang pekerjaan. Dan tidak menutup kemungkinan juga Anda akan ditarik untuk menjadi pegawai tetap di salah satu tempat Anda bekerja paruh waktu.
Kemampuan
Saat bekerja secara full-time, Anda terfokus untuk mengerjakan satu bidang sesuai dengan desk job, sehingga lama kelamaan Anda semakin mahir dalam bidang yang digeluti tersebut. Di sisi lain, bekerja paruh waktu bisa membekali Anda kemampuan dan pengalaman yang bervariasi. Jadi, mana yang menurut Anda lebih baik?
Jam Kerja
Anda pasti sudah tahu bahwa bekerja full-time biasanya menuntut waktu kerja yang lebih lama daripada kerja paruh waktu. Bekerja full-time berarti juga memiliki jam kerja tetap yang sama setiap harinya. Di sisi lain, bekerja paruh waktu tidak selalu memiliki jam kerja yang sama panjangnya dengan full-time. Jam kerja paruh waktu biasanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda maupun perusahaan tempat Anda bekerja.
Kompensasi
Pekerjaan full-time biasanya menawarkan kompensasi yang lebih besar seiring dengan tuntutan kerja yang lebih banyak dan panjang. Selain itu, pekerjaan full-time juga seringkali menawarkan rasa aman dengan memberikan berbagai macam asuransi. Namun tidak menutup kemungkinan juga Anda bisa menerima kompensasi yang besar (bahkan lebih besar) dengan bekerja paruh waktu. Karena jam kerja paruh waktu tidak terlalu mengikat dan lebih fleksibel, Anda bisa bekerja paruh waktu di beberapa tempat sekaligus. Yang penting Anda mengatur waktunya dengan cermat.
Eksistensi
Bekerja secara full-time memungkinkan Anda untuk dikenal oleh lingkungan internal kantor sehingga membuka peluang promosi. Sementara bekerja paruh waktu bisa membuat Anda dikenal di berbagai tempat dari berbagai bidang pekerjaan. Dan tidak menutup kemungkinan juga Anda akan ditarik untuk menjadi pegawai tetap di salah satu tempat Anda bekerja paruh waktu.
Kemampuan
Saat bekerja secara full-time, Anda terfokus untuk mengerjakan satu bidang sesuai dengan desk job, sehingga lama kelamaan Anda semakin mahir dalam bidang yang digeluti tersebut. Di sisi lain, bekerja paruh waktu bisa membekali Anda kemampuan dan pengalaman yang bervariasi. Jadi, mana yang menurut Anda lebih baik?
Langganan:
Postingan (Atom)