Minggu, 19 Mei 2013

Cara Mempertahankan Kerja


Pada suatu hari, seorang teman lama datang menceritakan bahwa saat ini, dia sedang tidak mempunyai pekerjaan. Teman tersebut menceritakan pengalamannya yang cukup "serius", dan keinginannya untuk dibantu dicarikan pekerjaan. Singkat cerita, akhirnya terjawab juga pertanyaan "mengapa sampai kehilangan pekerjaan lama ?". Ternyata pada saat Lebaran yang lalu, teman tersebut pulang kampung, dan karena alasan "klasik" , kesulitan kendaraan, sehingga terlambat kembali masuk kerja satu hari. Satu minggu kemudian teman tersebut diminta untuk tidak masuk bekerja lagi (alias diberhentikan), dengan alasan mangkir.

Ilustrasi seperti di atas, mungkin tidak hanya menimpa teman tersebut, melainkan banyak di antara kita tertimpa juga hal yang demikian. Penyimpangan sedikit saja yang dilakukan oleh karyawan bisa menjadi malapetaka bagi karyawan yang bersangkutan. Bila diperhatikan benar-benar, pada ilustrasi di atas, karyawan tersebut memang bersalah karena tidak menepati ketentuan sehingga harus absen satu hari dengan alasan kesulitan kendaraan untuk kembali ke kota tempatnya bekerja. Tetapi apakah ini memang merupakan suatu "dosa" yang sangat besar, sehingga harus berakibat pada pemberhentian karyawan tersebut? "Dosa" besar atau kecil bisa dilihat dari berbagai sisi, dan tergantung pada kepentingan perusahaan terhadap karyawan tersebut. Dalam masalah putus hubungan kerja, bagaimanapun juga perusahaan lebih "berkuasa".


Tindakan langsung pecat ini, tidak banyak terjadi dulu, pada saat situasi ekonomi sedang baik, di mana industri berkembang baik dan perusahaan sedang memerlukan tenaga kerja. Tetapi pada saat masih sulit seperti sekarang ini, di mana banyak perusahaan terpaksa harus mengurangi kegiatan operasionalnya, kejadian karyawan mangkir justru menjadi salah satu alasan untuk melakukan tindakan langsung pecat ini. Bukan tidak mungkin ilustrasi di atas tersebut akan menimpa atau dilakukan bagi tenaga kerja lainnya yang sekarang ini masih aktif. Oleh karenanya, bagi karyawan, perlu kiranya memikirkan strategi mempertahankan pekerjaan agar bisa tetap aktif mendapatkan mata pencaharian.

Bermacam-macam hal bisa dilaksanakan oleh karyawan dalam usahanya untuk mempertahankan pekerjaannya. Misalnya :

• Lebih tekun dalam melaksanakan tugas Bagaimanapun juga keadaan ekonomi yang masih sulit ini sangat mempengaruhi dunia usaha. Akibatnya penghematan dilakukan di mana-mana. Tidak terkecuali penghematan biaya tenaga kerja. Bila tadinya perusahaan bisa memberikan toleransi yang agak longgar terhadap kelebihan tenaga kerja yang dimilikinya, sekarang pastilah perusahaan amat selektif dalam biaya tenaga kerja tersebut. Bila tidak terdapat jalan keluar yang lebih baik akhirnya pasti dilaksanakan pemutusan hubungan kerja. Dan hal ini sudah banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Pemutusan hubungan kerja ini pada umumnya dilakukan bertahap, dengan mengurangi tenaga-tenaga kerja yang dianggap tidak qualified. Keadaan ini bagi karyawan yang masih tinggal juga merupakan suatu hal yang tidak menenteramkan. Oleh karenanya sebagai suatu usaha untuk mempertahankan diri pada pekerjaan, sebaiknya karyawan lebih menaruh perhatian lagi pada tugasnya, lebih tekun menjalankan aktivitasnya. Ketekunan karyawan bisa mendorong prestasi. Dan prestasi tinggi inilah yang antara lain akan menjadi pertimbangan manajemen untuk tidak melakukan pemutusan tenaga kerja.

• Meningkatkan disiplin kerja Bila disaat-saat yang lalu, karyawan tidak terlalu memperhatikan kedisiplinan kerja atau menganggap enteng hal-hal yang berkaitan dengan disiplin, sebaiknya hal ini dikurangi. Bila dulu bisa membolos dulu, ijin belakangan. Hal seperti ini, sekarang, jangan diremehkan. Meningkatkan disiplin diri akan membantu prestasi kerja.

• Membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Yang dimaksud di sini bukan mengganggu atau mencampuri urusan rekan sekerja, tetapi menyediakan diri untuk membantu rekan sekerja menyelesaikan tugas. Banyak hal yang bisa diperoleh dari hal ini. Waktu yang berlebih dari seorang karyawan karena berkurangnya beban kerja, bisa dimanfaatkan dengan efektif. Dengan membantu rekan kerja lain, pengalaman bertambah, pengetahuan, dan ketrampilan pun meningkat.

• Pengembangan diri. Seperti diketahui, saat ini banyak sekali perusahaan yang masih melakukan penghematan. Tidak terkecuali penghematan pada biaya pengembangan karyawan. Padahal kelangsungan operasional perusahaan menuntut profesionalisme sumber daya manusia. Dan profesionalisma menuntut pengembangan yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Sangat disadari oleh siapa pun bahwa biaya pengembangan sumber daya manusia itu tidak murah, besar sekali jumlahnya. Pada saat ini banyak perusahaan yang memotong biaya pengembangan karyawan, dan prioritas hanya diberikan kepada peningkatan pengetahuan atau keterampilan karyawan yang benar-benar penting. Padahal bila dikatakan penting, semua karyawan perlu dikembangkan sehingga makin hari akan makin mahir melaksanakan tugasnya.

Untuk mengatasi hal ini, karyawan bisa berpartisipasi juga dalam mengembangkan diri secara aktif. Banyak cara yang bisa dilakukan. Dengan biaya sendiri karyawan bisa melakukan pengembangan diri, mulai dari membeli buku-buku yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, mengikuti kursus-kursus, maupun mengikuti program pendidikan bergelar. Tentunya, dalam hal ini dituntut suatu keikhlasan dan ketulusan, serta pemahaman karyawan bahwa mati hidupnya perusahaan tidak hanya bergantung pada manajemen atau pemilik perusahaan saja, tetapi juga pada karyawan semua.

Hal-hal tersebut di atas hanyalah merupakan suatu contoh yang bisa dipraktekkan sebagai strategi karyawan dalam mempertahankan pekerjaan, terutama di masa sulit seperti sekarang ini. Usaha-usaha lainnya yang merupakan pengembangan kreativitas karyawan tentunya akan sangat membantu upaya mempertahankan pekerjaan yang sudah dimiliki saat ini. Sekali lagi, kelangsungan bisnis perusahaan bukan hanya merupakan tanggung jawab manajemen dan pemilik perusahaan saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab karyawan seluruhnya. Oleh karenanya upaya mempertahankan operasional perusahaan juga merupakan tanggung jawab bersama. Pengembangan diri dan disiplin pasti akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan tetapi yang lebih penting adalah bagi diri sendiri. Kemampuan, keterampilan, dan kreativitas pribadi karyawan merupakan bekal yang sangat mendasar sehingga karyawan bisa menunjukkan prestasi yang baik dan hal inilah yang akan dihargai oleh perusahaan.



Perasaan-perasaan seperti jenuh dengan pekerjaan, merasa tak pernah berprestasi meski telah bertahun-tahun melakukan rutinitas dari pekerjaan, perlu diwaspadai! Jika ini menyangkut performa kerja Anda, bisa jadi perusahaan justru punya alasan untuk menendang Anda. Duh, mengerikan sekali, bukan?

Jangan biarkan perasaan negatif ini terjadi berlarut-larut! Segera cari cara agar Anda lebih bernilai di mata perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan pekerjaan serta posisi karier yang Anda cintai ini.

Investasi Diri
Jika Anda merasa selama ini bekerja biasa-biasa saja, bahkan lingkungan pekerjaan mulai membosankan, karena tak kunjung memberikan apresiasi seperti yang Anda hayalkan, jangan biarkan! Sudah saatnya Anda mengasah kecakapan dengan pengalaman dan pendidikan tambahan. Sadari apa yang hilang dari resume Anda.

Apa yang membuat Anda berharga bagi perusahaan. Ikuti kursus yang Anda butuhkan untuk meningkatkan keahlian. Atau, lakukan proyek kerja yang bisa Anda ikuti secara sukarela. Jangan sepelekan setiap kesempatan yang ada di sekeliling. Ini saat yang tepat untuk ibaratnya ”membelanjakan uang” demi sesuatu yang bermanfaat!

Buat Diri Dibutuhkan
Sesekali Anda butuh mengambil kerja ekstra atau waktu lembur. Tanyakan kepada atasan, apakah Anda dapat membantu perusahaan yang sedang menghadapi masa sulit. Biarkan mereka tahu, Anda dapat diandalkan dan selalu siap sedia jika perusahaan membutuhkan. Pastikan Anda mampu dan siap untuk memberikan segala daya upaya untuk membuat perusahaan lebih maju.

Temukan Keahlian Unik
Apa yang membuat Anda lebih menonjol dibanding rekan kerja lainnya? Kelebihan. Kenunikan! Kini, tanyakan kepada diri, keunikan apa yang Anda miliki sehingga mampu mendongkrak kinerja, menunjukkan kelebihan, dan nilai plus Anda di mata perusahaan?

Gali dan cari tahu tentang kelebihan Anda! Komunikasikan! Dan buat Anda melesat dalam karier! Anda bisa mencoba mengamati orang lain dan diri Anda sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan, menemukan solusi, maupun berkompromi dengan sejumlah klien.

Proaktif & Kembangkan Jaringan
Perluas jaringan mulai sekarang! Bangun aliansi yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda. Ini demi perusahaan dan diri Anda sendiri. Cobalah bergabung dalam tim atau berkolaborasi dalam beberapa proyek yang membangkitkan semangat bisnis. Jaringan ini juga sangat membantu jika suatu ketika Anda diberhentikan dari perusahaan, karena memiliki jaringan masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru.


Bersiap Untuk Skenario Terburuk
Selain memulai upaya untuk kepentingan perusahaan, Anda juga perlu mengembangkan kesiapan untuk hal-hal terburuk. Bukan untuk menanamkan pikiran negatif, tetapi untuk bersikap antisipatif dalam mengambil keputusan yang lebih strategis.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa membangun jaringan dimana-mana. Misalnya dengan menjadi anggota dari perkumpulan keahlian tertentu, hobi, perkumpulan agama, bahkan berdiskusi dengan rekan-rekan komunitas secara online.

Kedua, Anda bisa membuat rencana cadangan. Misalnya, rencanakan apakah keuangan Anda mampu menjamin kelangsungan hidup jika diberhentikan dari pekerjaan. Caranya, dengan menyimpan uang ekstra ke dalam rekening tabungan, memotong beberapa pengeluaran, dan mencari cara agar Anda bisa memiliki emergency fund untuk masa sulit.

Sabtu, 18 Mei 2013



Apakah Anda kerap menangis terisak-isak saat melihat film sedih di bioskop? Apakah anda mengucurkan air mata ketika mengucapkan selamat tinggal atau menangis ketika menyanyi atau mendengarkan nyanyian sedih?




Apakah anda pernah merasakan tiba-tiba saja anda uring-uringan atau maunya marah saja , atau mudah tersinggung saa bekerja di kantor? Hal itu bisa saja disebabkan banyak hal, entah stress atau pun hal-hal lainnya. Tapi bisa saja hal itu di sebabkan karena anda kekurangan cairan ataupun derhidrasi. Sebuah penelitian mengungkapkan kalau air putih itu mampu meredakan emosi yang disebabkan kekurangan cairan pada tubuh kita, oleh karena itu para ahli menyarankan kita saat bekerja di kantor untuk banyak-banyak mengkonsumsi air putih agar emosi kita tidak tinggi tanpa sebab.




Memang benar, mengeluarkan emosi yang ada merupakan sesuatu yang baik bagi jiwa. Tetapi menangis di kantor karena Anda tersinggung, kesal, marah? Wah, justru bisa berdampak negatif bagi karier. Emosi yang meledak-ledak seperti kemarahan umumnya lebih bisa ditolerir di lingkungan kerja ketimbang air mata yang sering dilihat sebagai suatu tanda kelemahan seseorang.




Nah, sebagai seorang profesional, Anda harus belajar menghadapi dan mengatasi stres atau kekecewaan, dan harus mampu mengatasinya sebagai bagian dari profesionalisme. Mau berlatih? Ikuti langkah-langkah berikut.




* Siapkan Dulu Emosi Pada Situasi Sulit

Jika Anda tahu bakal menghadiri suatu pertemuan yang akan sangat emosional atau akan berhadapan dengan situasi "panas", siapkan mental terlebih dahulu. Berlatihlah terlebih dahulu membuat "perlawanan", argumen, atau jawaban dengan teman yang dapat dipercaya. Lebih banyak berlatih dan menyiapkan diri, Anda pun akan makin kuat.




* Jangan Masuk Dalam Situasi yang Menyerang

Jika baru saja menghadapi masalah , tunggu sebentar sebelum bertemu dengan manajer untuk mengadu. Siapkan terlebih dahulu emosi, tenangkan diri, dan pikir secara rasional apa yang hendak dikatakan. Hal ini dapat membuat Anda menjadi seorang yang profesional dalam menghadapi masalah dan bukan si emosional yang meledak-ledak sambil terisak-isak.




*Cari Cara Mengatasi Masalah

Ada orang yang sengaja berjalan kaki selama sekian menit unuk menenangkan jiwanya ketika dia menghadapi suatu masalah berat di tempat kerja. Berjalan kaki atau pergi keluar untuk menenangkan pikiran merupakan cara yang baik untuk mengatasi stres atau keadaan. Bikla Anda tidak dapat melakukan hal ini, coba cari cara lain yang dapat membuat Anda istirahat sejenak, melupakan kejenuhan, serta emosi yang sedang meninggi. Pergi ke toilet atau keluar dari ruangan, jalan sejenak, minum teh, tarik napas

dalam-dalam.




* Beri Perhatian & Dengarkan Emosi

Begitu merasa terjebak di hari yang menjengkelkan, merasa sedih, lelah, frustrasi, atau seolah-olah Anda butuh melepaskannya dengan teriakan atau menangis, dengarkanlah perasaan-perasaan ini dan lakukanlah. Tapi bukan berarti tidak direncanakan dengan baik. Mungkin Anda bisa minta cuti sehari. Setiap orang akan mengalami saat atau waktu di mana perasaannya "berhenti". Jadi, berisitirahatlah sejenak.




* Pikiran yang Dapat Membendung Air Mata

Kalau Anda tipe yang dapat dengan mudah meneteskan air mata, coba pikirkan apa yang dapat dilakukan untuk menghentikan air mata ketika terasa akan jatuh. Mungkin dengan mengingat-ingat peristiwa lucu, ambil minuman dingin, atau alihkan pandangan. Ada beberapa orang yang dapat menemukan kunci untuk menghentikannya. Yang penting adalah mengetahui saatnya sebelum terlambat.




Namun jika air mata sudah jatuh mengalir di hadapan teman sekerja atau atasan, jangan panik. Menjadi seorang yang sekali-kali emosional, bukan merupakan akhir dari segalanya. Bagaimanapun juga Anda harus mengakui situasinya setelah Anda mampu mengatasinya. Misalnya, jumpai lagi orang yang sudah membuat Anda kesal dan menangis, lalu bicarakan apa yang telah terjadi pada diri Anda. Hal ini akan menolong mendapatkan kembali kredibilitas Anda dan juga memberikan kesempatan untuk lebih tenang menghadapi masalah yang akan datang. Jadi, jangan cengeng lagi, ya.

Rahasia Meraih Sukses


Untuk karier ideal, Anda akan melakukan pekerjaan yang disukai dan memperlihatkan prestasi baik, yang akan membuat Anda mendapatkan imbalan lebih dari yang dibutuhkan. Terdengar mustahil? Ternyata tidak, kok.

Rahasia #1 PUSATKAN PERHATIAN PADA DIRI SENDIRI
Sebagian besar orang mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya. Ia mengambil kesempatan bekerja, yang tampaknya merupakan pekerjaan terbaik, lalu mencobanya. Ia menyesuaikan apa yang diinginkan atasannya, akhirnya ia jenuh dan tak mengalami kemajuan pada pekerjaan, yang sama sekali tak mereka sukai.

Lalu, ia memutuskan mencoba kesempatan pekerjaan lain, dan ternyata kejenuhan pun terulang lagi. Untuk keluar dari kebiasaan ini dan mendapatkan karier ideal, Anda harus lebih dulu melihat pada keinginan dan kebutuhan sendiri. Sebelum memilih posisi selanjutnya, perlu diketahui apa karier ideal Anda.

Rahasia #2 TEMUKAN CITA-CITA SESUNGGUHNYA
Setiap orang pasti memiliki cita-cita atas kariernya, tapi biasanya tertahan karena berbagai alasan. Meski Anda tak menyadari memiliki keinginan tertentu, di bawah alam sadar, keinginan itu pasti ada. Mungkin Anda dipenuhi minat-minat tersembunyi ketika melakukan sesuatu yang membahagiakan.

Sebaliknya, ketika dilanda stres, mungkin disebabkan karena Anda melakukan sesuatu yang sangat tak ingin dikerjakan. Begitu tahu apa yang disukai dan tidak, Anda akan bisa memposisikan diri untuk memenuhi keduanya. Jika mengikuti keinginan, Anda bisa menghilangkan konflik dan memiliki energi lebih banyak, lebih senang, dan menjadi lebih baik dengan apa yang Anda lakukan.

Rahasia #3 TEMUKAN HASRAT & PRIORITAS YANG PAS
Sebagian besar orang tak memanfaatkan waktu dalam kehidupan untuk menemukan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya. Ia tampaknya hanya mengerjakan segala sesuatu seperti air mengalir, dan berharap apa yang ia lakukan menuju ke arah yang benar. Ia cenderung menahan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya demi orang lain.

Namun, salah satu alasan terbesar mengapa ia merasa frustrasi dalam melakukan pekerjaan adalah karena pekerjaan menimbulkan konflik dengan keingingan dan prioritas yang sesungguhnya.

Kesadaran-kesadaran konflik ini akhirnya menciptakan rasa bersalah, keragu-raguan, dan stres. Memang, Anda bisa mengimbangi prioritas pribadi, pekerjaan, dan keluarga, tapi hanya setelah Anda menggali cara menemukan apa keinginan dan prioritas yang sesungguhnya.

Anda bisa mengatur pekerjaan di sekitar prioritas pribadi yang akan membuat Anda bekerja lebih baik dan meraih imbalan yang selayaknya didapat. Misalnya, perhatikan berapa banyak bisnis rumahan yang bisa membuat seseorang memenuhi prioritas pekerjaan dan keluarga, tanpa mengalami konflik berarti.

Rahasia #4 TEMUKAN NILAI DIRI YANG SESUNGGUHNYA
Setiap orang memiliki sistem nilainya sendiri. Sayangnya, yang paling sering dilakukan adalah jarang memberi perhatian pada diri sendiri, dibanding menolak nilai yang dibebankan perusahaan tempatnya bekerja.

Perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang dipimpin oleh orang-orang tak jujur. Apakah semua pegawainya juga tak jujur? Tentu tidak. Sebagian besar pegawai pasti memiliki nilai kejujuran, tapi sayangnya, justru merekalah yang dipecat.

Rahasia #5 TEMUKAN BAKAN YANG SESUNGGUHNYA
Semua orang diberkahi dengan bakat-bakat tertentu dan ia jarang mencoba mencari tahu apa bakatnya. Anda akan merasa lebih senang bekerja, lebih produktif, dan memberi hasil yang lebih bermutu jika memanfaatkan bakat semaksimal mungkin di tempat kerja.

Produktivitas yang meningkat dan hasil lebih bermutu akan memberi nilai plus pada diri Anda. Dengan menyesuaikan bakat alami pada pekerjaan, akan tercipta kenikmatan yang lebih besar, dan di saat yang bersamaan, akan ada perolehan penghargaan yang meningkat.

Rahasia #6 CIPTAKAN & KEMBANGKAN POSISI IDEAL
Orang jarang melakukan langkah ini karena terjebak pada rutinitas mencari kesempatan kerja dan metode mencari pekerjaan yang mencelakakan. Mengapa? Karena ia diyakinkan, tak mungkin menciptakan posisi penghasilan yang sesuai bagi dirinya, bahkan ketika diminta untuk melakukan apa yang ia inginkan.

Ingat, proses pemilihan pekerjaanlah yang salah, bukan diri Anda. Begitu Anda tahu cita-cita, keinginan, nilai, dan bakat, Anda akan mampu mengembangkan dan menemukan sejumlah karier yang memungkinkan untuk memenuhinya di saat yang bersamaan.

Kini, Anda akan bisa menciptakan posisi yang cocok, dan bukan mengambil posisi apa saja serta harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan itu. Percaya atau tidak, semakin Anda tahu mengenai diri sendiri, semakin mudah menciptakan dan menemukan posisi ideal Anda!

Rahasia #7 SEGERA RAIH POSISI IDEAL!
Kini, Anda siap dengan posisi ideal. Jika posisi idealnya sudah mantap, Anda akan kagum betapa mudah dan cepatnya Anda mampu mendapatkannya. Antusiasme, rasa percaya diri, dan bakat-bakat dalam bekerja, terutama kemampuan dalam menghasilkan pekerjaan yang bermutu, akan memberi manfaat pada perusahaan tempat Anda bekerja.

Pimpinan perusahaan akan tahu Anda berprestasi dan ingin maju, bukan hanya sekadar bekerja. Jika posisi Anda bukan sebagai pekerja, tapi sebagai pemilik perusahaan atau kontraktor yang mandiri, Anda akan dengan mudah dan cepat memulai proses membangun posisi yang cocok dengan kriteria pribadi.

Rahasia #8 MINTA BANTUAN ORANG YANG TEPAT
Orang diyakinkan, ia bisa dengan mudah melihat ke dalam diri dan menemukan apa yang ada di dalam dirinya. Menemukan apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, bakat atau nilai yang sesungguhnya bukanlah merupakan proses bantuan diri sendiri. Sebagai manusia, Anda tak bisa melihat wajah sendiri tanpa cermin atau melihat foto diri.

Sama halnya dengan melihat wajah di cermin, untuk mengetahui bentuk rupa diri, Anda harus memiliki orang lain sebagai cermin obyektif untuk melihat apa yang sungguh-sungguh ingin Anda lakukan, dan menjadi orang seperti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Cari dan dapatkan orang yang bisa menjadi kaca obyektif Anda untuk menemukan kebenaran mengenai diri agar bisa menciptakan posisi ideal.

Rahasia #9 SAMPAI SIAP MENINGGALKANNYA
Banyak orang mendapatkan posisi yang sangat disukai dan memenuhi keinginan serta kebutuhannya. Sejalan dengan itu, datanglah promosi untuk mengangkat pegawai yang sangat produktif dan bahagia, karena ia memang sangat bahagia dan produktif.

Ia dituntut berprestasi lebih baik dan antusias karena dibayar lebih mahal, dan statusnya pun lebih tinggi. Tapi ternyata bukan itu yang ia inginkan. Posisi baru yang lebih tinggi, jauh berbeda dari pekerjaan yang sangat ia cintai. Dan menerapkan posisi baru lebih sulit dan berpotensi menciptakan konflik dan stres, terutama adanya tuntutan untuk bekerja lebih keras.

Nah, begitu Anda berada di posisi ideal, perlu memiliki keberanian untuk tetap di posisi tadi sampai keinginan dan kebutuhan Anda berubah, dan mendorong untuk mendapatkan posisi baru yang sesuai kriteria baru Anda.

Penerimaan promosi memang akan merusak sejumlah hubungan pekerjaan yang membahagiakan. Ambil kendali atas pekerjaan dan terima promosi hanya bila akan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadi Anda.

Bersikap profesional. Ini adalah bisnis, bukan taman bermain. Orang-orang berbicara, dan pekerja mengetahui perbedaan antara seseorang yang menyenangkan untuk bekerja dengan dan orang yang selalu main-main. Menyenangkan berarti kepribadian yang baik, satu atau dua lelucon, dan senyum. Main-main membuang-buang waktu Anda dan orang lain, yang sering off-tugas, dan sering terlihat berdiri di ruang kerja orang lain bukan di Anda sendiri. kesalahan atas.

Kesalahan Wanita di Dunia Kerja


1. TERLALU RENDAH MEMATOK STANDAR
Kaum wanita seringkali memasang standar yang kelewat rendah, sehingga akhirnya merugikan diri sendiri. Bahkan dengan kemampuan kerja yang sangat baik pun, seringkali mereka justru menempatkan diri mereka terlalu rendah. Contohnya, seorang wanita yang menjalankan bisnis pribadi di rumah dan mampu menyokong seluruh kebutuhan rumah tangganya. Namun, ia menolak disebut wanita karier karena berpikir apa yang dilakukannya hanyalah usaha kecil-kecilan.

2. TIDAK MEMINTA TOLONG
Perempuan adalah makhluk yang paling suka meminta tolong. Lihat saja, ketika salah jalan, mereka akan dengan getol bertanya kepada siapa pun yang mereka jumpai, sementara pria lebih suka mencoba mencari jalan sendiri. Anehnya, ketika mereka sedang mencari pekerjaan, perempuan lebih suka membungkam mulut. Sementara kaum pria justru doyan bercerita pada setiap orang bahwa mereka sedang mencari pekerjaan. Bagi sebagian besar wanita, membuat jaringan adalah momok. Mereka lebih suka bertanya kepada sahabatnya, apakah mereka bisa membantunya mencarikan pekerjaan.

3. LUPA CANTUMKAN KELEBIHAN
Seringkali para wanita tidak menerangkan dengan jelas kemampuan mereka pada bidang yang mereka geluti. Sementara kaum lelaki justru seringkali membesar-besarkan kemampuan yang sebenarnya hanya mereka kuasai sedikit. Ingat, ada perbedaaan yang jelas antara melakukan sesuatu lebih dari yang bisa dilakukan dengan tidak menuliskan kemampuan yang sebenarnya memang Anda miliki. Jadi, baca ulang resume atau CV Anda, dan odÚiksalah, apakah Anda sudah mencantumkan sejelas-jelasnya kemampuan dan kelebihan Anda.

4. PESIMIS
Kaum hawa seringkali tidak secara maksimal mempelajari sesuatu. Sementara kaum adam lebih bersemangat dan hampir selalu mengatakan "Ya, kami sanggup." Bukan berarti kaum laki-laki berbohong, lho. Optimisme ternyata memang lebih penting daripada apa yang sudah didapat dari pengalaman. Manakah yang akan Anda pilih, seorang yang opimis atau seorang yang pesimis? Tentu, yang pertamalah yang akan Anda pilih. Optimisme akan membantu Anda menemukan semangat dan meningkatkan jumlah klien Anda.

5. MEMILIH PASIF
Memilih ditelepon daripada menelepon duluan hanya berlaku untuk hubungan yang tidak bersifat profesional. Menunggu diajak kencan seorang pria memang baik, tetapi jika Anda sedang melamar pekerjaan atau tengah mengincar klien baru, tak ada salahnya menelepon lebih dulu, sekedar untuk mengetahui perkembangan berikutnya. Ini juga menunjukkan seberapa besar semangat dan minat Anda pada bidang kerja itu. Kecuali jika Anda diberitahu bahwa "tidak perlu mengontak karena mereka yang akan mengontak Anda". Jika ada pernyataan seperti itu, jelas telepon Anda memang tidak diharapkan.

6. MENJADI SI 'SERBA BISA, SAAT INTERVIEW
Terkadang, saking semangatnya, kita melakukan hal-hal yang kelewat banyak saat wawancara. Memang betul, pada saat wawancara, si pewawancara ingin mengetahui sebanyak mungkin tentang diri Anda. Namun, Anda tetap harus jelas mengutarakan kemampuan dan keinginan Anda pada pekerjaan yang Anda minati tersebut. Tetapi, Anda tetap harus fokus dan tidak melebar kemana-mana. Jika Anda terlalu akomodatif, mereka justru tidak dapat melihat diri Anda yang sesungguhnya dan akan salah menilai. Jadi, Anda harus punya konsep yang jelas tentang apa yang Anda bisa dan ingin lakukan, bukannya memborong semua pernyataan si pewawancara dengan gaya seolah-olah sanggup melakukan segala-galanya.

7. JANGAN RAGU BERNEGOSIASI
Tentu saja, perusahaan yang sedang membuka lowongan mempunyai patokan gaji dan budget untuk karyawan baru. Tetapi tetap terbuka kemungkinan bagi Anda untuk mengajukan tawaran mengenai gaji yang Anda inginkan. Kenyataannya, hampir tidak ada perusahaan yang tiba-tiba membatalkan tawaran lowongannya hanya karena calon pegawai perempuannya meminta gaji yang lebih tinggi dari yang ditawarkan, bukan?

Jika seandainya mereka tidak dapat memberikan gaji yang Anda inginkan, langkah berikutnya terserah Anda, menerima atau menolak pekerjaan itu.
Ada alternatif lain seandainya keinginan Anda soal standar gaji tidak terpenuhi. Anda dapat menegosiasikan fasilitas lain, misalnya jumlah hari cuti lebih banyak, biaya perjalanan dinas yang lebih, kesempatan belajar atas biaya perusahaan, atau barangkali jadwal kerja yang lebih fleksibel. Ingat, jika kesempatan itu sudah di tangan, yang diperlukan berikutnya adalah keberanian Anda untuk bernegosiasi.

8. TIDAK MEMANFAATKAN KESEMPATAN
Seandainya Anda akhirnya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut, se-mentara Anda sebetulnya sangat ingin bekerja pada perusahaan atau proyek tertentu, tak ada salahnya meminta kesempatan di mana Anda dapat bekerja magang alias tidak dibayar. Kesempatan ini harus Anda manfaatkan untuk memperlihatkan kemampuan dan bakat­bakat yang Anda miliki. Siapa tahu, di kesempatan mendatang, Anda menjadi orang pertama yang ditawari perusahaan untuk bergabung.

9. TIDAK TAHU ALASAN
Apa yang Anda lakukan ketika Anda gagal masuk seleksi penerimaan karyawan baru? Jika yang Anda lakukan adalah menelepon dan mencari tahu penyebab kegagalan Anda, maka langkah itu sangat tepat. Paling tidak, Anda tahu kekurangan dan kelebihan Anda, sehingga bisa lebih mempersiapkan diri jika suatu ketika mengikuti tes masuk di perusahaan lain. Jadi, setiap kali usai diwawancara, tanyakan atau sampaikan kepada si pewawancara apakah Anda boleh tahu alasan kegagalan Anda. Semakin Anda tahu alasan tidak dipekerjakan, Anda akan semakin dapat memperbaiki kemampuan saat diwawancara.

10. TAKUT MENGULANG KEGAGALAN
Banyak di antara kaum wanita yang sering merasa terpukul ketika gagal menjalani wawancara, bahkan takut mengulangnya kembali. Padahal, mengulang-ngulang kegagalan dan terus-menerus mengingatnya justru akan semakin mengasah keterampilan Anda menghadapi tes masuk kerja.

Jika Anda merasa telah melakukan kesalahan, belajarlah dari kesalahan itu. Tetapi jangan mengulang-ngulang kesalahan itu hanya untuk menyesali diri. Jika Anda merasa sudah melakukan yang terbaik, katakan pada diri Anda bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik. Rayakan kesuksesan itu, meski Anda tidak diterima bekerja. Lakukan lagi hal yang sama baiknya ketika melakukan wawancara berikutnya.

11. TINGGAL DI RUMAH BUKANLAH PEKERJAAN
Tugas sebagai seorang ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan. Pendapat seperti itu sama sekali tidak benar, apalagi bahwa tinggal di rumah sebagai ibu dianggap tidak bisa meningkatkan kemampuan sebagai individu. Tahukah Anda bahwa sebagian besar ibu-ibu yang tinggal di rumah justru merasa selalu harus belajar dan menambah ilmunya? Anda juga harus sadar bahwa profesi seorang ibu sebenarnya juga merangkap sebagai manajer keuangan, karena harus mengatur budget rumah tangga. Ia juga kepala proyek sekaligus negosiator (peredam konflik) antar-anak atau antara ayah-anak. Satu lagi, ia juga merangkap sebagi tutor atau pendidik di rumah. Jadi, apa lagi yang Anda ragukan dengan posisi itu?

Jika studi terbaru yang benar, lebih dari 80% pekerja saat ini ingin keluar dari pekerjaan mereka. Ini adalah fenomena proporsi epidemi. Jika Anda ingin perubahan karir, dapatkan di jalan untuk menjelajahi itu, tapi tolong jangan kebaikan dan menghindari kesalahan-kesalahan atas.


Rabu, 15 Mei 2013

10 Cara Agar Dapat Promosi


Tahun ini, lagi-lagi, Anda tidak mendapat promosi dalam pekerjaan? Ya betul, memang promosi dalam pekerjaan tidak bisa diperoleh begitu saja.

Bisa saja Anda termasuk pegawai yang berpengalaman, memenuhi persyaratan, sekaligus pekerja keras. Tetapi jangan lupa, selalu ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan. Misalnya penampilan, dan kesan yang Anda berikan, hubungan kerja dengan atasan ataupun dengan sesama rekan kerja, serta politik perusahaan. Jangan lupa, keberuntungan juga ikut berperan.

Menurut Nancy Wajler, pejabat dekan di Departemen Perkembangan SDM dan Ekonomi di Harper College, Illinois, mengatakan, karyawan yang menginginkan promosi harus mempunyai rasa memiliki terhadap pekerjaannya sehingga memikirkan juga inisiatif-inisiatif perbaikan kerja, dan bertanggung jawab agar pekerjaan berjalan lancar.

"Saya menyebutnya karyawan entrepreneur. Mereka tertantang menghadapi masalah sehari-hari dalam pekerjaan. Dengan begitu akan menarik perhatian pimpinan," kata Wajler.


Berikut ini 10 kiat-kiat yang perlu anda perhatikan bila anda ingin mendapatkan promosi

1. Kuasai pekerjaan Anda

Kuasai dengan sungguh-sungguh bidang yang Anda kerjakan dan perluas wawasan serta keterampilan Anda pada bidang-bidang yang genting di dalam perusahaan. Jangan pernah menolak untuk mengikuti training. Bila Anda tertarik pada posisi tertentu, pelajari segala sesuatu yang perlu Anda ketahui yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut agar Anda dapat memperbaiki kekurangan.

2. Jalin hubungan baik dengan atasan

Atasan merupakan penghubung antara Anda dan posisi Anda berikutnya. Jalin hubungan baik dengannya dan tunjukkan kepadanya bahwa Anda mengerti apa yang dia mau. Secara rutin, diskusikan dengan atasan Anda apa yang diperlukannya dan bagaimana Anda dapat membantunya.

3. Ciptakan hubungan

Jalin hubungan baik dengan sesama rekan sekerja, tidak hanya dengan rekan sekerja di satu departemen dengan Anda tetapi juga dengan rekan sekerja yang berada di departemen lain. Misalnya, ketika waktu Anda sedang agak senggang karena pekerjaan inti Anda telah selesai, bantulah mereka bila mereka membutuhkan. Bergabung dengan tim bulu tangkis ataupun kegiatan lain yang diadakan oleh perusahaan, atau makan siang di luar kantor bersama rekan-rekan sekerja paling tidak sekali seminggu.

4. Sadari kemampuan yang Anda miliki

Catat prestasi yang telah Anda capai serta kontribusi Anda pada perusahaan. Kumpulkan portfolio hasil kerja yang memperlihatkan ketrampilan dan pengalaman Anda. Hal ini tidak hanya mengingatkan Anda betapa hebatnya diri Anda tetapi juga membantu Anda dalam memberi contoh kepada rekan sekerja yang lain.

5. Pancarkan aura positif

Banyak pemimpin ataupun orang-orang yang sukses memiliki sikap "saya bisa" yang mempengaruhi mereka yang berada di sekitarnya. Pastikan Anda memberikan energi positif dengan menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan kepada rekan sekerja, serta tidak suka mengeluh. Lakukan dengan cara yang terbaik untuk menyatakan sesuatu dengan kata-kata yang membangun dan mudah dimengerti.

6. Berani tampil

Jadilah seseorang yang berani tampil agar orang memperhatikan Anda. Tawarkan diri Anda untuk menjadi pembicara pada rapat yang diadakan dengan perusahaan lain, atau menulis artikel untuk buletin perusahaan baik mengenai keberhasilan yang dicapai oleh diri sendiri ataupun tim kerja Anda. Cari kesempatan untuk dapat berkenalan dengan teman-teman atasan Anda ataupun pimpinan lain di dalam perusahaan tempat Anda bekerja.

7. Perhatikan penampilan

Bila menginginkan kedudukan sebagai wakil direktur penjualan, berpenampilanlah dan berperilakulah sebagai seorang wakil direktur penjualan! Namun tidak berarti Anda harus mengenakan pakaian kerja yang berlebihan. Berpakaianlah secara sederhana tapi meyakinkan.

8. Ciptakan kesempatan

Sesuaikan aspirasi Anda dengan kebutuhan dari departemen dan perusahaan dimana Anda bekerja. Pelajari tren industri, evaluasi kebutuhan, dan tantangan dari perusahaan Anda. Bila melihat ada bagian / departemen yang tidak diperhatikan, ajukan diri Anda dengan menuliskan proposal dan deskripsi untuk mengembangkannya.

9. Bersabar

Banyak pegawai yang tidak lama berada di suatu perusahaan, terutama mereka yang masih muda. Jangan lupa, bila ada rekan sekerja yang berhenti maka hal ini dapat merupakan peluang bagi Anda untuk mendapatkan promosi. Jadi, bertahanlah dan peka dengan situasi di perusahaan Anda.

10. Tempat dan saat yang tepat

Bisa saja terjadi atasan ataupun pimpinan lain di dalam perusahaan tidak menyukai Anda, dan kebetulan perusahaan sedang mengalamai masa sulit sehingga akan mengurangi pegawainya. Hal ini berarti kemungkinan bagi Anda untuk dipromosikan menjadi tipis. Oleh karena itu Anda harus bersikap realistis. Tempatkan diri Anda pada situasi dimana kemungkinan untuk mencapai keberhasilan lebih besar. Cari perusahaan yang Anda sukai serta sesuai dengan latar belakang pendidikan serta budaya perusahaan yang sesuai dengan gaya dan nilai kerja Anda.

Banyak Cara melakukan kerusakan dan begitu mudahnya melakukan suatu hal negatif, ambil contoh merobek kertas, membuang pensil, membanting gelas dan lainnya. Sedangkan kebalikannya tentu jauh lebih sulit, seperti Mengarsipkan Dokumen, Menyimpan Pensil, Menata Gelas. Demikian pula dengan menata dan membangun karir tentu lebih sulit dibandingkan menghancurkannya.

Jalan Jadi Atasan Teladan

Pernahkah Anda berpikir, apa sebenarnya yang harus Anda lakukan sebagai seorang manajer, atasan, alias bos? Berikut sejumlah keterampilan yang diperlukan untuk membantu Anda dalam soal mengelola pekerjaan sehingga semuanya berjalan lancar dan Anda pun akan dinilai sebagai atasan teladan.

1. Komunikasi Jelas & Hati-hati
Komunikasi memegang peranan penting pada setiap kegiatan pengelolaan, dan merupakan komponen dasar dari keberhasilan Anda. Jarang ada seorang manajer sukses tanpa memiliki cara berkomunikasi yang baik.

2. Informasi Lewat Saluran Tepat
* Bila Anda memberi informasi pada tim kerja tentang pedoman perusahaan atau informasi industri, Anda bisa membantu memotivasi mereka untuk mencapai sasaran, sekaligus membantu mereka saat membuat keputusan sesuai dengan informasi yang Anda berikan.

* Bila Anda melaporkan tim kerja pada pimpinan perusahaan tentang kontribusi dan kebutuhan mereka, berarti Anda mempromosikan nilai tim kerja dan memberitahukan sumber-sumber yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan mereka.

* Bila Anda menyampaikan berita tentang keberhasilan dan kebutuhan tim kerja kepada departemen lain di perusahaan, Anda mempromosikan visi dan penghargaan tim kerja di dalam perusahaan. Menyebarkan informasi merupakan keahlian tersendiri yang harus Anda miliki.

3. Siapkan Sasaran
Karena berada di depan, Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. Andalah yang menentukan kemana akan mengarahkan tim kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan misi dan tujuan perusahaan, Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim kerja.

4. Motivasi Tim Kerja
Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. Motivasi bukan hanya mengenai uang atau kompensasi, walaupun hal ini juga memegang peranan penting. Walaupun memerlukan orang yang memiliki motivasi, Anda harus ingat bahwa motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi.

5. Prioritaskan Kegiatan
Anda bertanggung jawab untuk mengawasi tim kerja. Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar tenggat waktu. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting dan terberat. Manajer yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

6. Memonitor 
Ingat, tugas Anda bukan hanya membagi tugas, menjelaskan tujuan, memotivasi setiap orang lalu duduk santai di meja kerja dan menunggu laporan akhir. Anda tetap harus memonitor sampai di mana bawahan mengerjakan tugas yang dibebankan kepada mereka, memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Dengan demikian, Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan begitu pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu.

7. Mengevaluasi
Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan Anda akan dievaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat nilai evaluasi dari Anda. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi, pegawai yang bersangkutan akan kecewa, stres, serta tidak bersemangat. Cara penyampaian dan pendekatan kepada tim dapat mengubah pandangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung.

8. Mengatasi Konflik
Konflik membuat orang menjadi stres dan konflik dapat terjadi di tempat kerja di mana pun juga. Sebagai atasan yang baik, Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Praktekkan keterampilan Anda dan latih bawahan. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif, berarti Anda melancarkan kerja sama yang memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja.

9. Mengembangkan Keterampilan Tim
Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Anda harus dapat mengantisipasi konteks masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi tim kerja. Agar tim kerja mencapai keberhasilan, Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja dan mengatasinya. Misalnya dengan memberi pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang dituju.

10. Pandai Menempatkan Diri
Ada saatnya Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan dan Anda harus mau serta bisa melakukannya. Tentu tidak selalu karena Anda sendiri juga dituntut untuk memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan pada anak buah. Bimbing mereka menuju tangga sukses.

11. Jadi teladan anak buah
Kamu setuju kan kalau si bos yang baik itu selalu datang tepat waktu, nggak suka molor kalau bikin janji. Janjian rapat jam 2 siang eh datang sejam kemudian. Kalau bosnya aja gitu jangan salahin kalau anak buah ikut-ikutan. Nah, ini harusnya menjadi warning buat bos kamu, bahwa gerak-gerik dia pasti ditiru anak buah. Kalau dia ingin anak buahnya baik ya dia harus baik juga. Gitu.

12. Empati sama anak buah
Terharu banget pastinya kalau kamu lagi terbaring sakit tak berdaya terus tiba-tiba si bos datang menjenguk sambil senyum ngasih motivasi biar kamu ceria seperti dulu kala. Yaa, kamu kan juga manusia butuh penghargaan dan penghormatan juga. Si bos tidak akan sukses tanpa bantuan anak buah seperti kamu, seharusnya dia sadar itu. Jadi dia perlu juga punya empati sama anak buahnya. Ngerti perasaan anak buah. Sesekali bercanda biar nggak kaku, atau kadang ngasih hadiah kejutan gitu. Pokoknya si bos yang baik itu kalau dia nyadar bahwa anak buahnya itu manusia bukan mesin!!

13.  Berani dan bertanggung jawab
Pasti kamu merasa aneh lihat si bos malah ngumpet pas perusahaan kena masalah. Harusnya si bos berada di garda depan pas ada masalah nggak malah nyuruh-nyuruh orang lain nyelesein masalahnya. Cemen dan nggak bertanggung jawab! Heran aja ya orang nggak punya mental pemimpin kok bisa jadi bos!

Jangan Tunda Pekerjaan!

Yang kerap terjadi, ketidakteraturan merupakan hasil dari suatu penundaan pekerjaan. Padahal, tak sulit, kok, membuat segala sesuatu jadi teratur. Yang paling penting, kerjakan secara rutin.

1. Kembalikan ke tempatnya
Selesai mengerjakan sesuatu dan memakai sebuah barang, selalu kembalikan ke tempatnya semula atau pada tempat yang telah ditentukan. Hindari dan jangan pernah menyimpan atau membiarkannya di suatu tempat untuk sementara waktu, seperti misalnya di meja makan. Sebab, yang sering terjadi, tempat sementara itu tadi berubah menjadi tempat permanen.

Dengan menambah barang-barang di tempat penyimpanan sementara tadi, akhirnya akan membuahkan ketidakteraturan. Alhasil, Anda harus membuang waktu lebih banyak untuk merapikannya.

Jadi, jangan lupa untuk selalu secepatnya mengembalikan barang ke tempatnya semula begitu selesai dipakai sehingga tidak akan pernah terjadi kekacauan dan membuang waktu percuma.

2. Kerjakan setiap hari, secara rutin
Banyak tugas yang jika dibiarkan tidak diselesaikan, akan terus menggunung dan malah akan lebih banyak menyita waktu untuk membereskannya. Misalnya, jika Anda mau meluangkan waktu setiap hari untuk menyortir surat-surat, Anda hanya perlu 5 menit saja. Tapi jika dibiarkan sampai seminggu, pasti dapat memakan waktu sampai 1 jam, bahkan bisa lebih.

Begitu juga halnya dengan pakaian. Jika Anda mencuci baju setiap hari, maka akan menyeterika sedikit pakaian pula, tidak ada pernah pakaian yang bertumpuk kotor. Sebaliknya, jika menunggu sampai 3 atau 4 hari, Anda akan tidak tahu dari mana harus memulai pekerjaan.

Jika Anda membersihkan kamar mandi setiap hari setelah setiap orang selesai mandi, maka Anda tidak pernah mendapatkan kamar mandi yang penuh kotoran. Namun kalau dibiarkan seminggu, Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyikat lantai kamar mandi dan memerlukan lebih banyak waktu. Lagipula, kamar mandi jadi tak sehat dan tidak sedap dipandang mata.

3. Kerjakan sekaligus
Cukup sekali saja membuang dan mengambil sampah atau kertas, jangan berkali-kali, karena malah akan membuang tenaga dan waktu.

4. Buat catatan
Walaupun banyak orang punya daya ingat yang kuat, tapi tetap sekali-kali bisa lupa. Umumnya, daya ingat manusia terbatas. Jadi, mengapa harus mengambil risiko? Jika Anda harus diingatkan untuk mengerjakan sesuatu, tulis di sebuah buku catatan atau agenda. Jangan sampai lupa, karena Anda punya banyak pekerjaan lain yang akan saling berkaitan satu sama lainnya dan Anda juga tetap bisa lupa.