Minggu, 19 Mei 2013

4 Kunci Sukses dalam Memulai Bisnis


Memiliki penghasilan bukan hanya dari bekerja di kantor. Memulai bisnis sendiri juga dapat memberikan Anda keuntungan finansial. Namun, banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukannya.

Bisnis bukan hanya sekedar mencari uang dan keuntungan yang banyak. Ada faktor lain yang mendukung kesuksesan usaha Anda, apa sajakah itu? Dilansir dari DotComWomen, berikut ini kunci sukses dalam dunia bisnis.

1. Pengetahuan
Bukan hanya mengetahui cara mengelola dan memasarkan produk. Mengetahui proses pembuatan suatu produk juga sangat penting. Misalkan Anda ingin memulai bisnis katering, Anda harus tahu bagaimana memasak makanan. Meskipun Anda berencana untuk merekrut koki-koki handal, tetap saja Anda perlu pengetahuan dalam memasak untuk bisa menjelaskan menu apa saja yang Anda inginkan dalam katering Anda.

2. Pengalaman
Tanpa pengalaman, ilmu yang Anda pelajari juga menjadi sia-sia. Pengalaman merupakan guru terbaik. Untuk mendapatkan pengalaman, jangan takut untuk mencoba dan bereksperimen. Dalam dunia bisnis, kegagalan itu biasa. Dari kegagalan Anda dapat memperbaikinya menjadi lebih baik.

3. Memilih pekerja yang bisa diandalkan
Ada istilah 'bersama-sama membangun bisnis untuk kesuksesan'. Benar saja, bisnis bukan hanya dari kemampuan Anda saja, namun dari kemampuan dan keterampilan karyawan yang direkrut dapat menentukan kesuksesan bisnis Anda. Jangan memilih karyawan yang tidak produktif hanya demi dibayar murah. Daripada begitu, lebih baik memiliki tenaga kerja yang sedikit namun cakap dan dapat diandalkan.

4. Fokus pada bisnis yang dijalankan
Keuntungan yang besar dan bisnis yang maju adalah tujuan setiap pengusaha. Meskipun begitu, Anda juga harus memberikan perhatian pada aktivitas bisnis yang dijalankan. Jika Anda hanya memikirkan kemajuan bisnis dan keuntungannya, maka Anda bisa saja mengambil jalan pintas untuk mendapatkan itu semua dengan cepat. Namun apakah dengan begitu bisnis bisa bertahan dan maju? Rasanya tidak. Maka dari itu, kerja keras dan fokus apa yang akan dibuat saat ini sangat penting untuk memajukan bisnis kedepannya.

Tips Mengatur Keuangan untuk Jangka Panjang


Wanita tidak hanya mengatur pengeluaran untuk dirinya sendiri. Pengeluaran untuk anak atau hari tua nanti perlu dipikirkan. Namun semakin tidak menentunya kondisi ekonomi saat ini, seringkali membuat wanita kesulitan mengatur gajinya.

Kondisi yang sudah sulit, jangan sampai menambah beban Anda dengan terjebak dalam utang yang banyak atau kesalahan dalam penghitungan pajak kantor yang malah merugikan Anda. Nah, agar tidak terjadi kesalahan pengelolaan keuangan, ikuti tips berikut ini, seperti dikutip dari DotComWomen.

Perencanaan pensiun
Bersenang-senang ketika muda memang tidak dilarang. Namun, Anda juga perlu memikirkan tabungan hari tua Anda, sebelum terlambat. Apalagi, jika perusahaan tidak memiliki program pensiun, sangat dianjurkan untuk menyiapkan dana sendiri. Dengan memiliki tabungan pensiun, dapat mensejahterakan hari tua Anda.

Mengetahui penghitungan pajak
Mengetahui pajak yang harus dibayarkan sangat penting untuk Anda ketahui, meskipun ada orang yang telah menghitungnya. Dengan begitu, dapat meminimalisir kesalahan dalam pembayaran. Tidak sedikit, terdapat kesalahan dalam penghitungan pajak dan merugikan karyawan karena membayar pajak yang seharusnya tidak perlu.

Mengetahui program yang diberikan kantor
Anda perlu mengetahui program yang diberikan perusahaan untuk karyawannya. Misalkan program cicilan motor atau rumah dengan bunga yang kecil, tentunya ini sangat menguntungkan untuk karyawan. Dengan memanfaatkannya, maka dapat membantu Anda dalam jangka panjang.

Segera melunasi pinjaman kantor
Jangan sekali-kali mangkir untuk membayar utang dari kantor. Hal ini dapat merugikan Anda. Lunaskan utang tepat waktu atau lebih cepat. Agar gaji Anda tetap terkelola dengan baik meskipun memiliki utang, kurangilah pengeluaran yang tidak perlu.

Karyawan Butuh Libur Setiap 2 Bulan Sekali


Semakin meningkatnya kesibukan karyawan dan beban kerja yang harus ditanggung, membuat mereka membutuhkan istirahat yang lebih panjang. Sebuah studi mengungkapkan mendapatkan libur dalam dua bulan sekali dapat mengaktifkan kembali kinerja karyawan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Post Office Travel Insurance menyatakan, karyawan memerlukan enam hari libur pertahun yaitu setiap 62 hari sekali. Hal ini dimaksudkan untuk membuat pekerja tetap segar dan fokus pada pekerjaan.

"Mereka yang menunggu libur lebih dari dua bulan, lebih cenderung menjadi cemas, agresif dan mengalami sakit," begitulah penjelasan studi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail.

Cary Cooper, profesor dari organisasi psikologi dan kesehatan di Lancaster University menegaskan, karyawan sangat membutuhkan istirahat setiap beberapa bulan. Jika tidak mendapatkannya, akan berakibat buruk bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri.

"Orang yang gagal berlibur, cenderung menjadi mudah cemas, agresif dan linglung. Mereka juga lebih cepat sakit dan sulit tidur. Karena bekerja keras dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Sehingga kemungkinan Anda akan masuk angin dan flu," jelas Cooper.

"Karyawan yang belum pernah mendapat libur akan menjadi kurang produktif dan lebih rentan pada kesalahan kerja," tambah Cooper.

Tips Agar Tetap Fit di Kantor


Masalah kesehatan memang sering mengintai karyawan kantor, namun bukan berarti Anda sibuk lalu melupakannya. Nah, agar kondisi tubuh saat di kantor tetap fit, ikuti tips berikut ini yang dilansir dari Health Me Up.

Sarapan yang banyak
Untuk memulai aktivitas Anda, sarapan yang penuh sangat penting di pagi hari. Pakar nutrisi dari Mumbai, Naini Setalvad, menyarankan, untuk sarapan yang mengandung karbohidrat seperti bubur gandum, telur, sandwich dengan buah, segelas susu skim atau teh/kopi. Dengan sarapan ini Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Sedangkan untuk makan siang, Setalvad, menyarankan, untuk makan makanan yang dipanggang, makan sayur yang banyak dan akhiri dengan yoghurt. Hindari makan goreng-gorengan. Untuk camilan, Anda bisa memilih jenis kacang-kacangan atau buah.

Bergerak
Duduk di kursi berjam-jam dapat memicu masalah kesehatan. Sebuah studi menunjukkan duduk terlalu lama dapat berisiko diabetes dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Terlebih lagi, Anda bisa menjadi pemarah. Somesh Kamra, personal trainer dari Mumbai, memberikan solusi agar sering melakukan peregangan otot.

"Pastikan Anda bergerak dengan berjalan atau melakukan peregangan setiap 90 menit sekali. Peregangan meningkatkan aliran darah dan mengistirahatkan mata Anda (dari komputer)," jelas Kamra.

Tetap menjaga berat tubuh ketika di kantor
Kebiasaan ngemil sambil bekerja di depan komputer bisa berakibat fatal. Tubuh yang tidak banyak bergerak dan mulut yang tidak berhenti mengemil hanya akan menambah bobot tubuh Anda. Untuk itu Anda harus mampu mengurangi cemilan yang tidak sehat dan menambah lemak, seperti ngemil keripik atau cokelat. Lebih baik, ganti cemilan dengan minum teh hijau tanpa gula atau bisa diganti dengan madu.

Sebaiknya, bawalah makanan sendiri dari rumah untuk makan siang. Bawalah roti gandum dengan sayuran atau bisa juga makan ikan. Selain tidak membuat Anda gemuk, ikan kaya akan omega 3 yang dapat meningkatkan kinerja otak. Pilihlah ikan seperti salmon atau tuna. Jika di sore hari kelaparan, Anda bisa makan sereal.

Kenali Karakter Rekan Kerja Anda Sebelum Menegurnya


Konflik dalam dunia kerja tidak bisa dihindari. Rasa kesal, marah dan tidak dapat mengontrol emosi sering kali menjadi bagian sehari-hari di kantor.

Namun, ada baiknya sebelum Anda menegur rekan kerja atau bawahan, kenali terlebih dahulu karakternya. Mengenali karakteristik seseorang dan bagaimana semestinya menghadapinya, dapat menghindari pertikaian yang lebih besar.

Pada dasarnya ada perlakuan dan kiat tersendiri untuk menghadapi setiap kerakter rekan kerja. Ingin tahu lebih jelasnya? Berikut beberapa karekter seseorang dan cara menghadapinya, seperti dilansir dari buku karangan Mien R. Uno, 'Etiket Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan'.

Tipe orang pemarah
Orang yang termasuk tipe pemarah sangat mudah terpancing emosi, mereka pun kerap mengabaikan akal sehatnya. Cara paling efektif untuk menghadapinya adalah dengan menegur orang itu secara halus.

Tipe orang mudah tersinggung
Waspadalah ketika memarahi orang yang mudah tersinggung. Sebetulnya mereka adalah orang yang tidak percaya diri. Kenalilah sikap ketersinggungannya, tergurlah dia baik-baik tanpa menyertakan hal-hal yang membuatnya tertekan. Untuk amannya, berkatalah seperlunya.

Tipe sensitif
Bersikaplah ekstra hati-hati dengan orang dengan tipe sensitif. Mereka sangat perasa dan setiap omongan yang orang lain lontarkan dapat menyentuh perasaannya. Jadi, pikirkanlah kata-kata yang akan Anda ucapkan, jangan sampai dia malah menjadi histeris.

Tipe 'over confident'
Tidak bisa disangkal bertemu orang yang terlalu percaya diri, kadang menyebalkan. Biasanya mereka selalu merasa pintar, benar dan sok tahu. Untuk menghadapi tipe orang yang satu ini adalah dengan mengambil sikap agak keras. Karena dia biasa bersikap seenaknya, Anda pun bisa memarahinya tanpa perlu berhati-hati.

Tipe cuek
Mereka biasanya tidak peduli dengan kemarahan Anda dan tidak dimasukkan ke dalam hati. Jadi, Anda bisa menghadapinya dengan lebih terbuka. Tidak masalah bila menggunakan nada yang tegas dan lugas. Tapi, tetap tidak perlu kasar.

Atasi Jenuh di Kantor


Hampir semua karyawan pernah merasa jenuh dengan pekerjaan mereka. Melakukan Setiap hari, kegiatan yang dilakukan cenderung sama dan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan.
Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai tak mampu mengendalikan waktu hingga terbuang percuma. Bukan hanya soal mengulur waktu, hasil kerja pun jadi tak maksimal. 

Jika biasanya hasil kerja selalu di atas target, kini semakin hari justru semakin menurun. Ada saja alasan yang dicari-cari seperti menyalahkan sistem, aturan atasan, hingga sikap rekan kerja. Menganggap semua ikut andil atas kemunduran yang Anda hadapi. 

Bila dilihat secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini, menurut Anny Nursani, konsultan sumber daya manusia dari Iradat konsultan, merupakan hal yang wajar terjadi.

”Sebetulnya masalah jenuh ini bisa dialami siapa saja. Baik orang yang bekerja maupun tidak, yang menduduki jabatan tinggi atau rendah, dan seterusnya,” ungkap Anny.
Namun, bukan berarti kejenuhan yang mempengaruhi produktivitas ini lantas harus dibiarkan hingga menemukan jalannya sendiri. Anny menyarankan agar mencari tahu dan menyelesaikan kejenuhan yang terjadi sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih dalam lagi.


Cari Tahu Sebabnya
Jika Anda sudah menemui tanda-tanda seperti kreativitas mandek, produktivitas makin menurun, sulit berprestasi, dan makin tak bergairah dalam menyelesaikan pekerjaan, segeralah introspeksi diri. Cari tahu apa penyebabnya! 

Anny menuturkan, masalah jenuh ini dapat dipicu beragam permasalahan. Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan kejenuhan. Jenuh bisa dipicu pekerjaan yang rutin.
Jika Anda dituntut selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, pada suatu ketika wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat tak mampu berinovasi.
Rasa ini lalu membuat Anda merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi, dan hanya mengerjakan sesuatu yang dianggapnya jadi tak menyenangkan. Jenuh juga bisa dipicu lingkungan kerja yang begitu-begitu saja.
Mendiami ruangan kerja yang sama, baik dari segi tata letak maupun dekorasi juga bisa menimbulkan kejenuhan. Selama apapun Anda menghabiskan waktu dalam sehari di ruangan itu, jika tak bisa menimbulkan kenyamanan, tentu akan mempengaruhi semangat kerja.

”Adanya gap antara persyaratan jabatan dan kompetensi diri ini memang kerap membuat seseorang jenuh dalam pekerjaan,” ungkap Anny. Beban pekerjaan yang terlalu ringan atau terlalu berat juga bisa memicu kejenuhan. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah.
Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban tanggung jawab yang diberikan. Akibat terlalu berat, hasil kerja pun jadi tak optimal dan dinilai kurang oleh perusahaan, sehingga menimbulkan kekecewaan yang berujung jenuh.

Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antar personal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan kerja kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, intsruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, dan lainnya, juga bisa menimbulkan kejenuhan. 

Bagaimana mau bekerja optimal, jika suasana sekitarnya justru merusak suasana hati. Namun, jika suasana kerja kondusif dan pekerjaan juga cukup variatif tapi Anda tetap merasa jenuh, kemungkinan jenuh dipicu sebab lain, seperti hilangnya makna pekerjaan itu sendiri.
Bisa jadi selama ini Anda hanya bekerja karena sebab lain, seperti desakan ekonomi, suami tak bekerja, dan lainnya. Anda bekerja bukan karena senang dengan pekerjaan atau ingin mengaktualisasikan diri, tapi lebih banyak pengaruh orang lain atau terpaksa oleh kondisi. Ini membuat Anda lama-lama kehabisan energi untuk menjadi produktif, karena tujuan bekerja bukan untuk diri sendiri.

1. Minta Tugas Lain dari Atasan
Setiap karyawan mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menyelesaikan pekerjaannya. Namun saat ini, Anda sudah selesai mengerjakan tugas dan sedang alami kejenuhan dengan kantor. Anda bisa datangi atasan dan tanyakan kepada dia, apakah ada tugas lain yang bisa dibantu?

Sebagai contoh, atasan tidak suka membuat presentasi untuk rapat dan Anda menawarkan bantuan. Hal itu bisa membuat Anda kembali semangat dan mencerahkan pikiran. Bonusnya, Anda mendapat imej baik di mata atasan.

2. Perluas Kehidupan Sosial di Kantor
Bila pikiran stres saat di kantor sehingga menimbulkan rasa bosan, atasi dengan bergaul bersama rekan kerja. Lepaskan penat Anda dengan sekedar jajan di arean depan kantor sambil membicarakan hal-hal selain pekerjaan. Perluas kehidupan sosial Anda dengan memperbanyak teman, mulai dari satpam hingga CEO. Cara ini dapat melatih kemampuan berinteraksi dan juga membuka wawasan.

3. Ambil Inisiatif untuk Melakukan Sesuatu yang Baru
Kalau Anda merasa pekerjaan cukup membosankan, ambil inisiatif untuk melakukan sesuatu baru yang bisa membangun perusahaan. Anda dapat menawarkan diri untuk mencari konsumen yang baru, membuat database baru, atau mengerjakan beberapa aktivitas yang terkait dengan pekerjaan. Pastikan Anda mendapat izin dari atasan. Ingat, tujuan Anda adalah mengekspresikan diri dalam perusahaan bukan menjatuhkan karyawan lain.

4. Mendekorasi Meja
Untuk mengatasi kejenuhan, Anda bisa membuang surat atau file yang sudah tak terpakai agar tidak berantakan. Cuci gelas bekas kopi atau teh dan rapikan dokumen-dokumen. Dekorasi meja Anda untuk membangunkan mood dengan warna yang cerah serta taruh foto bersama teman atau pasangan di sekitarnya. Habiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk menata meja yang dapat mengembalikan semangat dalam bekerja.

5. Buat Daftar Kegiatan untuk Liburan atau Weekend
Saat lagi bosan, buatlah daftar kegiatan untuk liburan atau akhir pekan. Anda dapat rencanakan perjalanan yang menyenangkan sehingga membuat perasaan ceria. Selain bisa 'membunuh' rasa bosan, daftar tersebut akan membantu Anda agar lebih terorganisir.

6. Manfaatkan Waktu Istirahat
Manfaatkanlah waktu istirahat Anda untuk mengurangi jenuh ketika di kantor. Coba cari suasana berbeda dengan makan di luar kantor sambil membawa buku favorit atau mengajak rekan kerja makan bersama. Berjalan kembali ke kantor setelah makan siang membantu memperbaiki mood Anda.

7. Buat Permainan yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Gunakan permainan untuk menghabiskan waktu di tempat kerja yang juga memotivasi Anda ketika bekerja. Buat kompetesi bersama rekan kerja hingga menggapai tujuan. Misalnya, Anda bekerja dalam bidang pemasaran, ajak teman bersaing dalam mendapatkan penjualan terbanyak dan yang kalah diberikan hukuman sesuai kesepakatan. Tidak hanya mengatasi jenuh, permainan yang berhubungan dengan pekerjaan akan meningkatkan kinerja kerja Anda.

Kalahkan 5 Sikap Penyebab Kegagalan

Setiap orang cenderung menghindari kegagalan. Namun apabila kesuksesan juga tak kunjung diraih, kenali lagi diri Anda. Karena mungkin sikap Anda sendiri yang justru menyebabkan kegagalan itu terjadi.

Mungkin selama ini Anda sudah merasa benar dalam berpikir dan bertindak untuk mencapai kesuksesan. Namun kalau dilihat lagi, apakah Anda sudah berhasil dalam mencapai tujuan Anda? Atau mungkin Anda kerap menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan keadaan atas kegagalan yang Anda alami. Meski begitu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Coba cek daftar sikap dibawah ini, apakah Anda mengalaminya dan tak sadar membiarkan sikap tersebut sehingga menunda datangnya kesuksesan.

Takut
Jangan biarkan perasaan takut menjadi penyebab kegagalan Anda. Bagaimana cara mengatasinya? Simak tiga langkah berikut ini:
1. Cari tahu mengapa Anda terus merasa takut di dalam karir Anda.
2. Putuskan bahwa rasa takut itu harus hilang.
3. Mulai pada saat Anda masih merasa takut.

Rasa takut dapat membuat Anda aman karena Anda akan selalu memilih berada dalam zona nyaman Anda. Namun bukankah kesuksesan lebih terasa spesial apabila Anda berhasil keluar dari kegagalan? Dengan mengetahui apa sebenarnya penyebab ketakutan Anda, Anda dapat mencari solusinya dengan mudah.

Keluarlah dari zona nyaman dan biarkan diri Anda tertantang untuk mengalahkan ketakutan Anda sendiri, tapi bukan tanpa persiapan. Gunakan rasa takut dengan tujuan yang positif, yaitu untuk membuat Anda tetap waspada akan segala resiko dalam mencapai tujuan Anda.

Miliki pola pikir berikut ini agar rasa takut tak menghambat Anda meraih sukses:
* Jangan ragu untuk mencoba hal yang baru atau menghadapi tantangan. Karena dengan tantangan Anda akan dipacu untuk mengeluarkan sisi terbaik Anda.
* Jangan takut untuk menemui kegagalan, karena tanpa Anda mencoba, Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan gagal atau berhasil.
* Jangan takut mengerjakan sesuatu yang sama sekali baru dalam pekerjaan Anda, karna dengan begitu Anda akan belajar.
* Bila Anda harus meninggalkan zona nyaman Anda, pastikan Anda punya persiapan baik mental dan pengetahuan.
* Ambil resiko. Kalau pada akhirnya usaha Anda gagal, paling tidak Anda sudah mencoba dan berhasil mengalahkan rasa takut Anda.

Cuek
Memperhatikan keadaan di sekitar dapat membantu Anda dalam bertindak. Jangan-jangan sekeliling Anda mempunyai etos kerja yang lebih tinggi daripada Anda. Jangan mau kalah, Anda pun harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Dengan memperhatikan situasi, Anda juga dapat memperkecil resiko kegagalan.

Lakukan ini:
* Apabila orang-orang di sekitar Anda berusaha 100 persen, Anda berikan 120 persen.
* Bila sedang mengerjakan proyek tertentu, selalu siapkan rencana B dan C, sehingga apabila rencana A gagal, Anda masih punya jalan keluar.
* Coba cari tahu faktor apa saja yang mungkin membuat rencana Anda bisa gagal, dan siapkan solusinya.

Ekspektasi Terlalu Tinggi
Mempunyai target yang terlalu sulit untuk dicapai akan menambah berat beban pekerjaan yang Anda rasakan. Bila Anda gagal, rasa kecewa yang Anda alami akan lebih besar pula. Namun jangan berkecil hati. Introspeksi diri dan ukur kemampuan Anda. Apakah selama ini usaha dan kemampuan Anda sudah sebanding dengan pencapaian yang ingin Anda raih.

Lakukan ini:
* Untuk mencapai posisi jabatan tertentu, butuh proses. Bukan dengan cara yang instan.
* Buat daftar target pencapaian yang ingin Anda raih. Urutkan mulai dari yang termudah Anda capai hingga yang paling sulit.
* Kemampuan Anda akan terdorong naik sesuai pencapaian yang selama ini Anda raih.

Mudah menyerah
Hindari sikap mudah menyerah dengan beralasan bahwa sudah menjadi nasib Anda untuk mengalami kegagalan terus menerus. Mempunyai pola pikir seperti itu dapat membuat Anda malas untuk mencoba dan merubah keadaan. Anda harus yakin bahwa Anda bisa mengubah keadaan dengan berusaha dan bekerja keras. Kesuksesan ditentukan oleh semangat, kemauan, dan kerja keras kita.

Lakukan ini:
* Apabila Anda ingin keadaan berubah, yang pertama harus dilakukan adalah merubah pola pikir Anda.
* Percaya bahwa Anda dapat naik ke jenjang karir berikutnya dengan berusaha lebih keras dari apa yang Anda lakukan saat ini.

Pesimis
Pesimis sama dengan kalah sebelum bertanding. Dengan kata lain, Anda menyerah sebelum berusaha dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ingin Anda capai. Percaya diri merupakan kuncinya. Bila kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kemampuan kita? Jadi, bersikaplah optimis.

Lakukan ini:
* Katakan dalam hati “Saya pasti bisa!” dalam setiap memulai mengerjakan sesuatu. Mantra tersebut dapat memotivasi diri Anda untuk melakukan yang terbaik dan lebih percaya diri.
* Cari dukungan dari orang lain agar Anda lebih merasa bersemangat.
* Ingat lagi target Anda, dengan begitu Anda akan termotivasi untuk mencapainya.


Seorang ahli motivasi, Denis Waitley, mengatakan bahwa kebanyakan orang gagal dalam kehidupannya karena lima hal.

1. Mereka tidak memiliki tujuan hidup yang akan dicapai.
2. Mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Kalaupun punya tujuan, mereka tidak merincinya lebih spesifik.
4. Mereka tidak memiliki rencana yang akan dijalankan.
5. Mereka tidak memiliki kebiasaan baru yang bisa dikembangkan, tidak memiliki sikap yang bisa dilatih, dan tidak punya strategi untuk diperbaiki.