Satu hal yang lama baru dapat saya pahami secara mendalam adalah mengenai nilai kesuksesan yang ingin kita raih. Mengapa? Terlalu sering kita membanding-bandingkan prestasi orang lain dengan prestasi kita sendiri. Stop, tunggu dulu, janganlah menghakimi saya sebagai seseorang yang cepat puas dengan keberhasilan sementara. Saya sangat mendukung suatu pemikiran yang mengatakan bahwa `jika orang lain bisa, saya juga bisa'. Kalimat ini adalah kalimat yang banyak menelurkan pengikut-pengikut baru dalam kesuksesan. Namun, satu hal yang hams diluruskan adalah arti sebenarnya dari kesuksesan yang kita raih. Mengapa kita ingin meraihnya dan apa maknanya bagi kita?
Pelajaran berharga yang dapat dipetik tentang makna kesuksesan yang sesungguhnya adalah dengan melihat "ke dalam"; apa yang menjadi kelebihan dan panggilan kita, dan jika Anda telah menemukannya pakailah itu sebagai pendorong untuk menjadi lebih baik di pekerjaan Anda. Definisi pencapaian sukses masing-masing orang berbeda; ada yang menginginkan penghasilan 5 juta rupiah per bulan, namun bagi orang lain 25 juta rupiah sebulan adalah definisi sukses, bahkan ada yang menetapkan 250 juta rupiah per bulan sebagai kesuksesan. Ada juga yang mendefinisikan kesuksesan dirinya dengan jumlah anak yang berhasil diselamatkannya dari jalanan akibat pengaruh obat bius.
Masalah pun timbul atau hal ini menjadi persoalan ketika mereka yang mendefinisikan sukses dengan menolong anak dari jalanan merasa "kurang sukses" karena mereka tidak menghasilkan uang yang banyak. Demikian juga, mereka yang mendapatkan uang 5 juta rupiah per bulan merasa belum sukses jika tidak mendapat 25 juta rupiah per bulan. Ketidakpuasan pun berlanjut pada mereka yang berpenghasilan 25 juta rupiah per bulan karena merasa belum puas sebelum mencapai 250 juta rupiah per bulan. Dan yang tidak kalah anehnya, yang mendapatkan penghasilan 250 juta rupiah per bulan merasa iri kepada mereka yang meluangkan waktunya menolong anakjalanan. Jika hal ini terjadi, semua orang pada akhirnya tidak akan mendapatkan kepuasan dari apa yang diraihnya.
Kesimpulannya, tentukan apa yang berharga dan menjadi panggilan hati Anda, janganlah mengukur kesuksesan Anda dengan pengukur sukses orang lain. Lakukanlah yang terbaik setiap hari dan kesuksesan akan mengikuti Anda. Inilah kebenaran abadi, bahwa menjadi sukses adalah melakukan (doing) yang terbaik setiap hari, bukan semata-mata menjadi (being) yang terbaik dalam hidup ini. Dengan semangat seperti ini, Anda akan merasakan kenikmatan untuk menjalani tantangan hidup ini dan mampu memikul kegagalan, bahkan yang terburuk sekalipun. Sukses adalah milik Anda sendiri. "Success is my Right!"
Tujuan hidup kita bukanlah lebih hebat dari pada orang lain, melainkan menjadi seorang yang lebih unggul dibandingkan dirt kita, yaitu memecahkan rekor kita, melampaui prestasi kemarin dengan hasil hari ini
Selasa, 11 Juni 2013
Kekuatan Dari Pikiran Positif
Anda mungkin tidak mendapatkan semua yang Anda inginkan, namun Anda akan selalu mendapatkan apa yang menjadi harapan atau ekspektasi Anda. Cobalah untuk berpikir hal-hal yang berhubungan dengan kegagalan, Anda pasti akan merasa cepat putus asa. Keyakinan adalah kekuatan luar biasa yang membedakan antara para juara dan pecundang. Henry Ford mengatakannya dengan tepat, "Apakah Anda berpikir bahwa Anda mampu atau tidak mampu Anda benar adanya." Keyakinan kita bagaikan sebuah komputer yang tidak pernah mempertanyakan input yang diberikan padanya.
Keyakinan kita akan menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Jika Anda ingin mengetahui apakah selama ini pikiran dominan Anda dipenuhi oleh hal negatif ataupun positif, lihatlah basil yang Anda rasakan saat ini. Jika hidup Anda tergolong berhasil, selamat, Anda telah menggunakan pikiran dominan Anda secara positif. Namun, jika hidup Anda penuh dengan ketidak puasan dan hasil yang biasa-biasa saja, berhati-hatilah karena pikiran dominan Anda pastilah negatif.
Ada sebuah cerita yang pernah saya dengar mengenai seorang agen asuransi baru yang memulai kariernya dengan semangat yang tinggi. Ia berusaha mencari prospek-prospek terbaik untuk menawarkan asuransi perusahaannya. Kebetulan, ayahnya memiliki seorang sahabat yang sangat sukses dalam bisnisnya. Si anak muda pun menghubungi sahabat ayahnya itu dan meminta sepuluh prospek terbaik yang dimilikinya. Walau sibuk, pebisnis itu memberikan sepuluh nama kepada anak muda tersebut. Dengan semangat selama satu minggu sang pemuda menelepon dan memberikan presentasi kepada rekan orang kaya itu. Dua minggu kemudian si anak muda kembali mampir ke kantor pebisnis itu untuk memberikan laporan dan kembali meminta prospek baru.
Ada sebuah cerita yang pernah saya dengar mengenai seorang agen asuransi baru yang memulai kariernya dengan semangat yang tinggi. Ia berusaha mencari prospek-prospek terbaik untuk menawarkan asuransi perusahaannya. Kebetulan, ayahnya memiliki seorang sahabat yang sangat sukses dalam bisnisnya. Si anak muda pun menghubungi sahabat ayahnya itu dan meminta sepuluh prospek terbaik yang dimilikinya. Walau sibuk, pebisnis itu memberikan sepuluh nama kepada anak muda tersebut. Dengan semangat selama satu minggu sang pemuda menelepon dan memberikan presentasi kepada rekan orang kaya itu. Dua minggu kemudian si anak muda kembali mampir ke kantor pebisnis itu untuk memberikan laporan dan kembali meminta prospek baru.
Anak muda itu dengan semangat menceritakan bahwa tujuh dari sepuluh prospek yang diberikan telah membeli asuransi darinya sedangkan tiga lainnya masih dalam negosiasi. Setelah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pebisnis itu, sang anak muda kembali meminta referensi akan prospek yang baru. Dengan tersenyum sang pebisnis meminta maaf karena ia sangat sibuk kali ini dan meminta anak muda itu langsung saja mencari dari buku telepon (yellow pages). Alangkah kagetnya anak muda itu ketika mengetahui bahwa sepuluh prospek yang dipikirnya adalah kawan baik si pebisnis ternyata diambil secara acak dan buku telepon. Ekspektasi positif atas prospek klien membuat anak muda itu dengan pikiran positif dan tindakan positif menghadapi para prospek. Hari itu si pebisnis mengajarkan pelajaran penting kepada anak muda itu untuk selalu menaruh ekspektasi positif di dalam pekerjaannya. Bagaimana dengan Anda, apa keyakinan Anda mengenai kondisi bisnis Anda dan apa ekspektasi Anda terhadap kesuksesan Anda?
Kita semua dilahirkan untuk menang. Namun, untuk menjadi seorang pemenang, kita harus berencana untuk menang. Kita hams mempersiapkan diri untuk menang kemudian kita harus berlatih untuk menang dan setelah itu baru kita berharap untuk menang
Kita semua dilahirkan untuk menang. Namun, untuk menjadi seorang pemenang, kita harus berencana untuk menang. Kita hams mempersiapkan diri untuk menang kemudian kita harus berlatih untuk menang dan setelah itu baru kita berharap untuk menang
Jangan Hidup Dengan Mimpi "Pinjaman"
Beberapa hotel di Indonesia masih tidak dilengkapi sensor otomatis yang langsung mematikan aliran listrik ketika si pengguna hotel meninggalkan ruangan. Akibatnya, pihak hotel hanya pasrah mengharapkan agar pengguna hotel secara sadar mematikan pendingin ruangan atau televisi di dalam ruangan sebelum meninggalkannya. Saya yakin banyak pengguna hotel secara sadar malah tidak mematikan pendingin ruangan di kamarnya dengan harapan kamar tetap dingin ketika ia kembali ke kamar hotel, lagi pula mereka berprinsip 'Loh sudah bayar'.
Demikian juga ketika menggunakan shower di hotel, mungkin sambil bersabun, si pengguna juga tidak mematikan aliran air karena ia berpikir toh sudah termasuk dalam biaya hotel. Bahkan, ketika pihak hotel mengimbau agar menggunakan handuk secukupnya dengan alasan penyelamatan lingkungan, banyak pengguna jasa yang tidak begitu rnenghiraukan seruan itu. Mengapa? Karena hal itu berlangsung di hotel, bukan di rumah mereka; tidak ada konsekuensi biaya tambahan bagi mereka sehingga banyak yang mengabaikannya.
Pada zaman dahulu kala, di pegunungan Andes, Amerika Selatan, hidup dua suku yang saling bermusuhan. Suku Atas tinggal di atas gunung yang curam dan terjal dan Suku Bawah tinggal di bawah kaki gunung. Pada suatu hari, Suku Atas menyerang perkampungan Suku Bawah, dan menculik seorang bayi perempuan. Setelah penyerangan selesai, Kepala Suku Bawah memerintahkan 20 orang anak muda yang gagah berani untuk berupaya mengembalikan bayi perempuan itu.
Pada zaman dahulu kala, di pegunungan Andes, Amerika Selatan, hidup dua suku yang saling bermusuhan. Suku Atas tinggal di atas gunung yang curam dan terjal dan Suku Bawah tinggal di bawah kaki gunung. Pada suatu hari, Suku Atas menyerang perkampungan Suku Bawah, dan menculik seorang bayi perempuan. Setelah penyerangan selesai, Kepala Suku Bawah memerintahkan 20 orang anak muda yang gagah berani untuk berupaya mengembalikan bayi perempuan itu.
Selama tiga hari tiga malam, para pemuda tersebut berusaha mencari jalan naik ke pemukiman Suku Atas namun usaha mereka sia-sia karena terjalnya pegunungan itu. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menyerah dan berjalan pulang, namun tiba-tiba mereka melihat seorang ibu menggendong bayi turun dari pegunungan yang terjal itu. Para pemuda sangat kaget melihatnya dan langsung bertanya, "Bagaimana caranya Anda memanjati gunung yang terjal ina dan mampu membawa pulang bayi Anda sedangkan kami yang jauh lebih kuat daripada Anda tidak mampu memanjat gunung ini?"
Carilah tujuan dalam hidup ini yang begitu besar sehingga Anda perlu mengerahkan seluruh kapasitas Anda yang terbaik
Carilah tujuan dalam hidup ini yang begitu besar sehingga Anda perlu mengerahkan seluruh kapasitas Anda yang terbaik
Hal Yang Perlu Dilakukan
Dalam bukunya The Courage To Give, Jackie Waldman menceritakan seorang pengemudi motor yang walaupun mengalami luka bakar yang parah mampu bangkit dalam hidupnya untuk menjadi pengusaha yang sukses. Orang ini bernama W. Mitchell. Kecelakaan pada tahun 1975 yang nyaris merengut nyawanya mengakibatkan lebih dari 65% kulit tubuhnya terbakar. Namun, Mitchell tidak patah semangat, dengan uang hasil pengganti kecelakaan ia membeli tanah di Colorado dan mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil investasinya tersebut. Dengan uang yang didapatkannya, ia kemudian membeli pesawat kecil untuk mewujudkan impiannya menjadi pilot. Ia pun belajar menerbangkan pesawat kecil walau tanpa memiliki jari-jari tangan. Ia juga mampu meraih sertifikat untuk menerbangkan pesawat secara solo.
Pada suatu hari, Mitchell bermaksud menerbangkan pesawatnya dari Colorado ke California. Namun nasibnya kurang mujur karena setelah take-off pesawatnya mengalami musibah sehingga jatuh. Kali ini, Mitchell mengalami paralis dari pingang ke bawah. Mitchell putus asa dan depresi setelah kejadian itu, ia tidak dapat menerima kenyataan harus duduk di atas kursi roda seumur hidup. Seorang teman memberikan semangat kepadanya dengan berkata, "Tidak menjadi hal yang penting setiap hal yang terjadi dalam hidupmu, namun yang penting adalah apa tindakan yang akan engkau lakukan dengan kondisi yang baru ini. " Mitchell langsung merasa sangat bersyukur, karena walaupun telah mengalami dua kecelakaan fatal ia tetap diberi kesempatan untuk hidup.
Setelah kejadian kedua itu, Mitchell menjadi seorang pembicara motivasi baik di radio maupun televisi dan memiliki perusahaan yang sukses. Dalam bukunya yang berjudul It Not What Happens to You, It's What You Do About It, Mitchell menuliskan pengalamannya ketika bertemu dengan seorang atlet yang begitu putus asa karena mengalami kecelakaan sehingga tidak dapat menggerakkan sebagian dari tubuhnya. Mitchell memberi semangat dengan berkata, "Sebelum saya cacat dari pinggang ke bawah, saya dapat melakukan 10.000 kegiatan. Sekarang yang sisa tinggal 9.000 kegiatan. Apa yang harus menjadi fokus saya? Apakah saya akan menyesali 1.000 kegiatan yang tidak mampu saya lakukan lagi? Tidak, saya lebih baik memberikan fokus pada 9.000 kegiatan yang mampu saya nikmati dalam hidup saya.
Simaklah cerita berikut ini, pada bulan Mei 1980, Candace Lightner (Candy) seorang ibu yang tinggal di Fair Oaks, California, baru saja pulang ke rumah pada hari Sabtu sore dan menerima sebuah berita duka yang mengubah cerita hidupnya selamanya. Putrinya, Cari Lightner, yang baru berusia 13 tahun ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang sedang mabuk berat. Pengendara ini ternyata mempunyai beberapa catatan buruk pernah menabrak dalam keadaan mabuk dan hanya dihukum ringan. Ditabrak dari belakang dan terlempar sejauh lebih dari 40 meter dan langsung meninggal di tempat. Bagaimana perasaan Anda menjadi seorang Candy Lightner? Tentu saya yakin Anda akan marah sekali dan mungkin tidak dapat menerima kejadian ini dengan mudah.
Namun Candy tidak berhenti dengan kemarahan dan kesedihannya, ia mempunyai misi yang sangat mulia, ia ingin kejadian ini tidak terjadi pada keluarga yang lain. Candy mendirikan suatu organisasi yang bernama MADD (Mother Against Drunk Driving), suatu organisasi yang memberikan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya meninggal akibat tabrakan dan mengampanyekan agar jangan mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Candy bahkan mampu meyakinkan Presiden Ronald Reagan untuk menandatangani perubahan aturan mengenai hukuman penjara yang sangat keras dan menekan batas maksimum alkohol yang diperbolehkan.
Mitchell dan Lightner menyadarkan kita bahwa setiap kegagalan dan kemalangan dalam hidup ini memberikan kita kesempatan untuk mengenal diri kita lebih dalam lagi, dan juga mengambil hikmah dari kejadian dalam hidup kita untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik lagi dengan mengeluarkan kekuatan yang selama ini tertidur dan menemukan kamnia terbesar yang Tuhan berikan bagi kita.
Janganlah kita membangkrutkan diri kita hari ini dengan membayar harga atas penyesalan masa lalu dan meminjam masalah-masalah yang semestinya diperuntuklcan untuk hari esok
Pada suatu hari, Mitchell bermaksud menerbangkan pesawatnya dari Colorado ke California. Namun nasibnya kurang mujur karena setelah take-off pesawatnya mengalami musibah sehingga jatuh. Kali ini, Mitchell mengalami paralis dari pingang ke bawah. Mitchell putus asa dan depresi setelah kejadian itu, ia tidak dapat menerima kenyataan harus duduk di atas kursi roda seumur hidup. Seorang teman memberikan semangat kepadanya dengan berkata, "Tidak menjadi hal yang penting setiap hal yang terjadi dalam hidupmu, namun yang penting adalah apa tindakan yang akan engkau lakukan dengan kondisi yang baru ini. " Mitchell langsung merasa sangat bersyukur, karena walaupun telah mengalami dua kecelakaan fatal ia tetap diberi kesempatan untuk hidup.
Setelah kejadian kedua itu, Mitchell menjadi seorang pembicara motivasi baik di radio maupun televisi dan memiliki perusahaan yang sukses. Dalam bukunya yang berjudul It Not What Happens to You, It's What You Do About It, Mitchell menuliskan pengalamannya ketika bertemu dengan seorang atlet yang begitu putus asa karena mengalami kecelakaan sehingga tidak dapat menggerakkan sebagian dari tubuhnya. Mitchell memberi semangat dengan berkata, "Sebelum saya cacat dari pinggang ke bawah, saya dapat melakukan 10.000 kegiatan. Sekarang yang sisa tinggal 9.000 kegiatan. Apa yang harus menjadi fokus saya? Apakah saya akan menyesali 1.000 kegiatan yang tidak mampu saya lakukan lagi? Tidak, saya lebih baik memberikan fokus pada 9.000 kegiatan yang mampu saya nikmati dalam hidup saya.
Simaklah cerita berikut ini, pada bulan Mei 1980, Candace Lightner (Candy) seorang ibu yang tinggal di Fair Oaks, California, baru saja pulang ke rumah pada hari Sabtu sore dan menerima sebuah berita duka yang mengubah cerita hidupnya selamanya. Putrinya, Cari Lightner, yang baru berusia 13 tahun ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang sedang mabuk berat. Pengendara ini ternyata mempunyai beberapa catatan buruk pernah menabrak dalam keadaan mabuk dan hanya dihukum ringan. Ditabrak dari belakang dan terlempar sejauh lebih dari 40 meter dan langsung meninggal di tempat. Bagaimana perasaan Anda menjadi seorang Candy Lightner? Tentu saya yakin Anda akan marah sekali dan mungkin tidak dapat menerima kejadian ini dengan mudah.
Namun Candy tidak berhenti dengan kemarahan dan kesedihannya, ia mempunyai misi yang sangat mulia, ia ingin kejadian ini tidak terjadi pada keluarga yang lain. Candy mendirikan suatu organisasi yang bernama MADD (Mother Against Drunk Driving), suatu organisasi yang memberikan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya meninggal akibat tabrakan dan mengampanyekan agar jangan mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Candy bahkan mampu meyakinkan Presiden Ronald Reagan untuk menandatangani perubahan aturan mengenai hukuman penjara yang sangat keras dan menekan batas maksimum alkohol yang diperbolehkan.
Mitchell dan Lightner menyadarkan kita bahwa setiap kegagalan dan kemalangan dalam hidup ini memberikan kita kesempatan untuk mengenal diri kita lebih dalam lagi, dan juga mengambil hikmah dari kejadian dalam hidup kita untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik lagi dengan mengeluarkan kekuatan yang selama ini tertidur dan menemukan kamnia terbesar yang Tuhan berikan bagi kita.
Janganlah kita membangkrutkan diri kita hari ini dengan membayar harga atas penyesalan masa lalu dan meminjam masalah-masalah yang semestinya diperuntuklcan untuk hari esok
Jangan Menunggu Untuk Sukses
Kebanyakan orang ketika ditanya apakah mereka akan menjadi sukses dalam hidup ini sernuanya menjawab 'Ya'. Namun, mengapa begitu banyak orang belum bertemu dengan kesuksesannya hingga saat ini, dan mengapa banyak yang tidak panik? Setelah lama merenungi pertanyaan ini, saya mengambil kesimpulan bahwa banyak orang yang melakukan penyangkalan diri dengan mengira mereka akan hidup selamanya di dunia ini sehingga mereka beralasan untuk tidak melakukan atau menunda pengambilan tindakan demi pencapaian sukses.
Bacalah pengumuman orbituari di koran nasional setiap harinya, saya yakin semua orang yang namanya tertera di sana tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir dalam hidupnya. Banyak dari mereka yang masih berpikir mempunyai waktu yang lebih panjang lagi di dunia. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda, namun ingatlah untuk tidak menunggu sukses lebih lama lagi. Jemputlah kesuksesan Anda sekarang juga.
Jika Anda adalah seorang penduduk planet Pluto dan usia normal penduduk Pluto adalah 10.000 tahun, bagaimana reaksi Anda ketika Anda dipindahkan ke planet Bumi dan diberitahukan bahwa umur Anda hanya mungkin akan bertahan selama 65 tahun, selayaknya manusia Bumi? Saya yakin, reaksi pertama Anda adalah panik dan segera mengambil tindakan-tindakan "besar" untuk mewujudkan impian Anda sesegera mungkin karena waktu hidup Anda tidak panjang. Banyak orang yang tertawa mendengar ilustrasi ini dan menukas, "Itu kan penduduk Pluto, kita kan tinggal di bumi."
Bacalah pengumuman orbituari di koran nasional setiap harinya, saya yakin semua orang yang namanya tertera di sana tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir dalam hidupnya. Banyak dari mereka yang masih berpikir mempunyai waktu yang lebih panjang lagi di dunia. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda, namun ingatlah untuk tidak menunggu sukses lebih lama lagi. Jemputlah kesuksesan Anda sekarang juga.
Jika Anda adalah seorang penduduk planet Pluto dan usia normal penduduk Pluto adalah 10.000 tahun, bagaimana reaksi Anda ketika Anda dipindahkan ke planet Bumi dan diberitahukan bahwa umur Anda hanya mungkin akan bertahan selama 65 tahun, selayaknya manusia Bumi? Saya yakin, reaksi pertama Anda adalah panik dan segera mengambil tindakan-tindakan "besar" untuk mewujudkan impian Anda sesegera mungkin karena waktu hidup Anda tidak panjang. Banyak orang yang tertawa mendengar ilustrasi ini dan menukas, "Itu kan penduduk Pluto, kita kan tinggal di bumi."
Namun, apakah tidak terpikir oleh Anda bahwa waktu kita pun sangatlah singkat di bumi ini? Kalau tidak percaya, cobalah kurangkan 65 tahun dengan usia Anda saat ini dan kalikan dengan 365 hari; pertanyaan saya, "Berapa sisa hari Anda di bumi ini?" Saya yakin Anda Baru menyadari bahwa waktunya tidak terlalu lama dan saya harapkan fakta ini mendorong Anda untuk memutuskan tujuan hidup Anda yang jelas dan mengambil tindakan untuk mewujudkan sukses Anda secepatnya.
Dalam sebuah seminar, seorang peserta menanyakan kepada saya bagaimana cara cepat untuk menjadi seorang pembicara motivasi. Saya dengan segera menjawab, "Carilah kesempatan untuk berbicara di depan umum."Namun, dengan penasaran ia kembali bertanya, "Tapi saya belum berpengalaman berbicara di depan umum." Lanjut saya, "Makanya Anda perlu segera mencoba secepat mungkin. Coba jawab pertanyaan saya ini, bagaimana caranya berenang?" "Ya tentu, dengan melompat ke kolam dan mulai berenang." jawabnya cepat. Itu benar, maka 'Just Do It Now!' Janganlah terlalu lama menunggu sampai semua kesempatan akan datang. Mulailah segera, cepat atau lambat Anda pun akan menguasainya, yang penting jangan sampai terlambat untuk mencoba.
Richard Leider, seorang psikolog, meluangkan puluhan tahun untuk melakukan wawancara dengan orang lanjut usia mengenai nasihat apa yang mereka rasa penting untuk diteruskan bagi generasi berikutnya dan apa yang mereka sesali telah mereka lakukan pada masa lampau yang seandainya mereka diberi kesempatan sekali lagi mereka akan melakukannya dengan cara yang berbeda. Setelah melakukan tanya jawab yang men-dalam akhirnya disimpulkan bahwa ada tiga poin yang penting:
I. Mereka (para lansia) akan bersikap lebih reflektif.
2. Mereka (para lansia) akan mengambil lebih banyak risiko dalam hidup ini.
3. Mereka (para lansia) akan berusaha untuk mengerti hal-hal apa saja yang dapat membuat mereka merasa damai, senang, dan bahagia.
Poin pertama memberikan kepada kita nasihat untuk memikirkan lebih sungguh-sungguh akan keinginan yang sebenarnya ingin kita lakukan serta mimpi dan tindakan yang sejalan dengan keyakinan kita. Poin kedua mengingatkan kita untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk menghadapi risiko yang sering kali merupakan jalan keluar menuju kesuksesan kita dan mencoba hal-hal yang barn. Poin yang ketiga menyadarkan kita untuk mengevaluasi hal-hal yang terpenting di dalam hidup kita.
Apakah ada penyesalan dalam hidup Anda mengenai hal-hal yang seharusnya Anda lakukan namun Anda lalai? Saya mengerti perasaan Anda, karena hal yang sama juga berlaku bagi kebanyakan orang di dunia. Sebuah kesempatan yang berlalu adalah kesempatan yang telah hilang dari hadapan kita. Janganlah menyerah dan menyesali hal-hal baik yang semestinya ada dalam hidup Anda. Seperti apa yang dikatakan oleh David Chilton dalam bukunya The Wealthy Barber, "Waktu terbaik untuk menanam pohon oak adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang." Kenapa 20 tahun yang lalu? Karena pohon oak dapat dianalogikan sebagai sebuah kesempatan yang jika diraih akan membuahkan basil yang menakjubkan dalam waktu yang lama. Namun, janganlah menyesali kesempatan yang hilang itu karena kesempatan terbaik kedua adalah hari ini. Kesalahan pertama dapat menjadi pelajaran berharga, namun ingat, janganlah menunda-nunda pengambilan kesempatan itu karena Anda tidak mempunyai waktu lebih banyak lagi untuk tidak mengambil kesempatan yang saat ini ada di hadapan Anda.
Hidup bukanlah sebuah arena latihan. Berhentilah berlatih atas apa yang harus segera Anda kerjakan dan lakukanlah. Dengan langkah yang mantap, Anda akan mampu mengubah hari ini
Dalam sebuah seminar, seorang peserta menanyakan kepada saya bagaimana cara cepat untuk menjadi seorang pembicara motivasi. Saya dengan segera menjawab, "Carilah kesempatan untuk berbicara di depan umum."Namun, dengan penasaran ia kembali bertanya, "Tapi saya belum berpengalaman berbicara di depan umum." Lanjut saya, "Makanya Anda perlu segera mencoba secepat mungkin. Coba jawab pertanyaan saya ini, bagaimana caranya berenang?" "Ya tentu, dengan melompat ke kolam dan mulai berenang." jawabnya cepat. Itu benar, maka 'Just Do It Now!' Janganlah terlalu lama menunggu sampai semua kesempatan akan datang. Mulailah segera, cepat atau lambat Anda pun akan menguasainya, yang penting jangan sampai terlambat untuk mencoba.
Richard Leider, seorang psikolog, meluangkan puluhan tahun untuk melakukan wawancara dengan orang lanjut usia mengenai nasihat apa yang mereka rasa penting untuk diteruskan bagi generasi berikutnya dan apa yang mereka sesali telah mereka lakukan pada masa lampau yang seandainya mereka diberi kesempatan sekali lagi mereka akan melakukannya dengan cara yang berbeda. Setelah melakukan tanya jawab yang men-dalam akhirnya disimpulkan bahwa ada tiga poin yang penting:
I. Mereka (para lansia) akan bersikap lebih reflektif.
2. Mereka (para lansia) akan mengambil lebih banyak risiko dalam hidup ini.
3. Mereka (para lansia) akan berusaha untuk mengerti hal-hal apa saja yang dapat membuat mereka merasa damai, senang, dan bahagia.
Poin pertama memberikan kepada kita nasihat untuk memikirkan lebih sungguh-sungguh akan keinginan yang sebenarnya ingin kita lakukan serta mimpi dan tindakan yang sejalan dengan keyakinan kita. Poin kedua mengingatkan kita untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk menghadapi risiko yang sering kali merupakan jalan keluar menuju kesuksesan kita dan mencoba hal-hal yang barn. Poin yang ketiga menyadarkan kita untuk mengevaluasi hal-hal yang terpenting di dalam hidup kita.
Apakah ada penyesalan dalam hidup Anda mengenai hal-hal yang seharusnya Anda lakukan namun Anda lalai? Saya mengerti perasaan Anda, karena hal yang sama juga berlaku bagi kebanyakan orang di dunia. Sebuah kesempatan yang berlalu adalah kesempatan yang telah hilang dari hadapan kita. Janganlah menyerah dan menyesali hal-hal baik yang semestinya ada dalam hidup Anda. Seperti apa yang dikatakan oleh David Chilton dalam bukunya The Wealthy Barber, "Waktu terbaik untuk menanam pohon oak adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang." Kenapa 20 tahun yang lalu? Karena pohon oak dapat dianalogikan sebagai sebuah kesempatan yang jika diraih akan membuahkan basil yang menakjubkan dalam waktu yang lama. Namun, janganlah menyesali kesempatan yang hilang itu karena kesempatan terbaik kedua adalah hari ini. Kesalahan pertama dapat menjadi pelajaran berharga, namun ingat, janganlah menunda-nunda pengambilan kesempatan itu karena Anda tidak mempunyai waktu lebih banyak lagi untuk tidak mengambil kesempatan yang saat ini ada di hadapan Anda.
Hidup bukanlah sebuah arena latihan. Berhentilah berlatih atas apa yang harus segera Anda kerjakan dan lakukanlah. Dengan langkah yang mantap, Anda akan mampu mengubah hari ini
Kenapa Ini Terjadi Pada Saya
Jauh sebelum terpilihnya pahlawan kontemporer dunia seperti Barack Obama yang menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-44 dan juga pemimpin besar dunia yang sangat dikagumi, hiduplah seorang yang bernama Arthur Ashe, pemain legendaris tenis Amerika Serikat.
Kehadirannya pada akhir tahun 60-an sempat menyita perhatian dunia khususnya di cabang olahraga tenis. Ia adalah seorang kulit hitam pertama yang mampu meraih juara di turnamen bergengsi sekelas Grand Slam. Satu hal yang menarik dari pria yang berkulit hitam ini adalah ia menolak untuk dikenang atas pencapaiannya di dunia tenis. Baginya seorang Arthur keberhasilannya tidak diukur dari pencapaian dan posisi pekerjaannya. Ia merasa lebih bernilai jika diukur dari kontribusinya bagi dunia ini.
Lahir path tahun 1943 di Richmond Virginia, Arthur kecil harus berhadapan dengan realitas pahit saat itu, di mana ada perbedaan antara penduduk berkulit putih dan berkulit hitam. Namun stereotype yang telah dihidupkan lebih dari ratusan tahun tersebut, tidak menyurutkan semangatnya untuk membuktikan bahwa bukanlah warna kulit yang membedakan para juara. Ia menjadi lilin yang terang untuk mewakilkan suara kecil sebuah warga minoritas di negeri Paman Sam.
Kegigihannya sudah terlihat ketika ia berhasil meraih beasiswa yang jarang diberikan kepada warga berkulit hitam di cabang olahraga tenis yang selalu didominasi oleh warga berkulit putih. Ashe berhasil menerima beasiswa dari universitas favorit, UCLA pada tahun 1963. Ashe tidak menyia-nyiakan beasiswa itu dengan memberikan kemenangan beregu bagi tim UCLA untuk meraih piala NCAA (kompetisi antara universitas di seluruh Amerika Serikat).
Pada tahun 1968, Arthur menghadapi perlakuan diskriminasi ketika hendak bertanding di kejuaraan Tenis Afrika Selatan. Rezim Apartheid yang berkuasa saat itu melarang Arthur karena warna kulitnya dengan tidak memberikannya visa untuk bertanding. Arthur Ashe memanfaatkan momentum ini dengan menyatakan protesnya agar dunia Tenis memboikot Afrika Selatan. Ia merasa sesuatu mesti berubah, bahwa manusia tidak diukur dari warna kulitnya. Momen ini dipakainya dengan sungguh-sungguh karena ia ingin membawa angin perubahan mengubah mata dunia untuk menghargat kelompoknya. Arthur memutuskan berkecimpung menjadi petenis profesional pada tahun 1969, dan mulai dari sana ia bergerak maju mengukir prestasi-prestasi yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh ka-umnya. Dalam kurun waktu enam tahun berikutnya, ia mampu memenangi bukan hanya US Open, Australian Open, bahkan meraih piala bergengsi di Wimbledon Inggris dengan menyingkirkan lawan yang jauh lebih diunggulkan, yaitu Jimmy Connors.
Arthur masih bermain beberapa tahun kemudian dan seteiah operasi jantung pada tahun 1979, ia akhirnya mengakhiri kariernya pada 1980. Arthur harus berjuang dengan tantangan barunya, yaitu. penyakitnya. Ia melakukan operasi bypass jantung pada 1983 dan mengalami hal yang sangat di luar dugaan, akibat kurang sterilnya jarum suntik, ia terkena penyakit AIDS yang saat itu sangat baru bagi dunia kedokteran. Kemenangan-kemenangan yang diraihnya digantikan dengan perjuangan-perjuangan berat untuk menyelamatkan nyawanya, dan inilah titik yang memperlihatkan karakter seorang champion di dalam dirinya. Ia tidak menjadi lemah, ia bahkan menunjukkan sikap terus berjuang; ia tidak menjadi negatif dan menjauhi Tuhan tetapi menggunakan kesempatan ini untuk memberi kekuatan kepada mereka yang membutuhkan.
Satu hal yang menarik terjadi ketika ia membaca surat-surat yang dikirimkan oleh para fansnya dari seluruh dunia. Sebuah surat yang berisi keprihatinan digunakan Arthur untuk menunjukkan kualitas juara di dalam dirinya. Surat itu berisi sebuah pertanyaan bagi Ashe, surat itu berbunyi, "Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani hidup dengan penyakit yang buruk ini?" Arthur Ashe menjawab, "Di dunia saat ini ada 50 juta anak yang mulai bermain tenis, 5 juta mendapat kesempatan belajar tenis, 500.000 berhasil mengecap pelatihan secara profesional, 50.000 orang dipilih untuk bertanding dalam pertandingan lokal, hanya 5.000 yang mampu masuk dalam kejuaraan berskala Grand Slam, 50 orang terbaik terpilih untuk bertanding di Wimbledon, 4 pemain terbaik dipilih untuk bertanding di semifinal, 2 orang akhirnya bertemu di final dan SAYA MEMENANGKAN KEJUARAAN ITU! Ketika saya mengangkat piala itu, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya yang menang?" dan sekarang ketika saya harus berhadapan dengan penyakit ini, saya pun tidak akan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa SAYA yang dipilih-NYA?" Ketika kita tidak pernah menanyakan mengapa hal-hal yang terbaik terjadi di dalam hidup kita, seharusnya kita pun jangan mengeluh ketika hal-hal yang buruk terjadi di dalam hidup kita.
Ketika seorang Artur Ashe melangkah meninggalkan dunia, ia mewarisi legacy, begitu banyak hal yang membuat mereka yang ditinggalkannya mendapat kekuatan untuk melanjutkan hidup ini sebagai juara.
Jika Anda mendapatkan kesempatan hidup untuk kedua kalinya, Anda harus menuntaskan apa yang ingin Anda capai
Kehadirannya pada akhir tahun 60-an sempat menyita perhatian dunia khususnya di cabang olahraga tenis. Ia adalah seorang kulit hitam pertama yang mampu meraih juara di turnamen bergengsi sekelas Grand Slam. Satu hal yang menarik dari pria yang berkulit hitam ini adalah ia menolak untuk dikenang atas pencapaiannya di dunia tenis. Baginya seorang Arthur keberhasilannya tidak diukur dari pencapaian dan posisi pekerjaannya. Ia merasa lebih bernilai jika diukur dari kontribusinya bagi dunia ini.
Lahir path tahun 1943 di Richmond Virginia, Arthur kecil harus berhadapan dengan realitas pahit saat itu, di mana ada perbedaan antara penduduk berkulit putih dan berkulit hitam. Namun stereotype yang telah dihidupkan lebih dari ratusan tahun tersebut, tidak menyurutkan semangatnya untuk membuktikan bahwa bukanlah warna kulit yang membedakan para juara. Ia menjadi lilin yang terang untuk mewakilkan suara kecil sebuah warga minoritas di negeri Paman Sam.
Kegigihannya sudah terlihat ketika ia berhasil meraih beasiswa yang jarang diberikan kepada warga berkulit hitam di cabang olahraga tenis yang selalu didominasi oleh warga berkulit putih. Ashe berhasil menerima beasiswa dari universitas favorit, UCLA pada tahun 1963. Ashe tidak menyia-nyiakan beasiswa itu dengan memberikan kemenangan beregu bagi tim UCLA untuk meraih piala NCAA (kompetisi antara universitas di seluruh Amerika Serikat).
Pada tahun 1968, Arthur menghadapi perlakuan diskriminasi ketika hendak bertanding di kejuaraan Tenis Afrika Selatan. Rezim Apartheid yang berkuasa saat itu melarang Arthur karena warna kulitnya dengan tidak memberikannya visa untuk bertanding. Arthur Ashe memanfaatkan momentum ini dengan menyatakan protesnya agar dunia Tenis memboikot Afrika Selatan. Ia merasa sesuatu mesti berubah, bahwa manusia tidak diukur dari warna kulitnya. Momen ini dipakainya dengan sungguh-sungguh karena ia ingin membawa angin perubahan mengubah mata dunia untuk menghargat kelompoknya. Arthur memutuskan berkecimpung menjadi petenis profesional pada tahun 1969, dan mulai dari sana ia bergerak maju mengukir prestasi-prestasi yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh ka-umnya. Dalam kurun waktu enam tahun berikutnya, ia mampu memenangi bukan hanya US Open, Australian Open, bahkan meraih piala bergengsi di Wimbledon Inggris dengan menyingkirkan lawan yang jauh lebih diunggulkan, yaitu Jimmy Connors.
Arthur masih bermain beberapa tahun kemudian dan seteiah operasi jantung pada tahun 1979, ia akhirnya mengakhiri kariernya pada 1980. Arthur harus berjuang dengan tantangan barunya, yaitu. penyakitnya. Ia melakukan operasi bypass jantung pada 1983 dan mengalami hal yang sangat di luar dugaan, akibat kurang sterilnya jarum suntik, ia terkena penyakit AIDS yang saat itu sangat baru bagi dunia kedokteran. Kemenangan-kemenangan yang diraihnya digantikan dengan perjuangan-perjuangan berat untuk menyelamatkan nyawanya, dan inilah titik yang memperlihatkan karakter seorang champion di dalam dirinya. Ia tidak menjadi lemah, ia bahkan menunjukkan sikap terus berjuang; ia tidak menjadi negatif dan menjauhi Tuhan tetapi menggunakan kesempatan ini untuk memberi kekuatan kepada mereka yang membutuhkan.
Satu hal yang menarik terjadi ketika ia membaca surat-surat yang dikirimkan oleh para fansnya dari seluruh dunia. Sebuah surat yang berisi keprihatinan digunakan Arthur untuk menunjukkan kualitas juara di dalam dirinya. Surat itu berisi sebuah pertanyaan bagi Ashe, surat itu berbunyi, "Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani hidup dengan penyakit yang buruk ini?" Arthur Ashe menjawab, "Di dunia saat ini ada 50 juta anak yang mulai bermain tenis, 5 juta mendapat kesempatan belajar tenis, 500.000 berhasil mengecap pelatihan secara profesional, 50.000 orang dipilih untuk bertanding dalam pertandingan lokal, hanya 5.000 yang mampu masuk dalam kejuaraan berskala Grand Slam, 50 orang terbaik terpilih untuk bertanding di Wimbledon, 4 pemain terbaik dipilih untuk bertanding di semifinal, 2 orang akhirnya bertemu di final dan SAYA MEMENANGKAN KEJUARAAN ITU! Ketika saya mengangkat piala itu, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya yang menang?" dan sekarang ketika saya harus berhadapan dengan penyakit ini, saya pun tidak akan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa SAYA yang dipilih-NYA?" Ketika kita tidak pernah menanyakan mengapa hal-hal yang terbaik terjadi di dalam hidup kita, seharusnya kita pun jangan mengeluh ketika hal-hal yang buruk terjadi di dalam hidup kita.
Psikolog terkenal, Karl Young (1875-1961) pemah berkata, "Every coin has two sides, happiness and sadness are equally responsible for making the real life, if we feel happiness always, then there is no meaning of word happiness." (Bahwa setiap koin memiliki dua nisi, kebahagiaan dan kesedihan adalah dua hal yang bertanggung jawab menciptakan suatu anti kehidupan, jika kita selalu menikmati akan kebahagiaan, tidaklah berarti sama sekali kata bahagia itu.) Seseorang mengerti kebahagiaan ketika pemah berhadapan dengan kesedihan, seseorang mengerti arti tertawa ketika ia pernah menangis, seseorang mengerti arti sebuah kemenangan ketika ia pernah merasakan getirnya kekalahan. Faktor inilah yang membedakan antara seorang juara dan amatir dalam hidup ini. Para juara mampu mempergunakan kesedihan mereka sambil menatap pada kebahagiaan yang pasti datang. Mereka mampu menelan pahit kekalahan karena kemenangan berada di depan mata.
Ketika seorang Artur Ashe melangkah meninggalkan dunia, ia mewarisi legacy, begitu banyak hal yang membuat mereka yang ditinggalkannya mendapat kekuatan untuk melanjutkan hidup ini sebagai juara.
Jika Anda mendapatkan kesempatan hidup untuk kedua kalinya, Anda harus menuntaskan apa yang ingin Anda capai
Pilihan Ada di Tangan Anda
Seorang guru bijak tinggal di atas puncak gunung es yang tinggi. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang merasa dirinya pandai, ingin menguji kemampuan sang guru bijak tersebut. Ia membawa seekor burung kecil yang ia genggam di tangannya. Ia ingin memberikan pertanyaan yang menjebak bagi sang guru dengan bertanya apakah sang guru mengetahui bahwa burung di genggamannya hidup atau mati. Apa pun jawaban sang guru, semua tetap akan menuju pada kesalahan. Jika sang guru menebak mati, si anak muda akan melepaskan burung itu. Namun, jika ia menebak hidup, anak muda itu akan meremas burung itu sampai mati. Akhirnya, si pemuda bertemu dengan guru bijak itu dan melontarkan pertanyaan yang telah ia rancang jauh-jauh hari. Si pemuda itu berkata, "Wahai guru yang bijak, menurut Anda apakah burung yang saya pegang di Langan saya berada dalam keadaan mati atau hidup?" Sang guru bijak tertegun mendengar pertanyaan itu, sambil berpikir beberapa saat akhirnya ia membuka mulut dan berkata, "Mati hidupnya nyawa burung itu bergantung pada tangan Anda."
Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. "The sky is not the limit, You are the LIMIT!"
Pikiran seseorang dapat membuat neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka
Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. "The sky is not the limit, You are the LIMIT!"
Pikiran seseorang dapat membuat neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka
Langganan:
Postingan (Atom)